No.

ID dan Nama Peserta :
/ dr. Kurniawati Husnah
No. ID dan Nama Wahana:
/ RSUD Batara Guru Belopa
Topik: Luka Bacok
Tanggal (kasus) : 18 April 2014
Nama Pasien : Tn. R
No. RM : 06 09 38
Tanggal presentasi : 24 Juni 2014
Pendamping: dr. Syahrul Saleh
Tempat presentasi: RSUD Batara Guru Belopa
Obyek presentasi :
Keilmuan
Keterampilan
Penyegaran
Tinjauan pustaka
Diagnostik
Manajemen
Masalah
Istimewa
Neonatus
Bayi
Anak
Remaja
Dewasa
Lansia
Bumil
Deskripsi: Seorang laki-laki, umur 17 tahun, masuk rumah sakit Batara Guru dengan keluhan
luka memar pada wajah. Menurut korban dia dipukul oleh seseorang sekitar 1 jam yang lalu.
Pasien dalam keadaan sadar.
Tujuan: Menentukan jenis luka, menentukan jenis kekerasan/senjata yang menyebabkan luka,
menentukan klasifikasi luka
Bahan
Tinjauan

Riset

Kasus

Audit

bahasan:
Cara

Presentasi dan

E-mail

Pos

membahas:

pustaka
Diskusi

diskusi

Data Pasien: Nama: Tn. R
No.Registrasi: 06 09 38
Nama klinik
UGD RSUD Batara Guru Belopa
Data utama untuk bahan diskusi:
Diagnosis/gambaran klinis: Seorang laki-laki, umur 17 tahun, masuk rumah sakit Batara Guru
dengan keluhan luka memar pada wajah. Menurut korban dia dipukul oleh seseorang sekitar 1
jam yang lalu. Pasien dalam keadaan sadar.
1. Riwayat pengobatan: 2. Riwayat kesehatan/penyakit: 3. Riwayat keluarga: 4. Riwayat pekerjaan: 5. Lain-lain:
Daftar Pustaka:
a. Budianto A, et al. Ilmu Kedokteran Forensik. Bagian Ilmu Kedokteran Forensik, FKUI,
Ed. Cetakan II, Jakarta 1997
b. Peraturan perundang-undangan bidang kedokteran. Bagian Ilmu Kedokteran Forensik,
FKUI, Cetakan II, 1994
c. Perlukaan. Bagian Ilmu Kedokteran Forensik – FKUI
Hasil pembelajaran:
1

Tekanan darah : seratus sepuluh kali per menit e. terletak 1 cm di bawah sudut luar mata kanan. Ciri khusus : tidak ada ciri khusus FAKTA DARI KELAINAN FISIK 1) Kepala : tampak luka memar di bawah mata kanan berwarna merah keunguan. Suhu badan : tiga puluh enam koma delapan derajat celcius f. Menurut korban dia dipukul oleh seseorang sekitar 1 jam yang lalu. Kesadaran : sadar b. Menentukan kualifikasi luka Rangkuman hasil pembelajaran portofolio:  Subyektif: Seorang laki-laki.  Obyektif KEADAAN UMUM a. Pasien dalam keadaan sadar. Denyut nadi : delapan puluh empat kali per menit c. Mulut : tidak ada kelainan e. berukuran 5x4 cm. Hidung : tidak ada kelainan c. Pernapasan : dua puluh kali per menit d.1. Telinga : tidak ada kelainan d. Tinggi badan : seratus tujuh puluh dua sentimeter h. Gigi geligi : tidak ada kelainan 2 . dan 3 cm di atas garis sejajar sudut bibir. Mata : tidak ada kelainan b. berbentuk oval. 6 cm di depan sudut tepi dalam telinga. Menentukan jenis luka 2. Pakaian : Korban/pasien memakai baju kaos berwarna merah dan celana jeans berwarna hitam g. 4 cm sebelah kanan pertengahan tubuh. Berat badan : enam puluh lima kilogram i. umur 17 tahun. 2) Leher : tidak ada kelainan 3) Bahu : tidak ada kelainan 4) Dada : tidak ada kelainan 5) Punggung : tidak ada kelainan 6) Perut : tidak ada kelainan 7) Bokong : tidak ada kelainan 8) Dubur : tidak ada kelainan 9) Anggota gerak : tidak ada kelainan 10) Bagian tubuh tertentu : a. masuk rumah sakit Batara Guru dengan keluhan luka memar pada wajah.

Luka karena kekerasan fisik (luka karena arus listrik. Perdarahan yang terjadi menyebabkan darah meresap ke jaringan sekitarnya. tumpul dan senjata api) 2. Alat kelamin : tidak dilakukan pemeriksaan FAKTA KELAINAN TULANG 1) Tulang tengkorak : tidak ada kelainan 2) Tulang belakang : tidak ada kelainan 3) Tulang dada : tidak ada kelainan 4) Tulang panggul : tidak ada kelainan 5) Tulang anggota gerak : tidak ada kelainan PEMERIKSAAN PENUNJANG  Tidak dilakukan pemeriksaan penunjang Assesment: Kekerasan yang menyebabkan luka dapat dibagi menjadi tiga golongan yaitu : 1. terjadinya infulks seluler (kemotaksis) dan peningkatan metabolisme seluler yang memberikan tanda bengkak (tumor) pada jaringan. asam anorganik. suhu tinggi dan suhu rendah) 3. Luka karena kekerasan mekanik (benda tajam. Pecahnya pembuluh darah di bawah kulit menyebabkan perdarahan dalam jaringan dan seiring dengan waktu pigmen darah (hemoglobin) rusak 3 . Luka karena kekerasan kimiawi (asam organik. ekstravasasi cairan (karena peningkatan permeabilitas pembuluh darah). kaustik alkali dan karena logam berat) Tabel 1. Penekanan karena trauma mengakibatkan pecahnya pembuluh darah dibawah jaringan kulit mengakibatkan terjadinya respon fisiologis pada peradangan akut berupa vasodilatasi pembuluh darah. petir. Perbedaan kekerasan benda tumpul dengan benda tajam Bentuk luka Tepi luka Jembatan jaringan Folikel rambut terpotong Dasar luka Sekitar luka Tajam Biasanya teratur Rata Tidak ada Ya/ tidak Garis/titik Bersih Tumpul Tidak teratur Tidak rata Ada/tidak ada Tidak Tidak teratur Kadang ada lecet Luka Memar Luka memar (bruise/contusion) adalah suatu perdarahan akibat pecahnya pembuluh darah kapiler dan vena dalam jaringan bawah kulit atau kutis yang disebabkan oleh kekerasan benda tumpul (blunt force injury).f.

