You are on page 1of 72

HIMPUNAN MATERI SOSIALISASI

PERPRES NO. 4 TAHUN 2015
tentang
PENGADAAN BARANG /
JASA PEMERINTAH

Center of
education

ULP
Center of
integrity

Center of
information

UNIT LAYANAN PENGADAAN
KOTA BATU

BALAI DESA PUNTEN – BUMIAJI
12-13 PEBRUARI 2015
( IDE’S| Bidang Aset BPKAD )
1

MAKSUD & TUJUAN DIBENTUKNYA ULP
 Proses Pengadaan B/J Pemerintah menjadi lebih
Efektif dan Efisien
 Proses Pengadaan B/J Pemerintah menjadi lebih
Terpadu & Terkendali
 Menjamin persamaan kesempatan, akses dan hak
bagi Penyedia B/J agar tercipta persaingan usaha
yang sehat (penyedia B/J yang overload, black list
dapat terpantau)
 Menjamin proses Pengadaan B/J Pemerintah
dilakukan oleh aparatur yang profesional &
kompeten
 Meningkatkan kinerja SKPD/Satker dalam
menjalankan tupoksi, karena tidak lagi

melaksanakan Pengadaan B/J di lingkungannya.

2

SOSIALISASI

PERATURAN PRESIDEN NOMOR 4 TAHUN 2015
PERUBAHAN KE 4
PERPRES 54/2010

FARDHON MURDIYANTORO, ST, MM

3

Pendahuluan Latar Belakang dan Tujuan • • • • Banyaknya terjadi pelelangan gagal yang menghambat pelaksanaan pekerjaan Perlu meningkatkan kecepatan proses pengadaan Penyederhaan proses pengadaan barang/jasa Medorong penggunaan eProcurement dan ePurchasing MODERN DARK W OW PRESENTATION THEME 4 .

Langsung Jasa Konsultan Perubahan Kriteria Pemilihan Hukum di Pasal 44 dan bukti perjanjian dll Penekanan eProc dan Tambahan Penunjukan Langsung Pupuk dan Benih ePurchasing.PERPRES 54/2010 BESERTA PERUBAHANNYA Perubahan pertama sampai dengan ke-4 54 2010 Pengganti Keppres 80/2003 35 2011 70 172 4 2012 2014 2015 Penyempurnaan istilah. penyederhaan prosedur dan perlindungan Pasal 38 pengelola PBJ dll MODERN DARK W OW PRESENTATION THEME 5 . Tambahan Penunjukan Penegasan Tupoksi.

MODERN DARK W OW PRESENTATION THEME 6 . Dalam kenyataannya tidak hanya pengadaan langsung yang dianggap sederhana dan bisa dikerjakan oleh seorang pejabat pengadaan tetapi juga penunjukan langsung sampai dengan 200 juta (50 juta untuk konsultan) dan juga epurchasing.Matriks Perubahan Dari Perpres 54/2010 dan perubahan terhadap Perpres 4/2015 Perpres 70/2012 Perpres 4/2015 Pasal 1 angka 9 Pasal 1 angka 9 Pejabat Pengadaan adalah personil yang ditunjuk untuk melaksanakan Pengadaan Langsung. Pejabat Pengadaan adalah personil yang ditunjuk untuk melaksanakan Pengadaan Langsung. dan E-Purchasing. Penunjukan Langsung. Catatan ! Penugasan pejabat pengadaan dilakukan untuk pengadaan yang dianggap sederhana dan cukup dikerjakan oleh 1 orang personil.

Pengadaan Langsung untuk paket pengadaan Jasa Konsutasi yang bernilai paling tinggi Rp 50 juta Khusus Pejabat Pengadaan menetapkan Penyedia barang/jasa untuk: a.200 juta (konsultan sd Rp. Pengadaan Langsung untuk paket Pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya yang bernilai paling tinggi Rp 200 juta. Pengadaan Langsung atau Penunjukan Langsung untuk paket Pengadaan Jasa Konsultansi yang bernilai paling tinggi Rp50 juta Catatan ! Perubahan ini merupakan kelanjutan dari perubahan Pasal 1 angka 9. 50 juta). dan/atau b. Pengadaan Langsung atau Penunjukan Langsung untuk paket Pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya yang bernilai paling tinggi Rp200 juta. dan/atau b. MODERN DARK W OW PRESENTATION THEME 7 .Matriks Perubahan Dari Perpres 54/2010 dan perubahan terhadap Perpres 4/2015 Perpres 70/2012 Perpres 4/2015 Pasal 17 ayat (2) huruf h Pasal 17 ayat (2) huruf h Khusus Pejabat Pengadaan menetapkan Penyedia barang/jasa untuk: a. dimana Pejabat Pengadaan tidak hanya melaksanakan pengadaan langsung sampai dengan Rp. 200 juta (konsultan sd Rp. 50 juta) tetapi juga Penujukan Langsung sampai dengan Rp.

Kalau dalam Perpres 70/2012. MODERN DARK W OW PRESENTATION THEME 8 . SPT Tahunan dan Pajak Bulanan. maka pada Perpres 5/2015 cukup memiliki NPWP dan SPT Tahunan (lihat penjelasan pasal). PPh Pasal 25/Pasal 29 dan PPN (bagi Pengusaha Kena Pajak) paling kurang 3(tiga) bulan terakhir dalam tahun berjalan Catatan ! Perubahan ini dimaksudkan untuk menyederhanan persyaratan perpajakan.Matriks Perubahan Dari Perpres 54/2010 dan perubahan terhadap Perpres 4/2015 Perpres 54/2010 Perpres 4/2015 Pasal 19 ayat (1) huruf l Pasal 19 ayat (1) huruf l memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan telah memenuhi kewajiban perpajakan tahun terakhir sebagai wajib pajak sudah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan telah memenuhi kewajiban perpajakan tahun terakhir (SPT Tahunan) serta memiliki laporan bulanan PPh Pasal 21. penyedia disyaratkan untuk memiliki NPWP. PPh Pasal 23 (bila ada transaksi).

setelah rancangan peraturan daerah tentang APBD yang merupakan rencana keuangan tahunan Pemerintah Daerah disetujui bersama oleh Pemerintah Daerah dan DPRD PA sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (1a) mengumumkan kembali Rencana Umum Pengadaan. setelah APBD yang merupakan rencana keuangan tahunan Pemerintah Daerah dibahas dan disetujui bersama oleh Pemerintah Daerah dan DPRD PA pada Pemerintah Daerah mengumumkan Rencana Umum Pengadaan Barang/Jasa secara terbuka kepada masyarakat luas. 9 MODERN DARK W OW PRESENTATION THEME . Catatan ! Perubahan pada ayat (1a) hanya penyempurnaan kalimat sedangkan penambahan ayat (1b) dimaksudkan untuk menegaskan bahwa perubahan DIPA/DPA mengakibatkan perubahan RUP dan perubahan tersebut harus diumumkan kembali.Matriks Perubahan Dari Perpres 54/2010 dan perubahan terhadap Perpres 4/2015 Perpres 70/2012 Perpres 4/2015 Pasal 25 ayat (1a) Pasal 25 ayat (1a) dan (1b) PA pada Pemerintah Daerah mengumumkan Rencana Umum Pengadaan Barang/Jasa secara terbuka kepada masyarakat luas. apabila terdapat perubahan/penambahan DIPA/DPA.

karena itu ketentuan tersebut dihapuskan karena akan mempersempit kriteria dan menyulitkan. Kalau ketentuan tersebut diberlakukan. 50 juta dianggap nilai yang kecil dan cocok dengan metode Pengadaan Langsung.Matriks Perubahan Dari Perpres 54/2010 dan perubahan terhadap Perpres 4/2015 Perpres 54/2010 Perpres 4/2015 Pasal 45 ayat (1) Pasal 45 ayat (1) Pengadaan Langsung dapat dilakukan terhadap Pengadaan Jasa Konsultansi yang memiliki karakteristik sebagai berikut: a. padahal pengadaan langsung dilakukan karena nilainya sampai dengan Rp. dan/atau b. maka berapapun nilainya harus dilakukan dengan seleksi. bernilai paling tinggi Rp 50 juta Pengadaan Langsung dapat dilakukan terhadap Pengadaan Jasa Konsultansi yang bernilai paling tinggi Rp50 juta Catatan ! Kebutuhan jasa konsultansi dengan nilai kecil tidak terkait dengan kebutuhan operasional K/L/D/I. maka pengadaan Jasa Konsultansi yang bukan merupakan kebutuhan operasional. MODERN DARK W OW PRESENTATION THEME 10 . merupakan kebutuhan operasional K/L/D/I.

bukti pembelian. surat pesanan Surat Pesanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e digunakan untuk Pengadaan Barang/Jasa melalui E-Purchasing dan pembelian secara online.Matriks Perubahan Dari Perpres 54/2010 dan perubahan terhadap Perpres 4/2015 Perpres 70/2012 Perpres 4/2015 Pasal 55 ayat (1) Pasal 55 ayat (1) dan tambahan ayat (6) Tanda bukti perjanjian terdiri atas: a. c. Surat Perintah Kerja (SPK). dan d. surat perjanjian. MODERN DARK W OW PRESENTATION THEME 11 . b. b. kuitansi. bukti pembelian. dan d. Surat Perintah Kerja (SPK). kuitansi. Tanda bukti perjanjian terdiri atas: a. surat perjanjian. Catatan ! Penambahan surat pesanan merupakan penyesuaian dari metode pemilihan menggunakan e-Purchasing yang berbasis IT. c. e.

