You are on page 1of 3

ANALISIS JURNAL

SISTEM PERNAFASAN
EFEKTIFITAS PURSED LIPS BREATHING DAN TIUP BALON
DALAM PENINGKATAN ARUS PUNCAK EKSPIRASI (APE)
PASIEN ASMA BRONCHIALE DI RSUD BANYUMAS

KELOMPOK 1
Rahmawati, S.Kep
Liza Fauzia, S.Kep
Fitrawati Arifuddin, S.Kep
Ridhayanti, S.Kep
Wahyuni Harsul H, S.Kep
Khumaidi, S.Kep

PROGRAM STUDI PROFESI NERS ANGKATAN VII


FAKULTSA ILMU KESEHATAN
UIN ALAUDDIN MAKASSAR
2014
HASIL ANALISIS JURNAL
1. Judul Artikel : Efektifitas Pursed Lips Breathing dan Tiup Balon dalam
Peningkatan Arus Puncak Ekspirasi (APE) Pasien Asma

Bronchiale di RSUD Banyumas


: Pursed Lips Breathing, Blew Up The Balloon, Peak
Expiratory Flow (PEF)
3. Penulis
: Dewi Natalia, Saryono, Dina Indrati
4. Telaah Step 1 (Fokus penelitian)
2. Kata Kunci

Problems

Penyakit asma bronchiale masuk dalam 5 penyakit paru


utama yang bertanggung jawab pada 17,4% kematian di
dunia, dan dalam 10 tahun terakhir meningkat sebesar
50%. Berdasarkan survey kesehatan rumah tangga
(SKRT) di tahun 1986 asma bronchiale menduduki
urutan ke-5 dari 10 penyebab kesakitan (morbiditas) di
Indonesia. Tahun 1992 asma bronchiale, bersama
bronchitis dan emfisema merupakan penyebab kematian
(mortalitas) ke-4 di Indonesia atau sekitar 5,6%.
Penelitian ini dilakukan pada pasien asma bronchial yang
sedang menjalani rawat inap di bangsal penyakit dalam di
RSUD Banyumas. Adapun problem dari jurnal penelitian
adalah

efektifitas

teknik

latihan

nafas

terhadap

peningkatan arus puncak ekspirasi (APE) pada pasien


Intervention

asma bronchiale.
Dari jurnal penelitian ini, intervensi yang dilakukan yaitu
sampel penelitian diajarkan teknik pernafasan pursed lips

Comparison

atau tiup balon dan cara pengukuran APE.


Dalam jurnal penelitian ini terdapat

Intervention
Outcome

pembanding
Hasil dari jurnal penelitian ini diperoleh bahwa Pursed

intervensi

Lips Breathing dan Tiup Balon efektif dalam Peningkatan


Arus Puncak Ekspirasi (APE) Pasien Asma Bronchiale
dengan nilai p 0,048.
Berdasarkan hasil penelitian dalam jurnal ini diperoleh
pula bahwa latihan nafas dengan pursed lips breathing
lebih efektif daripada tiup balon dalam peningkatan APE
pada pasien asma bronchiale dengan perbandingan APE

setelah pursed lips breathing dapat meningkat dengan


rata-rata peningkatan sebesar 26,20 l/menit sedangkan
APE setelah tiup balon dapat meningkat dengan rata-rata
peningkatan sebesar 13,148 l/menit
5. Telaah Step 2 (Validitas)
Recruitment

Jurnal penelitian ini merupakan penelitian eksperimental


semu (Quasy Experimental Design) dengan jenis
rancangan two group pre and post test design dengan
besar sampel yang diperoleh sesuai dengan criteria
inklusi sebanyak 52 responden yang terdiri dari 25
responden untuk kelompok pursed lips breathing dan 27
responden untuk kelompok tiup balon. Dimana subyek
penelitian yang memenuhi criteria inklusi ini dilakukan
randomisasi (random allocation/random assessment)

Maintenance

dengan simple randomization (randomisasi sederhana).


Sampel pada masing-masing kelompok diukur nilai APE
sebelum perlakuan (Pre test) kemudian pasien diminta
untuk melakukan pursed lips atau tiup balon 4x sehari
dengan jarak 4-5 jam masing-masing 10 menit selama 4
hari. Akhir perlakuan APE klien diukur kembali untuk

Measurement

mengetahui hasil perlakuan (post test).


Tiap pengukuran dilakukan 3 kali, dilakukan pada pagi
hari sebelum pemberian bronchodilator, dan diambil nilai
yang tertinggi sebagai nilai APE Klien.

6. Telaah step 3 (Aplikabilitas)


Pursed lips breathing dan tiup balon dapat diterapkan dalam peningkatan
APE pada pasien asma. Dimana penderita asma dapat melakukan pursed
lips breathing atau tiup balon 4 kali dalam sehari dengan jarak waktu
masing-masing 4-5 jam. Pursed lips breathing atau tiup balon dilakukan
masing-masing 10 menit dalam sehari.