You are on page 1of 11

ILMU BEDAH KHUSUS VETERINER II

Demonstrasi Anestesi Umum, Lokal, dan Epidural pada Kuda
Kastrasi ( orchiectomy ), Tendotomy, laryngotomy, tracheotomy, rumenetomy, Laparatomy,
Dehorning ( Pemotongan tanduk)
Kelompok III
Paktikum Ilmu Bedah Khusus II
Program Studi Kedokteran Hewan, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin.
Penulis : Muhammad Reza Basri2 (O11 111 004)

Absrtak
PENDAHULUAN
Anastesi
Pada bidang sains veteriner atau ilmu
kedokteran hewan, pelaksanaan anestesi
umum diperlukan untuk berbagai kasus
dalam pembedahan dan juga untuk
penentuan diagnosis di dalam praktik.
Pemberian anestesi local bertujuan untuk
memengaruhi sel-sel saraf dengan kontak
langsung pada sitoplasma dan membrane
sel. Anastesi lokal digunakan pada jenis
operasi ringan seperti kastrasi, potong ekor,
cabut gigi, pungsi, dan eksisi. Demikian
juga pada operasi tertentu khususnya pada
kasus ang tidak memungkinkan pemberian
anestesi general, seperti section cesar pada
sapi.
Pemberian anestesi regional bertujuan
untuk menghambat atau memblokade saraf
sensoris atau saraf-saraf yang menginervasi
daerah daerah ang akan dioperasi seperti
pada anestesi spinal dengan menytuntikkan
preparat anestesi local ke dalam canalis
spinalis yang menyebabkan paralisis
sementara pada bagian tubuh penderita ang

memperoleh inervasi secara sensoris dan
motoris.
Pada metode anestesi epidural dengan
blockade posterior, pemberian anestesi ini
tidak berpengaruh pada control motoris dari
kaki belakang. Pengaruh analgesia terjadi
pada ekor, bagian belakang tubuh penderita
sampai daerah sekral, anus, vulva perineum
dan bagian posterior paha. Paralisis motoric
yang terjadi menyebabkan relaksasi
sphincter ani, bagian posterior rectum,
vagina, dan penis. Pada metode anestesi
epidural
dengan
blockade
anterior,
pemberian anastesi menyebabkan terjadina
control motoris kaki belakang.
Premedikasi merupakan suatu tindakan
pemberian obat sebelum pemberian anastesi
yang dapat menginduksi jalannya anastesi.
Fungsi premedikasi adalah:

Pencegahan efek parasimpatomimetik


anestesi
Pengurangan ansietas atau nyeri
Mengurangi dosis anestesi

terutama bila hal ini dilaksanakan secara tepat dan rasional. Namun demikian indikasi dan kontraindikasi harus dipertimbangkan benar. monorchyde. mengurangi dosis anastesi. tumor testis (sertoli cell tumor). . yakni hilangnya rasa sakit tanpa disertai kehilangan kesadaran. Manfaat pemberian premedikasi adalah untuk membuat hewan menjadi lebih tenang dan terkendali. tidak dipengaruhi oleh variasi umur dan kondisi hewan. mudah dinetralkan. (2) anesthesia umum adalah tindakan menghilangkan rasa nyeri/sakit secara sentral disertai hilangnya kesadaran dan dapat pulih kembali (reversible). regional maupun umum. berupa pengambilan atau pemotongan testis dari tubuh. Depresi umum pada sistem saraf pusat tersebut akan menimbulkan hipnosis. namun obat anestesi umum tidak hanya menghilangkan rasa sakit akan tetapi juga menghilangkan kesadaran. Tendotomy Merupakan suatu tindakan soperasi untuk terapi. analgesi. Kasus-kasus yang sering ditemukan antara lain: oedema scrotalis. dan mengurangi rasa nyeri preoperasi. Anestesi menurut arti kata adalah hilangnya kesadaran rasa sakit. Anestesi adalah obat yg menghilangkan rasa nyeri disertai hilangnya kesadaran yg bersifat reversibel. Obat-obat yang digunakan untuk anastesi premidikasi meliputi obat golongan antikolinergik. Hal ini umumnya dilakukan untuk sterilisasi (mengontrol populasi). penggemukan hewan. orchitis (peradangan pada testis). mengurangi sifat agresif. Obat anestesi umum yang ideal mempunyai sifat-sifat antara lain: pada dosis yang aman. cryptorchyde. Anestesi dibagi menjadi 2 kelompok yaitu: (1) anesthesia lokal. yang dilakukan dengan cara memotong suatu tendo. Cara ini merupakan suatu operasi othopedis yang praktis dan berharga untuk memperbaiki kepincangan. mempunyai batas keamanan yang luas. transquilizer. dan depresi pada aktivitas refleks. efek analgesik menyebabkan relaksasi otot. Kastrasi ( orchiectomy ) Kastrasi atau orchiectomi adalah tindakan bedah yang dilakukan pada testis. Obat-obatan preanastesik yang disebut juga dengan premedikasi digunakan untuk mempersiapkan pasien sebelum pemberian obat anastesi baik itu anastesi lokal. sedangkan pada hewan tua kastrasi cenderung dilakukan pada kasus-kasus yang berkaitan dengan senilitas pada testis. Pada hewan yang muda kastrasi dilakuklan dengan maksud mengurangi sifat agresif dan menggemukkan hewan. mulai kerja obat yang cepat dan tidak mempunyai efek samping yang merugikan. mengurangi efek-efek otonomik yang tidak diinginkan seperti hipersalivasi. tumor scrotalis. obat dissodiatif. Mengurangi keadaan gawat darurat anestesi Premedikasi dilakukan beberapa saat sebelum anastesi dilakukan. analgesik. tidak bersifat toksik. mengurangi efek-efek samping yang tidak diinginkan seperti vomit. dermatitis scrotalis (exzeem scrotalis). dan barbiturate. cara pemberian mudah. serta salah satu pilihan terapi dalam menangani kasus-kasus patologi pada testis atau scrotum. Hampir semua obat anestetik menghambat aktivitas sistem saraf pusat secara bertahap kemudian menghambat medula oblongata sebagai pusat vasomotor dan pusat respirasi yang vital. neuroleptanalgesik.

putih. 88 x/ menit 52 x/ menit Normal . Masing-masing jenis laparotomi ini dapat digunakan sesuai dengan fungsi. Hasil sinyalemen : Kambing Ras kambing kacang bernama Mbing I yang berumur 1 tahun 8 bulan bulan dengan ciriciri tubuh pendek. KASUS Dari anamnesa yang dilakukan didapatkan hasil bahwa Mbing I (pasien) tinggal dalam kondisi kandang yang kurang bersih. plastic pada obstruksi orificium reticulo omasum atau keadaan benda asing didistal oesophagus atau/ dasar jantung (gastr traumatica). Suhu tubuh Berat badan Pulsus Respirasi CRT Keteangan Bulu bersih dan rontok.4 0C 18 kg. *rumen yang terjepit dan atoni dr omasum atau abomasums. Feses Padat. bilamana terjadi kesukaran bernafas melalui hidung atau Nasal. Auskultasi. Jenis-jenis tindakan bedah yang sering dilakukan diantaranya adalah laparotomi. Tindakan bedah biasa dilakukan untuk menangani kasus – kasus yang terjadi pada hewan kesayangan diantaranya dilakukan di daerah abdomen. Dehorning ( Pemotongan Tanduk ) Merupakan suatu tindakan yang dilakukan untuk mematikan calon tanduk sebelum tumbuh memanang atau memotong tanduk yang sudah terlanur tumbuh panjang. histerektomi. organ target yang akan dicapai. Semua organ tersebut dapat ditemukan dengan menggunakan teknik operasi laparotomi. saluran urogenital dan saluran reproduksi merupakan organ tubuh yang berada di ruang abdomen. enterektomi dan lain sebagainya. Ada 4 metode dehorning ( pemotongan tanduk ) yaitu : • Menggunakan bahan kimia • Menggunakan Besi panas • Menggunakan gergai • Penggunakan tang jepit. warna buluh (coklat. Umumnya pada hewan kecil laparotomi yang dilakukan adalah laparotomi medianus dengan daerah orientasi pada bagian abdominal ventral tepatnya di linea alba. medianus dan paramedianus. Anus Kotor. saluran limfatik. Turgor Normal. membauhi.Tracheotomy Tindakan bedah yang dilakukan dengan membuat lubang pada trachea untuk memperbaiki pengaliran hawa/udara. Alopesia pada region thoraks kiri. Pemeriksaan Fisik Inspeksi Palpasi Perkusi. kastrasi. reticulo peritonitis traumatica. caudektomi. Laparatomy Laparotomi terdiri dari tiga jenis yaitu laparotomi flank. Dengan tujuan untuk menghindarkan bahaya penandukan terhadap ternak ataupun sesame peternak. hitam) dengan berat badan 18 kg. dan jenis hewan yang akan dioperasi. Organ-organ pada saluran pencernaan. Daerha Thoraks resonan. Mukosa Pucat Telinga Bersih. ovariohisterektomi. 39. Posisi tubuh dan gerak Normal. Rumenetomy Rumenetomy yaitu tindakan mengeluarkan benda asing yang menyebabkan keadaan reticulitis traumatica. tidak terjadi pembengkakan pada daerah limfoglandula. cystotomi. Abdomen pekak dan denyut jantung Normal.

