Keterampilan Menjelaskan dalam Mengajar

Pengertian Keterampilan Menjelaskan
Keterampilan menjelaskan dalam pengajaran adalah penyajian informasi secara lisan
yang diorganisir dengan sistematis untuk menunjukkan adanya hubungan antara satu pesan
dengan pesan yang lainnya, sehingga tercapailah suatu pemahaman yang diinginkan. Misalnya
antara sebab dan akibat, definisi dengan contoh, atau dengan suatu yang belum diketahui.
Penyampaian informasi yang terencana dengan baik dan disajikan dengan urutan yang
sesuai dengan tujuan yang diinginkan merupakan ciri utama kegiatan menjelaskan. Pemberian
penjelasan merupakan salah satu aspek yang penting dari kegiatan guru dalam berinteraksi
dengan siswa di dalam kelas, dan biasanya guru lebih mendominasi pembicaraan dan
mempunyai pengaruh atau dapat mempengaruhi siswa melalui penjelasan dan perkataan yang
disampaikannya, sehingga terkadang siswa menuruti apa yang disampaikan oleh guru, dengan
kata lain siswa mempercayai bahwa penjelasan dari guru itu benar, misalnya dalam memberikan
fakta, ide atau pendapat. Oleh karena itu, penjelasan guru haruslah tidak rancu di mana bisa
mengakibatkan salah pengertian bagi siswa. Hal ini haruslah dibenahi untuk ditingkatkan
keefektifannya agar tercapai hasil yang optimal dari penjelasan dan pembicaraan guru sehingga
bermakna bagi siswa.



Tujuan Memberikan Penjelasan
Membimbing siswa untuk dapat memahami ilmu pengetahuan secara objektif dan
bernalar.
Melatih siswa untuk senantiasa berkonsentrasi dalam menyimak penjelasan guru
sehingga melibatkan mereka untuk berpikir sambil memecahkan masalah-masalah atau
pertanyaan.
Untuk mendapat respon dan umpan balik (feed back) siswa mengenai tingkat
pemahamannya serta untuk mengatasi kesalahpahaman mereka.
Membimbing siswa untuk menghayati dan mendapat proses penalaran dengan
menggunakan bukti-bukti dalam pemecahan masalah tersebut.
Alasan Perlunya Keterampilan Menjelaskan dikuasai oleh Guru
Meningkatkan keefektifan pembicaraan agar benar-benar merupakan penjelasan yang
bermakna bagi siswa karena pada umumnya pembicaraan lebih didominasi oleh guru daripada
oleh siswa.
Kadangkala penjelasan yang diberikan oleh guru tidak jelas bagi murid, tetapi hanya jelas
bagi guru itu sendiri. Mungkin disebabkan karena gaya bahasa yang digunakan guru belum
dapat dicerna atau dinalar oleh siswa atau tidak sesuai dengan tingkat perkembangan pemikiran
mereka. Hal ini tercermin dalam ucapan guru, “Penerangan Ibu sudah jelas, bukan?”. Oleh


