You are on page 1of 8

SKIN GRAFT

A. PENDAHULUAN
Pada dasarnya, skin graft adalah transplantasi kulit, dan terkadang bersama
dengan jaringan dibawahnya ke tempat lain di tubuh. Skin graft adalah lembaran kulit
yang diambil dari tempat lain tubuh dan terdiri dari lapisan epidermis dan dermis
superfisial (split-thickness graft) atau seluruh lapisannya (full-thickness graft). Graft
seluruhnya terlepas dari tubuh dan ketika diaplikasikan ke luka, bergantung pada
pembuluh darah yang mendasarinya untuk kebutuhan nutrisinya melalui difusi
metabolit untuk beberapa hari sebelum revaskularisasi terjadi. Oleh karena itu, skin
graft hanya berhasil jika diaplikasikan ke luka yang dapat memenuhi kondisi yang
diperlukan. Graft dapat gagal jika permukaan luka kering, terinfeksi, atau mengandung
jaringan nekrotik avaskular. Teknik pengambilan dan transplantasi awalnya
dideskripsikan sekitar 2500 – 3000 tahun yang lalu oleh Kasta Vaisya Hindu, dimana
skin graft diguakan untuk merekonstruksi hidung yang diamputasi sebagai bentuk
hukum peradilan. Penggunaan skin graft yang lebih modern disebutkan pada
pertengahan hingga akhir abad ke-19. Saat ini, skin graft umumnya dignakan pada
bedah dermatologis. Skin graft hanya memiliki satu tujuan yaitu merekonstruksi defek
pada kulit, apapun penyebab defeknya. Umumnya digunakan untuk rekonstruksi setelah
pengangkatan penyakit keganasan kutaneus, selain itu skin graft juga digunakan pada
ulkus kutaneus kronik yang tidak kunjung sembuh, mengganti jaringan yang hilang
pada luka bakar, dan mengembalikan rambut pada area alopesia.1,2
B. JENIS SKIN GRAFT
Skin graft diklasifikasikan menjadi split-thickness dan full-thickness, berdasarkan
pada tebalnya lapisan dermis. Semua jenis skin graft berkerut (kontraktur/kontraksi)
segera setelah dilepaskan dari situs donor dan setelah revaskularisasi di lokasi akhirnya.
Kontraktur primer adalah rekoil segera graft yang baru saja dilepaskan karena elastin di
lapisan dermis, semakin tebal dermis yang terambil semakin banyak kontraktur yang
akan terjadi. Kontraktur sekunder, terjadi pada graft yang sudah sembuh dan
kemungkinan merupakan akibat aktivitas myofibroblas. Full-thickness skin graft
mengalami kontrakturi lebih banyak pada pengambilan tetapi lebih sedikit pada
penyembuhan dibandingkan dengan split-thickness skin graft. Semakin tipis splitthickness skin graft, semakin besar kontraktur sekundernya. Luka yang bergranulasi

04 cm). STSG tidak mampu mencegah kontraktur luka.3 Pemilihan ketebalan skin graft perlu mempertimbangkan beberapa hal. tanpa skin graft menunjukkan derajat kontraktur yang lebih besar dan lebih rentan terhadap skar hipertrofi. dan pertimbangan estetika. STSG dikategorikan lebih jauh menjadi tipis (0. ukuran. FTSG digunakan pada luka yang berada pada daerah yang mencolok dan . Karena STSG lebih tahan pada kondisi yang buruk.02 cm).yang dibiarkan sembuh secara sekunder.02-0. juga lebih pucat dibandingkan sekitarnya. Split-thickness biasanya leih rapuh dan memiliki penampakan lebih mengkilap atau halus. intermediate (0.6 Kekurangannya. Split-Thickness Skin Graft (STSG) Pada split-thickness skin graft terdapat epidermis dan sebagian dermis dari situs donor. Selain itu.04-0. dan tebal (0. dapat digunakan lagi untuk skin graft. lokasi. seperti kurangnya nutrisi dan oksigenasi.4 Gambar 1. STSG yang sudah sembuh biasanya tidak menyerupai kulit di sekitarnya seperti lebih mengkilap dan mulus.5 Kelebihan STSG yaitu. sehingga ketika situs donor sudah sembuh.4. Lokasi donor juga lebih cepat mengalami penyembuhan karena masih terdapat lapisan dermis pada situs pengambilan. lebih fleksibel dibandingkan FTSG. Selain itu.6 2. STSG dapat digunakan untuk menutup area yang lebih luas. seperti kondisi luka. Ketebalan Skin Graft 1. dan warnanya lebih terang atau lebih gelap daripada kulit sekitarnya.07 cm). ketebalan. Full-Thickness Skin Graft (FTSG) Skin graft yang mencakup seluruh lapisan dermis disebut full-thickness skin graft.01-0.

