You are on page 1of 51

Sistem Syaraf Manusia

Merupakan sistem koordinasi atau sistem kontrol yang bertugas


menerima rangsang, menghantarkan rangsang ke seluruh
tubuh, dan memberikan respon terhadap rangsangan tersebut.

Rangsangan dapat berasal dari luar tubuh : suhu,


cahaya, suara, bau, tekanan dll.
Atau rangsangan berasal dari dalam tubuh : rasa
lapar, haus, dll
Dalam menjalankan tugasnya, sistem syaraf
dengan alat indera serta sistem hormon
membentuk koordinasi tubuh

Fungsi sistem saraf


Menerima informasi dari dalam maupun dari
luar melalui afferent sensory pathway
Mengkomunikasikan informasi antara sistem
saraf perifer dan sistem saraf pusat.
Mengolah informasi yang diterima baik
ditingkat saraf (refleks) maupun di otak untuk
menentukan respon yang tepat dengan situasi
yang dihadapi.
Menghantarkan informasi secara cepat melalui
efferent pathway (motorik) ke organ-organ
tubuh sebagai kontrol atua modifikasi tindakan.

Pembagian Sistem Saraf


1. Sistem saraf pusat (central nervous
system = CNS)
2. Sistem saraf perifer (peripheral nervous
system = PNS)
Fungsi CNS :
menerima rangsangan (informasi) dari
saraf sensoris (penerima rangsang pada
organ-organ reseptor)
Mengirimkan impuls-impuls saraf ke
berbagai bagian tubuh (efektor) melalui
saraf motoris.

Susunan Sistem Syaraf Pada Manusia


Otak

Sistem Syaraf
Pusat (SSP) Sumsum
tulang
belakang

Syaraf Kranial
Sistem Syaraf Tepi
(SST)

Syaraf Spinal

Gambar 1: Susunan Sistem Syaraf pada Manusia, terdiri atas 2 kelompok yaitu SSP dan SST

SISTEM SARAF PUSAT


(Otak & Med.Spinalis)
Bagian
Aferen

SISTEM SARAF TEPI

Bagian
Eferen

Saraf Motorik
Otonom

Saraf Motorik
Somatik

Simpatis Parasimpatis

Somatik

Otot Polos
Otot JantungOtot Rangka
Kelenjar

Viseral

Organ RESEPTOR

Organ EFEKTOR
5

SSP_faal/ikun/2006

Comparison of Divisions

SSP_faal/ikun/2006

SEL-SEL SISTEM SYARAF


Sistem syaraf manusia disusun oleh 2
jenis sel.
a. Sel Syaraf / Neuron
b. Sel pendukung / Neuroglia
c. Sel Schwann/ pembungkis akson dari PNS

Neuroglia disebut juga sel glia yang akan


memberikan dukungan, nutrisi dan
melindungi neuron.
Jenis sel-sel glia yaitu oligodendroglia,
astrosit, sel ependymal dan
mikroglia yang masing-masing
mempunyai fungsi spesifik.

Neuron / sel saraf


Setiap neuron terdiri dari satu badan sel dan dari
badan sel keluar dua macam serabut saraf, yaitu
dendrit dan akson (neurit).
Dendrit berfungsi mengirimkan impuls ke badan sel
saraf; akson berfungsi mengirimkan impuls dari badan
sel ke jaringan lain.
Akson biasanya sangat panjang, dendrit pendek
Setiap neuron mempunyai satu akson dan minimal
satu dendrit.
Pada bagian luar akson terdapat lapisan lemak
disebut mielin, merupakan kumpulan sel Schwann yang
menempel pada akson.
Sel Schwann adalah sel glia yang membentuk
selubung lemak di seluruh serabut saraf mielin.
Membran plasma sel Schwann disebut neurilemma.