karena itu, kemampuan guru dalam mengenal atau menganalisis tingkat pemahaman siswa
sangat dibutuhkan dan sangat penting dalam proses memberikan penjelasan.
Tidak semua siswa dapat menggali atau memahami sendiri pengetahuan dari buku atau
sumber lainnya. Oleh karena itu, guru perlu membantu menjelaskan hal-hal tersebut.
Kurangnya sumber yang tersedia yang dapat dimanfaatkan oleh siswa dalam memahami
pelajaran. Guru perlu membantu siswa dengan cara memberikan informasi lisan berupa
penjelasan yang cocok dengan materi yang diberikan.
D. Macam-macam Teknik Menjelaskan
1. Bertanya
Guru biasanya memulai pelajaran dengan mengajukan pertanyaan. Pertanyaan ini sesuai
dengan bahan atau materi yang akan disampaikan kepada siswa. Kadangkala pertanyaan juga
dipandang sebagai pertanyaan dengan maksud agar perhatian siswa terpusat pada bahan
pelajaran yang akan disampaikan, dan biasanya siswa jika dihadapkan dengan suatu pertanyaan
mereka akan takut jika tidak bisa menjawabnya. Oleh karena itu, mereka akan selalu mengulangi
bahan yang telah disampaikan untuk mempersiapkan diri jika suatu saat guru menanyakannya
dalam kelas (saat berlangsungnya jam pelajaran).
2. Penjelasan
Tidak sepenuhnya pertanyaan dari guru dapat terjawab oleh siswa. Dengan berbagai
teknik bertanya secara tidak langsung berarti siswa dapat memiliki sebagian bahan pelajaran
yang akan diberikan oleh guru di kelas. Sehingga guru harus menjelaskan dengan memberikan
keterangan secukupnya terhadap sebagian lain pelajaran yang direncanakan. Contoh : "Di
pegunungan, banyak sekali pepohonan, penduduknya sedikit dan udaranya segar, sedangkan di
Jakarta pepohonan sedikit, penduduknya banyak dan udaranya kotor karena mobil-mobil dan
mesin pabrik mengeluarkan udara kotornya. Sehingga udara terasa semakin panas dan kita
menghirup udara kotor yang bisa menyesakkan pernapasan”.
3. Memberikan contoh
Pemahaman siswa terhadap konsep baru dapat ditingkatkan melalui pemberian contoh
yang jelas dan nyata, yang dapat diambil dari kehidupan sehari-hari, yang mudah dicerna atau
dipahami oleh siswa tersebut. Pemberian contoh yang dikaitkan dengan proses pengambilan
kesimpulan dan dari pengambilan kesimpulan dikembangkan dengan contoh yang lebih dalam
akan memberikan penjelasan yang efektif dan efisien. Sehingga memudahkan siswa
dalammerangkaikan pikirannya untuk mencapai pemahaman yang mendalam.
Contoh :
“Semua benda-benda yang terbuat dari besi dapat ditarik oleh magnet. Paku, peniti dan
anak kunci terbuat dari besi. Jadi, benda tersebut dapat ditarik oleh magnet. (cara induktif)

“Kertas lipat, sedotan plastik, dan pensil warna tidak dapat ditarik oleh magnet. Bendabenda tersebut bukan terbuat dari besi. Jadi, benda-benda yang tidak terbuat dari besi tidak dapat
ditarik oleh magnet. (cara deduktif).
E. Komponen-komponen Keterampilan Menjelaskan
1. Merencanakan
Penjelasan yang diberikan guru perlu direncanakan dengan baik terutama yang berkenaan
dengan isi pesan dan yang menerima pesan. Yang berkenaan dengan isi pesan atau materi
meliputi penganalisisan masalah secara keseluruhan, penentuan jenis hubungan yang ada di
antara unsur-unsur yang dikaitkan dan generalisasi yang sesuai dengan hubungan yang telah
ditentukan. Misalnya, kita menganalisis tema dan sub tema yang akan dibicarakan kepada anak
SD serta kemampuan-kemampuan yang ada pada program kegiatan belajar yang meliputi
pengembangan bahasa, daya pikir, keterampilan dan jasmani serta bagaimana hubungannya
dengan tema dan sub tema yang akan dibicarakan. Mengenai yang berhubungan dengan yang
menerima pesan (siswa) hendaknya diperhatikan hal-hal atau perbedaan-perbedaan pada setiap
anak yang akan menerima pesan seperti usia, jenis kelamin, kemampuan, latar belakang
sosial, bakat, minat serta lingkungan belajar anak.
2.

Penyajian suatu penjelasan
Penyajian suatu penjelasan dapat ditingkatkan hasilnya dengan memperhatikan hal-hal
sebagai berikut :

Kejelasan : Penjelasan hendaknya diberikan dengan menggunakan bahasa yang mudah
dimengerti oleh siswa dan menghindari ucapan-ucapan seperti : ”ee”, ”aa”, ”mm”, ”kirakira”, ”umumnya”, ”seringkali” dan istilah-istilah yang tidak dapat dimengerti oleh anak.
Penggunaan contoh dan ilustrasi : dalam memberikan penjelasan sebaiknya digunakan
contoh-contoh yang ada hubungannya dengan sesuatu yang dapat ditemui siswa dalam
kehidupan sehari-hari.
Pemberian tekanan : dalam memberikan penjelasan, guru harus memusatkan perhatian
siswa kepada masalah-masalah pokok dan mengurangi informasi yang tidak begitu penting.
Dalam hal ini guru dapat menggunakan tanda atau isyarat lisan seperti “yang terpenting adalah”
atau “perhatikan dengan baik anak-anak, yang ini agak sukar”.
Penggunaan balikan : “guru hendaknya memberikan kesempatan kepada siswa untuk
menunjukkan pemahaman, keraguan atau ketidakjelasan ketika penjelasan itu diberikan. Hal ini
dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan seperti : “apakah anak-anak mengerti dengan
penjelasan Ibu tadi?” dan sebagainya.

