You are on page 1of 10

1. SHAMPOO.

SAV
The X-bar
digunakan
memantau
presisi
produk
shampoo
dihasilkan.
terlihat

poin di
melewati
pada
dan
35.
melewati
periode
12.

chart
ini
untuk
pH
yang
Dari
grafik
tersebut
bahwa rata-rata data
yang tepat sasaran
sebesar 4,9915. Ada
luar batas control
batas UCL yaitu
periode
pengumpulan 2, 25,
Sedangkan
yang
batas ICL ada pada
pengumpulan 2 dan

Dari Grafik X
tersebut, rata-rata pH
shampoo dari proses produksi
memiliki nilai target yang dekat
dengan 5.0, namun proses menunjukkan terlalu banyak variabilitas. Sehingga dapat disimpulkan
bahwa berdasarkan peta kendali X yang diperoleh, tidak perlu dilakukan revisi terhadap peta
kendali ini.

Grafik R ini menunjukkan batas control keakuratan nilai pH shampoo dari hasil produksi yang
diharapkan dari variasi dalam rentang sampel. Batas kontrol dihitung dan jika proses dibawah
kendali, maka hampir semua titik sampel akan berada di antara batas. Batas kontrol
mencerminkan jumlah bila hanya penyebab umum variasi yang hadir.
Grafik R ini tampaknya baik-baik saja dalam arti tidak ada datayang diluar batas kendali,
Sehingga tidak perlu dilakukan revisi terhadap peta kendali ini.

2. SHAMPOOPH-MOD.SAV

The X-bar chart ini digunakan untuk memantau presisi pH produk shampoo yang dihasilkan.
Dari grafik tersebut terlihat bahwa rata-rata data yang tepat sasaran sebesar 4,9493. Ada poin di
luar batas control melewati batas UCL yaitu pada periode pengumpulan 7. Sedangkan yang
melewati batas ICL ada pada periode pengumpulan 2.
Dari Grafik X tersebut, rata-rata pH shampoo dari proses produksi memiliki nilai target yang
dekat dengan 5.0. Daridata tersebut dinyatakan bahwa pH shampoo masih di bawah kendari,
sehingga tidak perlu dilakukan revisi terhadap peta kendali ini.

Grafik R ini menunjukkan batas control keakuratan nilai pH shampoo dari hasil produksi yang
diharapkan dari variasi dalam rentang sampel. Batas kontrol dihitung dan jika proses dibawah
kendali, maka hampir semua titik sampel akan berada di antara batas. Batas kontrol ini
mencerminkan jumlah bila hanya penyebab umum variasi yang hadir. Namun ada poin di luar
batas control melewati batas UCL yaitu pada periode pengumpulan 9 dan yang dibawah l ICL
ada pada periode pengumpulan 9.
Grafik R ini secara garis besar tampaknya baik-baik saja dalam arti tidak ada datayang diluar
batas kendali, Sehingga tidak perlu dilakukan revisi terhadap peta kendali ini.

3. SHAMPOO MOD 3

The X-bar chart ini digunakan untuk memantau presisi pH produk shampoo yang dihasilkan.
Dari grafik tersebut terlihat bahwa rata-rata data yang tepat sasaran sebesar 4,9915. Ada poin di
luar batas control melewati batas UCL yaitu pada periode pengumpulan 2, 25, dan 35.
Sedangkan yang melewati batas ICL ada pada periode pengumpulan 2 dan 12.
Dari Grafik X tersebut, rata-rata pH shampoo dari proses produksi memiliki nilai target yang
dekat dengan 5.0, namun proses menunjukkan terlalu banyak variabilitas. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa berdasarkan peta kendali X yang diperoleh, tidak perlu dilakukan revisi
terhadap peta kendali ini.

