You are on page 1of 43

Curiculum vitae

Nama
T4/lahir
Status
Alamat

: Bahtiar Husain, dr, Sp.P, MHKes


: Parepare, 7 April 63
: Berkeluarga, 3 orang putra
: Kompleks Bea Cukai J5/14 Jakarta

Pendidikan;
S1
: Universitas Hasanudin 1991
Spesialis : Universitas Indonesia 2003
S2
: Magister Hukum Kesehatan UNHAS
2007

Organisasi
Ketua Umum Lembaga Advokasi
Kedokteran Indonesia (LAKI) 2007 - 2010
Anggota pembinaan Etik profesi PDPI
Pusat tahun 2005-2008
Anggota Pembinaan Etik profesi MKEK PB IDI tahun 2007 -2010

Pekerjaan;
Direktur RS Paru FIRDAUS, Jakarta.

Penegakan Bio (Etik)


dalam praktek Kedokteran
Dr. Bahtiar Husain, Sp.P
FKK-UMJ,
11 Agustus 2009, Jakarta

Tujuan ;
Calon dokter memahami, menyadari dan
diharapkan menghayati bahwa moral,
etika medis dan hukum kesehatan adalah
rambu-rambu yang tdk akan pernah dapat
dipisahkan dari pelaksanaan profesi
sebagai dokter dengan baik dan benar.

I. Pendahuluan

Etika adalah landasan dan pedoman moral


Penting sebagai dasar segala aktifitas
Pelanggaran etika, berimplikasi Komplik.
Etik diatas aturan hukum
Maraknya Malpraktek krn etika dilanggar
Persepsi malpraktek berbeda
Wawasan / pengetahuan Bioetika terbatas

KONDISI PROFESI DOKTER


Dokter melanggar etik dan disiplin
Dokter kontrak (farmasi)
Monitoring tidak jelas / sukar (sectio
caesarian rate di RS swasta ada yang
sampai 80 % .
Praktek abortus terang-terangan.
Tarif konsul / tindakan tidak rasional.

Malpraktek, persepsi & tuntutan


masyarakat berubah
Kompetisi yang kurang sehat antar
dokter (monopoli dokter di satu rumah
sakit / rumah sakit tertutup) .
Ciri Profesi belum kokoh karena belum
ada ciri dan atau kemampuan otonomi
profesi (self disciplining , self
governing)

Pelanggaran etik dan disiplin


Banyak profesional berpraktek tanpa kompetensi
yang memadai
Banyak profesional berpraktek di luar bidang
kewenangannya
Banyak non-profesional berpraktek (perawat ,
dokter palsu , ahli pengobatan , pengobat
tradisional)
Perlindungan masyarakat dipertanyakan
Institusi kesehatan dirasakan seperti lorong gelap
oleh pasien

CITRA PROFESI DOKTER

Mahal komersiil
Paternalistik
Materialistik ???
Egois, mau enaknya sendiri
Arogansi profesi ( Paling .)
Penipisan etika (lunturnya hati nurani)
Mutu profesi / layanan rendah
Kompetensi rendah Luar negeri
Wajib dicurigai (kolusi dgn farmasi)
Kebal tuntutan hukum (MKEK ??)

Dokter ideal memenuhi


Kompetensi klinik ( CURE- to make
patient get better )
Kompetensi (Bio)Etika (CARE- to make
patient feel better, always)
Kompetensi Manajerial, agar CARE &
CURE disampaikan scr efektif,efisien,adil

MALPRACTICE
PROFESSIONAL MISCONDUCT
OR UNREASONABLE LACK OF
SKILL.
BLACKS LAW DICTIONARY

MEDICAL MALPRACTICE
Medical malpractice involves the
physicians failure to conform to the
standard of care for treatment of the
patients condition, or lack of skill, or
negligence in providing care to the
patient, which is the direct cause of an
injury to the patient.
World Medical Association, 1992

MALPRAKTEK
INTENTIONAL (peranan etik)
PROFESSIONAL MISCONDUCTS

NEGLIGENCE
Kelalaian

LACK OF SKILL
DI BAWAH STANDAR KOMPETENSI
DI LUAR KOMPETENSI

KELALAIAN MEDIK
JENIS MALPRAKTIK TERSERING
BUKAN KESENGAJAAN
TIDAK MELAKUKAN YG SEHARUSNYA
DILAKUKAN, MELAKUKAN YG
SEHARUSNYA TIDAK DILAKUKAN OLEH
ORANG2 YG SEKUALIFIKASI PADA
SITUASI DAN KONDISI YG IDENTIK

