You are on page 1of 13

Penilaian Anterior Rahang Atas pada Pasien

Ortodonti menggunakan Upper Anterior Occlusal
Radiographs dan Dental Panoramic Tomography:
perbandingan.
Tujuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan apakah dental panoramic
tomography (DPT) radiograf memberikan hasil yang dapat diandalkan untuk menilai anterior
rahang atas pada pasien ortodontik baru.
Desain penelitian. Dua ratus lima puluh pasang Upper Anterior Occlusal (UAO) dan DPT
radiografi yang dipilih secara acak dari catatan pasien ortodontik baru. Sepuluh pengamat
masing-masing diberi 50 pasang radiografi dengan faktor risiko tertentu serta untuk
mengukur kelayakan. Korelasi antara 2 jenis radiografi dan kehandalan inter / intraobserver
dihitung dengan menggunakan ujiCohen kappa.
Hasil. Keandalan intraobserver baik untuk mendeteksi impaksi gigi / supernumerary /
patologi periapikal (k=0,711-1,0). realibilitas lebih bervariasi untuk morfologi akar tertentu,
dengan akar tumpul dan akar bengkok yang dinilai ulang dengan reliable (k= 0,259-0,533).
Terdapat reliabilitas interobserver rendah (k= 0.327 untuk UAO dan k= 0,223 untuk DPT)
untuk morfologi akar yang "normal" atau "tidak normal". Untuk setiap variabel, rupanya,
kesepakatan interexaminer lebih tinggi bila menggunakan radiografi UAO bukan DPT.
Pengamat paling sepakat pada diagnosis dari akar tererosi / akar teresorbsi pada UAO (k=
0,402) dan akar tumpul (k= 0,303) pada radiografi DPT. Dengan UAO sebagai gold
(referensi) standar untuk penilaian morfologi akar, DPT memiliki sensitivitas 45,6% dan
spesifisitas 71,4% untuk mendeteksi bentuk akar abnormal. Faktor risiko lebih mungkin
terdeteksi pada radiografi UAO dari DPT. DPT memiliki kemampuan yang rendah untuk
mendeteksi bentuk akar abnormal. DPT lebih cenderung dinilai sebagai "tidak memadai"
daripada UAO radiograf. Pada 6 kesempatan, gigi supernumerary yang diamati pada UAO,
tidak terjawab di DPT.
Kesimpulan. DPT bukanlah cara yang akurat untuk skrining anterior rahang atas sebelum
perawatan ortodontik. (Oral Surg Oral Med Oral Pathol Oral Radiol Endod 2010; 109:
765-774)

Pemeriksaan radiografi secara rutin digunakan sebagai bagian dari penilaian pasien
ortodontik. Setiap paparan radiasi, bagaimanapun, membawa risiko yang tak terelakkan
yang diduga berlipat ganda pada pasien yang lebih muda. Ionising Radiation (Medical
Exposure) Regulations Inggris mengharuskan setiap paparan dapat dibenarkan dan dapat
terbukti memiliki manfaat bagi pasien dan menetapkan bahwa radiografi dibenarkan hanya
bila manajemen pasien bergantung pada informasi yang disediakan. Dental Panoramic
Tomography (DPT) umum digunakan, karena memberikan data yang bervariasi pada kondisi
di seluruh rahang. Struktur dalam anterior rahang atas, bagaimanapun, sering terdistorsi
pada DPT radiografi. Plain film radiologi dari anterior rahang atas, sebaliknya, tidak memiliki