A. Struktur neuron pada manusia (vertebrata)


Dendrit
Badan Sel
Nukleus

Sinapsis
Arah Jalannya
Akson impuls

Neuron Pra Sinaps

Neuron Pasca Sinaps

Selubung Myelin
Terminal sinapsis

A. Struktur neuron pada manusia (vertebrata)


Dendrit
Badan Sel

Nodus Ranvier
Nukleus
Selubung
myelin
Sinapsis
Arah Jalannya
Akson
Akson impuls
Sel Schwan
Sel Schwan
Nodus
Nucleus Sel
Akson Selubung Myelin Ranvier
Schwann Neuron Pasca Sinaps
Neuron Pra Sinaps
Selubung Myelin
Terminal sinapsis

0.1 m

Berdasarkan struktur dan fungsinya, sel saraf


dapat dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu sel
saraf sensorik, sel saraf motorik, dan sel saraf
intermediet (asosiasi).
Sel saraf sensorik
Fungsi : menghantar impuls dari reseptor ke
sistem saraf pusat. Ujung akson dari saraf
sensori berhubungan dengan saraf asosiasi
(intermediet).
Sel saraf motorik
Fungsi : mengirim impuls dari sistem saraf pusat
ke otot atau kelenjar yang hasilnya berupa
tanggapan tubuh terhadap rangsangan.
Badan sel saraf motorik berada di sistem saraf
pusat. Dendritnya sangat pendek berhubungan
dengan akson saraf asosiasi, sedangkan
aksonnya dapat sangat panjang.

Sel saraf intermediet / sel saraf asosiasi.


- Sel ini dapat ditemukan di dalam sistem
saraf pusat dan
berfungsi menghubungkan sel saraf motorik
dengan sel
saraf sensorik atau berhubungan dengan
sel saraf
lainnya yang ada di dalam sistem saraf
pusat.
Kelompok-kelompok
serabut saraf,
- Sel saraf intermediet menerima
impulsakson
dari
dan dendrit bergabung dalam satu
reseptor
selubung
dan sel
membentuk
urat
saraf.
sensorik atau
saraf asosiasi
lainnya.

Sedangkan badan sel saraf berkumpul


membentuk ganglion atau simpul saraf.

Sinaps adalah struktur yang


terdapat diantara neuron. Impuls
ditransmisi dari neuron ke neuron
lain dan pada organ tubuh yang
berhubungan. Sinaps adalah titik
pertautan antara dua neuron.
Neurotransmitter adalah agen
kimiawi yang berperan dalam
mentransmisi impuls melalui sinaps.

Neurotransmitter yang bersifat eksitasi


adalah acetylcholine, norepinephrine,
dopamine, glutamate dan histamine.
Sedangkan neurotransmitter yang pada
umumnya menginhibisi adalah gamma
aminobutyric acid (GABA) pada jaringan
otak dan glycine pada medula spinalis.
Serotonin menghambat dan mengontrol
tidur, lapar dan mempengaruhi
kesadaran

Sinapsis
Neuron
pra sinaps

Neuron
Pasca sinaps
Vesikel
Membran
sinapsis
paska
mengandung
sinaps
neurotransmitter

Na+
K+

Neurotransmitte
Membran
neuron
Ligan

Celah sinaps

Ligan (pintu gerbang ion)

Jenis-jenis Neuron
Dendrit

Akson
Badan
Sel

(a) Neuron sensorik (b) Neuron penghubung (c) Neuron motorik

Sel Glia

B. Sel Pendukung / Sel Glia

adalah sel pendukung sistem


syaraf.
Berfungsi :
Mendukung neuron
Regulasi konsentrasi
ekstraseluler ion dan
neurotransmiter

50 m

Memberi nutrisi

Perjalanan Rangsangan atau Impuls Syaraf


Impuls syaraf adalah pesan syaraf yang dialirkan sepanjang akson
dalam bentuk gelombang listrik.
Impuls berjalan dari satu neuron ke neuron yang lain melalui
sinapsis.

* Proses Jalannya Impuls Melalui Sel


Syaraf
1. Dalam keadaan tidak ada rangsang, neuron
dalam keadaan istirahat.
2. Saat neuron istirahat, muatan listrik diluar
neuron bermuatan positif. Sedangkan
muatan listrik di dalam neuron bermuatan
negatif (Polarisasi)
3. Apabila ada rangsangan maka bagian tubuh
akan mengenalinya (reseptor) dan
kemudian menimbulkan impuls syaraf.
4. Impuls syaraf terjadi karena terjadinya
perubahan dari keadaan polarisasi
menjadi depolarisasi (muatan listrik di
luar neuron bermuatan negatif dan
muatan listrik di dalam neuron bermuatan

