You are on page 1of 17

ANGGARAN DASAR 2015 BADAN PENERBITAN PERS

MAHASISWA BALAIRUNG UNIVERSITAS GADJAH MADA


PEMBUKAAN
Kelembagaan pers mahasiswa Universitas Gadjah Mada Balairung lahir dari kancah
perjuangan mahasiswa untuk mencapai dan mewujudkan keseimbangan eksistensi di dalam
kehidupan bermasyarakat yang sedang mengalami kejumudan kebudayaan yang secara khusus
ditunjukkan oleh kondisi kampus yang inersia.
Kelembagaan pers mahasiswa Universitas Gadjah Mada Balairung mengada untuk
mengakomodasikan seluruh harkat kehidupan mahasiswa dan perguruan tinggi agar mampu
menciptakan perikehidupan yang seimbang antara dunia dan akhirat untuk berperan dalam
dinamika kebudayaan secara kualitatif dan konstruktif.
Untuk itu, idealisme yang ada pada mahasiswa sebagai insan muda yang berilmu harus
selalu digali sumbernya, dikembangkan kehidupannya, ditata perannya, dan diasosiasikan
keberadaannya secara bertanggung jawab dalam arti luas, kritis, dinamis, dan
berkesinambungan.
Kelembagaan pers mahasiswa Universitas Gadjah Mada Balairung mewujudkan
kesemuanya itu dalam pelaksanaan hakikat, sifat, fungsi, dan peran pers melalui tata informasi,
komunikasi, dan penalaran yang menekankan wawasan kemasadepanan berdasarkan kepada
nilai-nilai ketakwaan, kebenaran, keadilan, dan keindahan.

BAB I
NAMA, WAKTU, DAN TEMPAT KEDUDUKAN

Pasal 1
Organisasi ini bernama Badan Penerbitan Pers Mahasiswa Balairung Universitas Gadjah Mada
yang kemudian dalam Anggaran Dasar ini disebut Balairung.
Pasal 2
Balairung didirikan pada tanggal 29 Oktober 1985 di Bulaksumur, Yogyakarta, untuk jangka
waktu yang tidak ditentukan.
Pasal 3
Balairung berkedudukan di Universitas Gadjah Mada.

BAB II
STATUS

Pasal 4
Balairung berstatus otonom sebagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) khusus di tingkat
Universitas yang didirikan berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Gadjah Mada (SK
Rektor UGM) No. UGM/82/7789/UM/01/37 tanggal 14 Desember 1985 dan Surat Keputusan
Menteri Penerangan Republik Indonesia (SK Menpen RI) No. 1039/SK/Ditjen PPG/STT/1986.
BAB III
LAMBANG

Pasal 5
Lambang Balairung adalah triplengkung dalam lingkaran.
BAB IV
ASAS, SIFAT, DAN TUJUAN

Pasal 6
Balairung berasaskan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Pasal 7
Balairung bersifat otonom, independen, dan bernafaskan intelektual.
Pasal 8
Balairung bertujuan:
a. Turut membentuk masyarakat ilmiah dan pembelajar, berdasarkan nilai-nilai kebenaran,
kejujuran, keadilan, estetika dengan berorientasi ke masa depan yang bertanggung jawab
pada masyarakat, bangsa, dan almamater.
b. Memberikan penerangan, pendidikan, kontrol sosial, dan hiburan sebagai salah satu upaya
menciptakan keseimbangan hidup masyarakat dan dalam rangka mencerdaskan
kehidupan bangsa;

c. Mempersiapkan kader-kader pembelajar untuk membangun masa depan kemanusiaan


yang lebih baik, dan
d. Mengawal visi kerakyatan Universitas Gadjah Mada dalam interaksinya dengan lingkungan
nasional dan global yang kian kompleks diikuti dengan berbagai konsekuensi bagi
masyarakat dan mahasiswa sebagai calon-calon pemimpin dan intelektual masa depan
Indonesia.

BAB V
USAHA-USAHA

Pasal 9
(1) Balairung melaksanakan usaha-usaha:
a. Penerbitan utama, meliputi Majalah Balairung, Balairungpress, Balkon dan Jurnal
balairung;
b. Penerbitan lain yang disepakati dalam rapat kerja;
c. Nonpenerbitan guna menunjang tujuan Balairung.
(2) Dalam melakukan usaha sebagaimana yang dimaksud ayat (1), Balairung berusaha sendiri
dan atau bekerja sama dengan pihak lain yang tidak bertentangan dengan asas, sifat, dan
tujuan Balairung.

