You are on page 1of 14

MAKALAH HUKUM OTONOMI DAERAH

MENGENAI
KELEBIHAN DAN KELEMAHAN KEBIJAKAN
DESENTRALISASI

Oleh :
Ahmad Yusuf Bahtiar (201110110311097)

FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
TAHUN AKADEMIK 2014/2015

. sehingga ia berkesempatan untuk memperlajari. merespon berbagai kecenderongan global dan mengambil mamfaat dari padanya.22-23 . maka daerah akan mengalami proses pembelajaran dan pemberdayaan yang signifikan.. Karena dalam makalah ini sebagai penulis ingin mengangkat permasalahan mengenai kelebihan dan kelemahan dari kebijakan Desentralisasi dalam pelaksanaan Otonomi Daerah. Ateng Syafrudin SH. Rosodjatmiko. kependudukan. sehingga kapabilitas dalam mengatasi berbagai masalah domistik akan semakin kuat. (b) asas dekonsentrasi. memahami. Dengan adanya otonomi daerah. Pemerintahan di Daerah dan Pelaksanaannya. Sehingga kita dapat mengetahui problematika karena adanya kebijakan tersebut. Makalah ini akan membahas mengenai dampak-dampak akibat desentralisasi tersebut. Maka Asas desentralisasi dalam pelaksanaan otonomi adalah memberikan keleluasaan organ daerah otonom yang berhak mengurus rumah tangganya sendiri dalam rangka Desentralisasi. (Bandung: Tarsito. Munculnya daerah otonom tersebut dapat memberikan keuntungan pada daerah tersebut yaitu pemberian kewenangan untuk mengatur rumah tangganya sendiri.BAB I PENDAHULUAN 1. Kumpulan Karangan Dr. 1 P. Di dalam makalah ini akan dibahas dampak positif dan negatif diterapkannya kebijakan Desentralisasi bagi daerah otonom.1 Latar Belakang Tujuan utama dari kebijakan otonomi daerah adalah. yaitu: (a) asas desentralisasi. Secara teoritis. Kemampuan prakarsa dan kreativitas mereka akan terpacu. perdagangan. dan (c) asas tugas pembantuan. pajak daerah dan sebagainya. mungkin dalam hal membuat keputusan yang terbaik bagi masyarakatnya dan nantinya dapat melahirkan masyarakat yang inofatif dan kreatif tanpa ada kekurangan dari pemerintah pusat. Dengan adanya desentralisasi maka munculah otonomi bagi suatu pemerintahan daerah. pemerintah pusat diharapkan lebih mampu berkonsentrasi pada perumusan kebijakan makro nasional yang bersifat strategis. 2002). pertama membebaskan pemerintah pusat dari beban-beban yang tidak perlu dalam menangai urusan domestik. hal. hubungan kekuasaan antara pemerintah dengan pemerintah daerah berdasarkan atas 3 (tiga) asas.1 Desentralisasi membawa dampak positif maupun negatif pada berbagai sektor. maka pemerimtah daerah mendapat kewenangan lebih dari pemerintah pusat. seperti kebijakan lokal.

Apa kelemahan dari diberlakukannya Desentralisasi? 3.2 Rumusan Masalah 1. Untuk mengetahui seberapa jauh daerah dapat tumbuh dan berkembang setelah diterapkannya asas Desentralisasi di Negara Kesatuan Republik Indonesia BAB II . Bagaimana dengan adanya Desentralisasi dilihat dari segi politik.3 Tujuan Penulisan 1. Untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan atas diberlakukannya Desentralisasi dalam Otonomi Daerah 2. Apa kelebihan dari diberlakukannya Desentralisasi? 2. administrasi dan kuangan atau fiskal? 1.1.

