BAB II

Pembahasan
1. Bagaimana anatomi sistem reproduksi wanita?

A.

Genitalia eksterna
a.

Mons pubis / mons veneris

Bagian yang menonjol dan terdiri dari jaringan lemak yang menutupi
bagian depan symphisis pubis, terbentuk dari tuberkel genital. Normalnya,
pada awal pubertas akan tumbuh rambut kasar berwarna hitam diatas mons
pubis. Selama masa reproduksi, rambut pubis sangat lebat, tetapi menjadi
2

jarang setelah menopause. Saraf-saraf sensorik mons pubis adalah nervus
ilioinguinal dan nervus genitofemoral.
Mons pubis mendapatkan aliran darah dari arteri dan vena pudenda
eksterna. Saluran limfe bergabung dengan saluran limfe dari bagian lain
vulva dan abdomen superfisial. Persilangan peredaran limfe labia di dalam
mons pubis sangat penting secara klinis karena memungkinkan terjadinya
penyebaran metastasis kanker dari satu sisi vulva ke kelenjar inguinal di sisi
yang berlawanan serta sisi yang terkena.
b.

Labia mayora
Berupa dua buah lipatan jaringan lemak, berbentuk lonjong dan
menonjol yang berasal dari mons veneris dan berjalan kebawah dan ke
belakang yang mengelilingi labia minora. Homolog embriologik dengan
skrotum pada pria. Ligamentum rotundum uteri berakhir pada batas atas labia
mayora.
Terdiri dari 2 permukaan, yaitu bagian luar yang menyerupai kulit
biasa dan ditumbuhi rambut, dan bagian dalam menyerupai selaput lendir
dan mengandung banyak kelenjar sebacea. Kelenjar sebasea berhubungan
dan bermuara ke dalam folikel rambut. Namun, pada labia minor yang tidak
berambut, kelenjar sebasea bermuara ke permukaan. Pada saat pubertas,
kelenjar ini menghasilkan cairan berminyak dengan sedikit berbau. Cairan ini
melumasi dan melindungi kulit dari iritasi oleh sekret vagina.
Labia mayora kiri dan kanan bersatu di bagian belakang dan batas
depan dari perinium disebut Commisura posterior/frenulum.
Dari korpus perineum, labia mayor kemudian meluas ke anterior
mengelilingi labia minor dan bergabung dengan mons pubis. Labia
normalnya tertutup pada wanita nulipara tetapi kemudian semakin lama akan
semakin terbuka karena persalinan per vaginam dan menjadi tipis serta atrofi
dengan rambut yang jarang pada usia lanjut.

3

Kelenjar keringat subkutan terdapat di seluruh tubuh kecuali dibawah
labia minor atau batas labia berwarna merah terang. Normalnya, sekresi
cairan kelenjar keringat kecil yang bergelung (ekrin) yang tidak mempunyai
rambut, tidak berbau. Kelenjar keringat besar yang bergelung (apokrin) yang
bermuara ke dalam folikel rambut ditemukan di seluruh mons, labia mayor
dan perineum serta aksila. Kelenjar ini yang mulai mengeluarkan cairan
berbau pada saat pubertas menjadi lebih aktif selama menstruasi dan
kehamilan. Kelenjar keringat dikontrol oleh sistem saraf simpatik.
Labia mayor mendapat suplai darah dari arteri pudenda interna (berasal
dari bagian parietal anterior arteri iliaka interna atau arteri hipogastrikia).
Drainase melalui vena pudenda interna dan eksterna.
Di bagian anterior, labia mayor dipersarafi oleh nervus ilioinguinal dan
nervus pudendus. Dibagian lateral dan posterior dipersarafi oleh nervus
kutaneus femoralis posterior.
c.

Labia minora
Lipatan kulit yang memanjang, yang kecil, dan sempit, antara labia
mayor dan introitus vagina. Labia minor berasal dari lipatan kulit dibawah
klitoris yang berkembang. Pada nulipara, labia minor normalnya merapat,
menutupi introitus. Di posterior, labia minor menyatu pada fourchette. Labia
terpisah dari himen, suatu selaput yang menandai jalan masuk ke vagina atau
introitus. Di anterior, setiap labia bergabung di garis median dan bersatu
berbentuk frenulum klitoris, suatu lipatan posterior yang menjadi prepusium
klitoris. Labia minor tidak mempunyai folikel rambut ataupun kelenjar
keringat tetapi kaya akan kelenjar sebasea.
Ukurannya dapat membesar dengan stimulasi hormon dari ovarium.
Tanpa stimulasi estrogen labia nyaris tidak tampak. Persarafan labia minor
melalui nervus ilioinguinal, pudendus, dan hemoroidalis. Aliran darahnya
berasal dari arteri pudenda interna dan eksterna.

d.

Clitoris

4

batas lateral labia minora. Vestibulum Merupakan rongga dengan batas atas clitoris. Ditutupi oleh epitel skuamosa tipis yang berlapis. f. masing-masing melekat ke periosteum simfisis pubis dan sebuah struktur yang lebih kecil (glans klitoridis) yang banyak sekali mendapat persarafan sensoris. Glans sebagian ditutupi oleh labia minor dan lebih sensitif dari pada badannya . ductus glandulae Bartholinii kanan-kiri dan duktus Skene kanan-kiri. Terdapat 6 lubang/orificium. 5 . Jumlah pembuluh darah dan persyarafan yang banyak membuat klitorissangat sensitif terhadap suhu. Pada gadis (virgo) tertutup lapisan tipis bermukosa yaitu selaput dara / hymen. e. Fungsi utama klitoris adalah menstimulasi dan meningkatkan kereganganseksual. introitus vaginae. yaitu orificium urethrae externum. Introitus / orificium vagina Terletak di bagian bawah vestibulum. Tersusun atas dua korpus kecil yang erektil. sentuhan dan sensasi tekanan. Klitoris mendapat persarafan dari nervus pudendus dan hipogastrik serta saraf simpatis pelvis dan mendapat aliran darah dari arteri dan vena pudenda interna. Ditutupi oleh epitel transisional. batas bawah fourchet. Meatus urinarius terlihat sebagai celah anteroposterior atau huruf v terbalik. Antara fourchet dan vagina terdapat fossa navicularis. ditemukan pada garis tengah. sedikit anterior meatus uretra. Berasal dari sinus urogenital. Dipersarafi oleh nervus pudendus dan diperdarahi oleh arteri dan vena pudenda interna. utuh tanpa robekan. Daerah segitiga di antara labia minor yang berada di anterior muara uretra dan pada posterior dibatasi oleh orifisium vagina disebut vestibulum vagina.Berukuran 2-3 cm.

hymen dapat robek dan bentuk lubang menjadi tidak beraturan dengan robekan (misalnya berbentuk fimbriae). cribiformis. namundimasukkan ke dalam bagianini karana letaknya menyatu dengan vulva.Hymen normal terdapat lubang kecil untuk aliran darah menstruasi. Persarafan dilalui oleh nervus pudenda dan suplai darah dari vena pudenda dan hemoroidalis inferior. Corrunculae myrtiformis adalah sisa2 selaput dara yang robek yang tampak pada wanita pernah melahirkan. Biasanya terletak sekitar 2.5 cm dibawak klitoris. dapat berbentuk bulan sabit. Namun kadang kala ada 6 . Tepat di dalam uretra. g. Akibat coitus atau trauma lain. pada bagian posterolateral. terdapat dua lubang kecil yang menuju duktus tubuler yang dangkal atau kelenjar skene yang merupakan sisa duktus wolfii. Bentuk himen postpartum disebut parous. Biasanya hymen berlubang sebesar ujung jari berbentuk bulan sabit atau sirkular sehingga darah menstruasi dapat keluar. Persarafan dan suplai darah sama dengan vestibulum. Dilapisi oleh sel transisionil. h. oval. Ostium Uretra Walaupun bukan merupakan sistem reproduksi sejati. bulat. misalnya primer tidak berlubang (hymen imperforata) menutup total lubang vagina. Kelenjar Bartholini dan Skene Kelenjar yang penting didaerah vulva karena dapatmengeluarkan lendir tetutama meningkat saat hubungan seks. i. Hymen yang abnormal. septum atau fimbriae. dapat menyebabkan darah menstruasi terkumpul di rongga genitalia interna. Hymen Berupa selaput tipis yang cukup elastis yang biasanya menutupi sebagian kanalis vaginalis tetapi jarang menutupinya secara total.

pada gadis sulit membedakannya dengan himen yang sudah mengalami penetrasi saat koitus. Genitalia interna a. Batas otototot diafragma pelvis (m.banyak lubang kecil (kribriformis). Perineum meregang pada persalinan. Perineum Daerah antara tepi bawah vulva dengan tepi depan anus. kadang perlu dipotong (episiotomi) untuk memperbesar jalan lahir dan mencegah ruptur. bercelah (septata). Suatu saluran sempit berukuran 1-2 cm menghubungkan setiap lubang kecil ini dengan kelenjar kecil. dan menghasilkan mukus. Perineal body adalah raphe median m. Vagina Vagina adalah liang atau saluran muskulomembranosa yang menghubungkan vulva dengan rahim. m.coccygeus) dan diafragma urogenitalis (m. j. atau berumbai tidak beraturan (fimbriata).levator ani. antara anus dan vagina.perinealis transversus profunda. yang terletak antara labia minor dan dinding vagina.levator ani. B. Padatipe himen fimbriata. m. berbentuk tabung mulai dari tepi 7 . datar.constrictor urethra). Tepat diluar himen terdapat kelenjar paravagina. vulvovagina atau kelenjar bartolini.