Grafik R ini menunjukkan batas control keakuratan nilai pH shampoo dari hasil produksi yang
diharapkan dari variasi dalam rentang sampel. Batas kontrol dihitung dan jika proses dibawah
kendali, maka hampir semua titik sampel akan berada di antara batas. Batas kontrol
mencerminkan jumlah bila hanya penyebab umum variasi yang hadir.
Grafik R ini tampaknya baik-baik saja dalam arti tidak ada data yang diluar batas kendali,
Sehingga tidak perlu dilakukan revisi terhadap peta kendali ini.

4.VALIDASI METODA
4.1 Data Pengamatan dan Pengolahan Data
a. Linearitas
N
o
1
2
3
4
5
6

Konsentrasi Formalin (Ppm)


0.5
1
2
4
6
7

Absorbansi
0.078
0.145
0.27
0.583
0.782
0.91

Kurva Linearitas
1
0.8

Abs

f(x) = 0.13x + 0.02


R = 1

0.6

Absorbansi

0.4

Linear (Absorbansi)

0.2
0
0

Konsentrasi (ppm)

b. Presisi
Panjang Gelombang maksimum yang digunakan

: (panjang gelombang maks) nm

Konsentrasi sampel standar yang digunakan

: 1 ppm

Hasil Asbsorbansi (1 ppm)


y = 0.1287x + 0.0215
Pengulangan

Absorbansi
(y)

0.142

0.145

0.143

0.95959596
0.94405594
4

0.139

0.91297591
3

0.14

0.146

Hasi Perhitungan Excel


Standar Deviasi = 0.021279043

0.93628593
6

Jumlah
Rata-rata

%RSD =

Konsentras
i (x)

SD
x

x 100%

0.02127

0.94017094

= 2.26%

x 100%

0.92074592
1
0.96736596
7
5.64102564
1
0.94017094

(xi x-)
0.00388500
4
0.01942501
9
0.00388500
4
0.02719502
7
0.01942501
9
0.02719502
7

(xi x-)2
1.50933E05
0.00037733
1
1.50933E05
0.00073957
0.00037733
1
0.00073957
0.00226398
8

Hasil dikatakan memiliki tinggkat kepresisian Sedang (Menurut AOAC tahun 2005)

c. Akurasi
Absorbansi Terukur
Konsentrasi

Absorbansi
II
III

0.272

0.268

0.274

Rata- rata
0.271

0.581

0.578

0.584

0.581

0.778

0.784

0.772

0.778

1. y = 0.1287x + 0.0215
Konsentrasi Sampel terukur sebenarnya adalah :
0.2710.0215
X=
0.1287
= 1.949 ppm
2. y = 0.1287x + 0.0215
Konsentrasi Sampel terukur sebenarnya adalah :
0.5810.0215
X=
0.1287
= 4.347 ppm
3. y = 0.1287x + 0.0215
Konsentrasi Sampel terukur sebenarnya adalah :
0.7780.0215
X=
0.1287
= 5.878 ppm

Persen recovery
Rumus

Persen recovery (%)

ab
= x 100 %
c

Keterangan :
a = Kadar zat setelah ditambahkan standar
b = kadar zat dalam sampel
c = kadar standar yang ditambahkan

1.9490
2

x 100%

= 97.45 %
4.3470
2. % Recovery =
2

x 100%

= 21.74 %
5.8780
3. % Recovery =
2

x 100%

1. % Recovery =

= 29.39 %
Dari hasil yang diperoleh, nilai tersebut secara umum
tidak

diterima

akurasinya

karena

menurut

(AOAC.1998) nilai akurasi yang dapat diterima sebesar


80-120%.

Berdasarkan data validasi yang didapatkan bahwa metoda yang digunakan tidak memenuhi uji
validasi keberadaan formalin.
(Sumber : Petunjuk pelaksanaan validasi metoe dengan cara perhitungannya oleh Harmita
Departemen farmasi FMIPA-UI._ Majalah ilmu kefarmasian, Vol.1 No.3, Desember 2004)