You are on page 1of 7

Sintesis DNA dan RNA pada Prokariotik dan Eukariotik

Sabila Robbani, 1306415320, Kelompok Ribosa (HG6)
Abstrak :
Setiap sel makhluk hidup, sel prokariotik maupun sel eukariotik, memiliki kromosom yang
merupakan unit kecil sel yang tersusun atas protein dan DNA (Deoxyribonucleic acid ). DNA ini
berfungsi sebagai pembawa pesan genetik sehingga dapat mewariskan sifat induk kepada
keturunannya. DNA berbentuk untai ganda (double helix) panjang yang tersusun atas
polinukleotida atau asam nukleat. DNA dapat mereplikasi dirinya dan mentranskripsi RNA
(ribonucleic acid). RNA adalah bagian dari DNA yang berbentuk untai tunggal pendek dan
membawa kode genetik. Proses sintesis DNA maupun RNA dalam sel prokariot dan eukariot
memiliki persamaan dasar, yaitu melalui tahapan inisiasi, elongasi, dan terminasi. Namun, hal
yang membedakan adalah bentuk kromosom, enzim yang digunakan, dan terdapat proses
tambahan atau proses yang sedikit berbeda pada eukariotik.
Kata kunci : DNA, RNA, sintesis, prokariotik, eukariotik

1. Sintesis DNA pada prokariotik
Pada sel prokariotik, sintesis DNA berlangsung di sitoplasma dengan cara replikasi atau
penggandaan diri. Kromosom pada sel prokariotik berbentuk lingkaran yang hanya memiliki
origin (pangkal) tunggal yaitu satu bagian DNA yang mempunyai urutan nukleotida yang
spesifik. Replikasi DNA berlangsung di replication bubble atau replication eye. Di tempat
tersebut terdapat dua cabang replikasi yang saling berlawanan arah dan terdapat pangkal
replikasi sbg tempat mulainya replikasi.

Gbr 1. Titik mula replikasi pada sel prokariotik

Tahap-tahap replikasi DNA :
1. Inisiasi (Permulaan)
Replikasi molekul DNA dimulai pada tempat khusus yang disebut pangkal replikasi (origin of
replication). Protein yang memulai replikasi DNA mengenal sekuens ini dan melekat pada
DNA kemudian memisahkan kedua DNA dan membuka ‘gelembung’ replikasi. Di gelembung
tersebut terdapat cabang disebut garpu replikasi (replication fork) yang berbentuk Y. Protein
yang memisahkan dua untai DNA induk dan menjadikannya sebagai untai cetakan adalah
enzim helicase. Setelah pemisahan, protein pengikatan beruntai-tunggal (single-strand
binding protein) berikatan dengan untai tunggal DNA dan menstabilkan untai tersebut.

Gbr2. menambahkan nukleotidanukleotida RNA satu per satu. 2. Sintesis lagging strand . Untuk untai maju hanya membutuhkan satu primer. DNA polimerase yang berperan utama adalah DNA pol I dan DNA pol III. Elongasi (Pemanjangan) Enzim DNA polimerase mengkatalisis sintesis DNA baru dengan cara menambahkan nukleotida-nukleotida ke rantai primer yang telah ada sebelumnya.yang berarti memiliki arah yang berlawanan. Primase mengawali rantai RNA dari satu nukleotida RNA tunggal. b) Untai Lamban (Lagging strand) Untai lamban disintesis dengan cara DNA pol III menambahkan nukleotida ke primer membentuk segmen-segmen pendek yang disebut fragmen Okazaki dengan arah 3’ → 5’. enzim DNA ligase menggabungkan semua fragmen Okazaki menjadi untai DNA . Selanjutnya. a) Untai Maju (Leading strand) Untai DNA baru yang disintesis dengan cara DNA polimerase III menempel pada garpu replikasi di untai cetakan dan terus-menerus menambahkan nukleotida ke untai komplementer baru ke arah 5’ → 3’ sehingga memperpanjang DNA baru. Pada proses pemanjangan ini.Pemisahan dua untai DNA induk menyebabkan untai dan tegangan yang lebih ketat di depan garpu replikasi. menggunakan untai DNA induk sebagai cetakan primer. yaitu untai lamban dan untai maju. Sintesis leading strand Gbr 3. Setiap fragmen Okazaki membutuhkan satu primer tersendiri. terdapat dua untai jenis untai baru yang terbentuk saat replikasi. DNA pol I menggantikan nukleotida RNA primer menjadi nukleotida DNA. Perbedaan ini terjadi karena dalam suatu untai ganda DNA induk bersifat antiparalel. maka itu untuk mengurangi tegangan dibantu dengan topoisomerase. Selanjutnya. enzim primase mensintesis rantai RNA yang disebut primer.