mungkin telah mengurangi resiko fenomena ini terjadi. Hipotesa nol jika tidak ada oerbedaan yang signifikan dalam kualitas informasi yang tersedia mengenai anterior maksila pada DPT dan UAO radiograf. menggunakan Commission International Radiological Protection faktor bobot-jaringan. seperti gigi supernumerary.3µSv. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki apakah DPT radiografi menyediakan sarana yang dapat diandalkan untuk menilai anterior rahang atas sebelum perawatan ortodontik. Pergerakan gigi yang tidak terencana dapat memperburuk jumlah resorpsi akar yang mungkin sebelumnya sudah ada. 80%-90% terletak di anterior maksila. dengan insisiv lateral cenderung yang paling beresiko. sangat penting untuk diidentifikasi.4-24. Berbagai laporan mengatakan supernumerary teeth terdapat pada gigi permanen 0.1%-3. .kekurangan dari focal through atau superimposisi tulang belakang. meskipun tata letak bentuk pencatatan data dimodifikasi sedikit setelah umpan balik dari 2 pemeriksa dalam proyek percontohan. seperti impaksi gigi atau lesi periapikal pada anterior maksila. termasuk keterbatasan kemampuan untuk mengubah ukuran dan bentuk focal through. patologi lain yang berhubungan dengan maksila anterior. atau kehilangan 1/3 panjang akar. dan untuk menilai tingkat realibilitas dari inter dan intraexaminer. Beberapa derajat dari resorpsi apikal root terjadi selama perawatan orthodontic.metode yang digunakan mirip dengan yang dijelaskan untuk proyek utama. Data paling baru. sedangkan dosis yang efektif untuk seri full-mouth radiograf rentang berkisar dari 34. Gigi yang paling sering mengalami resorpsi adalah insisiv rahang atas. Material dan Metode Sampel Atas saran dari ahli statistik. untuk memperkirakan seberapa sering penemuan penting pada UAO radiograf yang mungkin terlewatkan di DPT radiograf jika digunakan sendiri.9µSv saat menggunakan rectangular beam limitation dan Film F-speed atau sensor digital untuk 388µ Sv dengan circular beam limiters dan Film D-speed. Beberapa klinisi telah melaporkan bahwa patologi penting. Telah diusulkan bahwa pada teknologi DPT yang mulaitersedia pada pertengahan 1990.8% orang kaukasian. Jika faktor resiko penyebab resorpsi akar berlebih telah diketahui. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai seberapa baik image risk factorsdi anterior maksila. Bengkok atau dilaserasi akar.telah hilang pada DPT radiograf karena sempit focal through yang sempit pada regio anterior rahang atas. sebuah proyek percontohan yang dilakukan untuk menentukan ukuran sampel yang diperlukan untuk proyek utama. panjang akar. akar long-pointed dan akar-akar yang sebelumnya telah mengalami resorpsi menunjukkan adanya resiko. Analisis daya dilakukan dengan menggunakan software G-Power (Universitas Dusseldorf). dosis efektif untuk DPT telah dihitung. bentuk akar pipet. berkisar 14. sebagaimana telah ditentukan 5 mm. Sekitar 1%-5% pasien menunjukkan resorpdi akar yang berlebih. tujuan perawatn ataupun mekanik dapat dimodifikasi untuk meminimalkan kerusakan iatrogenik. Pedoman formal telah dikeluarkan di Inggris dan AS menspesifikasikan kriteria untuk mengambil UAO radiograf untuk penilaian ortodontik. Selain itu.