Prinsip-Prinsip Menjelaskan
Terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam memberikan suatu penjelasan, antara
lain :

1.
Penjelasan dapat diberikan selama pembelajaran, baik di awal, di tengah maupun di akhir
pembelajaran.
2.
Penjelasan harus menarik perhatian peserta didik dan sesuai dengan materi standar
kompetensi dan kompetensi dasar.
3.
Penjelasan dapat diberikan untuk menjawab pertanyaan peserta didik atau menjelaskan
materi standar kompetensi yang sudah direncanakan untuk membentuk kompetensi dasar dan
mencapai tujuan pembelajaran.
4.
Materi yang dijelaskan harus sesuai dengan kompetensi dasar, dan bermakna bagi peserta
didik. Penjelasan yang diberikan harus sesuai dengan latar belakang dan tingkat kemampuan
peserta didik.

A. Pengertian Keterampilan Menjelaskan
Keterampilan menjelaskan merupakan aspek yang sangat penting bagi guru dan
pengajar lain karena sebagian besar percakapan pembelajaran yang mempunyai
pengaruh besar terhadap pemahaman siswa adalah berupa penjelasan.
Penguasaan keterampilan menjelaskan yang didemonstrasikan guru akan
memungkinkan siswa memiliki pemahaman yang mantap tentang masalah yang
dijelaskan, serta meningkatnya keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran.
Seorang guru harus dapat menjelaskan berbagai hal kepada peserta didiknya.
Penjelasan yang disampaikan harus sesuai dengan tingkat kemampuan berpikir
peserta didik. Misalnya guru akan menjelaskan konsep ”atas”. Jika peserta
didiknya adalah anak usia TK (4 – 5 tahun) maka dia harus menjelaskan konsep
tersebut secara konkret dan nyata.
Pengertian menjelaskan adalah mendeskripsikan secara lisan tentang suatu
benda, keadaan, fakta dan data sesuai dengan waktu dan hukum-hukum yang
berlaku. Menjelaskan juga dapat diartikan sebagai penyajian informasi lisan yang
diorganisasikan secara sistematis yang bertujuan untuk menunjukkan hubungan,
mislnya antara sebab dan akibat, atau antara yang diketahui dan yang belum
diketahui, atau antara hukum (dalil dan definisi) yang berlaku umum dengan ukti
atau contoh sehari-hari.
Dari sini diketahui menjelaskan merupakan aktivitas yang paling sering dilakukan
oleh guru dalam menyampaikan informasi. Dalam kegiatan pembelajaran,
menjelaskan berarti mengorganisasikan, menyajikan, dan menyampaikan materi
pembelajaran dalam tata urutan yang terencana secara sistematis sehingga

dengan mudah dapat dipahami oleh peserta didik.
Maka keterampilan menjelaskan merupakan suatu aspek penting yang harus
dimiliki guru, mengingat sebagian besar pembelajaran menuntut guru untuk
memberikan penjelasan. Oleh sebab itu keterampilan menjelaskan perlu
ditingkatkan agar suatu pembelajaran dapat mencapai hasil yang optimal.
B. Komponen Keterampilan Menjelaskan
Komponen keterampilan menjelaskan terbagi menjadi 2, yaitu :
a. Komponen merencanakan penjelasan
1. Isi pesan (tema)
Isi pesan yang dipilih dan disusun harus dijelaskan secara sistematis disertai
contoh-contoh.
Cakupannya :
1. Menganalisis masalah secara keseluruhan

