You are on page 1of 4

Orthodontic Dental Journal Vol. 1 No.

 1 Januari‐Juni 2010;22‐25 

Research Report
Perbedaan efektivitas obat kumur yang mengandung cengkeh dengan obat kumur
chlorexidine gluconat 0.2% dalam menghambat pembentukan plak
(Differential effectivity between chlorhexidine gluconat 0.2% and cengkeh as mouthwash in
reducing accumulated plaque )
Ajeng Arinda1, Pambudi Rahardjo2, Ari Triwardani2
Mahasiswa S1 Pendidikan Dokter Gigi
2
Staf Pengajar Departemen Ortodonsia
Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Airlangga
Surabaya-Indonesia

1

ABSTRACT
Background: Dental plaque is a soft deposit that accumulates on the teeth. Plaque is found preferentially at protected and
stagnant surfaces, and these are at the greatest risk of disease. Mouthwash is the alternative ways to keep oral hygiene beside
another methods. Chlorhexidine gluconate is a germicidal mouthwash. It reduces bacteria in the mouth. Chlorhexidine gluconate
is used to treat gingivitis (swelling, redness, and bleeding of the gums). Chlorhexidine gluconate is usually prescribed by a
dentist. Cengkeh mouthwash is a natural antiseptic mouthwash. Formula of cengkeh mouthwash can reduced growth of bactery S.
Mutans and S. Viridans that caused dental plaque. Purpose:  This aim of this study was to evaluate the effectivity between
chlorhexidine gluconat 0.2% and cengkeh as mouthwash in reducing activity of accumulated plaque. Method: This research was
done to human between ages 18-24 years, wear ortodontic brekets, haven’t systemic disease. Sample divide to 3 groups. First
group use cengkeh mouthwash. Second group use chlorhexidine gluconat 0.2% mouthwash. Third group use purified water for
mouthwash, the third is control group. Each group brushteeth in 2 minutes and use 20mL mouthwash for 30 second, use
disclosing agent then count the accumulated plaque by Ortho Plaque Index (OPI) , not eat and not drink 60 minutes before the
next counting. Results: The average difference of accumulated plaque in first group is 0,224. Second group is 0,233. Third group
is 0,287 Conclusion: There were not significant differences in effectivity for all variable. Chlorhexidine gluconat 0.2% and
cengkeh as mouthwash effective to decreased accumulated plaque
Key words: dental plaque, mouthwash, chlorhexidine gluconate 0.2%, cengkeh
Korespondensi (correspondence): Ajeng Arinda P, Mahasiswa S1 Pendidijan Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi, Jln. Mayjen.
Prof. Dr. Moestopo No. 47 Surabaya 60132. Indonesia. Email : ajeng.kaendra@gmail.com
PENDAHULUAN
Kesehatan rongga mulut merupakan salah satu bagian
yang tidak dapat dipisahkan dari kesehatan tubuh secara
keseluruhan. Untuk memperoleh kesehatan rongga mulut
yang baik berawal dari kebersihan mulut setiap individu.
Plak gigi merupakan faktor penyebab terpenting dari
perkembangan karies dan penyakit periodontal, dan terdapat
hubungan langsung antara derajat kebersihan mulut dengan
tingkat keparahan penyakit periodontal. Kontrol plak adalah
cara terbaik dan erat hubungannya dengan kebersihan
mulut.1
Akumulasi plak yang tidak segera ditanggulangi dapat
menyebabkan gingivitis dan jika berlanjut dapat
menimbulkan periodontitis. Untuk mencegah terjadinya
penyakit tersebut, maka dilakukan kontrol plak dengan cara
memberikan motivasi untuk selalu menjaga kebersihan
rongga mulut, scaling, polishing gigi, cara memakai sikat
gigi, dental floss maupun obat kumur.
Saat ini masih banyak pemakai peranti cekat ortodonti
yang mengeluh tentang bau dan kebersihan mulutnya. Hal
ini disebabkan karena busur atau multiple loop, auxilliaries
dan beberapa elastik yang biasanya digunakan pada
perawatan tersebut sehingga menyebabkan penderita sulit

