You are on page 1of 78

:

d* g g ;
&
F # f $r

,}

&a{

*-

& rh
"d.#
qF*
*t S'"$

#e
,l,, $,,#*
.,8:y

,:;,% -

ITAYAMWURUK, Nrlo. 1 1 X.X

.4r

$ .&

;
*&7
.${ ,w

"kff{

2-010

'I
rs

lg
.&

A
h,

:1

3.
a
r
,

q.-i
* q"
3
B
B*.,
*."
x
g* ' d
**
ff

#
&,
du

' ls s'q I #*

.$6*dn'
.i.; * *
1,"
lita&!&b
,Bi
{"ld

'1{'.

B t&

* #,

& w &k

l*q"& {,h

!a.'ra
{ \" 1.- rS
S r

Rp. 15,OCI0,-

NOBODll,f
PBOPEBI?
sTOP
TRAFT'ICKING!

l}OU ABE
?OUB'EtF
Trene Fernandez/ Awam

Iklan Layanan Masyarakat ini dipersembahkan oleh Lembaga Pers Mahasiswa Hayamwuruk

",f
t

l
tF

S,9I!::Si::Aa':ir!

"Sejarah memang verslnya


yang menaog. Lha, gimana,
kalah kok njalak selaraht" sebuah

kalimat menggelitik di benak


seseorang,vang diucapkan oleh
seorang guru besat sejatah dari
Surabaya. Sejarah versi yang
meflang mengisyaratkan seiarah
adalah milik sekelomPok atau
segeJintir orang yang memiliki
kekuasaan.

Perkatrrn sciarrwan itu


mungkin benar adanya. Lihat
saja, buku-buku karYa anak negeri
).ang mencoba mengungkap
sejarah bangsanya dicekal,

dilarang bcredar karena dianggap


mengganggu ketcrtiban. Nlulai
dari era Orde Lama, tedebih

Otde Baru hingga sekarang


bermacam-macam buku dllarang.
,

Havamwuruk

Di penghujung tahun 2009 1alu,


[ma buah buku dilarang beredar
oleh I(ejaksaan. Sebelumnya
pada kurun 2007 ribuan buku
sejarah SN{P/MTs dan SMA/
XtlA ,vang tidak memuat G 30

S/Pl(l

dibakar. Fen,,mena ini

menjadi suatu bukti bahwa


kekuasaan adalah pemenang.

Rakyat hanya bisa mengalah


dan pasrah. La1u, "apakah sava
tak dapat meflgenyam seiarah,
sejarah yang benar benar jujur?"
Tanva seorang kervrn kemi seat
bertandang

l<e

rumrh krmi,

kantot Hayamwuruk.
I{ami rerdiam, memutar otak
terus memikirkan pertanyaan
kauan kami. Tapi, tak satupun
dari kami menjawabnya.
Entah tak tahu jawabannva,

atau memang beranggaPan

pert^rtyz t'tfly^ tak perlu dijawab.


Namun, salah seorang di
anrara kami tiba-tiba berucap.
"seiarah memang ditulis untuk
dan ,,leh penguasa mclalui orangorangnya". Beberapa di antaru
kami telingannya memerah
mendengar ucapan teman kami
itu' Sebenarnl'a kami tak matah
kepadanya, tapi kami marah Pada

I{ami geram kepada


mereka yang menggunakan
kekuasaan sewenang-wenang.
Tapi, kami tak dapat berbuat
keadaan.

^P^-^p^.

Tengok saja kawan, realita


yang ada. Nlulai dari Eropa,
Amerika, hingga Asia kekuasaan
menampakkan kecongkakannva.
Atas nama kekuasaan, ribuan

HAYAMWURUK, No.

|/XX/207O I

buku tak berdosa dibakar. Atas


nama kekuasaan, beberapa buku
dilarang beredar. Atas nama
kekuasaan pula, sejumlah buku
dalam pengawasan. Fenomena
kesombongan kekusaan itu
juga terjadi di bumi lndonesia
tercinta.

Mata kawan kami iru tiba-tiba


berkaca-kaca, tapi tak sampai
menitikkan au mata. Perasaannva
tersentuh, hati nuraninya
bergolak. "Kenapa semua iru
bisa terjadi? Kenapa mereka
melakukan ini semua?"
"I(awan, ternyata demokrasi
di negara ini belum juga

ditegakkan," tambahnya.
I{ebebasan berkarya belum
juga terjamin. Hak Asasi
manusia yang sering digembargemborkan belum juga tampak.

Buku buku yang mengungkap


kebenaran, namun menyinggung
kekuasaan tiba-tiba menghilang
dari peredaran. "untung han1,a
bukunla. kalau orangnla juga
ikut menghilang glmana k-a1a
dulu, zaman Orde Baru?" celetuk
salah seorang te4ran.

N{engingat era sebelum

reformasi dulu, buku-buku


tak sepaham dengan penguasa
tiba-tiba menghilang bersama
penulisnl,a. Pembredelan
demi pembredelan terjadi di
mafra-mana. Beberapa penulis
kemudian mencari jalan lain dan
mencoba menulis kenyataan
tersebut melalui 1lksi, novel.
Semisal Pramoedya Ananta Toer
dengan karya-karyanya, Seno

Gumira Aji Darma dengan Saksi


Mata nya, d)1.
Nlenurut Dr. Baskara T.
S(/ardaya, alasan para penulis

2|

menulis peristiwa sejarah dalan'r


bentuk liksi karena tekanan dari

kami mengadakan rapat dadakan


mcmbahas tindakan selanjurnla.

penguasa. I(emungkinan ada

Kami meiaporkannya kepada

ketakutan dibenak penuJis jikalau

polisi dan takada tindakan

menul.is buku sejarah, meskipun

apapun. Pembaca, untungnya


semua data telah dikopi oleh
semua pengelola yang memiliki

dia memiliki data sejarah


yang benar. Berarti kekuasaan
merepresi seseorang untuk
menulis kenyataan.
Pembaca, pemberedelan
juga kami alami sendiri karran.
Kami sebenarnla tak rngin
mengatakan ha1 ini tapi, ha1
ini harus kami katakan kepada
pembaca. Ada sekelompok
arau seseorang yang tak ingin
majalah kamr, H a1 a m u a ru k te rb.:'.
Awalnya kami tak ingin menudul:
atau menyalahkan siapapun,
semata-mata keteledoran dan
kesalahan kami. Pembaca, cpu
kami hilang. Hai rtaas itu antar;l
Minggu sampai Senin di au.al
Bulan Pebruarr 2010. Keberulan
Minggu pagi itu saya mengedit
tulisan yang baru disetorkan salal'r
satu teman kami. Saya sadar betul
telah mengunci pintu dan jendela.
Serun pagi, salah satu teman
kami ke kantor untuk mengedk.
Dia terkejut melhat cpu tak
ada ditempatn_va. Dia berusaha
menghubungi teman-teman
yang lain dan semua teman kami
mengatakan tidak tahu, termasuk
saya. Akhirnya diputuskan cpu
kami dicuri orang. Pembaca, hal
ini sangat aneh. I{enapa vang
diambil pencuri itu hanya cpu
lang bcrlsi semua data rrhasie
Llayamuaruk. Padahal ada barang
berharga vrng lain sclain iru.
Semisal mesin printer baru d11.
Tahukah pembaca, 90 u/o frle
tulisan siap terbit majalah kami
ini ada di sana. Senin malamnya

HAYAMWURUK, No. 1/XX/2010

Sal

komputer. I{ami pun merasa


lega dan tetap optimis akan
menerbitkan majalah.
Tiga minggu berselang,
uba-tiba cpu kami ditemukan

.lel^ salah saru UKM. Terima


kasrh kami ucapkan kepada
.rng menemukannya. Tapi.

'.

rsi:nla sudah tak ada. Aneh tapi

:r.rra. Krm-r mencoba posilif


:; i,: king. Semoga hardisk yang

rq:-:-i ral'asia

H ayamwttrak

:ernanfaat bagi pencuri itu dan


s.:Il.rga pencuri ifu sadar tidak
:reiakukan hal semacam itu 1agi,
:crlebilr rnengembaLikan hardisk

r:ni

pada rempatnya semula.


kami tetap dapat
rerbit c1.-ng:n segala keterbatasan
clan pemorc.,. dapat menyelami
semu: :-,i-rs:-r kami.
P;::r-a --.c,.. k:trni mencoba
lneig::D:-: b.ber,rpa
perm:is.il,::r.r:r di :tas dalam
r-r-rri;rl.rh rn:. K.tr-l-i sadar tak ada
\':lnq ser.llpur:r.i Cari penggarapan
m:Lirhh k.r::r. Enuh dari
beber,ip:r lipu::n kami dan
1.

)..:

tt d r r I I lti lt.

keterl'.rmbrr-Ln rerbit. Tapi, kami

tetap opdn-ris drn mencoba


tetap eksis. Kami berharap keiak
perjuangan kemi akan dilanjutkan
para penerus Ha_tdltlwruk, adik
adik kami. Ak}rir kata, selamat
membaca dan salam -f apere aude !

PenirQin Redaksi
Eka Hai.rma IV.

t -'_

--

ia

Saksi seiarah Y^rrg membisu


dan mati

!u
b
aI;].i

u
t

"Bangsa yang besar adalah


bangsa yang menghargai
pahlawan dan sejarahnYa".
Sebuah kata-kata biiak Yang
membuat orang terPeranga

taPi

saat mendengarnYa. .l ronisnYa


menyikapi hal ini sangat

lIl
rul

r'
i3s

memprihatinkan. Saat sava masuk


daiam iurusan Seiarah UndiP,
saya sempat menYangsikan akan

r lag:,

jadi apa saya kedePan. TetaPi


setelah saya melewati satu
semester ini, saYa menemukan

rrdisk

kebanggan masuk Jurusan

rlr-

Sejarah. Melihat banYak anak

ryar

bang:a yang sudah mulai


melupakan seiarahnYa, mata
dan hati saya menangis saat

r dan

drk

4.tf,sa1n

hd

c;da

bangunan-bangunan bersej arah


dipugar dan dijadikan bangunan
berringkar demi sebuah materj
beiaka. Laiu, akan dikemanakan
genetasi muda kita saat mereka

uf,Pao

ingin menguiang sejarah kejavaan

).i
1

masa lalr,r nenek moYang mereka?


salahkan iika kebanYakan

k-1mi

Jangan
remaia zaman sekarang lebib
senen[J menghabiskan waktu

di mall atau

;Cili
rL}I
, ,r-i, !

pengaiaran seiarah.

.r ta

lia

selanjutnya. Hotel itu akan


dijadikan hotel baru dengan
dalih meningkatkan devisa
daerah. Hotel itu meruPakan
cagar budaya kota Salatiga.

Namun, dengan entengnya


mereka, pemerintah dze:ia,h,
mengatakan bangunan ini sudah
tak layak huni. Jika kita cermari'
bangunan ini bisa direnovasi.
Akhirnya, iika semua benda
cagar budaya

ini dihancutkan

akan dikemanakan negara kita


yang kaya akan seiarahnYa ini?
Lama-lama semua bangunan
peninggalan sejarah akan dibuat
baru dan kita sehagai generasr
muda hanya bisa diam melihat
keiadian ini tanPa melakukan
perlawaflan aPaPun.'A1ro, kita
buka mata hati dan telinga.

Lakukan Pencegahan secara


dinil lika kita tidak mau mera$/at
clan melestarikan u'atisan nenek

mo)xng ini lelu siaPr legi lrng


akan melestarikanva?

bernninPlal'

kelak
h:utkan
,

Blomeinsten di Salatiga
menjadi korban Penghancuran

n kar ena sarana fasilitator

Ilta Farida

Tengoh saja, Hotel

nnYaVWUnUK. No' !/XX/2O|O

Daftar Isi
Dari Redaksi

Surat Pembaca. 3
Opini Redaksi 5
Seni Budaya
Congrock. Musik Asli

semarang

Laporan Utama
Seiarah, Fakra yang

Terenggal

Ketika Sejarah Melebu,:

dalamFiksi 1B

&tikd'Utama

:.,., :Meag*pa Kita Masih


,, :',:&femerlukan Novel
,.

Pro{ Drs. Soidjarwo ,49i',

.S4.r*bt,,.25

'W'awancara

PerangFekta dalam Fiksi 30

,Vh.wansa"r*,Ut*ma

Sosok

Mamtt
S,, lvlahavana
35
., , /
i....:.....
RergSi.tad!
39
',
,
...

J"rirg
Universiry Teaching
Hospitall Ivlengeiar Mimpi
Meniadi Universiras

tuset 45

Arswendo

Lepas
Atmowiloto 55

Peran Kehidupan
Berrahan agar Tak Tergerus

Zaman 60

Cerpen
Pelangi di

tpisenja

65

Tinjauan Pustaka
S

UICIDE: Potret Kekaiahan

Perempuan 68

Obrolan Joglo Sastra 68

L.nbrsr Pers Mahasiswa (LPM)


Ilnu Budalr Urrr:rrri-is Diponegoro

Malalah Hayamwuruh dkerbitktn oleh

HKYAIVIWUHUK

Hayamwuruk Fakultas

Tetbit Perdana: 1985


ISSN:0215-1533
Izin Terbit: S.K. Rektor No. 57/SK/P

Desain sampul olch

Toni Malakian
Redaksi menerima suobangan naskah/artikel. Dikerik rapi
maksimal 10 halaman tblio clilengkapi foto dan fotokopi idcntitas
diri (KTP/KTN{) vang ma-.ih beraku. Isi tulisan tidak harus sesuai
dengan pendapat redaksi. Redaksi berhak mcntundng naskah tanpa
mcngubah maksud dan jsi tulisan. Naskah dapat langsung dikirim
ke ledaksi atau r.ia email.

1'0:)

l.rs-

Pelindung: Dekan Fakultas llmu Budara L'n]...:jirrs Diponegoro


Pemimipin Umumr Erwin iWicaksono
Sekretris Umum: Nrrrani Prr.li rrrrrri
Pemimpin Redaksi; !,ka Harisrna Vrardani
Redaktur Pelaksana: Ainia Prihantini
Staf Redaksi: AvrL Maylani, Dian Hijrivanrl. Ika \\.rli-u. Mulyati
Pemimpin Perusahaan: Zurnala Nahari
Staf Perusahaan: Ira Yuliana, Alvin L, Nurul Hikrnah. Sandi T, Ponco \W
Pemimpin Lirbang: Diarr Hi.jriyanri
Staf Litbmg; Nitya Gema lrisna Yudha
Artistik/Desain Grafis: Erlvin \Ticaksono. Kurniarvan Pramanto. Toni
Malakian (kontributor edisi ini)
Alamat Redaksi: Pusat Kegiatan Mahasisrva (PK1vl) Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Diponcgoro,.fl. Hayam \furuk No. 4 Semarang 50241
Telp/Fx: (024) 8311444
Email: redaksi6lpmhayamwrLruk.com
W'ebsite; http://m.lpmhayamwuruk.com

Dua Sisi S.jarah


I
ffi enulisan ulang cataten
'l L-l .arntrn sejarah menjadi
rl/f,.rr,ut
fiksi saat ini marak
dflk.,ku., oleh novelis.

Sebagai

bukti autentik atas kejadian

1'ang

berlangsung pada waktu lamPau,


sejarah diubah menjadi bentuk
rekaan. Sejarah yang dituliskan
l<e dalrm cerita rckaan diranggapi

Erwin'Wicalsono

dijadikan sebagai rujukan sejarah?

individu.

Radhar Panca Dahana


berpendapat bahwa sastra
sejarah, sama halnya dengan
karya sastra lain harus diPandang

Perbedaan dalam menafsirkan


teks sastra adalah satu alasan
mengapa karya sastta tidak

sebagai karya fiksi. Menututnva,


antafa sastra dengan seiarah
terdapat perbedaan yang jelas'

beragam, baik oleh kritikus

I(atya sastra, sebagaimana karYa


seni lain, memiliki kebenaran

maupun pengaranc. Scbagai


karya sastra, ia meruPakan karYa

yang bersifat abstrak. Yang


boleh ditafsirkan berbeda antara

flksi yang berasal dari imaiinasi


pengarang. Namun. tidak iuga

saru orang dengan yang lainnya'


Sedangkar-L sejarah, termasuk

dapat dianggap sePenuhnYa fiktif,


karena sastra seiarah mengacu
pada data-data yang ada. Maka,
apakah sastra seiarah daPat

ke dalam kategori ilmt (uience)


mempunyai kebenaran yang
sifatnya empirik. I{ebenarannYa
tidak boleh berbeda antar

dapat dijadikan rujukan seiarah.


Penyebab munculnya Perbedaan
tafsir atas teks sastra akibat
petbedaan pemahaman Pembaca.
l(epenringan masing masing

individu yang berbeda-beda,


sehingga teks sastra ditafsirkan
berdasar pada kesesuaiannYa
dengan keyakinan Penafsir
(pembaca).
Sebagai hasil rmaiinasi

pengarang, sastra, meskipun


berasal dari bukti-bukti sejarah
yang valid ridak dapar direrima

HAYAMWURUK, No. 1/XX/2O70

begitu saja sebagai bahan


rujukan. Pengaruh pengarang
dalam membentuk keseluruhan
cerita berperan besar dalam
sebuah karya sastra. Akibatnya,

keautentikan data- data dalam


ka.tya sastra pedu dipertanyakan.
Muhidin M. Dahlan,
berpendapat sebaliknya. Bagi
dia, selama data-data yatg
ada dalam karya sastra dapat
ditelusuri ieiaknya, bisa saja

dijadikan sebagai rujukan. Dia


mencontohkan htra /ogi Baru
karya P ramoedya Ananta Toer
dengan I n do n e si a M e ngagat katya
Soekarno. Menurutnya, alasan
mengapz- Pram tidak pernah
menyebut kzry any a s eb agai kary a
se,arah karena selama proses
penulisan, Pram tidak memil-iki
sumber bagi tulisannya. Berbeda
halnya dengan Soekarno, yang
meskipun sama-sama dtpenjara
saat menulis, masih memperoleh
bacaan lewat buku-buku yang
dibawakan istrinya.
Sejarah, sebagai cabang

ilmu

pengetahuan, memiliki kebenaran


yang sifatnya mudak. Yang pasd.
Yang, seharusnya tidak pedu lagi
diperdebatkan.
P ada

keny ataannya,

ilmu

pengetahuan kerap kali


diperdebatkan. Contohnya
fisika, cabang ilmu pengetahuan
yang sering dianggap sebagai
iJmu pasti pun mengalami
perkembangan. Muncuhya satu
teori tidak lantas diterima begitu
saja oleh iimuwan. Kebenarannya

memerlukan pembuktian.
Bahkan. kadang satu teori yang
sudah baku sekalipun tidak dapat
dipakai memecahkan persoalan
tertentu. Serjng juga tetjadi satu

teori bertentangan dengan teori


\atnny a, me skipun berada pada,

ranahkajrzn yang sama.


Berbeda halnya dengan
fisika, sejarah bukan ilmu pasd.
Bukti-bukti atas kebenarannya
didasarkan pada data- data
yang tercetak dalam dokumendokumen atau lewat cerita-cerita
pelaku sejarah, saksi seiarah atau
keturunannya.
Laotas, apa yaflg
menyebabkan kebenaran dalam
s ejarah petlu dipertanyakan?

Kepentingan kekuasaan
adalah salah satu sebabnya.

dengan penguasa, dilakukan


agar tidak muncul pemikiran
di masyarakat mengenai benar
tidaknya kejadian yang telah
bedalu, satu-satunya kebenaran
yang harus diyakini masyarakat
adalah kebenaran versi penguasa.
Masyarakat digrring untuk
meyakini kebenaran hanya dari
saru sumber.
Pemberangusan ide dengan
membakar buku tidak teriadi
dewasa ini saja, jejaknya dapat

ditelusuri sampai pada zaman


Persia kuno. Pengekangan

Pada banyak kasus, perganrian

betpikir hampir selalu


ada dalam setiap peradaban.

kekuasaan dari satu penguasa ke

Bahkan selalu menyertai

penguasa lainnya tidak terjadi

perkembangan peradaban.

ecara wajar. Kudeta, kerap

di j adikan

ar

z mendap atkan

kekuasaan.

Untuk melanggengkan
kekuasan, penguasa baru sering

kali berusaha menghapus


catat^n-c^t^t
yang berkaitan
^n
dengan penguasa sebelumnya
serta menutupi kebenaran
dalam peristiwa perebutan
kekuasaan. Alasannya, supaya
muncul
p^n bahwa penguasa
^flg
sebelumnya salah, sehingga
perebutan kekuasaan menjadi
persoalan yang perlu dilakukan.
Caranya, dengan
memenjarakan oraflg-oraflg
yang berkaitan dengan penguasa
sebelumnya, pengindmadisaian
terhadap individu yang berusaha
membeberkan fakta- fakta, serta
yang paling jamak dilakukan
adaiah pembakaran buku.
Pembakaran buku, umumnya
buku-buku yang ditulis oleh
lawan politik penguasa

^til)yartg

dirulis tidak sehaluan ideoioginya

kebebasan

Ilunculnya kary a-kary a sastra


berlatar sejarah seharusnya dapat
disikapi dengan bijak. Terlepas
apakah isinra memang berupa
fakta sejarah, fakta sejarah yang
dibumbui iamjinasi pengarang,
atau memang murni karya
imajiner. Karena kehadirannya
memperkava warna kesusastfaan
Indonesia. Dernikian juga

buku-buku sejarah. -\4eski


isinya bertentangan dengan
pandangan umum sekalipun.
Se1a1u di buruhkan adanya
pemikiran alternatif. Karena,
pemikiran main$ream maslh
harus dibuktikan kebenarannya.
Tidak terkecuali dengan sejarah,
karetaia bukan ilmu pasti. Atau,

OlclE

Rced

memang adakah kebenaran

mudak yang berasai dari


manusia?***
-. -

^--:

\-__-

I);.<
D-i-

6I

HAYAMWURUK, No, 1/XX/2010

I
ET

f,ln

!r

Pasa.

hi

F
T

rt
D
rJalu

Estra

Lpat
Fs
pa
lN0c

tr&

sr
E2an

l/

o
Penampilan congrock dalam festival Gong Tugumuda

Congrock, Musik Asli Semarang


trya.

r'ah,
i,tau,

Oleh: Eka Elarisma $Tardani


Repotter: MulYati
abu malam selePas
isyak, empat orang
gadis berjalan menuiu
kompleks TamanBudaYa Raden
Saleh (IBRS) tePatnya dtJalan
Sriwijaya No. 29 Semarang. 30
Desember 2009 kemarin, di
pelztann sebelah utara gedung

I(i Nartosabdho

tamPak ramat.

Pertuniukan musik keroncong


tengah digelar di sana. Penonton
begitu asyik menikmati alunan
musiknya. Sebagian besar
penontoo pertunjukan malam
itu adalah orang yang sudah

berumur.
ril/aktu kemudian begitu
cepat merambat malam. Musik
menderu
keroncong

memecah kesunyian malam.


Penonton tamPak begitu
terkesima dengan PenamPilan
personel keroncong malam itu'
I(eroncong malam itu tamPak
berbeda dari yang Pernah
saya dengar di stasiun radio
sebelumnya. Musik keroncong
yang cenderung lembut,
malam iru terasa berbeda'
Musik keroncong malam itu

HAYAMWURUK, No.

7/xX/20tO | 7

dipadupadankan dengan musik


pop rock, sehingga lahirlah
congrock. Malam itulzgo Gagur
mengal.tn m emecah
kesunyian malam. Suasana teflang
dengan semiJit angin menjadikan
malam begitu kidmat. Hanya
alunan musik keroncong yang
terdengar. C agur B u nga dibawakan
mereka unfuk mengenang bapak
dan guru bangsa Indonesia
yang baru saja meninggalkan

Jakarta, Medan, dll mereka tahu


Semarang ada Congrock," kata

Marco.