Catatan ! Dalam beberapa jenis pengadaan. dimana aset Penyedia sudah dikuasai oleh Pengguna.000.000. Penunjukan Langsung Untuk Penanganan Darurat. jaminan pelaksanaan memang tidak diperlukan bahkan terkadang menyulitkan. atau c. b. MODERN DARK W OW PRESENTATION THEME 12 .00 (dua ratus juta rupiah). Oleh karena itu.Matriks Perubahan Dari Perpres 54/2010 dan perubahan terhadap Perpres 4/2015 Perpres 70/2012 Perpres 4/2015 Pasal 70 ayat (2) Pasal 70 ayat (2) Jaminan Pelaksanaan tidak diperlukan dalam hal: a. Pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya yang dilaksanakan dengan metodePengadaan Langsung. Jaminan Pelaksanaan dapat diminta PPK kepada Penyedia Jasa Lainnya untuk Kontrak bernilai di atas Rp200. atau Sayembara. Pengadaan Jasa Lainnya. perpres memberikan kemudahan untuk beberapa kondisi maka jaminan pelaksanaan tidak perlu disyaratkan. kecuali untuk Pengadaan Jasa Lainnya dimana aset Penyedia sudah dikuasai oleh Pengguna. Kontes. Pengadaan Barang/Jasa dalam Katalog Elektronik melalui E-Purchasing.

b. Ketentuan ini untuk mendorong percepatan program pemerintah dan penyerapan anggaran. setelah penetapan APBD untuk Pengadaan Barang/Jasa yang bersumber dari APBD.Matriks Perubahan Dari Perpres 54/2010 dan perubahan terhadap Perpres 4/2015 Perpres 70/2012 Perpres 4/2015 Pasal 73 ayat (1) Pasal 73 ayat (1) Dalam rangka percepatan pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa. setelah rencana kerja dan anggaran Kementerian/Lembaga/Institusi disetujui oleh DPR untuk pengadaan yang bersumber dari APBN. Kelompok Kerja ULP dapat mengumumkan pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa secara luas kepada masyarakat dengan syarat: a. agar dalam triwulan pertama proses pemilihan sudah dapat diselesaikan. 13 MODERN DARK W OW PRESENTATION THEME . Kelompok Kerja ULP segera mengumumkan pelaksanaan pemilihan Penyedia Barang/Jasa secara luas kepada masyarakat setelah RUP diumumkan. Perubahan ini juga dimaksudkan untuk menyederhanakan redaksi perpres. Catatan ! Pada dasarnya perpres mendorong agar proses pemilihan segera dilakukan setelah RUP diumumkan.

namun menunda pengumuman diartikan RUP sudah tersusun minus penetapan anggaran. Maksud penggantian ini adalah untuk memberikan ruang kepada ULP agar dapat mengumumkan pelaksanaan pemilihan walaupun RUP belum diumumkan.Matriks Perubahan Dari Perpres 54/2010 dan perubahan terhadap Perpres 4/2015 Perpres 70/2012 Perpres 4/2015 Pasal 73 ayat (2) Pasal 73 ayat (2) Dalam hal DIPA/DPA tidak ditetapkan atau alokasi anggaran dalam DIPA/DPA yang ditetapkan kurang dari nilai Pengadaan Barang/Jasa yang diadakan. jadi lebih tepat sebagai penggantian daripada perubahan. organisasi dll sudah ditetapkan. proses Pemilihan dibatalkan. cara pengadaan. jadi penundaan pengumuman semata karena anggaran belum disahkan. Kelompok Kerja ULP dapat mengumumkan pelaksanaan pemilihan Penyedia Barang/Jasa secara luas kepada masyarakat sebelum RUP diumumkan. Menunda pengumuman RUP tidak berarti tidak ada RUP. Catatan ! Dua ketentuan ini sebenarnya berbeda. Namun aspek ain dai RUP seperti analisis kebutuhan. 14 MODERN DARK W OW PRESENTATION THEME . Pengumuman pelaksanaan pemilihan biasanya dibutuhkan untuk pengadaan yang membutuhkan perencanaan yang lama. pekerjaan kompleks atau pekerjaan rutin yang harus dilaksanakan diawal tahun. Untuk Pengadaan Barang/Jasa tertentu.

jasa internet. proses pemilihan Penyedia Barang/Jasa dilanjutkan ke tahap penandatanganan kontrak setelah dilakukan revisi DIPA/DPA atau proses pemilihan Penyedia Barang/Jasa dibatalkan.Matriks Perubahan Dari Perpres 54/2010 dan perubahan terhadap Perpres 4/2015 Perpres 54 2010 sampai perubahan ke-3 Perpres 4/2015 Pasal 86 ayat (2a) Tidak diatur Dalam hal proses pemilihan Penyedia Barang/Jasa dilaksanakan mendahului pengesahan DIPA/DPA dan alokasi anggaran dalam DIPA/DPA tidak disetujui atau ditetapkan kurang dari nilai Pengadaan Barang/Jasa yang diadakan. Catatan ! Ketentuan baru ini dimaksudkan untuk mengakomodasi suatu kondisi. jasa kebersihan dan lainnya yang dibutuhkan sejak awal tahun. Sehingga walaunpun DIPA/DPA belum disahkan. maka proses pemilihan harus dilakukan. MODERN DARK W OW PRESENTATION THEME 15 . Ketentuan ini dimaksudkan untuk mengurangi potensi lelang gagal. Misalnya kebutuhan makan minum. maka tindaklanjutnya bisa dilakukan revisi DIPA/DPA dan lanjut tandatangan kontrak atau pemilihan dibatalkan bilamana DIPA/DPA tidak disahkan atau disahkan kurang dari nilai perkiraan. Setelah proses pemilihan dilakukan namun ternyata anggarannya tidak mencukupi. dimana DIPA/APA belum disahkan tetapi proses pemilihan harus dilakukan.

Ketentuan ini juga mengurangi potensi lelang gagal.Matriks Perubahan Dari Perpres 54/2010 dan perubahan terhadap Perpres 4/2015 Perpres 70/2012 Perpres 4/2015 Pasal 86 ayat (3) Pasal 86 ayat (3) Para pihak menandatangani Kontrak setelah Penyedia Barang/Jasa menyerahkan Jaminan Pelaksanaan paling lambat 14 (empat belas) hari kerja terhitung sejak diterbitkannya SPPBJ. sanggahan banding dan pengaduan yang membutuhkan waktu yang lama untuk diselesaikan. Selain itu ketentuan ini untuk mengakomodasi situasi dimana pelelangan sudah selesai dan tinggal menunggu SPPBJ dan kontrak. namun anggaran masih dalam tahap revisi sehingga untuk lanjut ke SPPBJ dan kontrak harus menunggu selesai revisi yang lama waktunya tidak bisa dipastikan. MODERN DARK W OW PRESENTATION THEME 16 . Mengingat sering kali setelah penetapan pemenang terjadi masalah sanggahan. Para pihak menandatangani Kontrak setelah Penyedia Barang/Jasa menyerahkan Jaminan Pelaksanaan. Catatan ! Perubahan ketentuan ini dilakukan agar tidak membatasi lama waktu penyerahan jaminan pelaksanaan.

serta pajak Pembayaran prestasi pekerjaan diberikan kepada Penyedia Barang/Jasa senilai prestasi pekerjaan yang diterima setelah dikurangi angsuran pengembalian Uang Muka dan denda apabila ada. serta pajak. Pembayaran untuk pekerjaan konstruksi. khusus utuk pekerjaan konstruksi yang dapat dibayarkan adalah pekerjaan yang telah terpasang.Matriks Perubahan Dari Perpres 54/2010 dan perubahan terhadap Perpres 4/2015 Perpres 70/2012 Perpres 4/2015 Pasal 89 ayat (2) Pasal 89 ayat (2) dan (2a) Pembayaran prestasi kerja diberikan kepada Penyedia Barang/Jasa setelah dikurangi angsuran pengembalian Uang Muka dan denda apabila ada. MODERN DARK W OW PRESENTATION THEME 17 . dilakukan senilai pekerjaan yang telah terpasang Catatan ! Perubahan ketentuan ini hanya menegaskan bahwa pembayaran yang dilakukan tidak diperkanankan melampaui prestasi pekerjaan.