desentralisasi atau otonomi daerah itu menunjukan : . Sebagaimana diamanatkan Pasal 6 dan Pasal 222 UU Nomor 32 Tahun 2004. Dalam hal ini. Dalam kaitannya dengan sistem pemerintahan Indonesia.PEMBAHASAN 2. pembinaan dan pengawasanterhadap pemerintahan daerah. Oleh karena itu tidak terjadi penyerahan wewenang legislasi dari lembaga legeslatif dan wewenang yudikatif dari lembaga yudikatif kepada daerah otonom. bukan undang-undang. desentralisasi akhir-akhir ini seringkali dikaitkan dengan sistem pemerintahan karena dengan adanya desentralisasi sekarang menyebabkan perubahan paradigma pemerintahan di Indonesia. pemerintah melakukan evaluasi. telah diatur secara tegas di dalam PP Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Kementerian Penyelenggaraan Dalam Negeri Pemerintahan melakukan evaluasi Daerah. Desentralisasi dalam arti penyerahan urusan pemerintah hanya dilakukan oleh pemerintah kepada daerah otonom. pemerintahan daerah selaku penyelenggara urusan pemerintahan harus dapat memproses dan melaksanakan hak dan kewajiban berdasarkan asas-asas kepemerintahan yang baik (good governance) sesuai dengan asas umum penyelenggaraan negara sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. bahwa terhadap kinerja pemerintahan daerah atau disebut sebagai Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) untuk mengetahui keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam memanfaatkan hak yang diperoleh daerah dengan capaian keluarandan hasil yang telah direncanakan. Untuk mencapai hasil yang optimal.1 Desentralisasi dan Perkembangannya Dengan adanya desentralisasi maka munculan otonomi bagi suatu pemerintahan daerah. Daerah otonom hanya mempunyai wewenang untuk membentuk peraturan daerah (local ordinace). Dilihat dari pelaksanaan fungsi dari pemerintah. Desentralisasi sebenarnya adalah istilah dalam keorganisasian yang secara sederhana di definisikan sebagai penyerahan kewenangan.

serta urusan yang ditetapkan oleh suatu undang-undang menjadi urusan pusat. perdagangan. dan ada bagian urusan yang diserahkan kepada kabupaten/kota. Di dalam undang-undang tersebut ditegaskan bahwa urusan yang menjadi kewenangan daerah meliputi urusan wajib dan urusan pilihan. tenaga kerja dan transmigrasi. lingkungan hidup. 2.2 Keberhasilan otonomi daerah tidak terlepas dari cukup tidaknya kemampuan daerah dalam bidang keuangan. pariwisata dan kebudayaan. pemerintah pusat memegang urusan utama yang meliputi politik luar negeri. ada bagian urusan yang diserahkan propinsi. tanaman pangan. keluarga berencana.moneter. Perkembangan otonomi daerah Indonesia. keamanan. kehutanan. kesehatan. Pelaksanaan keseluruhan urusan pemerintahan tersebut masih memerlukan pengaturan lebih lanjut dalam bentuk PP. komitmen yang lebih tinggi dan lebih produktif. industri. propinsi. pertahanan. pemuda dan olahraga. perumahan. peternakan. dan agama. pertanian. yustisi. akuntabilitas.1. 4. Pembagian Kewenangan di dalam UU No. Balai Pustaka. pekerjaan umum. Dengan demikian. dan keserasian hubungan pemerintahan. efisiensi. kependudukan. Jakarta 1997 . 2 Maskun Sumitro. Satuan-satuan desentralisasi lebih inovatif. Satuan-satuan desentralisasi dapat melaskanakan/ melakukan tugas dengan efektif dan efesien. karena kemampuan keuangan ini merupakan salah satu indikator penting guna mengukur tingkat otonomi suatu daerah . perhubungan. penanaman modal. setiap urusan yang bersifat concurent selalu ada bagian urusan yang menjadi kewenangan pemerintah. perikanan darat.kesatuan bangsa. pertanahan. perkebunan. Urusan pemerintahan wajib adalah suatu urusan pemerintahan yang berkaitan dengan pelayanan dasar seperti pendidikan. Satuan-satuan desentralisasi lebih fleksibel dalam memenuhi sebagai perubahan yang terjadi dengan cepat. UKM. pembagian kewenangan dan atau urusan pemerintahan dilakukan lebih jelas antara pemerintah pusat. 32 Tahun 2004. dan desa dengan kriteria eksternalitas. Di samping itu terdapat bagian urusan pemerintah yang bersifat concurent. sosial sedangkan urusan pemerintahan yang bersifat pilihan terkait dengan potensi keunggulan dan kekhasan daerah yaitu kelautan dan perikanan laut. pemberdayaan masyarakat desa. pemberdayaan perempuan. komunikasi dan informasi (kominfo). kabupaten/kota. 3. Sementara itu. Satuan-satuan desentralisasi mendorong tumbuhnya sikap moral yang tinggi. artinya urusan pemerintahan yang penanganannya dalam bagian atau bidang tertentu dapat dilaksanakan bersama antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. pertambangan.

