You are on page 1of 41

PENGEMBANGAN MOTORIK HALUS MELALUI

KEGIATAN MENGGAMBAR YANG BERVARIASI
DENGAN BERBAGAI TEKNIK BAGI ANAK
USIA
4-6 TAHUN
Untuk memenuhi UAS Matakuliah Pendidikan Menggambar yang
dibina oleh bapak I MADE SEKEN

Disusun oleh:
Dinda Ayu Setiya Ningrum
130153600724
0ff / SEMESTER : A3/III
PGPAUD 2013

UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
DESEMBER 2014
1

KATA PENGANTAR
Puji syukur alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah
SWT, yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada
kami, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas yang telah
diberikan kepada kami berupa makalah dengan judul
“Pengembangan Motorik Halus Melalui Kegiatan Menggambar
Yang Bervariasi Dengan Berbagai Teknik Bagi Anak Usia 4-6
Tahun”pada mata kuliah Pendidikan Menggambar.
Semoga untuk kedepannya, buku ini dapat dijadikan
referensi dan sebagai suatu wadah pengetahuan mengenai kajian
menggambar bagi anak usia dini, manfaat kegiatan menggambar
bagi perkembangan motorik anak, dan variasi kegiatan
menggambar serta langkah kerja kegiatan menggambar bagi anak.
Dalam penyusunan KTI ini, penulis yakin masih banyak
kekurangannya. Oleh karena itu, kepada para pendidik khususnya
dan para pembaca umumnya untuk memberikan kritik dan saran
dalam rangka menyempurnakan makalah ini. Untuk itu, kami
menyampaikan terima kasih.
Semoga dengan terselesaikan makalah ini, menjadi amal
sholehah bagi kami dan hanya kepada Allah SWT kami memohon
semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.

Malang, 8 Desember 2014
Penyusun

2

DAFTAR ISI
Cover............................................................................................
Kata pengentar............................................................................. i
Daftar Pustak............................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN........................................................... 1
1.1. Latar belakang.......................................................................1
1.2. Tujuan...................................................................................2
1.3. Manfaat.................................................................................2
1.4. Kata operasiona..................................................................... 3
BAB II KAJIAN TEORI
2.1. Pembelajaran Seni.................................................................4
2.1.1. Pengertian seni............................................................... 4
2.1.2. Aspek perkembangan seni..............................................5
2.1.3. Pentingnya pengembangan seni bagi AUD....................7
2.2. Motorik halus anak............................................................... 8
2.2.1. Konsep dasar pengembangan motorik halus menurut
beberapa ahli...................................................................8
2.2.2. Tujuan pengembangan motorik pada anak usia 4-6
tahun.............................................................................10
2.2.3. Fungsi pengembangan motorik....................................10
2.2.4. Karakteristik pengembangan motorik halus................ 11
2.3. Menggambar bagi anak......................................................11
2.3.1. Tahap perkembangan gambar anak.............................11
2.3.2. Menafsirkan bentuk gambar anak...............................12
2.3.3. Kelebihan anak dalam menggambar...........................13
2.4. Teknik menggambar bagi anak usia dini...........................15
2.4.1. Bentuk kegiatan motorik halus anak usia dini............15
2.4.2. Kegiatan gambar anak usia dini..................................15
2.4.3. Kegiatan menggambar sesuai dengan IPTEK............ 16
2.5. Hasil, Bahan dan teknik kegiatan.......................................16
2.5.1. Bentuk kegiatan motorik halus anak usia dini............16
2.5.2. Kegiatan gambar anak usia dini..................................22
2.5.3. Kegiatan menggambar sesuai dengan IPTEK.............28
3

2.6. Penilaian ............................................................................31
BAB III PENUTUP................................................................. 32
3.1. Kesimpulan........................................................................32
3.2. Saran..................................................................................32
DAFTAR PUSTAKA...............................................................33
LAMPIRAN.............................................................................34

4

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Anak usia dini merupakan individu yang bersia 0-6
tahun. Pada masa itu adalah masa golden age yaitu masa peka
atau masa matangnya seluruh fungsi jiwa. Setiap anak akan
berkembang sesuai dengan masa perkembangannya. Seperti
perkembangan motorik halus anak usia < 3 bulan yang sudah
mulai bisa memainkan jari tangan dan kaki serta dapat
memegang benda dengan 5 jari. Usia 6-< 9 bulan, anak sudah
mampu memegang benda dengan ib jari dan jari telunjuknya,
usia 12-< 18 bulan anak sudah mampu memegang alat tulis
dan membuat coretan bebas, usia 2-< 3 tahun koordinasi
motorik halus pada jari tangan sudah cukup baik untuk
memegang benda pipih, sampai pada perkembangan motorik
halus yang sempurna yaitu usia 5-6 tahun anak sudah mampu
memanipulasi bentuk dengan gambar, mampu membuat
coretan beraturan, motorik halus jari tangan sudah mulai
matang.
Perkembangan motorik halus anak ini akan terus
berjalan sesuai dengan masa yang telah ditetapkan apa bila
dibarengi dengan stimulus yang baik. Misalnya memberikan
stimulus dengan kegiatan seni rupa. Seni rupa merupakan
suatu kegiatan yang sangat menarik dan mengasikkan bagi
anak. Dengan seni anak bisa mengekspresikan semua yang dia
rasakan dan semua hal yang dia ketahui. Pada masa anak-anak
kegiatan seni rupa memang sangat cocok dilakukan untuk
melatih semua perkembangan anak, asal dengan kegiatan seni
yang terarah dan disesuaikan dengan karakteristik masa
perkembangan anak.
Seperti mengajarkan menggambar pada anak untuk
melatih perkembangan motorik halus anak. Menggambar
tidak hanya mampu mengembangkan motorik halus anak,
tetapi juga mengembangkan pola pikir anak agar lebih kreatif
dan inovatif. Kegiatan menggambar biasanya dilakukan untuk
melatih keterampilan menulis dan membaca pada anak usia 24 tahun, karena pada masa itu anak sudah cukup matang untuk
5