beasiswa dll. Ketentuan ini menjelaskan pembayaran sebelum prestasi pekerjaan dihasilkan. pembayaran dapat dilakukan sebelum prestasi pekerjaan diterima/terpasang untuk: a. pembayaran peralatan dan/atau bahan yang menjadi bagian dari hasil pekerjaan yang akan diserahterimakan. namun belum terpasang. sesuai dengan ketentuan yang terdapat dalam Kontrak Dikecualikan dari ketentuan sebagaimana diatur pada ayat (2) dan ayat (2a). dilakukan senilai pekerjaan yang telah terpasang. pemberian Uang Muka kepada Penyedia Barang/Jasa dengan pemberian Jaminan Uang Muka. jasa asuransi. Contoh untuk ketentuan huruf b adalah sewa menyewa. MODERN DARK W OW PRESENTATION THEME 18 . termasuk peralatan dan/atau bahan yang menjadi bagian dari hasil pekerjaan yang akan diserahterimakan. sebelum Barang/Jasa diterima setelah Penyedia Barang/Jasa menyampaikan jaminan atas pembayaran yang akan dilakukan. Catatan ! Perubahan ketentuan pada ayat ini termasuk perubahan besar dari redaksi ayat dan dijelaskan dengan lebih rinci. Contoh untuk ketentuan huruf c adalah lift untuk pekerjaan konstruksi.Matriks Perubahan Dari Perpres 54/2010 dan perubahan terhadap Perpres 4/2015 Perpres 70/2012 Perpres 4/2015 Pasal 89 ayat (4) Pasal 89 ayat (4) Pembayaran bulanan/termin untuk Pekerjaan Konstruksi. Pengadaan Barang/Jasa yang karena sifatnya dapat dilakukan pembayaran terlebih dahulu. b. c.

Matriks Perubahan Dari Perpres 54/2010 dan perubahan terhadap Perpres 4/2015 Perpres 54/2010 Sampai perubahan ke-3 Perpres 4/2015 Pasal 89 ayat (4a) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pembayaran sebagaimana dimaksud pada ayat (4) huruf b. MODERN DARK W OW PRESENTATION THEME 19 . termasuk bentuk jaminan diatur oleh Menteri Keuangan Tidak diatur Catatan ! Ketentuan ini merupakan ketentuan baru yang menegaskan bahwa tatacara pembayaran termasuk jaminan akan diatur lebih rinci oleh Menteri Keuangan.

Matriks Perubahan Dari Perpres 54/2010 dan perubahan terhadap Perpres 4/2015 Perpres 54/2010 Pasal 91 ayat (2) Yang dapat digolongkan sebagai Keadaan Kahar dalam Kontrak Pengadaan Barang/Jasa meliputi: a. bencana non alam. Hal ini dilakukan untuk menghindari pembatasan kondisi keadaan kahar. kebakaran. dan/atau f. maka kondisi tadi tidak dianggap keadaan kahar. Karena dalam kenyataannya banyak peristiwa yang menganggu penyelesaian pekerjaan yang sifatnya bukan kesalahan penyedia atau diluar kendali para pihak. Perpres 4/2015 Dihapus Catatan ! Ketentuan tentang jenis keadaan kahar dihapuskan. bencana sosial. b. pemogokan. bencana alam. yang secara prinsip harusnya dianggap sebagai keadaan kahar. d. c. 20 MODERN DARK W OW PRESENTATION THEME . e. gangguan industri lainnya sebagaimana dinyatakan melalui keputusan bersama Menteri Keuangan dan menteri teknis terkait. Namun karena tidak ada di Pasal 91 ayat (2).

1. dapat melampaui Tahun Anggaran. sehingga pemberian kesempatan ini dimungkinkan untuk dilakukan walaupun melampaui tahun anggaran. Sedangkan tatacara pengelolaan keuangannya akan diatur oleh Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri. MODERN DARK W OW PRESENTATION THEME 21 . dan huruf a.Matriks Perubahan Dari Perpres 54/2010 dan perubahan terhadap Perpres 4/2015 Perpres 54/2010 Sampai perubahan ke-3 Perpres 4/2015 Pasal 93 ayat (1a) Belum diatur Pemberian kesempatan kepada Penyedia Barang/Jasa menyelesaikan pekerjaan sampai dengan 50 (lima puluh) hari kalender.2.. sejak masa berakhirnya pelaksanaan pekerjaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a. Catatan ! Ketentuan ini merupakan ketentuan baru yang dimaksudkan untuk menegaskan bahwa pemberian kesempatan 50 hari kerja tidak terkait tahun anggaran.

Catatan ! Ini adalah salah satu ketentuan baru yang sangat penting untuk menangani masalah pemutusan kontrak sebelum pekerjaan selesai. Untuk menyelamatkan pekerjaan dan untuk memastikan pekerjaan selesai. Kelompok Kerja ULP dapat melakukan Penunjukan Langsung kepada pemenang cadangan berikutnya pada paket pekerjaan yang sama atau Penyedia Barang/Jasa yang mampu dan memenuhi syarat. maka harus diberikan kemudahan untuk menetapkan penyedia yang akan melanjutkan sisa pekerjaan yang tentu prosesnya tidak boleh lama. 22 MODERN DARK W OW PRESENTATION THEME .Matriks Perubahan Dari Perpres 54/2010 dan perubahan terhadap Perpres 4/2015 Perpres 54/2010 Sampai perubahan ke-3 Perpres 4/2015 Pasal 93 ayat (3) Belum diatur Dalam hal dilakukan pemutusan Kontrak secara sepihak oleh PPK karena kesalahan Penyedia Barang/Jasa sebagaimana dimaksud pada ayat (1). karena pekerjaan sisa harus segera dikerjakan dan penunjukan langsung adalah metode yang tepat yang bisa digunakan.

Matriks Perubahan
Dari Perpres 54/2010 dan perubahan terhadap Perpres 4/2015

Perpres 54/2010

Perpres 4/2015

Pasal 106 ayat (1)

Pasal 106 ayat (1)

Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dapat dilakukan
secara elektronik.

Pengadaan Barang/Jasa
secara elektronik.

Pemerintah

dilakukan

Catatan !
Perubahan ketentuan ini terkesan sederhana, tetapi maknanya sangat signifikan terhadap arah
kebijakan kita. Dengan menghilangkan kata dapat, maka pelelangan secara elektronik bukanlah
sebagai pilihan tetapi menjadi suatu keharusan. Selain itu ketentuan pengadaan nantinya akan
diarahkan untuk menunjang pelelangan secara elektronik, sejalan dengan makin ditinggalkannya
pelelangan manual. Artinya secara sederhana dapat dikatakan bahwa default nya proses
pelelangan adalah secara elektronik.

MODERN DARK
W OW PRESENTATION THEME

23

Matriks Perubahan
Dari Perpres 54/2010 dan perubahan terhadap Perpres 4/2015

Perpres 54/2010
Sampai perubahan ke-3

Perpres 4/2015
Pasal 108 ayat (3) dan ayat (4)

Belum diatur

3) K/L/D/I mempergunakan Sistem Pengadaan
Barang/Jasa Pemerintah Secara Elektronik yang
dikembangkan oleh LKPP.
4) Ketentuan lebih lanjut tentang Pengadaan
Barang/Jasa Pemerintah secara elektronik
ditetapkan oleh LKPP.

Catatan !
Ketentuan ini mengamanatkan bahwa sistem pengadaan elektronik yang digunakan oleh K/L/D/I
wajib menggunakan system yang dikembangkan oleh LKPP, dalam hal ini SPSE. Dengan
ketentuan ini maka K/L/D/I tidak diperkenankan menggunakan system yang dikembangkan
instansinya sendiri atau system lain diluar yang dikembangkan oleh LKPP. Ketentuan ini menjadi
sangat penting dalam upaya membuat single system untuk eProcurement Indonesia.

MODERN DARK
W OW PRESENTATION THEME

24

Matriks Perubahan
Dari Perpres 54/2010 dan perubahan terhadap Perpres 4/2015

Perpres 70/2012

Perpres 4/2015

Pasal 109 ayat (7)

Pasal 109 ayat (7)

Belum diatur

Dalam pelaksanaan E-Tendering dilakukan dengan
ketentuan sebagai berikut:
a. tidak diperlukan Jaminan Penawaran;
b. tidak diperlukan sanggahan kualifikasi;
c. apabila penawaran yang masuk kurang dari 3
(tiga) peserta, pemilihan penyedia dilanjutkan
dengan dilakukan negosiasi teknis dan
harga/biaya;
d. tidak diperlukan sanggahan banding;
e. Untuk pemilihan Penyedia Jasa Konsultansi
a) daftar pendek berjumlah 3 (tiga) sampai 5
(lima) penyedia Jasa Konsultansi;
b) seleksi sederhana dilakukan dengan metode
pascakualifikasi.

