LAPORAN PATOLOGI

USUS HALUS
“Limfoma”

Disusun Oleh:
Haryanti Apriliani Santoso
Rivani Nur Aisyiah
Tingkat:
1B

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES RI
BANDUNG
JURUSAN KEPERAWATAN BANDUNG
Tahun Ajaran 2012-2013
A. Pengertian dan Fungsi Usus Halus
Usus halus adalah saluran yang memiliki panjang ± 6 m. Fungsi usus
halus adalah mencerna dan mengabsorpsi chyme dari lambung. Usus
halus

memanjang

dari pyloric

sphincter lambung

sampai sphincter

Di dalam usus ini. Di dalam setiap jonjot terdapat pembuluh darah halus dan saluran limfa yang menyerap zat hara dari permukaan jonjot. Dinding jonjot usus halus tertutup sel epithelium yang berfungsi untuk menyerap zat hara. ileum. memiliki panjang antara 1.5 m – 1. yang dimulai dari pyloric sphincter di perut sampai jejunum. Empedu berfungsi mengemulsikan lemak denganbantuan lipase. makanan menjadi bubur yang lumat yang encer. jejunum. Getah usus yang dihasilkan mengandung lendir dan berbagai macam enzim yang dapat memecah makanan menjadi lebih sederhana. Dinding usus halus mempunyai lapisan mukosa yang banyak mengandung kelenjar brunner yang berfungsi memproduksi getah intestinum. Permukaan dinding ileum dipenuhi oleh jonjot-jonjot usus/vili. Enzim pada mikrovili menghancurkan makanana menjadi partikel yang cukup kecil untuk diserap. tempat bersambung dengan usus besar. Di dalam jejunum. Pankreas menghasilkan amilase yang berfungsi mencerna hidrat arang menjadi disakarida dan tripsin yang berfungsi mencerna protein menjadi asam amino/albumin dan polipeptida. Jejenum. pada lengkungan ini terdapat pancreas dan duodenal papilla. . Dinding tersebut juga mengeluarkan mucus. Berbentuk sepatu kuda melengkung ke kiri. Terdapat sekitar 1000 mikrovili (gambar 3) dalam tiap sel. tempat bermuaranya pancreas dan kantung empedu.ileocaecal. Duodenum. Usus penyerapan (ileum). makanan mengalami pencernaan secara kimiawi oleh enzim yang dihasilkan dinding usus.75 m. bagian terpendek (25cm).5m terjadi penyerapan sari–sari makanan. yaitu: duodenum. panjangnya antara 0. Usus halus terdiri atas tiga bagian . Adanya jonjot usus mengakibatkan permukaan ileum menjadi semakin luas sehingga penyerapan makanan dapat berjalan dengan baik.75m – 3.

Intestinal juice merupakan kombinasi cairan yang disekresikan oleh kelenjar-kelenjar usus (glandula intestinalis) dari duodenum. dan ileum. Dinding submukosa terdiri atas jaringan alveolar dan berisi banyak pembuluh darah. Lapisan mukosa berisi banyak lipatan . sel limfe. dan pleksus syaraf yang disebut plexus of meissner.. dan pleksus syaraf. Submukosa terdiri dari jaringan ikat yang mengandung syaraf otonom. Mukosa dalam terdiri dari epitel selapis kolumner goblet yang mensekresi getah usus halus (intestinal juice). yaitu plexus of meissner yang mengatur kontraksi muskularis mukosa dan sekresi dari mukosa saluran pencernaan. kelenjar. 4. 2. jejunum. pembuluh limfe. Submukosa ini terdapat diantara otot sirkuler dan lapisan mukosa. lapisan luar yang memanjang (longitudinal) dan lapisan dalam yang melingkar (serabut sirkuler). Lipatan ini menambah luasnya permukaan sekresi dan absorpsi serta memberi kesempatan lebih lama pada getah cerna untuk bekerja pada makanan. Produksinya dipengaruhi oleh hormon sekretin dan enterokrinin. Diantara kedua lapisan serabut berotot terdapat pembuluh darah. yaitu peritornium yang melapisi usus halus dengan erat.Vena porta mengambil glukosa dan asam amino. Lapisan usus halus terdiri atas 4 lapisan yang sama dengan lambung. Sistem kerjanya adalah kelenjar blunner akan mengeluarkan sekret cairan kental alkali. Lapisan otot polos terdiri atas 2 lapisan serabut. sedangkan asam lemak dan gliserol masuk ke sel limfa. Lapisan luar adalah membran selulosa. pencampuran makanan dengan enzim-enzim pencernaan dan pergerakkan makanan sepanjang saluran pencernaan. Kontraksi otot polos dan bentuk peristaltic usus yang turut serta dalam proses pencernaan mekanis. yaitu : 1. 3. Pada lapisan ini terdapat vili (gambar 3) yang merupakan tonjolan dari plica circularis (lipatan yang terjadi antara mukosa dengan submukosa). Pada duodenum terdapat kelenjar blunner yang berfungsi untuk melindungi lapisan duodenum dari pengaruh isi lambung yang asam.