FTSG kemudian dikumpulkan dengan cara mendiseksi dermis dari jaringan subkutan di bawahnya.7 Kekurangannya. tekstur.1. TEKNIK OPERASI6 Dasar resipien harus memiliki vaskularisasi yang baik.7 STSG dapat dikumpulkan dari seluruh permukaan tubuh. FTSG biasanya berukuran kecil. Jaringan lemak yang tertinggal harus dihilangkan. maka jaringan nekrotik harus dieksisi terlebih dahulu. Graft berjala lebih tahan dan dapat tahan pada kondisi yang kurang ideal. tetapi pasien akan mengalami nyeri postoperasi yang signifikan dan akan membutuhkan bantuan untuk merawat luka. Situs donor yang umum adalah regio femoralis anterior atau lateral. FTSG dapat digunakan bila graft donor dan lokasi resipien dipersiapkan dengan baik. mampu mempertahankan karakteristik jaringan di sekitarnya. Jika membutuhkan jaringan kulit dan kartilago.4 C. STSG dapat dibuat berlubang seperti jala atau tidak. skin graft dapat dikumpulkan dari daun telinga. Jaringan granulasi harus diangkat dengan alat tumpul.4. Defek luka diukur dan pola dibuat. akan tetapi harus dipilih secara hati-hati agar tidak mudah kelihatan dan meminimalisir ketidaknyamanan selama reepitelisasi. Pengumpulan FTSG dilakukan denga skalpel. . Kulit kepala dapat digunakan untuk menutup daerah wajah jika area terlalu luas untuk FTSG dan pada korban luka bakar di mana situs donor sangat terbatas. Lapisan teratas jaringan yang terkontaminasi harus diangkat sehingga jaringan sehat yang berdarah tampak. Situs donor biasanya ditutup secara primer atau kadang dengan STSG.4 Kelebihan FTSG yaitu.4. dan luka situs donor kadang harus ditutup secara primer atau ditutup dengan STSG. Jika jaringan ditutupi eskar atau kulit yang terbakar. dan ketebalan. kemudian dijiplak ke situs donor. seperti warna. Pengumpulan STSG biasanya dilakukan dengan alat yang disebut dermatom yang berfungsi mengangkat kulit dengan ketebalan yang sama.4 FTSG dapat dikumpulkan dari kulit di area pre dan postauricular dan supraklavikula. FTSG juga mengalami kontraktur sekunder yang lebih sedikit dibandingkan STSG.berukuran kecil. Umumnya diambil di regio femoralis anterosuperolateralis. karena jaringan lemak memiliki pembuluh darah yang sedikit dan mencegah perlekatan antara skin graft dan dasar resipiennya. Daerah bokong juga dapat digunakan. dan luka harus memiliki vaskularisasi yang baik.