Pada dinding vagina terdapat lipatan-lipatan yang berjalan sirkuler dan disebut: rugae. b. Permukaan belakang sebagian besar tertutup oleh peritoneum sedangkan permukaan depannya hanya di bagian atasnya saja. Uterus Dalam keadaan tidak hamil terdapat dalam ruangan pelvis minor di antara vesika urinaria dan rectum. terutama pada bagian bawah vagina.cervix uteri di bagian kranial dorsal sampai ke vulva di bagian kaudal ventral yang terletak di antara kandung kencing dan rectum. Walaupun disebut selapur lender vagina. fornix lateral kanan dan fornix lateral kiri. Fungsi penting dari vagina ialah sebagai (a) saluran keluar dari uterus untuk mengalirkan darah haid dan secret lain dari uterus. Corpus uteri berbentuk segitiga 2. mungkin lebih baik disebut kulit. (b) alat untuk bersenggama. Uterus merupakan alat yang berongga dan berbentuk sebagai bola lampu yang gepeng dan terdiri dari 2 bagian: 1. Glikogen ini menghasilkan asam susu oleh karena adanya basil-basil Doderlein hingga vagina mempunyai reaksi asam dengan pH = 4. Setelah melahirkan. Ke dalam puncak vagina. Bagian bawah dari permukaan depan melekat pada dinding belakang vesika urinaria. sebagian dari rugae akan menghilang. Ukuran panjang dinding depan vagina (= 9 cm) lebih pendek dari belakang (= 11 cm). Sel-sel dari lapisan atas epitel vagina mengandung glikogen.5 dan ini memberi proteksi terhadap invasi kuman-kuman. Oleh portio ini. menonjol ujung dari serviks yang menonjol ke dalam dan disebut portio. fornix posterior. Cervix uteri berbentuk silindris 8 . selaput ini tak mempunyai kelenjar-kelenjar sama sekali sehingga tak dapat menghasilkan lender. (c) sebagai jalan lahir pada waktu partus. puncak vagina dibagi dalam 4 bagian ialah fornix anterior.

dan 80 g atau lebih pada yang sudah pernah. sedangkan pada wanita multipara panjangnya 9-10 cm. panjangnya bervariasi antara 2. Uterus wanita nulipara dewasa panjangnya antara 6-8 cm. Pada wanita yang pernah melahirkan. serviks hanya sedikit lebih panjang dari sepertiga panjang total organ ini. Sedangkan pada wanita multipara. 9 .5 cm. di luar Meliputi dinding rahim bagian luar. Sebelum pubertas. tepi uterus menjadi cekung bukannya cembung. Pada anak perempuan pramenarke. Menutupi bagian luar uterus. Dinding rahim secarahistologik terdiri dari 3 lapisan: (1) Lapisan serosa (lapisan peritoneum). Setelah menopause. Anomali congenital pada fusi mullerian menyebabkan sejumlah kelainan uterus yang dapat dideteksi dengan hysterosalpingogram atau MRI. panjang korpus kurang lebih setengah panjang serviks. dan karenanya bentuk segitiga rongga uterus menjadi tidak jelas terlihat lagi. Berat uterus wanita yang belum dan sudah pernah melahirkan juga bervariasi antara 50-70 g pada yang belum pernah melahirkan. Pada wanita nulipara.Bentuk dan ukuran uterus sangat berbeda-beda tergantung usia dan pernah melahirkan anak atau belum. Merupakan penebalan yang diisi jaringan ikat dan pembuluh darah limfe dan urat syaraf. rongga korpus berbentuk segitiga. panjang keduanya kira-kira sama. Permukaan dalsm dinding anterior dan posterior uterus hamper bersentuhan. Sebagian besar korpus uteri terdiri dari otot. ukuran uterus berkurang sebagai konsekuensi dari atrofi miometrium dan endometrium. Peritoneum meliputi tuba dan mencapai dinding abdomen. yaitu os interna dan os eksterna.5-3. tetapi tidak demikian halnya dengan serviks. rongga di antaranya hanya merupakan celah sempit. Kanalis servikalis berbentuk fusiformis dengan lubang kecil pada kedua ujungnya. Hubungan antara panjang korpus uteri dan panjang serviks juga sangat bervariasi. Pada penampang frontal.

merupakan muara-muara dari saluransaluran kelenjar uterus yang dapat menghasilkan sektret alkalis yang membasahi cavum uteri. (3) Lapisan mukosa (endometrium).(2) Lapisan otot (miometrium). susunan dan faalnya berubah secara siklis karena dipengaruhi oleh hormonehormon ovarium. Otot uterus terdiridari 3 lapisan:  Lapisan luar: Lapisan seperti kap melengkung melalui funduns menuju ke arah ligament. Pada endometrium didapatkan lubang-lubang kecil. Ligamen-ligamen Uterus: 1.  Lapisan tengah: Terletak antara ke dua lapisan di atas. Tebalnya. dengan struktur seperti ini setelah persalinan serabut-serabut ini berkonstriksi dan menekan pembuluh darah. jadi bekerja sebagai penjepit pembuluh darah. Ligamentum Latum (Broad Ligament) 10 .Masing-masing serabut mempunyai 2 lengkungan hingga keseluruhannya berbentuk angka 8. jadi dinding uterus terutama dibentuk oleh lapisan tengah ini.  Lapisan dalam: Merupakan serabut-serabut otot yang berfungsi sebagai sphincter terletak pada ostium internum tubae da orificium uteri internum. Epitel endometrium berbentuk silindris. terdiri otot polos yang disusun sedemikian rupa sehingga dapat mendorong isinya keluar pada persalinan. di tengah. di dalam. dengan demikian pendarahan dapat terhenti. merupakan anyaman serabut otot yang tebal ditembus oleh pembuluh-pembuluh darah.

Ligamentum cardinal Kiri kanan dari serviks setinggi ostium uteri internum ke dinding panggul.Pada waktu kehamilan mengalami hypertrophied an dapat diraba dengan pemeriksaan luar. Ligamentum ini menggantungkan uterus pada dinding panggul. Ki. Ligamentum vesico uterinum 11 . 3. disebut parametrium. Menghalangi pergerakan ke kiri atau ke kanan. 5. Teres uteri. Dari uterus. di mana berjalan arteria.majus. vena uterine. 6. Antara sudut tuba dan ovarium terdapat ligamentum ovarii proprium. Round ligament) Terdapat di bagian atas lateral dari uterus. caudal dari insertie tuba.Terdiri dari jaringan otot polos (identik dengan myometrium) dan jaringan ikat dan menahan uterus dalam anteflexie. Ligamentum infundibulo pelvicum (lig. pembuluh lympha dan ureter. keuda ligament ini melalui canalis inguinalis inguinalis ke bagian cranial lab. Suspensorium ovarii) Dua buah kiri kanan dari infundibulum dan ovarium ke dinding panggul. meluas sampai ke dinding panggul dan dasar panggul.Berupa lipatan peritoneum sebelah lateral ka. 2. Ligamentum Rotundum (lig. Ligamentum sacro uterinum Kiri kanan dari serviks sebelah belakang ke sacrum mengelilingirectum.Ruangan antara kedua lembar dari lipatan ini terisi oleh jaringan yang longgar. sehingga seolah-olah menggantung pada tubae. 4.

dan fundus uteri.Uterus dipengaruhi oleh serat-serat saraf simpatis maupun parasimpatis yang menuju ke ganglion servikal dari Frankenhauser yang terletak di pangkal lig. Serat-serat saraf uterus Kontraksi dinding uterus adalah autonom. tuba. 2. a. Cabang utama arteria ovarica selanjutnya berjalan sepanjang mesosalphynx dan memberi darah pada ovarium. arteria ovarica terbagi menjadi sejumlah cabang kecil yang masuk ovarium. Uterina terbagi menjadi dua. sebagian kecil menjadi arteria servicovaginalis kearah bawah.uterine: Berasal dari arteri hypogastrica (cabang utama arteria Iliaca Interna) yang masuk uterus melalui ligamentum latum kira-kira setinggi ostium uteri internum dan memberi darah pada uterus dan bagian atas vagina dan mengadakan anastomose dengan a. Pembuluh lympha dari cervix menuju lymphoglandulae hypogastricae sedangkan dari corpus uteri sebagian ke lympho glandulae lumbales. Serat-serat saraf yang datang dari susunan saraf pusat rupanya hanya untuk mengkoodinir kontraksi. tidak memerlukan rangsang dari susunan saraf pusat.ovarica. Darah dari uterus dialirkan melalui vena uterine dan vena ovarica yang sejalan dengan arterinya hanya vena ovarica kiri tidak masuk langsung ke dalam vena cava inferior. a.Dari uterus ke kandung kencing. Pembuluh darah uterus: 1.ovarica: Cabang langsung dari Aorta yang memasuki ligamentum latum melalui ligamentum infundibulopelvicum. dan sebagian besar berjalan kearah atas melalui dinding lateral uterus. tapi melalui vena renalis kiri.sacro 12 . Didaerah hillus ovarii.