belajar menulis dan membaca permulaan. Pada umumnya
kegiatan menggambar sangat sering dilakukan oleh kebnyakan
pendidik dengan tujuan yang sama yaitu mengembangkan
motorik halus anak. Tetapi variasi kegiatannya masih sangat
sempit. Seperti hanya meniru bentuk, mewarnyai bentuk dan
menggambar sesuai tema. Padahal kegiatan menggambar
seperti ini hanya akan membatasi kemampuan berfikir naka
dan menciptakan ingatan tentang gambar yang sejenis pada
masing-masing anak. Sehingga diperlukan kegiatan
menggambar yang berfariasi untuk lebih mengembangkan
kreatifitas dan pola pikir anak. Dengan banyaknya fariasi
kegiatan menggambar anak tentunya tidak akan bosan serta
ingatan anak tentang menggambar juga akan beraneka ragam.
Dari uraian diatas penulis tertarik untuk membuat karya
tulis ilmiah dengan judul “PENGEMBANGAN MOTORIK
HALUS MELALUI KEGIATAN MENGGAMBAR YANG
BERVARIASI DENGAN BERBAGAI TEKNIK BAGI ANAK
USIA 4-6 TAHUN”.
1.2. TUJUAN
1.2.1. Dapat mengetahui perkembangan kematangan motorik
halus anak khussnya usia 4-6 tahun.
1.2.2. Dapat melatih kemampuan motorik halus anak dengan
kegitan seni menggambar.
1.2.3. Dapat mengetahui variasi kegiatan menggambar untuk
anak usia 4-6 tahun.
1.2.4. Dapat mengetahui cara melakukan kegiatan menggambar
yang bervariasi.
1.2.5. Dapat mengetahui apa saja manfaat kegiatan menggambar
bagi anak khususnya anak usia 4-6 tahun.
1.3. MANFAAT
1.3.1. Bagi Penulis
Penulis dapat mengembangkan variasi kegiatan
menggambar yang sudah ada menjadi kegiatan yang lebih
menarik dan bermanfaat bagi anak dan pendidik lainnya.
Penulis dapat mengetahui tingkat perkembangan motorik
halus anak sesuai dengan usia anak. Penulis juga bisa
6

mengetahui manfaat kegiatan menggambar bigi anak
sehingga mampu menstimulasi perkembangan motorik
halus anak.tidak hanya itu penulis juga dapat mengetahui
bagaimana tata cara melakukan kegiatan menggambar pada
tiap variasi.
1.3.2.

Bagi Pembaca
Dapat mengetahui macam kegiatan menggambar
untk anak. Dengan membaca KTI ini pembaca dapat
mengetahui bahwa banyak manfaat menerapkan kegiatan
seni bagi perkembangan anak khususnya perkembangan
motorik halus anak. Selain itu pembaca juga dapat
mengetahui tata cara melakukan kegiatan menggambar
dengan beraneka variasi kegiatan. Sehingga diharapkan
pembaca bisa menerapkan kegiatan menggambar ini pada
anak.

1.4. KATA OPERASIONAL
Seni rupa, Menggambar, Anak usia 0-6 tahun,
Motorik Halus.

7

BAB II
KAJIAN TEORI
2.1. PEMBELAJARAN SENI
2.1.1. Pengertian Seni Rupa
Seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya
seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan
dengan rabaan. Kesan ini diciptakan dengan mengolah
konsep titik, garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur,
dan pencahayaan dengan acuan estetika.
Seni rupa dilihat dari segi fungsinya
dibedakan antara seni rupa murni dan seni rupa
terapan, proses penciptaan seni rupa murni
lebih menitik beratkan pada ekspresi jiwa
semata misalnya lukisan, sedangkan seni rupa
terapan proses pembuatannya memiliki tujuan
dan fungsi tertentu misalnya seni kriya.
Sedangkan, jika ditinjau dari segi wujud dan
bentuknya, seni rupa terbagi 2 yaitu seni rupa 2
dimensi yang hanya memiliki panjang dan lebar
saja dan seni rupa 3 dimensi yang memiliki
panjang lebar serta ruang.
A. Seni Murni (Fine Art) adalah seni yang dibuat untuk
mengekspresikan nilai budaya dan keindahan. Artinya,
seni murni tidak memiliki fungsi lain selain sebagai
hiasan. Biasa disebut dengan Art for Art dimana proses
penciptaan dan penjabaran sebuah konsep seni hanya
melulu berorientasi pada keberadaan seni itu sendiri.
Tetapi apa yang disebut Seni Murni pada awal
penciptaannya bisa saja bergeser menjadi seni terapan
ketika sebuah karya seni murni sebagai idiom artistik
digunakan sebagai sebuah komponen artistik dalam
sebuah tampilan seni terapan.
B.

Seni Terapan (applied-art) berbeda dengan seni murni.
Selain memiliki fungsi estetis (keindahan) seni terapan
juga memiliki fungsi pragmatis, yakni memenuhi
8

keperluan hidup manusia. Membuat karya seni rupa
terapan tidak sebebas membuat karya seni rupa murni
karena di dalamnya harus mempertimbangkan
persyaratan-persyaratan tertentu, seperti syarat
keamanan (security), kenyamanan (comfortable), dan
keluwesan dalam penggunaan (flexibility). Karya seni
rupa terapan dapat digolongkan menjadi dua kelompok,
yaitu desain dan kriya.
2.1.2. Aspek Perkembangan Seni
Berkaitan dengan pengembangan kemampuan seni
bagi anak 4-6 TAHUN, maka pembelajaran seni
merupakan sejumlah kegiatan yang dapat dilakukan oleh
anak dengan lebih banyak melibatkan kemampuan
motorik, khususnya motorik halus.Pembelajaran seni dan
kreativitas menekankan pada aspek eksplorasi, ekspresi,
dan apresiasi.
1. Eksplorasi
Secara umum, eksplorasi bertujuan agar anak dapat:
a. Melakukan observasi dan mengeksplorasi alam semesta dan
diri manusia.
b. Mengeksplorasi elemen-lemen dari seni dan musik.
c. Mengeksplorasi tubuh mereka apakah sanggup dalam
mengerjakan sesuat yang keatif.
Contoh yang dapat dilakukan anak:
a. Melihat pada bagian (visual dan aura) pada lingkungan.
b. MengObservasi, merasakan, dan menjelaskan alam dan
bentuk manusia dan suara.
c. Menyadari akan perasaan hati dan ide yang digambarkan
melalui objek, gambar, dan musik.
d. Menggambar berdasarkan observasi.
e. Mengeksplorasi apa yang terjadi saat mereka memadukan
warna.
f. Memperhatikan dan mengggunakan jenis garis, warna,
bentuk, dan bagian bentuk untuk membuat gambar.
g. Mengeksplorasi suara dengan instrumen yang berbeda dan
benda yang lain (kertas, sisir)
9

h. Bagian ritme echo seperti tepuk tangan atau bermain
instrument.
i. Menunjukkan ketertarikan pada bunyi musik instrumental.
j. Mengatur tinggi/rendah, keras/pelan, cepat/lambat pada vokal
pembicaraan atau lagu.
k. Tanggap terhadap ritme, melody, bunyi, dan bentuk musik
melalui gerak yang kreatif, seperti tari dan drama.
2. Ekspresi
Secara umum, ekspresi bertujuan agar anak dapat:
a. Mengekspresikan dan menggambarkan benda, ide, dan
pengalaman menggunakan jenis media seni instrumen musik,
dan gerak.
b. Menambah percaya diri dalam mengekspresikan kreasi
mereka sendiri.
Contoh yang dapat dilakukan anak adalah:
a. Mengekspresikan apa yang mereka lihat, pikir, dan rasakan
tentang ragam seni dan musik.
b. Membangun pemahaman mereka dan pengalaman dari dunia
mereka melalui seni dan musik.
c. Menikmati pembuatan nilai dengan menyampaikan apa yang
ada dalam pikiran dan perasaannya.
d. Mengekspresikan pikiran atau perasaan melalui alat/teknik
gambar.
e. Pengalaman menggunakan ragam tekstur untuk membuat
gambar.
f. Menciptakan ragam alam dan benda yang ditemukan.
g. Menggunakan materi lunak untuk model dan gambar objek.
h. Melakukan percobaan dengan jenis alat seni dan menemukan
cara baru untuk menggunakannya.
i. Bernyanyi dan menciptakan lagu sederhana.
j. Menggenggam dan mengocok benda dan alat untuk
menghasilkan bunyi dan ritme sederhana.
k. Mengeksplorasi jenis gerak tubuh dan ekspresi dengan drama.
l. Menggunakan gambar, bentuk, dan jenis simbol lain untuk
menggambar-kan tinggi rendah suara, irama, dan bentuk
musik sederhana.
10