ujung-ujung kapiler dari dasar resipien berjajar dengan pembuluh darah graft membentuk hubungan sehingga darah dapat mengalir ke graft. skin graft harus difiksasi dengan stapler atau jahitan kecil. Dasar luka harus rata dan sheet graft harus diinspeksi pada postoperasi hari pertama untuk hematoma dan seroma. penyembuhan sekunder. Situs donor dapat dibiarkan terbuka.Graft berjala dapat bertahan pada permukaan yang tidak rata dan bisa diregangkan. cairan harus dikeluarkan. lebih nyeri dan meningkatkan resiko komplikasi. tetapi lebih membutuhkan kondisi yang lebih ideal. Penutupan luka dapat meningkatkan kelembaban yang mempercepat penyembuhan. revaskularisasi. Jika terdapat penumpukan cairan. Setelah skin graft diletakkan pada luka. Setelah 48 jam. Imbibisi mencega graft mengalami nekrosis dan mempertahankan pembuluh darah tetap paten sehingga graft dapat bertahan dari iskemia segera postgraft. terjadi untuk mengembalikan aliran darah ke graft. Dan berdiferensiasi menjadi pembuluh aferen dan eferen pada hari keempat hingga ketujuh. akan tetapi menyebabkan masa penyembuhan lebih lama. seperti penutupan primer. Berlangsung sekitar 24-48 jam. Graft tidak berjala atau sheet graft. Selama inoskulasi. E. tahap kedua. atau skin flap tidak memungkinkan dilakukan atau akan memberikan hasil suboptimal. ketika metode rekonstruksi lain tidak dapat dilakukan. tetapi dapat sembuh dengan reepitelisasi. Graft akan tampak lebih bengkak pada saat ini dan beratnya bisa bertambah sekitar 40% karena perpindahan cairan dari dasar resipien ke graft. Tujuannya adalah memaksimalkan kontak antara kulit dan dasar resipien dan mencegah sobekan. Kelebihan utama sheet graft adalah kosmetik. Cara menutup luka tradisional adalah dengan menempatkan kasa yang membungkus kapas dan difiksasi dengan jahitan dengan benang nilon di sekelilingnya. inoskulasi. . dan tahap ketiga. INDIKASI2 Umumnya. memberikan penampakan yang lebih mulus. D. Situs donor dapat ditutup dengan berbagai cara. skin graft dilakukan pada operasi rekonstruksi. Sistem limfatik terbentuk pada hari kelima atau keenam. terdiri dari difusi nutrisi dari dasar resipien ke skin graft. PROSES PENYEMBUHAN6 Proses penyembuhan melalui tiga tahap. imbibisi plasmatik. Tetapi graft berjala akan sembuh dengan penampakan yang tidak rata. Tahap pertama.

kurangnya struktur ekrin. KESIMPULAN Skin graft pada dasarnya adalah transplantasi kulit. Akan tetapi. yaitu SplitThickness Skin Graft (STSG) dan Full-Thickness Skin Graft (FTSG). bedah koreksi gangguan depigmentasi. Selain itu. STSG umumnya digunakan pada defek yang berukuran besar dan jika lokasi resipien kurang ideal. F. . Kecocokan warna dan tekstur yang buruk.STSG dilakukan ketika kosmetik tidak diprioritaskan atau ketika defek berukuran besar sehingga tidak memungkinkan untuk FTSG. Penggunaan FTSG pada jaringan avaskular. selain itu STSG digunakan untuk menutup ulkus kronis yang tidak kunjung sembuh. Skin graft terdiri atas 2 jenis. seperti tulang atau kartilago. STSG tidak digunakan jika kosmetik menjadi prioritas. Akan tetapi FTSG tidak dapat digunakan jika lokasi resipien kurang ideal. FTSG digunakan pada luka berukuran kecil dan ketika kosmetik menjadi prioritas. biasa berakibat nekrosis graft kecuali jika area graft kecil dan dapat menyebabkan bridging phenomenon terjadi. KONTRA INDIKASI2 Kontraindikasi STSG adalah jika kosmetik dan ketahanan graft menjadi prioritas atau ketika kontraktur luka dapat mengkompromis fungsi. Kontraindikasi FTSG adalah ketika dasar resipien kekurangan suplai vaskular yang menyebabkan resipien tidak dapat mempertahankan graft. FTSG dilakukan jika jaringan di sekitarnya memiliki lesi premalignan atau malignan dan tidak memungkinkan untuk skin flap. menimbulkan bekas pada STSG dibandingkan dengan FTSG. dan menutup luka bakar untuk mempercepat penyembuhan luka dan mengurangi kehilangan cairan. yang digunakan terutama untuk menutup luka atau defek pada kulit. penutupan sementara untuk observasi kemungkinan rekurensi tumor. G. FTSG diindikasikan pada defek dengan jaringan disekitarnya immobile atau jarang. Indikasi umum FTSG adalah ketika prosedur bertahap tidak memungkinkan untuk pada pasien.