uterinum. urat saraf dan pembuluh lympha. c.  Ujung atas yang berdekatan dengan tuba dan ujung bawah yang lebih dekat dengan uterus (ekstremitas tubaria dan ekstremitas uterine). Selain fungsi utama sebagai temat pematangan sel-sel germinal. Ovarium terletak di fossa ovarica ( fossa Waldeyer). Pada medulla terdapat pembuluh darah. 2.  Pinggir yang menghadap ke muka (margomesovaricus) melekat pada lembar belakang lig. yaitu suatu cekungan pada percabangan a. Ovarium diikat oleh dua ligamenta yaitu ligamentum ovarii proprium yang menggantungkan ke uterus dan ligamentum suspensorium ovarii (infundibulo-pelvicum) yang menggantungkan ke dinding lateral panggul.5 cm pada masa reproduksi.Rangsang pada ganglion ini misalnya berupa tekanan oleh kepala anak dapat menguatkan his. Bagaimana proses fisiologi menstruasi? 13 .hormon. Hipogastrika. ovarium juga berfungsi sebagi sumber produksi hormon. Vaskularisasi berasal dari a. Ovarium terdiri dari bagian luar (cortex) dan bagian dalam (medulla). Pada ovarium dibedakan :  Permukaan medial yang menghadap kea rah cavum Douglasi dan permukaan lateral. Ovarica dan a. Pada cortex terdapat folikel-folikel primordial. Iliaca ekserna dan a. Ovarium Ovarium merupakan bangunan oval di dan kiri uterus berukuran kirakra 5x3x1.latum dengan perantaraan mesovarium dan pinggir yang menghadap ke belakang (margo liber).Uterina.

Selama menstruasi normal. yang mengarah ke lapisan mukosa endomenterium. pembulu darah yang berkelok-kelok. penurunan zast nutrisi endomenterium. Efek pertama adalah penurunan rangsangan sel-sel endomenterium oelh kedua hormone ini. seperti pelepasan bahan vasokonstriktor. sampai kira-ira 48 jam setelah terjadinya menstruasi. Rahim atau Uterus 14 . Sebagai akibatnya darah akan merembes ke lapisan vascular endomenterium. karena fibrinolisin di lepaskan bersama dengan bahan nekrotik endomenterium. Adanya bekuan darah selama menstruasi sering merupakan bukti klinis adanya kelainan patologi dari uterus. Masa jaringan deskuamasi dan darah di dalam kavum uteri di tambah efek kontraksi dari prostaglandin atau zat-zat lain di dalam lapisan yang terdeskuamasi seluruhnya akan bersama-sama merangsang kontraksi uterus yang menyebabkan di keluarkannya isi uterus. terutama progesteron pada akhir siklus ovarium bulanan. yang di ikuti dengan cepat oleh involusi endomenterium sendiri menjadi kira-kira 65 persen dari ketebalan semula. 3. Cairan menstruasi ini normalnya tidak membentuk bekuan.Vasopasme. akan menjadi vasopatik mungkin di sebabkan oleh evek involusi. Apa saja perubahan fisiologi pada ibu hamil? Perubahan – Perubahan Fisiologi A.Dalam waktu 4 sampai 7 hari sesudah di mualainya menstruasi. kira-kira 40 mililiter darah dan tambahan cairan 35 ml cairan serosa di keluarkan. jumlah fibrinolisin mungkin tidak cukup untuk mencegah pembekuan. Bila terjadi perdarahan yang berlebihan pada permukaan uterus.Menstruasi di sebabkan oleh berkurangnya estrogen dan progesteron. Kemudian. selama 24 jam sebelum terjadi menstruasi. Perlahan-lahan lapisan nekrotik lapisan luar dari endomrnterium terlepas dari uterus pada daerah perdarahan tersebut. Dan hilangnya rangsangan hormonal menyebabkan di mulainya proses nekrosis pada endomenterium khususnya dari pembuluh darah. pengeluaran darah berhenti. mungkin salah satu tipe vasokonstriktor prostaglandin yang terdapat jumlah yang sangat banyak pada saat ini. semua lapisan superfisial endomenterium sudah berdeskuamasi. karena pada saat ini endomenterium sudah mengalami epitelisasi kembali. dan daerah perdarahan akan bertambah besar dengan cepat dalam waktu 24 sampai 36 jam.

Hubungan antara besarnya uterus dengan tuanya kehamilan sangat penting diketahui.5 – 6. Adanya hipervaskularisasi mengakibatkan vagina dan vulva tampak lebih merah. Akibat kadar estrogen meningkat dan dengan adanya hipervaskularisasi maka konsistensi serviks menjadi lunak (Hanifa. D. Abdul Bari dan Trijatmo. Tanda ini disebut tanda Chadwick. Kemudian mengecil setelah plasenta terbentuk kehamilan. B. Vagina dan Vulva Perubahan fisiologis selama kehamilan pada vagina dan vulva juga terjadi akibat hormonestrogen yang mengalami perubahan. 2005 : 89). Serviks uteri Perubahan fisiologis selama kehamilan pada serviks uteri terjadi juga karena pengaruh hormon estrogen. 2005 : 89). 2005 : 95). Abdul Bari dan Trijatmo. Abdul Bari dan Trijatmo. 1998 : 106). Sumber lain juga menyebutkan "rahim yang semula besarnya sejempol atau beratnya 30 gram akan mengalami hipertropi dan hiperflasia sehingga beratnya menjadi seberat 1000 gram saat akhir kehamilan" (Manuaba.5 cm. 2005 : 95). Warna porsiopun tampak livide (Hanifa.Perubahan fisiologis selama kehamilan pada uterus adalah uterus akan membesar pada bulan – bulan pertama dibawah pengaruh estrogen dan progesteron yang kadarnya meningkat. Ovarium Pada permulaan kehamilan masih terdapat korpus luteum graviditatis sampai terbentuknya plasenta pada kira-kira kehamilan 16 minggu. dengan panjang ± 20 cm dan dinding ± 22. Berat uterus normal ± 30 gram. Selama berhenti karena adanya peningkatan estrogen dan progesterone yang menyebabkan penekanan sekresi FSH dan LH dari hipofisis 15 . pada akhir kehamilan (40 minggu) menjadi 100 gram. Produksi estrogen menyebabkan perubahan lapisan otot dan epithelium vagina sehingga menjadi lebih elastis. ovulasi (Hanifa. antara lain untuk membuat diagnosis apakah wanita tersebut hamil fisiologik atau hamil ganda atau menderita penyakit seperti mola hidatidosa dan sebagainya (Hanifa. Sel epitel juga menyebabkan peningkatan kadar glikogen dan interaksi basil Doderlein’s yang memproduksi asam lebih untuk melindungi vagina dari serangan berbagai mikroorganisme karena pH vagina yang meningkat selama kehamilan menjadi 3. agak kebiruan (livide). Korpus luteum graviditatis berdiameter kira-kira 3 cm. Abdul Bari dan Trijatmo. C. Selain itu. perubahan dari ephitelium tersebut menyebabkan peningkatan seksresi cairan vagina yang dinamakan Leccorhoea.

Menurut Djusar Sulin dalam buku Ilmu Kebidanan (2009.anterior. Sel darah merah semakin meningkat jumlahnya untuk dapat mengimbangi pertumbuhan janin dalalm rahim. Areola akan lebih besar dan kehitaman. Kelenjar sebasea dari areola akan membesar dan cenderung menonjol keluar. 2001 : 64). dan tampak lebih hitam. diikuti dengan cardiac output yang meninggi sebanyak kira-kira 30% (Hanifa. Sirkulasi Darah Perubahan fisiologis selama kehamilan pada terjadi pula pada sirkulasi darah. Volume darah semakin meningkat dan jumlah serum darah lebih besar dari pertumbuhan sel darah. mamma dan alat lainnya yang memang berfungsi berlebihan dalam kehamilan. Dibawah pengaruh progesteron dan somatomammotropin terbentuk lemak disekitar kelompok-kelompok alveolus sehingga mamma menjadi lebih besar. Abdul Bari dan Trijatmo. sehingga terjadi pengenceran darah (hemodelusi). Puting payudara akan lebih besar. estrogen. lebih tegak. uterus yang terus membesar dengan pembuluh darah yang membesar pula. E. kehitaman. Papila mamma akan lebih membesar. peningkatan sensitivitas dan ras geli mungkin dialami khususnya oleh primigravida. h. Seletah bulan kedua payudara akan bertambah ukurannya dan vena – vena dibawah kulit akan lebih terlihat. F. pada awal kehamilan perempuan akan merasakan payudara menjadi semakin lunak. 179). 2005 : 95). Corpus luteum akan mensekresi progesterone sampai usia kehamilan 1012 minggu tepatnya setelah plasenta terbentuk dan berfungsi. Cairan yang jenrnih ditemukan dalam payudara pada usia kehamilan 4 minggu dan kolostrum dapat diperah keluar pada usia kehamilan16 minggu (Farrer. Mamma Mamma akan membesar dan tegang akibat hormon somatomammotropin. dengan puncak kehamilan 32 minggu. 2005 : 96). tetapi pertambahan sel darah tidak seimbang 16 . Volume darah akan bertambah banyak kira-kira 25%. pada kehamilan minggu ke-4. Volume darah ibu bertambah secara fisiologik dengan adanya pencairan darah yang disebut hidremia. Perubahan sirkulasi darah ini terjadi akibat adanya sirkulasi ke plasenta. seperti seluruh aerola mamma karena hiperpigmentasi(Hanifa. dan tegak. Abdul Bari dan Trijatmo. dan progesteron. akan tetapi belum mengeluarkan air susu. Sumber lain menyebutkan "sedikit pembesaran payudara.