membersihkan sisa makanan yang terperangkap di
antaranya.2
Peranti ortodonsi (termasuk bahan bonding) adalah
faktor yang mempermudah retensi plak gigi.3 Obat kumur
merupakan salah satu alternatif dalam menjaga kebersihan
rongga mulut karena obat kumur mampu membersihkan
debris yang mungkin masih tertinggal setelah penggunaan
metode lainnya.4
Penggunaan obat kumur efektif untuk mencegah
akumulasi plak gigi jika digunakan sebagai pelengkap
kontrol mekanik terhadap plak gigi.5 Sebagian obat kumur
mempunyai sifat bakteriostastik dan bakteriosid, sehingga
memiliki daya bersih yang lebih kuat terhadap pembentukan
plak gigi.6 Formula setiap bahan yang terdapat dalam obat
kumur sangat berbeda, tergantung pada tujuan akhir yang
ingin dicapai, sebagian besar obat kumur mengandung
derivat alkohol.7 Selain itu obat kumur juga berfungsi
mempercepat penyembuhan pada infeksi gingiva dan pasca
operasi karena irigasi tersebut dapat membantu
menghilangkan jaringan nekrotik dan menurunkan
pertumbuhan bakteri.6
Cengkeh merupakan tanaman tropis yang berasal dari
Maluku. Tanaman perkebunan ini menyebar di Indonesia

22 
 

Semua permukaan bukal gigi yang dilekati breket diulasi dengan larutan disclosing. penyedap masakan. Minyak cengkeh banyak dimanfaatkan oleh dokter gigi sebagai penghilang rasa sakit. subyek tidak diperbolehkan makan dan minum dan dilakukan pemeriksaan dan pencatatan skor plak lagi setelah diulasi disclosing solution. zat besi. Sampel dibagi menjadi 3 kelompok.2% untuk membantu pembersihan gigi secara konvensional akan meningkatkan kesehatan gingiva secara bermakna terutama di daerah interdental.11 P = 0. jamur. dan daun cengkeh kering (clove leaf oil).9 Yang diperiksa yaitu semua bagian bukal dari gigi-gigi yang dilekati breket. dan setelah dilakukan penghitungan data. Chlorhexidine mulai dikenal sejak 1950 sebagai antimikroba. Kini sudah banyak dibudidayakan untuk diambil bunga dan minyaknya. Pemakaian obat kumur dengan larutan chlorhexidine glukonat 0. fosfor. antiseptik. dan distal dari breket. = Oklusal. dan obat batuk. tanaman ini juga digunakan dalam industri farmasi.2%. Pencatatan skor plak berdasarkan kriteria penilaian Ortho Plaque Index (OPI). tidak mempunyai riwayat penyakit sistemik.22‐25  sejak tahun 1870.785 (p>0. Sifat kimiawi dan efek farmakologis dari cengkeh adalah hangat. yaitu kelompok yang berkumur menggunakan cengkeh. vitamin B1. 1 No. Kontrol Cengkeh Chlorexidine Rerata dan standar deviasi nilai selisih akumulasi skor plak pada masing-masing kelompok. protozoa. peluruh kentut (icarminative). kalsium. didapatkan hasil sebagai berikut : Tabel 1. Secara simple random sampling jumlah sampel adalah 10 orang tiap kelompok . Selama 1 jam setelah berkumur. dalam keadaan sehat. Chlorhexidine telah dibuktikan sebagai anti plak yang sangat efektif sehingga mempunyai peranan penting pada terapi gingivitis dan pencegahan kelainan periodontal.8 BAHAN DAN METODE Sampel dari mahasiswa FKG UNAIR yang berusia 1824 tahun. anestetik lokal. kelompok kedua berkumur dengan obat kumur chlorexidine 0. Total Penjumlahan = OPI Jumlah gigi yang diperiksa x 6 Kriteria skoring : untuk skoring adalah hasil OPI dikalikan 100 Baik : 0-25 Sedang : 26-50 Buruk : >50 HASIL Berdasarkan hasil pengamatan dan penghitungan akumulasi skor plak pada sampel penelitian. yaitu daerah di sekeliling breket. yaitu : I II = Servikal = Sentral. serbuk tangkai kuntum cengkeh (clove stem oil). mesial. aromatik. dan eugenol. Setelah berkumur dilakukan pemeriksaan dan pencatatan skor plak setelah diulasi disclosing solution. yaitu daerah koronal dari breket. Subyek menyikat gigi terlebih dahulu dengan metode roll selama 2 menit menggunakan pasta gigi. Masing-masing permukaan gigi yang diperiksa dibagi menjadi tiga area dengan membagi permukaan gigi secara horizontal. algae dan virus dapat juga dihambat oleh chlorhexidine. bakteri ragi. Tanaman cengkeh dapat tumbuh dengan baik di daerah beriklim tropis. dan kelompok kontrol. tidak memiliki riwayat alergi. III Gambar 1. Selain itu. kecuali gigi-gigi posterior yang diberi band.Orthodontic Dental Journal Vol. Minyak cengkeh (Eugenia aromatica) dapat dihasilkan dari penyulingan serbuk kuntum cengkeh kering (clove oil). Gram (-). bebas karies. Kontrol Cengkeh Chlorexidine Signifikansi uji Kruskal Wallis - 0. berkhasiat sebagai perangsang (stimulan).275 - 0. chlorexidine gluconate 0.064 0. 1 Januari‐Juni 2010. menghilangkan kolik. dan wewangian. Kandungan kimia pada cengkeh adalah karbohidrat. Pengukuran indeks plak dengan skoring OPI. setelah sikat gigi kelompok pertama subyek berkumur dengan obat kumur cengkeh sebanyak 20 ml selama 30 detik.2% selama 30 detik. rasanya tajam. protein.05) - 23    . Pengukuran indeks plak dengan skoring OPI (Ortho Plaque Index). dan kelompok kontrol hanya berkumur dengan air. lemak. Selain itu minyak cengkeh dapat dipakai sebagai bahan aktif atau pembuatan obat kumur karena sifatnya sebagai antibakteri sehingga mampu menghambat pembentukan plak gigi. Chlorhexidine merupakan antibakteri dengan spektrum yang luas dan sangat efektif untuk bakteri Gram (+). yang terbagi atas 3 kelompok pengamatan.