dan keduanya memberikan kualitas gambar yang sama. Gambar-gambar tersebt diterima oleh Kodak Imaging for Windows (Eastman Kodak Company) dan disimpan sebagai file highquality JPEG. radiograf diacak sehingga DPT dan UAO yang berhubungan untuk pasien yang sama tidak dekat dengan satu sama lain secara berurutan untuk mencegah penguji 'mengetahui DPT mana yang dipasangkan dengan UAO. ukuran sampel dari 210 pasang radiograf diperlukan. Pengacakan dari seleksi kasus dicapai denga mengunakan generator nomor acak. Pemindai ditetapkan untuk memindai pada 24-bit warna pada resolusi 200 titik per inch. dengan menggunakan korelasi yang ditemukan dalam sampel uji coba. UAO diambil menggunakan film F-speed. DPT diambil menggunakan film analog baik pada PLANMECA PM 2002cc (PLANMECA Oy) atau Orthopantomograph OP100 (GE Healthcare).95. dengan asumsi ukuran efek moderat.Analisis daya didasarkan pada perhitungan kemungkinan menolak hipotesis nol kelompok ttes dependen. Semua gambar diuat anonim dengan mengaburkan rincian pasien jika terlihat.Epson Corporation). Semua radiograf diambil oleh radiografer terpilih yang patuh pada auditkontrol kualitas. Kuncinya hanya diketahui oleh penulis. DPT / UAO masing-masing pasien diberi nomor identifikasi. Radiograf yang tidak memenuhi kriteria tersebut adalah yang sebelumnya telah dipilih atau yang berasal dari pasien yang memiliki cleft pada anterior maksila di eksklusikan. 50 pasang radiograf ini disusun dalam presentasi 100-slide untuk dilihat pada monitor komputer. seperti yang dilaporkan dalam studi sebelumnya. Ditetapkan bahwa untuk kekuatan 0. . Pengumpulan Data Gambar 1 menyajikan diagram alur desain penelitian. memutuskan untuk menggunakan 250 pasang untuk lebih mewakili posisi dalammeningkatkan peluang efek mendeteksi dalam studi utama dan untuk memungkinkan respon yang tidak lengkap atau tidak valid. Radiograf secara individual dipindai menggunakan Expression Epson 1680 Pro scanner flatbed dengan adaptor transparansi dan driver scannernya dalah versi Epson Twain Pro 2. Kedua mesin tersebut memungkinkanpenyesuain focal through. dan sampel dikelompokkan menjadi 5 blok dari 50 pasang radiografi yg sudah dipindai.10E (Seiko. Di Rumah Sakit Kingston selama ini. Catatan dari 250 pasien yang telah dinilai di departemen ortodontik di Rumah Sakit Kingston antara 2001 dan 2007dipilih secara acak untuk penelitian ini. Kriteria inklusi adalah bahwa DPT dan UAO harus diambil sebelum kegiatan pada hari yang sama. yang menghasilkan sejumlah random number cabinet drawer number diikuti oleh nomor acak yang mewakili posisi dalam catatan yang terdapat di drawer tersebut. Oleh karena itu. Contoh 3 pasang radiograf disediakan untuk menunjukkan jenis gambar yang dinilai observer (Gambar. Dalam setiap 50 blok. 2-4).

ia merasa bahwa pemeriksa "burn-out" bisa diperkecil dengan membatasi jumlah kasus yang pemeriksa diminta untuk melihat. Mereka terdaftar dan dialokasikan kekelompok mereka oleh penulis. Sepuluh pemeriksa digunakan. Para penguji bekerja sendirian. Penguji tidak tahu dengan siapa yang mereka dipasangkan. meskipun hasilnya dipasangkan dengan salah satu penguji lain yang ditunjukkan set yang sama dari 50 pasang. . sehingga diharapkan meningkatkan keandalan keseluruhan pengukuran. Selain itu. Alasan untuk menggunakan 10 pemeriksa dipasangkan adalah dirasa bahwa mengetahui berbagai kehandalan inter-intraexaminer mungkin digunakan ketika menerapkan hasil dari penelitian untuk skenario klinis yang nyata. masing-masing memeriksa 50 pasang radiograf.Penguji adalah relawan dan semua dokter gigi yang memenuhi syarat pada tahun terakhir dari full-time program studi pascasarjana MSc / Morth.