B a nga

Saat

tim Halamwuruk

Jantari 2010 di salah satu warung

Indonesia, khususnya merambah


ke dunia anak muda tanpa
meninggalkan keasliannya.

di TBRS, dia memaparkan

Menurumya keroncong asli iru

alasannya membentuk Congrock

merupakan suatu pengembangan.


"Keroncong awa)tya C:;rr,a ada
ttga alat musik. celo, jup, dan
gitar. Setelah itu berkembang, ada

- -:-

bass, flute, biola, macem-macem.

:-itl -r :

mew aw atcar ainy a J umat 28

Indonesia untuk selama-Lamanya.


Namun, tak tampak suasana
kesedihan di zntara penofl ton.

karcna adanya isu dua puluh


tahun lagi musik keroncong
diFrediksikan akan punah. "itu
kami sadari, karena keroncong iru
iramanya yang tidak bisa diterima
anak-anak muda. Saya sendiri
tidak bisa menerima keroncong

Hanya keharuan menyelimud


malam itu. Dengan begitu apik,
lagu iru didengungkan oleh

itu, keroncong asJ-i. Maka saya


bikin keroncong yang berselera
saya. Saya olak-alik keroncong

kelompok musik congrock.


Congrock merupakan
musik bercorak keroncong
dan rock. Marco Marnadi
adalah pendirinya. Selain iru

ini sesuai dengan perkembangan

dra |uga menjabat sebagai ketua

Dewan Kesenian Semarang


@EKASE). Kelompok musik
Congrock ini lahir berawal dari
diskusi sekelompok mahasiswa
Universitas Tuiuhbelas Agustus
Semarang di belakang Lawang
Sewu, diJalan Simpang. Tepatnya
tanggal 17 Mei 1983 kelompok
musik ini terbenruk. Mereka
akhirnya memberikan nama
kelompok mereka Congrock
1.7, karena terbentuk bertepatan
tanggal 1 7 dan personehya
berasal dari mahasiswa
Universitas Tujuhbelas.

"Congrock 17, congrock


satu-satunya di Indonesia, yang
punya hanya Semarang. Iru
sebenarnya yang meniadi ciri
khasnl,a Semarang. Dimanamana tidak ada yang ngerri

musik Semarang. I(etika saya di

8|

Marco dan kawan-kawannya


ingin menj adikan keroncong
ikut andil dalam kancah musik

zaman," tambahnya.
Namun, dengan mengolakalik keroncong asli iru
para sesepuh keroncong
meflganggapnya sebagai perusak
keroncong. "Saya dimusuhi
ofang tua, karena keroncongnya
tidak pakem. Marco merusak
keroncong, tidak sesuai dengan
tatafiafl. Keroncong kan alatnya
harus in.i ini ini. Lha. tak campuri
macem-macem. Jadi mulai
1.982 sampat 2000 iru congrock
dianggap sebagai perusak
keroncong. Akhir 2000 orangorang tua masih beranggapan
seperd iru," katarya.
Marco beranggapan bahwa
keroncong akan punah karna
orangnya sendiri. "musik kan
selalu berkembang, sesuai dengan
za;manrfftya. Kalau zaman dulu
irama mendal,u-dayrr udah sangat
bagus. Sekarangz

m flnyaorz;rtg

bekerja kalau dikasih musik


mendal''u-day-u pada gak seneng,"
jelasnya.

HAYAMWURUK, No. 1/XXl2010

Kalau mengerti keroncong Tugu


iru t-ang asli. Selain itu pukulan
keroncong juga tidak entul...
ennrl...enrul tetapi crung...
crung. . . crung," katanya.
Nama keroncong menurut
Ifarco berasal dari bunyi
musiknva, r-aitu crung...crung...
crung. \amun, keroncong yang
sekarang berbunyi entul. .. entul
merupakan keroncong jawa.

Congrock 17 memiliki
beberapa personel. Bismo,
Sumartono mahir memainkan
alat musik cak, sang vokalis
adalah

}larius Hendra, Sastro

Pamuji, dan ]larco Marnadi.


Darmaji memegang celo,
Andrianto memainkan biola,
Hendi Carur Praseh.o terampil
menggunakan kevboard, BJ
Haryanto memainkan gitaq
fuvai memegang flure. Herie
Syahrie pandai menggunakan
bass, Ferry Dhan-adi memainkan
drum. Mereka saling koordinasi
menggunakan alat-alat musik
sehingga menghasilkan bunyi
khas. Sang koordinator kelompok

musik ini adalah Hari Djoko


Santoso.

Agaknya keinginan personel

Congrock 17 terkabul. Beberapa


tahun kemudian keiompok musik

alnra

bmgan

mereka mulai melejit. Tawaran


maflggung dari berbagai instansi
maupun masy at akat mengalir.
Akhirnya mereka mencari
mataier unruk mengarur jadwal
mereka. !7ah1'u Adi kemudian
menjadi pilihan mereka, yang
cukup memiJiki nama di kalangan

aada

pemusik Semarang.

htr

Akhirnya pada7990,
Congrock 17 mulai menembus

Eik
mbah

iB-

ada

lrcem.

dapur rekaman. Mereka


megnasuki dapur Puspita Record
dibantu musisi
f akarta dengan

fTug"

rhn

Awang Arifin. Dua belas lagu


dengan label Cadi: Yang Mana
menjadi album perdana mereka.

acan Indoneian All Starberszna


mrsisi jazz ternarr, . Congrock

Tahun setelahrya,pada
1991, Congrock diundang
bos Suara Merdeka, Ir. Budi

hangat dari pemusik dan pencinta


jazz. I{arcr,a dianggap membawa
warna musik baru, Congrock
diundang mengisi acara ul.antg
tahun Pasar Seni selama dua hari,
yairu pada 21 dan28 Februari
1991. Dari situ, Congrock

Santosa dalam sebuah acara.

Dia mempertemukan Congrock


dengan Idang Rasyidi, seorang
tokoh jazz. I dang memiliki
keinginan mempromosikan
Congtock ke Jakarta. Pada 24
Februari 1991 Congrock akhirnya
manggung di Pasar Seni dalam

tertty ata mendapat sambutan

kemudian mengenal beberapa


artis nasional, dt zntannyaldaog
Rasidi, Ireng Maulana, Titik
Puspa, Indro Workshop, dil.

:
lrut
m8...
Fng
gntul

bn
I
tro
E
h,

npil
I
:

m
inkan
inasi

ft
ry1

rrpok
D

pnel

Penonton yang sedang menikmati musik congroek

Erapa

musik
I

HAYAMWURUK, No.

!/XX/2OIO | 9

Bahkan pada 199,1, Titiek


Puspa mengajak Congrock
keliling L,ropa dan Amerika Latin
selama satu bulan penuh. "\!hktu
itu dalam rangka pertukaran
budava. Sa1.a cliajak Titiek Puspa
suruh ke Jakarta. Dari Jakarta,
kami di bawa ke Jerman, Belanda,
Suriname," katanla.
Beberapa tahun kemudian

Congrock sepeti tak terdengar


gaungnya. B aru 2002, Congrock
menampakkan kembaii
kemahirannr,-a. Congrock mulai

nangkring di TVRI Jawa Tengah.


Penampilannl.a ditayangkan
dua kali dalam seminggu untuk
mengisi acara panco (panggung

congrock). Setclah itu Congrock


tak kehabisan pekerjaan. Bahkan
Gubernur Java Tengah kala
itu, H. X.{ardiyanto ikut melirik
keberadaannl,a.

Pejabat,pejabat penting
Indonesia mr,rlai mengundangnva.
Tampaknya Congrock 17
ada pada titik keemasannya.

"Tahun-tahun kemarin di Istana


Negara, saya diundang pak
SB\," kata Marco. "Ceritanya
saat jamuan makan malam
bersama Presiden RI, Susilo
Bambang Yudhoyono antara lain
di So1o, dan Losari Magelang,
Congrock menjadi sajian utama.
Saat tampil di Losari magelang,
Presiden tertarik pada kami dan
mengajak tampil di Istana Negara
pada acara peringatan Hari
kemerdekaan Indonesia tahun

suka. "Anak-anak banr.ak r-ang


seneng ketika kami main denga

lagu kubr-,ran. \nak .rr a .rla


ketika denger Congrocl., clia
dengerin dan mau menirukan".

"Yang nonton keroncong

mereka latihan di daerah

Pusponjolo Semarang. Bascaup


congrock tedetak di Pusponjolo.
"Brasannva kalar-r mau tampil,
latihan tiga kali dalam
seminggu. Tapi vang menjadi
kar.r.ri

sava

itu semua generasi, semua


gcnre. I{arena ketika sa\.a main <Li
hadapan mahasiswa, sava bergala

rlrtinitas ya kami tetep latihan


satu kali dalam sen'ringgu.
Jadwal
iatihan pun kami mgnl.s5u2lk2n

mahasisrva, dan memainkan lagu


lagu 1,ang disukai mahasisu,.a.
Saat sava main di oranEJ orang
keroncong, keroncong itu sava
orak.arik. karena keroncong irLr

para pemainn\ra," katanya.


Congrock selain musiknya
uruk, pengaturan personel saat
tampil di depan penonton,
juga menarik. Personei vang
masih muda berada pada
barisan terclepan, sedangkan
di bclakangnl.a personel yang
sudah berusia tua. Menurut
l{arco penataan seperti itu untuk

foncong ltu
saya orak-arik,
karena keroncong
itu musik yang
fleksibel bisa
masuk di semua
kalangan
musik vang fleksibel bisa masuk
di semua kalangan," lanjutnya
menggebu.
"Sa)'a 1"' menYukai
keroncong. Apapun jenis
keroncongnya, termasuk

keroncong rock. Namun

sa1'a

2006lah," tambahnya.

juga pemain keroncong, saya


sampai sekarang masih menjadi
penyanl,i keroncong," kata
Endang.

Tak hanva digemari para


pejabat, orang yang sudah
dewasa, namun Congrock juga
disukai oleh anak-anak. Menurut
Marco anak-anak banyak yang

Untuk menjadikan
penampilan keroncongnya
menawafl, Marco beserta kawan
kawannya latihan terlebih dahulu
sebelum tampil. Biasanli)'a

10 I HAYAMWURUK, No. 1/XXl2010

menarik penonton.
i\Iarco memiliki harapan
bahu,a pemain keroncong harus
mempunr.ai kredibilitas yang
memadai untuk memainkan
keroncong. I{eroncong
menurutnva ltarus tnempunl.li

musik.murik krcrtr F l ang sesuai


dengan zamefl, sesuai dengan
era, dan sesuai dengan siapa
penontonnYa.
Sebagai musik asli Indoncsia,

keroncong daprr men jrdi


kebanggaan Indonesia di kancah
musik internasional. Sekarang
tergantung bagaimana Anda,
saya, dan semua penduduk
Indonesia menanggapinya.
Apakah ikut latah rerhadap
budava musik populer, ataukah
bartgga dan menghargai budaya
dan karr-a anak negeri sendiri?
Jarvabannva ada pada diri Anda

sendiri.***

a-

G
(d

:il

Sejarah, Fakta yang TerPenggal

il-ii
I

Oleh: Eka Harisma \X/atdani


Reporter: Eka H, Ainia P Dian

H, Er"win \\'
Esia,

aksi itu karena menurut mereka


aksi tersebut meruPakan tindakan
tak beradab.
Massa FAK itu terdiri dari
Ce ntre fo

si a Co m m

unilt

Stadie: (CICS), Front Pembela

(a,eptember 2009 hlu.

rcah

r ln don

Agnstus: Sebuah Kesaksian Pelakt

Islam fPI) Surabaya, Forum


Madura Bersatu (Formabes),
Pelajar Islam Indonesia (PI!,
Ftont Pemuda Islam SurabaYa
(FPIS), Majelis Ulama Indonesia

i?

(arah karva Soemarsono.


Pembakaran itu dilakukan massa
yang meflgatasnamakan Front

Ukhuwah Islamiyah (FU!,


DHD '45 Cabang SurabaYa,

da

Anti Komunis (FAI!

anggota Legiun Veteran RePublik

online. khususnYa

\6-.a,,
ft sttLrs lndoncslaDuKu.

Mm ramai mcmbicarakan
pembakaran buku

rh
l\.a

Re

Yu

/u

aksi

si

SurabaYa.

Sebagian besar Pembaca sirus

tersebut memberikan t^rtgg Pafl


dan komentar mengenai aksi
tersebut. Mereka mengutuk keras

(X{UI) Jawa Timur, Front

Indonesia GVRI), serta beberaPa


kelompok lainnya. Aksi demo
itu berkaitan dengan Protes atas
artikel tentarig seiarah dan masa
HAYAMWURUK, No. 7/XX/2OL0

11

lalu Soemarsono yang ditulis


Dahlan Iskan, Chie;f Execatif
OrganiTation (CEO) Jawa Pu.
Artikel tersebut dimunculkan
tiga edisi berturut-turut 9-11

Agustus 2009 dihalaman


depan Metrop olts, Jawa Pos.
"Soemarsono, Tokoh Kunci
daiam Pertempuran Surabaya"
adalah iudul dari tulisan itu.
Dalam tulisan iru,
Soemarsono disebut menjabat
sebagai ketua Pemuda Republik

Indonesia (PRf, sebuah


organisasi yang menghimpun
hampir seluruh kekuatan pemuda
di Surabaya. Soemarsono
ditulis sebagai tokoh utama
pertempuran Surabaya 1945 dan
tokoh utama Peristiwa Madiun
1948. Tulisan itu membuat
berang kalangan antikom unis.
Massa FAI{ Surabaya berorasi
menolak artikel tersebut. Mereka
mendesak pemilik Grop Jawa Pos,
Dahlan Iskan, meminta maaf
kepada umat Islam dan bangsa

Indonesia (Koran Tempo, 3


September 2009) atas tulisannya
yang dianggap kental dengan
dukungan rerhadap Partai

Komunis Indonesia @KI),


khususnya kepada Soemarsono.
Mereka mendatangi kantor Jawa
Pos Suabaya diJalan A. Yani,
2 September 2009 lalu. Para
demonstran melakukan aksi dan
orasi di depan gedung DetEksi
Basketball League @BL)
Surabaya, yang letaknya di depan

Kantor G raha
utama.lawa

P ena,

Kantor

Pos.

Selain memprotes fulisan

tentaflg Soematsono, massa


iuga kecewa dengan berbagai
lsputan Jawa Par yang dinilai

mendukung pornograf, dan

foro-foto seronok. Massa


mempermasalahkan headline Jawa
Par rentang finabs Miss Uniuerse
asal Indonesia dengan pzkaian

(twinsai).
"Takbanya masalah

two piece

komanisme, Jawa Pos luga


menunjukkan perangai tidak baik
dengan pemberitaan kontestan
Uniuerse yang menggunakan
pakatan s eronok," ungkap

Mir

Abdurrahman Azrz, Ketua

MUI Bidang Informasi dan

u
men
sejarah yang padanya
setiap generasi akan
belajar tentang sejarah
bangsanya. Biarlah
buku lahir dan mencari
sendiri pembacanya.
Ia adalah anak-anak
nurani setiap penulis."

Kesaksian Pelaku Sejarah".


(iboekoe, 8 September 2009).

Buku itu diterbitkan


Hasta Mitra, November 2008.
Dalam bukunya, Soemarsono
membantah PKI memberontak
dengan Peristiwa Madiun. Dia
juga memaparkan pengalaman
pribadinya turut aktif dalam
revolusi Agustus 1945, tenttama
Peristiwa Madiun. Pengenaian
dan pemahamannya tentang
rokoh-tokoh Bangsa l ndonesia
iuga dia ceritakan, mulai dari

Bung Karno, Hatta, Soetan


Sjahrir, Amir Sjarifoeddin,
Musso, Tan Malaka, sampai
DN Aidit. Tak hanya memuji
para pejuang nasional, tapi dia
juga mengkritiknya, termasuk
mengkritik DN Aidit (kader

PI<!.

,rl

Buku itu diedit oleh


I(omisi Tulisan Soemarsono.

:lt

D alam

atatan Penerbitnya,

Joesoef Isak, menyatakan


bahwa Peristiwa Madiun pada
hakekatnya bukan konflik antara
Soekarno dan Soemarsono,

lj;rr

.]]

tI

Amir S jarifoeddin, melainkan


I(omunikasi saat memberikan
orasi dengan membawa kopian
gambar tersebut. (iboekoe, B
September 2009).

Profesor Aminudin Kasdi,


Guru besar Ilmu Sejarah
Universitas Negeri Surabaya
(UNESA) (dulu II{P Surabaya)
juga hadir memberikan orasi
protes tersebut. Setelah
membacakan pernyataan sikap,

Muhammad Khoiruddin,
dan Nazir Zaini (Formabes)
beramai-nmu membakar
buku testimonial Soemarsono,
"Revolusi Agustus: Sebuah

12 I HAYAMWURUK, No. 1/XXl2010

merupakan gelanggang
pertunjukan apJikasi paradigma
perang dingin adikuasa and
komunis dengan danhdan
kekuatan seniata menumpas
kubu kaum kiri. Gondo Pratomo,
Francisca Fanggidey, Roesiyari
Roedhito (tiga orang saksi dan
tedibat dalam Peristivz Madiun)

memberikan catataftfry a padz


lampiran buku iru. Teks lengkap
Rcsolasi Jalan Baru Untuk Repilblik
Indonuia turut melengkapi buku
itu.

Selang

beberapahati

tep^ttya Senin, 7 September

Dia

2009, komunitas pencinta buku,


masy atakat, generasi muda/
mahasiswa pengabdi Hak Asasi
Manusia (HAN! dan demokrasi
mengadakan aksi menolak
pembakaran buku di depan
gedung Grahadi, Surabava. Diana

Dan

,\V

f6_
xro

nrak

a
Euna

hn

c
rsia

d
I

rn
dia

[k

da
mara

fl

pa

Dmq

Iti

Sasa sebagai koordinator aksi.


Dalam aksinya (iboekoe.
com, B september 2009) mereka
menuju jalan raya, membagikan

selebaran dan menenteng poster.


Sambrl brrjalan mereka berorasi.
"Buku adalah dokumen sejarah
yang padanl a sedap generasi
akan belajar tentang sejarah
bangsanya. Biarlah buku lahir dan
mencari sendiri pembacanya. Ia
adrlah anak-anak nurani setiap
penulis. Maka jangan sekali-kali
merendahkannya. Pembakaran
buku adalah tindakan
pembodohan... !!" teriak Slamet
!7ahedi, salah satu demonstran.
Sirine berbunyi. Massa
tak genap 20 onng tersebut
kemudian menepi. Upacara buku
digelar. Mereka duduk melingkar

mengitari'monumen' buku
sambil memegang buku. Tauf,k
Monyong sebagai pemimpin
:upac ra itu. Taufik Monyong
memegang Dauinci Code, Agas
Gembei memegarg M an u s kip
Ce le$in, Nisa memegary Fi ksof.
Kop i, s ementara D iana memegang
Tuban Ijinkan Akn Menjadi

llt

Pe lacu

iun)

itu dipangkuan mereka. Secara

bersamaan mereka buka halaman


9 yang mestiya 7, sebagai simbol

tap

r. Lalu, ditaruh buku-buku

.blik.

tangga,l aksi

&u

meteka baca dengan suara


lantang. B erikutnyz halamart
19, simbol bulan september-9.
Mereka baca keras-keras. Mereka

itu. I(emudian

memegang buku tepat di depan


dada. simbol buku sebagai
dokumen sejarah bagi masa
depan. Lalu beralih ke halaman
29, simbol tahun 2009. mereka
angkat buku ke atas kepala dan
membacanya. U pacata diakhiri
dengan menaruh buku di atas
kepala sembari mengucap
"terimakasih buku" sebanyak 7x.
Nisa Diani, Agus Gembel, Slamet
\\,hhedi membacakan puisi dan
cerpen bergantian. I{emudian
aksi diturup dengan membaca
pern)rataan sikap "pembakaran
buku adalah tindak kejahatan"
(iboekoe.com, B september

aksi pembakaran buku karya


Soemarsono tersebut. Tedebih
Iagr, dalam orasinya Prof. AK
mengatakan sejarah adalah versi
pemenang. Sebal,iknya yang kalah
tak berhak atasnya. (iboekoe.
com). Pernyataan Prof. AI{ itu
mcmbuar gcrah para komunira:
pencinta buku. Bahkan, Zen
Rahmat S. (pernah menjadi
mahasisu a sejarah Universiras
Negeri Yogyakarta, UN\)
tefang-terangan menulis surat
pada Prof. AI{. Surat tersebut
berisi ketidaksepakatan dan

2OOe).

Indonesia Buku Eri lrawan

Aksi 7 September tersebut


mendapat banyak dukungan.
Antara lain darang dari komunitas
pecinta buku, komunitas I{orban
Tragedi Kemanusiaan 19 65 / 1966
yang tergabung dalam Yayasan
Penelitian I(orban Pembunuhan

Senin, 7 September 2009 lalu


tentang alasan pembakaran buku
itu, AI( menjawab hal Itu sebagai
bentuk ketidaksetuiuan terhadap
Soemarsono. Menurutnya,
Soemarsono tidak mengakui
kalau kabinet pemerintahan
dimulai dari kabinet presidensiil,

(\?KP)

196s / 1,966,

d11.

Mereka membuat petisi tolak


pembakarafl buku dan mengecam
tindak pembakaran buku. Blogblog dan media-media online
ramai menampilkan kecaman
atas aksi pembakaran buku iru.
Misalnya blog Andreas Harsono
yang meflufliukkan petisi
penolakan pembakaran buku
itu. Ratusan orang yaog terdiri
dari sejarawan, aktivis, wartawafl,
mahasiswa, urnum, mendukung
petisi penolakan pembakarafl
buku. Bahkan, ibu rumah tangga
pun mendukung petisi itu.
Mereka juga menyayangkan

tindakan Prof. Aminuddin Kasdi


(AK) yang menjadi mediator aksi
pembakaran buku 2 Sepetember
lalu. Prof. AK membiarkan

sindiran atas tindakan Prof. AI{.


Saat diwawancai

kontributor

tapi dimulai dari I(abinet Amir


Syarifuddin. Dia menanyakan di
mana Kabinet Sjahrir I dan II.
"Satu lagi, Soemarsono

tidak menjadikan 17 Agustus


1 945 sebagai titik tolak
per,uangan bangsa, karena itu dia
menyebutnya Revolusi Agustus.
Kan bagi dia masih ada revolusi
lagi untuk menuju masyarakat
Komunis. Nah, pandangan iru
kan mencerminkan kalau dia
komunis nrlen" tambahnya.
Ketika ditanya kenapa sampai
membakar buku, Prof. AK
mengatakan aksi itu merupakan
benruk ketidakpuasan dan
ketidaksetuiuan masyarakat.
"Orarg tahu PI{ itu
menghalalkan segala cara. Soal

HAYAMWURUK, No. !/XX/2OLO

13

menulis tanggapan, sudah banyak


buku yang dinrlis" karanya.
Jawaban prof. AK tak

disepakati oleh kelompok


pencinta buku. ..Dengan

multiply.com).

alasan

apapun, tindak pelarangan buku


harus dihentikan. Kebebasan
berpendapat sudah dijamin baik
secara lisan maupun nrlisan

dalam Undang-Undang Dasar


1 945. Tindakan pembakaran
buku adalah sikap tasisris
yang bertentangan dengan
kemanusiaan dan upaya
mencerdaskan masy arakat,' kata

Bonnie Tryana, sejarawan.


sepenuhnya setuju dengan isi
buku tersebut, namun apakah
harus diakhiri dengan teror
seperri iru. Aksi-aksi seperd iru
harus kita larang, katena bisa

teruiang di kemudian hari,,,


I{resno Winarno, mahasiswa
sejarah angkatan 2006 Undip
juga menyatakan hal yang
sama. "saya tidak setuju dengan
tindak pembakaran buku itu,,.
N{enurutnya pembakaran buku
merupakan tindakan oranl_orang
yang bcrpikiran sempir, rak
rela dengan adanya perbedaan
pendapat.