sehingga terjadilah perubahan warna. saat penyerapan terjadi. 1. 3. yaitu luka yang mengakibatkan penyakit atau halangan dalam menjalankan pekerjaan atau jabatan untuk sementara waktu. luka yang termasuk dalam pengertian hukum “luka berat” (pasal 90 KUHP). hingga akhirnya menghilang. hitam (mulai) Spitz&Fisher Biru Ungu tua Ungu (1974) terang hijau/kuning Adelson merah Merah/biru. sedang atau berat. Luka atau penyakit yang tidak dapat diharapkan akan sembuh dengan sempurna. Luka sedang (luka derajat kedua). Hijau (hari Kuning Resolusi (1985) Smith ke 7) Kuning hitam & Merah. Luka berat (luka derajat ketiga). Berikut tabel perubahan warna luka memar berdasarkan waktu. Perubahan luka memar berdasarkan waktu Camps 0-24 jam Merah. Pengertian tidak akan sembuh dengan sempurna lebih ditujukan pada fungsinya. terdiri atas : a. Luka ringan (luka derajat pertama). Salah satu poin penting dalam melakukan visum pada pasien dengan luka memar adalah menentukan umur luka memar berdasarkan warna luka. yaitu luka yang tidak mengakibatkan penyakit atau halangan dalam menjalankan pekerjaan atau jabatan untuk sementara waktu. 2. 4 . darah kehilangan oksigen dan berubah menjadi biru. Coklat Kuning/hijau Resolusi / Resolusi Resolusi Kualifikasi luka Kualifikasi luka yang dapat dibuat oleh dokter adalah menyatakan pasien mengalami luka ringan. kemudian berubah menjadi hijau kuning. hitam Biru tua Hijau Kuning Resolusi (1962) Polson et al Merah. Biru tua Kuning Kuning Fiddes ungu. Tabel 2. (1974) ungu / Biru/coklat resolusi tua. 1-3 hari 4 – 7 hari Hijau 1–2 mgg Kuning > 2 minggu Resolusi (1976) Glaister ungu. Darah yang terakumulasi dibawah jaringan kulit perlahan-lahan akan membusuk dan diserap.

pasien mengalami kekerasan benda tumpul (luka memar) dengan kualifikasi luka ringan. Luka yang menimbulkan rintangan tetap dalam menjalankan pekerjaan jabatan atau mata pencahariannya. yaitu tidak didahului oleh proses sebagaimana umumnya terjadi seorang wanita ketika melahirkan. Meskipun demikian tetap digolongkan sebagai luka berat berdasarkan butir (a) diatas e. Jika trauma menimbulkan kebutaan satu mata atau kehilangan pendengaran satu telinga. Gangguan daya pikir tidak harus berupa kehilangan kesadaran tetapi dapat juga berupa amnesia. h. tetapi sesudah diobati dapat sembuh.Contohnya trauma pada satu mata yang menyebabkan kornea robek. tidak dipersoalkan bayi keluar atau tidak dari perut ibunya.  Plan: Diagnosis: Dari anamnesis korban/pasien serta dari pemeriksaan fisik didapatkan luka memar di bawah mata kanan maka dapat disimpulkan. Yang dimaksud dengan keguguran ialah keluarnya janin sebelum masa waktunya. Luka yang dari sudut medik tidak membahayakan jiwa. Luka yang dapat mendatangkan bahaya maut. d. Contohnya trauma pada tangan kiri pemain biola atau pada wajah seorang peragawati dapat dikategorikan luka berat jika akibatnya mereka tidak dapat lagi menjalankan pekerjaan tersebut selamanya. disorientasi. c. g. Kehilangan salah satu dari panca indera. Keguguran atau kematian janin seorang perempuan. Dapat mendatangkan bahaya maut pengertiannya memiliki potenis untuk menimbulkan kematian. Pengobatan:  Asam mefenamat 3 x1  Sarankan untuk kompres luka Pendidikan 5 . tetapi matatersebut tidak dapat melihat b. Sesudah dijahit sembuh. tidak dapat digolongkan kehilangan indera. dari sudut hukum dapat dikategorikan sebagai luka berat. Gangguan daya pikir lebih dari 4 minggu lamanya. Cacat berat f. anxietas. Sedang. Lumpuh. depresi atau gangguan jiwa lainnya. kematian janin mengandung pengertian bahwa janin tidak lagi menunjukkan tanda-tanda hidup.

dr. Konsultasi Tidak diperlukan konsultasi. Belopa . Syahrul Saleh 6 2014 . Kurniawati Husnah dr. Rujukan Tidak diperlukan rujukan. Peserta. Pendamping.Kita menjelaskan prognosis dari pasien.