3. Apresiasi
Apresiasi bertujuan agar anak dapat menilai dan
menanggapi ragam seni dan produksi kerajinan serta
pengalaman seni.
Contoh yang dapat dilakukan anak:
a. Mengekspose jenis kerajinan seni dan musik dari warisan
ragam budaya tertentu.
b. Menggambarkan dan menjelaskan produksi seni sendiri.
c. Menikmati drama, musik atau gerakan yang mengacu pada
aktivitas.
2.1.2. Pentingnya Pengembangan Seni Pada Anak Usia 4-6
Tahun
Pada dasarnya manusia merupakan makhluk estetis,
makhluk yang mempunyai perasaan dan kemampuan untuk
menghayati keindahan dengan perasaan yang dimiliki.
Demikian juga anak usia prasekolah, mempunyai
kemampuan menghayati dan merespon berbagai hal yang
dialami dan dihadapi dengan perasaannya dengan caranya
sendiri sesuai dengan tingkat perkembangannya.
Kemampuan sebagaimana digambarkan di atas tidak
langsung dimiliki oleh anak sebagai kemampuan yang
tinggal menerapkan melainkan diperoleh melalui belajar
dari lingkungannya.
Atas dasar paparan di atas itulah maka upaya
pengembangan kemampuan anak sebaga makhluk estetis
harus dilakukan. Untuk itu proses pembelajaran harus
memberikan kesempatan penuh kepada para peserta didik
untuk mengembangkan kemampuan sebagai makhluk
estetis dan mengekspresikannya dalam berbagai cara dan
media kreatif.
Pengembangan seni di usia 4-6 tahun merupakan
salah satu dari bidang pengembangan kemampuan dasar
11

yang dipersiapakan oleh guru untuk meningkatkan
kemampuan dan kreativitas anak sesuai dengan tahap
perkembangannya. Ada 7 fungsi fungsi dari
pengembangan seni (Direktorat Pembinaan Taman
Kanak-kanak dan Sekolah Dasar, 2007: 17), yaitu:
a.
b.
c.
d.
e.

Melatih ketelitian dan kerapian anak.
Mengembangkan fantasi dan kreativitas anak.
Melatih motorik halus anak.
Memupuk pengamatan, pendengaran, dan daya cipta anak.
Mengembangkan perasaan estetika, dan menghargai hasil
karya anak lain.
f. Mengembangkan imajinasi anak.
g. Mengenalkan cara mengekspresikan diri dengan
menggunakan teknik yang telah dikuasai oleh anak.
Kompetensi dasar bidang pengembangan kemampuan dasar
seni di Taman Kanak-kanak adalah sebagai berikut:
a. Untuk Kelompok A usia 4-5 tahun : Anak mampu
mengekspresikan diri dengan menggunakan berbagai
media/bahan dalam berkarya seni melalui kegiatan eksplorasi.
b. Untuk Kelompok B usia 5-6 tahun : Anak mampu
mengekspresikan diri dan berkreasi dengan berbagai gagasan
imajinasi dengan menggunakan berbagai media/bahan
menjadi suatu karya seni.
2.2. MOTORIK HALUS ANAK
2.2.1. Konsep Dasar Pengembangan Motorik Halus Menurut
Beberapa Ahli
A. J. H. PESTALOZZI (Pengajaran Berupa)
Sumber pengetahuan adalah alat dria: pengamatan
permulaannya. Oleh karena itu dalam pelajaran harus
digunakan benda-benda yang sebenarnya. Benda tersebut
diamati dari segala segi dengan alat dria anak di bawah
pimpinan pendidik dan dipelajari jumlah, bentuk dan
namanya. Setelah diamati anak mengukur dan
12

menggambarkannya. Setelah menggambar baru anak
diajarkan menulis.
B. FRIEDRICH FROBEL (Azaz Bekerja Sendiri)
Dasar utama untuk mempelajari pengetahuan dan
kecekatan adalah keaktivan anak-anak (auto-aktivitas). Cara
mendidik yang baik menurut Frobel ialah dengan metode yang
banyak memberi kesempatan kepada anak untuk sibuk aktif
mengerjakan, membuat dan menciptakan sesuatu atas inisitaif
sendiri (ekspresi). Bentuk pengajaran Frobel adalah :
1) Menggambar diawali dengan garis vertikal dan horizontal
2) Spielgaben dan Spielformen dengan permainan bentuk
3) Alat permainan untuk ber-frobel (pekerjaan tangan)
misalnya mozaik, lidi peletak, cincin, bilah lipat, bilah
anyaman, kertas lipat dan tanah liat.
C. MARIA MONTESSORI
Untuk melatih fungsi-fungsi motoris anak tidak perlu
diadakan alat-alat tertentu, kehidupan sehari-hari cukup
memberi latihan bagi motorik anak. Asas metode Montessori
adalah:
1) Pembentukan sendiri. Perkembangan itu terjadi dengan
berlatih, yang dapat dikerjakan sendiri oleh anak-anak.
2) Masa peka. Masa peka merupakan masa di mana bermacammacam fungsi muncul menonjolkan diri dengan tegas untuk
dilatih.
3) Kebebasan Mendidik untuk kebebasan dengan kebebasan,
dengan tujuan agar masa peka dapat menampakkan diri secara
leluasa dengan tidak dihalang-halangi di dalam ekspresinya.
D. OVIDE DECROLY (“Centres d’interet”)
Menurut Decroly, pelajaran yang diberikan harus
berkaitan dengan hal-hal yang dapat mengikat perhatian anakanak yaitu hal-hal yang menjadi “pusat-pusat minat” mereka.
Cara pembelajaran bagi suatu “pusat minat” adalah:
13

a. Mengamati (memperoleh pengalaman).
b. Mengolah pengalaman.
c. Ekspresi (Abstrak dan Konkret).
d. Ukuran (mengukur, menimbang dan menghitung).
Ekspresi Abstrak berhubungan dengan pemakaian
bahasa, sedangkan Ekspresi Konkret meliputi menggunting,
merekat, menggambar, menjahit, bersandiwara, bersenam, dan
bermain. Penekanannya pada kegiatan menggambar sebagai
pengabadian pengamatan yang telah dilakukan.
2.2.2.

a.
b.
c.
d.