BAB VI
KEKUASAAN DAN STRUKTUR ORGANISASI

Pasal 10
Pemegang kekuasaan tertinggi Balairung adalah Musyawarah Besar dan pemegang
kekuasaan tertinggi Balairung dalam keadaan darurat adalah Musyawarah Luar Biasa.
Pasal 11
(1) Balairung terdiri atas Bagian Umum, Divisi Produksi dan Artistik, Divisi Redaksi,
Divisi Perusahaan, dan Divisi Riset.
(2) Balairung dipimpin oleh Dewan Pemimpin meliputi Pemimpin Umum, Kepala
2

Produksi dan Artistik, Pemimpin Redaksi, Pemimpin Perusahaan, dan Kepala Riset.
(3) Pelindung adalah Rektor Universitas Gadjah Mada.
(4) Penasihat adalah Direktur Kemahasiswaan Universitas Gadjah Mada dan/atau
mereka yang ditetapkan dalam rapat pleno.
(5) Pembina adalah orang yang direkomendasikan oleh rapat pleno dan disetujui Rektor
Universitas Gadjah Mada.

BAB VII
PERANGKAT ORGANISASI

Pasal 12
Perangkat organisasi Balairung terdiri atas Musyawarah Besar, Musyawarah Luar Biasa, Rapat
Kerja, Rapat Pleno, Rapat Dewan Pemimpin, Rapat Produksi dan Artistik, Rapat Redaksi, Rapat
Perusahaan, Rapat Riset, dan rapat-rapat lain yang diperlukan.
BAB VIII
KEPENGURUSAN

Pasal 13
(1) Seseorang diterima menjadi pengurus Balairung adalah Mahasiswa Universitas Gadjah
Mada yang telah memenuhi persyaratan tertentu.
(2) Pengurus Balairung berkewajiban aktif minimal selama tiga tahun.
(3) Pengurus Balairung paling lama aktif selama empat tahun.
(4) Penerimaan dan pemberhentian pengurus Balairung diatur sesuai dengan ketentuan
dalamAnggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga serta keputusan Balairung lainnya.

BAB IX
PERWAKILAN
Pasal 14
(1) Perwakilan adalah perorangan yang diangkat oleh pengurus Balairung dan ditetapkan
oleh Dewan Pemimpin untuk membantu kelancaran usaha-usaha Balairung.
(2) Syarat-syarat tentang perwakilan ditentukan dalam rapat pleno.
3

BAB X
ALUMNI
Pasal 15
Alumni adalah orang-orang yang telah menjadi pengurus Balairung sekurang-kurangnya tiga
tahun dan/atau telah menyelesaikan masa studinya di Universitas Gadjah Mada.

BAB XI
KEUANGAN
Pasal 16
Sumber keuangan Balairung diperoleh dari:
a. Penjualan produk Balairung;
b. Dana kemahasiswaan; dan
c. Bantuan-bantuan dan/atau usaha-usaha lain yang tidak bertentangan dengan Anggaran
Dasar Balairung.

BAB XII
PERUBAHAN ANGGARAN DASAR
Pasal 17
Perubahan Anggaran Dasar hanya dapat dilakukan dalam Musyawarah Besar atau Musyawarah
Luar Biasa.

BAB XIII
PEMBUBARAN ORGANISASI
Pasal 18
Pembubaran Balairung hanya dapat dilakukan atas keputusan Musyawarah Besar atau
Musyawarah Luar Biasa.

Pasal 19
Penyelesaian mengenai harta kekayaan Balairung ditetapkan dalam Musyawarah Besar atau
Musyawarah Luar Biasa.

BAB XIV
ATURAN PERALIHAN
Pasal 20
Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar diatur dalam Anggaran Rumah Tangga dan
aturan lain selama tidak menyimpang dari Anggaran Dasar.
Pasal 21
Anggaran Dasar ini berlaku sejak ditetapkan dan Dewan Pemimpin mengatur serta
menyelenggarakan segala hal yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar ini, selambat-lambatnya
sepuluh hari setelah disahkan.

PENUTUP

Anggaran Dasar ini disahkan di Musyawarah Besar Balairung.