h. Mual terjadi akibat penurunan asam hidrokloroid dan penurunan motilitas. I. sehingga motilitas seluruh traktus digestivus juga berkurang. 2005 : 97. Tidak jarang dijumpai pada bulan-bulan pertama kehamilan gejala muntah (emesis). Desakan tersebut menyebabkan kandung 17 . serta konstipasi akibat penurunan motilitas usus besar. Menurut Djusar Sulin dalam buku Ilmu Kebidanan (2009.dengan peningkatan volume darah sehingga terjadi hemodelusi yang disertai anemia fisiologis (Manuaba. Pada akhir kahamilan bila kepala janin mulai turun ke bawah pintu atas panggul. Abdul Bari dan Trijatmo. terjadi gangguan miksi dalam bentuk sering berkemih. lambung. sehingga timbul sering kencing. Biasanya terjadi pada pagi hariyang dikenal sebagai morning sickness (Hanifa. Sistem Respirasi Seorang wanita hamil pada kelanjutan kehamilannya tidak jarang mengeluh tentang rasa sesak dan pendek napas. Tonus otot-otot traktus digestivusmenurun. Perubahan yang nyata terjadi pada penurunan motilitas otot polos pada traktus digestivus. Untuk memenuhi kebutuhan oksigen yang meningkat kira-kira 20%. Abdul Bari dan Trijatmo. Keadaan ini hilang dengan makin tuanya kehamilan bila uterus gravidarum keluar dari rongga panggul. Hal ini ditemukan pada kehamilan 32 minggu ke atas oleh karena usus-usus tertekan oleh uterus yang membesar kearah diafragma sehingga diafragma kurang leluasa bergerak. Traktus Urinarius Pada bulan-bulan pertama kehamilan kandung kencing tertekan oleh uterus yang mulai membesar. dan usus akan tergeser. Abdul Bari dan Trijatmo. G. Mungkin ini akibat kadar hormon estrogen yang meningkat. keluhan sering kencing akan timbul lagi karena kandung kencing mulai tertekan kembali (Hanifa. 2005 : 96). 93). seorang wanita hamil selalu bernafas lebih dalam (Hanifa. h. H. 2005 : 96). 185). seiring dengan makin membesarnya uterus. Karena pengaruh desakan hamil muda dan turunnya kepala bayi pada hamil tua. 2010. Traktus digestivus Pada bulan-bulan pertama kehamilan terdapat perasaan enek (nusea).

Keseimbangan asam basa mengalami penurunan dari 155 mEq per liter menjadi 145 mEq per liter disebabkan hemo-delusi darah dan  kebutuhan mineral yang diperlukan janin. 2005 : 96). volume darah yang meningkat. Kebutuhan protein wanita hamil makin tinggi untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Abdul Bari dan Trijatmo. teru-tama pada  trimester ketiga. Menurut Manuaba (2010. 2010.kemih cepat terasa penuh. Di daerah leher sering terdapat hiperpigmentasi yang sama. Sumber lain menyebutkan "pigmentasi yang lebih gelap terjadi pada puting dan aerola mammae. wajah (kloasma-topeng kehamilan) dan garis tengah abdomen (dari bagian atas umbilikus hingga rambut pubis)-linea nigra (Farrer. h. Abdul Bari dan Trijatmo. Berat badan wanita hamil akan naik kira-kira diantara 6. Secara umum dampak dari metabolisme ini akan terjadi kenaikan berat badan. 2005 : 98). dan persiapan 18 . 2001 : 65). J. 95) perubahan metabolisme pada kehamilan:  Metabolisme basal naik sebesar 15-20% dari semula. juga di daerah aerola mamma. dikenal dengan linea grisea. 94). sistem endokrin juga meninggi. Tidak jarang dijumpai kulit perut seolah-olah retakretak. Kenaikan berat badan ini disebabkan oleh hasil konsepsi (fetus. perkembangan organ kehamilan. 2005 : 98). Pigmentasi ini disebabkan oleh pengaruh melalnophore stimulating hormone (MSH) yang meningkat.Linea alba pada kehamilan menjadi hitam.5 kg. K. lemak dan protein lebih banyak dan akhirnya adanya retensi air) (Hanifa. Metabolisme dalam Kehamilan Pada wanita hamil basal metabolic rate (BMR) meninggi. warnanya berubah agak hiperemik dan kebiru-biruan. danlikuor amnii) dan dari ibu sendiri (uterus dan mamma yang membesar. Hemodelusi menyebabkan metabolisme air makin lancar sehingga pembentukan urine akan bertambah (Manuaba.5 kg rata-rata 12.5-16. dan tampak lebih jelas kelenjar gondoknya (glandula tireoidea) (Hanifa. Kulit Pada kulit terdapat deposit pigmen dan hiperpigmentasi alat-alat tertentu. Abdul Bari dan Trijatmo. Kenaikan berat badan ini terutama terjadi dalam kehamilan 20 minggu terakhir. plasenta. disebut striae albikantes (Hanifa. h.

kalsium maternal pada tulang-tulang panjang akan berkurang untuk memenuhi kebutuhan ini. terutama bila diikuti peningkatan tekanan darah. b. Zat besi. 800 mg atau 30-50 mg per hari. ibu hamil memerlukan air cukup banyak dan dapat terjadi  retensi air. 30-40 gram untuk pemben-tukan tulang janin. Berat badan ibu hamil bertambah. M. Air. 4. c. maka dapat dicurigai adanya preeklamsia (Manjoer. Fosfor. Edema Edema tungkai bawah pada trimester terakhir dapat merupakan hal fisiologis. Apa penyebab adanya perdarahan pervaginam? Penyebab darah pervaginam yang tidak berbahaya pada ibu hamil. dkk.5 kg selama hamil atau terjadi kenaikan berat badan 0.laktasi. 1. antara lain :  Melekatnya sel telur yang dibuahi kedinding rahim . Apabila pemberian makanan tidak dapat memenuhi kebutuhan janin.4 19 . 2001 : 258). Hal ini merupakan hal yang normal terjadi pada masa kehamilan dan biasanya jumlah darah yang keluar  sangat sedikit. rata – rata 2 gram dalam sehari. Dalam makanan diperlukan protein tinggi sekitar 0. Terjadinya perubahan hormonal tubuh pada masa kehamilan.5 kg/ minggu. L. Kebutuhan zat mineral untuk ibu hamil: a. Namun bila disertai edema di tubuh bagian atas seperti muka dan lengan. Jumlah darah yang keluar sangat sedikitdan biasanya terjadinya pada awal minggu kehamilan . Bila konsumsi kalsium cukup. lemak dan protein. Kebutuhan kalori didapat dari karbohidrat. 1998 : 38). gigi tidak akan kekurangan kalsium (Mochtar. Juga terjadi sedikit pelebaran pada ruang persendian.5 g/kg berat   badan atau sebutir telur ayam sehari. Namun pada sebagian wanita perdarahan ini ada yang menetap sampai akhir kehamilan. d. Tulang dan Gigi Persendian panggul akan terasa lebih longgar.5 gram setiap hari.5-16. Kalsium. Berat badan ibu hamil akan bertambah antara 6. karena ligamen-ligamen melunak (softening).

Apakah diagnosis. Taksiran berat janin.4 Tinggi Fundus Uteri Usia Kehamilan Setinggi simfisis pubis 4 minggu 1/3 diatas simfisis pubis (tiga jari diatas) 12 minggu 1/2 diantara simfisis s/d pusat 16 minggu 2/3 diatas simfisis 20 minggu Setinggi pusat 24 minggu 1/3 diatas pusat (tiga jari diatas pusat) 28 minggu 1/2 diantara pusat s/d processus xypoideus 34 minggu Setinggi processus xypoideus 36 minggu 2 jari dibawah processus xypoideus 40 minggu 6. Bagaimana pengukuran usia kehamilan dengan TFU? TFU (Tinggi Fundus Uteri) untuk:   Berapa usia kehamilan. Kemudian menurut Maryono Reksodipura dari Fakultas Hukum UI. penatalaksanaan maupun patologis kasus dalam sekanrio diatas? Perkataan abortus dalam bahasa Inggris disebut abortion berasal dari bahasa latin yang berarti gugur kandungan atau keguguran. abortus adalah 20 . etiologi. Sardikin Ginaputra dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia memberi pengertian abortus sebagai pengakhiran kehamilan atau hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan.5.