Anastesi Epidural Metode ini mudah dilakukan dan relative aman. jadi lebih baik diberikan sedikit tetai berulang.24 ml secara intra muscular.maupun sebagai anestesi tunggal.kondisi hewan. BB DB = DS DB = 0. Alat yang digunakan untuk bedah caudectomy sebaiknya di sterilisasi menggunakan alcohol 70 % sebelum operasi.alat tersebut.02 mg/kg BB BB = 18 kg DS = 0. Hasil dan Pembahasan Anestesi umum Dapat diberikan sebagai induksi anestesi yang kemudian dipertahankan dengan anestesi inhalasi.44 ml secara subkutan.yang paling jelas pergerakannya adalah sendi antara vertebrae coccygea pertama dan kedua .lokasi ditentukan dengan cara mengangkat dan menurunkan pangkal ekor untuk meraba pertemuan antar sendi vertebrae . Hewan dimandikan dan dicukur bulu di sekitar daerah yang akan dioperasi dua jam sebelum operasi dilakukan. Tangan dicuci dari telapak tangan hingga mencapai siku dengan menggunakan air bersih dan sabun.25mL . baik operator maupun co-operator harus terlebih dahulu melepas semua asesoris yang dapat menggangu jalannya operasi.02 mg/kg x 18 kg 0. Premedikasi yang digunakan adalah atropine sulfat dengan dosis 1. Efek anestesi yang terjadi sangat superfisial dan singkat. Anastesi lokal Dengan mendinginkan permukaan atau lapisan superfisial kulit.8 ml.penyuntikan dilakukan pada lekukan sendi tersebut dengan jarum ditusukkan tegak lurus atau dengan sudut 100 kaudal dari garis tegak lurus.Agar tidak ada mikroba yang menempel pada alat .Mukosa Refleks pupil BCS Pucat Normal 3/5 obat.maka harus diperhatikan bahwa pemakaian berulang-ulang dapat menyebabkan nekrose.disusul sendi antara vertebrae sacral terakhir dan vertebrae coccygae pertama.misalnya dengan es atau dengan menyemprotkan cairan volatile seperti ethyl chloride atau ether pada lokasi yang dikehendaki. Premedikasi  Atropine Sulfate Diketahui : DA = 0.dan terakhir pemberian ketamine 1. dosis yang dimasukkan berbeda-beda menurut macam Preoperasi Sebelum melakukan operasi.Tangan operator dan co-operator harus steril dalam melakukan operasi untuk menghindari adanya infeksi bawaan dari luar tubuh hewan. Ujung jarum diharapkan menyentuh dasar kanalis vertebralis dan obat dimasukkan.25 mL Ditanya : DB = ? DA . 10 (sepuluh) menit kemudian dilanjutkan dengan pemberian ketamin dengan ACP (Acepromazine maleate) dengan dosis 0.level anestesi yang dibutuhkan namun harus diusahakan tidak overdosis agar hewan teta berdiri. Pasien ditimbang untuk menentukan dosis obat yang digunakan.karena sifat anestesinya ada umumnya hanya singkat dan superfisial.pada sapi dan kuda dilakukan pada vena jugularis.