a. Polarisasi

b. Ada Rangsangan

c. Depolarisasi

Lanjutan
5. Proses depolarisasi ini

berlangsung cepat dan berjalan


sepanjang neuron. Inilah yang
dimaksud dengan impuls syaraf.
(Impuls bisa mencapai
kecepatan 1/1000 detik).
6. Setelah impuls berlalu,
neuron akan kembali ke
keadaan semula (polarisasi).
7. Saat impuls berjalan sampai di
terminal sinapsis, impuls akan
dibawa oleh neurotransmiter
menuju neuron lainnya. Begitu
seterusnya sampai impuls berjalan
menuju otak.
8. Di otak, impuls akan
diterjemahkan dan ditanggapi
dalam bentuk yang disesuaikan
dengan bentuk rangsangannya

d. Impuls syaraf
berjalan

e. Neuron kembali
terpolarisasi

Alat Indera dan Reseptor


Modalitas Sensori

Reseptor

Alat Indera

Penglihatan

Sel batang & kerucut Mata

Pendengaran

Sel-sel rambut

Telinga, organ corti

Penghidu

Sel olfaktorius

Hidung

Kecap

Reseptor kecap/papila
kecap

Lidah

Percepatan
Rotasional

Sel-sel rambut

Telinga (kanalis
semisiruler)

Percepatan Linier

Sel-sel rambut

Telinga (utrikulus
dan sakulus)

Raba, tekan

Ujung-ujung saraf

Variasi

Hangat

Ujung-ujung saraf

Variasi

Dingin

Ujung-ujung saraf

Variasi

Modalitas Sensori
Nyeri

Reseptor
Ujung saraf

Alat Indera
Variasi

telanjang
Posisi sendi dan
pergerakan

Ujung saraf

Variasi

Panjang otot

Ujung saraf

Kumparan otot

Tegangan otot

Ujung saraf

Organ tendon golgi

Tekanan darah
arteri

Ujung saraf

Reseptor regang di sinus


karotikus dan arkus
aorta )

Tekanan vena
sentral

Ujung saraf

Reseptor regang di
dinding vene-vena
besar, atria

Pengembangan
paru

Ujung-ujung saraf

Reseptor regan di
parenkim paru

Suhu darah di
kepala

Saraf
dihipothalamus

Variasi

P02 arteri

Sel-sel glomus

Badan karotis dan

Modalitas Sensori

Reseptor

pH CSS

Reseptor di
permukaan ventral
medula oblongata

Tekanan osmosis,
plasma

Sel-sel di OVLT dan


mungkin berbagai
organ
sirkumventrikular di
hipotalamus
anterior

Beda glukosa darah Sel-sel


arteriovenosa
dihipotalamus
(glukostat)

Alat Indera

Refleks
Refleks merupakan reaksi organisme terhadap
perubahan lingkungan baik didalam maupun diluar
organisme yang melibatkan sistem saraf pusat
dalam memberikan jawaban (respon) terhadap
rangsang reseptor
Gerak refleks berjalan sangat cepat dan tanggapan
terjadi secara otomatis terhadap rangsangan, tanpa
memerlukan kontrol dari otak. Jadi tanpa
dipengaruhi kehendak atau tanpa disadari terlebih
dahulu. Contoh gerak refleks berkedip, bersin, atau
batuk.
Unit dasar untuk kegiatan saraf terpadu adalah
lengkung refleks. Lengkung refleks terdiri atas alat
indera, saraf aferen, satu sinaps atau lebih yang
terdapat di pusat integrasi atau diganglion simpatis,
saraf eferen, dan efektor.

Pada gerak refleks, impuls melalui jalan


pendek atau jalan pintas, yaitu dimulai dari
reseptor penerima rangsang, kemudian
diteruskan oleh saraf sensori ke pusat saraf,
diterima oleh saraf penghubung (asosiasi)
tanpa diolah di dalam otak langsung dikirim
tanggapan ke saraf motor untuk disampaikan
ke efektor, yaitu otot atau kelenjar.
Jalan pintas ini disebut lengkung refleks.
Gerak refleks dapat dibedakan atas refleks
otak bila saraf penghubung (asosiasi) berada
di dalam otak, misalnya, gerak mengedip
atau mempersempit pupil bila ada sinar
dan refleks sumsum tulang belakang bila
saraf penghubung berada di dalam sumsum
tulang belakang misalnya refleks pada lutut.

Proses Refleks
Proses yang terjadi pada refleks tersebut
melalui jalan yang disebut lengkung
refleks, jalan yang dilalui refleks adalah :
ReseptorAferen
Saraf Pusat
EfektorEferen

Gerak Refleks
2 Neuron mendeteksi3 Neuron sensorik
membawa impuls menuju
rangsangan pada
sumsum tulang belakang.
dengkul.