Pengaruh teratogen akibat radiasi. Dari pengertian di atas dapat dikatakan. Dimana masa getasi belum mencapai 22 minggu dan beratnya kurang dari 500gr (Derek liewollyn&Jones. virus. Kelaianan pertumbuhan hasil konsepsi.pengeluaran hasil konsepsi dari rahim sebelum waktunya (sebelum dapat lahir secara alamiah). lingkungan kurang sempurna. 21 . tembakau atau alkohol. 2002). Kelainan plasenta disebabkan endarteritis pada villi koriales yang menghambat oksigenisasi plasenta sehingga terjadi gangguan pertumbuhan bahkan menyebabkan kematian (Prawirohardjo. Abortus adalah keluarnya janin sebelum mencapai viabilitas. biasa menyebabkan abortus pada kehamilan sebelum usia 8 minggu. bahwa abortus adalah suatu perbuatan untuk mengakhiri masa kehamilan dengan mengeluarkan janin dari kandungan sebelum janin itu dapat hidup di luar kandungan. Faktor yang menyebabkan kelainan ini adalah a. 2002). dan terapeutik. dan pengaruh dari luar. Etiologi Faktor ovovetal yang menyebabkan abortus adalah kelainan pertumbuhan janin dan kelainan pada plasenta. Kelainan kromosom. obat-obatan. Biasanya abortus spontan dikarenakan kurang baiknya kualitas sel telur dan sel sperma. Abortus buatan merupakan pengakhiran kehamilan dengan disengaja sebelum usia kandungan 28 minggu. A. Istilah abortus dipakai untuk menunjukkan pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan. Kelainan dalam kehamilan ada beberapa macam yaitu abortus spontan. Abortus adalah ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi pada usia kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram. abortus buatan. S. Lingkungan sekitar tempat implantasi kurang sempurna c. Pengguguran kandungan buatan karena indikasi medik disebut abortus terapeutik. Penyebab kelainan pertumbuhan janin ialah kelainan kromosom. terutama trisomi autosom dan monosomi X b.

tekanan darah normal atau menurun. penembusan sudah lebih dalam hingga plasenta tidak dilepaskan sempurna dan menimbulkan banyak perdarahan. Pada kehamilan diatas 14 minggu. seperti kantong kosong amnion atau benda kecil yang tak jelas bentuknya (lighted ovum) janin lahir mati. Patogenesis Pada awal abortus terjadi perdarahan desiduabasalis. 3. tifus abdominalis. Pada kehamilan kurang dari 6 minggu. 3) penyakit menahun. Pada kehamilan kurang dari 8 minggu janin biasanya dikeluarkan seluruhnya karena villi koriales belum menembus desidua secara mendalam. jadi hasil konsepsi dapat dikeluarkan seluruhnya. 2) toksin. mioma uteri. dan kelainan bawaan uterus (Prawirohardjo. Pada kehamilan 8 sampai 14 minggu. Pada kehamilan 8–14 minggu villi koriales menembus desidua secara mendalam. B. virus. 2002). plasenta tidak dilepaskan sempurna sehingga banyak perdarahan. fetus kompresus. janin masih hidup. Manifestasi Klinis 1. retroversi uteri. dan 4) kelainan traktus genitalis. suhu badan normal atau meningkat. janin dikeluarkan lebih dahulu daripada plasenta. Hasil konsepsi keluar dalam berbagai bentuk.Pada awal abortus terjadi pendarahan yang menyebabkan janin terlepas. Kemudian uterus berkontraksi untuk mengeluarkan benda asing tersebut. Pada pemeriksaan fisik : Keadaan umum tampak lemah atau kesadaran menurun. Keadaan ibu yang menyebabkan abortus antara lain: 1) penyakit Ibu seperti pneumonia. C. setelah ketubah pecah janin yang telah mati akan dikeluarkan dalam bentuk kantong amnion kosong dan kemudian plasenta (Prawirohardjo. mola kruenta. S. maserasi atau fetus papiraseus. denyut nadi normal atau cepat dan kecil. malaria. S. Perdarahan pervaginam. plasmodium masuk ke janin menyebabkan kematian sehingga terjadi abortus. 2002). diikuti nekrosis jaringan sekitar yang menyebabkan hasil konsepsi terlepas dan dianggap benda asing dalam uterus. pielonefritis. villi kotaris belum menembus desidua secara dalam. seperti inkompetensi serviks. mungkin disertai keluarnya jaringan hasil konsepsi 22 . Pada kehamilan lebih dari 14 minggu. bakteri. 2. Terlambat haid atau amenore kurang dari 20 minggu.

tidak nyeri pada perabaan adneksa.4. Tes kehamilan : positif bila janin masih hidup. Abortus inkomplit. tanpa adanya dilatasi serviks. perdarahan pervaginam pada kehamilan kurang dari 20 minggu. ada/tidak cairan atau jaringan berbau busuk dario ostium. tercium/tidak bau busuk dari vulva b. Pemeriksaan ginekologi : a. tetapi tidak dikeluarkan selama 8 minggu atau lebih. uterus membesar sebesar tuanya kehamilan. Inspeksi vulva : perdarahan pervaginam ada / tidak jaringan hasil konsepsi. perforasi. Pemeriksaan Penunjang 1. Perdarahan. D. Abortus komplit. kematian janin sebelum 20 minggu. syok dan infeksi 2. serviks belum membuka. tidak nyeri saat porsio dogoyang. kavum Douglasi. Pengertian  Abortus imminens adalah terjadinya perdarahan uterus pada kehamilan sebelum 20 minggu. cara ini menyebabkan bertambahnya aliran darah ke uterus dan sehingga rangsang mekanik 23 . bila seluruh jaringan janin sudah keluar dari uterus 5. besar uterus sesuai atau lebih kecil dari usia kehamilan. Bila abortus inkomplit disertai infeksi genetalia disebut abortus infeksiosa 4. Pada missed abortion dengan retensi lama hasil konsepsi dapat terjadi kelainan pembekuan darah F. abortus dibagi atas: 1. sering disertai nyeri pinggang akibat kontraksi uterus 5. Penanganannya : 1) Berbaring. janin masih dalam uterus. Diagnosisnya terjadi perdarahan melalui ostium uteri eksternum disertai mual. tanpa ada tanda-tanda dilatasi serviks yang meningkat. bila perdarahan diikuuti dengan dilatasi serviks. Missed abortion. ada/tidak jaringan keluar dari ostium. teraba atau tidak jaringan dalam kavum uteri. 3. ostium uteri terbuka atau sudah tertutup. Colok vagina : porsio masih terbuka atau sudah tertutup. Inspekulo : perdarahan dari kavum uteri. c. dan tes kehamilan positif. tidak menonjol dan tidak nyeri. Abortus insipiens. bila sudah sebagian jaringan janin dikeluarkan dari uterus. Rasa mulas atau keram perut di daerah atas simfisis. 2. Komplikasi 1. Pemeriksaan Doppler atau USG untuk menentukan apakah janin masih hidup 3. Pemeriksaan kadar fibrinogen darah pada missed abortion E. bahkan 2 – 3 minggu setelah abortus 2. Abortus iminens. Macam-macam Abortus Berdasarkan keadaan janin yang sudah dikeluarkan.