yaitu:  Dekonsentrasi wewenang administratif Dekonsentrasi berupa pergeseran volume pekerjaan dari departemen pusat kepada perwakilannya yang ada di daerah tanpa adanya penyerahan atau pelimpahan  kewenangan untuk mengambil keputusan atau keleluasaan untuk membuat keputusan. Data memang tidak memungkinkan penilaian pasif terhadap dampak Desentralisasi. Devolusi adalah bentuk desentralisasi yang lebih ekstensif untuk merujuk pada situasi di mana pemerintah pusat mentransfer kewenangan kepada pemerintah daerah dalam hal pengambilan keputusan . sebagai usaha pendemokrasian Pemerintah Daerah untuk mengikutsertakan rakyat bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan pemerintahan.Menurut UU Nomor 5 Tahun 1974. Pemindahan fungsi dari pemerintah kepada swasta Yang di sebut sebagai pemindahan fungsi dari pemerintahan kepada swasta atau privatisasi adalah menyerahkan beberapa otoritas dalam perencanaan dan tanggung jawab admistrasi tertentu kepada organisasi swasta. namun kondisi-kondisi yang mempengaruhi pelaksanaan progam-progam Desentralisasi dapat diketahui dengan pasti. Devolusi kepada pemerintah daerah Devolusi adalah kondisi dimana pemerintah pusat membentuk unit-unit pemerintahan di luar pemerintah pusat dengan menyerahkan sebagian fungsi-fungsi tertentu kepada unitunit itu untuk dilaksanakan secara mandiri. desentralisasi adalah penyerahan urusan pemerintah dari pusat kepada daerah. Tujuan dari desentralisasi adalah : 1. Pelimpahan wewenang kepada Pemerintahan Daerah. Delegasi kepada penguasa otorita Delegasi adalah pelimpahan pengambilan keputusan dan kewewenangan manajerial untuk melakukan tugas –tugas khusus kepada suatu organisasi yang secara langsung  berada di bawah pengawasan pusat. Meski penilaian terhadap Desentralisasi memperlihatkan catatan-catatan keberhasilan. 2. Desentralisasi dapat dilakukan melalui empat bentuk kegiatan utama. pemerintah masih berhati-berhati dalam gerakan ke arah Desentralisasi yang lebih luas atau ke arah pendelegasian pelaksanaan pembangunan. Penyusunan program-program untuk perbaikan sosial ekonomi pada tingkat local sehingga dapat lebih realistis. keuangan  dan manajemen. semata. mencegah pemusatan keuangan. Kondisi-kondisi tersebut adalah : .mata untuk mencapai suatu pemerintahan yang efisien. 3.

perdagangan. Sejauh mana sumber daya keuangan. Sejauh mana kebijaksanaan-kebijaksanaan dan progam-progam dirancang dan dilaksanakan secara tepat untuk meningkatkan desentralisasi pembuatan keputusan dan manajemen d. Desentralisasi Fungsional. 3 Menurut Amran Muslimin. Desentralisasi sesungguhnya mengenai distribusi kekuasaan dan resources baik pada level yang berbeda dan teritorial dari suatu negara dan di antara kepentingan yang berbeda dalam hubungan mereka kepada elit yang berkuasa.2 Kelebihan Diberlakukannya Desentralisasi Desentralisasi membawa dampak positif maupun negatif pada berbagai sektor.a. Otonomi Daerah : Filosofi.2005) halaman 89 . Desentralisasi Politik. S. Akhir-akhir ini desentralisasi seringkali dikaitkan dengan sistem pemerintahan karena mengandung policy making dan policy executing. seperti kebijakan lokal. M. Munculnya daerah otonom tersebut dapat memberikan keuntungan pada daerah tersebut yaitu pemberian kewenangan untuk mengatur rumah tangganya sendiri. Sehingga desentralisasi membawa pengaruh dalam perubahan paradigma lama pembangunan dari top down ke bottom up untuk 3 Ni’matul Huda. 2. 3.H. Sejarah Perkembangan dan Problematika. 2. seperti mengurus irigasi bagi petani.Hum. kependudukan. yakni pemberian hak kepada golongan-golongan minoritas dalam masyarakat untuk menyelenggarakan kebudayaan sendiri. sikap dan budaya yang dominan mendukung atau kondusif terhadap Desentralisasi pembuatan keputusan c.. yaitu pemberian hak kepada golongan-golongan tertentu untuk mengurus segolongan kepentingan tertentu dalam masyarakat baik terikat maupun tidak pada suatu daerah tertentu. dan sebagainya. agama. dalam buku Otonomi Daerah dan Implikasinya. mungkin dalam hal membuat keputusan yang terbaik bagi masyarakatnya dan nantinya dapat melahirkan masyarakat yang inofatif dan kreatif tanpa ada kekurangan dari pemerintah pusat. seperti mengatur pendidikan. Sejumlah para pejabat pusat dan birokrasi pusat mendukung Desentralisasi dan organisasi-organisasi yang diserahi tanggung jawab b. manusia dan fisik tersedia bagi organisasiorganisasi yang diserahi tanggung jawab. yakni pelimpahan kewenangan dari pemerintah pusat yang meliputi hak mengatur dan mengurus kepentingan rumah tangga sendiri bagi badanbadan politik di daerah yang dipilih oleh rakyat dalam daerah-daerah tertentu. (Yogyakarta:Pustaka Pelajar. desentralisasi dibedakan atas 3 (tiga) bagian yaitu : 1. Sejauh mana perilaku. Desentralisasi Kebudayaan.. pajak daerah dan sebagainya.