"Apakah Anda berpikir bahwa radiografi ini menyediakan informasi yang memadai untuk memungkinkan Anda menilai faktor di atas (yaitu. Adanya gigi supernumerary atau odontomes. semua klinisi melihat radiografi telah menggunakan deskripsi ini sebagai bagian dari pelatihan klinis mereka dan dengan demikian akar pipette shaped dibedakan dari akar menunjuk ketika ada akar tipis meruncing dari margin serviks (lihat bagian berikutnya dan Gambar. Namun.Sebuah indeks deskriptif morfologi akar digunakan. Indeks ini digunakan dalam suatu penelitian dari faktor risiko resorpsi apikal gigi insisiv atas selama perawatan ortodontik dan telah diadaptasi dan digunakan selanjutnya dalam penelitian lain. 5). pertanyaan 1-3)?" 5. (Pertanyaan ini dikecualikan dari penilaian kecukupan karena diasumsikan bahwa sebagian besar dokter gigi tidak akan mempertimbangkan DPT menjadi pandangan yang memadai di mana untuk menilai kesehatan periapikal dari gigi insisiv. 2.) Setiap pemeriksa diberikan lembar instruksi untuk dibaca sebelum memulai untuk menilai slide dan disk dengan slide yang dialokasikan. opini subjektif mengenai apakah radiograf yang memberikan informasi yang cukup untuk pemeriksa untuk menilai faktor 1-3. Kriteria diperiksa adalah: 1. 5). adanya impaksi gigi (nonsupernumerary) di anterior rahang atas. Ini termasuk referensi panduan morfologi . Masalah yang mungkin dalam deskripsi dianggap mengenai gigi runcing dan tumpul. Adanya patologi periapikal dari gigi insisivus. 3. morfologi akar insisiv atas. termasuk gigi caninus. yang berasal dari skala sebelumnya (Gambar. 4.

akar dan penjelasan dari masing-masing 5 pertanyaan. bahkan jika pemeriksa merasa bahwa radiograf itu bukan dari kualitas yang cukup untuk menilai faktor tertentu. catatan dari Proporsi kasus di mana sebuah anomali tercatat untuk setiap metode UAO dan DPT. . Dengan relevansi pertanyaan bentuk akar. Jika lebih dari satu dari bentuk akar gigi insisivus yang terlihat pada radiograf. Interpretasi ukuran korelasi didasarkan pada pedoman yang telah dihasilkan untuk kedua kappa statistik dan koefisien korelasi Pearson. Analisis Statistik Statistik deskriptif dibuat untuk semua variabel. Para penguji disediakan dengan form standar yang di atasnya untuk merekam pengamatan mereka. Slide dinilai oleh penguji di rumah mereka sendiri pada monitor komputer mereka sendiri. pemeriksa diperintahkan untuk mencatat temuan normal kecuali ada bukti sebaliknya. pemeriksa diminta untuk mengulang pengamatan mereka untuk 10 dari radiografi (5 UAO dan 5 DPT radiografi). Reliabilitas intra dan interrater untuk kedua metode tersebut dinilai menggunakan tes Cohen kappa. pemeriksa diperintahkan untuk merekam temuan negatif. Intraobserver reliabilitas. Satu minggu setelah mengamati slide. pemeriksa diminta untuk mencatat morfologi normal yang menurut pemeriksa paling jelas dan perhatian klinis. Jika faktor risiko tidak terlihat pada radiograf.

.

.