Mengupayakan proses penyembuhan berlangsung lebih cepat. Dengan semakin lama waktu terlepasnya eskar. hal ini akan menghambat aliran darah dari arteri yang dapat mengakibatkan terjadinya iskemi pada jaringan tersebut ataupun menghambat proses penyembuhan dari luka tersebut. semakin lama juga waktu yang diperlukan untuk penyembuhan. Hal ini mengakibatkan banyaknya darah keluar saat dilakukan tindakan operasi. debris dan eskar.1-0. Pada daerah sekitar luka bakar umumnya terjadi edema. Semakin lama penundaan tindakan eksisi. proses inflamasi tidak akan berlangsung lebih lama dan segera dilanjutkan proses fibroplasia. dapat juga diberikan benzodiazepine sebagai tambahan. Jika pasien masih merasakan nyeri walau dengan pemberian morfin atau methadone. Terapi pembedahan pada luka bakar 1. penundaan eksisi akan meningkatkan resiko kolonisasi mikro – organisme patogen yang akan menghambat pemulihan graft dan juga eskar yang melembut membuat tindakan eksisi semakin sulit. Dengan dibuangnya jaringan nekrosis. Hal ini didasarkan atas jaringan nekrosis yang melepaskan “burn toxic” (lipid protein complex) yang menginduksi dilepasnya c. Selain itu. Eksisi dini Eksisi dini adalah tindakan pembuangan jaringan nekrosis dan debris (debridement) yang dilakukan dalam waktu kurang dari 7 hari (biasanya hari ke 5-7) pasca cedera termis.2 mg/kg setiap 4 jam). Dasar dari tindakan ini adalah: a. semakin banyaknya proses angiogenesis yang terjadi dan vasodilatasi di sekitar luka. Tindakan ini disertai anestesi baik lokal maupun general dan pemberian cairan melalui infus.05-0. Memutus rantai proses inflamasi yang dapat berlanjut menjadi komplikasi – komplikasi luka bakar (seperti SIRS).Perawatan luka bakar Umumnya untuk menghilangkan rasa nyeri dari luka bakar digunakan morfin dalam dosis kecil secara intravena (dosis dewasa awal : 0. b. Tindakan ini digunakan untuk mengatasi kasus luka bakar derajat II dalam dan derajat III.2 mg/kg dan ‘maintenance’ 5-20 mg/70 kg setiap 4 jam. sedangkan dosis anak-anak 0. Tindakan ini diikuti tindakan hemostasis dan juga “skin grafting” . mediator-mediator inflamasi. Tetapi ada juga yang menyatakan pemberian methadone (5-10 mg dosis dewasa) setiap 8 jam merupakan terapi penghilang nyeri kronik yang bagus untuk semua pasien luka bakar dewasa.