Sermo, Kulon Progo, 5-7 Desember 2014

Ketua

Wakil Ketua

Sekretaris

ANGGARAN RUMAH TANGGA 2015 BADAN PENERBITAN


PERS MAHASISWA BALAIRUNG UNIVERSITAS GADJAH
MADA
BAB I
USAHA-USAHA
Pasal 1
(1) Penerbitan Jurnal Balairung adalah manifestasi dari orientasi pers wacana.
(2) Penerbitan Jurnal Balairung dilakukan secara berkala yang diputuskan dalam Rapat Kerja.

Pasal 2
(1) Penerbitan Majalah Balairung adalah manifestasi dari orientasi pers komunitas dengan
lingkup sekitar Yogyakarta.
(2) Penerbitan Majalah Balairung dilakukan secara berkala yang diputuskan dalamRapat
Kerja.

Pasal 3
(1) Penerbitan Balkon adalah manifestasi dari orientasi pers komunitas dengan lingkup
kampus UGM.
(2) Penerbitan Balkon dilakukan secara berkala yang diputuskan dalam Rapat Kerja.

Pasal 4
(1) Penerbitan Balairungpress adalah manifestasi dari pers komunitas berbasis online.
(2) Penerbitan Balairungpress dilakukan secaraberkala yang diputuskan dalam Rapat Kerja.

BAB II
MUSYAWARAH BESAR
Pasal 5
(1) Musyawarah Besar diselenggarakan sekali setahun di akhir periode kepengurusan.

(2) Musyawarah Besar berfungsi sebagai:


a. Forum evaluasi dan pertanggungjawaban Dewan Pemimpin;
b. Forum pendemisioneran Dewan Pemimpin;
c. Forum pengubahan dan penetapan AD/ART;
d. Forum penyusunan Garis Besar Haluan Kerja (GBHK) untuk periode berikutnya;
e. Forum pemilihan Dewan Pemimpin; dan
f. Forum penetapanhal-hal lain yangdiperlukan.

BAB III
MUSYAWARAH LUAR BIASA
Pasal 6
(1) Musyawarah Luar Biasa dilakukan dalam keadaan darurat.
(2) Keadaan darurat sebagaimana yang dimaksud ayat (1) adalah:
a. Dewan Pemimpin berhalangan tetap; dan
b. Hal-hal yang dianggap penting dan mendesak.
(3) Usulan untuk mengadakan Musyawarah Luar Biasa dilakukan secara tertulis yang
disetujui sekurang-kurangnya setengah ditambah satu jumlah pengurus.
(4) Musyawarah Luar Biasa sah apabila dihadiri lebih dari setengah jumlah pengurus.
BAB IV
RAPAT-RAPAT
Pasal 7
Rapat Kerja adalah rapat yang diikuti oleh seluruh pengurus yang dipimpin oleh Pemimpin
Umum untuk menyusun program kerja Balairung dan sekurang-kurangnya diadakan satu kali
dalamsatu periode kepengurusan.

Pasal 8
Rapat Dewan Pemimpin adalah rapat yang diikuti Dewan Pemimpin untuk membahas
kebijakan- kebijakan strategis.

Pasal 9
(1) Rapat Pleno adalah rapat yang diikuti seluruh pengurus yang dipimpin oleh Pemimpin
Umum untuk:
a. Membahas hasil-hasil Rapat Dewan Pemimpin dan/atau keputusan Pemimpin Umum
apabila Dewan Pemimpin tidak mencapai kesepakatan;
b. Untuk mendapatkan masukan-masukan guna menentukan langkah-langkah
kebijaksanaan umum;
c. Forum evaluasi lembaga secara berkala.
(2) Rapat Pleno diadakan sekurang-kurangnya dua kali dalam satu periode kepengurusan.

Pasal 10
Rapat Produksi dan Artistik adalah rapat yang diikuti oleh seluruh pengurus Divisi Produksi dan
Artistik serta dapat terbuka bagi seluruh pengurus Balairung yang diatur oleh Kepala Produksi
dan Artistik untuk menentukan kebijakan Divisi Produksi dan Artistik.

Pasal 11
Rapat Redaksi adalah rapat yang diikuti oleh seluruh pengurus Divisi Redaksi serta dapat
terbuka bagi seluruh pengurus Balairung yang diatur oleh

Pemimpin Redaksi untuk

menentukan kebijakan Divisi Redaksi.

Pasal 12
Rapat Perusahaan adalah rapat yang diikuti oleh seluruh pengurus Divisi Perusahaan serta
dapat terbuka bagi seluruh pengurus Balairung yang diatur oleh Pemimpin Perusahaan untuk
menentukan kebijakan Divisi Perusahaan.