Tujuan pengembangan motorik pada anak usia 4-6
tahun
Pada dasarnya setiap pembelajaran pada suatu
usaha yang mencapai tujuan. Tujuan ini dapat dicapai
apabila terdapat interaksi antara siswa dan pendidik.
Tujuan pengembangan motorik halus (Nuryani, 2005: 11)
yaitu:
Mengembangkan motorik halus yang berhubungan dengan
kerterampilan gerak kedua tangan,
Memperkenalkan gerakan jari seperti menulis, menggambar,
dan memanipulasi benda-benda dengan jari jemari sehingga
anak menjadi terampil dan matang,
Mampu mengkoordinasikan kecepatan, kecakapan tanpa
dengan gerakan mata,
Penguasaan emosi.

2.2.3. Fungsi pengembangan motorik
Hurlock mencatat beberapa alasan tentang fungsi
perkembangan motorik bagi konstelasi perkembangan
individu, yaitu:
1. Melalui keterampilan motorik, anak dapat menghibur dirinya
dan memper-oleh perasaan senang. Seperti anak merasa
senang dengan memiliki keterampilan memainkan boneka,
melempar dan menangkap bola atau memainkan alat-alat
mainan lainnya.
2. Melalui keterampilan motorik, anak dapat beranjak dari
kondisi helpessness (tidak berdaya) pada bulan-bulan pertama
14

kehidupannya, ke kondisi yang independence (bebas, tidak
bergantung). Anak dapat bergerak dari satu tempat ke tempat
lainnya, dan d apat berbuat sendiri untuk dirinya. Kondisi ini
akan menunjang perkembangan self confidence (rasa percaya
diri).
3. Melalui keterampilan motorik, anak dapat menyesuaikan
dirinya dengan lingkungan sekolah (school adjustment). Pada
usia pra sekolah (taman kanak-kanak) atau usia kelas awal
sekolah dasar, anak sudah dapat dilatih menggambar, melukis,
baris berbaris, dan persiapan menulis.
2.2.4.

Karakteristik Pengembangan Motorik Halus
Keterampilan motorik halus yang paling utama adalah
kemampuan memegang pensil dengan tepat yang
diperlukan untuk menulis kelak. Pada awalnya anak
memegang pensil dengan cara menggenggam seluruh
pensil dan digunakan hanya untuk mencoret-coret. Cara ini
dilakukan oleh anak usia 2-3 tahun. Setelah itu cara
memegang pensil sudah berkembang lebih baik lagi, tidak
menggunakan seluruh jari, melainkan hanya jempol dan
telunjuk. Pada saat ini anak tidak lagi menggunakan lengan
dan bahunya untuk ikut melakukan gerakan menulis atau
menggambar, melainkan lebih banyak bertumpu pada
gerakan jari. Karakteristik keterampilan motorik anak

dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Pada usia 4 tahun, koordinasi motorik halus anak secara
substansial sudah mengalami kemajuan dan gerakannya sudah
lebih cepat, bahkan cenderung ingin sempurna.
2. Pada usia 5 tahun, koordinasi motorik halus anak sudah lebih
sempurna lagi. Tangan, lengan, dan tubuh bergerak di bawah
koordinasi mata. Anak juga mampu membuat dan
melaksanakan kegiatan yang lebih majemuk, seperti dalam
kegiatan proyek.
3. Pada akhir masa kanak-kanak (usia 6 tahun), ia telah belajar
bagaimana menggunakan jari jemari dan pergelangan
tangannnya untuk menggerak-kan ujung pensil.
2.3. MENGGAMBAR BAGI ANAK
15

2.3.1. Tahap Perkembangan Gambar Anak-Anak
Salah satu ilmu yang mempelajari tentang gambar
anak-anak adalah gramatika. Di dalam gramatika tersebut
dijelaskan tentang perkembangan anak-anak dalam
menggambar. Perkembangan anak-anak dalam
menggambar melalui tahapan berdasarkan kelompok usia.
1. Usia anak 4-5 tahun
Usia ini anak mengalami tahapan prabagan. Pra =
sebelum, bagan = bentuk dasar suatu obyek. Jadi dalam masa
ini anak-anak dapat menggoreskan alat gambar dengan
berusaha membentuk sesuatu benda/obyek. Masa prabagan ini
biasanya bila anak sedang menggambar kemudian dia ditanya,
“gambar apa itu?” ia akan menjawab “aku”, sebab secara
psikis dia mulai tumbuh ego. Apa-apa yang ada di sekitarnya
dianggap adalah miliknya.
2. Usia 6-7 tahun.
Usia ini anak sudah secara baik memegang dan mengatur
alat- alat gambar. Masa usia ini anak dapat mulai
menggambarkan suatu obyek tidak hanya bentuk global dan
dasar tetapi sudah tampak lebih membentuk, tetapi pada usia
awal 7 tahun biasanya rata-rata sudah mampu menggmbar
obyek dengan organ yang cukup lengkap, walau bentuknya
masih global (belum detail).
2.3.2. Menafsirkan Bentuk Gamabar Anak
 Pada masa goresan (2-3 tahun) anak yang normal memiliki
kemampuan memegang alat gambar dan mencoret-coret karya
pada bidang gambar yang disediakan, dan membuat coretcoretan tak teratur secara ekspresif, bebas dan tak berarah,
pada usia 3-4 tahun, goresan mulai teratur, tetapi bagi anak
yang secara fisik dan psikis tidak normal (lamban), maka
biasanya anak usia 2-4 tahun belum tertarik untuk membuat
coret-coretan, hal ini disebabkan karena gangguan fisik
motorik atau mental (psikisnya). Ada pula anak yang sudah
berusia 4 tahun lebih tetapi belum dapat menggoreskan alat
gambar dengan teratur (selalu acak-acakan) dan tak terarah,
ini juga menunjukan adanya kelambanan dalam berfikir.
16