Di sumsum tulang belakang impuls


diteruskan ke neuron motorik atau melalui neuron
penghubung untuk ditanggapi

Neuron
penghubun
g

Sumsum Tulang
Belakang
Neuron Sensorik
1 Gerak refleks
adalah gerak
cepat yang
tidak disadari.

Neuron Motorik
Neuron Penghubung

5 Neuron motorik lalu


merangsang otot paha
untuk berkontraksi men
Angkat kaki.

A. Sistem Syaraf Pusat (SSP)

Merupakan pusat koordinasi utama dalam sistem syaraf.


SSP terdiri atas dua bagian, yaitu Otak (brain) dan Sumsum tulang
belakang medula spinalis (spinal cord).

1. Otak
Otak manusia merupakan organ
sistem
syaraf terpenting.
Memiliki berat sekitar 1,35 1, 5 Kg
Otak dilindungi oleh tulang tengkorak
kepala
dan tulang tengkorak muka
Disamping itu, suatu jaringan dibawah
tengkorak yang disebut selaput
meninges
juga memberikan perlindungan ekstra
bagi

Gambar 2 : Otak manusia

Meningen
CNS dibungkus / dilindungi oleh 3
(tiga) membran jaringan ikat yang
disebut Meningen yaitu bagian luar
disebut Dura mater, tengah disebut
Arachnoid mater, dalam disebut
Pia mater.
Meningen ini membentuk bagian
dalam tengkorak, melindungi sinus
vena dan berisi Cairan cerebrospinal
(CSF).

Anatomi Otak
Terdiri dari 2 belahan, yaitu belahan kiri dan
belahan kanan.
Masing - masing belahan, terdiri atas 2 substansi
pokok, yaitu substansi kelabu dan substansi putih.

Substansi Kelabu
(Kumpulan badan sel, dendrit dan akson tak
bermielin)
Substansi Putih
(Kumpulan akson bermielin

Ventrikel
(rongga berisi
cairan
serebrospinal)

Gambar 3 : Susunan anatomi otak yang


disayat vertikal.

Pembagian Otak

Otak manusia dibagi menjadi 3 bagian, yaitu otak depan, otak tengah dan otak belakang.
Atau Otak terdiri dari : Cerebrum (otak besar), Brain stem (batang otak) dan Cerebelum (otak kecil)

Otak
Depan

Otak
Tengah

Telencephalon

Cerebrum (Otak Besar)

Diencephalon

Diencephalon (thalamus, hipothalamus, epithalamus)

Mesencephalon

Otak Tengah (merupakan bagian dari batang otak)

Metencephalon

Pons (bagian dari batang otak)

Otak
Belakang

Myelencephalon

Otak Tengah
Otak Belakang

Mesencephalon
Metencephalon
Diencephalon

cerebellum

Medulla oblongata (bagian dari batang otak)

Cerebral

Diencephalon:
Hipothalamus

Thalamus
Kelenjar Pineal
(bagian dari epithalamu

Myelencephalon

Batang Otak:
Otak Tengah
Pons

Syaraf Spinal
Otak Depan
a. Embrio saat
berumur
1 bulan

Telencephalon
(b) Embrio saat berumur 5 minggu

Syaraf Spinal

Medulla
oblongata
Cerebellum (Otak Kecil)

(c) Otak manusia dewasa

1. Otak Depan

So

Frontal
association
area
Bicara
Bau

Lob.Parietal

co
r
ns
or
y

ma
to
se

Mo
to
r

co
rt e
x

Lob.Frontal

tex

Terdiri atas otak besar (Cerebrum), talamus,


hipotalamus, dan infundibulum.
Otak besar (Cerebrum) merupakan bagian otak yang
paling besar.

Bicara
Rasa

Mendengar
Auditory
association
area

Somatosensory
association
area
Membaca
Visual
association
area
Melihat

Lob.Temporal
Gambar 4 : Pembagian lobus pada Otak Besar
(Cerebrum)

Lob.Oksipital

Cerebrum terbagi menjadi 4 lobus yang masingmasing memiliki fungsi berbeda, yaitu : lobus
frontal, lobus parietal, lobus oksipital, dan lobus
temporal
Cerebrum (otak besar)
struktur cerebrum terbagi menjadi corteks
cerebri dan diensephalon (sub cortikal).
cerebrum terdiri dari 2 (dua) belahan yang
disebut hemispher (kiri dan kanan).
Cortex cerebri
dibentuk oleh badan sel neuron, serabut saraf
yang tidak bermyelin, neuroglia dan pembuluh
darah.
bertanggung jawab terhadap memori, bicara,
persepsi, gerakan voluntary, kesadaran logistik
dan emosi.