Koefisien Phi juga dihasilkan untuk menilai hubungan antara metode UAO dan DPT untuk menyelidiki apakah pasien yang sama dinilai memiliki masalah yang sama pada kedua jenis radiografi. . tetapi dalam kasus ini koefisien phi digunakan untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana saling berhubungannya observasi dari UAO dan DPT. kesepakatan dihitung baik untuk setiap bentuk individu anomali dan dengan kesimpulan untuk gabungan "bentuk tidak normal" kelompok (yaitu. Pasangan lain telah selesai sebagian data.) HASIL Dari jumlah maksimumkemungkinan 500 pasang yang akan dinilai. Sebuah koefisien phi adalah ukuran tingkat hubungan antara 2 variabel nominal dan dikotomis dan analog dengan korelasi Pearson tapi dihitung dari statistik chi-squared. yang merupakan variabel lain. phi koefisien awalnya dibuat. Hal ini biasanya dihitung untuk menyesuaikan uji t dependent-kelompok. Tabel II menyajikan hasil untuk ini. Untuk pertanyaan bentuk akar. apakah pasien yang sama dinilai sebagai memiliki masalah yang sama. yang mewakili bentuk akar. Cohen uji kappa digunakan di cross-tabulated untuk hasil masing-masing variabel. Perbandingan Radiograf UAO dengan DPT Tabel I menyajikan statistik deskriptif dipasangkan menurut jenis radiografi. pipet / membungkuk / terkikis / pointed / blunt ratings. Untuk menyelidiki korelasi antara 2 metode (yaitu. Dua tabulasi silang dari jumlah kasus positif dinilai untuk masing-masing variabel. atau yang normal untuk setiap kriteria pada 2 jenis radiografi). 499 pasang lengkap dikembalikan untuk analisis. dan Tabel IV. disajikan pada Tabel III. Untuk lebih menunjukkan jumlah kesepakatan antar metode.

Karena metodologi yang berbeda. Dalam penelitian ini. Hanya 2 dari studi tersebut yang membandingkan kemampuan untuk menilai morfologi akar. terutama jika diperoleh pada penunjukan yang sama sebagai UAO dan DPT. 82% (149 dari 182) yang dinilai sebagai "normal" di UAO. Semua studi melaporkan bahwa temuan yang signifikan biasanya tidak ada di DPT dan bahwa gambaran DPT cenderung untuk memberikan hasil positif palsu dengan tingkat tinggi. keandalan intraobserver tidak dipecah menjadi jenis radiograf. Penelitian tersebut menemukan bahwa ada kesepakatan yang buruk antara jenis radiografi untuk penilaian morfologi akar. Selain itu. Dari 182 diklasifikasikan sebagai memiliki morfologi akar "tidak normal" di DPT. Banyak praktik spesialis di Inggris dan Eropa tidak secara rutin menggunakan CBCT. oleh karena itu hipotesis nol bisa ditolak. standar praktek mungkin untuk menghindari penggunaan radiografi tersebut. Morfologi Akar Morfologi akar abnormal telah terbukti menjadi faktor risiko yang signifikan untuk resorpsi akar selama perawatan ortodontik. Karena ukuran sampel ulang relatif kecil. Temuan ini telah diulang dalam penelitian keandalan intra dan interexaminer lain dalam penilaian radiografi. Tabel VI berisi statistik kehandalan intraobserver. . perbandingan sulit untuk dilakukan. Meskipun jenis pencitraan merupakan "gold standard" untuk penilaian. Ketika diperiksa. dosis dalam memberikan gambaran ini. dengan gigi insisiv atas yang paling berisiko. terlalu tinggi. adalah wajar untuk membuat asumsi bahwa pengamatan yang dilakukan pada UAO jauh lebih mungkin untuk mewakili kebenaran daripada di DPT. dan sampai CBCT tersedia bagi semua praktisi. Argumen kami adalah bahwa dosis dari UAO minimal. Tidak ada studi yang dilaporkan menggunakan perhitungan power atau sampel. UAO menyediakan data penting yang diperlukan untuk evaluasi klinis. dan hanya 1 dilaporkan menggunakan sampel acak. meskipun korelasi untuk semua tindakan diteliti seperti sebelumnya. Dengan begitu banyak penekanan pada nilai yang terbatas jelas dari UAO. PEMBAHASAN Sebuah literatur penelitian mengungkapkan 5 studi sebelumnya yang bertujuan untuk membandingkan kualitas informasi yang tersedia untuk ortodontis di radiograf DPT dan intraoral.Reabilitas inter dan intraobserver Statistik kappa untuk realibilitas interrater untuk kedua jenis radiograf disajikan pada Tabel V. Dalam praktek ini gambaran tersedia hanya DPT dan UAO. dan dari penelitian itu. 42% dari pasien (125 dari 297) yang diklasifikasikan sebagai yang memiliki morfologi akar insisiv atas “normal” berdasarkan DPT yang dinilai sebagai memiliki morfologi akar "tidak normal" pada UAO (Tabel I ). Ada perbedaan yang signifikan dalam kualitas informasi diagnostik yang tersedia di DPT dan UAO radiografi dalam penelitian ini. Mengingat bahwa berat pendapat klinis dan literatur yang diterbitkan sangat mendukung radiograf intraoral terutama yang paling akurat dari 2 teknik untuk penilaian rahang atas anterior. seperti cone-beam computerized tomography (CBCT). jumlah klinik dengan akses langsung ke teknologi ini terbatas. Suatu hal yang penting untuk dipertimbangkan adalah bahwa penggunaan teknologi pencitraan canggih. hanya satu menjelaskan apa kriteria yang digunakan untuk menilai akar abnormal. masih kontroversial. kehandalan intraexaminer ditemukan lebih baik dari kehandalan interexaminer.

