Salah satu proses alternatif untuk meningkatkan

kemurnian etanol adalah distilasi ekstraktif. Prinsip
dasar dari distilasi ekstraktif adalah dengan
menambahkan suatu zat (solvent) tertentu ke dalam
campuran azeotrop, tanpa menyebabkan terbentuknya
titik azeotrop baru (Huang dkk, 2008). Solvent bersifat
relatif tidak mudah menguap sehingga keluar sebagai
produk bawah bersama dengan komponen pengotor
yang kurang volatile dan memiliki titik didih antara
50–100oC lebih tinggi daripada campuran yang
hendak dipisahkan. Kriteria solvent yang baik, antara
lain: memiliki selektivitas tinggi, murah dan mudah
diperoleh, tidak beracun, tidak korosif, stabil secara
kimia, titik beku rendah untuk kemudahan
penyimpanan, dan viskositas rendah untuk
memberikan efisiensi tray yang tinggi (Treybal,
1981). Solvent yang digunakan pada penelitian ini
adalah campuran etilen glikol-gliserol, yang mana
gliserol dapat dimanfaatkan dari produk samping
pembuatan biodiesel. Etilen glikol dan gliserol
mengeliminasi titik azeotrop dengan memperlebar
perbedaan volatilitas dari masing-masing campuran.

Gambar 1. Diagram alir proses distilasi ekstraktif menggunakan solvent berupa
campuran glikol

Extractive Distilation biasa digunakan dalam industri dan merupakan metode pemisahan yang penting dalam industri petrokimia. Dalam distilasi ekstraktif dapat dikombinasikan antara penambahan garam dan pelarut. Di dalam indsutri hanya garam saja yang ditambahkan Cara yang ketiga distilasi ekstraktif adalah distilasi dengan penambahan entrainer bersifat lebih tidak volatil dari zat yang akan dipisahkan sehingga kebanyakan terikut sebagai produk bawah (residu). Salah satu aplikasi distilasi jenis ini untuk memisahkan hidrokarbon pada campuran C4 dan memisahkan campuran azeotropic dalam campuran etanol-air. Salah satu aplikasinya pemisahan hidrokarbon dan pemisahan titik azeotrop pada campuran etanolair. Proses Saline Extractive Distilation dapat di lihat pada Gambar 1 di bawah ini : Gambar Dua faktor yang penting dalam Extractive Distillation adalah tahap pemisahan dan pelarut yang digunakan. Dua langkah terpenting dalam distilasi ekstraktif adalah langkah pemisahan dan penambahan pelarut.sangat penting dalam Petrochemical engineering dua area. Distilasi ekstraktif dengan penambahan garam dan pelarut sebagai separating agent merupakan proses baru untuk meningkatkan kemurnian produk. Dalam penelitian ini penulis memilih menggunakan Saline Extractive Distilation. Extractive Distillation dengan garam dikenal dengan Saline Extractive Distillation merupakan metode baru untuk memisahkan campuran etanol dan air dengan kemurnian . atau penambahan garam saja.

Refluk Rasio Berdasarkan penelitian dengan refluk rasio dari 1-10 dengan menggunakan 4 jenis garam. gliserol [4]. 3. K2CO3 [1]. Pelarut yang umum digunakan dalam Extractive Distillation dari etanol adalah glikol [8]. refluk rasio dan feed stage.5-2 kmol/jam CaCl2 akan menghasilkan kemurnian yang lebih tinggi dibandingkan dengan ketiga jenis garam tersebut. Berdasarkan gambar pada stage ke-2. KCI. Tetapi pada suhu yang sama konsumsi energi yang dibutuhkan di reboiler adalah turun. dan CaCl2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Saline Extractive Distillation Menurut Pinto ada 4 faktor yang mempengaruhi Saline Extractive Distillation adalah variasi suhu umpan. Feed stage Berdasarkan gambar komposisi etanol di distilat dan konsumsi energi di reboiler untuk beberapa kombinasi.yang tinggi [4]. CaCl2 merupakan divalent cation yang merupakan hydration sphare yang mempunyai harga lebih besar dibandingkan garam jenis monovalent. NaCl. (CuNO3)23H2O. Penelitian yang telah dilakukan 10°C sampai 70°C akan mempengaruhi komposisi di distilat. . kemurnian etanol di distilat menurun. laju alir garam. CaCl2 [7]. 1. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Pinto pada tahun 2000 metode Saline Extractive Distillation menggunakan NaCl. Dengan meningkatnya refluk rasio kemurnian etanol akan turun. KI. AlCl3. Pada stage ke-3 sampai S kemurnian etanol naik. gasoline [2] dan Saline Extractive Distillation dengan menggunakan acetat dan garam anorganik : CaCl2. 2. KI. Laju Alir Garam Berdasarkan penelitian yang dilakukan Pinto dengan menggunakan 4 jenis garam KCl. Suhu Umpan Berdasarkan penelitian GIL suhu umpan sangat mempengaruhi campuran azeotropik dalam Extractive Distillation. Al(NO)39H2O. 4. Dengan laju alir garam 0. KNO3.

Related Interests