Diencephalon
Diencephalon terdiri dari thalamus, hypothalamus
dan epithalamus.
Thalamus berfungsi untuk memulai memproses
impuls sebelum ke corteks serebri yaitu menseleksi,
memproses dan pusat reaksi.
Hypothalamus yang berlokasi dibagian bawah,
mengatur temperatur tubuh, metabolisme cairan,
nafsu makan, ekspresi emosi, siklus bangun dan
tidur serta haus.
Epithalamus merupakan bagian dorsal
diencephalon termasuk pineal body (merupakan
sistem endokrin yang mempengaruhui pertumbuhan
dan perkembangan).

2. Otak Tengah
Terletak didepan otak kecil
Di dalam otak kecil terdapat
kolikulus superior yang
merupakan pusat pergerakan
mata.
Selain itu juga terdapat
kolikulus inferior berfungsi
sebagai pusat pendengaran
tertentu.

Otak
Depan

Otak
Tengah
Kolikulus
inferior

Kolikulus
superior

Rangsang dari
Rangsang dari
mata
telinga
Gambar 5 : Bagian-bagian

3. Otak Belakang
Terdiri atas Otak kecil (Cerebellum),
Medulla oblongata dan pons.
Otak kecil (Cerebrum) berfungsi
mengatur pergerakan otot,
keseimbangan kerja otot dan
rangka, serta mengatur sikap dan
posisi tubuh.
Medulla oblongata berfungsi untuk
gerak tak sadar seperti bernafas,
menelan, batuk, bersin dll. Juga
Pons
bertanggung jawab mengatur
Otak
Medulla kecil
kecepatan pernafasan, dan
oblonga
aktivitas jantung dan pembuluh
ta
Otak Belakang
darah.
Pons juga terlibat dalam prosesproses tubuh yang terjadi padaOtak Belakang dibagi
menjadi 3 bagian
medulla oblongata.

Brain stem (batang otak)

Brain stem (batang otak) terdiri dari : midbrain (otak


tengah), pons dan medulla oblongata.
Midbrain
berlokasi antara diencephalon dan pons.
Merupakan pusat pendengaran dan refleks
penglihatan. Juga jalur persarafan antara hemispher
otak dengan bagian bawah otak.
Pons
berlokasi dibawah mid brain, mengandung banyak
jalur serabut saraf, juga berfungsi mengontrol
pernafasan.
Medulla oblongata
berlokasi didasar batang otak yang merupakan
lanjutan dari bagian atas spinal cord. Ia
mengandung banyak jalur serabut saraf.
Nuklei dari medulla oblongata memainkan peran
penting mengontrol frekuensi jantung, tekanan
darah, respirasi dan menelan.

Sumsum Tulang Belakang (Medulla Spinalis)

Terdiri atas 2 lapis substansi, yaitu


substansi putih dibagian luar dan
substansi kelabu di dalam.
Berfungsi membawa rangsangan dari
seluruh tubuh menuju otak dan
membawa respon dari otak ke efektor
untuk menanggapi rangsang.
Fungsi ini dapat dilakukan karena medulla
spinalis membentuk percabangan ke
seluruh bagian tubuh, yang disebut
Substansi
sistem syaraf tepi.
putih
Substan
si kelabu

Medulla
spinalis

Medula Spinalis (Spinal cord)


Dilindungi oleh 33 ruas tulang belakang :
cervical : 7, thoracal : 12, lumbal : 5, sakral : 5
dan 4 ruas yang membentuk koksigis
Foramen intervertebra adalah ruangan antara
vertebra dimana akar saraf spinal lewat.
Intervertebral disk yang berlokasi antara ruas
vertebra yang memungkinkan vertebra dapat
bergerak.
Setiap intervertebral disk terdiri dari kapsul
yang tipis yang mengelilingi substansia
gelatinosa yang disebut nucleus pulposus.
Spinal cord dimulai dari medulla oblongata
sampai lumbal pertama.
Sebagai jalur komunikasi / pesan ke dan dari
otak sebagai pusat refleks.