Aksi pembredelan buku,


pembakaran buku, dan
penggelapan buku tak hanya
tcrjadi sekali srja di lndonesia.
Sebelumnya tahun 2007, 1.0g0
buku sejarah untuk SMp/
MTS dan SMA/NIA/SMI( dari
berbagai macam penerbit dibakar.
Pembakaran buku itu diiakukan
Ke.jaksaan Negeri (Kejari)

I(abupaten I(arawang pada 6


September 2007. Tindakan yang

wo.

Jaksa Agung R[ Nomor: I(ep_


019 / A /J A / 03 / 2007 tertanggal
5 Maret 2007 renrang Larangan

Beredarnya Cetakan Buku-buku


Teks Pelajaran Sejarah SMp/

MTS dan SMA/MA/SMK yang


mengacu kepada kurikulum 2004.
buku itu dibakar, Srwarron,,

vang melarang beredarnya buku_


buku sejarah. Buku pelajaran
yang tidak memuat tentans G_30

.*o.",

buku vang dimusnahkan."


(khawariz.multiplr,. com)
Hanya karena buku_buku
sejarah tersebut tidak memuat

peristiwa G30 S/pKI, buku_


buku tersebut harus dibakar dan
dimusnahkan. Sayang, memang.
Sampai detik ini, entrh sudah
a

berabad-abad bahkan beribu


tahun yang lalu. Mulai dari era

Romawi Kuno, masa I(edinastian


Cina, sampai abad ke-20 di Eropa
dan Amerika Setikat.
Pembakaran buku, menurut
saat Persia mengalahkan

Kerajaan Babylonia yang

rTxvzoro

@!wls

v-

lirt&e 01ry

IMIoril

,r{5il1 !il

r* 4ilr

'

'fF

n@d
fhr
uuu&uu

(pemikiran).
Perpustakaan Besar Iskandariah

ffi
q0;r
effi
fi[*
ecm
md
-ffit

(the Great Libraly of Alexanrlia)


terbakar pada 47 SM. Awalnya
JuJius Caesar, penalJuk dari

tak

dirampas Mesir yang dikuasai


dinasti Ptolemi. Namun, kobaran
api membesar dan memusnahkan
berbagai bangunan cii pelabuhan,
termasuk perpustakaan.
Perpustakaan itu disebutkan
berisi 400.000 gulung manuskrip

,t-il|

*-rd

tu

-.t(ffi
Dlffi

:ndmrh

di atas kertas papirlrs.


Perpustakaan itu dibangun

?f,u*\
tm .r{1"

Ptolemaeus Soter (350_283 SX[)

!{!@Elr

di areal pelabuhan lskandariah


untuk memelihara kebudavaan
Yunani di tengah ko.r...r.nti.-.

T-{,FI
:q.t6p

*qrur

Mesir.

ti,iak memuat C-j0 S/pld


Di belahan bumi lain,
pembakaran buku-buku yang
tidak sepaham, Lehh rerjadi

catttan yang ada, telah terjadi

,rfiry

penting hancur akibat perang


penaklukan iru. Selanjutnnya, Shi
Huang-ti Q46-210 SX!, pendiri
dinasti Qin di Cina daratan
memerintahkan pembakaran
buku-buku konfusian pada 21,3
SM. Hal iru dilakukan untuk
mencegah pengaruh suatu ajaran

sandar di pelabuhan agar

Jaksa

berapa ratus ribu buku sejarah


l ang dibakar dcngan alasan isinl

didirikan

Hammurabi e.l 23 _
2081 Sebelum Masehi-Sl,! pada
539 SM. Berbagai manuskrip

Roma, membakar kapalnya yang

menjelaskan, "Kami hanya


melaksanakan SK
Agung

S,/PI(I merupakan salah

tambahnya.

I HAYAMWURUK,

Pembakaran buku sejarah


menurut Suwarsono, SH.,
I(epala Kejari Karawang sesual
dengan Surat Keputusan SK

Saat ditanya mengapa buku_

"Saya sendiri belum

14

dilakukan Kejari itu disaksikan


sejumiah jaksa dan pejabat darr.
kepolisian Karawang (khawariz.

dmpit
?e-!'L
im tro
im pa

Pada milenium pertama,

I(aisrr Romawi Theodosius


(37 8 - 39 6 X{) memerintahkan
untuk menghancurkan pustaka

-ns'liJ

Besar Iskandariah,
1,ang dibangun
kembali oleh Antonius pada
41 SM. Perulangan sejarah
pembakaran buku juga terjadi
di berbagai kota di Amerika dan

1*4 Sd

\ffd I
brimX

L:elrsct
Pcatlog

Eropa pada abad ke-20.

ptuk L
prcb*
3-ul ir

DiJerman, Hitler
memerintahkan tentara Nazi
merampas semua literarur yang
menurutnya bertentangan

-l\Krc
mrrl@
I

tp;d-r
qrt

!c

S:lr

ilrtrlll

l].Lr-ia

dengan kebij akan Jerm


. I<^ry
^fl
^karya Sigmund Freud, I(ad Marx,
Heinrich Hiene, dibakar pada 10
Mei 1933. Nazi membakar bukubuku itu dengan suhu mencapai
451 derayad Fahrenheit. Peristiwa
itu digambarkan gamblang dalam
frkr, garapan Frangois Truffaut
berjudul Fahrenheit.

Kini, setelah ribuan tahun


iebih tragedi iru menular ke
Indonesia. Satu karya Frans
Magnis Soeseno berjudul
Pemikiran Karl Marx, Dari

1If,

Sosialisme Utopis ke Perselisihan


Revisionisme dibakat Aliansi

rrng

Anti Komunis (AAI9 di

markas aliansi tersebut jalan

-:

Menteng Raya No 58Jakxtz,

biran

tznggal l9 April 2001 (wwvz


suafapembafuafl.com).
Setelah pembakaran itu AAK
menyatakan akan melakukan
sweeping dan membakar bukubuku kiri karya Kad Marx,
Engels, Lenin, Antonio Gramsci,
dan sebagainya. Mereka beralasan
pemerintah tidak menj alankan
TAP MPRS No XXV tahun
7966 yang menyatakan PKI
s ebagai organisasi teiarang
dan pelarangan terhadap

ahk;-rn

ul1n,
I

<.
-'--f--

slr
i":

tit
israe

n ajann Marxisme
dan Lenisme. Namun, Sweeping
dan pembakaran buku-buku
tanggal 20 Mei 2001 itu tidak
jadi. Sekjen AAK, Muhammad
Noval Dunggio menyatakan
bahwa pembatalan dilakukan
karena dikhawatirkan terjadi
penunggangan kegiatan itu oleh
pihak ketiga. Meski sweepingdan
pembakaran tanggal 20 Mei
2001 itu dibatalkan, perny^t^ t\

leg

AAK

penyebarluasa
tr

rlrqun
I

di
d.rn

sebelumnya sudah
menakutkan para penerbit dan

toko buku. Buku-buku yang

dianggap bakal kena swkping


hiiang dari toko-toko buku (www.
suarapembaruan.com).
Buku-buku yang dibakar di
Indonesia kebanyakan bukubuku kiri yang menurut AAK
sebagai buku berhaluan komunis.
Tak hanya buku kiri yang menjadi
daftar sasarat pembakaran.
I{aryaFrarz Magnis S. yang
mengkritisi pemikiran Marx juga
terdaftar. "Kalau yang punya
alasan membakarnya paling-

paling kaum komunis dan Marxis,


karena di dalamnya saya justru
memberikan kritik mendalam
dasar-dasar ajaran Marx," tulis
Franz Magnis dalam e-mail
kepada teman-temannya.
Magnis khawatir kaburnya

pengertian soal kiri, sosialis,


sosial demokrat, Marxian dan
Marxis. Apalag1 jika menyamakan
teologi pembebasan dengan
komunis. "Itu secara obyektif
salah dan secata etis fatalkarena
dengan demikian sikap yang
berpihak kepada orang yang
tertindas dan dipedakukan
tidak adil disamakan dengan
komunisme," tulis Magnis.
I(erua Umum Gerakan
Pemuda Islam (GP!, M Suaib
Didu, meresahkan buku-buku
kiri karena dianggap tidak hanya
jadt kaiian ilmiah, tapi iuga
dijual kepada umum sampai
ke Kaki Lima."Kami tidak
melarang orang berkary a. T etapi
perhatikanlah undang-undang
dan etika moral yang ada di
negeri ini," kata Suaib (wwur
suarapembaruan.com).
Pembakaran buku telah
menjadi budaya bagi orang-

r^ng

^r\g

ingin melanggengkan

kekuasaan. Mereka meflganggap

buku sebagai sebuah zr'tczt'fl fl.


Pada zaman Orde baru, rezim
totaliter, dimana kebebasan
berpendapat dikekang,
pembredelan, pemberangusan
buku-buku, karya sasffa, majalah,
koran, dll. terjadi. Buku-buku,
majalah, sastra, d11. yang tidak
sesuai dengan rezim kala iru
harus dimusnahkan. Bukubuku pramoedy a Anzru, To er,
misalnya.
Alfred rff4ritney (1906-19 63),
seorang pendidik dan sejatawan
AS, daiam bukunya berjudul
Esei Tentang Pendidikan,
menulis bahwa buku tidak akan
bisa dibakar. Ide-ide tidak akan
mungkin dipenjarakan. Satusatunya senjata yatg ampuh
melawan ide-ide buruk adalah
dengan ide-ide yang baik. Dan
sumber ide-ide yang balk zdalah
kebijaksanaan.
Bagi Pramoedya, penulis
roman tetralogr Buru,
pembakaran buku merupakan
tindakan btandal dan tidak pada
tempatnya dilakukan di era
demokratisasi."Kalau tidak setuju
dengan isi buku, balas dengan
buku tandingan," katz P ra;m.
Hal itu seperti yang dilakukan
Muhidin M Dahlan dan Rhoma
Dwi Aria Y September 2008
kemarin. Mereka menerbitkan
Btku Ltkra Tak Merubakar Buka,
Suara Senlap l-enbar Kebudalaan

Haian Rakjat 1950-1 965.Buku


itu berisi tefltang essd)-essa) y^fig
dikomentari oleh mereka sebagai
penulisnya. Buku itu memuat
sepuluh bagian tentang riurzyat
Ha:ian Rakjat, sastra, film, seni,
HAYAMWURUK, No. 1/XX/2OLO

I ts

d1l. yang dilakukan Lembaga


I(ebudavaan Rakyat (I_ekra).
Buku tersebut ditengarai sebagai
antitesis buku prabara Butlq1a:

kolektif. Selama satu tahun


kami melakukar iset .ledhatl
Pers Kebangsaan / 907-2007,

Tanab

klas Balik Ortrcf Lekra/pKI dkk.


Prahara Budava dirulis Taufik
Ismail dan DS Moeljanto, 1995.
Mizan dan Republika adalah

Bahasa:

eratus -fakob

Kronik J'eabatl

Kebangkitan Indonesia

g0g_200g,

A/nanak Abad partai Indonuia,


DIA.RI Partai politik: S'eraras

penerbitnya.

Ja/an Parlementer, dan Seabad per:


Perempuan 1 908-2008. Selingan

Halamaurtk
me\vawancarai Muhidin di
Saat

dari semua riset itu adalah trilogi


Lekra tak Membakar btku, Gasar

Yogyakarta, Ju nj 2009 lalu, dia


mengatakan bahwa bukunva

Merah, dan I nparan Dan Bona/t,,,


tambahnva.

bersiFat poLiris. ..Saya jelas

membela Lekra. Saya menulis

Lekra Tak Menbakar Baka


menjelaskan sisi lain dari
Lekra yang diperkenaikan pada
Prahara Badalta. Dalam pra/taru
Badoy Lckra disebur s..bagai
aPatat atau tangan kanan PKI
di bidang kebudayaan. ,,bukan
hanya Lekra, Lekra itu meman5J

suara Lekra dari sudut yanglain.


Gak ada ncrralnl.a ini.' karanya.
Nlenurutnya semua buku
adalah politis. Semua karya sastra

iuga polius. Semua hal yang


dilarang bersi lar potids, termasuk
P ra hara B u day.,,Omong

Air

Pers Indonesia,

kosong

orang bilang buku, kar1.a sastra


gak polidk" rembahnya.

aktor l ang urama. akan rerapi


ada lagi organisasi organisasi
vang sejalan dengan Lekra, ac.la
Lesbi ada I-I{N, ada bcberapa

Lekra tak Membakar Buka


yang ditulis Muhidin dan Rhoma
hanya mengambil saru sumber,
Harian Rakjat, koran milik
PI(I. Saat kami menanyakan
kenapa Hanan Rakjat, Gus
N{uh, panggilan akrab Muhidin

organisasi kebudayaan yang


sejalan dengan Lekra. Lentera
itu
adalah rubrik kebudavaan yang
ada di harian Bintang Timur,
nah itu juga sangar kiri, iru

diasuh oleh pramoedya Ananta

Toer" kata Tau6k Ismail

Grzcia, Semarang,
Juli 2009.
Saat ditanya apakah benar
Lekra ddak membakar buku,
Taufik menjawab, kemungkinan
benar jika Lekra tak membakar
buku. Tapi menurumya yang
membakar adalah partai poJitik
beserra ormas-ormasn)

anggota Lekra yang ikut, saya


ridak rahu iru. kaiau mereka
mengelak dan bilang tidak,
brrangkah ada benarnr a ir u.

Akan tetapi Besar kcmungkinan


bohong", katanya.
"Padr rahun 64-05 sepertr
) ang s2va l<arakan tadi. kegiaran .
kegiatan yang menuju perebutan

difasilitasi dengan mewah oleh


Harian Rakjat pada nrbrik lembar

$*.

t!C

penulisan/riset sejarah secara

16

HAYAMWURUK, ruo. t/XXlZOtO

a.

"X,Iung5kin sekali ada anggora-

menjawab karena banyak hal


tentang budaya dan sastra, puisi/
cerpen, film, seni rakyat dan
kegiatan yang diiakukan Lekra

kebudayaan. "Ha1 initah yang


mcnrrik kami trnruk mcn\er
lembar budava pada Halan
Rakjat", kata (]us Nlr,rh.
"Sebetulnya buku ini buku
sampingan karena secara
bersamaan kami n-rengerj akan
banyak sekali program

saat

kami mewawancarainva.di Hotel

Gus Muh. saal diwauancarai tim Hayamwumk

kekuasaan, salah satu kegiatan


yang mercka lakukan itu adalah
mereha membakar buku. Buku

l,uku rang ada di Jakarrr raitrr


di pusat kebudal,aan Amerika,
perpustakaan keclutaan,,\mcrika,
mereka masuh dalam bcntr-rk
mereka metavah, mereka
mcrampok masuk ke clalam
clcngan paksa, mengeluarkan
buku dengan paksa, disebar di
jalan buku-buku itu, kemudian
k.rr". trml'lrhnr.t.
Namun ketika ditanva apakah

tlrLr.r

lang melakukan pernbakaten


itu Lekta atau tidah, Teufik
menjclaskan ticlak jelas siapa
i'ang melakukannva. T:rpi dia
beranggapan bahrva PI{I r-rr-r,q
melakr,rkannva.

\{enurut Nlaman

-jii

llahavana, dosen Fakultas llmu


Brr.lar r I nir cliras lnrl, ,rt-ri . '.t rt
kami mes,att ancatai cli Lumrhnt't
r\gustus 2009 lalu, mcngattrkan
pcn-rbakaran buku itu berrar
tcrjadi. "l)alam I{oran Zeman
Baru terbitan Lekra terclapat
potret pcmbaharan bukr-r, clen itu
mcmperingari ulang tahun PI{I,
laktanya memang scperti itu"
katanva."Yang dilakukan l\ Iuhiclin

itu tidak apa-ap^ sebagar usaha


pembclaan, jangan clilarang,
liarcna pelarangan adalah
pemberangusan," tambahnl'a.

Nlenutut Dr. Baskara T.


\\'arclava SJ, Direktur PUSDHP,
Pusat Sejarah dan Etika
Politik, Universitas Sanata

Dharma, Vrgr,akarta saat kami


mewawaflcarai di kantornva Juni
2009 1alu mengatakan bahs.a
Lekra Tak Nlentbakar Bukt
merupakan buku penting dan
mcnrril<. Romo Bas prnggiJan

aktab Dr. Baskara menambahkan

buku Lekra
mencerminkan h.tsrrt generasi
muda untuk men\.usuri kcmbali
jejak sejarah dari perspektif 1,ang
berbeda. Prespektif vang lebih
tebuka, kritis, kreatif, dan lebih

bahr.va

bersikap positif terhadap rakyat.


Senada dengan Romo
Baskare, Budi Seq,ono \\rartau,an
senior Pantau saat Lami
trre\va\r''afl carei di kantorrrr':r
AlJustus 2009 lalu, mengat:rlian
buku I-ekta itu menarih,
rncnau.arkan prespektif bctbeda
rlari r.ang pernah ada. Namun,
Buset panggilan akrab Bucli
Sefi,ono mcnl'a1,ang[2n 6.rPu

ini l'ranva mengamiril clari

satr-r

.1

unt

dilansir Suara Merdeka,

uk tnert ru lncrtri

orang Lehta vang rnasih hidup,


rapi r.rng rn.rsih hi,iLrp tingq,rl
satu dua otang. Ttupun oraflgnYa
.ud.rlr kr'na fUngxruh. gak s.pcrli
dr-Llu," katanya.

Terlepas clari benat atau


tidak, tinclakan pelarangan buku,
terlebih pembakaran buku aclalah
suatu tinclakan yang tit1ak perlu
dilakukan. "kalo buku dilarang
xrtinya ada penggelapan sejarah,
setclah membaca karva l-ekra
tidak langsung masuk PI(I,
setelah membaca karYa pram,
tidak scrta merlr mrsuk l-'omunis.
Biar masvarakat \,ang meni1ai,"
hata Nlaman.
Namun, bagaimana dengan
fcnomena yang ada di Indonesia

11

Januari 2010 kemarin sebanvak 5


buah buku dilarang pemerintah
sesuai keputusan Jaksa Agung
KEP-1 3e 143 / L/J H / 1,2 / 200e.
Salah satu dari kelima buku itu
ad;rleh Le

kra' l'a k

-lIe n

b a ka

Baku, .\'rura Serlap Lentbar


I{tbrdq,aan Raklat / 9 50-1 96

5.

Btrku-buku \3ng (lilarxnq


tcrsebut clianggap menggenggu
ketertiban umlrm, bcrtentangan
clcnsan Unclang-Undang Dasar

I945, cl:rn Pancasila. Tapi, tidak


sec.rr': t inci lr,rci,tn

,l'.. brrtk.rn

mana dai:i kcfima buhr"r itu r.ang


lnengxnggll kcrer-tiban umum,

l)r'rrcrr.rnglln d(ngirn

sumber, liotan Flarian Rakjat den


tidal< mcnggali informasi clari
pelakunla, vaitr-r orang-orang
Lckra.
Penclapat Ruset tersebut
,lri.trr rl, \1 uhtdrrr. "sebctt.trnt r
arl:r u|.11

2009 lalu sepertr bcrita yang

I I D l')+5.

c1rn Pancasila.

Tinclrlian pclatangan blrku

'blrku

itu lrcnurut llaman

merlrprkan kemasen betlebihan


dar:i pc.nerintal-r. "Pelarangan

itu pcmberangus:rn. ltlo bcda


pcnclapat lar.r-an lasi clcngan
l rli.rn i.rui. Pertcmpurart itu
pcrtemp uran pemikiran,"
lanjutnva.
Yosep Acli Prasetvo, anlillota
l.,t-rmisi Nasi,,nal Hak \s,rsi
I{anusia (I{omnas HAN'I)

beranggapan, pelarangan

buku melanggar H-I\N'I. Hal

ini disebabkan membatasi hak


betekspresi dan mendapatkan
informasi bagi u,arga Negara.
"Benrr atru ridalinve isi
scbuah buku biar masyarakat
yang menilai, seburuk buruknva
kar1,a 1g1^O sebagai prestasi dari
seseofang, pemikiran sese()f2ng,

dan tidak pcdu dilarang, apalagi


dibakar," kata Nlaman.**x

belakangan ini. 22 Desember

HAYAMWURUK, No. L/XX/207O

17

gtJram_

,r ei[ilr

br

:.Enm

::,t[a!h-

*5*

:Jmi mln

=rs.r.Ed

x{)sttd{
rer,cffif

P3m.I)
u *,r{nh 1

:xrsi@d
seffiegE

!d So

:iiLr[a r

.v

:FIEF
:q'um&
rnnm
]&irhJ

Cd

F
o
o

Ketika Sejarah Melebui


OIeh: Ainia Prihantini
Reporter: Ainia p, Eka H, Dian

H, Erwin

,lfrada
,t

!7

awal 2007.dunia sastra

i^l lndonesia disemarakJ<an


fi 9?i*r" hadirnya novelnovet berbau sejarah. Berbagal
namapablawan di masa lalu
muncul satu per saru sebagai

judul novel. Ada pangeran


Diponegoro, GEah Mada, Slekb
Siti Jenar, Jaka Tingkia S)uggrorn

lY/ay

dan masih banyak 1agi.

Kehadiran novel-novel bertema


sejanh yangmengangkat
sosok tokoh*tokoh besar, yang
konon, dianggap memiliki sifat
kepahlawanan iru hadir bagaikan
jamur di musim penghujan.
Kehadirannya usai novel_novel
bertema Islam yang mulai

18

| HAYAMWURUK,

populer sejak terbitnya zlyat_ayat


Cinta dt akhir 2004, menurur
Maman S. Mahayana seolah
menggambark an bahwa ada
semacam periode pasar dalam
dunia kesusasraan Indonesia. Ia
menyebutnya sebagai fenomena
novel kebudaya n sastrapopuler.
"Setelah Habiburrahman,
Andrea Hirata juga sudah
redup, orang kemudian

mencari ilternaif lan yartg


memungkinkan akdn laku di
pasarafl. Salah satu yang meryriliki
peluang itu adalah novel yang
b erlatar s ej ar ah,', ungkapnya.

Arswendo Atmowiloto
berpendapat bahwa kehadiran
novel-novel berbau sejarah
tersebur ridak terlepas dari
adanya kerind uan masy ar akat

akanhadknya sosok hero dalam


kehidupan mereka. Kesuliran

Nalrr2olo

"rr-hl
iEErffil

ffirln{
:8frrEt

ekonomi dan perubahan


kehidupan politik yang kurang

Ef,@Fl

menj anjikan mengakibatkan

iml&

mereka menginginkan suatu


sosok yang dapat membawa
perubahan. Dalam novel-

q+,rrmp;

,+m'dhh

novel bedatar sejarah tersebut,

:tl1Em(

rswendo menganggap mereka


dapar menemukan sosok hero
yang mereka cari. Oleh karena

TEngNi*

idtDEm

all

Fi-oi.mt
trr Ft
Lrq Srfi
Er'!f,
Lcrrcl*
f-ogrrlc

itulah, novel-novel bedatar


sejarah dapat diterima dengan
baik oleh para penikmat sasffa.
Kehadiran novel_novel
b erlatar sej arah nampaknya
menjadi suatu fenomena
tersendiri dalam nnah
kesusastraan sejarah.

Dd1
aris- tdd
56{eah !

Menurut St

Sunardi, sastra sejarah ialah fiksi


yang mengambil objek tertenru,
yang dirangkai atau disusun
dengan imajinasi, menggunakan
sepotong-dua potong peristiwa

r-ang

trb

diperq
*Hit
berdasd
seiareh

ir

--r-I
I

seiarah. Ia mengatakan bahwa


objek narasi dalam sastra sejarah

dapat berupa kekuasaan, seorarig

tokoh, maupun masyarakat.