Pada usia prabagan 4-5 tahun gambar anak-anak yang normal
perkembangan fisik dan psikisnya sudah mampu membuat
bagan-bagan yang menyerupai bentuk tertentu mungkin
membuat orang, binatang, rumah, kendaraan, dan bendabenda yang akrab di lingkungan nya, walaupun belum
menyerupai benda aslinya, karena baru berupa bagan-bagan
yang bentuknya terkadang menyimpang dari benda-benda
aslinya. Misalnya menggambar mobil tetapi hanya berupa
persegipanjang tak teratur. Bila usia 4-5 tahun anak belum
dapat membuat bentuk dasar obyek berarti anak mengalami
hambatan, lamban dalam hal perkembangan motorik maupun
mental.
 Pada usia 6-7 tahun, anak-anak yang normal
perkembangannya mulai dapat membuat gambar dengan
meniru obyek yang hampir mirip dengan obyek aslinya, hanya
masih berbentuk garis besar (global), maka disebut masa
bagan. Bagi anak-anak yang lamban dalam perkambangan
biasanya mengalami masa goresan yang mundur dan kurang
dapat menangkap dan memvisualisasikan obyek. Hasil
gambarnya tidak akan mengarah pada suatu bentuk tertentu.
Pada usia ini anak yang normal gambarnya akan ekspresif,
kaya dan penuh memenuhi bidang gambar.
2.3.3. Kelebihan Anak Dalam Menggambar
 Dapat menyatukan kemampuan auditif dengan visual secara
bersamaan. Mengamati anak-anak yang sedang menggambar
jangan kaget, sebab mereka bila sedang menggambar disertai
ekspresi dan suara. Misalkan dia menggambar kereta api,
maka sambil menggambar dia menirukan suara kereta yang
digambar. Dia berusaha memadukan antara suara kereta
dengan obyek yang digambar. Dia berusaha memadukan suara
obyek dan bentuk obyek secara bersamaan,sehingga obyek
akan diungkapkan secara utuh dan lengkap.
 Gambar anak-anak adalah media bahasa rupa.
Bahasa rupa adalah bahasa yang berupa gambar. Anak dalam
menggambar biasanya diiringi cerita lewat mulutnya, yang
menceritakan keadan yang dialami obyek yang digambarkan.
Untuk melengkapi agar gambar mengungkapkan cerita secara
17

lengkap maka diiringi narasi (cerita lewat mulutnya). Jadi
gambar merupakan media cerita atau cerita bentuk gambar.
Dapat menciptakan gambar aneka tampak.
Kelebihan gambar anak-anak dapat menampilkan obyek dari
berbagai arah dalam satu gambar, sehingga obyak tampak dari
berbagai arah. Misalkan dia menggambar binatang kerbau,
badannya tampak samping tetapi tanduknya tampak dari
depan.
Membuat ruang lapisan latar.
Cara menyusun komposisi obyek gambar biasanya berlapislapis, berurutan dari atas bidang gambar, ke tengah dan ke
paling bawah. Obyek gambar disusun berlapis atas bersap
(bertumpang tindih). Sehingga membentuk lapisan latar.
obyek gambar yang paling jauh diletakan di atas bidang
gambar, obyek yang dekat di bawahnya (gambar tampak
bertumpuk).
Membuat komposisi rebahan.
Kelebihan yang lain dari gambar anak-anak adalah membuat
komposisi obyek yang digambar berkeliling dan direbahkan
ke arah menjauh dari tengah-tengah bidang gambar. Jadi
seakan-akan anak yang menggambar berada di tengah-tengah
objek (poros).
Cara menggambar obyek tembus pandang.
Kelebihan lainnya adalah cara penggambaran obyek tembus
pandang atau perspektif batin (gambar ideoplastis). Gambar
ini sebagai keunggulan yang paling unik dibandingkan dengan
hasil orang dewasa. Anak menggambar tidak dihalangi oleh
pemikiran dan pandangan visual mata biasa, tetapi dengan
mata pikiran (mata batin). Kenyataan memang demikian.
Misalkan seseorang sedang berada di rumah tetapi pada
kenyataannya dia bisa menceritakan obyek-obyek yang jauh
dari rumah, bahkan obyek yang tidak dapat dilihat oleh mata
secara langsung dari rumah. Misalnya ia pernah ke
stasiun,yang pernah ia lihat.
Gambar anak-anak dapat berupa yang dapat dilihat di balik
apa yang ada ( tidak tampak ), sehingga jangan disalahkan
apabila menggambar sebuah rumah yang terbuat dari tembok
yang tidak tembus pandang, tetapi ia gambarkan seakan
18

tembok itu tembus pandang (seperti cermin), sehingga seisi
rumah digambarkan secara utuh (gambar sinar x, Primadi,
1991).
2.4. TEKNIK MENGGAMBAR BAGI ANAK USIA DINI
Kegiatan pembelajaran seni bagi anak usia 4-6 tahun bisa
dilakukan dengan aktivitas menggambar. Aktivitas ini
bibedakan menjadi beberapa kegiatan menggambar bagi anak
yaitu:
2.4.1. Bentuk Kegiatan Motorik Halus Anak Usia Dini
A. Menggambar besic
Menggambar besik merupakan tahap awal anak untuk belajar
menulis angka dan huruf. Kegiatan ini menggunakan bahan
kering seperti pensil warna, sepidol, krayon. Menggambar
besik memiliki tahap-tahap yang akan memudahkan anak
dalam mengenal proses terbentuknya angka dan huruf.
B. Menggambar Teknik Tempel
Menggambar teknik tempel bagi anak usia dini terdiri dari 3
teknik yaitu: Kolase yaitu membuat gamabr dengan bahan
dasar sampah atau bahan yang sudah tidak terpakai seperti
rautan pensil, tisu bekas, kertas koran, daun kering dll.
Mozaik yaitu kegiatan menggambar dengan menggunakan
bahan maksimal seperti biji-bijian dan manik-manik baju.
Montaso yaitu kegiatan menggambar yang menggabungkan
gambar asli goresan tangan dengan gambar jadi atau poto jadi.
2.4.2. Kegiatan Gamabar Anak Usia Dini
A. Teknik inblok. Yaitu kegiatan menggambar yang
mengembangkan kreatifitas anak dnegan cara berkreasi
menggunakan benang dan cat air sebagai bahan utama.
B. Teknik tetes. Yaitu kegiatan menggambar dengan cara
diteteskan kepada kertas gambar bahan utamanya
meggunakan sedotan dan cat air.
C. Teknik tiup. Yaitu kegiatan menggambar dengan cara ditiup
bahan utamanya menggunakan cat air dan sedotan.
D. Teknik Stignograf. Yaitu kegiatan menggambar yang
menggabungkan antara titik dengan garis.
19