Konsep pendapatan kota yang berasal dari pajak dibedakan berdasarkan daerah/kota tersebut yaitu dapat diperoleh dari Pajak Hotel. misalnya untuk kota surabaya dapat meningkatkan kompetensinya dalam memberikan jasa baik pemerintahan. 2. dan sebagainya. megurangi biaya. persamaan dan kesejahteraan (B. Maret. Jurnal Administrasi Negara Vol. 3. meningkatkan efisiensi dalam penyediaan jasa dan barang publik yang dibutuhkan masyarakat setempat. 4Strategi pembanguan fundamental ekonomi daerah dapat dilakukan melalui caracara berikut ini: 1. keuangan. Desentralisasi Public Service Dalam Era Otonomi Daerah. 2002. Penerapan desentralisasi memberikan dampak positif pada peningkatan pendapatan daerah. pengaturan pajak daerah. Pajak Hiburan. 6. mengembangkan kebebasan. meningkatkan output dan lebih efektif dalam penggunaan sumber daya manusia. . Desentralisasi lebih mendekatkan pemerintah dengan masyarakatnya. Secara politis. Pajak Reklame. Pajak Restorant. Strategi Pengembangan Fundamental Ekonomi Daerah Pertumbuhan Ekonomi Dan Ketimpangan Antar Kecamatan Strategi Penanggulangan Kemiskinan Pendekatan Sektoral: Bagaimana Mengembangkan Sektor Industri? Pengembangan Bisnis Daerah Strategi Pengembangan Kawasan Andalan Kawasan Perdagangan Bebas Good Governance dan Korupsi Multitingkat Desentralisasi menurut berbagai pakar memiliki segi positif. Desentralisasi memberikan wewenang pada daerah untuk mengatur kebijakan-kebijakan sektoral seperti pendapatan asli daerah.pemilihan kepala daerah yang dilaksanakan dengan cara yang demokratis oleh seluruh lapisan masyarakat. 4. 02. Hal ini tentu perlu dilakukan pada aspek pemerataan yang menghindari timbulnya kegagalan pasar. Hal tersebut tentu saja dapat mendorong tiap daerah untuk mengembangkan sektor-sektor unggulannya. dan sebagainya. 7. Sedangkan ditinjau dari segi politis desentralisasi dapat memperkuat akuntabilitas. II No. political skills dan integrasi nasional. mengurangi biaya dan meningkatkan output yang lebih efektif dalam peningkatan sumber daya. Pendekatan seperti hal tersebut lebih dapat mencapai sasaran secara efektif walaupun dalam penerapannya perlu dilakukan secara tepat dan perlu pengawasan yang ketat. Pajak Penerangan Jalan dll. diantaranya : secara ekonomi. Pemerintah Daerah (dengan sumber daya manusia yang memadai) terposisi secara 4 Sri Susilih. Pajak Parkir.C. desentralisasi dianggap memperkuat akuntabilitas. pemasaran. Smith : 1985). 5. memberikan/menyediakan layanan lebih baik. kemampuan politik dan integrasi nasional. 8.