jika UAO diasumsikan sebagai gold standard untuk grading morfologi akar (CBCT yang hampir pasti "gold standar” sesungguhnya. yang sesuai dengan temuan dari penelitian sebelumnya. Sebagai contoh. Dalam kasus morfologi akar abnormal. Penulis sebelumnya juga telah menemukan realibilitas intraobserver untuk menjadi lebih baik dari realibilitas interobserver ketika menilai radiografi untuk faktor tertentu. Untuk setiap variabel.868) dan interexaminer k= 0. Bentuk akar abnormal memiliki pengulangan intraobserver terbaik adalah yang bent (k= 0. Keandalan intraobserver untuk mengidentifikasi "normal" atau "tidak normal" morfologi akar pada pasien sangat baik (k =0. Ini bahkan berpendapat bahwa DPT dalam praktek merupakan gambaran yang lebih tepat daripada UAO untuk mendeteksi gigi yang impaksi.642. dengan tidak adanya data gambar 3 dimensi untuk setiap pasien. Ini mungkin sebagian karena beberapa bentuk dijelaskan tampaknya cukup mirip.Penilaian yang akurat dari morfologi akar insisivus atas dengan DPT radiografi terbukti sulit atas dasar pandangan DPT. kesepakatan interexaminer lebih tinggi dengan UAO dibandingkan dengan DPT radiograf.776 untuk DPT) untuk gigi impaksi sangat baik (Tabel V). Realibilitas intraexaminer (k= 0. Pedoman radiograf ortodontik akan menyarankan penggunaan setidaknya satu radiografi intraoral pada pasien ini untuk membantu melokalisasi gigi impaksi oleh paralaks. tetapi teknologi yang tidak ada). Sensitivitas dan spesifisitas UAO juga 100% untuk mendeteksi bentuk akar normal.6% dan spesifisitas 71. Hal ini mungkin menjelaskan tingkat signifikan lebih tinggi dari impaksi dicatat pada radiograf DPT.327 untuk UAO dan k= 0. Terdapat realibilitas interobserver yang rendah (k= 0. dan ini memiliki implikasi potensial untuk validitas penafsiran di atas (Tabel V). pemeriksa mengatakan bahwa kadang-kadang sulit untuk memutuskan apakah akar harus diklasifikasikan sebagai pointed atau pipet.303) pada radiografi DPT. mungkin dikaburkan oleh gigi yang berdekatan pada UAO. Namun. Sebuah sensitivitas rendah dari tes skrining adalah sebuah temuan yang menyebabkan keprihatinan bagi seorang dokter.848 untuk UAO dan k= 0. Namun. Berdasarkan hasil ini. Tabel IV). Terlepas dari ini. ini adalah alat terbaik yang tersedia untuk menilai anterior rahang atas.468). rendah sampai sedang untuk mengklasifikasikan morfologi akar tertentu (Tabel VI).4% untuk mendeteksi bentuk akar abnormal. karena banyak pasien yang berisiko dengan kondisi tidak diidentifikasi.553) dan tumpul (k= 0. Pengamat paling mampu menyepakati diagnosis akar yang eroded/resorbedpada UAO (k= 0.402) dan akar tumpul (k= 0. selain kehilangan kesempatan untuk memodifikasi mekanik pengobatan atau tujuan. . maka DPT memiliki sensitivitas 45. karena pasien bisa mengklaim bahwa mereka tidak sepenuhnya diberitahu tentang risiko masing-masing dari resorpsi akar sebelum perawatan.223 untuk DPT) untuk morfologi akar "normal" atau "tidak normal". karena sebagian impaksi berada di area kaninus. Gigi Impaksi Satu-satunya kriteria yang UAO dan DPT radiografi memiliki kesepakatan yang baik adalah kehadiran impaksi gigi (k=0.749). hasil ini sangat menyarankan bahwa DPT bukanlah tampilan yang sesuai untuk membuat penilaian morfologi akar gigi seri atas sebelum perawatan ortodontik. ada juga masalah medikolegal. dan jika kaninus impaksi pada garis lengkungan di wilayah ini.

