You are on page 1of 6

BAB I

PENDAHULUAN

.1 Latar Belakang
Keluarga merupakan orang terdekat dari seseorang yang mengalami
gangguan kesehatan atau dalam keadaan sakit. Keluarga juga merupakan salah
satu indikator dalam masyarakat apakah masyarakat sehat atau sakit.(7) Peran atau
tugas keluarga dalam kesehatan yang dikembangkan oleh ilmu keperawatan dalam
hal ini adalah ilmu kesehatan masyarakat (Komunitas) sangatlah mempunyai arti
dalam peningkatan dalam peran atau tugas keluarga itu sendiri. Perawat
diharapkan mampu meningkatkan peran keluarga dalam mengatasi masalah
kesehatan keluarga.(8)
Peran keluarga dalam mengenal masalah kesehatan yaitu mampu
mengambil keputusan dalam kesehatan, Ikut merawat anggota keluarga yang
sakit, memodifikasi lingkungan, dan memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada
sangatlah penting dalam mengatasi kecemasan klien.(6)
Penanggulangan Injecting Drug User (IDU) memang cukup sulit, perlu
diperhatikan dari berbagai aspek, misalnya ketersediaan sarana kesehatan publik,
hukuman bagi pengguna, pengedar dan berbagai cara yang lain. Cara yang dapat
dilakukan adalah melalui pendekatan keluarga. Keluarga merupakan lingkungan
terkecil bagi seorang IDU. Kasih sayang orang tua akan menyebabkan pengguna
merasa bahwa dirinya masih ada yang memperhatikan, merasa dihargai dan
dibutuhkan. Dengan kasih sayang orang tua diharapkan menjadi manusia yang
dapat diterima oleh masyarakat.(5)
1

Injecting Drug User (IDU) merupakan salah satu jenis pengguna narkoba
yang lebih spesifik. Komunitas ini hanya menggunakan narkoba dengan cara
disuntikkan, karena itu lebih berisiko terkena berbagai macam penyakit menular
dibandingkan dengan pengguna narkoba lainnya. Hal ini disebabkan perilaku IDU
yang sering berbagi jarum antar sesama IDU (needle sharing), sehingga akan
lebih mudah tertular penyakit, misalnya Hepatitis C bahkan HIV-AIDS.
Data pada pengguna narkoba suntik di Asia sebanyak 1.3 2 juta jiwa dan
dari total kasus yang ada, lebih dari 1 juta jiwa adalah pengguna narkoba suntik
(IDU). Dimana 19% dari total kasus yang ada terinfeksi HIV/AIDS.
Angka pengguna narkoba di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun.
Menurut perkiraan jumlah pengguna narkoba di Indonesia berkisar antara 1,3
sampai dengan 3 juta jiwa, dan didominasi kota besar. Diperkirakan jumlah IDU
di Indonesia sekitar 600 ribu sampai dengan 1 juta jiwa. Pengguna IDU rata-rata
berumur antara 16-25 tahun.
Kejadian IDU selalu berhubungan dengan kejadian HIV/AIDS ( ODHA ).
Data nasional berdasarkan Departemen Kesehatan RI menunjukkan penurunan
tingkat resiko penularan HIV/AIDS lewat jalur hubungan seksual. Bila sebelum
tahun 1999 persentase penularan lewat jalur tersebut sebesar 80 persen, tahun
1999 menurun menjadi 50 persen dan tahun 2002 menurun lagi menjadi 48
persen. Sementara kasus-kasus HIV/AIDS pada pemakai narkoba, atau IDU
(Intravenous Drug Users) justru makin meningkat. Disebutkan, kasus-kasus
HIV/AIDS pada pemakai narkoba menurun dalam kurun enam tahun terakhir dan
cenderung stabil. Berkebalikan dengan persentase IDU. Bila pada tahun 1987 Juni 1999 hanya ditemukan 6 kasus di kalangan IDU, Desember 1999 terjadi

peningkatan 25 kasus, yang meningkat lagi menjadi 780 kasus tahun 2002. Dan
pada Desember 2005 tercatat 3.719 kasus IDU. Dampak IDU tersebut tentu saja
sangat erat dengan HIV/AIDS. Jumlah penderita HIV/AIDS yang tertular lewat
berbagai jalur, hubungan seksual, pemakaian jarum suntik, transfusi darah hingga
tahun 2005 mencapai 4.244 orang untuk HIV dan 5.321 orang (AIDS).
Diperkirakan kasus-kasus tersebut masih permukaan, realitanya masih lebih
banyak

kasus

yang

belum

terungkap.