Medianus. BB DS DB = 10mg/kg . Polaris. Vena jugularispun adalah rute untuk terapi cairan. Akibatnya testis tak dapat berfungsi sebagai alat reproduksi.8 mL   Rute untuk anestesi umum ialah vena jugularis.44 mL Menghitung dosis ACP terlebih dahulu. Pada region kaki depan rutenya adalah N. lalu diberikan melalui intramuscular sebanyak 0. Plantaris dan N.24 mL  Ketamin Diketahui : DA = 10 mg/kg BB BB = 18 kg DS = 100 mL Ditanya : DB = ? DB = DA . Tibialis. dan foramen mentalis dimana rute ini tergantuk daerah yang ingin dievaluasi. N. Untuk region kaki belakang digunakan rute N. Anestesi lokal diregio kepala meliputi beberapa rute diantarana foramen infraorbitas.2 mg/kg x 18 kg 15ml = 0. Kastrasi tanpa membuang testis Metode ini dapat dilakukan dengan merusak sirkulasi darah yang menuju testis pada masa pertumbuhan. yaitu: 1. . leher skrotum dipegang dengan tangan kiri dan testis di pijat ke arah dalam skrotum dengan tekanan jari. Berdasarkan penyayatan pada lapisan-lapisan ini. Kastrasi tanpa membuang testis dapat dilakukan dengan cara:  Kontusio (memukul dengan benda keras) pada pembuluh darah yang menuju testis.x 4. Sedangkan untuk L blok daerahnya ialah coxa paralumbar. Kastrasi ( Orchiectomy ) Daerah yang akan dipotong dipersiapkan yaitu dicukur bulu dan didesinfektan seperti biasanya. Anaestesi epidural anterior yang menjadi patokan ialah Os. a. BB DS 0. Ulnaris.Kemudian.2 kg 100 mL = 1.  ACP (Acepromazine Maleate ) Diketahui : DA = 0. dan N. Sacrum sedangkan untuk anestesi epidural posterior patokanna ialah Os Coxidea 1 dan 2. dikenal dua metode dalam kastrasi. foramen  supraorbitalis. sehingga testis mengalami atrofi.= 1. Setelah 10 menit beri ketamin melalui intramuscular sebanyak 2x. kemudian dilakukan insisi kulit skrotum dengan menggunakan scalpel yang tajam menembus kulit scrotum tunika dartos dan tunica vaginalis. sampai testes menyembul keluar bebas. Tekanan ini dilakukan untuk fiksasi yang kuat agar insisi pada kulit lebih mudah.2 mg/kg BB BB = 18 kg DS = 15 mL Ditanya : DB = ? DB = DB = DA .24 mL tunggu selama 10 menit.