Pasal 13
Rapat Riset adalah rapat yang diikuti oleh seluruh pengurus Divisi Riset serta dapat terbuka bagi
seluruh pengurus Balairung yang diatur oleh Kepala Riset untuk menentukan kebijakan Divisi
Riset.

BAB V

KEPENGURUSAN
Pasal 14
(1) Penerimaan pengurus dilakukan melalui dua cara:
a. Rekrutmen terbuka dan seleksi; dan
b. Penerimaan langsung dengan persetujuan Rapat Pleno.
(2) Penerimaan pengurus sebagaimana dimaksud ayat (1) butir b hanya dapat dilakukan
dalam keadaan darurat.
(3) Kedudukan sebagai pengurus ditetapkan dengan Surat Ketetapan Dewan Pemimpin.
(4) Dalam keadaan tertentu, pengurus Balairung dapat merangkap menjadi pengurus
organisasi lain, tetapi tetap mengedepankan tanggung jawabnya.
Pasal 15
Pengurus memiliki kewajiban:
a. Melaksanakan AD/ART dan ketetapan lain dalam Musyawarah Besar;
b.

Melaksanakan hasil rapat kerja, rapat pleno, dan rapat divisi;

c.

Menjaga nama baik Balairung, dan

d.

Menjaga harta kekayaaan Balairung.

Pasal 16
Pengurus memiliki hak:
a. Menggunakan harta kekayaan Balairung untuk menjalankan tujuan Balairung secara
bertanggung jawab;
b.

Mendapatkan kartu pers setelah memenuhi persyaratan tertentu yang diatur dalam rapat
pleno;

c.

Mendapatkan pelatihan dan pengembangan sesuai kapasitasnya;

d.

Mendapatkan sertifikat penghargaan setelah menjalankan kewajiban sebagai pengurus;


dan

e.

Menyampaikan pendapat, antara lain, hak suara dan hak bicara dalam rapat kerja, rapat
pleno, dan rapat divisi.

Pasal 17
(1) Kedudukan sebagai pengurus berhenti karena:

a. Meninggal dunia;
b. Mengundurkan diri secara tertulis dengan persetujuan Dewan Pemimpin;
c. Hilang status kemahasiswaan dan telah selesai mengerjakan tugasnya yang disepakati
rapat pleno;
d. Diberhentikan oleh Kepala/Pemimpin Divisi terkait dengan persetujuan Dewan
Pemimpin, setelah diperingatkan sekurang-kurangnya dua kali.
(2) Pengurus yang diberhentikan sebagaimana yang dimaksud ayat (1) butir d dapat
mengajukan pembelaan diri kepada Dewan Pemimpin melalui Rapat Pleno, selambatlambatnya 10 hari sejak surat pemberhentian diterima.

BAB VI
DEWAN PEMIMPIN
Pasal 18
(1) Dewan Pemimpin dipilih secara langsung oleh peserta sidang Musyawarah Besar.
(2) Tata cara pemilihan Dewan Pemimpin ditetapkan oleh peserta sidang Musyawarah Besar.
(3) Dewan Pemimpin diangkat untuk satu periode kepengurusan.
(4) Dewan Pemimpin adalah pengurus Balairung yang telah aktif sekurang-kurangnya selama
dua tahun kepengurusan.

Pasal 19
Sebelum memangku jabatan, Dewan Pemimpin bersumpah menurut agama dan berjanji di
hadapan peserta sidang Musyawarah Besar.
Sumpah Dewan Pemimpin:
Demi Tuhan Yang Maha Esa, saya bersumpah akan memenuhi kewajiban sebagai Dewan
Pemimpin Balairung dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Anggaran
Dasar/Anggaran Rumah Tangga, dan menjalankan segala peraturan dengan selurus-lurusnya.
Janji Dewan Pemimpin:

10

Saya berjanji dengan sungguh-sungguh akan memenuhi kewajiban sebagai Dewan Pemimpin
Balairung dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Anggaran
Dasar/Anggaran
Rumah Tangga, dan menjalankan segala peraturan dengan selurus-lurusnya.
Pasal 20
Dewan Pemimpin dilarang:
a. Menjadi pengurus inti di organisasi kemahasiswaan ekstra maupun intra kampus lain di
tingkat universitas, fakultas, dan/atau jurusan;
b. Mengikuti kegiatan lain yang dapat meninggalkan aktivitas di Balairung selama lebih dari
empat puluh hari berturut-turut tanpa alasan yang dapat diterima oleh Rapat Pleno.