RESOLUTION OF ERROR
NEGLECT / USED WRONG PROCEDURE
DID NOT KNOW
CORRECT
PROCEDURE
NEVER
KNEW

KNEW CORRECT
PROCEDURE

FORGOT

DELIBERATE,
INTENTIONAL

LACKED
LACKED
TOLERATED
INFORMATION
TRAININ
PRESSURES
LACKED
G
LACKED
LACKED
TRAINING OR
EXPERIENC
DISCIPLINE
PRACTICE
E
MANAGEMENT ACTION TO CORRECT THE

PUNISHMENT

NEAR MISS
ERRORS
VIOLATIO
N

ACCEPTABLE
RISKS

Adalah tindakan yg dapat mencederai


pasien, tetapi tidak mengakibatkan
cedera karena faktor kebetulan,
pencegahan atau mitigasi
Setiap cedera yang lebih disebabkan
oleh manajemen medis drpd akibat
penyakitnya

ADVERS
E
EVENTS

UNFORESEEABL
E RISKS

DISEASE /
COMPLICATIO
N

Budi sampurna

Penyebab medical error, McNutt


Manusia; Fatique, lack of training, poor
communication, time shortage, poor
judgement.
Organisasi ; Management yang salah.
Tehnikal; peralatan yg buruk, alat terbatas,
kurang terintegrasi,

Dokter profesi mulia


Niat yang tdk pernah berubah; memberi
pelayanan terbaik kepada penderita
Dokter Hindu; Do not inflict harm to the
patient
Hippocrates; Per primum nonnocere
Sekarang ; Beneficence, Non
Maleficence, Autonomy dan Justice

Sifat dasar dokter

Sifat ketuhanan
Kemurnian niat
Keluhuran budi
Kerendahan hati
Kesungguhan kerja
Integritas ilmiah dan sosial

Buku etik kedokteran

(Bio)Etika
Bioetics is the discipline of morality health
care, including the morality of physicians,
patients, the institution of health care that
organize, deliver or pay of health care
policy. (McCULLOUGH & LAURENCE)
Studi tentang isu2 etis, sosial, hukum dan isu2
lain yang timbul dlm pelayanan kesehatan dan
biologi. ( International Association of bioethic,
1992 )

Nama Bioethics

Pertama kali digunakan oleh peneliti


kanker Amerika
Van Rensselaer Potter, University of
Wisconsin.
**bukunya : Bioethics: Bridge to the Future
Ia menekankan tanggung jawab para ahli
biologi dalam menjamin kelangsungan
kehidupan di bumi ini dan dalam
menciptakan syarat-syarat untuk
meningkatkan kualitas kehidupan.

Beberapa defenisi
1.Bioetikaialah suatu disiplin baru yang
menggabungkan pengetahuan biologi
dengan pengetahuan mengenai sistem
nilai manusia, yang akan menjadi
jembatan antara ilmu pengetahuan dan
kemanusiaan, membantu menyelamatkan
kemanusian, dan mempertahankan dan
memperbaiki dunia beradab. (Van Potter,
1970s)

2.Bioetik ialah kajian mengenai pengaruh moral


dan sosial dari teknik-teknik yang dihasilkan
oleh kemajuan ilmu-ilmu hayati. (Honderich
Oxford, 1995)
3.Bioetika bukanlah suatu disiplin. Bioetika telah
menjadi tempat bertemunya sejumlah disiplin,
diskursus , dan organisasi yang terlibat dan
peduli pada persoalan etika, hukum, dan sosial
yang ditimbulkan oleh kemajuan dalam
kedokteran, ilmu pengetahuan, dan bioteknologi.
(Onara ONeill, 2002)

Lebih jauh Bioetik


Bioetika adalah perluasan dari etika kedokteran
yang tradisional
*Etika kedokteran memfokuskan hubungan dokterpasien
Tema-tema tradisional tetap penting tapi sekarang
dalam konteks modern:
di satu pihak demokratisasi dan hak-hak pasien
(kritik atas paternalisme)
di lain pihak pelayanan medis yang teknologis
dan anonym (tim medis) + biaya tinggi

Bioetika terkait dengan kegiatan yang


mencari jawab dan menawarkan
pemecahan masalah dari konflik moral
Konflik moral yang dimaksud meliputi konflik
yang timbul dari kemajuan pesat ilmu-ilmu
pengetahuan hayati dan kedokteran, yang
diikuti oleh penerapan teknologi yang terkait
dengannya
Dalam pada itu bioetika dapat pula dilihat
sebagai cabang ilmu pengetahuan tersendiri
yang berkenaan dengan konflik tersebut.