setelah syok diatasi dilakukan kerokan. Pada pemeriksaan vaginal. 2) Pemberian hormon progesterone.2002). mamma agak mengendor. dapat menyebabkan syok. uterus mengecil. uterus sudah mengecil dan tidak memerlukan pengobatan khusus. servikalis terbuka dan jaringan dapat diraba dalam kavum uteri atau kadang – kadang sudah menonjol dari ostium uteri eksternum. 2007). 2007).MD . 2002). 2002). ostium uteri telah menutup. perdarahan bertambah. Abortus insipiens adalah peristiwa peradangan uterus pada kehamilan sebelum 20 minggu dengan adanya dilatasi serviks. maka sebaiknya proses abortus dipercepat dengan pemberian infuse oksitosin. Diagnosisnya rasa mules menjadi lebih sering dan kuat.Biasanya terjadi pembekuan darah. Abortus kompletus ditemukan perdarahan sedikit. tes kehamilan negative. Dengan USG dapat diketahui apakah janin sudah mati dan besarnya sesuai dengan usia kehamilan (Sarwono Prawirohardjo. 2002). 3) Pemeriksaan USG  (Sarwono Prawirohardjo. Gejalanya seperti abortus immines yang kemudian menghilang secara spontan disertai kehamilan menghilang. Pada kehamilan lebih dari 12 minggu bahaya peforasi pada kerokan lebih besar. yang kemudian diperbesar dengan busi hegar sampai cunam ovum atau jari dapat masuk ke dalam kavum uteri. Missed abortion adalah kehamilan yang tidak normal. Pada kehamilan lebih dari 12 24 . disusul dengan kerokan. Pada kehamilan kurang dari 12 minggu dilakukan pembukaan serviks uteri dengan laminaria selama + 12 jam kedalam servikalis.2002). diberikan infuse cairan NaCl fisiologik dan transfusi.MD . Saat tindakan disuntikkan intramuskulus ergometrin untuk mempertahankan kontraksi otot  uterus (Sarwono Prawirohardjo. Dengan human chorionic gonadotropin (hCG) tests bisa diketahui kemungkinan keguguran (James L Lindsey. Penanganannya. janin mati pada usia kurang dari 20 hari dan tidak dapat dihindari (James L Lindsey. Sebaliknya secara digital dan kerokan bila sisa plasenta tertinggal bahaya perforasinya kecil  (Sarwono Prawirohardjo. Perdarahan tidak akan berhenti sebelum sisa janin dikelurkan.berkurang. apabila menderita anemia perlu diberi sulfas ferrosus atau transfuse (Sarwono  Prawirohardjo. Penanganannya. Abortus inkompletus adalah pengeluaran sebagian janin pada kehamilan sebelum 20 minggu dengan masih ada sisa tertinggal dalam uterus. Pengeluaran janin dengan kuret vakum atau cunam ovum.

MD. Pemberian misoprostol (Cytotec) 400-800 mcg dengan dosis tunggal atau ganda untuk mengurangi rasa sakit (James L Lindsey. Abortus Artificialis Therapicus. dan kelahiran premature sebagai rangkaian kehamilan. Abortus Provocatus Criminalis. Misalnya abortus yang dilakukan untuk meniadakan hasil hubungan seks di luar nikah/ untuk mengakhiri kehamilan yang tidak dikehendaki. Misalnya jika kehamilan diteruskan bias membahayakan jiwa si calon ibu. Riwayat penyakit umum dan riwayat obstetri / ginekologi. disebabkan kematian ditiga minggu pertama kehamilan. MPH and Beverly Winikoff. maka pengeluaran janin dapat dikerjakan dengan penyuntikan larutan garam 20% kedalam dinding uteri hipofibrinogenemia. (Professor Paul D. ialah abortus yang dilakukan tanpa dasar indikasi medis. MD. ialah abortus yang tidakdisengaja.2002).minggu. yakni abortus yang dilakukan oleh dokter atas dasar indikasi medis. aborsi spontan.) Secara umum.sebagai bandingan dengan wanita yang tidak pernah melakukan aborsi. 25 . karena penyakit yang berat seperti TBC yang berat dan ginjal 4. maka pengeluaran janin dengan infuse intravena oktsitosin dosis tinggi. kecelakaan dan sebagainya 2. 2007.  2007). kelahiran dengan berat yang minim. Abortus yang disengaja (Abortus Provocatus/ Induced Pro Abortion) dan abortus ini ada 2 macam: 3. G. pengguguran kandungan dapat dibagi kepada dua macam: 1. persediaan Apabila fibrinogen terdapat (Sarwono Prawirohardjo. Apabila fundus uteri tingginya sampai 2 jari dibawah pusat. Anamnesis : perdarahan. Efek medical aborsi berturut-turut dalam kehamilan adalah sulit untuk hamil lagi. ada tidak gejala / keluhan lain. Abortus Spontan (Spontaneus Abortus). Faktor resiko untuk kehamilan ectropic ditemukan dengan kenaikan resiko yang signifikan untuk kehamilan ectopic berhubungan dengan aborsi medik tetapi tidak dengan surgical abortion. Diagnostik 1. haid terakhir.MD . pola siklus haid. cari faktor risiko / predisposisi. Medical aborsi adalah cara terakhir untuk melindungi seperti surgical aborsi dengan mengetahui resiko kehamilan ectropic . Blumenthal. Abortus spontan bisa terjadi karena penyakit syphilis. melalui perlu dinding perut. MPH.

buka dan putar 90o untuk melepaskan jaringan. 5. Riwayat obstetri / ginekologi yang kurang baik 3. dsb) 7. J. Pemeriksaan ginekologi : ada tidaknya tanda akut abdomen. alkohol. jaringan konsepsi dapat dikeluarkan secara manual. H. menentukan posisi dan ukuran uterus. Penatalaksanaan a. 1. Jika memungkinkan. Pemeriksaan vaginal touche : hati-hati. ambil darah / cairan / jaringan untuk pemeriksaan penunjang (ambil sediaan SEBELUM pemeriksaan vaginal touche) 6. kelainan kromosom ternyata paling sering dan paling jelas berhubungan dengan terjadinya abortus. tanda vital. Pemeriksaan fisis umum : keadaan umum. obat2an. ada tidaknya massa atau tanda akut lainnya. Riwayat infertilitas 4. Adanya kelainan / penyakit yang menyertai kehamilan (misalnya diabetes. dsb) 6. Usia ibu yang lanjut 2. 3. penyakit gh Imunologi sistemik dsb). Jangan dipaksa. Bimanual tentukan besar dan letak uterus. paparan dengan berbagai macam zat kimia (rokok. JIKA keadaan umum buruk lakukan resusitasi dan stabilisasi segera ! 4.2. Prinsip : wanita usia reproduktif dengan perdarahan per vaginam abnormal HARUS selalu dipertimbangkan kemungkinan adanya kehamilan. dilanjutkan dengan kuretase. radiasi. kelainan kromosom (trisomi / monosomi) Dari aspek biologi molekular. Jika diperlukan. kemudian tutup dan keluarkan jaringan tersebut. Masukkan tang abortus sepanjang besar uterus. Tentukan juga apakah satu jari pemeriksa dapat dimasukkan ke dalam ostium dengan MUDAH / lunak. 2. sistematik. toxoplasma. Adneksa dan parametrium diperiksa. atau dari jaringan serviks. atau tidak (melihat ada tidaknya dilatasi serviks). cari sumber perdarahan : apakah dari dinding vagina. Pastikan sisa konsepsi telah keluar semua denganeksplorasi jari maupun kuret I. trauma abdomen / pelvis pada trimester pertama 8. Teknik Pengeluaran Sisa Abortus Pengeluaran jaringan pada abortus : setelah serviks terbuka (primer maupun dengan dilatasi). Abortus Iminens Penatalaksanaan 26 . Sondage. Faktor Risiko/Predisposisi Abortus 1. gunakan sendok terbesar yang bisa masuk. CMV. 3. 4. Sisa abortus dikeluarkan dengan kuret tumpul. berbagai macam infeksi (variola. atau darah mengalir keluar dari ostium 5.

Bila kondisi pasien baik. Bersihkan vulva minimal dua kali sehari dengan cairan antiseptik untuk mencegah infeksi terutama saat masih mengeluarkan cairan coklat. tetapi plasenta masih tertinggal. Bila pasien anemia. lakukan pengeluaran plasenta secara manual. yang biasanya disertai perdarahan. biasanya fenobarbiotal 3 x 30 mg. c. berikan hematinik seperti sulfas ferosus atau transfusi darah 27 . berikan infus cairan NaCl fisiologis atau ringer laktat dan selekas mungkin ditransfusi darah 2.000 mg 5. tunggu terjadinya abortus spontan tanpa pertolongan selama 36 jam dengan diberikan morfin 2. tangani dengan pengosongan uterus memakai kuret vakum atau cunam abortus. Pemeriksaan USG untuk menentukan apakah janin masih hidup 4.5 mg intramuskular. tetapi plasenta masih tertinggal. 4. Tes kehamilan dapat dilakuka.2 mg intramuskular 3. Abortus Komplit Penatalaksanaan : a. Bila perdarahan tidak banyak. 3. Berikan preparat hematinik misalnya sulfas ferosus 600 – 1.1. Bila janin sudah keluar. Bila disertai syok karena perdarahan. Abortus Inkomplit Penatalaksanaan : 1. disusul dengan kerokan memakai kuret tajam. Berikan antibiotik untuk mencegah infeks d. Periksa denyut nadi dan suhu badan dua kali sehari bila pasien tidak panas dan tiap empat jam bila pasien panas 3. Suntikkan ergometrin 0. Abortus Insipiens Penatalaksanaan : 1. b. Pada kehamilan kurang dari 12 minggu. berikan ergometrin 3 x 1 tablet selama 3 – 5 hari b. Berikan obat penenang. Setelah syok diatasi. lakukan pengeluaran plasenta secara manual. berikan infus oksitosin 10 IU dalam deksrtose 5% 500 ml dimulai 8 tetes per menit dan naikkan sesuai kontraksi uterus sampai terjadi abortus komplit. 4. Pada kehamilan lebih dari 12 minggu. Istirahat baring agar aliran darah ke uterus bertambah dan rangsang mekanik berkurang. lakukan kerokan dengan kuret tajam lalu suntikkan ergometrin 0. Bila janin sudah keluar. Diet tinggi protein dan tambahan vitamin C 6. Bila hasil negatif mungkin janin sudah mati. 2.

