You are on page 1of 7

BAB II

LAPORAN KASUS

A. Identitas Pasien
Nama

: Tn. A

Jenis kelamin

: Laki-laki

Umur

: 51 tahun

Agama

: Islam

Suku

: Minangkabau

Pendidikan

: S1

Pekerjaan

: Pegawai negeri sipil

Alamat

: Jl. Sri Rezeki No. B1 Bulakan Balai Kandi, Koto Nan 4,
Payakumbuh

No. MR

: 002096

B. Anamnesis
Seorang pasien laki-laki, 51 tahun dirawat selama 2 hari sejak tanggal 18 Juli 2012 di
Bangsal Bedah Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Adnaan WD Payakumbuh dengan:
Keluhan Utama :
Benjolan disertai nyeri pada sela paha kanan sejak 4 jam sebelum masuk rumah sakit.

ukuran benjolan mencapai sebesar telur ayam dan masih dapat didorong masuk. tidak dapat didorong masuk. frekuensi 2 kali. Mual ada. mengejan. Riwayat Penyakit Keluarga : . pasien dirawat di RSUD Bukittinggi sepuluh tahun yang lalu. serta  telah dilakukan operasi secara sekaligus. disertai nyeri yang menetap. dinyatakan menderita hernia dan penyakit apendiks.  banyak 1 gelas tiap kali muntah. Riwayat trauma pada perut tidak ada. pasien mengangkat beban berat (karung berisi kelapa) bersama tiga orang temannya yang tiba-tiba beratnya beban tertumpu hanya pada pasien. Riwayat demam tidak ada. Riwayat batuk-batuk lama tidak ada. Riwayat Penyakit Dahulu :   Riwayat hipertensi disangkal.Riwayat Penyakit Sekarang :  Benjolan disertai nyeri pada sela paha kanan sejak 4 jam sebelum masuk rumah sakit. Pasien sudah pernah mengalami sakit seperti ini sebelumnya sejak tujuh belas tahun yang lalu. Sejak setahun ini. hilang pada saat pasien duduk atau berbaring. lendir tidak ada. muncul pada saat pasien sedang berdiri lama dan mengejan. tidak menyemprot. frekuensi 7 kali. kadang disertai nyeri yang hilang timbul. Buang angin (kentut) ada. Nyeri  dirasakan dari sela paha kanan sampai ke pusat. ukuran sebesar bola kasti. Benjolan muncul kembali 4 jam sebelum masuk rumah sakit pada saat pasien sedang duduk. ukuran sebesar telur puyuh. berisi apa yang dimakan. benjolan sewarna dengan kulit. dan saat mengalami tekanan emosional (stres). warna       coklat. Buang air kecil biasa. hilang timbul. Sepuluh tahun yang lalu. Sebelumnya. Riwayat asma tidak ada. Awalnya muncul benjolan pada sela paha kanan lima tahun yang lalu. Mencret-mencret sejak hari rawatan pertama rumah sakit. seperti isi perut seakan mau lepas. darah tidak ada. terutama saat pasien berdiri lama. Muntah sejak 4 jam sebelum masuk rumah sakit. Benjolan makin lama makin sering muncul. Riwayat sakit gula disangkal.

Riwayat Alergi :  Riwayat alergi makanan atau obat-obat tertentu disangkal. isokor. Tidak ada anggota keluarga yang menderita sakit seperti ini sebelumnya. tidak mudah rontok mata : konjungtiva tidak anemis. sklera tidak ikterik pupil bulat.2ºC Status gizi : TB 172 cm. C. rambut uban ada. IMT 22. BB 66 kg. d = 3 mm = 3 mm .37 (kesan gizi baik) Status emosi : tenang Bentuk badan : astenikus Mobilitas : terbatas (berbaring) Status Generalisata Kulit : tidak ditemukan kelainan KGB : tidak ditemukan pembesaran KGB Kepala : normosefal. Pemeriksaan Fisik Keadaan umum : sedang Kesadaran : komposmentis kooperatif (GCS E4M6V5 = 15) Tekanan darah : 110/70 mmHg Nadi : 86 x / menit Nafas : 22 x / menit Suhu : 37.