Pasal 21
(1) Apabila terjadi kekosongan jabatan dalam Dewan Pemimpin, maka Dewan Pemimpin
dapat mengangkat Pejabat Sementara melalui Rapat Pleno.
(2) Pejabat Sementara adalah pengurus yang diberikan tanggung jawab oleh Rapat Pleno
untuk mengisi kekosongan jabatan Dewan Pemimpin.
(3) Dewan Pemimpin dapat membentuk struktur tambahan melalui Rapat Pleno apabila
dianggap perlu.
BAB VII
PEMIMPIN UMUM
Pasal 22
(1) Pemimpin Umum bertugas dan bertanggung jawab mengoordinasikan kegiatan Balairung
secara keseluruhan dan bertanggung jawab kepada Musyawarah Besar.
(2) Pemimpin Umum dapat mengangkat seorang atau lebih untuk membantu pelaksanaan
tugas

dan tanggung jawab.

(3) Dalam keadaan darurat, apabila Dewan Pemimpin tidak dapat mencapai kesepakatan dan
hal lain yang diatur kemudian, maka Pemimpin Umum memiliki kewenangan untuk
mengambil keputusan kebijakan-kebijakan strategis.

BAB VIII
DIVISI PRODUKSI DAN ARTISTIK

11

Pasal 23
(1) Divisi Produksi dan Artistik dipimpin oleh Kepala Produksi dan Artistik untuk
mengoordinasikan hal-hal yang menyangkut produksi dan artistik dan bertanggung jawab
kepada Musyawarah Besar.
(2) Divisi Produksi dan Artistik terdiri dari Fotografer, Ilustrator, Desainer Grafis, dan Web
Master.
(3) Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, Kepala Produksi dan Artistik dapat
dibantu oleh Sekretaris Produksi dan Artistik, Staf Produksi dan Artistik, dan sejenisnya
yang diperlukan.
(4) Bersama Pemimpin Umum dan/atau sendiri, Kepala Produksi dan Artistik mengatur
perwakilan Balairung dengan pihak luar terkait masalah produksi dan artistik.

BAB IX
DIVISI REDAKSI
Pasal 24
(1) Divisi Redaksi dipimpin oleh Pemimpin Redaksi untuk mengoordinasikan hal-hal
yang menyangkut keredaksian dan bertanggung jawab kepada Musyawarah Besar.
(2) Dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, Pemimpin Redaksi dapat dibantu oleh
Sekretaris Redaksi, Redaktur Pelaksana, Redaktur Bahasa, Staf Redaksi, dan sejenisnya
yang diperlukan.
(3) Bersama Pemimpin Umum dan/atau sendiri, Pemimpin Redaksi mengatur perwakilan
Balairung dengan pihak luar terkait masalah keredaksian.

BAB X
DIVISI PERUSAHAAN

Pasal 25
(1) Divisi Perusahaan dipimpin oleh Pemimpin Perusahaan untuk mengoordinasikan hal-hal
yang menyangkut bidang usaha dan bertanggung jawab kepada Musyawarah Besar.
(2) Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab, Pemimpin Perusahaan dapat dibantu
12

oleh Kepala Bagian Keuangan, Kepala Bagian Distribusi, Manajer Usaha-Usaha nonPenerbitan, Manajer Event Organizer, Staf Perusahaan, dan sejenisnya yang diperlukan.
(3) Bersama Pemimpin Umum

dan/atau sendiri, Pemimpin Perusahaan mengatur

perwakilan Balairung dengan pihak luar terkait masalah bidang usaha.

BAB XI
DIVISI RISET
Pasal 26
(1) Divisi Riset dipimpin oleh Kepala Riset untuk mengoordinasikan hal-hal yang menyangkut
riset dan bertanggung jawab kepada Musyawarah Besar.
(2) Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab, Kepala Riset dapat dibantu oleh
Sekretaris Riset, Staf Riset, Kepala Sekolah Metodologi, Redaktur Bahasa, dan sejenisnya
yang diperlukan.
(3) Bersama Pemimpin Umum dan/atau sendiri, Kepala Riset mengatur perwakilan
Balairung dengan pihak luar terkait dengan masalah riset.