sayatan hanya sampai pada tunika dartos.Flex. Putar bidang sayatan kebelakang. 2. c. Dehorning Proses pemotongan tanduk dapat dilakukan dengan metode sebagai berikut :   Daerah disekitar tanduk dibersihkan dengan menggunakan alkohol 70% untuk mencegah terjadinya kontaminasi bakteri saat proses pemotongan tanduk dilakukan. umumnya dilakukan pada anjing jenis besar dan dewasa. Jadi tenotom jangan ditarik karena dapat . Pengikatan dan penyayatan dilakukan pada funniculus spermaticus. Cara yang sering digunakan adalah pengikatan dengan karet (elastrator) dan dengan tang Burdizzo (emasculatome). b.dig.  Melakukan torsio pada funiculus spermaticus. dan kucing. Potong tanduk dengan menggunakan gergaji besi steril.  Kastrasi Terbuka Kastrasi terbuka. Metode ini biasanya dilakukan pada anjing jenis kecil atau masih muda. Kemudian jari kaki diluruskan. sehingga meminimalisir terjadinya pendarahan. dalam waktu 710 hari testis dan skrotum akan lepas (elastrator). sehingga tendo tersayat dengan sendirinya. sehingga testis masih terbungkus oleh tunika vaginalis communis.  Dapat diikat dengan karet berbentuk ring. Kerugian utama cara ini adalah dengan terbukanya tunica vaginalis menyebabkan adanya hubungan dengan rongga abdomen sehingga memungkinkan terjadinya hernia skrotalis yang terutama berisi usus. Jadi tenotom masuk kedalam saluran sonde. Metode ini umumnya dilakukan pada hewan ternak. Akan tetapi. Tendotomy Tusukkan tenotom yang runcing dengan bidang sayatan kebawah diantara tendo M. Kemudian jari kaki diluruskan. cara ini sering digunakan (emasculatome).Introsseus medius sampai terasa subcutan disebelah lateral. cara ini jarang digunakan karena menyebabkan rasa sakit dan berisiko terjadi peradangan. Keuntungan cara ini adalah dengan tidak dibukanya tunica vaginalis. Tusukan jarum berpijar pada pembuluh darah yang menuju testis. segera tutup dengan kapas yang diberi iodine tincture hingga pendarahan berhenti. sehingga berhadapan dengan sonde beralur dan ujung tenotom masuk kedalam saluran sonde. apabila bagian tanduk yang dipotong berdarah. Kastrasi dengan membuang testis  Kastrasi Tertutup Pada kastrasi tertutup.  Pengikatan atau penjepitan percutan pada leher skrotum. Pada metode ini semua jaringan skrotum dan tunica vaginalis diinsisi dan testis serta spermatic cord dibuang tanpa pembungkusnya (tunica vaginalis). maka dapat menghindari kemungkinan terjadinya hernia skrotalis. sehingga tendo tersayat dengan sendirinya.prof. dan M. Keuntungan cara ini adalah ikatan pembuluh darahnya lebih pasti.

Luka operasi diolesi salap Betadine dan dikontrol kebersihannya. diperiksa secara kontinyu selama 4-6 hari. dengan tipe jahitan continu kombinasi dengan jahitan matrix atau jahitan sederhana. Kemudian pasang trachea tube dan fixir pada kulit dengan jahitan. obliq abdominus eksternus. Post operasi. Indikasi utama pelepasan trakeostomi adalah jika klien menunjukkan kondisi atau kemampuan paru yang adekuat. abd. jahitan peritoneum. Bila hanya rumenotomi cukup dengan sayatan rumen eksplorasi dari rumen dan atau reticulum. lapisan ini juga disayat vertical sampai mencapai m. karena akan terjadi kontaminasi kebagian dinding abdomen. Peritonium terakhir disayat sehingga terlihat rumen (jangan memisahkan antara rumen dan peritoneum. kemudian dapat dijahit kembali antara bagian masing-masing. Tanda-tanda vital klien normal. Trakeostomy Dilakukan penyayatan antara cartilago annulus trachealis IV-VI atau sepertiga bagian leher dorsal dan sepertiga bagian leher tengah. Kulit disayat sehingga terlihat trachea kemudian dengan scalpel runcing tusuk antara kedua cincin trachea dan buat pada kedua cincin tersebut sayatan semilunair. dan jangan ditinggalkan ¼ bagian dari cincin trachea karena hal ini dapat menyebabkan necrosa.merusakkan pembuluh pembuluh darah dan nervus disekelilingnya. kemudian memisahkan kulit dan jaringan subkutan dari m. obliq abd. jahitan otot dan terakhir jahitan kulit disatukan dengan otot. Internus. Transversus yang terlihat peritoneum. Selama seminggu hewan diberikan antibiotik dan makanan yang mempunyai nilai gizi yang cukup. yaitu jahitan rumen. Jahitan luka dapat dibuka setelah bekas operasi kering dan benar-benar telah tertutup. Post operasi. hewan pasca operasi ditempatkan dalam kandang yang bersih dan kering. Selama seminggu hewan diberikan antibiotik dan makanan yang mempunyai nilai gizi yang cukup. Luka operasi diolesi salap Betadine dan dikontrol kebersihannya. e. hewan pasca operasi ditempatkan dalam kandang yang bersih dan kering. tidak terdapat bercak putih pada paru. Bila liang pada satu cincin trachea tidak cukup besar. maka harus diambil dari cincin trachea sebelahnya ¼-1/2 bagian atau satu cincin trachea lagi. Rumenotomy buat sayatan kulit ventrikal ditengah dari fossa paralumbal dan dibagian ventral procesus tranversus vertebrae lumbalis. Maka rumen difiksir dengan dinding abdomen dan lapisan kulit dengan jagitan continue kebagian ujung sisi kulit. . Kondisi paru yang membaik ditandai dengan hasil rontgen baik. bila hanya rumenotomi atau fistula rumen. Tidak terdapat infeksi lanjutan. Gejala klinis penyakit yang diderita klien berkurang atau tidak ada. Jahitan luka dapat dibuka setelah bekas operasi kering dan benar-benar telah tertutup d. diperiksa secara kontinyu selama 4-6 hari. Sayatan kulit ditekan dengan gerakan halus. sehingga akan terbentuk liang sebesar trachea tube. Kemudian sayatan dilanjutkan sampai mencapai m.