2). Semua radiografi DPT diambil pada 1 dari 2 mesin modern yang dioperasikan oleh radiografer berkualitas yang tunduk pada audit kontrol kualitas. atau supernumerary pada radiograf. Subjective Adequacy adekuat dinilai secara subjektif oleh pengamat atas dasar kriteria tersebut (yang cukup mampu menilai morfologi akar gigi insisiv. terutama impaksi atau supernumerary gigi.Tabel VI) dan kehandalan interobserver sangat baik (k=0. Meskipun demikian. Ini termasuk panduan ilustrasi morfologi akar. sebagian besar rujukan ke Rumah Sakit Kingston terbukti berasal dari praktisi dokter gigi spesialis. sehingga kualitas gambar per se (dalam keterbatasan teknik) umumnya baik. Pada pemeriksaan. Kesepakatan antara UAO dan DPT rendah (k= 0. daripada di total populasi kasus dalam departemen rumah sakit dan tentu saja pada populasi umum. atau supernumerary. Oleh karena itu. kejadian impaksi dan supernumerary gigi dan faktor risiko lain yang diharapkan lebih tinggi daripada populasi umum atau dalam perawatan primer. DPT diklasifikasikan tidak memadai bagi pengamat untuk cukup menilai morfologi akar gigi insisiv.). Hal ini semakin menggambarkan ketidaksesuaian DPT sebagai alat pilihan untuk menilai patologi periapikal. Namun. yang semuanya mungkin berbeda ambang batas untuk pemesanan UAOnya. Pada 5 dari 6 kasus. namun kesepakatan tersebut rendah (Tabel V). Tabel VI). Pada 1 kasus supernumerary yang terlihat pada UAO namun gagal pada DPT yang diklasifikasikan sebagai "memadai" oleh pengamat (Gbr. Keandalan Intraexaminer baik (k= 0. Keandalan intraobserver sempurna (k=1. Para pengamat sepakat terlebih pada adekuasi radiografi UAO (k=0.Supernumerary Teeth Supernumerary teeth yang tidak terjawab di DPT tetapi diidentifikasi pada UAO pada 6 kali (1.652. Hasil bersih ini akan menjadi proporsi lebih besar catatan yang cocok untuk dimasukkan dalam penelitian (memiliki UAO dan DPT radiografi yang diambil pada hari yang sama) akan memiliki anomali dalam rahang anterior.222). radiografi akan telah diminta oleh sejumlah dokter yang berbeda. Namun.000. sependapat dengan bukti yang diterbitkan.147). adanya gigi impaksi. 262 dari 499 UAO radiograf (53%) dianggap cukup. Selain itu. tidak mungkin untuk mengetahui mana dari 3 kriteria pengamat concern dengan kapan menilai radiograf tidak memadai.2% kasus). Tabel V).401) daripada DPT (k=0.244) dan lebih buruk daripada kesempatan untuk DPT (k=0. Upaya dilakukan untuk memberi petunjuk dan meningkatkan standari antara pemeriksa sebelum mereka memeriksa radiograf dengan menyediakan lembar instruksi rinci. Tingkat ini sama dengan yang ditemukan dalam studi sebelumnya. kesepakatan dalam dan terutama antara . keandalan interexaminer rendah untuk UAO (k=0. sedangkan 72 dari 499 DPT (14%) yang dinilaibiasa (Tabel I). Tabel V) untuk mengidentifikasi gigi supernumerary. Patologi Periapikal Patologi periapikal ditetapkan sebagai yang buruk diidentifikasi pada DPT. Bias Sebuah kemungkinan sumber bias dalam penelitian ini adalah bahwa sampel tersebut diambil dari populasi pasien yang telah dirujuk ke rumah sakit untuk perawatan. adanya gigi impaksi.711.

