REAKTOR

Reaktor dalam pengaplikasiannya terbagi menjadi 2, yaitu :
a. Reaktor Kimia
b. Reaktor Nuklir
Untuk pengoperasiannya reactor terbagi menjadi 3, yaitu :
1. Batch Reactors
2. Continous Reactors
3. Semi-Continous Reactors
Batch Reactors
Reaktor batch banyak digunakan di skala laboratorium. Reaktan akan diletakkan pada labu
atapun beaker. Dalam industri biasanya reaktor batch digunakan dalam pembuatan pewarna
dan margarine

Gambar 1. Ilustrasi Batch Reaktor (kiri); Batch Reaktor di untuk pabrik Pewarna (kanan)
Contonous Reactors
Reaktor Continue merupakan reactor yang banyak digunakan dalam skala industry. Dalam
hal ini laju aliran masuk sangat diperhatikan.

Gambar 2. Ilustrasi Reaktor Continue
Macam-macam reactor kontinu adalah :

Kondisi ini disebut plug flow. Fluid Bed Reactors Salah satu contoh penggunaan fluid bed reactors adalah dalam oxychlorination etena ke bentuk kloroetena (vinil klorida) . Gambar 3. cairan (gas/ cairan) mengalir melalui reactor pada kecepatan tinggi. Dengan laju alir konstan.a. Turbular Reactor b. asam nitrat dan pembuatan ammonia. propanan dan butane. Reaktor Turbular Dalam reactor turbular. kondisi pada satu titik akan tetap konstan dengan waktu dan perubahan reaksi diukur dari segi posisi panjang tabung. Hal ini akan mengurangi terjadinya reaksi samping dan akan meningkatkan hasil. Ilustrasi Fixed Bed Reactors c. Turbular reactor misalnya dgunakan untuk perengkahan uap (steam cracking) etana. Pada kecepatan tinggi ini. Gambar 4. produk tidak dapat kembali untuk terdifusi. Fixed Bed Reactors Biasanya digunakan dalam proses pembuatan asam sulfat.

Ilustrasi Fluid Bed Reactors d. Continous Stirred Tank Reactors (CSTR) Dalam CSTR. \ Gambar 6.Gambar 5. Ilustrasi Continous Stirred Tank Reactors . satu atau lebih reaktan dimasukkan ke dalam reactor yang dilengkapi dengan impeller dan produk akan dikeluarkan terus-menerus.

digunakan untuk pembuatan Polyetana .Gambar 7. CSTR Reaktor.