Tersedia donor yang cukup untuk menutupi permukaan terbuka yang timbul.000 pada daerah yang dieksisi. edema pada bagian distal dari eksisi 2. Eksisi dini terdiri dari eksisi tangensial dan eksisi fasial. Eksisi dini diutamakan dilakukan pada daerah luka sekitar batang tubuh posterior. Untuk memperkecil perdarahan dapat dilakukan hemostasis. Teknik ini digunakan pada kasus luka bakar dengan ketebalan penuh (full thickness) yang sangat luas atau luka bakar yang sangat dalam. Kondisi fisik yang memungkinkan untuk menjalani operasi besar. yaitu: - Kasus luka bakar dalam yang diperkirakan mengalami penyembuhan lebih dari 3 - minggu. Kriteria penatalaksanaan eksisi dini ditentukan oleh beberapa faktor. yaitu dengan tourniquet sebelum dilakukan eksisi atau pemberian larutan epinephrine 1:100. Permukaan kulit yang dilakukan tindakan ini tidak boleh melebihi 25% dari seluruh luas permukaan tubuh. yaitu pisau Goulian atau Humbly yang digunakan pada luka bakar dengan luas permukaan luka yang kecil. Tindakan ini juga tidak akan mengurangi mortalitas pada pasien luka bakar yang luas. Adapun alat-alat yang digunakan dapat bermacam-macam. Skin grafting pada luka bakar . perdarahan tidak banyak. endpoint - yang lebih mudah ditentukan Kerugian : kerugian bidang kosmetik. Kerugian dari teknik adalah perdarahan dengan jumlah yang banyak dan endpoint bedah yang sulit ditentukan. Eksisi tangensial adalah suatu teknik yang mengeksisi jaringan yang terluka lapis demi lapis sampai dijumpai permukaan yang mengeluarkan darah (endpoint). sedangkan pisau Watson maupun mesin yang dapat memotong jaringan kulit perlapis (dermatom) digunakan untuk luka bakar yang luas. Alat yang digunakan pada teknik ini adalah pisau scalpel. Adapun keuntungan dan kerugian dari teknik ini adalah: - Keuntungan : lebih mudah dikerjakan. Eksisi fasial adalah teknik yang mengeksisi jaringan yang terluka sampai lapisan fascia. cepat.(dianjurkan “split thickness skin grafting”). Setelah dilakukan hal-hal tersebut. Keuntungan dari teknik ini adalah didapatnya fungsi optimal dari kulit dan keuntungan dari segi kosmetik. peningkatan resiko cedera pada saraf-saraf superfisial dan tendon sekitar. mesin pemotong “electrocautery”. baru dilakukan “skin graft”. Tidak ada masalah dengan proses pembekuan darah.

sehingga pelekatan kulit donor juga terhambat. Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan penyatuan kulit donor dengan jaringan yang mau dilakukan grafting adalah: - Kulit donor setipis mungkin Pastikan kontak antara kulit donor dengan bed (jaringan yang dilakukan grafting). Ketebalan dari kulit donor tergantung dari lokasi luka yang akan dilakukan grafting. Mengupayakan agar proses penyembuhan terjadi sesuai dengan waktu c.Skin grafting adalah metode penutupan luka sederhana. pengendalian perdarahan sangat diperlukan. Daerah tubuh yang biasa digunakan sebagai daerah donor autograft adalah paha. Untuk memaksimalkan penggunaan kulit donor tersebut. keparahan luka dan telah dilakukannya pengambilan kulit donor sebelumnya. baik dengan pembalut elastik (balut tekan) o Drainase yang baik o Gunakan kasa adsorben . Kulit yang digunakan dapat berupa kulit produk sintesis. Pengambilan kulit donor ini dapat dilakukan dengan mesin ‘dermatome’ ataupun dengan manual dengan pisau Humbly atau Goulian. hal ini dapat dilakukan dengan cara : o Cegah gerakan geser. Melindungi jaringan yang terbuka Skin grafting harus dilakukan secepatnya setelah dilakukan eksisi pada luka bakar pasien. Metode ini disebut mess grafting. Oleh karenanya. sekitar 1 : 1 sampai 1 : 6) dengan mesin. kulit manusia yang berasal dari tubuh manusia lain yang telah diproses maupun berasal dari permukaan tubuh lain dari pasien (autograft). bokong dan perut. usia pasien. Menghentikan evaporate heat loss b. kulit donor tersebut dapat direnggangkan dan dibuat lubang – lubang pada kulit donor (seperti jaring-jaring dengan perbandingan tertentu. Bedanya dari teknik – teknik tersebut adalah lapisan-lapisan kulit yang diambil sebagai donor. dimana terdapat perdarahan dan hematom setelah dilakukan eksisi. Teknik mendapatkan kulit pasien secara autograft dapat dilakukan secara split thickness skin graft atau full thickness skin graft. Sebelum dilakukan pengambilan donor diberikan juga vasokonstriktor (larutan epinefrin) dan juga anestesi. Prosedur operasi skin grafting sering menjumpai masalah yang dihasilkan dari eksisi luka bakar pasien. Tujuan dari metode ini adalah: a.