paresis (-/-) refleks fisiologis (+/+) normal. perfusi baik. pembesaran KGB colli (-). distensi vena jugularis (-). darm steifung (-).telinga : deformitas (-) hidung : deformitas (-) mulut : sianosis bibir (-). defense muscular (-). bekas luka jahit (+) horizontal sepanjang 6 cm pada kuadran inferior dextra palpasi : nyeri tekan (-). refleks patologis(-/-) . stomatitis (-). hepar. dan ginjal tidak teraba perkusi : timpani auskultasi: bising usus (+) meningkat Punggang : CVA : nyeri tekan (-). ronkhi (-/-). edema (-/-). irama teratur. mukosa mulut dan lidah pucat (-). lien. nyeri ketok (-) Anus : toucher : tidak dilakukan Ekstremitas : akral hangat. wheezing (-/-) cor : inspeksi : iktus tidak terlihat palpasi : iktus teraba 1 jari medial LMCS RIC V perkusi : batas kiri 1 jari medial LMCS RIC V. darm contour (-). lidah kotor (-) Leher : simetris. bising (-) Abdomen : inspeksi : tidak membuncit. JVP 5-2 mmHg Toraks : pulmo : inspeksi : simetris kanan dan kiri palpasi : fremitus normal kanan dan kiri perkusi : sonor pada kedua lapangan paru auskultasi: vesikuler (N). pembesaran tyroid (-). pembesaran KGB supraclavikula (-). batas kanan LSD. batas atas RIC II auskultasi: murni.

2 g/dl Hematokrit : 47% Leukosit : 16. tanda-tanda radang (-) D. E.Status Lokalisata Inguinal : inspeksi : terdapat benjolan di regio inguinal dextra.800 /mm3  leukositosis Trombosit : 283.000 /mm3 Gula darah sewaktu : 172 g/dl  pre-op : 116 g/dl . Diagnosis Banding  Hernia inguinalis medialis dextra inkarserata relaps. Diagnosis Kerja Hernia inguinalis lateralis dextra inkarserata relaps. reposisi (-) Genitalia : penis : orifisium uretra eksterna tidak sempit. ukuran 8 x 6 x 6 cm. Pemeriksaan Penunjang Laboratorium (18 November 2012) Darah : Hemoglobin : 15. fluktuasi (-) nyeri tekan (+). hiperemis (-). F. konsistensi kenyal. permukaan rata.  Hernia inguinalis lateralis dextra strangulata relaps. deformitas (-) scrotum : massa (-). palpasi : bentuk lonjong.

Penatalaksanaan Umum  IVFD RL drip Ketorolak 30% 2 tetes / menit  Kompres dengan batu es  Posisi panggul ditinggikan (posisi Tredelenberg)  Observasi nyeri Khusus   Injeksi Cefotaxim 1 g / 12 g / iv Rencana herniorrhapy.6 mg/dl Foto polos toraks (19 November 2012) Kesan : cor dan pulmo dalam batas normal G. Dilakukan penutupan dengan prolene mesh .  ditemukan adanya kantong hernia. Eksplorasi ke dalam funikulus spermatikus dengan membuka m. Berikutnya funikulus spermatikus dibebaskan. Teknik Operasi  Pasien dengan posisi supine di meja operasi dengan spinal analgesia.  Desinfeksi lapangan operasi dengan Betadine.  Aponeurosis m. digantungkan dengan kain kasa.  Tutup dengan duk steril. Diagnosis Hernia inguinalis lateralis dextra inkarserata residif H. pasien dipuasakan I. cremaster.Waktu perdarahan : 3 detik Waktupembekuan : 4 detik Faal ginjal : ureum : 22 mg/dl kreatinin : 0. obliqus abdominis eksternus dibuka sesuai arah seratnya sampai   anulus inguinalis eksternus terbelah. kantong hernia dibebaskan.  Insisi pada daerah inguinal dextra kira-kira 8 mm menembus kutis dan subkutis.

J.  Kemudian aponeurosis m. Prognosis Quo ad vitam : bonam Quo ad sanam : dubia et bonam Quo ad functionam : dubia et bonam . dibagian lateral dijahit pada ligamentum inguinale proparti.  Subkutis dan kulit dijahit kembali. Dibagian medial dijahit pada conjoint tendon.  Operasi selesai. obliqus externus dijahit kembali. Diagnosis Post Operasi Post-herniorrhapy + herniomesh hernia inguinalis laeralis dextra inkarserata relaps. K.