2. Menentukan jenis hubungan yang ada antara unsur-unsur yang dikaitkan
3. Menggunakan hukum, rumus, dan generalisasi yang sesuai dengan
hubungan yang telah ditentukan
2. Penerima pesan harus dipertimbangkan karakteristiknya.
Kesiapan siswa memahami penjelasan, berkaitan erat dengan usia, jenis
kelamin, kemampuan, latar belakang sosial, dan lingkungan belajar.
b. Komponen menyajikan penjelasan
1. Kejelasan
Kejelasan yaitu keterampilan yang erat kaitannya dengan penggunaan bahasa
lisan. Kejelasan dalam menjelaskan, dapat dicapai dengan berbagai cara seperti
bahasa yang jelas, berbicara dengan lancar, dan mendefinisikan istilah-istilah
teknis, serta berhenti sejenak untuk melihat respon peserta didik.
2. Penggunaan contoh dan ilustrasi
Agar penjelasan yang diberikan dapat dipahami sesuai dengan tujuan yang

diharapkan maka diperlukan beberapa contoh dan ilustrasi. Penggunaan contoh
dan ilustrasi dapat dilakukan mengikuti pola induktif atau pola deduktif

Induktif, yaitu memberikan contoh terlebih dahulu dan akhirnya
menyimpulkan.

 Deduktif, yaitu menggunakan contoh untuk memperjelas suatu hukum atau
generalisasi yang diberikan terlebih dahulu.
Pola yang digunakan bergantung pada materi pembelajaran, kemampuan, usia
dan latar belakang kemampuan peserta didik tentang pembelajaran tersebut.
3. Pemberian tekanan
Pemberian tekanan dilakukan pada bagian-bagian yang penting dengan cara
penekanan suara atau mengemukakan tujuan.
Keterampilan memberikan tekanan mencakup :

Mengadakan variasi dalam gaya mengajar guru

Memberi tekanan pada suara guru ketika memberikan butir-butir yang dianggap
penting.

Membuat struktur sajian

Yaitu menunjukkan tujuan utama sajian
Caranya :
#. Memberikan pengulangan
#. Mengatakan sesuatu yang dianggap penting dengan kalimat lain
yang lebih mudah dipahami
#. Memberikan tanda lisan, seperti kata “pertama” , ”kedua” dll.
4. Peserta didik diberi kesempatan untuk menunjukkan pemahaman ataupun
keraguan ketika penjelasan berlangsung (balikan).
Balikan bertujuan untuk mendapat informasi tentang tingkat pemahaman siswa,
baik melalui pertanyaan mapun melalui tugas.
Pada waktu memberikan penjelasan, hendaknya guru memperhatikan gerak-

gerik dan mimik peserta didik, apakah penjelasan yang diberikan dapat dipahami
atau meragukan, menyenangkan atau membosankan, dan apakah menarik
perhatian atau tidak. Untuk kepentingan tersebut, perhatikanlah mereka selama
memberikan penjelasan, ajukan pertanyaan-pertanyaan dan memberikan
kesempatan untuk mengajukan pertanyaan.
C. Prinsip Keterampilan Menjelaskan
Fungsi penjelasan adalah mencari dan mengaitkan hubungan antara
pengalaman siswa dengan gejala atau situasi baru yang belum diketahui siswa.
Oleh sebab itu, suatu penjelasan perlu didasarkan kepada hubungan dan kaitan
yang dibuat secara logis antara fakta-fakta dan hukum umum dan juga pada
penghayatan guru bahwa hal itu secara psikologis dapat diterima oleh sistem
panca indera siswa.
Dari uraian diatas terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam
memberikan suatu penjelasan :
1. Penjelasan dapat diberikan selama pembelajaran, baik di awal, di tengah

maupun di akhir pembelajaran tergantung kebutuhan dan kondisi.
2. Penjelasan harus menarik perhatian peserta didik dan sesuai dengan
materi standar dan kompetensi dasar.
3. Penjelasan dapat diberikan untuk menjawab pertanyaan peserta didik atau
menjelaskan materi standar yang sudah direncanakan untuk membentuk
kompetensi dasar dan mencapai tujuan pembelajaran.
4. Materi yang dijelaskan harus bermakna bagi peserta didik.
5. Penjelasan yang diberikan harus sesuai dengan latar belakang dan tingkat
kemampuan peserta didik.
D. Fungsi Mempelajari Keterampilan Menjelaskan
Keterampilan menjelaskan sangat penting untuk dipelajari. Tidak hanya untuk