Catatan !
Ini adalah ketentuan yang revolusioner untuk
pengadaan barang/jasa pemerintah ke depan.
Ketentuan ini menggambarkan keinginan yang kuat
untuk menyederhanakan dan mempercepat proses
pengadaan. Hal ini juga dimungkinkan dengan
perkembangan teknologi informasi saat ini.
Dengan dibangunnya Vendor Management System,
maka tahapan kualifikasi menjadi sangat mudah atau
bahkan mungkin tidak perlu dilakukan oleh Pokja ULP.
Demikian pula dengan ketentuan dihapuskannya
ketentuan pelelangan gagal yang diakibatkan oleh
pemasukan penawaran kurang dari 3, memungkinkan
potensi pelelangan gagal berkurang.

MODERN DARK
W OW PRESENTATION THEME

25

Catatan ! Ketentuan ini hanya mempertegas bahwa pengembangan eTendering hanya akan ditetapkan oleh LKPP. MODERN DARK W OW PRESENTATION THEME 26 . sehingga K/L/D/I lain tidak memiliki kewenangan untuk menetapkan sistemnya sendiri.Matriks Perubahan Dari Perpres 54/2010 dan perubahan terhadap Perpres 4/2015 Perpres 70/2012 Perpres 4/2015 Pasal 109 ayat (8) Pasal 109 ayat (8) Belum diatur Ketentuan lebih lanjut mengenai E-Tendering ditetapkan oleh LKPP.

undangan. pemasukan penawaran harga. b. c. bahkan tidak diperlukan sanggahan dan sanggahan banding. administrasi. Belum diatur Catatan ! Ini adalah ketentuan revolusioner berikutnya. administrasi bahkan teknis. karena tidak akan lagi terjadi penawaran gugur karena aspek kualifikasi. serta tidak ada sanggahan dan sanggahan banding. Untuk sementara pelelangan ini hanya dapat diakukan SPSE v4. Sehingga kompetisi hanya terkait dengan masalah harga. MODERN DARK W OW PRESENTATION THEME 27 . pelelangan ini hanya dimungkinkan dilakukan untuk pengadaan barang/jasa yang secara teknis sudah standar. pengumuman pemenang. Namun demikian. sehingga semua penawaran seluruhnya dianggap lulus teknis.Matriks Perubahan Dari Perpres 54/2010 dan perubahan terhadap Perpres 4/2015 Perpres 54/2010 Sampai perubahan ke-3 Perpres 4/2015 Pasal 109A 1) Percepatan pelaksanaan E-Tendering dilakukan dengan memanfaatkan Informasi Kinerja Penyedia Barang/Jasa 2) Pelaksanaan E-Tendering sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan hanya memasukan penawaran harga untuk Pengadaan Barang/Jasa yang tidak memerlukan penilaian kualifikasi. 3) Tahapan E-Tendering sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling kurang terdiri atas: a. dan teknis. Metode pelelangan yang kemudian dikenal eTendering Cepat ini akan membuat pelelangan menjadi sangat sederhana.

LKPP melaksanakan Kontrak Payung dengan Penyedia Barang/Jasa untuk Barang/Jasa tertentu. 3) Dihapus 4) K/L/D/I wajib melakukan E-Purchasing terhadap Barang/Jasa yang sudah dimuat dalam sistem katalog elektronik sesuai dengan kebutuhan K/L/D/I. Ketentuan lainnya menyatakan bahwa e-Purchasing merupakan metode pemilihan yang wajib dilakukan oleh K/L/D/I.Matriks Perubahan Dari Perpres 54/2010 dan perubahan terhadap Perpres 4/2015 3) 4) Perpres 70/2012 Perpres 4/2015 Pasal 110 Pasal 110 Dalam rangka pengelolaan sistem katalog elektronik sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Kemudian pelaksananya bisa dilakukan oleh siapun yang diberi tugas tidak terbatas pada Pokja ULP atau Pejabat Pengadaan. K/L/D/I melakukan E-Purchasing terhadap barang/jasa yang sudah dimuat dalam sistem katalog elektronik. 6) Ketentuan lebih lanjut mengenai E-Purchasing ditetapkan oleh LKPP Catatan ! Ketentuan ini menghapus ketentuan mengenai kontrak payung yang dilakukan oleh LKPP dengan penyedia. 5) E-Purchasing dilaksanakan oleh Pejabat Pengadaan/ PPK atau pejabat yang ditetapkan oleh Pimpinan Instansi/Institusi. MODERN DARK W OW PRESENTATION THEME 28 .

pelayanan hukum sebagaimana dimaksud pada ayat (3) hanya diberikan hingga tahappenyelidikan.Matriks Perubahan Dari Perpres 54/2010 dan perubahan terhadap Perpres 4/2015 Perpres 54/2010 Sampai perubahan ke-3 Perpres 4/2015 Pasal 110 Belum diatur 3) Pimpinan K/L/D/I wajib memberikan pelayanan hukum kepada PA/KPA/PPK/ULP/Pejabat Pengadaan/PPHP /PPSPM/Bendahara/APIP dalam menghadapi permasalahan hukum dalam lingkup Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Di lain sisi sering tidak mendapatkan hak layanan hukum dan Instansinya. MODERN DARK W OW PRESENTATION THEME 29 . Catatan ! Ketentuan ini lahir dari banyaknya keluhan dari pengelola pengadaan yang sering mengalami masalah hukum dalam menjalankan tugasnya. padahal masalah tersebut timbul karena posisinya sebagai pelaksana pengadaan. 4) Khusus untuk tindak pidana dan pelanggaran persaingan usaha.

Matriks Perubahan Dari Perpres 54/2010 dan perubahan terhadap Perpres 4/2015 Perpres 54/2010 Sampai perubahan ke-3 Perpres 4/2015 Pasal 129 Belum diatur 6) Ketentuan Pengadaan Barang/Jasa di Desa diatur dengan peraturan Bupati/Walikota yang mengacu pada pedoman yang ditetapkan oleh LKPP. yang dalam Perka LKPP tentang Pengadaan Desa sudah diatur terlebih dahulu. Ayat (7) merupakan amanat agar pimpinan K/L/D/I mendorong konsolidasi MODERN DARK W OW PRESENTATION THEME 30 . Catatan ! Ketentuan ayat (6) menegaskan bahwa untuk pengadaan barang/jasa di Desa diatur oleh Bupati/Walikota. 7) Pimpinan K/L/D/I mendorong konsolidasi pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

2. MODERN DARK W OW PRESENTATION THEME 31 . Proses pemilihan Penyedia Barang/Jasa Pemerintah yang sedang dilaksanakan. Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. 3. tetap berlaku sampai dengan berakhirnya Perjanjian/Kontrak. dilanjutkan dengan tetap berpedoman pada ketentuan sebelum diubah berdasarkan Peraturan Presiden ini. Perjanjian/Kontrak yang ditandatangani sebelum berlakunya Peraturan Presiden ini.Ketentuan Peralihan 1.

IAPI MODERN DARK W OW PRESENTATION THEME 32 .SUWUN Sumber: • Perpres 54 2010 beserta perubahannya • Nandang Sutisna.

Penunjukan Langsung. Perubahan yang terjadi adalah dasar hukum pembentukan LKPP Peranan Pejabat Pengadaan saat ini lebih diperluas yaitu dapat melakukan penunjukan langsung hingga maksimal 200 Juta dan E-Purchasing. & PERATURAN PRESIDEN No.MATRIKS PERBEDAAN ANTARA PERATURAN PRESIDEN No. 54 TAHUN 2010. Pejabat Pengadaan Pejabat Pengadaan adalah personil yang ditunjuk untuk melaksanakan Pengadaan Langsung. dan E-Purchasing. 35 TAHUN 2011. PERPRES 35/2011. DAN PERPRES 70/2012 PERPRES 172/2014 DAN PERPRES 4/2015 KETERANGAN I. DEFINISI • 1. 172 TAHUN 2014 & N0. 4 TAHUN 2015 TENTANG PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH NO TOPIK PERPRES 54/2010. Ide’s 1 33 . No. Pejabat Pengadaan adalah personil yang ditunjuk untuk melaksanakan Pengadaan Langsung. 70 TAHUN 2012 Dengan PERATURAN PRESIDEN No. LKPP Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang selanjutnya disebut LKPP adalah lembaga Pemerintah yang bertugas mengembangkan dan merumuskan kebijakan Pengadaan Barang/Jasa sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Presiden Nomor 106 Tahun 2007 tentang Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang selanjutnya disebut LKPP adalah lembaga Pemerintah yang bertugas mengembangkan dan merumuskan kebijakan Pengadaan Barang/Jasa sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Presiden Nomor 106 Tahun 2007 tentang Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah sebagaimana diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 157 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 106 Tahun 2007 tentang Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah 2.