"Selain kekuasaan, misalnya
satu atau dua orang tokoh,

tr
G

o
o
Cd

masyarakat juga bisa diangkat


sebagai objek narasi sastra
sejarah seperti yang dilakukan
Pram. Dan secara tak langsung
ia telah menuliskan sejarah
nasionalisme," ungSkap akademisi
sekaLigus budayawan itu.
St Sunardi juga betpendapat
bahwa ada banyak alasan
mengapa peristiwa sejarah
digunakan sebagai objek
imajinasi dalam sastra sejarah.
Salah saru kemungkinannya
adaiah adanla sebuah perisriwa
sejarah yang sangat menarik. Di
sisi lain; adarya kemungkinan
bahwa masyarakat belum tahu
tentang peristiwa historis yang
sebenarnya terjadi. Kemungkinan

h.:.:l

Iirn ialah faktor politis, yakni

5-- -l

adanya tekanan dari penguasa.

'Ada sastra sejarah vang

m-l
SDut,

-ele ka
l: r0
f.rafla
.:ii

.r^1..r.

ditulis berdasarkan tokoh historis


tertentu dengan maksud untuk
mengkultuskan tokoh tersebut.
Hal itu terkadang mengandung
nilai politis pengkultusan,"
kata St Sunardi kerika ditemui
Haltamwuruk di kantornya di
I lniversitas Sanata Dharma
Yogyakarta.
Dari penjelasan di
atas, jelaslah bahwa sastra

E-

sejarah bukanlah sejarah

:'-rut

,rl

St

trksi

I:ertu,
u::.:kan

ang faktany a harus bisa


dipertanggun j awabkan, seperti
ungkapan Radhar Panca Dahana.
"Historicd rtcion it.t ya sastta
berdasarkan sejarah. Bukan
sejarah iru sendiri," kata ketua

Forum Teatet Indonesia itu.


Menurut Maman, fenomena
sastra se,arah di Indonesia
sudah dapat dilihat dari zaman
Balai Pusraka lewat novelnovel 1 ang diterbitkannya.
Di dalam Siti Narbaykarya
Marah Rusli terdapat cerita yanEl
menggambarkan mengenai
pemberontakan terhadap
kewajiban membayar pajak pada
zaman B elanda. Sedangkan dalam
S a/ah Aru ban menggambarkan
mengenai persamaan hak
pribumi dengan orang Belanda.
Hal iru dipandang dosen FIB
Universitas Indonesia itu sebagai
cat^tan seiarah pada masa iru.
Meskipun begitu, tidak lantas
semua yang tertulis dalam noveinovel tersebut dapat dianggap
sebagai sebuah fakta sejarah.
Misalnya, Hu luba lang Ra1 a
karya Nur Sutan Iskandar.
Meskipun di daiamnya
menggambarkan mengenai
masyarakat Minangkabau dan
Belanda pada masa itu, namun

Maman menemukan adanya


kesalahan dalam penyebutan

jumlah korban perang. Dalam


Ha

la

b a lang

Raj a, dikatakan bahwa

korban perang yang berjatuhan


dari pihak Minangkabau lebih
banyak dlbandingkan dengan
pihak Belanda. Padahal, daiam
f aktany a ter ny ata korb an

yang lebih banyak berasal dari


pihak Belanda. Terjadinya
penyelewengan dalam
penyebutan jumlah semacam
itulah yang menyebabkan
Maman tiJak setuju jika sastra
sejarah dianggap sebagai sebuah
penggambara n fakta s e j arah.
Ha1 serupa bedaku pula

pada babad-babad yang drsusun


oleh pata puj angga. Dalam
http: / /id.wikip edia. or g /
wiki/ B abad-TanahJawi, ahli
sejarah FIJ de Graaf berpendapat
bahwa apa yang tertulis dalam
Babad Tanah Jawi dapat dipercaya,
khususnya cerita mengenai
perisdwa tahun 1600 hingga
zartanl{artasura di abad 18.
Demikian pula dengan peristiwa
sejak tahun 1580 yang mengulas
tentang kerajaan P ajang. Namun,
usai era tersebut de Graaf tidak
berani menyebutnya sebagai
data sejarah sebab tedalu sarat
campurafl mitologi, kosmologi,
dan dongeng.
Perbincangan mengenai
sastra sejarah selalu mengarah
pada banyak pertanyaan, salah
satu pertanyaan yang menggelitik
adalah dapatkah sastra sejarah
dijadikan rujukan atau referensi
untuk mencari data-data sejarah?.
Terjadi perbedaan pendapat di
kalangan perrgarang, kritikus, dan
sejarawan dalam menanggapi
pefiaflya fi tersebut.
Remy Sylado yang lebih
nyaman menyebut sastra
sejarah sebagai fiksi sejarah,

beranggapan bahwa bisa saia

novel sejarah dijadikan sebagai


bahan perkayaan sejarzh.
Hal iru disebabkan karena
meflurut novelis yang selalu
mengadakan riset mendalam
sebeium menggarap novelnya
itu, novel sejarah harusnya
sefatus Persen bersumber pada
data,tapi juga seratus persen
harus dianggap sebagai imaiinasi
pula. Menurutnya, orang harus
membaca f,ksi sejarah berbeda
dengan membaca teks sejarah.

HAYAMWURUK, No.

L/XXl2Ot} | t9

N{isalnva saja ketika dalam


tuLisan sejarah clikatakan bahrva
Diponegoro menampar musuh
di Benteng Vredenburg, Jogja.
NIaka, dalam {1ksi peristiwa
itu harus dapat dihidupkan.
Contohnlra, dengan cara
menggambarkan bagaimana
detail penamparan iru terjadi,
apakah dengan menarik sebuah
kursi yang ada di dekatnva lalu
ditendangnva kursi iru, baru
kemudian ditamparnl,a sang
rnusuh.

"Teks sejarah ken mari,


dalam {rksi harus dihidupkan
dalam aksi. Dan boleh saja iiksi
sejarah seperti novel-nove1 vang

mrngrngkat reme seiarah iru


dijadikan sebagai perkayaan
dalam sejarah. Sebab, tetap harus
drkatakan gini, bahwa sebuah
novel seiarah itu serafus persen
harus bersumber pada data,
tapi seratus persen jr-rga harus
dianggap imajinasi," kata penulis
not el P,trgetan Dipon4orn

itu.

Remy yang muiai tertarik


menuls fiksi dengan latar seiarah
sejak usia 16 tahun clan baru

diterbitkan c1i usianva yang


ke 18 tahun itu menganggap
bahwa apabila novel novel yang
bedatar peraflg benar-benar
memiliki bahan dasar berupa
data-data sejarah vang va1id,
maka novel itu dapat dijadikan
sebagai rujukan sejarah. Namun,

tidak boleh dilupakan pula


novel sejatin)ra adalah

bahr.va

sebuah karva yang bersifat


fi ksi. Jadi, kcbcnarrn rng
1
terkandung di dalamnr,a sudah

bercampur dcngan imrlinasi sang


peflgaraflg. Imajinasi peflgarang,
menurutnva, hant.alah sebuah

cara untuk menghidupkan data


sejarah 1.ang kaku. Jadi, tidak

,vang berupa teks pembelaan.

ada masalah bila nor,-e1 sejarah

Pada tahun 1930, Bung karno

dijadikan sebagai rujukan.

clitucluh melanggar Unclangundang Hukum Pidana Pasal

Senrda dengan Rcmr.

Nluhidin M. Dahhn juga:etuju


bahwa novel-novel sejarah dapat
dijadikan rujukan bila fakta-fakta
dalam novel tersebut masih bisa
dilacak. Dia mencontohkan
Tetra/agi Bura Pramoedl,a Ananta
Toer dan Indanesia A,Ienggagat
Soekarno. Namun, Nluhidin
lebih condong memandang l-ra1
itu sebagai sebuah fenomena
hasil otak-atik para knrikus dan
pembaca. Menurutnva, roman
Tetrulagi Bara vang mengJambil
latar belakang dan cikal bakal
bangsa Indonesia dr as-al abad
ke-20 yang dihasilkan di dalarn
peniare itu sebrnarnvr rngin
ditulis dalam bentuk sejarah
oleh Pramoedva. N:rmlrn, karena
ketiadaan sumber sama sekali clan
dia sendiri tidak ingin dikecan-r
oleh para sejarau,an lterena
ketiadaan sumber itu), maka
Pram menuLisnva dalam bcntuk
noyei. Ia memilih jalur novel
sebab dalam karva fiksi, fakta
dapat diotak atik ke mana mana.
Hal itulah yang menyebabkan
Pram tidak pernah menr-cbut

novclnva sebagai novel sejarah,


meskipun tokoh tokoh dan
cerita dalam novelnr.a ada clalam
sejarah. Berbeda
dengan apa yang clialami mantan
presidtn ferl2mJ In,lonesia.
Soekarno, yang jr-rga menulis
lndlnesia hlenglugttr di dalam
ruang tahanan Belancla selama
delapan bulan. '
ken1,21226

I n d o n u i a l,I e nggagal merupakan


:.rlah satu nra:rerpiecc burir-

20 | HAYAMWURUK, No. 1/XX/2010

br-rtir

pemikiran Bung I{arno

1 61, 17 1, dan 1 53 yang dikenal


sebagai H aa tTaai a rti ke /en, sebuah

pasal 1'ang sangat lentu{. Pasal

yang acap digunakan pihak


peflguasa terhadap nu.rah po/itik,
yang sebenarnya merupakan

delik penlcbaran rasa benci.


Bung I(arno bersama Gatot
N'Iangkupraja, X,Iaskun, dan

Supriadinata dituduh mengambil


brgian dalam suaru r )rgerusasi
yang mempunyai tujuan
menjalankan kejahatan yang
mengarah pada penggulingan
kekuasaan Hindia Belanda.
Organisasi yang dimaksud adalah
Perserikatan Nasional Indonesia
yang kemudian menjadi cikal
bakal lahirnva Partai Nasional

Indonesia (PNI). Dalam


rangkairn pr.rsidangrn p: n jang
Bung I{arno lang berlangsung
pada 18 Agustus 1930 hingga
Desember 1930, pihak Hindia
Belanda menampilkan saksi
utama untuk peflufltut umum
vakni I{omisaris Polisi Albreghs.
Nlcreka ingin menunjukkan
bahwa ada hubungan langsung
antara PNI dan Perhimpunan
Inclonesia di Belanda yang
mcngarrhkan aderrr a subver:i
komunis. Bung I{arno berhasil
mencpis tudingan itu dan
membuktikan indepcndensi PNI.
Dalam proses persidangan, Bung
I{arno didampingi pengacara
Su,vudi SH, I(etua PNI Cabang
Jarva Tengah, tuan rumah saat
Sr-rkarno ditangkap, NIr Sarrono,
seorang rekan dari Alqerueene

rj
r:eh

i
tr,E-

lagi beberapa [teratur dan catatat'r


kakinya'. Soekarno itu beruntung
karena istrinya menl-usuPkan
buku-buku yang di j adikannya
sebagai data," terang pemerhati
sastra dan penulis buku itu.
Meskipun setuiu bahwa karya

pengeluaran.
Sekalipun begiru, Bung I(arno

sastra sejatah dapat dijadikan


sebagai sebuah referensi seiarah,

novel-novel Pram sebagai sebuah


rujukan, sebab karya-k^ryaly
^
ditulis bukan karena kepentingan

merasa perlu menfapkan

Muhidin menyarankan bahwa

kekuasaan.

pembelaannya sendiri. Akhirnya,

untuk melihat novel-novel,

ia merangkum kumpulan

patokan yang digunakan tetaP


harus sastra sebab seiarah
sifatnya hanya mendukung.

"Sangat mungkin sekali


novei sejarah dijadikan rujukan
di zaman posmodernisme
ini. Jangan lupa, zaman dulu

tinggal diJakarta

pembelaanflya dalam buku


Indonesia Menggugat.

xbil
I

(tttP: / /

penasoekarno.wordpress.
corn / 2009 / 12 / 20 / dibaluk'
indonesia-m eoLggugat / )
Muhidin, penulis L.ekra Tak
B u kt, mer,daga bahwa
mulanya Indoneia Menggugat zkarr
ditulis dalam bentuk karya sastra.
Tapi karena ketika istrinya telah
berhasil men]rusupkafl sekitar
40 pasokan buku iewat stagen
saat menienguknya di dalam
p enjara, Soekarno beruntung.
Buku-buku selufldupan itu daPat

Me m b a ka r
il-ah

sia

memperkuat data- data Pada

L..

lr

tulisannya. Sehingga, sumbersumbernya pun dianggaP telah


memadai dan pada akhirnya
I n do n ui a M e ngagat dianggaP
bukan sekedar karya sastra yang
faktany a perlu dip ertanyakan.
"selama masih bisa dilacak
faktz-fakta seiarah dalam novel
itu, cukup bisa diiadikan sumber

rujukan untuk kita. Sastrawan


sendiri agak riskan sebenarnya,

\I.
nng

ka1 a k P nm

ittt nga k Pernah


bilang novelnya iru novel sejarah
Novel ya novel. Seiarah ya

seiarah. Makanya ketika menulis

Arok

Kl.

Jawa tidak mungkin menyerang


musuh hingga seberang lautan.

dan menjadi \X/akil I{etua yang


mengurus soal keuangan partai,
Mr Sasromulyono yang tinggal di
Bandung. I(etiganya melakukan
tugasnya tanpa dibayar, bahkan
rela mengongkosi seluruh

Stildieclilb yang

Dedu, Aras Balik dta

mengatakzn' int kary a a nf n i s h,


belum selesai dan harus dicek

Arswendo iuga tidak


menampik kemungkinan
novel sejarah sebagai sebuah
rujukan sejarah. Ia beranggaPan
bahwa karya sastra, termasuk
novel sejarah, adalah seiarah
yang paling jujur dan dapat
memperkaya fakta- fakta sei arah.

Ia mencontohkan Arus Balik


karya Pramoedya, Dalam novel
itu, digambarkan Adipati Unus
berani menyerang Maiaka karena
ia sadat kelautan. MenututnYa,
Pram menafsirkan bahwa
hanya orang-orang Cina-lah
yang memiliki kesadaran akan
dunia kelautan pada wakru iru.
Jadi, dianggapnya Pram telah
mengungkapk zn fakta kePada
masy arakar bahwa AdiPati

Unus kemungkinan bukanlah


keturunan dai ru1a-raia J awa,
sebuah hal yang tidak daPat
ditemukan dalam buku-buku
sejarah Indonesia. Arswendo
yang mencintai dunia kePenulisan
sejak kecil dan memilih
pekeriaan sebagai penulis itu
juga mengatakan bahwa Pram
telah berhasil menafsirkan
btdaymya. Pram mamPu
m enafs i rkan b ahut a r aia- r aia

Hal itu dianggap Arswendo


sebagai salah satu kekuatan yang
dapat diperhitungkan bagi para
pakar sejarah untuk menjadikan

data- data

dai

sejarah

itga

begitu. Di luar negeri juga,


dalam f,lm Tbe Da1 af tbe
Jacka l, mengenai pembunuhan
presiden Perancis yang gagal.
Itu semua menggunakan
data yangpersis sama. Hanya
waktu dia menembak, presiden
Perancisnya digambarkan sedang
menunduk lalu pelurunya lepas.
Apakah ada perdebataflny^, yz
ada.Tapt apakah seperti itu,
imlah kemampuan kreativitas
dari pengarangnya yang bisa
juga disebut penafsiran. Dan

itu bisa dijadikan ruiukan iuga,"


terang penulis Senopati Pamnngkas
tersebut.
The Da1 oJ the Jackal adalah
sebuah jenis novel tbrilleryzng
dijlhami dari kisah nyat^ d^fl

diterbitkan padz 7 )wn 1'97 7.


Novel yang ditulis oleh Frederick
Forsyth tersebut bercerita
mengenai pembunuh bayarat
se'waan teroris yang dirugaskan
untuk menghilangkan nyawa
Presiden Perancis yang bernama
Chades de Gaulle di awal
tahun 60-an. Novel tersebut
diadopsi menjadi f,lm sebanyak
dua kali. Pert^m , pada tahun

HAYAMWURUK, No. ]-lXX/2OtO

| 27

1973 dengan sutradara Fred


Zinnemann 1ilm itu diberi judul
sama dengan novelnya. I{edua,
pada 1997 novel itu kembali
diadopsi menjadi Elm dengan
1udul Tbe Jackal dan disutradarai
oleh Michael Caton-Jones.

Purni Retno Sarj, alumni


FISIP angkatan 2005 Undip
juga mengatakan bahwa novel
sejarah bisa saja dijadikan
rujukan atau referensi sejarah
selama data,d atany a dapat

dilacak. Menurutnya, meskipun


novel sejarah ditulis dengan
meflgusung ideoloE pengarang
sendiri, namun terkadang

novel sejarah dianggap mampu


menggambarkan sejarah yang
jujur dibanding tulisan sejarah
yang kadang mengandung
ketidakbenaran karena adanya
faktor pesanan dari penguasa. Ia
menganggap bahua ciri mimesis
karya sasra terkandung jeias
dalam novei sejarah sebab ridak

mungkin seorang penulis novel


sejarah menulis tanpa melakukan
riset tedebih dahulu.
"N{emang setiap fiksi seialu
ada sudut pandang pengarang
yang masuk. Tapi asalkan data
datanya masih bisa dilacak,
yz bisa saja dijadikan ruiukan
sejarah. Sejrrah di Indonesia
sendiri kan masih pedu

dipertanyakan juga to? Terkadang


malah ada sejarah yang tidak kita
jumpai di tulisan sejarah, tapi kita
dapatkan di datam novel-novel,,,
kata penikmat novel,novel
seiarah Indonesia dan luer negeri

itu.

sejarah. Nleskipun ia mengakui


bahwa sastra sebetulnya
adalah underground

No.

hiiary vang

memandang seiarah sebagai


sebuah atena masyarakat sipil
dan dapat menggambarkan
suatu bangsa (/ocal caloar), namun
menurutnYa sastra sejarah hanya
berkedudukan sebagai momen
heuristis-

"Kalau mengikuu Gram.ci,


sejarah adalah arena masvarakat
sipil. Sastra sebagai cetusan

masyarakat sipil, dan lebih


jauh 1ag sastra dapat menjadi
wajah etnis suatu negara \,ang
memperkuat masyarakat sipil.

Tapi menurut saya tidak bisa


dijadikan rujukan karene sastra
sejarah bukan dc,kumen, iru
hanva sebagai momen heurisus.',
katanva.

Maman S. N{ahavana
pun tidak sependapat bahu-a
sastra sejarah dapat dijadikan
sebagai sumber referensi
sejarah. Menurutnva, novel

tidak bisa dijadikan rujukan


sejarah. Akan menjadt suatu
persoalan bila masyarakat
mencoba memveri6kasikan

peristiwa sejarah dalam novel


dengan peristiv/a sejarah dalam
fakta. Sebab, apa y^ngterrulis
dalam novel belum tentu
r.alid kebenarannva. Ia jr.rga
menggunakan salah satu karva
Pramoedya sebagai contoh.

I ru: Ba/ikkarya
Pram masih dapat dipertanvakan,
dari mana orang Islam dipandang
jelek semua. Hat itu dianggapnya
Menurutnva,

Berbeda dengan Remy;


Muhidin, dan Purni, St Sunardi
tidak setuju bila sasrra sejarah,

22 I HAYAMWURUK,

sepertr novel-novel se jarah


dijadikan sebagai rujukan
sejarah untuk meflggali
informasi mengenai faLta fakta

L/XX/20t0

sebagai bentuk kesub j cktivitasan


Pram. Ia mengakui bahwa dalam
novel itu memang mengandung
muatan peristiwa sejarah, namun

ideologi Pram juga masuk ke


dalamnya. Nlenunttny a, A ru s
B a /i k harus ditempatkan sebagai
karya liksi sebab dalam novel itu
tokoh-tokoh vang ditampilkan
pleh Pram terkesan ada
kecenderungan stereotip bahwa
bangsawan, Islam,

dll itu negatif.


"Fakta menjadi fiksi dalam
novel, ngyk ada persoalan. yang
jadi persoalan adalah ketika
memverifi kasi peristirva seiarah
dalam novel iru dengan perisriwa
selarah dalam lakra. Bagaimana
yang tercatat dalam sejarah, kalau
benar nggak
kalau salah
^pa-apa,
1,a bermasalah. Nor.el itu Lidak
bisa dijadikan rujukan sejarah.
Aras Ba/ik-nya Pram itu masih
bisa dipertanyakan, dari mana
orang Islam itu jelek semua.
Nor.el ini ditempatkan sebagai
f,ksi, beda dengan tetralogi Bumi

Manasia," jelas Maman.


Setali tiga uang dengan

Maman, kririkus sastra Radhar


Panca Dahana dengan tegas
mengatakan bahu,a sastra
sejarah tidak dapat dijadikan
rujukan dalam mencari fakta
sejarah meskipun data data yang

digunakan banrak dan lcngkap.


Ia menjelaskan bahrva prosa,
termasuk cerpen atau novel,
dalam Bahasa Inggris adalah

fction vang artinlra fi[5], frp"r,


faction yang berarti fakta dan fi ksi.
Sehingga, ia pun memandang
Seno Gumira Ajidarma
melakukan kesalahan dengan
mengatakan bahwa .f aksi Mata_
nya merupakan fakta sejarah.

fltisan

Saksi Mata merupakan kumPulan

i cialam

cerpen Seno yang berkisah


mengenai peristiwa kekezaman di

ldrn,e

Timor-Timur.

namun
.Le

"Nggak bisa begitu. Seiarah


dan sastra itu beda, begitupun

[rzr.

jarawan dan sastrawan.


Persamaannya cum wdn
yang berarti manusia. Jangan
dis amakan antan ke drzny a,
bisa kacau nanti. SePerti yaflg
dilakukan Seno dengan JaAri
Mata dan Pramoedya dengan
Tetra bgi B ara-nya. P nm membuat
se

cbagar

yrel itu
Ekan

rahs-a

rgf,t1i.
rlam
r-

\ang

itu, tapi ngakpernah mengklaim


bahwa itu adalah fzkta selanh.

iarah
rri.tirva
lllerla
r sa-lah

Seno saja yar'g keblinger.


Sebenarnya mar ngangka t Y artg
isinya data semua pun, begiru
dimasukkan sebagai prosa, maka

iiek

fiksilah dia," kata Radhar.

kalau

Menurut St Sunardi, titik

reh.

temu antara sejarah dafl sastra

u,sih

.g
yBrni
I
dhar

hh
rkan

rn trksi.
ans

bukunya Tbeory of Literatare

dan sejarah yang dimanipulasi


tidak dipermasalahkan. Hai
yang membedakan artara fakta
dalam sejarah dengan fakta
dalamkarya sastra adalah seiauh
mana fakta-fakta itu dapat
diklarif,kasi, dikroscek, dan
dilacak kebenarannya tidak hanya

mengatakan bahwa fakta adalah


rangkaian ruang dan waktu
terjadinya sebuah peristiwa.
Jadi. fakta adalah peristiwa itu
sendiri, dan ketika peristiwa
itu ditulis ulang sebagai karya
sastra, sebeflarnya fakta itu telah
bergeser menjadi 6ksi.

dari satu sumber.

Ketika ditemui Halamwaru k


di sekretariat Federasi Teater
Indonesia (FTI), Jalan Kebagusan
Dalam No. 59 Jagakasa,
Jakarta Selatan (08 / 2009),

dunia fksi atau ima]i. Rene

pertama, di dalam sastra ada

Sunardi.
Pendapat dari novelis,
penikmat, dan kritikus sastra
tersebut mengindikasikan bahwa
f^kta dan f,ksi memiliki
^nta;r^
batas yang sangat tipis. I(eduanya
memang berbeda, namun di
dalam kzty a sastra, keduanya

sebuah dunia tersendiri yang


memiliki hidup sendiri untuk
memiliki logrka sendiri. Jadi

Kebenaran dan Dusta dalam


S astra,

untuk

llc:a-

menciptakan alur.
Maman menyatakan bahwa

s^sta, fakta yang menjadi fiksi

Dalam kumpulan esainya,

selalu berkombinasi

lfellek dan Austin Warren dalam

dan fiksi dzlamkarya sastra tentu


tak tedepas dari perbincangan
mengenai kebenaran dan dusta.

grn

lrh.

harf,ah sebab acuannya adaTah

penulisan sejarah itu, ada unsur


imajinatif yang notmatif.
Sedangkan dalam dunia karya

Keb enaran adalah p errry ztaat


tatrP2 fago, sementafa sastfa

mengimaj inas lkarlny a," terang

eL

Perryataan dalam novel


sejarah pun demikian. Ia tidak
dapat dianggap benzr secara

the real realigt dan fctional realiry.

selama ini dirindukan taPi


belum punya czr b^gi^mat

EA:

kolektif.