 Struktur organisasi yang didesentralisasikan merupakan pendelegasian wewenang dan   mempe-ringan manajemen pemerintah pusat. Dalam menghadapi permasalahan yang amat mendesak. di bawah tekanan untuk menaikkan pendapatan asli daerah. pemerintah daerah tidak perlu  menunggu instruksi dari pusat. Dengan pemerintah daerah mengisi peran tingkat bawah dalam pengawasan kebijakan. Desentralisasi pada bidang perdagangan dapat berdampak pada tingkat pemungutan pajak daerah sehingga dapat bersifat dentruktif atau sebaliknya. Pengawasan yang lebih dekat akan legislasi pemerintah daerah dapat membantu memastikan pemenuhan yang lebih baik. suatu keadaan yang wajar ditemui di daerah di pertengahan tahun 1990-an. tapi kemudian dihapus melalui tindakan deregulasi pada tahun 1997/98. Desentralisasi memang menjelaskan tantangan-tantangan dan tekanan baru. Pemkot yang memberlakukan halangan-halangan dalam hal tarif dan tata niaga dalam perdagangan internal dapat menghambat aktifitas perniagaan. pajak dan retribusi lokal yang distortif diterapkan tanpa tinjauan yang efektif dari dampaknya. Peningkatan efisiensi dalam segala hal. khususnya penyelenggara pemerintahan baik  pusat maupun daerah. Dapat mengurangi birokrasi dalam arti buruk karena keputusan dapat segera  dilaksanakan. kebijakan baru tentang pajak dan pungutan lokal (UU 34/2000) telah mengarah pada aturan yang sub-optimal yang mengatur pengawasan peraturan lokal. Misalnya. Mengurangi bertumpuknya pekerjaan di pusat pemerintahan. Pemkot Surabaya telah menggunakan sejumlah pajak dan pungutan yang mengganggu jalannya perdagangan. Sebagai hasilnya. Bagi organisasi yang besar dapat memperoleh manfaat dari keadaan di tempat masing-  masing. pusat tidak akan dibanjiri oleh peraturan daerah untuk ditinjau. Hubungan yang harmonis dapat ditingkatkan dan meningkatkan gairah kerja antara  pemerintah pusat dan daerah. kesempatan yang dibawa oleh desentralisasi untuk perbaikan pemerintahan ekonomi (economic governance) lewat reformasi regulasi. Juga di bawah sistim desentralisasi. Sebelum rencana dapat diterapkan secara keseluruhan maka dapat diterapkan dalam satu bagian tertentu terlebih dahulu sehingga rencana dapat diubah. . diantaranya adalah sebagai berikut. Kelebihan desentralisasi.lebih baik daripada pemerintah pusat untuk dapat mengumpulkan informasi dan untuk mengkaji manfaat dari legislasi yang diajukan di area yuridiksinya.

Kurangnya simpanan (lack of rentention). (Jakarta : Rineka Cipta.6-7 . salah satu yang di takuti adalah birokrat yang melaksanakan otonomi daerah saat ini juga adalah mereka yang sebelumnya yang menjadi pelaksanaan pemerintah sentralistik yang sarat dengan korupsi. terhadap NKRI”. menurut James W. Risiko yang mencakup kerugian dalam bidang kepegawaian. 2002). Kaloh. Kaloh. hambatan. tantangan. Mencari Bentuk Otonomi Daerah. pertanyaannya apakah pemerintah mampu mengontrol agar gejolak yang pasti itu tidak sampai meruntuhkan bangunan negara ini. Hal tersebut dapat diuraikan sebagai berikut: 1. otonomi daerah bukanlah tujuan tetapi suatu instrumen untuk mencapai tujuan. Dampak lain yang adalah timbulnya masalah-masalah pada proses penetapan kebijakan dan implementasi kebijakan tersebut. tetapi ancaman yang lebih besar akan muncul jika kita menutup kesempatan untuk berotonomi daerah. Masalah dalam proses pembuatan kebijakan  Buruknya Identifikasi Masalah  Kurangnya pertimbangan alternatif lain terhadap peraturan  Kurangnya peninjauan efektif terhadap peraturan-peraturan lokal  Kurangnya partisipasi dalam proses kebijakan 2.2 Kelemahan Diberlakukannya Desentralisasi Konsep otonomi daerah itu sendiri yaitu demokratisasi dan pemberdayaan masyarakat. dan organisasi  dapat terbagi-bagi. Masalah Peraturan Daerah  Kegunaan Retribusi yang Buruk – – Tidak ada layanan nyata yang disediakan. Otonomi daerah seharusnya dipandang sebagai suatu tuntutan yang berupaya untuk mengatur kewenangan pemerintahan sehingga serasi dan fokus pada tuntutan kebutuhan masyarakat. Desentralisasi secara psikologis dapat memberikan kepuasan bagi daerah karena sifatnya yang langsung. Suatu Solusi dalam Menjawab Kebutuhan Lokal dan tantangan Global. Fesler sebagaimana dikutip J. Dengan demikian. fasilitas.5 Tidak mengherankan jika di samping mendapat dukungan kuat masih banyak yang melihat kebijakan otonomi daerah adalah sebagai “ancaman. Dapat diadakan pembedaan dan pengkhususan yang berguna bagi kepentingan-  kepentingan tertentu. 5 J. Selama tiga dekade aparat pemerintah termasuk polisi lebih peduli melayani kepentingan eksekutif untuk mempertahankan kekuasaanya dari pada publik. Meskipun ancaman meletupnya gejolak tidak boleh diabaikan begitu saja. halaman . 2. kolusi dan nepotisme (KKN).