Pada kehamilan lebih dari 12 minggu. berikan fibrinogen kering atau segar sesaat sebelum atau ketika mengeluarkan konsepsi c. kecepatan 6 – 8 liter per menit f. f. Berikan antibiotik untuk mencegah infeksi d. segera keluarkan jaringan konsepsi dengan cunam ovum lalu dengan kuret tajam b. denyut nadi dan suhu badan e. Oksigenasi bila diperlukan. h. Berikan antibiotik intravena.c. e. berikan dietilstilbestrol 3 x 5 mg lalu infus oksitosin 10 IU dalam dektrose 5% sebanyak 500 ml mulai 20 tetes per menit dan naikkan dosis sampai ada kontraksi uterus. Abortus Abortion Penatalaksaan : a. ulang infus oksitosin setelah pasien istirahat satu hari. Apabila kondisi pasien sudah membaik dan stabil. Oksitosin dapat diberikan sampai 100 IU dalam 8 jam. Pasang kateter Folley untuk memantau produksi urin g. Bila kadar finrinogen rendah. lakukan pembukaan serviks dengan gagang laminaria selama 12 jam lalu dilakukan dilatasi serviks dengan dalatator Hegar kemudian hasil konsepsi diambil dengan cunam ovum lalu dengan kuret tajam. Pantau ketat keadaan umum. e. dan tes resistensi. penisilin 10-20 juta IU dan streptomisin 2 g c. tekanan darah . Anjurkan pasien diet tinggi protein. keluarkan hasil konsepsi dengan menyuntik larutan garam 20% dalam kavum uteri melalui dinding perut. Pemeriksaan laboratorium : darah lengkap. Rawat pasien di ruangan khusus untuk kasus infeksi b. analisi gas darah. Bila fundus uteri sampai 2 jari bawah pusat. Bila kadar fibrinogen normal. segera lakukan pengangkatan sumber infeksi 28 . hematokrit. golongan darah serta reaksi silang. Infus cairan NaCl fisiologis atau ringer laktat disesuaikan kebutuhan cairan d. Bila tidak berhasil. Abortus terapeutik Penatalaksanaan : a. d. kultur darah. vitamin dan mineral. Pada kehamilan kurang dari 12 minggu.

Telah diketahui bahwa penyakit ini banyak ditemukan pada golongan sosioekonomi rendah. 6. 5. tetapi telah lama diinsyafi bahwa penderita penyakit ini mempunyai faktor resiko tertentu. kavum uteri hanya terisi oleh jaringan seperti rangkaian buah anggur. tidak dijumpai adanya janin. Uterus melunak dan berkembang lebih cepat dari usia gestasi yang normal. umur dibawah 20 tahun dan di atas 34 tahun dan paritas tinggi. Walaupun etiologi penyakit belum diketahui. Faktor ovum : ovum yang memang sudah patologik sehingga mati. Etiologi Penyebab Mola hidatidosa tidak diketahui. faktor-faktor yang dapat menyebabkannya antara lain : 1. terlambat dikeluarkan Imunoselektif dari trofoblas Keadaan sosioekonomi yang rendah Paritas tinggi Kekurangan protein Infeksi virus dan faktor kromosom yang belum jelas. 4. insiden penyakit ini dapat diturunkan dengan upaya preventif berupa pencegahan 29 . 3.Diferen Diagnosis kasus skenario Mola Hidatidosa Definisi Adalah jonjot-jonjot korion (chorionic villi) yang tumbuh berganda berupa gelembung-gelembung kecil yang mengandung banyak cairan sehingga menyerupai buah anggur atau mata ikan. Hamil mola adalah suatu kehamilan dimana setelah fertilisasi hasil konsepsi tidak berkembang menjadi embrio tetapi terjadi proliferasi dari vili koriales disertai dengan degenerasi hidropik. tetapi 2. Karena adanya faktor resiko ini walaupun etiologi belum diketahui.

Gejala dan diagnosis klinik Pada permulaan gejala mola hidatidosa tidak seberapa berbeda dengan kehamilan biasa. Selanjutnya perkembangan lebih pesat. yaitu enek. Peninggian HCG. Kadang-kadang terjadi pembuahan oleh 2 sperma. dan androgenesis. dimana kasus mola menunjukkan gambaran yang khas. Perdarahan biasanya tidak nyeri. pusing dan lain-lainnya. Sifat perdarahan bisa intermiten. sedikit-sedikit atau sekaligus banyak sehingga menyebabkan syok atau kematian. Bila belum jelas. sehingga mola hidatidosa bersifat homozigote. pasien dapat mengeluarkan ”vesikel” mola dari vagina dan kadang-kadang dapat mengalami mual yang hebat. bahkan hiperemis gravidarum. pemeriksaan dengan sonde uterus yang diputar seperti dianjurkan oleh Winknjosastro atau yang lebih mutakhir dengan menggunakan ultrasonografi.kehamilan di bawah 20 tahun dan di atas 34 tahun dengan jumlah anak tidak lebih dari tiga. wanita. Gejala perdarahan ini biasanya terjadi antara bulan pertama sampai ketujuh dengan rata-rata 12 – 14 minggu. meskipun ini dapat disertai dengan kontraksi rahim. yaitu berupa badai salju (snow flake pattern) 30 . Pada pemeriksaan pelvis. sangat sugestif. Biasanya keluhan perdarahan inilah yang menyebabkan mereka datang ke rumah sakit. Untuk memperkuat diagnosis dapat dilakukan pemeriksaan kadar HCG dalam darah atau urine baik secara bioassay. sehingga pada umumnya besar uterus lebih besar dari umur kehamilan. biopsi transplasental. muntah. terutama setelah hari ke 100. immunoassay maupun radioimmunoassay. dapat dilakukan pemeriksaan foto abdomen. kemudian membelah menjadi 46xx. Bekuan darah mungkin terdapat. vesikel mola yang mirip buah anggur dapat dideteksi dalam vagina. Akhir-akhir ini dianggap bahwa kelainan tersebut terjadi karena pembuahan sebuah sel telur di mana intinya telah hilang atau tidak aktif lagi oleh sebuah sel sperma yang mengandung 23 x (haploid) kromosom. sehingga terjadi 46xx atau 46xy. Selain itu. Perdarahan merupakan keluhan utama. hanya saja derajat keluhannya lebih hebat.

Setelah evakuasi. Vakum kuretase. Oksitosin intravena diberikan secara serempak untuk membantu merangsang kontraksi rahim dan mereduksi kehilangan darah. Karena titer menurun ke kadar yang sangat rendah. Perforasi karena keganasan dan karena tindakan. Tindakan kuret cukup dilakukan satu kali saja asal bersih. Setelah evakuasi mola hidatidosa. Perdarahan berulang-ulang yang dapat menyebabkan anemia. Penanganan Terapi standar untuk mola hidatisosa adalah evakuasi penyedotan diikuti dengan kuretase rahim secara tajam tak peduli akan usia kehamilan. Alasan untuk dilakukan hiterektomi ialah karena umur tua dan paritas tinggi merupakan faktor predisposisi untuk terjadinya keganasan. titer β-hCG harus terus menurun ke kadar yang tidak dapat dideteksi. Histerektomi. biasanya dalam 12 sampai 16 minggu. Menjadi ganas pada kira-kira 18-20% kasus. setelah keadaan umum diperbaiki dilakukan vakum kuretase tanpa pembiusan. Komplikasi 1) 2) 3) 4) 5) Perdarahan yang hebat sampai syok. Pengeluaran jaringan mola ada dua cara yaitu 1. Pengobatan kemoterapi perlu dipertimbangkan bagi penderita yang diperkirakan sulit melaksanakan kontrol dengan baik dan bagi penderita mola 31 . 2. uji kehamilan yang nonspesifik tidak dapat digunakan karena ada reaktivitas silang dengan hormon luteinisasi (LH). Tetapi bila kita menunggu sampai gelembung mola keluar biasanya sudah terlambat karena pengeluaran gelembung umumnya disertai perdarahan yang banyak. Infeksi sekunder.Diagnosis paling tepat bila kita telah melihat gelembung molanya. akan menjadi mola destruens atau koriokarsinoma. tindakan ini dilakukan pada wanita yang telah cukup umur dan cukup mempunyai anak. pasien harus dipantau dengan asal serum mingguan pada β-hCG. dilanjutkan dengan sendok kuretase.

Prognosis Kematian pada mola hidatidosa disebabkan oleh karena perdarahan. Dengan pengobatan ini dapat dicapai 87% remisi. Tetapi ada sekelompok wanita yang kemudian menderita degenerasi keganasan menjadi koriokarsinoma. eklamsia. Sebagian besar pasien mola akan segera sehat kembali setelah jaringan dikeluarkan. payah jantung dan tirotoksikosis.resiko tinggi yaitu penderita yang berusia lebih dari 35 tahun dan atau telah melahirkan 5 anak atau lebih. 32 . infeksi. Bagi penderita trofoblas ganas metastatik dengan prognosis jelek hasil terbaik dapat diperoleh dengan kombinasi terapi yaitu kemoterapi bersama terapi sinar.

