DIAGNOSTIK

INSOMNIA
Yoyada Sitorus

.Pedoman Diagnostik untuk Insomnia Primer Non-Organik (F51. Keluhan adanya kesulitan masuk tidur atau mempertahankan tidur . 2. 3. atau kualitas tidur yang buruk Gangguan terjadi minimal 3 kali dalam seminggu selama minimal 1 bulan Adanya preokupasi dengan tidak bisa tidur (sleeplessness) dan peduli yang berlebihan terhadap akibatnya pada malam hari dan sepanjang siang hari.0) 1.

4. Ketidakpuasan terhadap kuantitas dan atau kualitas tidur menyebabkan penderitaan yang cukup berat dan mempengaruhi fungsi dalam sosial dan pekerjaan. .

Kriteria Diagnostik DSM-IV-TR untuk Insomnia primer (non-organik) A. atau fungsi penting lainnya. selama kurang 1bulan. Gangguan tidur (atau berkaitan dengan kelelahan di siang hari) menyebabkan penderitaan secara klinis yang bermakna atau gangguan pada fungsi sosial. pekerjaan. atau tidur yang tidak menyegarkan. B. . Keluhan yang predominan adalah kesulitan untuk mulai tetap tertidur.

D.C. Delirium). Gangguan Tidur Irama Sirkadian. . Gangguan Tidur Berhubungan Pernafasan. Gangguan Kecemasan Umum. Gangguan tidak terjadi secara eksklusif selama perjalanan Narkolepsi. atau Parasomnia Gangguan tidak terjadi secara ekslusif selama perjalanan suatu gangguan mental lain (misalnya Gangguan Depresif Mayor.

. penyalahgunaan zat. pengobatan) atau suatu kondisi medis umum. Gangguan tidak disebabkan oleh efek fisiologis langsung dari zat (misalnya.E.

2) . Insomnia non-organik berbeda dengan:        Narkolepsi Gangguan Tidur Berhubungan Pernafasan Gangguan Tidur Irama Sirkadian Parasomnia Insomnia sementara (transient insomnia) Reaksi stres akut (F43.0) Gangguan penyesuaian (F43.