E. Teknik Cocok adalah menggabung beberapa potongan gambar
menjadi gambara yang bermakna. Bahan utamanya yaitu hasil
dari teknik stignograf yang telah diberi warna.
F. Teknik Jiplak. Yaitu menirukan bentuk benda asli yang
dijadikan sebagai objek gambar agar terlihat nyata. Seperti
koin yang ditebalkan pada kertas gambar akan membentuk
gambar koin yang sesungguhnya. Bahan utamanya adalah
benda yang bisa dijiplak dan pensil.
G. Teknik Stempel. Yaitu teknik gambar yang membuat bayangan
disekitar gambar aslinya. Sehingga tampak bayangan itu
menjadi sangat indah. Bahan utamanya yaitu poto jadi dan
krayon.
H. Teknik lipat. Yaitu kegiatan yangbahan utamanya
menggunakan cat ait dan kertas gambar. Cara kerjanya
dengan dilipat sehingga gambar akan tampak seperti
percermin.
I. Dekoratif Anak Usia Dini. Yaitu kegiatan berkreasi sesuai
dnegan imajinasi anak. Bahan untuk kegiatan ini adalah bebas
sesuai dnegan keinginan anak.
J. Piggerpainting. Yaitu kegiatan menggambar menggunakan
tangan dan cat air. Anak berkreasi bukan dengan bantuan kuas
melainkan dengan gerakan jari-jari tangannya sendiri.
2.4.3. Kegiatan Menggambar Sesuai Dengan IPTEK
A. Menggambar ekspresi. Yaitu kegiatan menggambar dengan
beranika ekspresi psikologis yang sedang dirasakan anak. Bisa
gembira, sedih, marah, dll.
B. Menggemabr kreasi. Yaitu kegiatan menggambar bebas sesuai
dengan imajinasi anak menggunakan bahan bebas sesuai
keinginana anak.
C. Menggambar kreatif. Yaitu kegiatan menggambar yang unsur
gambarnya beda dari gambar-gambar pada umumnya.
Misalnya gambar buah yang tumpah dari keranjang dll.
D. Menggambar abstrak. Yaitu kegiatan menggambara yang
hanya menggabungkan antara coretan tak beraturan. Garis tak
beraturan. Warna tak beraturan. Dan tema serta makna
gambarannya hanya diketahui oleh anak atau penggambarnya
saja.
20

2.5. HASIL, BAHAN DAN TEKNIK KEGIATAN
2.5.1. Bentuk Kegiatan Motorik Halus Anak Usia Dini
A. Menggambar besic
a. Alat dan bahan:
a) Kertas gamabar ukuran A4
b) Spidol warna-warni
c) Pensil warna
d) Penggaris
b. Cara kerja
a) Menggambar besik angka
 Siapkan kertas gambar yang telah diberi garis tepi seperti
gambar 1.

Gambar 1. Batas garis tepi pada kertas gambar ukuran A4
Buat garis dalam untuk memisah letak gambar, besik dan
nama besik. Misalnya kita akan menggambar angka 3 jadi
kotak yang diperlukan adalah: seperti gambar 2

21

Gamabar 2: struktur garis dalam untuk menggambar elemen-elem
yang pada besik angka.
 Besik angka tiga adalah garis lengkung ke kiri ada di kotak
panjang pertama dan kedua; dan kotak panjang yang terakhir
digunakan untuk menaruh gabungan dari dua garis lengkung.
Gunakan sepidol warna untuk membuat besik. Tujuannya agar
anak mampu membedakan besik awal dan akhir untuk
membuat angka.
 Gambarlah buah atau benda apapun yang berjumlah 3 karena
besik angka 3 yang dipilih. Letak gambar benda sesuai dengan
gambar 2. Pertama-tama menggambar menggunakan sepidol
kemudian diwarna menggunakan pensil warna.
 Mulai menggambar nama dan angka 3. Letak gambarnya
sesuai dengan gambar 2. Awalnya gambar dulu angka 3
menggunakan sepidol kemudian warnai menggunakan pensil
warna. Sedangkan untuk menuilkan nama ngkanya
menggunakan sepidol sesuai dengan instruksi letak pada
gamabar 2.
 Hasil akhir dari besik angka adalah sebagai berikut:

Gambar 3. Hasil akhir menggambar besik angka 3.
b) Cara kerja menggambar besik huruf
 Siapkan kertas gambar yang telah diberi garis tepi seperti
gambar 1.
 Buat garis dalam untuk memisah letak gambar, besik dan
nama besik. Misalnya kita akan menggambar huruf M jadi
kotak yang diperlukan seperti gamabar 4.

22

Gambar 4. Jumlah kotak yang digunakan untuk menggambar besik
huruf M.
Gamabar 5. Struktur susunan gambar ditiap-tiap kotak

Besik huruf M terdiri dari garis lurus diletakkan pada kotak
besik paling atas/ pertama; garis lengkung kebawah diletakkan
pada kotak besik ke2; garis lurus diletakkan pada kotak besik
ke3; garis lengkung kebawah diletakkan pada kotak besik ke4;
garis lurus diletakkan bada kotak besik ke5; dan kotak yang
terakhir adalah gabungan dari semua besik yang telah
digambarkan tadi.
Sebaiknya menggambar besik hurufnya menggunakan sepidol
agar anak lebih mudah membedakan warna pada masingmasing besik, kemudian gunakan pensil warna untuk
mewarnai gambar yang menunjukkan huruf besik dan besik
hurufnya.

23

Gambar 6. Hasil gambar besik huruf M.
B. Menggambar Teknik Tempel
a. Kolase
a) Alat dan bahan
 Kertas gambar ukuran A4
 Lem glukol
 Kertas sisa
 Rautan pensil
 Krayon
 Kulit telur
 Daun cemara
b) Cara kerja
 Semua bahan di temple terlebih dulu dan direkatkan
dengan lem atau kawat
 Setelah penempelan bahan selesai (penempelan
disesuaikan dengan bentuk gambar yang akan
dibuat)
 Diberi warna supaya menjadi suasana; situasi; dan
kondisibaru yang belum pernah terpikirkan dan
terbayangkan, sebelumnya.
 Hasilnya menjadi karya seni yang ekspressif original
dan unik bagi pembuatnya.

24

Gamabar 7. Hasil karya kolase
b. Mozaik
a) Alat dan bahan:
 Kertas gambar ukuan A4
 Manik-manik baju
 Lem glukol
 Krayon
b) Cara kerja
 Buatlah rencana gambar yang akan di hias dengan teknik
mozaik
 Tempelkan bahan atau potongan yang dipakai untuk
menutup bagian gambar yang dibuat
 Perhatikan gradasi warna supaya bentuk gambar menjadi
jelas
 Beri tambahan warna diluar gambar mozaik menggunakan
krayon.
 Hasilnya menjadi karya seni yang realis, komunokatif dan
edukatif. Seperti gamabra 8.

25

Gambar 8. Hasil karya seni dengan teknik mozaik.
c. Montaso
a) Alat dan bahan:
 Kertas gambar ukura A4
 Krayon
 Poto jadi/ gambar yang telah dipotong
 Lem glokol
b) Cara kerja:
 Tempelkan guntingan gambar pada tempat yang disediakan
sesuai dengan keinginan
 Lengkapi tempelan gambar dengan menambah gambar
yang anak bias buat
 Lengkapi hasil tempelan dengan memberi variasi supaya
Nampak komunikasi antar gambar satu dengan lainnya.
 Berilah warna sesuai kondisisi yang diperlukan untuk
menampakkan cerita pada gambar
 Hasil gambar menjadi cerita baru yang belum pernah
terpikirakan sebelumnya (dengan ekspresif yang unik )

Gamabar 9. Hasil menggambar dnegan teknik montaso.
2.5.2. Kegiatan Gamabar Anak Usia Dini
A. Teknik inblok.
a. Alat dan bahan
 Kertas gambar ukuran A4
 Benang ukuran 50 cm
 Cat air
26

 Air putih
b. Cara kerja
 Buatlah adonan warna yang kamu inginkan
 Celupkan benang secara merata kedalam adonan warna
yang telah dibuat
 Letakkan benang yang telah diberi warna ke atas kertas
gambar. Bentuk benang sesuai lekukan yang anda
inginkan. Sisakan sedikit untuk ditarik nanti.
 Setelah selesai membentuk lekukan tutup kertas gambar
dengan kertas gambar lain dan tekanlah. Kemudian
tarik sisa lekukan benang.
 Jadilah gambar dengan teknik inblok, seperti gambar
10.