PPh Pasal 25/Pasal 29 dan PPN (bagi Pengusaha Kena Pajak) paling kurang 3 (tiga) bulan terakhir dalam tahun berjalan.000. ORGANISASI PENGADAAN • 3.00 (lima puluh juta rupiah) 4.000.00 (dua ratus juta rupiah). • Persyaratan Pajak untuk Metode Pengadaan Langsung Belum Diatur Persyaratan pemenuhan kewajiban perpajakan tahun terakhir.00 (lima puluh juta rupiah) Pengadaan Langsung atau Penunjukan Langsung untuk paket Pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya yang bernilai paling tinggi Rp200. dikecualikan untuk Pengadaan Langsung dengan menggunakan bukti pembelian atau kuitansi Pengadaan langsung yang menggunakan bukti pembelian atau kuitansi cukup mempersyaratkan kepemilikan NPWP Ide’s 2 34 .000. Tugas Pokok dan Kewenangan Pejabat Pengadaan Pengadaan Langsung untuk paket Pengadaan Barang/ Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya yang bernilai paling tinggi Rp200.000. PPh Pasal 23 (bila ada transaksi). PERPRES 35/2011. dan/atau Pengadaan Langsung atau Penunjukan Langsung untuk paket Pengadaan Jasa Konsultansi yang bernilai paling tinggi Rp50. maka kerumitan evaluasi kualifikasi dan benturan dengan peraturan perpajakan dapat dihindari 6. Persyaratan Pajak Untuk Penyedia sebagai wajib pajak sudah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan telah memenuhi kewajiban perpajakan tahun terakhir (PPTK Tahunan) serta memiliki laporan bulanan PPh Pasal 21.00 (dua ratus juta rupiah) dan/atau Pengadaan Langsung untuk paket Pengadaan Jasa Konsultansi yang bernilai Paling tinggi Rp50. DAN PERPRES 70/2012 PERPRES 172/2014 DAN PERPRES 4/2015 KETERANGAN II.000.000. Persyaratan Sertifikat untuk Kepala ULP Pengecualian persyaratan kepemilikan sertifkat hanya berlaku dalam hal Kepala ULP tidak merangkap anggota Kelompok Kerja ULP Pengecualian persyaratan kepemilikan sertifkat hanya berlaku dalam hal Kepala ULP tidak merangkap anggota Kelompok Kerja ULP/Pejabat Pengadaan 5.000.000. memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan telah memenuhi kewajiban perpajakan tahun terakhir Dengan menghilangkan persyaratan pajak 3 bulan terakhir.NO TOPIK PERPRES 54/2010.

000.000. PA pada Pemerintah Daerah mengumumkan Rencana Umum Pengadaan Barang/Jasa secara terbuka kepada masyarakat luas.000. Langsung Ditambahkan: Pekerjaan Pengadaan dan penyaluran benih unggul yang meliputi benih padi. Pengadaan Langsung Jasa Konsultansi Pengadaan Langsung dapat dilakukan terhadap Pengadaan Jasa Konsultansi yang memiliki karakteristik sebagai berikut: a. METODE PEMILIHAN Penunjukan 8. merupakan kebutuhan operasional K/L/D/I.00 (lima puluh juta rupiah) • Pengadaan Langsung dapat dilakukan terhadap Pengadaan Jasa Konsultansi yang bernilai paling tinggi Rp50. melainkan cukup persetujuan Raperda APBD IV. jagung. NPA. setelah rancangan peraturan daerah tentang APBD yang merupakan rencana keuangan tahunan Pemerintah Daerah disetujui bersama oleh Pemerintah Daerah dan DPRD Pengumuman RUP tidak lagi menunggu persetujuan APBD. dan ZA kepada petani dalam rangka menjamin ketersediaan benih dan pupuk secara tepat dan cepat untuk pelaksanaan peningkatan ketahanan pangan • Penambahan ini dilakukan pada Perpres 172 Tahun 2014 yang bertujuan untuk mendukung program pemerintah mencapai kedaulatan pangan. bernilai paling tinggi Rp50. PERPRES 35/2011. Ide’s 3 35 .00 (lima puluh juta rupiah) Ketentuan kebutuhan operasional dihapus karena dapat berarti pengadaan langsung jasa konsultansi dapat dilakukan berapapun nilainya selama memenuhi ketentuan operasional.000. dan kedelai.NO TOPIK PERPRES 54/2010. • Pengumuman RUP PA pada Pemerintah Daerah mengumumkan Rencana Umum Pengadaan Barang/Jasa secara terbuka kepada masyarakat luas. dan/atau b. RENCANA UMUM PENGADAAN 7. 9. serta pupuk yang meliputi Urea. setelah APBD yang merupakan rencana keuangan tahunan Pemerintah Daerah dibahas dan disetujui bersama oleh Pemerintah Daerah dan DPRD. DAN PERPRES 70/2012 PERPRES 172/2014 DAN PERPRES 4/2015 KETERANGAN III.

PENANDATANGANAN KONTRAK Ide’s 4 36 . dan e. atau c. atau Sayembara. surat pesanan Surat pesanan diperuntukkan khusus untuk pengadaan yang dilaksanakan secara E-Purchasing dan pembelian secara online VI. Kontes. Penunjukan dikuasai oleh Pengguna Langsung Untuk Penanganan Darurat. Juga apabila proses pemilihan menggunakan e-purchasing. Penggunaan jaminan lebih dipertegas pada metode pemilihan dan bukan sekedar berdasarkan nilai paket lagi. Pengumuman pemilihan yang mendahului RUP dapat dilakukan untuk:  pengadaan Barang/Jasa yang membutuhkan waktu perencanaan dan persiapan pelaksanaan pengadaan Barang/Jasa yang lama. Surat Perintah Kerja (SPK). DAN PERPRES 70/2012 PERPRES 172/2014 DAN PERPRES 4/2015 KETERANGAN V. Pengadaan Jasa Lainnya. PENGUMUMAN PEMILIHAN PENYEDIA 12. • • Waktu Pengumuman Pemilihan Pengumuman pemilihan penyedia dilakukan setelah penetapan APBD untuk anggaran APBD dan setelah persetujuan RKA untuk APBN Pengumuman Pemilihan penyedia dilakukan setelah RUP diumumkan atau untuk pengadaan barang/jasa tertentu dapat dilakukan sebelum RUP diumumkan Pengumuman pemilihan penyedia saat ini didasarkan kepada RUP dan bukan kepada anggaran lagi. JAMINAN PELAKSANAAN 11. dan d.000.Barang/Pekerjaan (dua ratus juta rupiah). Surat Perintah Kerja (SPK). TANDA BUKTI PERJANJIAN 10. dimana aset Penyedia sudah dikuasai oleh Pengguna.000. Pengadaan Barang/Jasa dalam Katalog Elektronik melalui E-Purchasing. bukti pembelian. • Penggunaan Jaminan Pelaksanaan Jaminan Pelaksanaan dapat Jaminan Pelaksanaan tidak diminta PPK kepada Penyedia diperlukan dalam hal: Jasa Lainnya untuk Kontrak a. b. Pengadaan bernilai diatas Rp 200. c. kuitansi. PERPRES 35/2011. d. b. kuitansi. dan/atau  pekerjaan rutin yang harus dipenuhi di awal tahun anggaran dan tidak boleh berhenti. kecuali Konstruksi/Jasa Lainnya untuk Pengadaan Jasa Lainnya yang dilaksanakan dengan dimana aset Penyedia sudah metode Pengadaan Langsung. • Tanda Bukti Perjanjian Tanda bukti perjanjian terdiri atas: a. VIII.NO TOPIK PERPRES 54/2010. b.  pekerjaan kompleks. maka tidak diperlukan jaminan pelaksanaan VII. c. bukti pembelian. surat perjanjian. surat perjanjian Tanda bukti perjanjian terdiri atas: a.

PEMBAYARAN PRESTASI PEKERJAAN 15. Pembayaran untuk pekerjaan konstruksi. Batas waktu penyerahan jaminan pelaksanaan dihapuskan Lebih dipertegas bahwa pembayaran berdasarkan prestasi yang diterima IX. dilakukan senilai pekerjaan yang telah terpasang Ide’s 5 37 . Pembayaran Pekerjaan Konstruksi Pembayaran bulanan/termin untuk Pekerjaan Konstruksi. termasuk peralatan dan/atau bahan yang menjadi bagian dari hasil pekerjaan yang akan diserahterimakan. serta pajak Pembayaran prestasi pekerjaan diberikan kepada Penyedia Barang/Jasa senilai prestasi pekerjaan yang diterima setelah dikurangi angsuran pengembalian Uang Muka dan denda apabila ada. proses pemilihan Penyedia Barang/Jasa dilanjutkan ke tahap penandatanganan kontrak setelah dilakukan revisi DIPA/DPA atau proses pemilihan Penyedia Barang/Jasa dibatalkan 14. Waktu Pembayaran Pembayaran prestasi kerja diberikan kepada Penyedia Barang/Jasa setelah dikurangi angsuran pengembalian Uang Muka dan denda apabila ada. dilakukan senilai pekerjaan yang telah terpasang. 16. Kontrak dan Jaminan Pelaksanaan Para pihak menandatangani Kontrak setelah Penyedia Barang/ Jasa menyerahkan Jaminan Pelaksanaan paling lambat 14 (empat belas) hari kerja terhitung sejak diterbitkannya SPPBJ Para pihak menandatangani Kontrak setelah Penyedia Barang/Jasa menyerahkan Jaminan Pelaksanaan. sesuai dengan ketentuan yang terdapat dalam Kontrak.PERPRES 54/2010. Kontrak dan Penetapan Anggaran Penandatanganan Kontrak Pengadaan Barang/Jasa dilakukan setelah DIPA/DPA ditetapkan. serta pajak. DAN PERPRES 70/2012 PERPRES 172/2014 DAN PERPRES 4/2015 NO TOPIK KETERANGAN 13. PERPRES 35/2011. Dalam hal proses pemilihan Penyedia Barang/Jasa dilaksanakan mendahului pengesahan DIPA/DPA dan alokasi anggaran dalam DIPA/DPA tidak disetujui atau ditetapkan kurang dari nilai Pengadaan Barang/Jasa yang diadakan.