. Replikasi DNA 2. RNA polimerase berfungsi untuk memisahkan heliks ganda DNA induk dan menggabungkan nukleotida-nukleotida RNA saat membentuk pasangan basa. Terminator yang ditranskripsikan berfungsi sebagai sinyal terminasi sehingga menyebabkan polimerase melepaskan diri dari DNA dan melepaskan transkrip yang bisa digunakan langsung sebagai mRNA. Sintesis RNA sel Prokariotik terjadi di dalam sitoplasma. 2) Elongasi RNA polimerase bergerak disepanjang DNA untuk membuka untaian heliks ganda dan menambahkan nukleotida RNA. Terdapat tiga tahapan. 3) Terminasi Transkripsi berlanjut pada suatu sekuens terminator (sekuens yang menandai akhir transkripsi) pada DNA. Enzim ini mampu membuat rantai dari nol sehingga tidak perlu primer. Setelah untai sintesis RNA terbentuk. Terminasi (Penghentian) Terminasi replikasi akan terjadi jika kedua garpu replikasi bergerak ke arah yang berbeda dan akan bertemu pada sisi terminasi sehingga akan menghasilkan sebuah lingkaran kromosom DNA prokariot yang sama seperti DNA induk. molekul RNA yang baru akan melepaskan diri dari cetakan DNA-nya dan heliks ganda terbentuk kembali.3. Sintesis RNA pada sel Prokariotik Sintesis RNA disebut juga sebagai transkripsi RNA. Gbr 4. Promoter merupakan titik mulai transkripsi dan dapat menentukan untai DNA induk mana yang digunakan sebagai cetakan. yaitu : 1) Inisiasi RNA polimerase secara spesifik dapat mengenali dan berikatan dengan promoter.

proses replikasi DNA pada sel eukariotik tidak jauh berbeda dengan replikasi DNA sel prokariotik. Kromosom pada sel eukariotik berbentuk linear yang mana tiap kromosomnya mempunyai ratusan atau ribuan pangkal replikasi. Gbr 6. Sintesis DNA pada sel Eukariotik Sintesis DNA sel eukariotik dilakukan dengan replikasi yang terjadi didalam nucleus atau inti sel. Proses Transkripsi 3. Perbedaan terletak pada proses terminasi : . Titik mula replikasi sel eukariotik Pada dasarnya. Gelembung-gelembung replikasi terbentuk dan akhirnya menyatu sehingga mempercepat penyalinan molekul DNA yang sangat panjang.Gbr 5.

Telomer tidak mencegah pemendekan molekul DNA akibat replikasi. Sintesis RNA pada sel Eukariotik Untuk sel eukariotik. RNA polimerase II dapat berikatan dengan promoter sehingga dapat memisahkan heliks ganda DNA dan mulai mentranskripsi. Inisiasi transkripsi pada promoter eukariot . Hal ini terjadi pada DNA kromosom eukariot karena berbentuk linear atau lurus sehingga ujung-ujung molekul DNA semakin pendek dan tidak rata jika menggunakan mekanisme replikasi biasa. molekul DNA kromosom eukariot memiliki sekuens nukleotida khusus yang disebut telomer dibagian ujung. 1) inisiasi Faktor transkripsi memediasi pengikatan RNA polimerase dan inisiasi transkripsi. Gbr 7. Hal yang membedakan dengan sintesis RNA pada sel prokariotik adalah terdapat tahapan pre-mRNA. ada sebagian kecil DNA sel yang tidak dapat direplikasi oleh DN A polimerase. Faktor transkripsi dan RNA polimerase II yang terikat pada promoter yang terjadi dalam kotak TATA disebut kompleks inisiasi transkripsi. Untuk mencegah hal tersebut. sedangkan pemendekan DNA tidak terjadi pada sebagian besar prokariotik karena DNAnya berbentuk melingkar sehingga tidak memiliki ujung. Setelah faktor transkripsi tertentu melekat pada promoter. namun hanya menunda pengikisan gen di dekat ujung-ujung molekul DNA. Telomer ini tidak mengandung gen sehingga berfungsi sebagai pelindung gen-gen organisme dan mencegah ujung tak rata dari molekul anakan. Pemendekan ujung DNA linear dan telomerase 4.Pada telomer ini terdapat enzim bernama telomerase yang berfungsi untuk mengkatalisis pemanjangan telomer dalam sel-sel nutfah eukariot sehingga mengembalikan panjang awal dan mengompensasi pemendekan yang terjadi selama replikasi DNA. sintesis RNA terjadi di dalam nukleus. Gbr 8.Pada saat replikasi.