Akar depan bersifat motorik dan


akar belakang bersifat sensorik. Bila
terjadi kerusakan pada akar belakang
menyebabkan kehilangan sensasi,
bila terjadi kerusakan pada akar
depan menyebabkan terjadinya
kelemahan/paralisis.

Fungsi Medula Spinalis


Pesan diantarkan ke dan dari otak yang
disalurkan melalui jalur keatas (jalur sensorik)
dan kebawah (jalur motorik).
Traktus spinothalamik (sensorik) mengantar
sensasi nyeri, temperatur, sentuhan kasar.
Jalur posterior yang disebut fasikulus grasilis
dan fasikulus cuneatus yang membawa sensai
sentuhan halus, posisi dan getaran.
Bagian lateral dan anterior dari traktus
corticospinal (pyramidal) merupakan jalur
desending yang terdiri dari serabut yang berasal
dari korteks motorik pada otak dan disalurkan
ke batang otak dan turun ke spinal cord.

Berfungsi untuk gerakan yang menurut


kemauan dan menstimulasi aktifitas otot
yang selanjutnya menghambat yang lain.
Juga membawa serabut yang berfungsi
menghambat tonus otot.
Ekstrapyramidal yaitu jalur antara corteks
cerebral, basal ganglia, batang otak, spinal
cord keluar dari traktus pyramidal.
Berperan untuk mempertahankan tonus
otot dan gerakan kasar.

Susunan Sistem Syaraf Tepi (SST)

Sistem Saraf Tepi


Sistem saraf tepi terdiri dari sistem saraf
sadar dan sistem saraf tak sadar (sistem
saraf otonom).
Sistem saraf sadar mengontrol aktivitas yang
kerjanya diatur oleh otak, sedangkan saraf
otonom mengontrol aktivitas yang tidak dapat
diatur otak
Misalnya : denyut jantung, gerak saluran
pencernaan, dan sekresi keringat.

1. Sistem Saraf Somatik


- Sistem saraf sadar disusun oleh saraf otak (saraf
kranial), yaitu saraf-saraf yang keluar dari otak, dan
saraf sumsum tulang belakang
-Saraf otak ada 12 pasang yang terdiri dari:
Tiga pasang saraf sensori, yaitu saraf nomor 1, 2, dan
8
lima pasang saraf motor, yaitu saraf nomor 3, 4, 6,
11, dan 12
empat pasang saraf gabungan sensori dan motor,
yaitu saraf nomor 5, 7, 9, dan 10.
-Otak dilihat dari bawah menunjukkan saraf kranial
-Saraf otak dikhususkan untuk daerah kepala dan
leher, kecuali nervus vagus yang melewati leher ke
bawah sampai daerah toraks dan rongga perut.
-Nervus vagus membentuk bagian saraf otonom.
Oleh karena daerah jangkauannya sangat luas maka

2. Saraf Otonom
Sistem saraf otonom disusun oleh serabut
saraf yang berasal dari otak maupun dari
sumsum tulang belakang dan menuju organ
yang bersangkutan.
Dalam sistem ini terdapat beberapa jalur
dan masing-masing jalur membentuk
sinapsis yang kompleks dan juga
membentuk ganglion.
Urat saraf yang terdapat pada pangkal
ganglion disebut urat saraf pra ganglion
dan yang berada pada ujung ganglion
disebut urat saraf post ganglion.

Sistem saraf otonom dapat dibagi atas sistem


saraf simpatik dan sistem saraf
parasimpatik.

Perbedaan struktur antara saraf


simpatik dan parasimpatik terletak pada
posisi ganglion.
Saraf simpatik mempunyai ganglion
yang terletak di sepanjang tulang
belakang menempel pada sumsum
tulang belakang sehingga mempunyai
urat pra ganglion pendek,
sedangkan saraf parasimpatik
mempunyai urat pra ganglion yang

Fungsi sistem saraf simpatik dan parasimpatik


selalu berlawanan (antagonis). Sistem saraf
parasimpatik terdiri dari keseluruhan "nervus
vagus" bersama cabang-cabangnya ditambah
dengan beberapa saraf otak lain dan saraf sumsum
sambung.

Gambar 1: Pengenalan informasi oleh sistem syaraf

Neuron sensorik
Pengolahan

Alat Indera

Neuron motorik

Efektor

Sistem Syaraf Tepi


(SST)

Sistem Syaraf Pusat


(SSP)