tetapi tidak homogen. 1 No. tetapi tidak aktif melawan spora bakteri pada suhu kamar.08957. 3. Am J Orthod 1974. 2). Namun jika diamati lebih jauh ada perbedaan yang sangat tipis antara obat kumur cengkeh dengan obat kumur chlorexidine. Waktu pengambilan sampel yang lebih lama dan berulang dapat memberikan hasil penelitian yang lebih akurat. kemudian didapatkan p<0.2240±0.2870±0. yang berarti data pada seluruh kelompok penelitian berdistribusi normal. hasil skor plak dari penelitian ini masuk dalam kategori baik. Menghancurkan dinding sel bakteri. Philadelphia: Lea and Febinger. 1971. 5: 487-97. Dari Tabel 1 terlihat akumulasi skor plak terendah didapatkan pada kelompok Cengkeh.05 (p>0. Sedangkan chlorexidine merupakan suatu turunan bisbiguanidine yang merupakan senyawa bekerja cepat dan toksisitasnya sangat rendah.08957 * = ada beda bermakna (p<0. Clinical practice of dental hygienist. 279-98.275.13 Antibakteri dapat melawan bakteri melalui beberapa cara yaitu14: 1).2330±0. Sedangkan pada kelompok kontrol didapatkan 0.05. Prevalence of carious white spots after orthodontic treatment with multibonded appliance. Hal ini berarti bahwa tidak ada perbedaan yang bermakna antara obat kumur cengkeh dan chlorexidine dalam menghambat akumulasi plak. Hal ini dapat dilihat pada Gambar 5.Orthodontic Dental Journal Vol. current concepts and practical advice.05) Pada Tabel 2 terlihat didapatkan nilai signifikansi untuk perbandingan antar kelompok secara keseluruhan tidak didapatkan perbedaan nilai akumulasi skor plak yang bermakna (p=0. Zachrisson BU.08383 dan skor plak pada obat kumur chlorexidine adalah 0. DAFTAR PUSTAKA 1. dan pada perbandingan antar masing-masing kelompok penelitian juga tidak didapatkan perbedaan nilai akumulasi skor plak yang bermakna (p>0. Oral hygiene for orthodontic patiens. molekulnya berbentuk simetris yang mengandung dua buah cincin 4-chlorophenyl dan dua kelompok biguanide yang dihubungkan dengan rantai hexamethylene. PEMBAHASAN Pada penelitian ini didapatkan hasil uji Kruskal Wallis skor plak pada obat kumur cengkeh adalah 0.12 Berkumur dua kali sehari dengan menggunakan 0.05). hasilnya seluruh kelompok penelitian mempunyai nilai lebih besar dari 0. Berdasarkan ketentuan skoring dari OPI. Menghambat folat yang merupakan struktur penting untuk merangsang replikasi bakteri.224 0. Kelompok N x SD Kontrol 10 0. Menghambat sintesa dan metabolisme protein bakteri. Uji beda diameter zona hambat antara masing-masing kelompok menggunakan uji Kruskal Wallis dan LSD. 24    .p>0. Dari hasil di atas didapatkan hasil signifikansi sebesar 0. 3). E J O 1986.03093 Cengkeh 10 0. Dari hasil ini dapat dilihat bahwa kedua jenis obat kumur tersebut dapat menurunkan akumulasi plak.10 Chlorexidine mengandung ion kationik.p.05). 3rd ed. 2.05). 4). Menghambat sintesa asam nukleat sel pada bakteri. Wilkins EM.8:229-34.08383 Chlorexidine 10 0. dilakukan uji normalitas pada masingmasing kelompok dengan menggunakan uji Kolmogorov Smirnov. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi hasil penelitian adalah waktu pengambilan sampel yang hanya setelah 1 jam. Pada dasarnya baik obat kumur cengkeh maupun chlorexidine sama-sama baik untuk menghambat pertumbuhan plak. sehingga tidak dilanjutkan melalui analisis One-way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Kruskal wallis untuk melihat signifikansi perbedaan antar kelompok penelitian.275 (>0.03093. dan akumulasi skor plak tertinggi didapatkan pada kelompok kontrol.233 0. Sebelum dilakukan uji analisis perbandingan antar kelompok penelitian.05) atau berarti juga tidak didapatkan perbedaan efektifitas terhadap pengurangan jumlah plak pada gigi antara cengkeh dan Chlorexidine.2% larutan chlorhexidine akan mengurangi jumlah mikroorganisme dalam saliva sebanyak 80% dan apabila pemakaian obat kumur dihentikan bakteri akan kembali seperti semula dalam waktu 24 jam. Artun J.22‐25  Gambar 1. 1 Januari‐Juni 2010. Rerata selisih akumulasi skor plak pada masingmasing kelompok. Tabel 2. dan dilanjutkan uji homogenitas.287 0.11 Chlorexidine efektif untuk menghambat virus dan aktif melawan jamur. Kenyataan di atas dapat disebabkan oleh obat kumur cengkeh mengandung hasil isolasi dari minyak cengkeh yaitu senyawa eugenol yang berperan sebagai anti bakteri yang dapat melawan bakteri rongga mulut yang berhubungan dengan penyakit periodontal.