Tiap kehamilan dimulai dengan pembuahan telur dibagian ampulla tuba. uterus hipoplastis 33 . Ada beberapa faktor penyebab kehamilan ektopik : 1. tetapi sebagian besar penyebabnya tidak diketahui. Lokasi Kehamilan ektopik Etiologi Etiologi kehamilan ektopik telah banyak diselidiki.Kehamilan Ektopik DefInisi Kehamilan ektopik adalah kehamilan dengan implantasi terjadi diluar rongga uterus atau kavum endometrium. dan dalam perjalan ke uterus telur mengalami hambatan sehingga pada saat nidasi masih dituba atau nidasinya di tuba dipermudah. Tuba fallopi merupakan tempat tersering untuk terjadinya implantasi kehamilan ektopik. Faktor uterus : tumor rahim yang menekan tuba.

Kemudian secara berurutan datang perasaan tidak enak pada perut bagian bawah. operasi dan sterilisasi tuba yang tidak sempurna. Faktor tuba : penyempitan lumen tuba. endometriosis tuba. gangguan fungsi rambut getar.2. Berdasarkan atas gambaran klinik kehamilan ektopik dibagi ke dalam dua kelompok yaitu kelompok yang bergejala jelas dan kelompok yang bergejala samar. panjang dan berlekuklekuk. Faktor ovum : migrasi eksterna dari ovum. migrasi internal ovum. Gejala dan diagnosis klinik Pemeriksaan retrospektif telah membuktikan bahwa penderita kehamilan ektopik dapat ditemukan beberapa kali oleh seorang dokter sebelum diagnosa yang benar dilakukan. striktur tuba dll 3. Pada kelompok bergejala jelas mula-mula yang terlihat adalah gejala klasik kehamilan muda seperti rasa mual dan pembesaran disertai rasa agak sakit pada payudara yang didahului dengan keterlambatan haid. tuba sempit. perlengketan membran granulosa. Pentingnya diagnosis segera pada kehamilan ektopik adalah suatu kewaspadaan terhadap faktor resiko. keluar bercak darah melalui 34 . Lambatnya diagnosis berkaitan dengan indeks kecurigaan yang rendah oleh ahli klinik sering dikacaukan oleh tidak adanya gejala yang khas.

Lamanya amenore tergantung pada kehidupan janin. tajam seperti ditusuk pada abdomen bagian bawah biasanya disebabkan oleh ruptur tuba yang akut. Rasa nyeri tidak seberapa kalau sudah berlangsung lama gejalanya mirip peradangan dalam rongga panggul. Pada kelompok bergejala samar proses biasanya berjalan lambat dan robekannya pun kecil. Nyeri yang tiba-tiba. merasa amat lemah dan berakhir dengan rasa amat nyeri. Nyeri yang disebabkan oleh kehamilan ektopik biasanya diperberat olah gerakan tubuh.kemaluan. Perdarahan pervaginam atau bercak-bercak perdarahan dicatat sekitar 75% pasien dengan kehamilan ektopik. Komplikasi o Terjadi perdarahan berulang o Infeksi 35 . terutama nyeri pelvik unilateral. Amenore merupakan juga tanda yang penting pada kehamilan ektopik. Nyeri seperti kram unilateral yang berlokasi di satu sisi uterus yang dapat disebabkan oleh distensi tuba oleh kehamilan yang membesar. Nyeri abdomen. sebagian penderita tidak mengalami amenore karena kematian janin terjadi sebelum haid berikutnya. perdarahan dapat atau mungkin tidak dikenal sebagai kelainan dibandingkan dengan haid pasien yang biasa. Tetapi nyeri dapat juga bilateral. merupakan gejala karakteristik yang paling sering pada pasien dengan kehamilan tuba. akibat dari degenerasi dan pengelupasan desidua uterus.

Sebagian wanita menjadi steril. Bila keterampilan endoskopik dari ahli bedah kurang optimal. Dengan indikasi : a) Pada b) c) d) e) semua pasien yang menunjukkan tanda-tanda gangguan hemodinamik. Untuk wanita dengan anak yang sudah cukup. Obat yang digunakan adalah methotrexate 1 mg/Kg IV dan citrovorumfactor 0.o Sterilitas Penanganan Penanganan kehamilan ektopik pada umumnya adalah laparotomi. setelah mengalami kehamilan ektopik atau dapat mengalami kehamilan ektopik lagi pada tuba yang lain. Bila perlengketan pelvis yang luas dicurigai Bila terdapat kegagalan atau kekurangan perlengkapan laparoskopik. Prognosis Kematian karena kehamilan ektopik cenderung turun dengan diagnosis dini dan persediaan darah yang cukup.6%.1 mg/Kg 1 M berselang seling setiap hari selama 8 hari. sedangkan 5 kasus berhasil diobati dengan baik. Dari seluruh 6 kasus yang diobati. sebaiknya pada operasi dilakukan salphingektomia bilateral. Tanda vital baik dan stabil. Pada kasus kehamilan ektopik dipars ampullaris tuba yang belum pecah pernah dicoba ditangani dengan menggunakan kemoterapi untuk menghindari tindakan pembedahan. Angka kehamilan ektopik yang berulang dilaporkan antara 0 – 14. Bila kehamilan ektopik adalah > 3 cm dalam dimensi yang terbesar. yaitu: 36 . Pada umumnya kelainan yang menyebabkan kehamilan ektopik bersifat bilateral. kriteria kasus yang diobati dengan cara ini ialah : 1) 2) 3) 4) Kehamilan di pars ampullaris belum pecah Diameter kantong gestasi < 4 cm Perdarahan dalam rongga perut < 100 ml. 7. Bagaimana penatalaksanaan abortus diatas? Secara umum tatalaksana aborsi dibagi 2. satu kasus dilakukan salphingektomi pada hari ke-12 karena gejala abdomen akut.

Terapi medikasi ini digunakan pada aborsi dengan masa gestasi 4-9 minggu dan lebih dari 14 minggu. Regimen lain seperti methotrexate disusul dengan misroprostol juga sering digunakan.000IU/L 37 .a. Indikasi penggunaan terapi medikasi:  Pilihan pasien  Masa gestasi yang kecil  Obesitas (BMI > 30) tanpa kelainan kardiovaskular  Fibroma uterus  Malformasi uterus  Riwayat bedah sevik sebelumnyaKontraindikasi terapi medikasi. bukal atau intravaginal) dalam satu dosis atau dibagi menjadi dua dosis 400µg yang diberikan selang 2 jam Rekomendasi FDA Amerika Serikat: o Hari pertama: Mifepristone 600mg per oral dalam satu kali minum o Hari kedua: Rh-imunoglobin 50µg tidak lebih dari 48 jam sesudah terjadinya tanda-tanda aborsi pada pasien dengan Rh o Hari ketiga: bila proses aborsi belum selesai dan dikonfirmasi dengan USG. misoprostol atau obat terapi medikasi lainnya  Mendapat terapi kortikosteroid jangka panjang  Gagal ginjal kronik  Kelainan pembekuan darah  IUD yang masih terpasang  Infeksi daerah panggul yang berat Rekomendasi WHO dan IPPF: o Mifeprostone 200mg oral diikuti misprostol 800µg 36-48 jam setelahnya (oral.hCG seharusnya berada di bawah 1. Serum β .  Riwayat alergi mifepristone. Terapi bedah cenderung digunakan pada masa gestasi 9-14 minggu. Terapi medikasi Terapi medikasi menggunakan mifepristone yang disusul dengan penggunaan misoprostol atau mungkin hanya misoprostol saja. berikanmisoprostol 400µg o Hari keempat belas: cek kembali keadaan aborsi pasien dengan USG atau serum -hCG. sublingual.

tidak diperlukan anastesi umum. Terapi bedah Indikasi terapi bedah:  Pilihan pasien  Sterilisasi  Terdapat kontraindikasi pada pemakaian terapi medikasi  Pasien tidak mampu datang untuk kontrol setelah terapi medikasi Pendekatan terapi bedah yang umum dilakukan yaitu: 1. dilanjutkan dengan aspirasi vakum. Teknik ini bisa digunakan hingga masa gestasi 12 mingguan 99% efektif. 2. Komplikasi teknik ini lebih rendah dibandingkan teknik dilatasi dan kuretase. Teknik ini bisa digunakan hingga masa gestasi 12 minggu dan 99. b.setelah 2 minggu pemberian mifepristone. Aspirasi Vakum Aspirasi vakum adalah prosedur yang aman dan efektif dan menjadi terapi pilihan sebelum teknik dilatasi dan kuretase. dilatasi servik yang dibutuhkan lebih kecil.5% efektif. Bila proses aborsi belum selesai.5 38 . harga yang lebih murah. Dilatasi dan Kuretase Teknik ini lebih berbahaya dan lebih sakit dibandingkan teknik aspirasi vakum sehingga pemilihan teknik ini umumnya dibatasi bila aspirasi dan terapi medikasi tidak bisa diberikan.

Related Interests