Contoh Keadaan Kahar dalam Kontrak Pengadaan Barang/Jasa antara lain namun tidak terbatas pada: a.NO 17. Pembayaran peralatan dan/atau bahan yang menjadi bagian dari hasil pekerjaan yang akan diserahterimakan. sebelum Barang/Jasa diterima setelah Penyedia Barang/Jasa menyampaikan jaminan atas pembayaran yang akan dilakukan.    TOPIK Pembayaran Sebelum Prestasi PERPRES 54/2010. e. X. Pemogokan e. d. pemogokan. tidak termasuk biaya pemasangan dan biaya uji fungsi. jasa asuransi dan/atau pengambil alih risiko. c. antara lain namun tidak terbatas pada sewa menyewa. belanja online. b. gangguan industri lainnya sebagaimana dinyatakan melalui keputusan bersama Menteri Keuangan dan menteri teknis terkait. dibayar senilai peralatan dan/atau bahan tersebut. KEADAAN KAHAR 18. Kebakaran. Pengertian keadaan kahar yang dulunya ada pada Pasal 91 Ayat (2) dihapus Kategori keadaan kahar lebih diperluas dan disesuaikan dengan ketentuan yang tercantum dalam kontrak. f. DAN PERPRES 70/2012 Belum Diatur PERPRES 172/2014 DAN PERPRES 4/2015 KETERANGAN Pembayaran dapat dilakukan sebelum prestasi pekerjaan diterima/terpasang untuk: a. Penyelesaian pekerjaan pemasangan dan uji fungsi peralatan dan/atau bahan dilakukan dalam Tahun Anggaran berjalan. kontrak penyelenggaraan beasiswa. Peralatan dan/atau bahan yang menjadi bagian dari hasil pekerjaan yang akan diserahterimakan namun belum terpasang. b. dan/atau f. Bencana Sosial d. Pemberian Uang Muka kepada Penyedia Barang/Jasa dengan pemberian Jaminan Uang Muka. gangguan industry lainnya sebagaimana dinyatakan melalui keputusan bersama Menteri Keuangan dan menteri teknis terkait. PERPRES 35/2011. • Kategori Keadaan Kahar Yang dapat digolongkan sebagai Keadaan Kahar dalam Kontrak Pengadaan Barang/Jasa meliputi: a. Ide’s 6 38 . b. Pengadaan Barang/Jasa yang karena sifatnya dapat dilakukan pembayaran terlebih dahulu. c. Contoh kegiatan yang karena sifatnya harus dilakukan pembayaran terlebih dahulu. bencana alam. bencana sosial. bencana non alam. kebakaran. namun belum terpasang. Bencana Non Alam c. Bencana Alam. atau jasa penasehat hukum.

Ide’s 7 39 . • Penggunaan SPSE Belum diatur K/L/D/I mempergunakan Sistem Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Secara Elektronik yang dikembangkan oleh LKPP. Ketentuan ini mengikuti Peraturan Menteri Keuangan dan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum yang sudah menetapkan hal ini sebelumnya. dapat melampaui Tahun Anggaran. PEMUTUSAN KONTRAK 19. • Ruang lingkup pengadaan secara elektronik ini adalah E-Tendering dan E-Purchasing. PERPRES 35/2011. Ketentuan ini memberikan kepastian terhadap pelaksanaan pekerjaan. pengadaan langsung. Hal ini berarti penunjukan langsung. • Belum diatur dengan jelas Pemberian kesempatan kepada Penyedia Barang/Jasa menyelesaikan pekerjaan sampai dengan 50 (lima puluh) hari kalender. maka pengadaan barang/jasa pemerintah wajib dilaksanakan secara elektronik dimulai saat Perpres No. sejak masa berakhirnya pelaksanaan pekerjaan. XII. 4 Tahun 2015 berlaku. Kelompok Kerja ULP dapat melakukan Penunjukan Langsung kepada pemenang cadangan berikutnya pada paket pekerjaan yang sama atau Penyedia Barang/Jasa yang mampu dan memenuhi syarat. DAN PERPRES 70/2012 PERPRES 172/2014 DAN PERPRES 4/2015 KETERANGAN XI.NO TOPIK PERPRES 54/2010. Berdasarkan ketentuan yang tertuang pada Pasal 108 Ayat (3) dan (4). maka SPSE yang digunakan adalah SPSE yang dikembangkan oleh LKPP. • Ketentuan 50 Hari dan Tahun Anggaran Tindak Lanjut Pemutusan Kontrak Belum diatur dengan jelas Dalam hal dilakukan pemutusan Kontrak secara sepihak oleh PPK karena kesalahan Penyedia Barang/Jasa. PENGADAAN SECARA ELEKTRONIK 21. dan sayembara dilaksanakan secara non elektronik 22. dimana apabila terjadi pemutusan kontrak. Kewajiban PBJ Secara Elektronik Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dapat dilakukan secara elektronik Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dilakukan secara elektronik Menghilangkan kata “dapat” pada Pasal 106 ayat 1 • Berdasarkan ketentuan ini. maka tahapan pengadaan kembali diulang melalui metode pemilihan penyedia dalam bentuk penunjukan langsung oleh Pokja ULP. kontes. 20. K/L/D/I tidak boleh menggunakan aplikasi lain untuk pengadaan secara elektronik.

Demikian juga barang/jasa yang akan diadakah sudah bersifat jelas dan tegas sehingga tidak diperlukan evaluasi administrasi dan teknis. 2. DAN PERPRES 70/2012 Belum diatur dengan jelas PERPRES 172/2014 DAN PERPRES 4/2015 KETERANGAN Dalam pelaksanaan ETendering dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: a. serta tidak ada sanggahan dan sanggahan banding. e. 24. pemasukan penawaran harga. maka waktu pelaksanaan pemilihan penyedia dapat jauh lebih singkat Ide’s 8 40 . Percepatan Pelaksanaan E. undangan. pengumuman pemenang. Percepatan pelaksanaan ETendering dilakukan dengan memanfaatkan Informasi Kinerja Penyedia Barang/Jasa. PERPRES 35/2011. Sehubungan dengan hal ini. untuk pemilihan Penyedia Jasa Konsultansi: 1) daftar pendek berjumlah 3 (tiga) sampai 5 (lima) penyedia Jasa konsultansi. tidak diperlukan sanggahan banding.Tendering PERPRES 54/2010. Tahapan E-Tendering sebagaimana dimaksud paling kurang terdiri atas: a. tidak diperlukan Jaminan Penawaran. c. administrasi. TOPIK Ketentuan E. Pemilihan penyedia dilaksanakan terhadap data penyedia yang sudah terdapat pada sistem sehingga tidak diperlukan evaluasi kualifikasi lagi. 2) seleksi sederhana dilakukan dengan metode pascakualifikasi. 3.Tendering Belum diatur 1. b. pemilihan penyedia dilanjutkan dengan dilakukan negosiasi teknis dan harga/biaya. b. c. dan teknis. Persaingan hanya terjadi pada sisi harga. tidak diperlukan sanggahan kualifikasi. apabila penawaran yang masuk kurang dari 3 (tiga) peserta. Pelaksanaan E-Tendering dilakukan dengan hanya memasukan penawaran harga untuk Pengadaan Barang/Jasa yang tidak memerlukan penilaian kualifikasi. d. • Percepatan pelaksanaan e-Tendering baru diperkenalkan pada Perpres Nomor 4 Tahun 2015 dan mempergunakan informasi kinerja penyedia (Vendor Management System).NO 23.