meskipun lebih baik untuk gabungan kelompok "tidak normal". karena variabilitas alami antara pengamat juga telah dinilai. dan hasilnya mungkin berbeda untuk DPT digital. Radiografi intraoral kemungkinan akan diperlukan jika penilaian risiko penuh dan dapat diandalkan harus dibuat. bagaimanapun. radiografi DPT diambil pada 2 mesin analog saja. para pengamat semua berasal dari populasi yang homogen dokter gigi. Generalisasi Validitas eksternal studi ini mungkin telah ditingkatkan dengan penggunaan beberapa pengamat. adalah mungkin bahwa keandalan antar dan intraexaminer mungkin telah ditingkatkan jika pemeriksa telah terdiri dari yang terakhir. Risiko radiasi tambahan harus ditimbang dengan hati-hati terhadap manfaat klinis mungkin. Keterbatasan untuk generalisasi dari uji coba ini adalah bahwa populasi yang digunakan lebih cenderung memiliki gigi supernumerary dan berdampak pada rahang anterior daripada populasi umum. telah menyarankan bahwa mesin DPT digital dan analog menghasilkan radiografi kualitas diagnostik yang sama. dan kemampuan yang lebih besar untuk menggeneralisasi mungkin diharapkan memiliki berbagai pengamat yang berbeda telah digunakan (misalnya. meskipun ini mungkin juga berkontribusi untuk menurunkan nilai reliabilitas interobserver. Operator semua memiliki pengalaman reguler menilai anterior rahang atas pada radiografi untuk faktor risiko. Studi sebelumnya. ortodontis konsultan. Kemajuan lebih lanjut dalam ilmu radiologi cenderung membuat pertanyaan apakah radiografi UAO diperlukan untuk penilaian yang tepat dari rahang anterior jauh kurang relevan. Namun. terutama untuk menilai akar morfologi. karena waktu yang relatif singkat mereka dalam praktek klinis dibandingkan dengan dokter senior yang (mungkin dengan 30 tahun pengalaman). dokter gigi umum).penguji adalah sedang yang terbaik untuk individu jenis bentuk akar. Penggunaan beberapa pengamat berpotensi membuat hasil yang lebih digeneralisasikan. Namun. Selain itu. Para penulis mengucapkan terima kasih Gavin Daya di Rumah Sakit Wexham Park untuk membantu dengan proofreading dan Allan Jones di Kingston Rumah Sakit untuk saran. . Cone-beam CT dapat menjadi penyelidikan radiografi pilihan untuk sebagian besar pasien ortodontik baru ketika dosis radiasi untuk scan turun atau di bawah itu dari DPT gabungan dan cephalogram lateral dan bila biaya telah jatuh cukup untuk memungkinkan akses umum untuk teknologi. praktisi spesialis. KESIMPULAN Perawatan harus diambil ketika menilai faktor risiko di rahang anterior atas dasar informasi yang tersedia di DPT saja.