Post operasi. yang dilakukan dengan cara memotong suatu tendo. obliq abd internus. penggemukan hewan. Post operasi.abd. diperiksa secara kontinyu selama 4-6 hari. Jahitan luka dapat dibuka setelah bekas operasi kering dan benar-benar telah tertutup. Cara ini merupakan suatu operasi othopedis yang praktis . Luka operasi diolesi salap Betadine dan dikontrol kebersihannya. Laparatomy buat sayatan vertikal ditengah dari fossa paralumbal dan dibagian ventral processes transversus vertebrae lumbalis. Luka operasi diolesi salap Betadine dan dikontrol kebersihannya.  Tendotomy Merupakan suatu tindakanoperasi untuk terapi.  Kastrasi atau orchiectomi adalah tindakan bedah yang dilakukan pada testis.transversus dan akan terlihat peritoneum. Neurectomy buat sayatan kulit sampai pada jaringan subcutan sepanjang 3-5cm dengan 2 kait luka dikuakkan sehingga terlihat urat syarafnya. berupa pengambilan atau pemotongan testis dari tubuh.2 cm. g. Tindakan seianjutnya tergantung dari jenis operasinya.lapisan ini juga disayat vertikal sampai m.kemudian pisahkan kulit dengan subkutan dari m.Sayatan kulit ditekan secara halus. Selama seminggu hewan diberikan antibiotik dan makanan yang mempunyai nilai gizi yang cukup.obliq abdominis eksternus . Daerah sekitar operasi diolesi betadine. serta salah satu pilihan terapi dalam menangani kasus-kasus patologi pada testis atau scrotum. Kemudian jahit kulit dengan simple suture menggunakan benang nonabsorable.Hal ini umumnya dilakukan untuk sterilisasi (mengontrol populasi). diperiksa secara kontinyu selama 4-6 hari. hewan pasca operasi ditempatkan dalam kandang yang bersih dan kering. Selama seminggu hewan diberikan antibiotik dan makanan yang mempunyai nilai gizi yang cukup. Penutupan dilakukan lapis demi lapis dengan urutan pertama yaitu peritoneum dengan pola jahitan menerus atau kombinasi menerus dengan jahitan matras atau kombinasi dengan sederhana tunggal dengan cat gut chromic ataupun benang katun. Kesimpulan Adapun kesimpulan dari praktikum ini yaitu :  Anestesi adalah keadaan hilangnya nyeri di seluruh atau sebagian tubuh dan hilangnya kesadaran yang bersifat sementara yang dihasilkan melalui penekanan sistem syaraf pusat karena adanya induksi secara farmakologi atau penekanan sensori pada syaraf. Keluarkan urat syaraf dan mulamula sayat urat syaraf pada bagian central kemudian pada bagian perife rsepanjang 1 ½ . mengurangi sifat agresif. hewan pasca operasi ditempatkan dalam kandang yang bersih dan kering. Jahitan luka dapat dibuka setelah bekas operasi kering dan benar-benar telah tertutup.f. Sayatan dilanjutkan sampai m .