Gambar 10. Hasil jadi menggambar dengan teknik inblok
B. Teknik tetes.
a. Alat dan bahan
 Kertas gambar ukuran A4
 Cat air
 Air putih
 Sedotan aqua kecil
b. Cara kerja
 Buatlah adonan warna yang diinginkan menggunakan cat
air
 Kemudian buatlah titik-titik warna diatas kertas gamabar
sesuai dengan kreatifitas anda. Dengan cara meletakkan
ujung sedotan kedalam cairan warna. Tiup sedotan
kedertas gambar.
27


Arah tiupan lurus kebawah, atur tetesan sesuai dengan
kreativitas.
Jadilah gambar dengan teknik tetes seperti gambar 11.

Gambar 11. Hasil menggambar dengan teknik tetes.
C. Teknik tiup
a. Alat dan bahan
 Kertas gambar ukuran A4
 Cat air
 Air putih
 Sedotan aqua kecil
b. Cara kerja
 Buatlah adonan warna yang diinginkan menggunakan
cat air
 Kemudian buatlah titik-titik warna diatas kertas
gambar sesuai dengan kreatifitas anda. Dengan cara
meletakkan ujung sedotan kedalam cairan warna. Tiup
tetesan warna dikertas dengan sedotan.
 Kreasikan arah tiupan sesuai dengan kreativitas dan
imajinasi anda.
 Jadilah gambar dnegan teknik tiup seperti gambar 12.

28

Gambar 12. Hasil menggambar dengan teknik tiup yang indah dan
kreatif
D. Teknik Stignograf.
a. Alat dan bahan
 Pensil
 Kertas gambar
b. Cara kerja
 Buatlah gambar yang anda ingikan menggunakan
titik-titik yang akan membentuk gambar tersebut.
Misalnya membuat bunga dengan titik-titik yang
berbentuk seperti bunga.
 Kemudian hubungkan titik satu dengan titik yang lain
dengan cara menarik garis. Berikanlah angka pada
titik-titik yang telah disambung dnegan garis. Jadilah
stignograf bunga seperti berikut:
Gambar 13. Hasil menggambar teknik stignograf bunga.

E. Teknik Cocok
a. Alat dan bahan
 Gambar stignograf yang telah diberi warna
 Lem glukol
 Kertas gambar ukuran A4
29

 Gunting bergerigi atau jarum
b. Cara kerja
 Potonglah gambar stignograf dengan gunting zigzag
menjadi beberapa bagian
 Rekatkan potongan gambar sesuai dengan gambar awal
diatas kertas gambar menggunakan lem.
 Jadilah gambar cocok yang indah dan kreatif

Gambar 14. Hasil gambar menggunakan teknik cocok.
F. Teknik Stempel.
a. Alat dan bahan
 Gambar stigograf yang telah digunting.
 Kertas gambar
 Kerayon
b. Cara kerja
 Berilah warna setebal mungkin menggunakan krayon
pada pinggiran gambar stignograf yang telah
digunting.
 Letakkan gambar stignograf yang telah diberi warna
keatas kertas gambar.
 Ratakan warna yang ada dipinggir gambar stignograf
kedalam kertas gambar menggunakan jari telunjuk.
 Setelah selesai diratakan angkat gambar maka akan
jadi stempel sesuai dengan gambar stignograf yang
telah ditempelkan tadi.

30

Gambar 15. Hasil menggambar teknik stempel.
G. Teknik lipat.
a. Alat dan bahan
 Cat air
 Air putih
 Kuas
 Kertas gambar ukuran A4
b. Cara kerja
 Sebelumnya lipat kertas gambra menjadi duabagian,
melipatnya sesuaid engan keinginan, bisa kesamping
keatas maupun keujung kertas gambar.
 Buat adonan warna sesuai dengan keinginan.
 Kemudian tuangkan imajinasi anda dalam bentuk
gambar, menggunakan cat warna yang telah
disediakan diatas sisi lipatan kertas gambar. Berikan
cat warna yang sangat tebal.
 Kemudian lipatlah kertas sesuai dengan lipatan awal.
Tekan dan bukalah lipatannya.
 Maka akan jadilah gambaran dengan teknik lipat yang
unik dan menarik seperti gambar berikut

31

Gamabar 16. Hasil menggambar dengan teknik lipat
H. Dekoratif Anak Usia Dini.
a. Alat dan bahan
 Kertas gambar
 Pensil
 Krayon
b. Cara kerja
 Buatlah sketsa gambar dekoratifsesuai dnegna
keinginan anda. Ciri gambar dekoratif AUD adalah
gambar yang lucu dan simpel. Misalnya seperti
roncenan bentuk bangun-bangun datar; roncenan
bunga-bunga beraneka warna dll.
 Selesai menggambar sketsa mulailah mewarnai sketsa
dengan warna yang sesuai dengan kreatifitas agar
timbul suatu cerita dalam gambar yang dibuat.
 Setelah selesai jadilah gambar dekoratif AUD yang
unik; kreatif dan menarik seperti gambar 17.

I.

Gambar 17. Hasil karya menggambar dekoratif AUD
Piggerpainting.
a. Alat dan bahan
32

 Kertas gambar ukuran A4
 Cat air
 Air putih
b. Cara kerja
 Membuat adonan warna sesuai keinginan
menggunakan cat air dan air yang telah disiapkan.
 Kemudian letakkan adonan warna yang telah jadi
diatas kertas gambar. Dan mulailah menggambar
sesuai dengan keinginan menggunakan jaritangan.
Sesuai dengan aturan menggambar teknik
pigerpainting yaitu menggambar menggunakan jari
tangan dan cat air.
 Maka akan jadi sebuah gambar yang kreatif.
imajinatif, unik dan menarik, seperti gambar berikut.

Gambar 18. Hasil menggambar dengan teknik piggerpainting.
2.5.3. Kegiatan Menggambar Sesuai Dengan IPTEK
A. Menggambar ekspresi.
a. Alat dan bahan
 Kertas gambar ukuran A4
 Krayon
 Pensil
b. Cara kerja
 Buatlah sketsa gambar pada kertas gambar yang telah
disediakan. (sketsa sesuai dengan kaidah menggambar
ekspresi yaitu menggunakan efek-efek agar gambar
terlihat lebih hidup)
33


Selesai membuat sketsa kemudian warnailah gambar
menggunakan krayon.
Maka jadilah gambar ekspresif yang kreatif , realis dan
lebih hidup, seperti gambar berikut. Butiran air pada
gambar 19 yang membuatnya semakin hidup dan nyata
seperti didalam air.