guru itu sendiri namun juga terdapat manfaat untuk para siswa jika seorang guru
menguasai keterampilan menjelaskan dengan baik. Fungsi keterampilan
menjelaskan diantaranya adalah:
a. Untuk siswa
1. Untuk membimbing siswa mendapatkan dan memahami hukum, dalil dan

prinsip-prinsip secara obyektif dan bernalar.
2. Untuk membimbing siswa memahami dengan jelas jawaban pertanyaan
yang mereka ajukan ataupun yang dikemukakan oleh guru.
3. Melibatkan siswa agar mampu berpikir dengan memecahkan masalahmasalah atau pertanyaan
4. Mengetahui umpan balik dari siswa sehingga dapat diketahui tingkat
pemahaman, keraguan dan ketidakmengertian mereka.
5. Untuk mengetahui kesalahpahaman dalam memahami suatu materi
6. Untuk membimbing siswa memahami dan mendapatkan proses. penalaran
dan menggunakan bukti-bukti dalam memecahkan suatu masalah.
b. Untuk guru
1. Tidak semua siswa dapat memahami dan menggali suatu teori dari buku

atau sumber lainnya, maka penjelasan dari guru merupakan komponen
yang penting dalam belajar.
2. Membantu memudahkan siswa yang tidak memiliki atau kurangnya
sumber yang tersedia yang dapat dimanfaatkan siswa dalam proses
belajar.
3. Guru cenderung mendominasi kelas dan sebagian besar kegiatan guru
adalah memberikan informasi lisan atau menjelaskan, dengan mempelajari
keterampilan menjelaskan maka akan sapat mengatasi masalah tersebut .

4. Menghilangkan rasa canggung guru dalam kegiatan belajar-mengajar.
E. Penerapan Keterampilan Menjelaskan
Pada hakikatnya fungsi utama menjelaskan adalah sebagai alat komunikasi.
Oleh karena itu, keterampilan guru untuk menjelaskan masalah atau teori
kepada siswa harus mumpuni sehingga siswa mudah menerima dan
menyerapnya. Penjelasan oleh guru selain untuk memberikan pemahaman, juga
untuk meningkatkan kemampuan berpikir, mengungkapkan gagasan, perasaan,
pendapat, persetujuan, keinginan, penyampaian informasi tentang suatu
peristiwa dan kemampuan memperluas wawasan.
Pentingnya penguasaan keterampilan menjelaskan adalah dengan penguasaan
ini memungkinkan dapat meningkatkan efektivitas penggunaan waktu dan
penyajian penjelasannya, mengestimasi tingkat pemahaman siswa, membantu
siswa memperluas cakrawala pengetahuannya, serta mengatasi kelangkaan
buku sebagai sarana dan sumber belajar.
Keterampilan menjelasakan merupakan salah satu keterampilan yang sangat
penting dalam proses belajar – mengajar, tidak hanya penting bagi siswa, tetapi
juga sangat penting bagi guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran.
Dengan penjelasan guru yang memicu siswa, maka siswa dapat berbalik
mengungkapkan atau mengekspresikan gagasan atau pendapat, pemikiran, dan
perasaan yang dimiliki. Selain itu, dapat mengembangkan daya pikir dan
kreativitas siswa dalam belajar.
Menjelaskan merupakan suatu keterampilan yang dipergunakan untuk
berkomunikasi secara langsung. Menjelaskan adalah suatu kegiatan yang aktif
dan produktif serta memerlukan cara berpikir yang teratur yang diungkapkan
dengan cara percakapan, penulisan dipapan atu slide, atau praktek dengan
media. Menjelaskan juga dipengaruhi oleh keterampilan produktif lainnya,
seperti aspek berbicara maupun keterampilan reseptif yaitu aspek pemahaman
kosa kata, diksi, keefektifan kalimat, penggunaan ejaan, dan bahasa tubuh serta
keterampilan menggunakan media.
Permasalahan suatu pembelajaran bisa muncul bersamaan dengan berkembang
dan meningkatnya kemampuan siswa, situasi dan kondisi lingkungan yang ada,