Dihapus 26. Kontrak Payung pada E-Katalog Dalam rangka pengelolaan sistem katalog elektronik sebagaimana dimaksud pada ayat (1). PELAYANAN HUKUM TERHADAP PENGELOLA PENGADAAN • 28.Purchasing Belum diatur K/L/D/I wajib melakukan EPurchasing terhadap Barang/Jasa yang sudah dimuat dalam sistem katalog elektronik sesuai dengan kebutuhan K/L/D/I. 29. 27. Pelaksana E. Ruang Lingkup Belum diatur Pelayanan hukum hanya diberikan hingga tahap penyelidikan untuk tindak pidana dan pelanggaran persaingan usaha Ketentuan ini bertujuan untuk memberikan perlindungan hukum kepada pengelola pengadaan sehingga dapat melaksanakan tugasnya secara baik dan tenang.PERPRES 54/2010. LKPP melaksanakan Kontrak Payung dengan Penyedia Barang/Jasa untuk Barang/Jasa tertentu. Kewajiban Menggunakan E. Juga untuk memastikan bahwa K/L/D/I tetap bertanggung jawab dalam proses pengadaan barang/jasa Ide’s 9 41 . PERPRES 35/2011. KETERANGAN XIII. Kewajiban Pelayanan Hukum Belum diatur Pimpinan K/L/D/I wajib memberikan pelayanan hukum kepada PA/KPA/PPK/ULP/ Pejabat Pengadaan/ PPHP/ PPSPM/Benda hara/APIP dalam menghadapi permasalahan hukum dalam lingkup Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.Purchasing Belum diatur E-Purchasing dilaksanakan oleh Pejabat Pengadaan/PPK atau pejabat yang ditetapkan oleh Pimpinan Instansi/Institusi. DAN PERPRES 70/2012 PERPRES 172/2014 DAN PERPRES 4/2015 NO TOPIK 25.

Hal ini karena sumber anggaran PBJ Desa adalah APBDes yang tidak termasuk ruang lingkup Pasal 2 Perpres No. KETENTUAN LAIN 30. maka pelaksanaan pengadaan didorong dilaksanakan secara terkonsolidasi sehingga tidak lagi banyak dilaksanakan secara pengadaan langsung dan dapat mendorong pelaksanaan pengadaan yang lebih efektif dan efisien. 54 Tahun 2010 dan Perubahannya. Ide’s 10 42 . Saat ini pelaksanaan pengadaan di K/L/D/I terkotak-kotak berdasarkan kegiatan dan anggaran. setiap Kepala Daerah wajib membuat aturan PBJ pada Desa di Wilayahnya namun tetap mengacu kepada pedoman yang ditetapkan oleh LKPP 31. Dengan munculnya aturan ini.NO TOPIK PERPRES 54/2010. Oleh sebab itu. maka Desa memiliki pengaturan pengadaan barang/jasa sendiri serta tidak tunduk kepada Perpres No. • Belum diatur Ketentuan Pengadaan Barang/Jasa di Desa diatur dengan peraturan Bupati/Walikota yang mengacu pada pedoman yang ditetapkan oleh LKPP. DAN PERPRES 70/2012 PERPRES 172/2014 DAN PERPRES 4/2015 KETERANGAN XIV. PERPRES 35/2011. 54 Tahun 2010 dan Perubahannya. • Pengadaan Barang/Jasa di Desa Konsolidasi Pengadaan Belum diatur Pimpinan K/L/D/I mendorong konsolidasi pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Menindaklanjuti UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

TUS@2015 PANITIA 43 Management Training SPSE Versi 4 .

Admin AGENCY POKJA AUDITOR PPK PPHP Admin RUP PP VERIFIKATOR HELPDESK PENYEDIA SATKER HIRARKI PEMBENTUKAN USER SPSE 3.6 Management Training SPSE 3.6 44 TRAINER LPSE .

4 Tahun 2015 Tentang Perubahan ke-4 Perubahan Perpres no 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang/jasa Pasal 109 ayat 7 huruf C Bila penawaran yang masuk kurang dari 3 peserta pemilihan penyedia dilanjutkan dengan negosiasi teknis dan harga biaya Management Training SPSE 3.DASAR HUKUM PEPRES No.6 45 .

No Tahapan SPSE 3. tidak diperlukan sanggahan kualifikasi.6 46 . Management Training SPSE 3. masuk kurang dari 3 (tiga) maka di lelang ulang peserta.6 tidak diperlukan Jaminan Penawaran. apabila penawaran yang masuk apabila penawaran yang kurang dari 3 (tiga) peserta. pemilihan penyedia dilanjutkan dengan dilakukan negosiasi teknis dan harga/biaya. Jaminan Penawaran Memerlukan jaminan penawaran 2. Sanggah Kualifikasi Memerlukan sanggahan kualifikasi 3 Pengiriman Penawaran SPSE 3.5 1.

6 4. 2) seleksi sederhana dilakukan dengan metode pascakualifikasi.6 47 .No Tahapan SPSE 3. 2) seleksi sederhana dilakukan dengan metode prakualifikasi untuk pemilihan Penyedia Jasa Konsultansi: 1) daftar pendek berjumlah 3 (tiga) sampai 5 (lima) penyedia Jasa Konsultansi.5 SPSE 3. Management Training SPSE 3. Pemilihan Penyedia untuk pemilihan Penyedia Jasa Konsultansi: 1) daftar pendek berjumlah 5 sampai 7 penyedia Jasa Konsultansi. Sanggah Banding Memerlukan sanggah banding tidak diperlukan sanggah banding 5.

6 48 .PPK Panitia Penyedia Mulai Buat Paket SPSE VERSI 3.6 Buat Lelang Lelang Diumumkan Melihat Pengumuman dan Mendaftar Lelang Download Dokumen Lelang Aanwijzing Aanwijzing Upload Dokumen Penawaran A Management Training SPSE 3.

Penawaran Evaluasi Penetapan Pemenang Pengumuman Pemenang Input SPPBJ Menjawab Sanggahan Input Kontrak Selesai 49 Sanggahan .PPK Panitia Penyedia A SPSE VERSI 3.6 Pembukaan Dok.

Halaman SPSE 3.6 Management Training SPSE 3.6 50 .

51 .

Management Training SPSE 3.6 52 .

6 53 .go.TUS@2014 Terima Kasih email : trainingspse4@lkpp.id Telp : (021) 2993 5577 Management Training SPSE 3.

TUS@2015 54 Management Training SPSE Versi 4 .

SPSE 2006 • Inisiasi dengan Kepres 80/2003 • Centralized Pilot Project di Bappenas 2008 • Uji Coba 5 LPSE • Decentralized 2010 / 2012 • Perpres 54/2010 • Perpres 70/2012 2014 • Pengembangan Teknologi • Kemudahan Penggunaan 55 .

EVOLUSI 201 4 200 8 V4 V2 V3 56 .

57 ARSITEKTUR .

58 .

Resumable upload & download ..Enkripsi & dekripsi terintegrasi 59 .Pengembangan & perbaikan lebih cepat .Kinerja aplikasi meningkat .

Admin AGENCY POKJA AUDITOR PPK PPHP Admin RUP PP PENYEDIA SATKER HIRARKI PEMBENTUKAN USER Management Training Pengenalan SPSE Versi 4 VERIFIKATOR 60 HELPDESK TRAINER LPSE .

2. 3 .5 SPSE Ver. 4.penawaran dikirim dengan mengisi form atau upload dokumen melalui Apendo Management Training SPSE Versi 4 61 .Proses enkripsi dilakukan oleh sistem .4 . Tahapan Pembuatan Paket Pemasukan dokumen penawaran SPSE Ver.No 1.0 Belum terasosiasi dengan eRUP Sudah Terasosiasi dengan e-RUP Dokumen Lelang dibuat manual dan di upload pada SPSE Dokumen Lelang dibuat secara elektronik melalui aplikasi SPSE Syarat penawaran belum tersedia pada aplikasi Syarat penawaran sudah tersedia (terperinci) pada aplikasi -Menggunakan APENDO Ver. 3.Penyedia masih melakukan proses enkripsi -Menggunakan APENDO Ver.

3.3 2.5 SPSE Ver. Pembukaan Dokumen Penawaran 1. Proses Evaluasi 1.0 3. Panitia melakukan proses dekripsi file penawaran. Management Training Pengenalan SPSE Versi 4 62 . Aplikasi SPSE belum menginformasikan secara terperinci hasil evaluasi. proses dekripsi file penawaran dilakukan oleh sistem. Panitia melakukan input harga secara manual 1. Harga penawaran peserta akan tampil otomatis di aplikasi. Aplikasi SPSE sudah menginformasikan secara terperinci hasil evaluasi. Menggunakan APENDO ver. 3. Evaluasi kualifikasi belum menggunakan Vendor Management System 2. Evaluasi kualifikasi sudah menggunakan Vendor Management System (segera diintegrasikan). Pada proses evaluasi harga masih dilakukan koreksi aritmatik secara manual. 3. 4. 2. 4. 1.4 2.No Tahapan SPSE Ver. Menggunakan APENDO ver. 3. koreksi aritmatik dilakukan secara otomatis oleh aplikasi. 3. Pada proses evaluasi harga.