Limfoma tumbuh pada bagian tengah usus halus (jejunum) atau bagian bawah usus halus (ileum). Limfoma dapat menyebabkan bagian usus menjadi kaku dan memanjang. penyebab-penyebab yang sering ditemukan pada penderita kanker usus halus adalah: Karena usia tua Kegemukan Sering merokok sering meminum minuman beralkohol Memiliki pola makan yang jelek dalam artian kurang memperhatikan waktu makan 6. Bahaya yang paling besar dari limfoma adalah penyebarannya ke jaringan atau organ lainnya. anemia serta demam. Sel yang memperbanyak diri ini terus bermutasi dan berkembang menjadi tumor kemudian menyerang jaringan getah bening seperti kelenjar getah bening atau pun limpa. 3. Patofisiologi Kanker Usus Halus Limfoma muncul ketika ada satu limfosit (sel getah bening) mengalami sejumlah mutasi genetik dan kehilangan kendali terhadap reproduksinya. Adapun 1. di tengah-tengah villi. Makanan yang dimakannya juga tidak bergizi. Pengertian Kanker Usus Halus (Limfoma) Kanker usus halus adalah kanker yang biasanya menempel di jonjotjonjot dinding usus halus.Lieberkuhn yang bermuara di atas permukaan. C. kanker usus halus tergolong sangat langka. Namun kanker ini lebih sering ditemukan pada penderita penyakit seliak. Cara pengobatan penyakit ini masih sama seperti kanker lainnya yaitu dengan kemoterapi. B. 2. darah pada tinja. terdapat sebuah benjolan di perut. Lipatan Lieberkuhn diselaputi oleh epithelium silinder. 5. seperti makanan dan minuman instan . Tapi tenang aja. 4. Gejala yang terjadi pada penderita limfoma adalah sakit atau kram di tengah perut. Mungkin hanya sekita dua dari seratus orang yang menderita kanker sistem pencernaan mengidap kanker usus halus.