Isu-isu
Tema-tema yang paling penting berasal
dari perkembangan ilmu dan teknologi
biomedis:
dari definisi baru tentang kematian sekitar
1967 (brain death)
sampai dengan penelitian embryonic stem
cells dan cloning sekarang ini.

ETIKA KLINIK
Clinical Ethics is practical discipline which
provide a structured approach in decision
making, identifying, analyzing and solving
ethical issues in clinical medicine.
Jonsen dkk

Arti umum: ETIKA =

AKHLAK, perilaku yg baik.


Bagian ILMU FALSAFAH yg mengkaji ttg MORAL,
(Moral adalah sistem nilai bersama dlm komunitas moral
tertentu , tentang sikap dan perbuatan manusia yang dianggap
baik atau buruk, benar atau salah, pantas atau tidak pantas).

Arti terapan : ETIKA =


KESEPAKATAN BERSAMA ttg moralitas bagi komunitas moral
tertentu, seperti komunitas dokter, manajer r.s., dll.
PEDOMAN MORAL untuk menjalankan profesi tertentu dgn
baik dan benar, seperti misalnya dokter, perawat, wartawan, dsb.
KEWAJIBAN dan T. JAWAB MORAL bagi para pelaku profesi

tertentu.

KAIDAH MORAL
PROFESI DOKTER TRADISIONAL
(Menurut Sumpah Hippokrates, 400 s.M):

BENEFICENCE (kewajiban berbuat kebajikan, amar


maruf),
2. NONMALEFICENCE (kewajiban tdk menimbulkan mudharat, do no harm, nahi mungkar),
3. MENGHORMATI KEHIDUPAN INSANI SEJAK PEMBUAHAN,
4. BERPRIBADI LUHUR,
5. MENJAGA KERAHASIAAN PASIEN,
6. TIDAK MEMENTINGKAN DIRI SENDIRI,
7. MENGHORMATI GURU,
8. MEMPERLAKUKAN SEJAWAT SBG SAUDARA SENDIRI,
9. MENJUNJUNG TINGGI MARTABAT DAN KEHORMATAN
PROFESI DOKTER,
dll,
1.

KAIDAH-2 DASAR MORAL ETIKA BIOMEDIS KONTEMPORER


(=BIOETIKA, setelah 1960)
(Asas Principlism menurut Beauchamp & Childress):

1.

MENGHORMATI OTONOMI MANUSIA;

(Respect for the autonomy of persons).

- Otonomi; menghormati hak orang untuk mengambil keputusan untuk


dan tentang dirinya sendiri.
- Berkata benar (truth telling).
- Menjaga kerahasiaan (konfidensialitas).
- Menjaga kepercayaan, memenuhi kewajiban, menepati janji, dsb .
2. BENEFICENCE;

- Kewajiban berbuat yang baik terhdp manusia dan masyarakat.

3. NONMALEFICENCE;

- Kewajiban tidak menimbulkan mudarat (do no harm).

4. BERLAKU ADIL (justice);

- Keadilan sosial; tdk membedakan latar belakang orang


- Keadilan distributif; distribusikan sumberdaya kesehatan secara adil.
- Berlaku fair.

PERAN ETIKA SECARA UMUM


ETIKA (ETIKA INDIVIDU, ETIKA INSTITUSI, ETIKA SOSIAL)
ADALAH RAMBU-2 MORAL UNTUK MENJAGA AGAR
INTERAKSI ANTARA:
- INDIVIDU dan INDIVIDU,
- INDIVIDU dan INSTITUSI,
- INDIVIDU dan MASYARAKAT,
- INSTITUSI dan INDIVIDU,
- INSTITUSI dan INSTITUSI
- INSTITUSI dgn MASYARAKAT
BERLANGSUNG DGN LANDASAN KAIDAH-2 DASAR MORAL (MENGHORMATI OTONOMI MANUSIA, BENEFICENCE,
NONMALEFICENCE BERLAKU ADIL).

