You are on page 1of 5

No. 04/01/31/Th.

XIV, 2 Januari 2012

TINGKAT KEMISKINAN DI DKI JAKARTA
SEPTEMBER 2011
RINGKASAN
ƒ

Jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada di bawah Garis Kemiskinan) di
DKI Jakarta pada bulan September 2011 sebesar 355,20 ribu (3,64 persen).
Dibandingkan dengan penduduk miskin pada bulan Maret 2011 yang berjumlah
363,42 ribu (3,75 persen), berarti jumlah penduduk miskin turun sebesar 8,2 ribu.
Penurunan ini disebabkan adanya beberapa faktor diantaranya :
a. Inflasi .Y on Y bulan September sebesar 4,61 persen, turun dibandingkan
dengan inflasi Y on Y bulan Maret sebesar 5,95 persen.
b. Laju pertumbuhan ekonomi twiwulan ke tiga sebesar 6,7 persen
c. Tingkat penganguran bulan Agustus 2011 yang relatif stabil dibandingkan
dengan keadaan bulan Februari 2011 yaitu sebesar 10,8 persen.

ƒ

Garis Kemiskinan (GK) bulan September tahun 2011 sebesar Rp 368.415 per
kapita per bulan, lebih tinggi dibanding GK bulan Maret tahun 2011 yang sebesar
Rp 355.480 per kapita per bulan.

ƒ

Komposisi Garis Kemiskinan menunjukkan bahwa Garis Kemiskinan Makanan
sebesar Rp 236.934 (64,31 persen) dan Garis Kemiskinan Non-Makanan sebesar
Rp 131.481 (35,69 persen).

ƒ

Komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai Garis Kemiskinan
adalah beras, rokok kretek filter, telur ayam ras, mie instan dan daging ayam ras.
Komoditi Non-Makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai Garis Kemiskinan
adalah biaya perumahan, angkutan, pendidikan dan listrik.

ƒ

Keadaan kemiskinan bulan September tahun 2011 dibanding dengan keadaan
pada bulan Maret tahun 2011
a.
b.
c.

Angka kemiskinan (P0) turun 0,11 poin dari 3,75 persen menjadi 3,64
persen.
Rata-rata kesenjangan pengeluaran penduduk miskin terhadap garis
kemiskinan (P1) sedikit mengalami turun dari 0,60 menjadi 0,46
Ketimpangan pengeluaran penduduk miskin (P2) relatif turun yaitu dari 0,15
menjadi 0,10

Berita Resmi Statistik Provinsi DKI Jakarta No. 04/01/31/TH XIV , 2 Januari 2012

1

480 per kapita per bulan pada Maret 2011 menjadi Rp 368. b.00%) 355.88 persen meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan Y on Y pada triwulan pertama yang sebesar 0.1. Dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2011 sebesar 363. Garis Kemiskinan. 2 Januari 2012 2 . yaitu dari Rp 355. berarti jumlah penduduk miskin turun sebesar 8.95 persen. c. yaitu: a. terlihat Berita Resmi Statistik Provinsi DKI Jakarta No. Garis Kemiskinan naik sebesar 3.20 3.481 (35. Perkembangan Tingkat Kemiskinan Maret 2011-September 2011 Jumlah penduduk miskin di DKI Jakarta pada bulan September 2011 sebesar 355.September 2011 Besar kecilnya jumlah penduduk miskin sangat dipengaruhi oleh besarnya Garis Kemiskinan.75 236.46 %) 126.61 persen. yang terdiri dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Non-Makanan (GKNM). Laju pertumbuhan ekonomi Y on Y juga tetap memperlihatkan kinerja yang bagus yaitu mencapai 6. Secara makro. lebih rendah dibandingkan dengan Y on Y bulan Maret 2011 sebesar 5.54 %) 355.2 ribu. Tingkat Pengangguran terbuka bulan Agustus 2011 relatif stabil dibandingkan dengan keadaan bulan Pebruari 2011 yaitu sebesar 10.415 per kapita per bulan pada September 2011.42 3.333 (35.42 ribu orang (3. 04/01/31/TH XIV .20 ribu orang (3. Tabel 1. karena penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan.64 Sumber: Diolah dari data Susenas Panel Maret 2011 dan Susenas Triwulanan September 2011 2. Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin Di DKI Jakarta Maret 2011-September 2011 Garis Kemiskinan (Rp/Kapita/Bln) Bulan (1) Maret 2011 September 2011 Makanan Bukan Makanan Total (2) (3) (4) Jumlah penduduk miskin (000) Persentase penduduk miskin (5) (6) 229.415 (100.64 persen.39 persen.75 persen). Pertumbuhan Y on Y untuk sektor yang menyerap tenaga kerja banyak seperti industri pengolahan makanan dan minimun sebesar 7.147 (64. kinerja perekonomian DKI Jakarta pada bulan Maret – September 2011 memperlihatkan perbaikan.480 (100.7 persen. Dengan memperhatikan komponen Garis Kemiskinan (GK).64 persen).00 %) 363. Inflasi Y on Y bulan September 2011 sebesar 4.31%) 131.8 persen. Selama Maret 2011-September 2011.934 (64.69 %) 368. Perubahan Garis Kemiskinan Maret 2011.