TI1

gkp

kebenaran melalui pembenaranpembenaran yang terjadi secara


individual. Tak ada salupun
pro sedur yang memllfl gkinkannya
menjadi kebenaran massal atau

Radhar Pznca Dahana


menyatakan bahwa kita tidak
harus melihat karya sastra sebagai
suatu fakta. Ia menegaskan
mengenai p etb edaat attara

2,<

3 rang

sejarah, penulis rerkadang


mengandalkan imajinasi. Sebab,
tidak mungkin penulis sejarah
bisa membuat rekonstruksi
yang baik kalau dia sendiri tidak
membayangkan peristiv/z masa
Ialu tersebut. Dari langkah

sastra, dapat menjelma menjadi

Radhat menjelaskan bahwa


sebenarnya kesimpang-siuran
dalam pembedaan attara fakta
dan fiksi itu tidak ada sebab
keduanya sudah ielas berbeda.
Menurutnya, pengl-ihatan yang
simpang-siur itu terjadi karena

keberhasilan p erTg r^flg


mencipta ruang imaiinasi yang

kta

sejarah. Dalam merekonstruksi

B erbrcar a mengenai fakta

ada pada keberhasilan sang


pengarang dalam menciPtakan
ruang imaiinasi yang selama ini
dirindukan dan dianggaPnya
belum ada carzbagimata
mengimaiinasikannya.
"Titik temunya pada

llflA
tl-

tipisnya batas antara fakta dar.


sejarah nampak pada penulisan

merupakan dunia rekaan yang


menawarkan mimpi-mimPi
dan penuh dusta. Ia dipandang
hanya sebagai dunia refleksi, bias,
ztar b ay arrg yang mewakilinya.
Apapun yang bukan nyata,
namun menyerupainy a adzlah
dusta. Sastra adalah dusta di
dalam dirinya. Dusta di dalam

seharusnya karya sastra

dilihat

sebagai dunia yang diciPtakan


sendiri, meskipun ada pula yang

menganggapnya sebagai realitas.


Karya sastra juga memi-liki fakta

empiriknya sendiri. Radhar iuga


berpendapat bahwa kesalahan
yang menyebabkan kesimPang-

HAYAMWURUK, No. L/XX/2OL0

| 23

siuran itu ada pada panclangan


\.ang salalt mengenai karva sastra

politrk juga bcrarti penggunaan

sebagai ilte rea/ rea/i4,.


"N{en'rang cli dalam karva

tanda dan citra c1a1am polrtik


sedernihian rupa, vang cli

:eni,

clalamnya citra telah terputus dari


realitas vang direprescntesilixn
sehingga cli dalamnr,a bercampur
aduk antara ),ang asli dan palsr-r,
realitas clan fantasi, ken\-ataan
dan fatamorgana, citra dan

1)tt,.'ftpi

realitas, r.ang mcnggiring clunia

sastfa seperti yang clikatakan

politik ke arah penoperLgan

Vincent (irumrlles, tokoh dalarn


karva Charles Dicknes, Nicholas

Lid.rk

h.rnrl

realitas dan kebenaran. Simr-rlakra

:as1r;1. rss2pj

juga lukisan, clrama, dan hlm,


krrr a itu nrencipLrkan drrni.tn,.;r

sendiri. Namr-rn, apa vang lda c1i


dalamnva br-rkanlah the n:d/ realitT
arau re.rlitrs vrn! sclrrnrrnrr. ulpi
metupakan /iliona/ rea/i4, atz:u
kcnr.ata.n rckaan. Rekaan clalam
karya seni itu mirip sekali dengan
kenvataafl scben atnlra," tutLrrnYa.
Radhar mengatakan bahu,a
hal tersebut merupakan sebuah

pemaharlan klasik sejak zamar-r


Aristotcles, vakni bahrva kesenian
(tcrmasuk sastra) memiliki sifat
mimetik (tiruan dari kenl.ataan).
Jadi, kesan r-ang ditimbulkan
scperti menjiplak dari kenr,araan
Iang ada. Ia menegaskan pula

rcalttas (uasquerade

rf

rea/i4).

(http: / /id.shvoong. com/


social-scienc es / L68627 7 -

simulakra-politik/)
"Dari

sastra kita n-renclapat

refl eksi, renungafl , pem:rknaan,


kontemplasi, bah kan katharsis.

Jadi dunia sastra jengan


dianggap dunia r-ang sama
clengan kent.ataan

itu sendiri.

kenvataan simboLik, jadi simbol


dipanclang sebagai abstraksi clari
realita, bukan realita itu sendiri.
"Nlakanla, kalau sejarah itu
dunianya objeLtif, disepekati
bersama bahrva ini,\ B C D
k,rl.ttr dtrnir 5a(rra ilu
subjchtii kau boleh membangun

duniamu scncliri," jelas Raclhar.


,,\kan tetapi, dusta dalam

Nick1eb1,,

'i\rt

is n11t

truth,

art is a Jic," namun Crummles


kemudian melanjutkan, "that
reve:rls the

troth."

rltt.rta, noru un ilrs


kebentu'al.

J'ash.a ada/ah

la.1,a n a

tt

ea-y in,qkap

]adi, kita ticlak bisa

setta merta mensanlJgap bahwa


apa \ang clicetitakan oleh

seorang novelis dalam kar1.a

I{alarr dalt begitu kan kelt/itger.

bahwa dunia rekaan itu hanva


bersifat seolah-olah yang
fungsinya bukan untuk menjadi
kenlataan iru sendrri. tapi
menjadi refleksi dari keflyaraan.
Pria kelahiran 26 Maret 1.965
itu mengumpamakan bahwa
penjustifi kasian realitas rekaan
dalam sastra sebagai realitas
yang sesungguhnya iru mirip
dengan simulakra politik yang
berisikan informasi yang dapat

sastra sejarahnva sebagai sebuah

N'Ienempatkan fikta clalam clunia


rckaan hingga senrd Lmpirisnva
ito ngak bisa," terang Radhar.
Kedaa,hal yang pedu
diperhatikan berkaitan dcngan
kesimpang-siuran dalam
pembedaan fakta dan fiksi adalah
adanl a perbed aan antara srienre
dan art. Science atau dunia ilmu
menyarakan bahua dr dalam seni
ada dunia sendiri yang dibangun,

dusta. Sebab, bisa saja epa yang


clitulisnl,a mcrupakan sebuah
kebenaran. I(ebenaran yang
di,lapar ketrka ia mengamali
pengalaman, kebenarrn dari apa
yang diamatinya dari lingkungan
sekitar, bahkan kebenaran dari
apa y^ng dialaminya dalam
perjalanan hidup.
De omnibus dabitandam.

menciptakan kesadaran palsu


false consciousne.r) di kalangan

materialistik, pemaknaannya
cenderung direct (langstng) dan
terukur karena berangkat dari

masyarakat.

Simulakra p ohak

(p

li ti c a

sima/acrQ yaitu penggunaan

tanda dan citra politik yang


telah terdistorsi, tcrdeviasi,
menyimpang, bergeseg bahkan
telah terputus sama sekali dari
realitas poJitik vang sebenarnya,
retapi semua diklaim sebagai

aktany a bersifat empirik

iogosentrisme, materialisme,
d11, sehingga maknan1,2 [21qg
denotatif dan tidak boleh
amblgu. Sementara dalam dunia
sastra, pemakn
bersifat
^ar]rly ^
simbolik, wajib ditafsirkan, tidak
konkrit. tidak marerial. rapi
abstrak. Pemaknaannya ada di

24 I HAYAMWURUK, No. 1/XX/2010

Segala sesuatu harus diragukan.


Bagaimana dengan Anda)+*x

M""g"p" IctaMasih Memerlukan Novel sejarah?


Oleh: DwiciPta
ada seorangpun di rnasa
Kita mesti membalangkan sebuab masa /a/u, karena tak
masa /a/u..." -Carlos Fuentes
Terd.apat

Banlak Harapan,

tEi

kiniyng

kerubali hidup di

bukan untuk kami"'

-FtarLz I{afka.

hadirnya sebuah Peradaban,

1
Siapakah kita

ini sebenarnYa?

Tiba-tiba, oleh PertanYaan


sederhana itu, di PeluPuk mata
kita tampil berbagai gambatan:
sekumpulan manusia vang tinggal
secara tersebar -sekali Pun tak
mer^ta- di dalam sebuah ruang

-:

-:

:: I -ilh

amat luas bernama kePulauan


Nusantara (dengan batas-batas
geografis imajiner baik Yang
ditarik oleh Posisi Pulau-Puiau
terluar kita mauPun oleh garis

:.:-:Oa

-_

sendiri, era Penielaiahan Bant


dan penaklukanhYa Yang
mengakibatkan baik Pemusnahan
bagian -bagran terrentu dari
peradaban kita mauPun
penyerapan atau keterseraPan
l<tta pada peradaban Barat
yang dominan, dan faiatbaru

Zone Ekonomi Eksklusi!

-.:

pengaruh-Pengaruh asing Yang


datang si[ih berganti hamPir
tiada berkePutusan dan ikut
membentuk P etadaban Wta

dan dalam wakru berdimensi


riga 1 ang menemPalkan seilaP
tindakan dan Pikiran kita Pada
suatu pengandaian garis tak
tefputus dimana sesuatu hal
tet]adi bukan hanYa oleh watak
keserenrakannYa namun !uga
oleh kaitannya dengan masa

lalu dan konsekuensi logisnYa


di masa depan. I{ita adaiah
produk dari serangkaian Paniang
proses-Proses seiarah Yang
telah bedangsung di kePulauan
Nusantara ini. Memori kita
telah merekam berbagai mitos
tentang asal-mula nenek-moYang,

keruiaarkeniaan Yang b erdiri


dan runtuh untuk menandai

kemerdekaan sebuah bangsa Yang


dipenuhi haraPan setinggi langit
aras masa depan kemanusiaan

kita sebelum dibenturkan


dengan kekecewaan sedalam
lau@n atas kenyataan tidak
manusiawi dan merdekanYa
kita justru setelah mendaPatkan
pengakuan di seluruh dunia
sebagai bangsa Yang merdeka'
sederhana
Sebuah P efi^fiy
^2n

tiba-tiba menghadirkan
kemungkinan jawaban Yang

rumit dan komPleks. PertanYaart'


iru mungkin bisa dijawab secara
sederhana. TaPi kita tak lantas
mengamini 1aw abat s ederhana
itu, sebab dibutuhkan iawaban
yang lebih terPerinci, tak

HaYaMWURUK, No, LIXX/2OL}

| 25

klise, dan lebih penuh maklra.


Bahkan dalam dunia yaog
makin gcgap-gcmpi ta sepertr
sekarang im. dimana manusia

telah banyak ditelikung oleh


produk-produk yang ia hasilkan
sendiri, pertanyaan tentang diri
manusia, yang oleh banyak orang
dianggap mengada-ada dan tidak
mempunyai arti pentingnya yang
besar, tetap akan menggemakan
masa ialu panjang yang pernah
dialami atau dimiliki baik secara
personal maupun kolektif. Maka,
sejarah yang terbangun terutama
pada basis ingatan atau kenangan,
akan memainkan peran besar
dalam menjawab pertanyaan di
atas.

Hulu dari pertanyaan yang


mengarah pada peneguhan

identitas tersebut (Siapa kita ini


sebenarnva?) tiada tain adalah
ketidakmampuan manusia untuk
menj awab persoalan-persoalan

riil kemanusiaannya. I(enapa


kita menerima kenyataan sebagai
bangsa vang ter)a1ah? I{enapa
kita, setelah merdeka, terus
mcrasakan kcterjajahan itu?
I{enapa kebesaran vang pernah
dimiliki oleh nenek,moyang
kita dirampas oleh masa lalu
dan sampai sekarang terus

clisembunl.l[nn olehnva? r\pakah


kita bisa mcndapatkan kembali

bandar dan galangan kapal


pantaiUtara vang terkenal di
seluruh Asia Tenggara bahkan
dunia, para insinl.ur dan arsitek
jempolan yang melahirkan
kompleks candi Borobudur atau
Prambanan?

Mari sedikit berpaling pada

bangsa pendatang dari Utara,

diperintah dan diperlakukan


layakrya kriminal di negerinya
sendiri oleh tuan gadungan yang
mengaku-aku sebagai penguasa
sah kepulauan Nusantara sejak
abad akhir abad delapan belas.

kerja,kerja literer yang telah


dilakukan oleh Pramoedya

Ia, secata putus asa, mencari-cari

dalam merespons fenomena


sejarah bangsa ini. Pramoedva,
prosais yang saflgat produkrif

sisa-sisa kebesaran p eradaban


Nusantara yang tak berbekas
lagi di masa kini lewat epik

melahitkan novel-novel sejarah


bermufu di negeri ini, tak habis
mengerri bagaimana sebuah
bangsa yangpernah memiliki
semangat egaliter seperu

padaZaman Ken Arok bisa


terperosok dalam ken\-ataan

manusla adala
t]
pencipta sejarah.
Tragedi manusia diawali
dari kemampuannva
untuk meflgingat apa
yang telah dilakukan
dan dipikirkannva di
samping kemampuannya
mempelajari apa vang
telah terjadi di masa lalu

harta $,arisan nenek,moyang

sejarah kemanusiaann\-a

hita seandainya itu memang


warisan sah kita? Bisakah kita

vang terkotak-kotak climana


st kelr,mpoL bcsar rnanuria

mcu,ariskannya kepada anak


cucu kita kclak? Secara lebih riit,
apa yang menyebabkan sejaral-r
mencatat secara gemilang orang
orang seperti Laksamana Nala,
Gadjah Mada, kemasyhuran

budak dan sekelompok kecil


manusi:r berlaku layaknya tuan
tuan maha kuasa. Ia tak habis
mengerri bagaimanr manusia
Indone sia modern di arval

Majapahit dan Sriwijaya, bandar-

tak lebih bermartabat dari


seekor kera oleh sekelompok

diposi.il<rn lelrkrrr a scbrrgai

abad dua puluh diperlakukan

26 | HAYAMWURUK, No. 1/XXl2010

sejarah memilukan tentang


keyayaan pesisir pantai

Utara di

abad enam belas. Tedahir dari

rahim kolonialisme, mengidap


sindrom kompleks inlrerior
atas kekuatan dan kekuasaan

dominan bangsa-bangsa Barat,


dan hasrat menggebu unruk
menemukan realitas yang
sebenarnl a atas kemanusiaannya.
tanpa terelakkan membuat
karya-karya Pramoedya dipenuhi
dengan visi,visi Manichean dan
semacam eulogi kejayaan masa

iaiu kita yang penuh airmata.


Ia menjadi anak zamannya. Apa
vang telah dikerjakan pramoedya
membuat kita tergoda untuk
menyimpulkan bahwa hanya
lewat pengalaman kegagalanlah
kita akan bisa memahami bayangbayang dunia ini mcngingat
pengalaman kegaqalan pun1,n
u,atak univetsal, jauh lebih
unir-crsal daripada keberhasilan.
Sekalipun dipenuhi oleh cacat
cacat visi Xlanicheann)-a serta
eulogi atas kebesaran masa
1alu yang agak

berlcbihan, tak
diragukan lagt bahrva pramoedva,
lah salah satu penulis paling baik
vang mengadakan penataan atau
pemulihan kembali peradaban

: -l:.

kita, dan dalam banvak hal


melakukan usaha-usaha nYata
untuk meneguhkan identitas
budal,a bangsanya. Ia, 1'ang
kemudian diikuti oleh generasi
penulis seperti Romo Nlangun
dan Ahmad Tohari, mencoba
melakukan rekonstruksi seiarah
demi sebuah masa dePan, sebuah
rumah unrul< peradaban kira'

:1\

Sebelum dan sesudah


Pramoedya, memang banYak
karya karla sasrra berbasis
sejarah yang muncul dan unjuk

diri di hadapan kita. Namun


sebagian besar di antaranya dirulis
dengan buruk (alangkah semena

menanya mereka menggunakan


seiarah sebagai medium
bercerital), bukan hanYa karena

tiada dipersoalkannYa faktalakta dalam sejarah, namun iuga


karena ketidakmamPuan karYakarya itu untuk menamPilkan
persoalan-persoalan kemanusiaan
kita yang paling mendasar, dan

ffl\-a,

:ruhi

cln

dengan demikian, memberikan


tawz\:an dunia baru Pada kita
di samping keindahan bentuk
dar gaya bercerita. Merekalah

e_<l

]<.f i';1

generasi para Penulis Yang


b ertindak lay ak:rtY a s eorang

ai

penyalin, dan mengambil


keuntungan dari tindakannYa
sebagai Penyalin unruk dirinYa

f;?:tg'L

dirinya secara langsung itu.


Hampir sulit kita menemukan
versi seiarah PaLing otisinal
tentang bangsa kita, terutama
tanPz czmpuf tangzn baflgs2bangsa lain, meskrPun setiaP
kali kita merasa bahwa cara Pikir

kini kita.

dan sikap-sikaP kita memiliki


skala kekhasan tertentu Yaflg
bisa dibedakan dengan aPa Yang
berasal dari luar. Apa yang teriadi
di Amerika Latin dan Amerika

11

Tak diragukan lagr jika kita


bisa menf imPulkan bahwa
sederet penulis ktta dari zaman
dulu hingga sekarang, sebagian
besar -kalau tidak dikatakan
semuanya-, menamPilkan sebuah
cerita seiarah dalam bentuknYa
yang paling umum. Para Penulis
seperti PfamoedYa, Romo

Mangun, RemY Silado, Ahmad


Tohari, Arswendo Atmowiloto,
hanya meniadikan seiarah
sebagai medium Paling jitu
dalam menamPilkan Persoalanpersoalan kemanusiaan dan
hasrat akan Penemuan dunia atau
kehidupan baru manusia, dan
dengan demikian, men]adikan
se]arah sebagai medium sastra.

Hal ini dilandasi dengan


kesadaran bahwa manusia
adaiah makhluk PenciPta
sejarah. Tragedi manusia diawali

dari kemamPuannYa untuk


mengingat aPa Yang telah
dilakukan dan diPikirkannYa

Serikat QItara) secara umum


bisa diiadikan Perbandingan.
Amerika Latin, dengan
kebudayaan IndiannYa Yang
kuat dan mitos-mitosnYa Yang
bertahan hingga kini, melahirkan
suatu kebudaYaan mestizos Yang
unik. Hasrat untuk melakukan
Eropanisasi yang dilakukan oleh
Spanyol bertemu dengan warisanwarisan Indian yang tak mamPu

dihilangkan oleh Para Penduduk


Amerika Latin. Usaha Penemuafl
dunia baru Pada akhirnYa selalu
berupa suatu amalgamasi seiarah
antara unsur-unsur EroPa
dan warisan-warisan Indian.
Sebaliknya, di Amerika Utara,
khususnya Amerika Serikat,
pemusnahan benar-benar terjadi
secara semPurna dan massif,

di samping kemamPuannYa

memedukan sebuah novel seiarah

karena keterbatasan manusia


dalam merekam aPa Yang telah
diperbuat atau diPikirkannYa
tetsebut atau kemamPuannYa

rago-ta;go lagi menawarkan


I

keserbasalahan masa

mempelai ari aP a Y arrg telah


terjadi di masa lalu Yangtak

memahami apa dan siaPa kita,


sebuah novel seiarah Y^ttgt^nqa
I
I

setelah menghamParkan Pada


kita tragedi-tragedi masa lalu dan

sendiri, tanPa menghiraukan


kehancuran dan horor Yang
telah menunggu manusia di
masa depan. PendeknYa, di
masa sekarang ini, kita masih
yang bisa menialankan fungsinYa
sebagai Penerang bagi kita dalam

:=:k

sebuah utopia, tata-nilai dan


bentuk kehiduPan vang lebih
baik di masa yang akan datanl

melibatkan dirinYa secara


langsung. Dan tingkat kegilaan
tiagedi ini meniadi semakin tinggi

mempelajari
Y^rrgteriadi di
^Pa
masa lalu yang tak melibatkan

sampai-sampai tak ditinggaikan


sedikit pun
Yatlgmefliadi
^P^
masa lalu Amerika Utara sebelum
ditemukan oleh bangsa EtoPa.
Di tanah baru iru, manusiamanusia EroPa melakukan
regeherasinya dan membangun
sebuah peradaban Yang iauh lebih

homogen dariPada di Amerika


Lairn. Lzlin dengan Amerika
Latin yang masih kaYa dengan
mitos-mitos, Amerika Serikat tak
memiliki mitos sama sekali, dan

nnYnUWUnUK, No. L/XX/2OLO

| 27

dengan demikian tnt m.mititi


tragedi kejaruhan. Untuk kasus

kita, sekaiipun koionialisme


telah
membuat sebagian besar dari
peradaban kita hancur dan
tak
pernah bisa direstorasi, namun
masih banyak warisan_warisan
masa lalu yang masih iestari
hingga kini. Ini bukan persoalan
meflgunLungk an atau merugikan
mengingat tak adanya usaha
terus meflerus dan tak kenal
lelah untuk mencoba membaca
fenomena yang terjadi dengan

'

kita dari berbagai kemungkinan


pembacaan sejarah
1,ang menarik.
Apa vang diiakukan oleh para
penuLis India, Afrika, dan
negara_
neJara 1.ang mengalami
trauma
imperialisme dan koloniajisme,
parl penulis rrng tlihantui
ker idakrr amanan dL,nqrn
selarahn)x
'cndiri krrcna sebtnh
r-ersi sejarah lain telah clitulis
oleh
kaum imperiaUs dan kr rlonia[is
itutli atas sejarah mereka sendiri,
pada hakekatnya adalah usaha
untuk menemukan versi sejarah

paling orisinal bagr diri mereka.


I(ta layak memberikan creditpoint
at^s ap^ yang dilakukan oleh
Najib Mahfuz aras usaha_usaha
br fu anny a dalam menemukan

sejarah paling orisinal bagi


bangsa Mesir. Hampir seperti
Pramoedya, Mahfuz dihadapkan
pada kebisuan sekian lama
yang dialami negerinya karena
ko.lonialsme Barat. Saat ia
menjadi jutu bicara negerinya
yang bisu itu, keluadah
sejarahnya sendiri yang orisinal
hasil dari dua peradaban besar
y ang telah menghidupi
Mesir
sejak zaman purba hlngga
sekarang, sebuah sejarah

yang

2sIHAYAMW@

tidak akan hilang seka[ipun


ditindas oJeh kekejaman
kolonilialisme Batat. Mitos,

sejarah tidak akan pernah


ada.
Namun dalam novel Aura, ia

tragedi kejaruhan. dan uropia


yang selama iru menghiCupi
orang-orangnya betsumber
di
dalam peradaban Mesir kuno
dan
i.slam, sebuah jantung perrdaban
dlmana viraliras arau drya hidtrp
rakl ar Mesir akan memberinl
a
pemahaman otcnrik ,kun
m.-.,
lalu, masa kini dan masa ciepan.

I{ecetmatan membaca sejarah


khas negerinya ini membuat
\lah[rrz men.jrdi juru bicrra
paling orisinai dari sejarah r\{esir,
scbuah sejarah tak seclerhana
yang hanya bisa ditemukan
dengan jalan dikisahkan.