snRNP berada di dalam nukleus dan tersusun atas molekul RNA dan protein. Setelah untai sintesis RNA terbentuk. sedangkan ekson digabungkan hingga terbentuk molekul mRNA dengan sekuens pengode tak terputus. Penyambungan RNA . 3) Terminasi Pada eukariot. terdapat sinyal yang merupakan sekuens nukleotida pada tiap intron. melepaskan intron. Splisosom berinteraksi dengan sinyal tertentu disepanjang intron. Pada proses penyambungan. Penyambungan dilakukan dengan cara intron dipotong dan dibuang dari molekul. snRNP (small nuclear ribonucleoprotein) mengenali sinyal penyambungan ini. a) Pengubahan ujung pre-mRNA Ujung 5’ disintesis dan menerima tudung 5’ (5’ cap). dan menggabungkan ekson. Penambahan tudung 5’ dan ekor poli-5 b) Penyambungan RNA (RNA splicing) Pada sekuens nukleotida DNA eukariot. Jika beberapa snRNP bergabung dengan beberapa protein.2) Elongasi RNA polimerase bergerak disepanjang DNA untuk membuka untaian heliks ganda dan menambahkan nukleotida RNA. segmen bukan pengode asam nukleat yang terletak diantara pengode disebut sekuens penyela atau intron. molekul RNA yang baru akan melepaskan diri dari cetakan DNA-nya dan heliks ganda terbentuk kembali. RNA polimerase II mentranskripsi sekuens pada DNA yang disebut sekuens sinyal poliadenilasi yang berfungsi memberi kode suatu sinyal poliadenilasi (AAUAAA) pada pre-mRNA. Gbr 9. Ujung 3’ disintesis untuk membentuk ekor poli-A (poly-A tail) dengan cara menambahkan nukleotida adenin. terminasi dilakukan lebih kompleks. sedangkan wilayah lain disebut ekson. Gbr 10. maka dapat membentuk splisosom yang hampir sama besar dengan ribosom. bentuk modifiksi nukleotida guanin yang ditambahkan ke ujung 5’. Sebelum pesan genetik di dikirim ke sitoplasma. enzim dalam nukleus memproses pre-mRNA.

terdapat tahapan pre-mRNA yang berlangsung di dalam nukleus eukariot. http://www. dan terminasi (penghentian). terjadi di dalam nukleus. yaitu telomerase dan pada sintesis RNA. Tiap proses sintesis DNA maupun RNA terdapat enzim atau protein yang membantu jalannya sintesis dan memiliki fungsi yang berbedabeda. Pada eukariotik. Pada sintesis DNA. yaitu inisiasi (permulaan). 2011. snRNP dan splisosom pada penyambungan pre-mRNA Kesimpulan Inti tahapan pada sintesis DNA maupun RNA sama. lebih banyak jenis enzim yang digunakan untuk mensintesis DNA dan RNA. Steps involved in DNA Replication in Prokaryotes (E. elongasi (pemanjangan). Jakarta : Erlangga Biology exams 4 u. Kromosom sel prokariotik memiliki bentuk yang melingkar dan terjadi di sitoplasma sehingga proses sintesis DNA maupun RNA tidak terlalu sulit. ada proses penambahan pada eukariotik. Triwibowo. yaitu prokariotik dan eukariotik. 2014. Reece. 2007. Biology Ed.coli). United States : Pearson Yuwono. Neil A.Gbr 11. Hal yang membedakan adalah jenis selnya.43) .html (22 Februari 2015 pukul 12. dkk.9.biologyexams4u. Jane B. Biologi Molekular.com/2013/04/steps-involved-in-dna-replication-in. sedangkan eukariotik memiliki bentuk linear. dan lebih kompleks komponennya sehingga proses sintesis DNA dan RNA lebih rumit dan lebih lama. Daftar Pustaka Campbell.