6th ed. Martindale. 14. Turnbull. Heintze SD. Bull Tokyo Dent Coll 1998. St Louise-Toronto-London: The C. 12. Periodontal therapy. Illinois: Quintessence Publishing Co.V.635. Adachi M. Nagle PJ. Kowitz GM. 10.p. 1991. Periodontics for dental hygienist. 65-87. Peranan chlorexidine terhadap kelainan gigi dan rongga mulut. Mycek MJ. 25    . 3th Ed. Effect of mouthwashes on the oral tissues. 7. 31: 47-50. Pharmaceutical Press London 1983. 5. The efficacy of antimicrobial mouth rinses in Oral Health Care. literature review. 637. Oral Health for the orthodontic patient.Orthodontic Dental Journal Vol. Cermin Dunia Kedokteran 1996. Chlorhexidine in dental practice. 1 No. Gjermo P. Miethke RR. 1999. Philadelphia: Lea & Febiger. 113. Lucantoro FM. Anna dan Mathilda. 11. ITB Bandung.Inc.p. Iijima K. the extra farmacopoeia. Cherrick HM. Chlorhexidine: an ideal plaque inhibiting agent?. Reynold JEF. Finke C.197. Brinkmann P. 8. 1980. 13. J Clin Periodontol 1974. 39(1):7-14.22‐25  4. Goldman HM. 1 Januari‐Juni 2010. 9:788-90 Priantojo. Philadelphia: Washington Square.p. 1-3. Cohen DW. 1997. Farmakologi ulasan bergambar. GC Jr. 1:143-52. J Oral Med 1976. Canad Dent Assn 1978. 283-315. 1980. Mosby Co. . Edisi 2. Mc Fall WR Jr and Hunter. buku ajar farmakologi dan toksikologi. Edisi ke 5. 6. Dinamika obat. 2: 7375. Okuda K.183. Allen DL. 9.