listrik (7.33 persen). pendidikan (10. Dimensi lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan. Untuk komoditi bukan makanan. selama periode Maret 2011 . Pada bulan September 2011.September 2011.30 persen) dan tahu (2. 5 komoditi barang/jasa yang mempunyai peranan terbesar adalah biaya perumahan (29.18 persen.46 0. serta ketimpangan pengeluaran penduduk miskin juga semakin mengecil. Selain beras. Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan Persoalan kemiskinan bukan hanya sekadar berapa jumlah dan persentase penduduk miskin. Tabel 2 Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di DKI Jakarta.99 persen).56 persen).48 persen). 2 Januari 2012 3 . Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) menunjukkan kecenderungan penurunan.36 persen). 3.15 0.15 menjadi 0.46 pada keadaaan September 2011.10 pada periode yang sama (Tabel 2). sumbangan pengeluaran beras terhadap Garis Kemiskinan Makanan sebesar 30.10 Sumber: Diolah dari data Susenas Panel Maret 2011 dan Triwulanan September 2011 Berita Resmi Statistik Provinsi DKI Jakarta No.86 persen) dan bensin (4. angkutan (14. Namun demikian. Komoditi yang paling penting bagi penduduk miskin adalah beras.94 persen). pendidikan. Pada periode Maret 2011 – September 2011. barang-barang kebutuhan pokok lain yang berpengaruh cukup besar terhadap Garis Kemiskinan adalah rokok kretek filter (14. Indeks Kedalaman Kemiskinan turun dari 0. kebijakan penanggulangan kemiskinan juga sekaligus dapat mengurangi tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan.66 persen). Penurunan nilai kedua indeks ini mengindikasikan bahwa ratarata pengeluaran penduduk miskin cenderung meningkat dan mendekati garis kemiskinan.September 2011 Bulan Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) (1) (2) (3) Maret 2011 September 2011 0. tempe (3. sumbangan GKM terhadap GK tidak mengalami perubahan yaitu sebesar 64. Selain harus mampu memperkecil jumlah penduduk miskin. Maret 2011.bahwa peranan komoditi makanan lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan. Demikian pula Indeks Keparahan Kemiskinan menurun dari 0. 04/01/31/TH XIV . gula pasir (3.74 persen) dan daging ayam ras (4. dan kesehatan). mie instan (4. sandang.60 0. telur ayam ras (6.60 persen).31 persen.60 pada keadaan Maret 2011 menjadi 0.00 persen).

Dengan pendekatan ini. c. Paket komoditi kebutuhan dasar Non-Makanan diwakili oleh 51 jenis komoditi di perkotaan dan 47 jenis komoditi di perdesaan. Penghitungan Garis Kemiskinan dilakukan secara terpisah untuk daerah perkotaan dan perdesaan. Untuk mengukur kemiskinan. d. dapat dihitung persentase penduduk miskin terhadap total penduduk. Garis Kemiskinan Non-Makanan (GKNM) adalah kebutuhan minimum untuk perumahan. Paket komoditi kebutuhan dasar makanan diwakili oleh 52 jenis komoditi (padi-padian. 2 Januari 2012 4 . e. minyak dan lemak. kacang-kacangan. BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). kecuali untuk DKI Jakarta yang seluruh wilayahnya merupakan daerah perkotaan. buah-buahan. Berita Resmi Statistik Provinsi DKI Jakarta No. sayuran. yang dipakai untuk memperkirakan proporsi dari pengeluaran masing-masing komoditi pokok bukan makanan. Jumlah sampel Susenas di DKI Jakarta 1. 04/01/31/TH XIV .540 rumah tangga sehingga data kemiskinan dapat disajikan hingga tingkat provinsi. juga digunakan hasil survei SPKKD (Survei Paket Komoditi Kebutuhan Dasar). telur dan susu. Metode yang digunakan adalah menghitung Garis Kemiskinan (GK). yang terdiri dari dua komponen yaitu Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Non-Makanan (GKNM). daging. ikan. Garis Kemiskinan Makanan (GKM) merupakan nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan 2100 kkal per kapita per hari. b. umbi-umbian. Sebagai informasi tambahan. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan.4. dan kesehatan. kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran. Sumber data utama yang dipakai untuk menghitung tingkat kemiskinan tahun 2011 adalah data SUSENAS (Survei Sosial Ekonomi Nasional) Modul Konsumsi Triwulan bulan September 2011. sandang. Dengan pendekatan ini. dan lainlain). pendidikan. Penjelasan Teknis dan Sumber Data a.

04/01/31/TH XIV .go. Sri Santo Budi M.bps. MA Kepala Bidang Statistik Sosial Telepon Fax e-mail Homepage : 021-42877301 ext 4010-4013 : 021-42877350 : bps3100@bps.go. 2 Januari 2012 5 .id Berita Resmi Statistik Provinsi DKI Jakarta No.id : http://jakarta.BPS PROVINSI DKI JAKARTA Informasi lebih lanjut hubungi : Ir.