P. 1
SKRIPSI REVISI

SKRIPSI REVISI

|Views: 1,796|Likes:
Published by grirahito

More info:

Published by: grirahito on Jan 28, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/27/2012

pdf

text

original

Pasangan suami istri harus mengembangkan cinta kasih dan kasih sayangnya

kepada pasangan dan anggota keluarga lainya dengan menhindarkan diri dari

Kebencian (Dosa) seperti yang telah diajarkan oleh Sang Buddha di dalam

Sigalovada Sutta dimana masing-masing anggota rumah tangga harus mampu

menanggalkan sifat egoisnya masing-masing di dalam memberikan kewajiban-

kewajibannya sesuai dengan fungsi dan peranan masing-masing, adapun ajaran

yang diajarkan oleh Sang Buddha yang terdapat di dalam Sigallovada Sutta yaitu:

(1) Ibu dan ayah seperti arah timur, terdapat lima cara seorang anak harus

memperlakukan orang tuanya seperti arah timur yaitu: anak merawat orang

tuanya, anak akan memikul beban kewajiban orang tuanya, mempertahankan

keturunan dan tradisi keluarga, anak menjadikan dirinya pantas menerima

warisan, melakukan perbuatan-perbuatan baik dan upacara agama setelah orang

tuanya meninggal; terdapat lima cara orang tua memperlakukan orang tua seperti

arah timur yaitu: menunjukan kecintaanya terhadap anak, mencegah anak berbuat

jahat, mendorong anak berbuat baik, orang tua melatih anak-anaknya dalam suatu

profesi, mencarikan pasangan (istri) yang pantas untuknya, menyerahkan warisan

66

pada waktu yang tepat; (2) Para guru seperti arah selatan, terdapat lima cara

siswa-siswa memperlakukan guru-gurunya seperti arah selatan yaitu: bangkit dari

tempat duduk untuk memberi hormat, melayani guru-gurunya, bersemangat dalam

belajar, memberikan jasa-jasa kepada gurunya, memberikan perhatian sewaktu

menerima pelajaran dari gurunya; dan terdapat lima cara siswa-siswa yang

demikian diperlakukan oleh guru-gurunya yaitu: mencintai siswa-siswanya,

melatih siswa-siswanya dengan berbagai cara sehingga menjadi lebih baik,

membuat para siswanya menguasai apa yang telah diajarkan, mengajar siswanya

dalam berbagai ilmu dan seni, membicarakan siswanya baik di antara sahabat-

sahabat dan kawan-kawannya, menjaga keselamatan siswanya di semua tempat;

(3) Istri dan anak-anak seperti arah barat terdapat lima cara seorang istri harus

diperlakukan oleh suaminya seperti arah barat yaitu: dengan bersikap

menghormati, dengan bersikap ramah-tamah, dengan kesetiaan, dengan

memberikan kekuasaan rumah tangga kepadanya, dengan member barang-barang

perhiasan kepadanya: demikian pula terdapat lima cara seorang istri

memperlakukan suaminya seperti arah barat yaitu: mencintainya, menjalankan

kewajiban-kewajibannya dengan baik, bersikap ramah-tamah terhadap sanak

keluarga kedua belah pihak, dengan kesetiaan, dengan menjaga barang-barang

yang telah diberikan oleh suaminya, pandai dan rajin di dalam menjalankan segala

tanggung jawabnya; dan bukanya mengembangkan sifat egoism ketika masing-

masing anggota rumah tangga dihadapkan dengan kewajiban masing-masing.

Sebab, dengan dasar memberikan perasaan cinta dan kasih sayang terhadap orang

lain merupakan dasar bagi setiap individu agar mampu memberikan kewajiban-

67

kewajibannya yang pada akhirnya, kewajiban-kewajiban perumah tangga di dalam

Sigalovada Sutta ini mampu dilaksanakan dengan baik oleh para anggota rumah

tangga sesuai dengan fungsi masing-masing. Selain itu mengembangkan perasaan

metta atau cinta kasih di dalam menjalankan fungsi masing-masing di dalam

sebuah rumah tangga, akan mengantarkan keharmonisan dan kebahagiaan, segala

macam penomena dan kejadian dalam rumah tangga memang disebabkan oleh

keegoisan yang bersumber dari individu itu sendiri.

Kesalahan dalam membina rumah tangga disebabkan emosi yang memuncak

dan dengan sikap yang egois, sombong, dan tidak pernah mau mengalah apa bila

dinasehati karena merasa bahwa diri sendiri yang paling pintar merupakan sebab

dari konflik rumah tangga, pentingnya mengelola emosi itu sendiri adalah cara

menghindari kemungkinan akan munculnya konflik, salah satu cara

mengendalikan emosi itu sendiri adalah dengan cara menanamkan dan

mengembangkan rasa cinta dan kasih sayang dalam diri individu dengan

melaksanakan meditasi metta yaitu meditasi dengan objek cinta kasih.

Meditasi dengan objek metta ditujukan kepada semua mahluk tanpa

terkecuali, membiasakan diri untuk selalu bermeditasi dengan objek metta

bermanfaat untuk mengubah karakter seseorang yang penuh dengan amarah

karena emosi yang negatif menjadi emosi yang penuh dengan metta atau cinta

kasih.

68

4.2 Sikap Saling Toleransi dalam Anggota Keluarga

Sikap saling toleransi adalah salah satu cara untuk mencegah terjadinya

konflik dalam rumah tangga, pencegahan terjadinya konflik dapat terwujud jika

sikap saling toleransi itu dikembangkan, seseorang akan mampu bersikap saling

pengertian dan bertoleransi dengan anggota keluarganya yang bila dalam

menyampaikan pendapat dengan menunjukan sikap yang egois dan tidak perduli

dengan pendapat pasangannya, dan apabila pasangan mempunyai rasa cinta kasih

yang dalam pada dirinya, maka dengan rasa cinta itu pasti mampu untuk

mengembangkan rasa saling pengertianya terhadap pasanganya.

Pasangan suami istri tidak mungkin untuk dapat menumbuhkan rasa saling

pengertianya jika tidak didasari rasa saling mencintai, dengan demikian maka

keegoisan akan selalu ada padanya, sikap tidak mau menghargai pendapat orang

lain dan hanya mau mementingkan kepentingan diri sendiri atau egoisme harus

dibuang agar pertikaian dan konflik tidak terjadi.

Pasangan suami istri ketika menghadapai ketidak-mampuan istri di dalam

mengelola kehidupan berumah tangga harus mampu bertoleransi terhadap ketidak

mampuan pasanganya, tidak dengan sikap dendam dan tidak mau mengalah terus

menerus menyalahkan pasangan hidup. Mengembangkan sikap saling bertoleransi

antara pasangan bisa mencerminkan sifat suami istri sebagai seseorang yang tidak

egois karena mampu menerima kelemahan pasangan yang mungkin tidak bisa

diterima.

Suami istri harus bisa menghindarkan diri dari sifat Moha (kebodohan batin)

dan saling mengalah dan menerima kelemahan masing-masing dengan bijaksana

69

(Pa a) dengan cara memberikan toleransi kepada pasangan seperti: 1. tidak

memarahi pasangan 2. tidak menghina dan mencemooh pasangan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->