pengaruh informasi dan kebudayaan, serta berkembangnya ilmu pengetahuan
dan teknologi. Guru merupakan kunci dalam pelurusan masalah, mereka berada
di titik sentral untuk mengatur, mengarahkan dan menciptakan suasana kegiatan
belajar mengajar yang yang diinginkan. Oleh karena itu, secara tidak langsung,
guru harus lebih profesional, inovatif, perspektif, dan proaktif dalam kelas, yang
salah satunya dengan cara memberikan suatu pelurusan kepada siswa dengan
cara penyampaian penjelasan yang bisa diterima siswa dengan mudah. Salah
satu contohnya adalah dengan mengulangi pertanyaan yang diungkapkan oleh
siswa kemudian menyebarkan pertanyaan tersebut kepada seluruh kelas.
Selanjutnya dari jawaban-jawaban yang diberikan oleh siswa, guru
menyimpulkan atau meluruskan jawaban yang sebenarnya.
Pada kenyataannya cara mengajar guru tidak seperti yang diharapkan, guru
dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran melakukan kesalahan yang tidak
disadari, antara lain :
1. Ketika melakukan kegiatan menjelaskan, guru hanya duduk terus menerus.
Sebaiknya guru jangan duduk terus menerus. Dengan adanya perpindahan
posisi, akan menciptakan perhatian siswa.
2. Suara guru terlalu pelan, dan pandangan tidak menyapu.
Sebaiknya suara guru harus dapat didengar oleh seluruh kelas dan pandangan
menyapu ke seluruh kelas.
3. Guru terlalu bertele-tele
Sebaiknya penjelasan yang diberikan secukupnya, dan diselingi dengan
pertanyaan-pertanyaan yang mampu mengarahkan pada materi yang akan
diajarkan.
4. Guru tidak memiliki perencanaan awal yang akan diajarkan kepada siswa.
Sebelum melakukan proses pembelajaran, guru seharusnya memiliki rancangan
awal tentang apa yang akan diajrkan, agar memiliki arah yang jelas dalam
menjelaskan.
5. Tulisan guru di papan tulis terlalu kelas
Sebaiknya tulisan guru harus bisa dijangkau oleh siswa paling belakang bisa
dengan cara menanyakan kepada siswa yang paling belakang apakah tulisa

tersebut sudah bisa terlihat.
Dalam kegiatan menjelaskan dibutuhkan suatu ketelitian, kepaduan, keruntutan
dan kelogisan antara kalimat satu dengan kalimat yang lain, antara subbab satu
dengan subbab berikutnya sehingga akan membentuk sebuah penjelasan yang
baik dan utuh.
Dalam kegiatan guru memberikan penjelasan haruslah kreatif, karena guru yang
penuh inovasi akan selalu ditunggu para muridnya, tentunya kreasi dan inovasi
yang positif. Bagaimana mungkin seorang guru mengajarkan muridnya supaya
aktif kalau ia sendiri kontraproduktif. Dari sini diketahui bahwa guru banyak
berurusan dengan strategi dalam melaksanakan tugas mengajar sehari-hari.
Dari uraian komponen dan prinsip keterampilan menjelaskan, serta pengalaman
pembelajaran, maka terdapat kelebihan dan kelemahan penerapan keterampilan
menjelaskan.
Kelebihan penerapan keterampilan menjelaskan:
1. Lebih mudah dalam mengembangkan kemampuan siswa dalam

menemukan, mengorganisasi, dan menilai informasi yang diterima.
2. Lebih mudah dalam memancing meningkatkan kemampuan siswa dalam
membentuk dan mengungkapkan pertanyaan-pertanyaan yang didasarkan
atas informasi yang lengkap dan relevan.
3. Mendorong siswa untuk mengembangka ide-ide dan mengemukakan ideide tersebut.
4. Dapat mengatasi malsalah pembalajaran yang diikuti oleh jumlah peserta
didik yang besar.
5. Merupakan cara yang lebih mudah saat guru akan memulai mengenalkan
materi.