Aplikasi bioetika (etika klinik)


Kesepakatan bersama antara dokter dan
masyarakat umum.
Prinsip etika kedokteran
Praktek kedokteran dari dahulu sampai
sekarang dipandu 2 prinsip;
- Nil nocere (do no harm)
- Bonum facere ( do good for the
patient)

Filosofi Moral Etika Klinik


Beneficence; segala tindakan dokter
hanya untuk kebaikan penderita
Non Maleficence; Walaupun berniat baik,
tetap dijaga agar tdk merugikan pasien
Autonomy; Hak pasien mendapat
informasi & pelayanan terbaik, setara.
Justice; Perlakuan yang sama, adil.

ASAS-ASAS ETIKA UMUM:


= KAIDAH-2 DASAR MORAL

*BENEFICENCE;

DENGAN KATA LAIN:

*AMAR MARUF NAHI


MUNGKAR*

*NONMALEFICENCE;
*MENGHORMATI
MANUSIA
(respect for persons)

*MEMANUSIAKAN MANUSIA*.
Berlakulah thdp orang lain, sebagaimana kita ingin diperlakukan.

*PERLAKUAN SAMA DAN


*BERLAKU ADIL (justice) JUJUR BAGI SEMUA ORANG*
Samsi Jacobalis

Aplikasi kliniknya:
Beneficence dan Non Maleficence
mewakili kompetensi klinik dan Ekspertis
Autonomy dan Justice adalah gambaran
niat, sikap dan prilaku dokter dalam
menyampaikan Ekspertis secara
manusiawi, yang merupakan ciri
Kompetensi Etika.
Pelayanan kesehatan paripurna
merupakan gabungan dari CURE & CARE
secara proporsional.

Agar tidak terjadi komplik, empat


topik terkait :
Medical Indication; Kemampuan DR
melakukan penilaian sbg profesional.
Patient preference; Sikap penderita thdp
anjuran DR, bisa setuju / menolak
Quality of life; dijelaskan setelah sakit,
QOL menurun, tetap, bertambah baik
Contextual factors; berkaitan dgn terapi,
perawatan, keluarga, sosbud, hukum.

Menjaga citra dan profesionalisme


Dokter senantiasa meningkatkan :
Ilmu dan tekhnologi
Keterampila sesuai dengan standar
profesi
Niat, sikap dan perilaku yang etis, yang
dapat diterima semua pihak.
dengan kata lain :

Long life education

Sumpah dokter

Demi Allah saya bersumpah :

1. Saya akan membaktikan hidup saya guna


kepentingan kemanusiaan
2. Saya akan menjalankan tugas saya dengan
cara yang terhormat dan bersusila, sesuai
dengan martabat pekerjaan saya sebagai
dokter.
3. Saya akan memelihara dengan sekuat tenaga
martabat dan tradisi luhur profesi kedokteran

Pasal kode etik;


1.Setiap dr hrs menjunjung tinggi, menghayati
dan mengamalkan sumpah dokter
2. Seorang dokter hrs senantiasa berupaya
melaksanakan profesinya sesuai dgn standar
profesi yg tinggi
3. Dalam melakukan pekerjaan kedokterannya,
tdk boleh dipengaruhi olh sesuatu yg
mengakibatkan hilangnya kebebasan dan
kemandirian profesi.

Praktek dokter masa depan


Praktek berdasarkan kehormatan dan
tradisi luhur pekerjaan kedokteran bukan
berdasarkan hubungan upah / Dagang
Praktek yang hasilnya bisa diukur baik
oleh kita sendiri (self assessment)
maupun oleh KITA BERSAMA
(mekanisme audit medik)
Semua melalui standardisasi, akreditasi
dalam satu sistem pelayanan kedokteran
Bebas MALPRAKTEK

HARAPAN
Terciptanya kemuliaan
profesi, kehormatan profesi
dokter dan menjunjung
tinggi kepentingan pasien
(the renaissance of our
noble profession)

SERUAN
MARI
KITA SEMUA
MAJU TERUS dan
MEMPERBAIKI DIRI
bagi KEHORMATAN,

MARTABAT dan TRADISI


LUHUR DOKTER INDONESIA
Ahmad joyo sugito