I'saha mqncmukrrr r ersi


sejarah paling orisinal kim
akan

mSlbuat

menghadirkan persoalan yang


berlawanan dengan novel Teira
Nostra. Tokoh novel ini seolah
terperangkap dalam sebuah

rumah tukang sihir perempuan


Meksiko, seorang ahli sejatah
yang berhubungan dengan
fakta,
tapt

terperangkap dalam dunia


yang murni hksi, sebuah
dunia
surealis, alam bawah sadar.
Akhirnya ia menulis novel.
Tapi novel itu bukanlah buku
1a

yang ingin ditulisnva, bukan


sejarah yang hendak ciikisahkan,

trpi sebuah buku dimane ia


harus membavangkan sejarah

seorang pengarang

Larin seperri Fuenres. Saar ia


menulis novel Terra Nostra,
kita
dikejutkan dengan kenyataan
akan banyakn ya d.ata-d,ata faktoal
di daiamnya seolah-olah karya
itu bukan karya sastra namun
uraran sejarah. Ia berangkat
dari
pefi^flyaan paling sederhana:
apa iru fakra sejarah? Setiap
saat
manusia menciptakan sejarah,
namun sejarah tidaktah eksis jika
manusia tidak menging atny a.d
Jika kita tak membayangkannya,

rdlfl

tu,r
tffi
Pui

ilc]]u

ry

fiu

lfilr

lW
qr
Im

flb

ltxx

kuasa fal<ta-fakta sejarah semata.

bagi kira selain latuhnl a manusia


pada perangkap-perangkap
6ksi. Barangkali kira bisa
belalar dati apl' yangdilakukan
oleh para pengarang Amerika

l;!ui

demi menemukan kcmbali


kisah, menuliskan sejarah
1,ang
sesungguhnla.

tidak lag tcrperangkap clalam


Bila benar manusia dihadapkan
pada berbagai kemungkinan
fakta
sejarah, maka tidak ada
r,ang
shahih dan paling mevakinkan

IrEirl

X.{engapa kita masih

&eG

memerlukan novel sejarah?


P er

tany aan yang digunakan

sebagai

judul tulisan ini berangkat

dari terladinva pergeseran

pergeseran penulisan cerita


dari
era Pramoedya, Romo Mangun,
hingga generasi seperri Ahmad
'Ioh,ari. Eka Kurniawan,
penulis
anS digadang-gadang
f
1ud1
akan bisa melakukan pemetaan
ststematis dan segar tentang
sejarah negeri ini lewat medium
cerita, lebih tersekap pada .dunia
pinjaman' Amerika Latin dan
gagal unruk membaca persoalan_
persoalan paling mendasar
dari
denlut kehidupan di negeri ini,
terutama dinamika peradabannva

otentik. Sekarang ini,


mrsalnya, alam pikir Manichean
ala Pramoedya tak lagi mampu
yang_

menl'awab persoalan-persoalan

IEGf,

hir
&Es

lDE

ffi{

5fl

dii

dE

M
@
h@

hd

Fc
{61

:I&

III

paling mendesak dalam Periata r'


kembali peradaban kita. Bahkan
saat seiarah tak lag teriebak
dalam alam pikir Manichean
seperti vang diPaParkan oleh

c--:

al

Romo Mangun dan Tohari baik


Iewat Burung-Burung NIanYar
maupun trikrgi Ronggeng Dukuh
Paruk, kita tak juga Pernah

warisan-warisan Peradaban kita

kita la-vak rlerenungkan kembaLi

rang prling berhrrga -utoPia


utopia, mimPi-mimPi buruk,
tragedi-tragedi, bahkan komedikomedi yang tersaji di antata
halaman-halaman seiarah kita-

menampilkan sejarah Turki.


Ia menuliskan 5P1x' @alan
Ke h d nga n S a li u) bukan hanY a

umum
Pengertiannya Yang Paling
namun sebagai sebuah kisah vang
diharapkan akan bisa membuat
kita mampu membaYangkan
seiarah. Bagaimana kita
menciptakan kembali
kekuatan sebuah Peradaban
ketika peradaban itu telah
menghancurkan dirinYa sendiri?
Bagaimanakah mengisahkan
sejarah-sei arah yang.

kalau sejarah Yang semula kita


perczyai terfly^t^ tidak lebih dari
sekedar fiksi? Bagaimana kita
menyaiikan sebuah dunia utoPis
bagi siaPa PuI1 orang di negeri ini

L:nia

:-:

tanpa kehilangan hubungannYa


yzJlg etat dengan seiarah
yang telah membentuk kita?
tersebut
Pertanyaan-pe rtafly

mn1"a

e:i:

^aLl.'

Pu
t--

--f

tak tetc^t^t

dalam buku atau batu-batu


dan daun lontar namun terus
menerus muncul dalam diri kita,
menjadi semacam bawah sadar
kita? Apa yang akan kita lakukan

bm

lain..

manusia-manusia vang ada di


dalamnya secal,t tcPat, memberi
mereka peran-Peran ideal di

merekonstruksi Peradaban kita'


Ada kebutuhan lebih mendesak
sekarang ini untuk melihat

bukan lagi sebagai seiarah dalam

eiil

semua sekat-sekat Yang semula


memisahkan manusia satu sama

samping identitas Yang kukuh,


sehingga spembaca seolah-olah
mcnLtnul(an Peta :ehilr baqi masa
depannva.
Sebagai PenutuP, barangkali

selesai menata kembafi atau

pada suatu titik kebosanan


tertentu karena hilangnva

dunia menuntut seolang Penulis


cerita seiarah untuk menemukan
dunia baru dan geografi
seiarah yang segar. namun ]uga
untuk memberi temPat Pada

layak diajukan bukan hanYa

usaha literer Pan-ruk dalam

menamPilhan sejarah murullg


Turki yang terPencil namun
juga ingin menuniukkan Pada
sebuah
Pembacanl'a bagairnana
sudut terpencil Tutki ternyata

memiliki sebuah hubungan


khusus dan intens dengan dunia
luas, pertarungan ideologis 1 ang
keras dan merusak, citra manusia

Turki yang cacat di berbagai


kelas sosiainya, juga dunia ideal

Sekarang

ini kita dihadaPkan

bukan hanl'a Pada Pembusukan


dan kemusnahan seiarah, flamlrn
juga kenyataan atas makin
rendahnya kualitas kualitas
katya sastra vang menamPilkan
sejarah peradaban kita. E,ntah
apakah gcnerasi PenuLis Iiir'r

masih men-riliki keriangan keria


ttagik seperti )rang dilakukan oleh
I{afka atau tidak, namun hingga
sekarang Hta terus mcncari-cati
seperti apa novel sejarah Yang
akan bisa memberikan iawaban
memuaskan etas Pertanyaan
scderhana ini: SiaPakah kita iru
sebenarnyz? Pasca Rushdie, India
tetus berharaP akan lahir seorang
penulis yaflg mamPu menul-iskan
se]arah India seperti saat RushCie
menuliskannYa dalam Midnight

Children. Pasca Mahfuz, Mesir


selalu bermimPi melahirkan
kembali anak dua PeradabannYa

I{a yang seolah-olah meniadi


impian Turki di masa dePan.

yang fasih berbicara tentang


seiarah Mesir. Kita serali tiga

Dunia yang semakin del<at satu

uang: siaPakah anak lnata;m ladah


yang bisa memberikan suara lain
atas sejarah kita2*x+

sama 1ain, absurditas absurditas

yang tak Pernah dibaYangkan


bisa dilakukan oleh manusia
atau sekelomPok masYarakat,
jiwa yang selalu gemetar
di hadapan ketidakPasdan'
u/arisan peradaban lama Y ang

seolah-olah meniadi r c\fl


^ta'r
penyakit menular dari generasi
ke generasi membawa manusia
bukan saia pada kekhawatiran
akan hilangnya individualitas dan

misteri, namun iuga kekhawatiran


akan selesainYa kehiduPan ini

FnYAUWUAUK, No.
I
I

tlXX/2070 |

29

Perang F"
Gunawan Budi Susanto
?ilTO,

Gerakan 30 September
dan pembantaian

implikasinya. Karena itulah,


rezim militeristis yang
dia pimpin
pun membuat..babad,,. Iru.lah
"babad" yang memberikan

,l(G30S)
t\r,lut^ n nyawa

pada paro kedua


ty65 segera setelah .,gerakan,,

rtu ber.langsung adalah


lembaran
seiarah kontemporer kita
paling
ronrroversial. Hingga
kini
sejarah kelam iru masih
menjadi
Pokok perdeb atan. Tab.* yang
menyelimuti suatu babakan
dalam kehidupan berbangsa
dan

bernegara di negeri ini


iru belum
sepenuhnya terbuka. Bahkan
barangkali sampai kapan
pun.
L\amun ;ustru karena irulah
masih selalu terbuka ruang
petdebatan. Terbuka pulalah
ruang penafsiran. perdebatan
dan
iru bisa berpangkal
darr validitas data dan
analisis

l.irftili.

terhadap fakta dalam penu_lisan


selarah paling m enggetarkan
nurani kemanusiaan iru.
. Menarik bahwa perdebatan
dan penafsiran iru pun
merambah sekaligus maujud
dalam Fksi. ya,kiu tahu,
fiksi
memang bukan ranah yarlg

kalit

dari berbagai kepentingan


di

luat seni keindahan berbahasa.


Fiksi, entah cerita pendek
atau
novel, bisa saja menjadi
medan
pertempuran tak henti-henti

lltarkepenting an. Terutama,

dalam konteks ini, kepentingan

poliris-ideologis.

pembenaran dan legidmasi


tindakan dan (terurama)

:..lrd1p

keabsahan kekuasaannya.
Sejarah resmi versi

"orde baru', itu dijadikan


bahan pembel aiaran dalam
berbagai tingkatan p endidikan

"hal

ta
(keadaan,

peristiwa) yrng
mefupakan
kenyata attD atau
('sesuatu

yang
benar-benar ad,a
atau teriaditr.
d1n penataran atau sannaji
(indoktrinasi). Sebutlah antara

lun

The Coap

Atlenpr of

Ita,Jendeial Besar
Soeharto barangkali
menyadari
benar kemungkinan itu
dan
30 I HAYAMW-UR-UK, No'-----

rbe

Seplember Mouemenr

in lntlonuia
karya Nugroho Notosusanto
dan Ismail Saieh
@jakarta:
Pembimbing Masa, I 96g).
Slrl(u
diterjemahkan menjadi
n;:tlh
]tu
Tragedi l,{asional, pernbaan

Babad ,,Otde BaruD

Ktp

CJ1S/ PKI di Intlonesia


ffakarta:
Inrermasa, 1989, 19gO).
Pusat Sejarah dan Tradisi

ABRI Markas Besat Angkatan

!15nj

7/XX/2070

ata Republik Ind"onesia

,{

pun menerbitkan berjilid_jilid

"li

baku Bahala l_aten Komanitme


di Indonesia.

JitdI

perkembangan

Cerakan dan pengkbtanatan

,i

Komunivte di Indonesia, 7
9l J_
.t991,
1 948
Qakara:
1995). Jfid

II

Penumpasan pemberontakan

lS :., * t

1.1)

[.

Qakarta: 1 ees).

Jilid

dan I nf // rasi I, Kl,


-: 9 i 9 g al,.artai t O<l
51. tta
!.e,r.0
1
IYA Pemberontakan G jLS pKj

fon:o/idasi

da n Penumpasan nya

1995).

Jilid IyB

Pemberontakan

fl akata:

penumbasan

pK

tlan S isa_sisan1a,

Qakara:1995).
Namun b a:rangkal:, y ang
,.
paling nancap dalam benak
dan
memengaruhi persepsi sebagian
besar anak negeri

{l,l

ini

ad,alah

film

Sarapan sutradara Arifin C Noer,


Penunrpasan pengk/tianatan

Gj 0S /
PKI. Arifin menu,lis skenario
6lm produksi ppFN itu

berdasar
naskah Nugroho Notosusanto.
(AI, kau tenru masih ingat,
Umar
Kayam bermain puJa dalam .,fiIm

wajib tonton,, bertahun_tahun


lalu iru sebagai Bung Karno.
Dajam suatu wawarrcara
dia

menyatakan bersedia bermain


dalam 6im iru sekadar agar
d,apat
menyatakan Soeharto
kopeg
keras kepala. pembelaao

h
N

'0d

rh

,fu

rm
d

*$(
116

tu

diri

atau pembenaran? Entahlah.)


Film yang dit<jaim sebagal
karya
besar Arifin _ film terbesar
yang. tak mungkin terulang _
iru dinovelkan oleh Arswendo

Atmowiloto: pengkbianalan

C)05 / PKI lakarta: Sinar


Hanpan, 1986, 1ggg, ,1994).

Rr
k
3dr!
IEI

J4

atau kesimpulan)". Fakta adalah

Ita, saat berpidato Pada


pemutaran perdana f,lm itu
Soehatto meflyatakan, 'Film ini

"ha1 Q<eadaan, peristiwa) yang

rlil,ual drnsan maksad dan /ujuan


ngar sapala raklal kila dan lerulama

dan meningkatkan kewasPadaan

kita simak berbagai "fakta"


yang terjalm dalam kisah vang
dibeberkan Arswendo berdasar
"data" lra1g benar-benat ada

nasional sedemikian raPa, sebinga

tentang G30S.

bisa nenjaga agarpeistiwa stPefti

Arswendo merekonsttuksi
secara detail penculikan Para
jenderal Angkatan Darat
(AD), menjelang dini hari 1
Oktober 1965. Pelukisan iru

generasi mada mengetahui adanla

'sgarah ltitan'1ang

kita a/ani.

dan hendaknla bisa menurrbahkan

ita tidak teryadi lagi di mdsd-mdld

(G DwiPaYana,
"sekapur Sirih" dalam Atswendo
Atmowiloto, 1994:5).

.1ang akan datang"

i.il1ta

:-_-:

-<

dan

-",r1r,

I \oer,
C)r't\'/
::.J

e:dasar

.: Lmar
fllm

iun
:

Dwipayana menyatakan
bahwa generasi muda tamPaknYa
belum atau tidak mengetahui
fakta kekejaman PI(I (komunis).

I{arena itulah, melalui film


Penumpasan Pengkhianatan G)05

:,.

:- -

::ln
r: dapat

ai
...

. strn-a

:::OO
,:

PKI, generasi muda pedu diberi

g mb^r l\tentang "fakta-fakta


kejadian yang berkaitan dengan
peristiv/a itu sehingga mereka
tidak mudah terlerat dalam

lingkup paham komunis"Soal isi, novel Arswendo


dan filrn Arifin memang
tidak berbeda. AdaPun soal
gaya penulisafl? Arswendo
mengakui gaya dzlam novelnYa
adalah untuk merangkai fakta.
"semacam laporan iurnalistik

kareta data-data benar-benar ada,


dan terjadi dalam seiarah" (1'994:
7).

Pencitraan & Pembunuhan


Karakter
Ita, data dalam Kamts
e s ar B ah as a I n do n e i a adilah
"keterangan yang benar dan

merupakan keflyata fi" atalu


"sesuatu yang benar-benat ada
atau terjadi". Nah. kini mari

t:ry

ata" atan "keterangan

ata:r bahan nyatz yar,g

dtPat

diiadikan dasar kaiian (analisis

kebinatangan" (lalamar, 52).


Lampu mobil Abdul Latief
"kadang menemukan bayangan
yang terengah-cngah. N alsu
yang sama liarnya ketika mereka
memuntahkan peluru, ketika itu
pula memufltahkan nafsu katnya.
Nafsu 1,ang sama ljarnya ketika
riarap, kerika iru pula di lain
kesempatan mereka bertiaraP di
atas sesamanya. Menggesotkan

tubuh, berkeloiotan. Nafsu

memperlihat kan betapa keji.


berapa rak berperikemanusiaan,
para penculik: pasukan Pengau'al
Presiden, Cakrabirawa. Para
prajurit itu menyiksa Para
jenderal dengan poPor senaPan
dan bayonet serta kalimat-kalmat
sarkartis dan insinuatif.
Mencolok pula Pencitaan

yang sama iiarnya ketika mereka


menghajar karung-karung yang
ditulisi dengan huruf kapital
Dewan Jenderal dengan uiung
ba,vonet. Bayonet Pribadi mereka
juga main tusuk sembarangan"

(ralaman 52-54).
Perilaku sadistis yang

meliar tergambar dalam setiaP


penculikan di rumah Para
j

enderal. Citraan kekeiiarl

bedanjut sampai di Lubang

Di sanalah, di setumPak
tanah iru, m y^tPa:r^ jenderal
dimasukkan ke lubang sumur

yang merupakan pembunuhan


karakter para peremPuan aktivis
atau anggota Gerakan Wanita
Indonesia (Gerwani). Mereka
menyanyikan lagu "Darah
Rakjat" dan "Gendjer-gendjer"

Buaya.

seraya menari-nari di atas

muda.

mati. Dan, kematian Pataiendetal


itu diiringr tarian dan nyanyian
liar perempuarl-peremPuafl

m yatpar korban. Para gadis

'Teiakan teras membahana.

memutilasi mayat dan bahkan


(maaf1 merryayzt dan memotong
alat keiamin para ienderal.
Bukankah iru wajar-waiar
saj a? Karena, s ebagaimanz
kesaksian Abdul Latief, bukankah

tsanab!'
'Ganlang!'

'Cungkil!'
'Sodetl'

'I-urtatkan!'
lerus ril engem tt ru h.

ai sa n

ita bagai zratlg-zrattg


dari dunia iblhlang nenlentakkan

para peremPuan iru terbiasa


"di balik pohon-pohon karet,
di bal-ik rimbunan rumPut, ...

gerornbolan liar

saling melampiaskan nafsu bitahi


secara brutal"? Ya, "di kandang
kambing, dalam kegelaPan dan
tetap berseragam, mereka silih
berganti melamPiaskan nafsu

liar. Dengan laian,

ta b a hnla

dai tai an lang

sem akin

n1an1ian,

teiakan, kebttasan. M akin neninggt


dan nengebrak-gebrak ketika dari
satu sisi mancal iringan tandulang
mem bawa j enaqah Jendera I Ahm ad

HAYAMWURUK, No. !/XX/2O70

| 3l

Yan

i.,.f ewa ki n gema ra h

remdRtfi har

nu:tcu/ tdndll

n1a nlti an,

diibuti

paka/an /udaban

atas

Jende_ml Haryono."

dengan sabetan,

lenaTah

$,alaman I4g).

Ita, hampir semua .,fakta,,


tentang G30S telah diketahui
oleh nyaris setiap orang bukan?
Pendedahan dan penaklran

secara kritis pun telah dilakukan

banyak sejanwan. Dan, kini


upaya

itu masih betlangsung:

merekonstruksi lembaran sejarah


itu secara jujur.
Namun, pencitraan luar biasa
keji para perempuan _ yang
menjadi keprihatinanmu _ agak

luput dari perhatian bukan?


Jadi, bena*ah mereka, para

perempuan akrivis .itu, senandasa


berteriak-teriak dan menyanyikan
lagi "Gendjer_gendjer,, dan
','D ar.ah Rak

jai',

yang ..bergema

Dagar menyompJakkan

tenggorokan,,

***
IT,\

Qtalaman

1 49)?

Wieringa (2003) menilai semua


kisah dalam ,,sejarahresmi,,
orde
sang jenderal besar itu adalah
fiksi belaka. penggambaran
peristiwa 1.9 65 dan pembunuhan
massal segera setelah peristiwa

Itu mengandung ..tedalu banyak


distorsi dan lapisan pemahaman,,.
Namun fiksi ..orde baru,,
itu telah menjadi kebenaran,
yang mengakibatkan jutaan
orang tak bersalah dibunuh
atau diperlakukan di luarperi
kemanusiaan selama puluhan

tahun.

iru luga meracuni

pikiran rakyat, menunda proses


demokradsasi yang memang
Iambaq dan menjadikan

32

taman bermai n bag para kapitalis


lokal maupun internasional,;.
tulis
dia Q003: v).
Saskia tidak berhenti sebagai
ilmuwan yang mengasingkan
Jiri
di menara gading. Dia melawan
"penjajahankesadaran,' ittt antan
lain dengan menulis sebuah tesis:
Tbe PoliticiTation
in I

IHAYAMW@

ldlnetia:

of

Iyome n

and lhe New Order.

Gender fulations

O rga n iTartont

Karla iulah

yang kaubaca dalam terjemahan


bahasa Indone sia: pengba nru
ra n
Cerakan lyanita di Indonetia

fiakarta: Kalyanamitra dan Garba


Btdaya,1999).
Namun, Ita, dia merasa belum
cukup. Dia, dengan aksenruasi
perspektif keperempuanan,
menu.lis novel berdasar rangkaian
fakta yang dia peroieh dalam

penelitian pada awil 19g0_


an.

Saskia Eleonora

"Fantas.i

perekonomian Indonesia sebuah

laian. Dai isi /ain

Dia "menggabungkan

fakta", menl,usun kjsah baru,


"mengeksplorasi lapisan
pemahaman lain yang tak
tersenruh" dalam berbagai tulisan
nonfiksinya. Itdah Kro ko tli llengat,
yang diterjem ahan Taaana
menjadi l_nbang Btala

ltomo

( akata: Metafor publishing,


2003), yang sekarang kita baca.
Dia tidak sendirian, Ita.
Sebelumnya, dengan motif
yang banngkdt sama, Ngarto
Februana menerbitkan novei
Tapol

ffogyakxt^:Medi^

Pressindo, 2002). Dia menulis


beberapa bagian dalam novel
ketiganya iru berdasar data d,an
peneJitian. Dia menggunakan
data artata lain dari buku
Meryingkap Kabut Halin / 965
susunan Aristides Katopq
Purnama Kusumaningrat,

JfW

Soeparno, dan Moh Cholil


Qakarta: pustaka Sinar Harapan,
cetakan V 2000), Iandreforn

dan

Gerakan Protu petani Klaten


1959_
1965 karya Soegijanto padmo

(ogy

akarya: M edi a ptessindo,

2!10), Tuban, pergtnakanlah Hati,

Pikiran, dan Tanganku: p/edoi


Oruar

Dani toltsan Benedicta A Surodjo


dan JMV Soeparno
Qakarta:

Institut Srudi Arus Informasi,

2001), Kuaksianka tenlang


C_J0_S
tulisan H Soebandrjo

Iikur.;r,

Forum Pendukung Reformasi


Total, 2001), dan pemtrlung
Ja/anan
dt Yogyakarta karya y Argo

Twikromo lyogyakarta: Media


Pressindo;

999).

Namun, dalam esai


singkat ini, fiksi karya
Saskialah yang secar^ ais a ujs
saya konfrontasikan dengan

"kesaksian" Arswendo

Atmowiloto, terutama berkait


dengan disinformasi, penciuaan,
dan pembunuhan karakter para
Perempuan. Itulah perkara paling
menjijikkan dan menghinakan
perempuan
kehidupan.

sang

ibu

Saskia menohokkan

pedawanan terhadap
pembunuhan karakter dalam
kisah Arswendo melalui
perjilanan hidup Tommy,
perempuan wartawan dari
Belanda, tokoh cerita Lubang

logo il negeri ini. Kisah teilalin


dalam penuturan berselang_
seling dari sudut diaan dan
cakapan badn Tommy. ya,

"darj kamar selnya yang sempit


dan bau di sebuah p.nlur^
tefltara Indonesia, Tommy.
..
berusaha merekonstruksi
berbagai kejadian, baik

---lI
j

t.iit.

*,:
?;9f,

o.
i-)q;,

odio

yang telah membawanya ke


temPat iru maupun 1,ang telah
mengakibatkan ribuan anggota
Organisasi Perempuan ditahan,

tahu itu saja, yang tua-tua tutuP


mulut karena sangat takut dan
bingung." (ralaman 36-37).

disiksa, dan dibunuh lima belas


rahun sebelumnya. Semakin
banyak kebusukan yang ia
ungkap, semakin keras nuranint'a
menyangkal. Semakin ielas fakta

mcndengarkan kesaksian

iardn

yangia temukan, semakin kabur


bayangan kebebasan bagi dirinYa"
(sampul belakang).
Pencitraan yang sangat
melenceng dari kejadian
sesungguhnya meninggalkan iuka

li

teramat perih yang terus-menerus


tg ng di dasar jiwa Tante Sri,

io-5
l:
tr

eks tahanan

politik "orde baru".