Gamabar 19. Hasil menggambar ekspresi sesuai dengan IPTEK
B. Menggembar kreasi atau dekoratif IPTEK.
a. Alat dan bahan
 Kertas gambar ukuran A4
 Objek gambar nyata. (sesuai dengan kaidah gambar
dekoratif IPTEK yaitu gambar yang nyata; memiliki
nilai komunikatif dan edukatif yang jelas)
 Krayon
 Pensil
b. Cara kerja
 Menyiapkan objek gambar yang nyata. Bisa mencari
lewat internet maupun benda-benda yang ada
dilingkungan sekitas.
 Kemudian buatlah sketsa gambar menggunakan pensil
dan kertas gambar
 Setelah itu berilah warna pada sketsa gambar yang
sudah jadi menggunakan krayon.
 Maka jadilah gambar dekoratif atau kreasi yang sesuai
dengan IPTEK, realis; edukatif dan komunikatif.
Seperti gambar berikut
34

Gambar 20. Hasil menggambar dekoratif IPTEK
C. Menggambar kreatif.
a. Alat dan bahan
 Kertas gambar ukuran A4
 Krayon
 Pensil
 Objek gambar (sesuai dengan kaidah gambar kreatif
IPTEK yaitu gambar yang nyata; memiliki nilai
komunikatif dan edukatif yang jelas)
b. Cara kerja
 Buatlah sketsa objek gambar yang telah disiapkan
menggunakan pensil dan kertas gambar
 Selesai membuat sketsa gambar, kemudian mewarnai
sketsa gambar.
 Maka jadilah gambar kreatif IPTEK yang kreatif; unik;
komunikatif dan edukatif. Seperti gmabar berikut,

Gamabar 21. Hasil gamabar kreatif IPTEK yang unik; komunikatif
dan edukatif.
D. Menggambar abstrak.
a. Alat dan bahan
 Cat air
35

 Kertas gambar ukuran A4
 Air putih
 Kuas
b. Cara kerja
 Buatlah adonan warna sesuai dnegan kreatifitas
menggunakan cat air yang telah disediakan
 Mulailah menggambar diatas kertas gambar
menggunakan kuas dan warna yang telah disiapkan.
 Kaidah menggambar abstrak adalah gambaran
sembarang terdiri atas garis; titik dan warna yang
takberaturan. Makna gambarannya hanya diketahui oleh
penggambar atau pelukisnya.
 Seperti gambar berikut

Gamabar 22. Hasil menggambar abstrak yang nik dan menarik.
2.6. PENILAIAN
Penilaian hasil kerja siswa dengan lembar kerja observasi;
lembar kerja tanya jawab dan portovolio.
a. Lembar kerja observasi berfungsi sebagai pengamatan
seberapa jauh kemampuan anak untuk mengerjakan
tugas kegiatan menggambar yang telah diberikan pada
anak.
b. Lembear tanya jawab berfungsi sebagai pengukur
seberapa besar kemampuan anak untuk memahami
gambar yang dia buat.
c. Lembar portofolio berfungsi sebagai tempat untuk
mengumpulkan seluruh hasil kerja anak.

36

BAB III
PENUTUP
2.1. KESIMPULAN
Menggambar merupakan kegiatan yang
menyenangkan bagi anak. Dengan menggambar anak bisa
mengeksplor semua hal yang mereka imajinasikan. Dengan
menggambar anak bisa mengekspresikan secara nyata semua
hal yang mereka rasa dan yang mereka pikirkan. Menggambar
merupakan sarana pengembangan motorik halus bagi anak.
Tidak hanya itu menggmabar juga sebagai sarana untuk
menyeimbangkan kondisi psikologis atau kondisi jiwa anak.
Menurut Fliber “belajar sambil bermain bisa mengembangkan
pola pikir anak menjadi lebih kreatif. Karena imajinasi akan
mengembangkan kecerdasan anak”. Dan menggambar
merupakan kegiatan yang sangat menunjang kreatifitas dan
perkembangan motorik halus anak. Sehingga kegiatan
menggambar ini sangat cocok diaplikasikan dalam
pembelajaran
2.2. SARAN
Penulis berharap harapkan pembaca umum dan
pendidik mampu mengaplikasikan kegiatan menggambar ini
dalam proses pembelajaran. Pembaca juga berharap agar buku
pandun ini bisa berguna sebagi petunjuk teknis pelaksanaan
aktifitas menggambar bagi anak usia dini khususnya anak usia
4-6 tahun.

37

DAFTAR PUSTAKA
1. Materi mata kuliah pendidikan menggambar semester III yang
dibina oleh bapak I Made Seken
2. Kuntjojo, 2011, Pengembangan Seni Di Taman Kanak-Kanak,
www.google.com,
http://nuz4nt.blogspot.com/2013/10/perbedaan-karya-senimurni-dan-karya.html , 5 desember 2014
3. Nurul Zantoso Blogger's. 2013, Perbedaan Karya Seni Murni
Dan Karya Seni Terapan, www.google.com,
http://kunt34.blogspot.com/2011/10/pengembangan-seni-ditaman-kanak-kanak.html , 5 desember 2014.
4. Taswadi, Menafsirkan Perkembangan Anak Melalui
Gambar, www.google.com ,
http://file.upi.edu/Direktori/FPBS/JUR._PEND._SENI_R
UPA/196501111994121-TASWADI/lusi.jurnal.pdf, 26
november 2014.
5. Direktorat Pembina Taman Kanak-Kanak Dan Sekolah Dasar.
2007. Pedoman Pembelajaran Bidang Pengembangan Seni Di
Taman Kanak-Kanak. Departemen Pendiidkan
Nasional:Jakarta.

38

LAMPIRAN

gambar 1 besik angka dan huruf

gambar 2 kolase, montase, mozaik

gambar 3 teknik imblok, tetes, tiup dan lipat

39

Gambar 4 teknik piggerpainting, stempel, stignograf, dekoratif
AUD, cocok

Gambar 5 teknik dokoratif IPTEK, kreatif, ekspresi, abstrak

40

Biodata Penulis
Nama

: Dinda Ayu Setiya Ningrum

Tempat/ Tanggal Lahir : Nganjuk/ 05 Januari 1995
Pendidikan
: Jurusan Kependidikan Sekolah
Dasar Dan Prasekolah Prodi Pendidikan Guru Pendidik
Anak Usia Dini Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas
Negeri Malang
NIM/OFF/SEMESTER : 130153600724/ A3/ III
EMAIL

:dindaayu077@gmail.com

FB

: Dinda Ayu

Twitter

: @Dindaayu_B

41