You are on page 1of 1

Jurnal kelompok 2group 7

The real equilibrium exchange rate in china


Kesimpulan :
Jurnal ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan nilai tukar
renminbi (RMB, atau Yuan yaitu mata uang republik tiongkok) dengan cara
membandingkannya dengan beberapa negara lainnya, seperti AS.
Telah terjadinya undervaluation terhadap mata uang china RMB yg
disebabkan oleh aturan-aturan ekonomi dan adanya isu efek balassa.
Tetapi meskipun undervaluation perekonomian di china terus meningkat
terbukti dengan kuatnya daya saing china dalam persaingan ekspor
produk. Produk-produk China yang di ekspor tersebut di jual dengan harga
yang murah jika dibandingkan dengan produk domestik, dan produk
import yang masuk ke China akan sangat mahal harganya. Hal ini
memberikan kontribusi untuk deflasi dunia yaitu harga rendah produkproduk Cina akan menarik harga domestik turun di negara-negara
pengimpor. Dengan kata lain konsumen pasti akan lebih memilih produk
dengan harga yang lebih murah. Dampaknya adalah industri dalam negeri
China tersebut terus meningkat karena rakyatnya sendiri lebih memilih
produk domestik dan produk-produk ekspor dari China pun akan banyak
diminati di luar negeri China. Inilah yang menjadi alasan kenapa meskipun
undervaluation tetapi perekonomian China terus meningkat. Sehingga AS
meminta agar China revaluasi mata uangnya.