"Tubuh tak bisa lupa, Tommy,"


ujar Tante Sri. ... "Kalau melihat
tongkat rotan atau sebuah sabuk
tentar , hatiku ciut lagi, bahkan
sebelum aku menyadarinya. Aku
I
a.an,

lr1
drng
n

'r:-lin

Prr

mer s^ tulang-tulangku Patah


lagi." (halaman 36).
Dan Tante Sri terus-menerus
menyimpan duka, terus-menerus
menyimpan ketakutan. ". . ..
Batin kami diinjak-iniak lebih
parah lagi. Tidak hanya kami
yang tidak bisa menghilangkan
bau kotoran itu. Orang lain Pun
menjepit hidung mereka bila
melihat kami. Lambat laun, bila
nasib mengiiinkan, semua itu
berkurang. Tetapi fitnah tetaP
ada. Tidak berhenti Pada tahun
1965. Sekarang sudah hamPir
dua puluh tahun berlalu. Ceritacerita yang mereka karang waktu
itu selalu diulang dalam film,
setiap gagasan yang berani segera
dibungkam dan dihubungkan
dengan perbuatan-perbuatan
mengerikan yang katanya kami
lakukan dulu. Anak-an ak hany z

Tommy menggigil
Tante Sri. Dia pun mcnelisik
"kebenaran sejarah". I{ingga
suatu saat dia pun berucaP
ftalaman 207), "Saya sudah
bicara dengan beberapa
perempuan yangada di temPat
kejadian itu. Jadi saya tahu
persis apa yang teriadi malam
itu. Tidak ada jenderal-jenderal
yang diperkosa dan dikebiri,
Pak Tjipto. Tidak ada tarian
erotis. Tidak ada pesta seks Yang
primitif dan menyimpang."
Tommy teringat pengakuan
Nana, seorang sukarelawati yang

'berlatih di karvasan Lubang


Buaya. "Tommy, kami bukan
satu-satunya kelompok yang
melakukan latihan-latihan dan
berada dalam pasukan barisberbaris itu." Q:,alaman 222).
Nana menyaksikan para jenderal

sambil menjerit-jerit, menuiu ke


sudut lapangan, di mana dengan
penuh ketakutan mereka berdiri
bersama-sama."
Begitulah sekelumit "perang
fakta." dalam fiksi. Menarik
bahwa kebenaran f,ksional
bisa bertransformasi (melalui
pemaksaan dan penyajian
berulang-ulang) menjadi
seolah-olah kebenaran fakrual.
Sebaliknya, kebenaran fi ksional
berath wuiud (penerimaan)
sebagai kebenaran faktual.
Barangkali karena itulah Saskia
menyatakan, "Banyak sejarawan
masa kini berpendapat bahwa
semua sejarah adalah fiksi. Tak
ada fakta, hanya diskursus yang
selalu berubah dan dipengaruhi
kekuasaan" (-ralaman v).

Dan, katena itu pulakah dia


merasa perlu menulis Lubang
B u ay ? P adahzl, bukankah
justru kebenaran fakrual
yang dia sajikan dalam fiksi
berkemungkinan alih wuiud dan
mengemuka sebagai kebenaran
fi ksional, kebenaran rekaan?

dibunuh dan dimasukkan ke


sumur mati. Tak adzTariarr
Harum Bunga, tak zda tawa.
Saat itu, menurut kisah Nana

Sementara itu, puluhan tahun

(-ralaman 232), " LaP angan


samar-samar diterangi oleh
IampuJampu yang digantung di
pohon-pohon. Para Praiurit muda
dengan senapan-senapan lengkaP
berbayonet bedarian mondarmandir, beberapa oPsir rendahan
meneriakkan perintah-perintah
yang saling bertolak belakang.
Sementara beberapa lelaki yang
berusia lebih tua dalam Pakaian
tidur didorong ke tengah tanah
Iapang. Tangan-tatgan mereka

"Orde baru" mendayagunakan


fiksi berupa novel dan film dan
memunculkan gejala menarik:
kebenatan fi ksional " diterima"
dan "diperlakukan" sebagai
kenyataan sejarah, kebenatan
faktual. Jadi, mana lebih berdaYa
kuasa untuk mendorong uPaYa
merekonstruksi seiarah secara

Iebih jujur dalam ruang kesadaran


[[122***

diikat ke belakang. Para gadis


bedarian keluar dari barak
HAYAMWURUK, No. LIXX/2OLO

| 33

"Sastra seb agaiAlternatif Ketika


Melaporkan Kebenaran Dihambat"
I

Maman S MahaYana

fr-rstrr lrrri.,,'',::rralr .tkittr'


$nf.i.,ri, ini b.rrrr'rl 'iriumPei
N a, t.kr r t.li', t,,rliu ,lrn lak.r
[1ras. \l.tLipun r ,k 'u]reL,lt
sastra islamt, sastra sc]arah tak
dapat dipandang sebeiah mata'
i\pakah ttnomena sestra seiarah

menjadt llcnrc lans kuat dalam

.lunia k. susrsrt'aan Itr.ltnesil


ataukah hanva sekedat tren
belaka?

Nrlaman S llahar-ana, kritikus


sastra Unir ersitas lndoncsia
(LII) menilai sastra seiarah
J,ang

muncul belakangan

(19e21.

Eka Harisma

\\, \inia

Prihantini, dan I)ian FIiidvantr


tnewz\vancarainla Oo11^ Agustus
2009 di tr:mahnYa, Bo]onggede,

Depok.
dangan anda
memgenai s astra s ej ara h lang
belakangan ini muncul?
KemunculannYa ini teriadi

B agaim an a P an

fenomena nove1, kebudal'aan


sastra populer, novel PoPulct'
Setelah Habiburrahman, noveinovel 1'ang sePerti itu habis,

novel Andrea Hinta iuge

ini merupakan novel atau


kebuda\,aan sastra poPular.
Sastra seiarah dalam Pandangan

Maman meruPakan rekonstruksi


peristiwa masa lalu dalam
bentuk {rksi. Sejarah dalam novel
adalah persePsi PenulisnYa atau
sastfa$/annya.
Maman S MahaYana saat

ini mengaiar di almamaternYa

UI'

Jurusan Sastra Indonesia


Pria kelahiran 18 Agustus 1957
ini telah menulis sejumlah buku'
Buku-bukunya Yang telah terbit
antara latn Ke s u s as traan M a la1 t i a
Mo dern (199 5), E ks tin ti k'a litas
Nouel Indonesia. dan bersama

Achmad Dian & OYon SofYan


Maman menulis Nngkasan dz
fJlasan Noael Indonesia Modern

sudah redup, orang kemudian


mencari altetnatif lain Yang
memungkinkan, kemudian laku

di pasaran. Salah satu Yang Punya


peluang itu adalah novel Yang
punya latar seiarah. I(arena itulah
kemudian diangkat Perisriwa Yang
sudah dikenal oleh masYarakat.,
kemudian dieksPloitasi, diolah

kembali meniadi sebuah novel'


Permasalahan nY a adalah aPakah
drahatya memanfaatkan
peristiwa seiarah sebagai
sensasi, atau memang ruhnYa
adalhh peristiwa seiarah' I{alau

ruhnya adalah Psristiwa seiatah


maka sejarah di dalam novel
itu menjadi seiatah Pemikitan,
peristiwa sejarah menjadi
HAYAMWURUK, NO'

uxxl2o10 I 3s

bagian penting dari pemikiran


terjadi pada zamarnya.
Karcna iru scbcrulnl.a n,,r.l bisa

1.ang

ditempatkan sebagai pemikiran


orang per orang pada zamat\nya.
Nlenclusuri nuvel, menulusuri
sejarah novel, sebetulnya

meeulusuri sej arah pemikiran,


andaikan bisa memetakan.

Kait anng a dc ngan ife n o me na


J,ang tefjadi sekarang ini?
Yang terjadi sekarag, yang
kawatirkan seiarah iru hanya
sebagai tempelan saja. Seolah_
olah itu novel sejarah, tidak
saya

ada usaha pengarang bukan


hanya sebagai latat saja tetapi

kegelisahan dari orang-orangnya.

Tokoh tokoh disiru sengaja


ditampilkan sebagai tokoh-tokoh
sejarah, itu artinya tempelan saja
supaya ada sejarahnya. Senopari
Pamungkas Arswendo, jns zaman
Maj ap ah)t, z am an Hay am !(/uruk,
seolah-olah z^man, itu hanya
tempelan-rempelan saja. Kan iru
hanya artr'fisial. Novel sejarah
tidak seperti itu.

Lalu, nouel sejarah hayus


bagaimana?
Sejarah menjadi bagian

penting dalam novel. Majapahit


diganti dengan pagar huyung
Jadi bukan sekedar tempelan
sejarah menggambarkan
zamanfiya, misalnlra se jarah
bagaimana seorang biasa menjadi
priyayl. Yang sekarang cuma
tempelan, tidak menyaru dengan
keselrrruhan perisriwa sejarah.
Yang seperti itu novel popular
saja. Latar tempat l<has betul
dalam nor-el sejarah. Novel
sejarah jagan seperti itu, sebagai

sumber untuL menpJetahui


peristiwa masa itu. Sejauh mana
kebenarannya. Novel

se

Bukan hanya sekedar tafsir, jadi


misalnya hanya menggunakan
satu data, dia hanya terperangkap
oleh satu pemikiran saja. padahal
sebagai kajian sejarah, atau
novel yang hendak mengangkat
perisriwr sejarah. fakra yang
ditampilkan di situ, juga
didukung sumber iain yang
dapat dipertanggungj awbkan,
sehingga sisi orisinalitas nor.,el iru,
menampi,lkan sisi sejarah yang

arah

vang baik itu sejarah sebagai


tempat bermain bagi tor<oh,
tokohnya. Tetraloginva pram,

H a lu b alang Ra1 a, para pri y a1 i,


Bu

ra ng-B a ru ng

M a tg a r, misalnya.

Sejarahlang ada dalam nooel


sejarah itu seperti apa?
Sejarah bagian dari sesuatu
yang hendak ditampilkan dalam

objektif pengarang.

sisi yang lain. Maksudnya, sejarah

itu kan milik'.penguasa,, disitu


terjadi tafsir atas perisuu a masa
lalu. Rekonstruksi sejarah adalah
bentuk penafsiran sejaras-an atas
peristiwa masa laIu, sekarang
5agaimanaperistiua
-o.o lnl, iru
direkonstruksi kembah men j adi
bentuk 6ksi, karena itu sejarah
dalam novel, adalalr per.epsi
penulisnya, atau sastra\\ ann\ra.

Berarti sastra memung kinkan


multitaifsir atas pe is tiwa
sejaralt, semisal perang Bubat
karyta Aan MeruJeka permana?
Perang Bubat selama

ini ditulis

atas tafsir sejarah

nasional, seringkali orang Sunda


melihatnya lain. Aan mencoba
menerjemahkan tafsir dia atas
peristiwa perang bubat. r.ang

menjadi pertanl,aan sejauh


mana cafatan
atau

se

jarahnr

itu

itu hanrra s1li.pri.-i,r,

pengarang dalam mrUhar


konteks perang bubat, disrtulah
pentingnya karya vang berlar
belakang sejarah dengan fakta
yang terjadi sebenarnya, karena

itu, dokumen-dokumen yang


mendukung harus r.alid, harus
bisa dipettanggungjawabkan.

36 | HAYAMwUnuC rrro. rZxxZzOro

seperti itu, apakah noael


sejarah bisa dijadikan rujukan
sejarah?
Yang terjadi sekarang

Jika

adalah sub jekriviras pengarang,


sebenarnya sah saja kalau novel.
Cuma sebenarnya berat
kalau novel itu hendak dijadikan

rujukan sejarah. Itu persoalannya.


I(alau pengarang lebih banyak
memainkan subjektJvirasnya iru
berat sekali.
B

agaimana tangg ung j a wa b

penulis noael sejarah?


Seorang pengarang novel
sejarah harusnya punya kesadaran

sendiri unruk punya tanggung


jawab. Oleh karcna jtu, Bumi
Manusia,

d11.

kalau dikroscek

Fakra sejarahnla ada kesejajaran.

Novelnya Pram itu bisa dikatakan


dapat dijadikan rujukan sejarah
sebagai peristiwa
1,g terjadi pada
orang perorang individu_individu.
Sejarah kan peristirva besar,
novel peristiwa individu dalam
kaitannya dengan peristiwa besar

itu.

Apakdlz sejarah itu mesti


peristiwa besar?

itu negative. Objektifitas katya

Bukan. Sejarah itu


peristiwa besar, yang sering kali
mengabaikan individu-individu
yang dianggap tidak berjasa.
Padahal kan orang berjasa itu
adakaitannya dengan yang 1ain.
Novel memungkinkan orangorang yang tidak disebutkan itu
muncul. Oleh karena itu sifatnya
sangat individual. Tukang kebun,
dll tidak mungkin disebutkan
dalam caratan sejarah. Tapi
kalo punya peran penting,
kemudian membangun peristiwa
besar. Dalam novel iru muncul,

fakta dnnfiksi

mungkin.

seperti apa?

Bagaimana fa kta j ang a da


dalam noael?
Gak da persoalan. Fakta
sejarah, fakta menjadi fiksi gak da
pepsoalan itu.Yang )adi persoalan,
iru ketika memverifikasi peristiwa
sejarah dalam novel itu, dengan
peristiwa sejarah dalam fakta.

Tapi sebetulnya rekonstruksi.

itu bisa dipertanggungjwbkan,


Ada positif dan negatif. Fakta
dalam sastra sudah menjadi

{iksi, sejarah yag dimanipulasi


aja,ya gak masalah. Tapi tetep
menempatkannya sebagai

fi

ksi.

Tapi jika fakta sejarah dalam fiksi


kita hendak tempatkan sebagai
fakta, itu kita harus kroscek
kebenarannya . Jangan hanya
menggunakan satu sumbet.
san antdra
dala.m sejarah

S e b e n arnga b ata

Batasannya sangat tipis.

Bagarmana

^ng

terc t^t d^l^m

sejatah, kalo bener gakapa-apa,

kalo salah, ya ber masalah. Novel

itu tidak bisa dijadikan rujukan


sejarah. Aras balik nya Pram

itu masih bisa dipertanyakan,


dari mana orang Islam itu jelek
semua. Di situ kan banyak
subj ektivitas pengarang. Bahwa

di sana banyak petistiwa sejarah

I
{

ya.Tapi di siru kemudian


peranan penulis, memasukkan
ideologi dia, dll. Novel ini
ditempatkan seebagai fiksi, itu
beda dengan tetralogynya

Brni

Manasia.l(aIo di Ara: Balik


cenderung negatif, apakah betul
orang itu semuanya jelek. Tidak
semua. I(esannya

tokoh-tokoh

yang ditampilkan cencerung


stereotip, bangsawan, islam dll.

Sejarah mengandalkan imaiinasi


pengarangnya juga. Tidak
mungkin dia bisa membuat
rekonstruksi yang baik kalo dia
ddak membayangkan peristiwa
masa lalu itu. Dari situ ada
unsur imajintif, normatif dalam

penulisn sejarah. Itu tidak bisa


dihindarkan. Tidak mungkin
menjelaskan dengan baik,
kalo dia tanpa imajinasi. Yang
membedakannya, sejauh mana
fakta-fakta itu dapat diklarifi kasi,
dapat dilacak kebenatannya.

sosial seperti apapun tidak


bermasalah karena dibalut
dengan fiksi. Tapi peristiwa
penembakan iika dilaporkan pasri
dibredel. Sastra memang sebagai
alternatif ketika melaporkan
kebenaran dihambat.

Apakah ada semacam

pelaian dari

seorang penulis
ti k a karl an1 a
dipertarytakan?
Ya memang itu tidak
n oae l, ke

ada persoalan, yang menjadi


persoalan ini novel sejarah. Itu
penyebutan sebenarnya novel
sejarah, itu bukan hak pengarang.
Itukan pembaca, pembaca harus

kritis.

itu bagaimana?
I(adang orang itu latah,
penyebutan label-label iru,

Soal penltebutan

itu kelatahan. Termasuk juga


penyebutan novel seiarah, iru
latah saja. Itu dia tidak pedu
meyebut ini novel sejarah. tak
pedu. Itu latah tidak percaya diri,
sensasi supaya orang membeli.***

Seno Gumira Aji Darma

dalam saksi mal, itu bukan


novel sejarah tapi peristiwa
fakrual yang diungkapkan dalam
benruk sastra. I(etika jurnalisme
terhambat, laporan jurnalistik
bermasalah mengungkap fakta,
maka sastra menjadi alternatif.
Sastra dia aman,karena ada

wilal'ah fi ksionriitas. Tapi


peristiwa-peristiwa itu memaflg
terjadi sebenarnya, sastra$/afl
itu harus pinter mengolah fakta
menjadi fiksi, itu aman, kritik

HAYAMWURUK, No. LIXX/ZOLO 1.37

/
[\
,

{ir

"Tel$ S.jarah kan Mati"


I
lltrerminologi sastra sebagai
I ll lr.u, k..r.if -.nurut

\!lro.-,

hanya terjadi
di Indonesia. Umumnya di
luar negeri menyebut karya
kreatif dengan fiksi. Barang
kali menurutnya pembagian
ter minolo gi'tri ada kaitanny a
dengan majalal't yang menyebut
drlnya majalah sastra pada
tahun 50-an. Sehingga di luar

itu dianggap bukan sastra. Jadi


orang pada waktu itu harus bisa
menampilkan karya mereka di
majilah sastra yang dipimpin
oleh HB. Jassin. Dengan
demikian, maka mereka boleh
disebut sastrawan.
Remy Silado, nama panjang
Remy adalah seorang penulis f,ksi

RemySylado

rumahnya diJl. Cipinang Muara


3 kavLing

PLN no.69 Jakarta,

di Sulawesi Utara, khususnya di


Manado dan mereka menutunkan
apa iru, kerurunan yang apa iru

Agusrus 2009 yang lalu.

Bisa'diceitakan awal mttla proses


krealif anda da/an nenalis f ksi
dengan latar s/arah?

O ya tentu itu merupakan


bagian apresiasi saya yang
pert^m gitu ya, saya pertama kali
menulis fiksi itu dergan setting
sejarah itu, ketika masih berumur
16 tahun. Itu baru diterbitkan
setelah sa,va umur 18 tahun oleh
penerbit semarang wakru itu.
Sempat waktu itu saya umur
18 sudah menjadi u/artawan di
sebuah surat kabar di Semarang
yang sudah mati, sudah tidak

disebut dikenal sebagai Mezrszo


Indo. Nah itu tahun 1500-an
saya dalam umar 16-17,17-18
itu pengetahuan saya tefrtang
itu sedikit tapi sava nekat nulis
tentang itu. Artinya saya jtga
pada tahun ittt sayabelajat
bahasa Spanyol dari buku saja,
untuk membuat dialog-dialognya
hidup, dan setelah saya tahu
sekarang sedikit banyak bahasa
Spanyol, saya ketawa membaca
iru karena ngawur semuanya giru,
sebab cuma memindahkan dari

buku-buku pelajann dari bahasa


Spanyol waktu itu gitu tho. Jadi
dari awal memang apresisasi saya

adalags di Semarang, sekarang

ke situ, menulis yang memakai

arena kesusastraan Tndonesia.

r.am^nya harian Tempo. Sambil

settingsejarah.

Penulis yang pernah dianugerahi


hadiah Sastra Khatulistiwa 2002

kuliah saya menuls itu, nah


sellingyang saya ambil waktu itu

unruk novelny a Keradang Merah


Kirmqi, memiliki nama asli
Yapi Panda Abdiel Tambayong

eee pelarian pengrkut ekspedisi

y arrg

kary a-karyanya m emb an j iri

flampi Tambajong). Penulis yang


mdti talenta dan menguasai
banyak bahasa dan budaya ini
lahir di Makassar 12 Juli I q45.
Kar y a-kary any a biasany a b edatar
sejarah dengan didukung riset

yang tidak taflggung-tanggung.


Berikut ini adalah wawancara tim
Hayamwarak, Eka Harisma \)(/,
Ainia P, Dian H, dengan penulis
Nouel Pangeran Diponegora

di

Magel Hass. Fernando de Magel


Hass yang ditangkap. Fernando
Magel Hass-nya itu ditangkap di
Pulau Seibu FiJipina, lantas 40
orang pengtkutnya itu melarikan
diri ke selatan ditangkap oleh eee
p enjajah Portugai. Portugts, di
Tidore, Ternate situ, kemudian
dipenjarakan di siru, lalu orangorang Sangir di Sulaweai Utara
membcbaskan mereka dan
kemudian mereka menjadi
penduduk di sckitar kota kota

Kebanltakan nouel anda


lnemang b e rlatar s ej ara h,
sebut saja Nouel Pangeraru
D ip onegoro, Kcm bang J ep un,

Sarn Po Kong, Cha Bou

Paris VanJaaa,

dll

khan,

apa alasan.

anda?

Menurut

saya agak menadk,

sebab kalau sekarang

itu

ditanyakan, maka saya iawab


menariknya apa? di situ sa,va
coba masuk ke masa silam dan
mempelaiari tentu, semua hal
yang bisa menunjang settingceita

itu menjadi hidup

diba-ca

oleh

HAYAMWURUK, No. L/XX/2070

| 39

pembaca sejarah. Yang sekatang


sedang saya tulis adalah tentang
Mata]nzrr. Matahari

ini adalah

seorang m^ta-matz- pada Perang


Dunia I. Dia orang Belanda
tapi ibunya orangJawa, terus
dia kawin dengan orang Scott
yarg dari terr:ar^ bayaran untuk
Belanda di Indonesia. Ia tinggal
di Ambarawa, terus pertama dia
muiai belajar tari telanjang di
safla, terus kemudian setelah dia
cerai dengan suaminya ini, dia
menjadi pelacur paling luar biasa
dalam sejarah perang Eropa,
PD I di Eropa. Dialah yang
menjual informasi dari Jerman
dan sebaliknya ke Perancis bolakbalik gitu. Tokoh ini yang sedang
saya tuts, dan itu dari hasil riset
yang bahannya aja setebal ini,
saya peroleh dari banyak tempat.

Nah bagaimana menghidupkan


sejarah yang seperti itu, yang
tidak dikenal di dunia Barat tetapi
ada di sini. Sebagian hidupnya
ada di Ambarawa dan Batavia,
Jakarta.Yatga,da di Eropa sana
ifu ceritera tefltang Matahari,
diantara Perancis, Bedin dan
Madrid. Dan sudah ada frknrryz
banyak sekali bahkan dimainkan
oleh aktris-aktris terkenal dari
Hoily'wood, Greta Garbo, Madin
Lutrich, Sylvia Christel, terus

Dorris dan banyak lagi. Nah

lakukan terhadap nouel-noael


gang anda tulis. APakah anda
rnendatangi setiap lokasi di
mana si tokolejang akan anda
garap dalam nouel anda?
O, iya selalu, supaya hidup
gtu ya. Untuk semua cerita novel
fiksi saya, saya harus mendatangi
tempat. Tidak hanya dari buku
saja, harus datangl tempat. Jadi
bagaimana misalnya dia waktu
di Museum Berlin, dia pertama
memikat dua perwira dnggi.
Nah, itu ada di sana.Itu sudah
bagian, tapi untuk melihat dia
ada di Paris, bagaimata tempat
dta ada di Amsterdam, itu saya
harus tahu persis juga supaya
saya menuliskannya lebih detail
gitu ya. Tapi yang sangat detai.l
yang tidak dipunyai sumber sana
itu adalah ketika dia di Ambarawa
dan )akarta. Kenapa dia sampai
memakai narr,a matalnair. Kenapa
sampai dia buka pa1'r.rdara,
sebagai

40 I

*ii-,ia

ketika dia jadi pelacur di Eropa.