Korupsi pemindahan ladang korupsi dari pusat kedaerah. Ketiga. Peraturan yang dibuat untuk melindungi kepentingan publik malah sering – berdampak sebaliknya Penetapan harga yang lebih rendah atau lebih tinggi daripada yang diperlukan untuk mencapai cost-recovery. pemekaran yang semakin terus berlanjut di daerah ini adalah ego bagaimana berbagi bagi kekuasaan atau orang tidak mendapat bagian kekuasaan di daerah mencoba memekarkan negara. 4. konflik vertikel dan herizontan. masih enggan dan setengah hati pemerintah dalam mendelegasikan kewenangan kepada daerah. . misalnya dalam pelaksanaan pilkada . belum optimalnya penerapan sangsi dan penghargaan bagi sumber daya manusia aparatur di daerah. hubungan kelembagaan sering memanas dan saling menjatuhkan antara eksekutif dan legislatif lokal.– – Seringkali tidak ada aspek kepentingan publik yang memerlukan perlindungan. Ketujuh. hal ini terlihat dari masih adanya balai pelaksanaan teknis pusat di daerah yang di bentuk oleh departemen teknis. Korupsi daerah pemindahan yang akan ladang menghabiskan korupsi dari APBN pusat kedaerah. Kedua. Ketujuh. pelaksanaan pembiayaanya bersumber dari pusat yang konsekuensinya berkurang inovasi dan kreatifitas di daerah dalam melaksanakan ke wenanganya. Keenam. terdapat pula beberapa kerugian dari sistem desentralisasi tersebut pada masa orde baru sering terjadi gap mengenai perebutan kekuasaan antara pemeintah pusat dan pemerintah daerah terutama berkaitan dengan masalah sumber daya hasil pajak bagi pemerintahannya. 3. 7. rancangan PERDA. 2. Kelima. APBD dan penolakan pimpinan daerah yang sedang memegang kekuasaan ataupun yang memenangkan pilkada. 6. Namun. selain itu timbulnya masalah dalam hubungan internal pengelolaan pemerintah daerah sendiri. Kedelapan. 5. Kedelapan. konflik vertikel dan herizontan. 8. adalah Belum optimalnya pengelolahan sumber daya yang berakibat pada rendahnya PAD. permasalahan keterlambatan di terbitkanya PP tentang pembagian urusan. akibat dari sering munculnya pembahasan laporan pertanggungjawaban. Kelemahan sistem disentralisasi adalah munculnya pilkada langsung yang banyak menghabiskan dana dan rawan konflik. Keempat. Pertama. 3. misalnya dalam pelaksanaan pilkada. Distorsi Perdagangan  Masalah dalam memastikan kenetralan persaingan Namun yang jelas kelemahan sistem disentralisasi adalah 1. hal ini berimplikasi pada rendahnya Rasio PAD terhadap APBD.