Generate dokumen kontrak b. Pembuatan dan manajemen pelaksanaan kontrak dapat dilakukan dengan menggunakan e-Kontrak 2. Berita Acara dan SPPBJ masih dibuat oleh panitia secara manual dan diupload pada aplikasi 1. 4.0 7. Pelaksanaan kontrak belum dapat didokumentasikan melalui aplikasi 1. Dokumentasi pelaksanaan kontrak c. Berita Acara digenerate melalui aplikasi Management Training Pengenalan SPSE Versi 4 63 .5 SPSE Ver. Kontrak dan Pelaksanaan Kontrak 1. Berita Acara dan SPPBJ dibuat (digenerate) melalui aplikasi 8. Berita Acara dan SPPBJ 1. Kontrak belum dapat digenerate melalui aplikasi 2. 3.No Tahapan SPSE Ver. Aplikasi e-Kontrak: a.

PROSES LELANG V4 PPK Panitia Penyedia Mulai Buat Paket Pilih RUP Buat Lelang & e-SDP Lelang Diumumkan Melihat Pengumuman dan Mendaftar Lelang Download Dokumen Lelang Penjelasan Dokumen Aanwijzing Upload Dokumen Penawaran A Management Training Pengenalan SPSE Versi 4 64 .

PROSES LELANG V4 PPK Panitia Penyedia A Pembukaan Dok. Penawaran APENDO 4 Evaluasi Penetapan Pemenang Pengumuman Pemenang Generate SPPBJ & BA Menjawab Sanggahan Generate Dok Kontrak Selesai Management Training Pengenalan SPSE Versi 4 65 Sanggahan .

Management Training SPSE Versi 4 66 .

Management Training SPSE Versi 4 67 .

TUS@2015 Terima Kasih email : helpdesk-lpse@lkpp.id Telp : (021) 2993 5577 Management Training Pengenalan SPSE Versi 4 68 .go.

8. Kaji Ulang Rencana Umum Pengadaan (RUP) dengan Unit Layanan Pengadaan (Kebijakan Umum dan Penganggaran) 5.Dokumen Perencanaan (RAB Gambar) . PA/KPA menetapkan PPK (PA dapat bertindak Sebagai PPK atau PA mengangkat KPA.Lampiran BAGAN ALUR MEKANISME PROSES PENGADAAN BARANG/JASA SECARA ELEKTRONIK URAIAN 1. SKPD PA/KPA PPK KEPALA Menetapkan Rencana Umum Pengadaan ULP SEKRETARIAT Peraturan Kepala Unit Layanan Pengaadaan Kota Batu Nomor : Tahun 2015 Tanggal : Februari 2015 POKJA LPSE PENYEDIA BARANG/JASA ESTIMASI WAKTU 30 hari Mengkoordinasi Rencana UmumPengadaan Pengumuman Pengumuman Rencana Umum Rencana Umum Pengadaan Pengadaan Menetapkan PPK & SK PPK Paket Pengadaan / Pekerjaann 10 Hari Setelah diterima ULP Kaji Ulang Rencana Umum Pengadaan RUP Menerima Usulan Pengadaan.Rancangan Kontrak 69 Pengadaan Ya Pendistribusian Dokumen Usulan Pengadaan Menginventerisir rencana pelaksanaan pengadaan dan membuat jadwal Mempelajari Dokumen Usulan Pengadaan A 3 hari . PPK menyusun dan menyerahkan paket Pengadaan/Paket Pekerjaan kepada kepala ULP 6. 7. PA/KPA menetapkan Rencana Umum Pengadaan Paket Pengadaan 2. PA/KPA mengumumkan Rencana Umum Pengadaan lewat LPSE di Website Pemerintah Daerah dan Portal Pengadaan Nasional serta Papan pengumuman resmi untuk masyarakat 3. Kepala ULP menerima usulan dari SKPD yang Kemudian diteruskan pada Sekretariat untuk dibuatkan Dokumen Usulan Sekretariat meneliti Dokumen yang kemudian Diteruskan dan didistribusikan pada pokja Sekretariat menginventarisir dan menjadwal paket pekerjaan dari usulan SKPD dan Mengundang SKPD dan Pokja untuk rapat Koordinasi. dan KPA bertindak sebagai PPK) 4. terdiri dari: Tidak 15 menit pemeriksaan kelengkapan dokumen Dokumen Usulan - SK PPK BA Kaji Ulang RUP DPA KAK HPS BOQ (bill of Quantity) .Spesifikasi Barang/Spesifikasi Teknis .

Sekretariat menginventarisir paket Pekerjaan yang akan dilelang. 14. 100 M (Barang/Konstrusi/Jasa Lainnya) dan Rp.URAIAN SKPD PA/KPA PPK KEPALA ULP SEKRETARIAT POKJA LPSE PENYEDIA BARANG/JASA ESTIMASI WAKTU A 9. PPK menetapkan dokumen rencana pelaksanaan pengadaan 2 Hari Rapat Koordinasi 2 hari Surat Penetapan Rencana Pelaksanaan Pengadaan 11. 10 M (Konsultansi) 70 Menyesuaikan Paket Pekerjaan Sesuai Perpes no 4 Tahun 2015 E-Tendering Minimal 12 HariKerja E-Tendering Cepat dgn SIKAP Minimal 3 Hari Kerja 2 hari 1 hari C . Kepala ULP menyampaikan Usulan Penetapan Pemenang kepada PA dengan tembusan kepada PPK Proses Lelang Pengantar Usulan Penetapan Pemenang Menetapkan Calon Pemenang (konst/Barang/Jasa lainnya ≤ 100 M dan Jasa Konsultansi ≤ 10 M) dengan membuat BAHP/BAHS B 15. Pokja mengumumkan pengadaan di Portal Pengadaan Nasional Melalui LPSE / Papan pengumuman resmi Untuk masyarakat. Pokja membuat Dokumen Pengadaan. serta Set jadwal Dokumen Pengadaan 12. 4 hari inventaris 13. rincian penawaran. persyaratan. regristrasi. PPK dan Pokja melakukan pengkajian Ulang Usulan paket Pengadaan/Paket Pekerjaan Rapat Koordinasi 10. Pokja membuat Surat Penetapan Pemenang Berdasarkan BAHP/BAHS untuk nilai sampai Dengan Rp.

URAIAN SKPD PA/KPA PPK KEPALA ULP SEKRETARIAT POKJA LPSE PENYEDIA BARANG/JASA ESTIMASI WAKTU B 16. Apabila tidak setuju. Jika terdapat sanggahan. Pokja berkoordinasi dengan Koordinator sanggah dan Kepala ULP dalam menjawab Sanggahan tersebut 19. 17. PA membuat Surat Penetapan Pemenang Berdasarkan BAHP/BAHS untuk nilai sampai Rp. 10 M (konsultansi). 100 M (Barang/Konstrusi/Jasa lainnya) atau Rp. Pokja mengumumkan pemenang Pelelangan di website Pemerintah Daerah dan Porta Pengadaan Nasional serta papan pengumuman resmi untuk masyarakat Menetapkan Calon Pemenang (konst/Barang/Jasa lainnya > 100 M dan Jasa Konsultansi > 10 M) 2 hari Setuju Evaluasi Ulang / Tidak Setuju Lelang Gagal Pengumuman Pemenang 18. Pokja menyampaikan BAHP/BAHS kepada Kepala ULP untuk diteruskan kepada PPK Sebagai dasar menerbitkan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) C Menjawab sanggahan Pengantar BAHP/BAHS D 71 Mengakses pengumuman pemenang Sanggah 1 hari 3-5 hari E-Tendering Cepat dgn SIKAPtidak diperlukan sanggah Tidak diperlukan sanggahan kualifikasi Tidak diperlukan sanggahan banding . PA memerintahkan evaluasi ulang atau Menyatakan pelelangan GAGAL.

Jika PPK tidak bersedia menerbitkan SPPBJ. Karena tidak sependapat atas penetapan Pemenang oleh ULP.URAIAN SKPD PA/KPA 22. M. SANYOTO WIDAYAT. PPK membuat Kontrak dengan Pemenang Penyedia Barang/Jasa KEPALA PPK tidak bersedia menerbitkan SPPBJ 20. PA/KPA sependapat dengan PPK. PPK ULP SEKRETARIAT POKJA LPSE PENYEDIA BARANG/JASA ESTIMASI WAKTU D PA/KPA sependapat dengan PPK Pelelangan Gagal PA/KPA sependapat dengan ULP Menerbitkan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa Lelang Sederhana 4 Hari Kerja Lelang Umum 6 Hari Kerja Membuat Kontrak selesa KEPALA UNIT LAYANAN PENGADAAN KOTA BATU Drs.AP Pembina Tk I NIP. 21. maka PA/KPA memutuskan penetapan pemenang Oleh ULP bersifat final 23. 19660717 198603 1 006 72 . PA/KPA sependapat dengan ULP. PPK menerbitkan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) 24. maka diberitahukan Kepada PA/KPA untuk diputuskan. dilakukan Evaluasi ulang atau pelelangan/seleksi Dinyatakan GAGAL.