Soepardi E.pdf Diakses 10 April 2012 pukul 20. Disability Online. 6th ed. and Whole-Horse Conformation. 2003.org/images/Hoof_Horse_Confo rmation. S. S.31 WIB. Tracheostomy.www. reticulo peritonitis traumatica. Anonymus.equinehorsevet.nhs. Access on: July 10. terutama bila hal ini dilaksanakan secara tepat dan rasional. bilamana terjadi kesukaran bernafas melalui hidung atau Nasal.    dan berharga untuk memperbaiki kepincangan. Hadiwikarta A.gov.vic. California. Daftar Pustaka Anonim. 2006. 1993. In: Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala Leher. Tracheostomy Clinical Guideline. Victoria. J. 2006. Trail Blazer magazine. 2007. Anonymus. 5th ed.. Horse in Motion. Bradley. 2002.. http://www. 1963.uk/profcl inical/carebundles/documents/Tracheost omy guidelinesforTCPFINALAPRIL2005. Relationships between Hoof. Available from: http://www. Robert H.com. and Davies. Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. F. Brighton and Sussex University Hospitals. Jakarta. Leg. American Veterinery Publication. Castrasion (Orchiectomy). 2004. Available from:http://www. 2011. UK : Blackwell Publishing.au/b hcv2/bhcpdf. James M. Maisel. East End Vetrinary Medical Centre. Penanggulangan Sumbatan Laring. Rusmarjono. Rumenetomy yaitu tindakan mengeluarkan benda asing yang menyebabkan keadaan reticulitis traumatica. Hal 01. Laparatomy adalah sebuah tindakan medis yang bertujuan untuk menemukan dan mengetahui keadaan organ visceral yang ada di dalam ruang abdominal secara langsung serta untuk menegakkan diagnosa. Access on: July 10. In:BOIES Buku Ajar Penyakit THT. Z. Leg Set : Its Effect on Action and Soundness of Horse. 204-209. Navicular Disease in Horse. Department of Animal Science : University of Missouri Extension Casey. Diakses pada tanggal 13 April 2011.nsf/ByPDF/Tracheostomy/ $File /Tracheostomy. 2007. . Trakeostomi. Equine Medicine and Surgery.. Bone.sussexcritcare. Elmhurst.eponainstitute. p.disability.p df. Neurectomy adalah tindakan memotong dan mengambil sebagian ( 11/2 – 2 cm ) dari syaraf Tracheotomy Tindakan bedah yang dilakukan dengan membuat lubang pada trachea untuk memperbaiki pengaliran hawa/udara. 2008. Pilliner. plastic pada obstruksi orificium reticulo omasum atau keadaan benda asing didistal oesophagus atau/ dasar jantung (gastr traumatica). M. Craig.pdf. M.

Yogjakarta. BEDAH VETERINER. Hal 07. 2012. Universitas Gajah Mada. . BAB II TEKNIK BEDAH DASAR. UGM. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Wiarsa Komang I & Diah Kusumawati. p. Sardjana. 2012. JURNAL MEDIA MEDIKA MUDA. EGC. Hal 01. RESTRAIN & CASTING. Yogyakarta. 1997. Sudarminto. 2010. Hal 600. 473-485.Penerbit Buku Kedokteran Jakarta. Universitas Gajah Mada. Surabaya: Airlangga University Press. Komang Wiarsa. BAB IV ANESTESIOLOGI. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Selatan. KAJIAN PENGARUH KASTRASI TERHADAP TINGKAT KANDUNGAN KOLESTEROL DAGING KAMBING MARICA DI KABUPATEN JENEPONTO PROVINSI SULAWESI SELATAN. Santosa Budi Agus. Sariubang Matheus. Sardjana. PROGRAM PENDIDIKAN SARJANA KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO. PENGARUH PEMBERIAN ANESTESI EPIDURAL TERHADAP KADAR GULA DARAH PADA OPERASI Sectio Caesaria. Susanti Ari Yuni Mega.2011. 2004. 2012. Yogyakarta. Hal 13. Anestesi Veteriner.