6. Dapat meningkatkan analisa guru terhadap teori yang sedang
disampaikan dan guru menjadi benar-benar mengerti isi berita dengan
analisa yang lebih mendalam.
Kelemahan penerapan keterampilan menjelaskan:
1. Bila menjelaskan dilakukan terlalu lama, peserta didik cenderung menjadi

karakteristik auditif (mendengar) dan akhirnya menjadi siswa yang pasif.
2. Apabila selalu digunakan dan terlalu lama maka pembelajaran akan
terkesan membosankan.
3. Bila menjelaskan dilakukan terlalu lama, kesempatan untuk berdiskusi
menjadi terlalu sedikit bahkan habis untuk menjelaskan.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Keterampilan dasar mengajar bagi guru diperlukan agar guru dapat
melaksanakan perannya dalam pengelolaan proses pembelajaran, sehingga
pembelajaran dapat berjalan efektif dan efisien. Di samping itu, keterampilan
dasar merupakan syarat mutlak agar guru bisa mengimplementasikan berbagai
strategi pembelajaran.
Keterampilan menjelaskan sangat perlu dipelajari oleh seorang guru, sebab
dengan mempelajari keterampilan menjelaskan diharapkan output guru yang
dihasilkan nantinya dapat menyampaikan pesan kepada para murid dan dapat
diterima oleh akal, pikiran dan perasaaannya masing-masing. Penyampaian
pesan tidaklah mudah, mengingat para siswa memiliki sifat dan pemikiran yang
berbeda-beda.
Keterampilan menjelaskan adalah keterampilan dalam mendeskripsikan secara
lisan tentang suatu benda, keadaan, fakta dan data sesuai dengan waktu dan
hukum-hukum yang berlaku. Keterampilan menjelakan memiliki komponen-

komponen, prinsip, dan fungsi yang sangat berguna bila semua hal diatas bisa
dilaksanakan dengan baik dalam proses pembelajaran.
Keterampilan menjelaskan ini bila diterapkan dalam proses belajar-pembelajaran
akan mengahasilkan output siswa yang mumpuni dalam menyerap teori dan
masalah yang dijelaskan oleh guru. Siswa mudah dalam mendapatkan dan
memahami hukum, dalil dan prinsip-prinsip secara obyektif dan bernalar dll. Jika
dilihat dari guru yang memberikan pengajaran, guru menjadi tidak canggung lagi
dalam menghadapi keadaan belajar mengajar.
B. Saran
Agar lebih dapat mengoptimalkan peran guru dalam proses pembelajaran, maka
guru dituntut memiliki keterampilan dasar mengajar khususnya keterampilan
menjelaskan. Sehingga pada pada akhirnya nanti proses belajar mengajar bisa
menjadi lebih efektif dan efisien.
Beberapa saran yang dapat dijadikan referensi pembelajaran adalah sebagai
berikut :
1. Keterampilan menjelaskan merupakan salah satu keterampilan yang harus

dikembangkan untuk mengatasi rendahnya mutu proses dan hasil
pembelajaran. Agar berhasil dalam penyelenggaraanya, perlu didukung
oleh pandangan, kesanggupan dan kesediaan guru untuk melakukan
perubahan-perubahan dalam pola dan model mengajar yang selama ini
dipraktikkan dan dianggap sebagai suatu kerangka konseptual yang baku.
Kemampuan untuk menerima sesuatu yang baru dan menerapkannya
sebagai bagian dari konsep model yang dianutnya, merupakan indikator
penting dari kompetensi profesionalitas guru.
2. Dukungan ari semua pihak merupakan faktor yang terkait langsung
dengan penyelenggaraan proses pendidikan disekolah. Sehingga
pelanksanaan keterampilan menjelaskan yang efektif dan berdaya guna
dapat meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran.

3. Penelitian mengenai penerapan keterampilan menjelaskan dalam
pembelajaran masih perlu ditindak lanjuti dengan penelitian yang lebih
komprehensif.
DAFTAR PUSTAKA
Beni, A. 17 November 2008. Materi Keterampilan Menjelaskan (Online),
(http://beni64.wordpress.com, diakses 25 Agustus 2011).
Scribd. Keterampilan Menjelaskan (Online) ,
(http://www.scribd.com/doc/37521735, diakses 25 Agustus 2011)
Uno.Hamzah.2007.Model Pembelajaan Menciptakan Proses Belajar Mengajar
yang Keratif dan Efektif. Jakarta : Bumi Aksara.
Wartono. 2003. Keterampilan Dasar Mengajar.Malang : Universitas Negeri
Malang
Wartono. 2003. Strategi Belajar Mengajar Fisika. Malang : Universitas Negeri
Malang