5. NHL adalah keganasan terbanyak ketiga pada anak-anak. imunostimulasi kronis dan pemajanan terhadap lingkungan. Area ekstranodus dalam nasofaring atau orofaring. Keterlibatan gastrointestinal.Limfoma non-Hodgkin (non-Hodgkin lymphoma. nodus perifer. NHL anak cendeqrung berawitan cepat dan ditandai dengan keterlibatan luas dan agresif. dan daerah nasofaring. NHL dapat dibagi dalam 3 jenis: (1) limfoblastik. kulit. Karena telah dikemukakan beberapa sistem klasifikasi untuk NHL. dan (3) sel besar. Sejumlah faktor. Tempat ekstralimfoid yang sering terkena adalah tulang. Kemungkinan gejala yang menyerupai apendisitis (nyeri. dan SSP. Dengan terapi agresif. dengan atau tanpa limfadenopati. kategorisasinya masih kompleks. Intususepsi 3. Prognosis yang baik ditentukan oleh hal-hal berikut: 1. aberasi kromosom. NHL) adalah neoplasma yang sangat ganas pada sistem limfatik dan jaringan limfoid. dengan insidens puncak antara usia 7 dan 11 tahun.5 kali insidens penyakit Hodgkin. Keterlibatan limfonodus 2. retrpoperitoneal 4. imunodefisiensi. Insidens NHL kira-kira 1. penyebab NHL juga tidak diketahui. yang umumnya berespons cepat terhadap pengobatan. atau tempat ekstranodus lain yang terisolasi. Lebih sering menyerang laki-laki daripada perempuan. testis. seperti infeksi virus. terbatas pada mesentrium. pelvis. 3. 3. MANIFESTASI KLINIS Keterlibatan Intraabdominal 1. 2. Massa ovarium. angka kelangsungan hidup anak dengan NHL yang terlokalisasi adalah 90% dan untuk penyakit lanjut 605-70%. NHL terjadi pada bayi sampai remaja. Seperti halnya kebanyakan neoplasma anak. (2) sel-sel non-belah yang kecil. dengan rasio 3:1 4. Asites . nyeri tekan di kuadran kanan bawah) 2. INSIDENS 1. Tempat yang sering terkena adalah daerah intraabdomen. dengan atau tanpa limfadenopati regional. Angka kesintasan 3 tahun bagi anak-anak dengan NHL adalah 50% 80%. mediastinum. sum-sum tulang.

3. Gejala Kanker Usus Halus Inilah beberapa gejala-gejala yang mungkin timbul ketika seseorang menderita kanker usus halus: 1. 2. Efusi pleura Kompresi trakea Sindrom vena kava superior Batuk. 3. 6. mengi. Kongesti nasal Rinorea Epistaktis Sakit kepala Proptosis Iritabilitas Penurunan berat badan D. dispnea. 4. 6. Paranasal. Bentuk kotorannya kecil meruncing dan agak keras D. karena nutrisi banyak yang tidak terserap 3. Berat badan turun 2. Penurunan berat badan Keterlibatan Mediastinum 1. Diare 7. gawat pernapasan Edema ekstremitas atas Perubahan status mental Keterlibatan Primer Nasal. Hipokalsemia E. 2. Pada kotoran BAB mengandung darah 5.5. Muntah 6. dan Farin 1. letih dan lesu. 5. 4. Badan terasa lelah. Gambar Penyakit Limfoma . Hiperfosfatemia 4. Sakit perut banget 4. 5. Dampak Kanker Usus Halus (Limfoma) Bagi Tubuh Mereka mungkin termasuk ketidaknyamanan perut berhubungan dengan berikut: o Mual o Kembung o Kehilangan nafsu makan Komplikasi Komplikasi utama adalah sindrom lisis tumor (sebagai akil pengobatan) 1. Hiperurisemia 2. 7. Hiperkalemia 3. Oral.

25 http://fungsi.15 http://books.wordpress.00 http://id.org/wiki/Limfoma diunduh pada tanggal 30 april 2013 pukul 10.html diunduh pada tanggal 30 april 2013 pukul 10.com/2012/12/kanker-usus-halus.google.22 .wikipedia.id/books? id=j_ScFduyerMC&pg=PA466&lpg=PA466&dq=patofisiologi+limfoma&sou rce=bl&ots=1Ll86LdFCM&sig=Dldk9rRDRMRxRADZNND8xPtwIfU&hl=id&s a=X&ei=wo5_UbTnOoPQrQegvIGQBw&redir_esc=y#v=onepage&q=patofi siologi%20limfoma&f=false diunduh pada tanggal 30 april 2013 pukul 10.05 http://fungsi-usus.blogspot.com/kanker-limfoma/ diunduh pada tanggal 30 april 2013 pukul 10.co.info/fungsi-usus-halus/ diunduh pada tanggal 01 Mei 2013 pukul 21.DAFTAR PUSTAKA http://tinggalklikajah.

Related Interests