1 Kesimpulan Asas desentralisasi dalam pelaksanaan otonomi adalah memberikan keleluasaan organ daerah otonom yang berhak mengurus rumah tangganya sendiridalam rangka desentralisasi. Oleh karena itu tidak terjadi penyerahan wewenang legislasi dari lembaga legeslatif dan wewenang yudikatif dari lembaga yudikatif kepada daerah otonom. bukan undang-undang. Daerah otonom hanya mempunyai wewenang untuk membentuk peraturan daerah (local ordinace). Desentralisasi dalam arti penyerahan urusan pemerintah hanya dilakukan oleh pemerintah kepada daerah otonom. hal inilah yang merupakan hal terpenting perbendaan antara desentralisasi dengan sentralisasi. Desentralisasi menghasilkan pemerintah lokal (local government). . Desentralisasi adalah asas penyelenggaraan pemerintahan yang dipertentangkan dengan sentralisasi. adanya pembagian kewenangan serta terjadinya ruang gerak yang ditandai untuk memaknai kewenangan yang diberikan kepada pemerintah yang lebih rendah.BAB III PENUTUP 3.

kependudukan. Hubungan yang harmonis dapat ditingkatkan dan meningkatkan gairah kerja antara  pemerintah pusat dan daerah. Kelebihan desentralisasi. Mengurangi bertumpuknya pekerjaan di pusat pemerintahan. pajak daerah dan sebagainya. pemerintah daerah tidak perlu  menunggu instruksi dari pusat. sehingga oknum-oknum yang duduk dalam organisasi atau pemerintah daerah akan lebih siap dalam melaksanakan tugas.3 Daftar Pustaka . Peningkatan efisiensi dalam segala hal. Munculnya daerah otonom tersebut dapat memberikan keuntungan pada daerah tersebut yaitu pemberian kewenangan untuk mengatur rumah tangganya sendiri. Dapat mengurangi birokrasi dalam arti buruk karena keputusan dapat segera Namun. Belum optimalnya pengelolahan sumber daya yang berakibat pada rendahnya PAD. 3. perdagangan. mungkin dalam hal membuat keputusan yang terbaik bagi masyarakatnya dan nantinya dapat melahirkan masyarakat yang inofatif dan kreatif tanpa ada kekurangan dari pemerintah pusat. khususnya penyelenggara pemerintahan baik  pusat maupun daerah. 3. Dan yang paling berkembang saat ini adalah Korupsi pemindahan ladang korupsi dari pusat kedaerah. Dalam menghadapi permasalahan yang amat mendesak. seperti kebijakan lokal. diantaranya adalah sebagai berikut. pengembangan dan atau pelatihan-pelatihan khusus dalam rangka peningkatan SDM pemerintah daerah. fungsi dan kewajiban sebagai bagian dari pemerintah daerah. belum optimalnya penerapan sangsi dan penghargaan bagi sumber daya manusia aparatur di daerah.  Struktur organisasi yang didesentralisasikan merupakan pendelegasian wewenang dan   mempe-ringan manajemen pemerintah pusat. terdapat pula beberapa kerugian dari sistem desentralisasi yaitu antara lain masih enggan dan setengah hati pemerintah pusat dalam mendelegasikan kewenangan kepada daerah. pemekaran yang semakin terus berlanjut di daerah ini adalah ego bagaimana berbagi bagi kekuasaan atau orang tidak mendapat bagian kekuasaan di daerah mencoba memekarkan daerah yang akan menghabiskan APBN negara.2 Saran Sudah seharusnya pemerintah pusat mengadakan pengawasan. pembinanaan.Desentralisasi membawa dampak positif maupun negatif pada berbagai sektor.

(Jakarta : Rineka Cipta. II No. (Bandung: Tarsito. Rosodjatmiko. Desentralisasi Public Service Dalam Era Otonomi Daerah. halaman .6-7 .H.2005) halaman 89 Susilih. Mencari Bentuk Otonomi Daerah.P. Ateng Syafrudin SH. Perkembangan otonomi daerah Indonesia. Jurnal Administrasi Negara Vol. 2002.22-23 Sumitro Maskun. Pemerintahan di Daerah dan Pelaksanaannya. Suatu Solusi dalam Menjawab Kebutuhan Lokal dan tantangan Global. 2002).Hum. 2002). Maret. Sri. 02. Kumpulan Karangan Dr.. Balai Pustaka. M. S. Kaloh. hal. Sejarah Perkembangan dan Problematika. Jakarta 1997 Ni’matul Huda. J. Otonomi Daerah : Filosofi. (Yogyakarta:Pustaka Pelajar...