Bahkan

memperkirakan pada tahun 2007 kasus IDU

Departemen

Kesehatan

yang tercatat setidaknya ada

90.000-130.000 kasus, dimana sebagian besar tidak melaporkan.


Saat ini, Jabar menduduki posisi keempat sebagai provinsi yang jumlah
orang hidup dengan HIV-nya terbanyak setelah DKI Jakarta , Jawa timur dan
Papua. Walau dalam data yang di dapat dari Depkes RI masih menduduki
perangkat keempat,. Selama tahun 2013, terdapat 4131 kasus AIDS, 10.198 kasus
HIV.(12)
Data dari Rumah Sakit Ciremai memperlihatkan bahwa dari 7 pasien
adalah pengguna (IDU). Pada pasien yang baru masuk rumah sakit ratarata
mengalami stress psikologis (kecemasan). Sehingga peran keluarga sangatlah
penting dalam membantu untuk mengurangi rasa cemas yang di alami pasien, dan
hal itu sangat membantu dalam proses pengobatan/terapi pasien.(19)
Mayoritas IDU menyuntik dirinya secara intravena, tetapi juga ditemukan
secara subkutan, dan intramuskular. Jenis obat yang sering disuntikkan IDU
adalah heroin, kokain, dan juga sejenis amphetamines, buprenorphine,
benzodiazepines, dan barbiturate. Permasalahan IDU selain penyuntik akan

mengalami berbagai reaksi sistemik akibat obat yang disuntikkannya, IDU juga
dapat menularkan berbagai penyakit melalui jarum yang dipakai bergantian.
Masih belum jelas seberapa besar pengaruh peran keluarga terhadap proses
penyembuhan IDU, serta belum jelas juga jika pengaruh peran keluarga ini dapat
digunakan secara umum.
Jadi penulis berusaha mencari hubungan peran keluarga terhadap tingkat
kecemasan Injecting Drug User ( IDU ) usia 15-35 tahun.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan pada latar belakang masalah yang telah diuraikan
sebelumnya, maka permasalahannya dapat dirumuskan sebagai berikut :
Apakah ada hubungan peran keluarga terhadap tingkat kecemasan
Injecting Drug User ( IDU ) usia 15-35 tahun ?

1.3 Tujuan Penelitian


1.3.1 Tujuan umum
Menganalisis peran keluarga terhadap tingkat kecemasan Injecting Drug
User ( IDU ) usia 15-35 tahun.
1.3.2 Tujuan khusus
1. Mengidentifikasi peran keluarga.
2. Mengidentifikasi tingkat kecemasan Injecting Drug User (IDU) usia
15-35 tahun.
3. Menganalisa peran keluarga terhadap tingkat kecemasan Injecting
Drug User ( IDU ) usia 15-35 tahun.

1.4

Manfaat penulisan
Sesuai dengan latar belakang perumusan masalah dan tujuan penulisan

yang hendak dicapai, maka manfaat yang dapat diharapakan dari penelitian ini
adalah
1) Bagi Peneliti
Dapat menambah wawasan dan pemahaman tentang peran keluarga
terhadap tingkat kecemasan Injecting Drug User (IDU) usia 15-35 tahun.
2) Bagi Institusi Pendidikan
Digunakan sebagai sumber informasi, khasanah wacana kepustakaan
serta dapat digunakan sebagai referensi bagi penelitian selanjutnya.
3) Bagi Profesi
Dapat memberikan sumbangan ilmu bagi ilmu keperawatan.
4) Bagi keluarga
Memberi informasi kepada orang tua tentang peran keluarga dan
perhatian orang tua kepada anak.
5) Bagi klien
Dapat meningkatkan konsep dari klien dan motivasi untuk berobat dan
sembuh.

1.5

Ruang lingkup penelitian


Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2014 terhadap keluarga

pasien IDU di Rumah Sakit Ciremai Kota Cirebon dengan materi yang diteliti
dalam lingkup Injecting Drug User (IDU), yaitu hubungan peran keluarga
terhadap tingkat kecemasan Injecting Drug User (IDU). Jenis penelitian deskriptif
kuantitatif, dengan populasi pasien IDU. Menggunakann teknik acidental
sampling dan menganalisa data dengan cara univariat dan bivariat.