BAB XII
BIRO KESEKRETARIATAN DAN DOKUMENTASI

Pasal 27
(1) Biro Kesekretariatan dan Dokumentasi dipimpin oleh Sekretaris Umum untuk
mengoordinasikan hal-hal yang menyangkut pengelolaan perpustakaan, surat menyurat,
basis data Balairung, dan hal lainnya yang dianggap perlu, serta bertanggung jawab kepada
Pemimpin Umum.
(2) Dalam pengelolaan Biro Kesekretariatan dan Dokumentasi seperti surat menyurat dan
bank data, Kepala Biro Kesekretariatan dan Dokumentasi berkoordinasi dengan sekretaris
atau yang mewakili di setiap divisi.
(3) Biro Kesekretariatan dan Dokumentasi beranggotakan pengurus sekurang-kurangnya
sudah satu tahun di Balairung.

BAB XIII
13

BIRO PENGEMBANGAN
Pasal 28
(1) Biro pengembangan dipimpin oleh Kepala Biro Pengembangan untuk pengelolaan dan
pengembangan kapasitas pengurus secara umum serta bertanggung jawab kepada
Pemimpin Umum.
(2) Dalam pengelolaan Biro Pengembangan, Kepala Biro Pengembangan berkoordinasi
dengan Dewan Pemimpin.
(3) Kepala Biro Pengembangan adalah pengurus yang sekurang-kurangnya sudah satu
tahun di Balairung.

BAB XIV
BIRO KEHUMASAN

Pasal 29
(1) Biro Kehumasan dipimpin oleh Kepala Biro Kehumasan untuk membangun, mengelola
dan memperluas jaringan kelembagaan Balairung serta bertanggung jawab kepada
Pemimpin Umum.
(2) Dalam pengelolaan Biro Kehumasan, Kepala Biro Kehumasan dibantu oleh staf internal dan
staf eksternal.
(3) Biro Kehumasan berkoordinasi semua divisi dalam pengelolaan website lembaga dan social
media.dengan Tim Kreatif dalam pengelolaan social media.
(4) Kepala Biro Kehumasan adalah pengurus yang sekurang-kurangnya sudah satu tahun di
Balairung.

BAB XV
TIM KREATIF

PASAL 30
(1) Tim Kreatif Jurnal balairung beranggotakan Pengurus tahun ketiga yang dikoordinasi oleh
seorang Koordinator Jurnal Balairung.
(2) Tim Kreatif Jurnal Balairung bertanggung jawab atas keberlangsungan penerbitan Jurnal
14

Balairung.
(3) Tim Kreatif Jurnal Balairung bertanggung jawab pada Dewan Pemimpin.

Pasal 31
(1) Tim Kreatif Majalah Balairung beranggotakan pengurus tahun kedua dari perwakilan tiap
divisi yang dikoordinasi oleh seorang Koordinator Majalah Balairung.
(2) Tim Kreatif Majalah Balairung bertanggung jawab atas keberlangsungan penerbitan
Majalah Balairung.
(3) Tim Kreatif Majalah Balairung bertanggung jawab pada Dewan Pemimpin.

Pasal 32
(1) Tim Kreatif Balkon beranggotakan pengurus tahun kedua dari perwakilan tiap divisi yang
dikoordinasi oleh seorang Koordinator Balkon.
(2) Tim Kreatif Balkon bertanggung jawab atas keberlangsungan penerbitan Balkon.
(3) Tim Kreatif Balkon bertanggung jawab pada Dewan Pemimpin.

Pasal 33
(1) Tim Kreatif Balairungpress beranggotakan pengurus tahun kedua dari perwakilan tiap divisi
yang dikoordinasi oleh seorang Koordinator Balairungpress.
(2) Tim Kreatif Balairungpress bertanggung jawab atas pengelolaan Balairungpress.
(3) Tim Kreatif Balairungpress bertanggung jawab kepada Dewan Pemimpin.

BAB XVI
SANKSI
Pasal 34
(1) Setiap pengurus dapat dikenai sanksi apabila melanggar AD/ART dan/atau melakukan
tindakan yang dapat merugikan atau mencemarkan nama baik Balairung.
(2) Sanksi dapat berupa:
a. Surat peringatan Dewan Pemimpin;
b. Pencabutan status kepengurusan; dan
15

c. Pelaporan kepada pihak yang berwajib sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Sermo, Kulon Progo, 5-7 Desember 2014


Ketua

Wakil Ketua

16

Sekretaris