Pelacur tetapi luar biasa matamata, makanya ini unik juga dia
menguasai tujuh bahasa dan

r::':LI

: tlf:r

lancar dia berbahasa itu. I(alau

:rs3

dia bahasa Perancis dia berbahasa


sebagai orang Perancis, kalau
dia bahasa Jerman dia berbahasa
sebagai orangJerman, begiru iuga
Spanyol. Dia polyglot, menguasai
semua rujuh bahasa paLing tidak.
Termasuk bahasa lndonesia

-5t
:r*.

Lri

rt{

waktu itu, Melay'u waktu itu.


Berapa lama anda ntel.akukan
ri s et karjt a- karjt a an da ?
Oh saya kumpul aja
semuaflya, begitu kumpul saya
bikin cerita. Terus kumpulan
itu nanti jadi sabetan-sabetan di
dalam penulis zn narusiny a.

rmr

Mle

lroS

dia dari sini. Sebab, wakru dia


masih di Indonesia, dia berada
di Ambarawa pertama, terus
Magelang dan Yogyakata. Dia

Diponegoro itu berapa lama?


Sebenarnjta ada berapa buku

@ul

jtang membahas Pangeran

de!

pernah melihat iuga

taian

Gambyong di Kraton Jogja.


Nah, saya harus pake detail juga,
bzgaimana di kraton, di mana
dia harus main giru. Memang
sulit juga bikin riset juga tentang
tempat-tempat itu.

Daurancara dcngan narasumber-

Jadi bagaimana risetyang anda

pelajarart seks Jawa. Menceritakan

Untuk Noael Pangeran

'ada di sumberBarat. Saya

h ksr.

vang bercerita tentang bagaimana

talar,yatg erotik waktu

Apakah

bikin

--.r:.

itu di Eropa gitu. Belaiarnya

ceritz dia di Indonesia kenapa


dia sampai menjadi pelacur,
kenapa dia sampai memakai
rarl:,aMatalrta:ri, nah ini tidak

penelitian di sini dan menafsirkan


penelitian itu menjadi sebuah

Mojosongo. Aaa... terus babunya


ini yang orang Moiosongo itu

Diponegoro?

oL!

Seberulnya dia lima buku


itu. Tapi tiga belum, baru dua
giru. Karena iru masalah teknis
aia itu.mungkin ke-3 ke-4 nya
pindah penerbit saya. Alasannya
yaa, selalu kalau yang masalah

.@

juga melakukan

narasumber?
Tidak juga. Lebih melihat
sendiri, bagumarn dia waktu
pertama eee anunya dia itu eee
pembantunya dia itu adalah orang

HAYAMWURUK, No. 1/XX/2010

PE

ita
iM
I['

tit{

iru kan sangat ditentukan iuga

ini

sebagai pekerjaan.

"Id

K.alat rramany a p ekeri aan kan


kita mau bekerja dengan baik

il
fu

masalah
anda

ilri

tetapi juga dengan hasil yang


baik. Jawabnya sepetti itu. Jadi
szya akan pindah ke tempat yang
lain. Tapi rencanaflya BulanJuni
tahun mendatang itu akan dibikin

:-

&

a'it-

f,lm animasi itu. Diponegoro


itu. Antara penerbitnya dengan
sebuah lembaga diJogja. Itu
akan lebih, s^y^ b:dar.g
^kan
lebih mudah, sebab tidak akan
kesu[itan cari kostumnya.

ia &e

senjatanya,

rebunva
r

itu

Bimana

kitrkan
f,oPe.

itu kan harus

EI

bikin penelitian,

ri:g

penelitian tapi harus datang ke


temp^tfly^, museum itu ada di

behasa

ee dan bukan

Belanda.
uhr52

tu

fuga

guesai

tidik.

I-alq jtang ke-1,4, dan f ita


akan diterbitkdn siapa pak?

te ntang Pange

raan D ip onegoro

itu?
Yaa, begitu s ya mart
menulis saya harus datatg,
misalnya ke Selarong, tempat

dia ngumpet. Bagaimana sih


Selarong guanya itu, supaya
wakru menggambarkan bisa
hidup, bagaimana dia memanjat
taflgga-tangg batu gitu misalnya,
dan semua harus ada penelitian,
di tempatnya selain tenru cat^t^nc^t^t^rL yang bisa diperoleh dari
perpustakaan arsip gitu.

Yayang ke-3 itu perangnya,

dikatakan gini, bahwa sebuah


novel sejarah itu serarus persen
harus bersumbet pada data,
tapi serarus persen juga harus
dianggap imajinasi giru tho. Nah
giru, sebab dzta sejatzh itu kan
sangat miskin seperti yang saya
bilang tadi. Jadi dia tidak bergerak
di dalam imajinasi kita.
^p^-ap^
Nah imajinasi pengarang itulah
yang membuat itu menjadi hidup,
merincikannya dengan baik,
dengan dialog maupun dengan
kalimat narattf grttt.
Ee data misalnya di sini kan
agak sulit. Saya kebetulan di
Belanda waktu itu, ada sebuah

sebab yang ke-2 iru melarikan

Jika anda melakukan

diri. Nah yang selama ini


menufut saya tidak jantan, kok
dia melarikan diri pake jebol
tembok gitu. Iya kan? Nah alasan
saya dia bukan takut t^pikafen
Mangkubuminy a, p^m^rrtry a

penelitian fungan begitu detail


lnengendi noae I jtang a kan
anda tulis, misalkan adayang
mengatakan nouel anda dapat
dij adi kan ruj u kan s ej ara h

itu mengatakan 'kamu harus


membantu istri dan anakmu yang

Ee, begtni, bahwa orang


harus membaca sejarah berbeda
dengan baca teks sejarah giru.
Teks,seiarah kan mati. Jadi
b agatmana cuma dicedtakan
oo dia menampar musuh dia
itu di depan semisal di Benteng
Vredeburg diJogja. Itu hanya
menampar. Sebuah novel, sebuah
{iksi harus menghidupkan
adegan itu dengan kata-kata
yang rinci. Bagasmana misalnya
dia menaarik, dia tendang kursi
lalu dia pukul hatus dihidupkan
menjadi aksi giru. Teks sejarah
kan tidak dapat giru. Teks sejarah
hanya menulis saja gitu. Mungkin
cuma dengan rsgakata pada satu
kalimat gitu.

gitu.

tbzn

1qe

(l

mdi

masih bayi'. Nah gitu lho, jadi


saya menggambarkan itu sebagai
rasa tanggungjawab cinta dia
pada istrinya yanghanya satu itu
Ratnaningsih dan anaknya, jadi

3?

dia untuk mengawal itu meiarikan


diri ke Selarong. Nah di Selarong
irulah bagian ketiganya. Itu
perangnya di siru. Dan sampainya
nanti dan sebagahya dan
sebagainya. Di lima itu dia sudah
di Manado dia ditangkap dan dia
digampar orang Beianda.

I2
nis
Iz

utra

fi
ge

bagaimana?

museum flamlflyz Museum


Rombeig, Museum Kneel itu
di kotak kecil namanya Arnm.

Itu di siru

ada museum dan

kita bisa, orar,gyaflg mau bikin


penelitian sejarah pun, jadi bukan
fiksi, itu iengkap di sana. I(ita
bahkan bisa melihat bagaimana
pakaizn tahun-tahun itu, pakaian
tentata Belanda. Itu ada semua,

mulai dari tahun 1600 itu aniform

tent^r

Belanda itu tersedia, lihat


sen j ata nya, bagaimana
rr,erl,arr.rya dan sebagainya ada di
situ, di museum itu. Jadi cukup
datang ke siru untuk menguatkafl
materi penulisan fiksi tadi begiru.
Alangkah konyolnya kalau dia
menjadi salah, orang boleh
melakukan penafsiran yang keliru
letapi qrntuk benda-benda yang

bagitmana

IL

Sebenamjta sudah ditulis gitu,

ET

ndntun belum diterbitkan atau


bagaimana?
Belum ditulis juga masih di
sini, baru reng-rengannya giru,

Jadi, bisa dijadikan rujukan

Alasanja mengapa anda

hahaha.

sejarah gita?

menulis tentang Pangeran


Diponegoro?

k
I

di
rroc

Oo boleh boleh. Itu menjadi

Juoi

tikin

--f
I

Berapa lama anda menulis

perkayaan gitu. Sebab tetap harus

masif begitu, yangkasat mata


sebaiknya iangan

bikin kesalahan

Saya punya aflu ee saya berasal

HAYAMWURUK, No. L/XX/2O70

4L

dari sana. Nenek saya itu berasal


dari Minahasa gitu ya, bahkan
termasuk salah seorang yang

pefi^m ikut

dalam terrtaraBelanda yang menangkap


Diponegoro sehingga dibawa
ke Manado, ke Minahasa sana.
Lantas justru saudara-saudara
Diponegoro itu kawin dengan
orang Minahasa yaflg sekarang
menjadi Jaton, Jawa Tondano

itu. Nah saya berasal dari sana


dan saya tenru punya apresiasi
dengan ifu, karena adaawalasal
usulnya iru saya agak terkesima
dengan ada sebuah tembang
yang saya menulis pertama di
seri pertama itu, itu tembang
kedengarannya seperti mac pzt.
I(alau lihat suku-suku katanya iru
jumlahnya itu agaknya itu Durma

gru

ya.

Tapi pelog, kalau iru

laras pelog diJawa,

itu agak aneh

didengar sana. Sebab dia sudah


bersinambung selama satu abad
di sana dan dia menyesuaikan
diri dengan budaya Minahasa,
sehingga pelognya agak lain.
Jadi kelihatan tembangnya yang
pelog itu justru seperti pelog
Sunda bukanJawalagy. Itu aneh.
Dari situ saya mulanya tertarik
sehingga saya bikin beberapa
c c tafl belum sampai penelitian
begitu ya. T^pi c tata;flylng
kemudian akhirnya menjadi
penelitian gitu. Tentang ini apa
itu wilayah etnomusikologinya

lebih dulu. IniJawa, bzhasarya


bahasa Tondano, tembangnya

titi larasoya
sudah tidak dikenal diJawa
begitu, lebih ke Sunda. Itu yang
say^ c^tat di yang pertama itu
tembangnya. Nah itu kan tidak
tdalag diJawa kayak begini.

Jawa gitu, tapi

42 I

Sebab dia hilang di Jawa, malah

tedestarinya di Manado. Jadi


sama juga kita lihat,misalnya
adat J awa yang meninggalkan

Pangeran Diponegoro?

i]N

Memang judulnya saya bikin


:[5..L 3

Jawa selama seratus tahun di


Suriname, itu sudah tidak ada

novel. Supaya itu harap pembaca


tidak membaca sebagai teks
sejarah begitu. Jadi novel sendiri
menjadi judul. Novel Pangeran

d:.Jawanya, tapi dia menjadi

Diponegoro gitu.

irr
ih*:- S

Lalu, kalo tadinla mau dibuat


lima buku tentang Pangeran
Diponegorq kenapa baru ada

-.:-dr
rrr ll

mapan di Suriname giru. Dan dia


masih menganggap bahwa iru
bag1an daitJawa begitu. Padahal
sudah nggak adalagl diJawa
grtu. Nah itu yang menarik, dari
awal asal usulnya itu sebetuhya
dari studi ernomusikologi saya.
Kalau saya berbicara tentang
etnomusikologi, maka yaflg saya
bicarakan iru adalah melihat
musik di d.al.am masvatakat
adat. Nah itu akhirnya lamaIamatertaik untuk, grmana sih
hubungannya ke Diponegoro,
sehingga dia bisa datang ke sini.
Terus akhirnya bikin riset sejarah
dan kemudian setelah saya
dihubungi oleh penerbit Solo iru,
"bisa nggak tulis itu?", sangat
bisa saya bilang, saya punya datadaranya iru. Sudah saya simpan
banyak foto gambar-gambar sayz
peroleh juga dari museum di
Belanda itt. Dilalab penerbit dari
Solo datang, "kami mau menuLis
tentang tentang Diponegoro,
kami tahu Anda seorang Nasrani
tapi kami tahu juga Anda beiaiar

Islam. Kami ingin tampilkan


Diponegoro itu betr:l-betul
sebagai seorang pemimpin
Islam yang berjihad melawan
perrlajahan" . Dan saya bilang saya
bisa. Dan mereka yang lebih dulu
memberikan kepercayaan itu. Ya
oke monggo saya bilang. Naa itu
akhirnya menulislah gitu.
Mengapa judulnya Noael

HAYAMWURUK, No. 1/XX/2010

dua?
Begini waktu itu karena kontrak
saya, terus terangaja dengan
penerbitnya, penerbitnya
bilang tolong bikin dua aja
gitu. Ya udah bikin dua dan
kita sepakat soal harga gitu itu
ya. Terus ya ternyata dua iru
belum sampai perang. Mungkin
mereka berpikir bahwa saru aia
udah sampai perang, ya nggak
bisa. Harus melihat bagarmana

kok semua buku se]arah, ya


termasuk Tangan Pertanta yatg
ditulis Mohammad Yamin,
tahun 50-an. Dia menulis bahwa
Diponegoro itu sudah luar biasa
mengenal sastra gitu. Kapan dia
belajarrya gitu lho. Dan kapan
dia belajar Islam giru. Nah kan
harus, ujug-ujug kok bisa ngerti
gitu di mana sekolahnya giru
iho. Nah saya ketemu cltat^rr
itu di Belanda iustru. Bahwa
dia masuk pesanffen Mlangi
gitu. Dan di situ dia ditempa
bukan saja f,lsafat, suluk dan
sebagainya. Tetapi juga di luar
itu, karena juga sebagai anakanak dia suka berkelahi dan
selalu menempatkao diri sebagai
oraLtg yang menang terus. Nggak

mungkin, jadi harus adl- nal:;rlita


menafsirkannya. Aaa, wah tibatiba kok dia bisa jadi pemimpin,

:g3r
-T:,"ir

tr:r

-.--;

r.,r dq

I:m
tr ru
:rsr j!

rrrrft

3Imr

;l
zfl

ilI

,{:mt.fr

rE$r0

mfo
::M[
3!dm

rtn

fr

hn6

3,g[il

rstr
Gsie

rcB
rc*e

:@
1mfo

ff&n
l:r$E

EE

i#
i,q
:flm

-rag

asaa

-l
:]5I@

bahkan dia memimPin Paman


a iu, b agaimzna dta
p
^malrry
hal iru gitu' Kita
meiakukan
bisa
perc^y^bahwa hal itu anugerah

akln
rbaca

ya. TaPi bagaimzna


dia bisa tahu segala macam gitu
lho. \Uong ndak Pernah dikasih
tahu dia sekolah' Sebab dari kecil
dia dipelihara oleh neneknYa,
nenek buY'utnYa Raru Ageng iru

Illahi gitu

idiri
Er-o

]lat
il

kan. Lho kaPan sekolahnYa giru'


Tetnyata daPztnYa di Belanda,
dia sekolah di Pesanuen Miangr,
dan pesantren itu didirikan oleh

da
firrk
n

kakak dari Sultan Hamengku


Buwono I dari Mangku Bumi itu,

gitu tho.

itu

Bagaima na estetika karia

fiksi

seiarah menurut anda?


Eem masaiah estetika itu
kita harus runding dulu untuk

gh.
r eia

g"k

peristilahan itu. Sebab selama ini


kita berbicara selalu estetika itu
menurut tawanan Pikkan-Pikiran
Barat gitu Ya' sePerti iuga selalu
kita berbicara tentang oh bahwa
kesenian itu universal dari sudut

Y,,]A
I

mg

nhrrz
biasa

BantlitamemPertahankan

n dia

istilah iru, universal. TetaPi


ketika PunYa kita, kita ta'warkan
ke Baot dianggaP kita lokal
begttu. Nah begitu iuga masalah
estetika. Kita harus selesaikan
dulu masalah itu dari sudut mana
apakah kita, ee dati sudut barat

ilao
fan

u.r,i
trr
Ern

n
B

kalau kita berbicara bzhasaBarat


kalau memang estetika sebagai
w ac^ta itu metuPakan bagian
dari filsafat B atzt, maka akart' kita
kesimPulan bahwa
samPai

Pa

ln
trzr

rk--

Pada

ini harus othak athik mathak

cbagat

begrtu' Tentang masalah titik


estetika di situ nilai keindahan
itu, buat saya satu saia, kalau kita
mau berbicara estetika untuk

Iiggak
dzr kita
rtiba-

mpin,

sebuah karya fiksi Yang berangkat


dari se]arah, sebagai bangsa kita
harus berpihak kePada bangsa

kita yang betiuang gitu. Jadi saYa


bilang titik :urarrlia d^ti estetika itu
adalzh b agarmana lita membuat
karya itu meniadi indah karena
dikenang oleh masYarakat kita
bangsa Indonesia sebagai

tokoh

yang harus meniadi Panutan


melawan Pertiziahat grtu. Itu aja
yang s y^ r^sa Yarrg Paling utama
dari berbicara tentang estetika

sepuluh orang berbicara tentang


sebuah fiksi dengan suatu wacafla
tertentu, maka dail sePuluh orang
akan menghasilkan PendaPat
enambelas orang, enambelas
pendapat gitu. Nah arttnYa aPa?
Lebih kaya kita Pada menulis
fiksi, sebab di situ imaiinasi
sepenuhnya akan menladi
liar ketimbang hanYa menulis
nonflksi gitu' SaYa sama sekali
tidak tertarik untuk memrlis
misahya sejarah DiPonegoro dari

sebuah karya fiksi seiarah giru'


Sebab selalu itu akan meniadi
seperti itu. Selalu karYa fiksi

sudut nonf,ksi gitu. Tidak sama

seiarah harus berPihak gitu'

bagaimana
tanggungj awab anda sebagai
penulis noael sejarah, misalnia
Pangeran DiPonegoro?

sekali.

Itlu,

Karcnadia, tokoh ini meniadi


tokoh bangsa lita maka saYa
harus berPihak Pada bangsa kita
daipada bangsa Belanda giru
kan. Orang Amerika kalau bikin
Illm perang dunia Nazi, Pasti
orang JermannYa

goblok-goblok

dibikinnya giru kan. Begiru iuga


Petang Dunia II di Asia sini,
pasti orang Jepangnya tolol-tolol
dibikin. TaPi kalau siJePangnYa
yang bikin Perang Dunia II orang
AmerikanYa goblok dibikinnYa
kan, sorak sorak misahYa kan,
selalu ada kebetPihakan. Nah di
siru letak estetikanYa. Estetika
sejarah dia harus berPihak'
KenaPa anda menulis Pangeran
D iponego ro dalam b entuk fi ksi ?
Saya rz;sa begini, PembacanYa

lebih besar dariPada kaiau


menulis dari sudut nonfiksi'
Kalau nonfiksi iru begini
lho, kalau ada sePuluh orang
berbicara tentang saru materi
keilmuan tertentu gitu, maka dari

Tanggungjawab Pertama
adalah satu Yang berdasarkan
kepada keharusan, kemauan
yang harus untuk menemPatkafl
tokoh Pahlawan bangsa sebagai
seseoraflg yang harus dimuliakan
gitu. Yang harus dihargai betui
periuangannYa itu gitu. Dan
menemPatkan iru sebagai tema

pokok dari sebuah karYa 6ksi' Itu


tanggungiawab. Jangan samPai
kita tidak bertanggungiawab
terus mencela PemimPin
yang sudah betiuang untuk
melawan Penlaiahan sehingga
kita merdeka gitu, dan itu tidak
bertanggungiawab itu' Jadi
tanggungiawabnYa lebih Pada
tanggungi awab kebangsaan'*x*

sepuluh itu PendaPatnYa akan


satu. TaPi kalau sekarang ada

ffnVnfr'fWUnUK, No. tlXX/zOLO


I

43

I
rl

;!l
:5.

1ffi

&

a
Oleh:.Zamala Nahari
Reporter: Zumala Nahari, Dian
Hiiriyanti, Sandi Triaputra

(7(l angk^h Un.iversitas


rll I Diponegoro (Jndip)

ini
langkah

l/r|unuk merealisasikan
universitas riset mulai tampak.

Salah saru buktinya adalah

pembangunan gedung Uniaerciry


Te aching Ho spi ta I (IJTFD.
Sesuai dengan jadwalnya,
gedung ini diperkirakan
selesai penger jaatnya pada.
bulan Juli 2010. Sedangkan,
pembangunannya kini telah

mencapu60oh.

Pada tanggd 3 Februari

dilakukan peletakan batu pertama rumah sakit pendidikan, adaiuga


sebagai simbol peresmiannya
fakultas-fakultas yang dulunya
oleh Prof Dr dr Susilo lTibowo di Undip bawah (Pleburan) akan
MS Med Sp And, rektor
dipindah ke atas seperti Fakultas
Undip. Menurutnya, UTH
Hukum, Fakultas Ekonomi,
merupakan salah satu
Fakultas Ilmu Sosial dan IImu
demi terwujudnya sebuah
Po[tik, Fakultas Kedokteran,
universitas yang mandiri.
Fakultas IImu Perikanan dan
Seperti diketahui sebelumnya, Kelautan , Fakultas Ilmu Budaya,
kabar tentang pindahnya kampus Training Center, dL.
bawah ke atas sudah santer
Selain itu, Undip juga sedang
dibicarakan sejak tiga tahun
membangun unit kegiatan
belakangan ini. Namun, mungkin ekonomi produkti{ di antaranya
saja tahun ini baru bisa terealisasi adalah pembangunat Guest
mengingat proyek yang sedang Hom (Jniaersiry Im yang ada dt
diialani oleh Undip sekarang
kampus Pleburan. Semua proyek
merupakan ptoyek yang besar.
ini tergabung dalam sebuah
Artinya selain pembangunan paket, yakni Integrated Diponegoro

2009

U niaersiE Praj e ct Fin an cing IDB.

Dr antan proyek-proyek
tersebut, proyek yang terbesar
UTH yang
tedetak di kampus utara Undip
Tembalang. Proyek yang didanai
adalah pembangunarl

oleh IDB (Islamic Development


Bank) ini menganggarkan
dana sebesar Rp 248 Miliar.
Bangunan yang didirikan di
areal seluas 24.000 m2 ini pada
awal prosesnya menghadapi
beberapa kendala. Misahya,
pembangunan rrya yan g sempat
tertunda. Di antaranya proses
p enandatanganafl ,

terutama s aat

pengalihan rektor yang mundur


hingga enam bulan, perubahan
hargayang di luar rencana,
dan proses dengan IDB yang
tidak mudah. Jadi untuk proses
kerjasama ini memang banyak
sekali kendalanya.
I(endala terbesar menurut
Apip SE, selaku Tim IDB Undip,
adalah iank
r^, yaknT
^ntal-neg
Indonesia-Jeddah, Arab Saudi.

Masih menurutnya, hal itu


menyebabkan sistem informasi
dan komunikasi tidak be\alan

tingkat ilmiah yang d1ggi,


hingga jauhnya larak yang
ditempuh dalam kerjasama.
Hal ini membuat Undip, harus
mempersiapkan konsultankonsultan yang berkompeten
agar proyek ini bisa berjalan
dengan baik.
"Tefus tefang karena
pengalaman kita di proyek
luar negeri itu belum begiru
berpengalaman," ungkap
Apip. Artinya, seperti IDB
ini dibutuhkan pemahaman
tersendiri terhadap bagumana
pengelolaan proyek-proyeknya,
klien-ldiennya, manaj emennya
semua itu harus sesuai dengan
gtideline dari sana. Sementara di
Indonesia sudah ada Keppres
No. 80 Tahun 2003 yang
mengztuf tentang pengadaan
bararg/jasa. "Jadi harus betulbetul memahami xrtara gaidcline
dan I(eppres", sambungnya.
Oleh karena iru, dibentuklah
sebuah badan yang bernama

PMSC (?roject Management and


Supervision Consultant).
Selain iru, Undip juga

lancar. Padahal, step lry step seiap

memiliki PMU @roject

proyek yang akan dilakukan

Management Unit) yang dalam

harus mendapat persetuiuan

strukturnya Prof Sus-panggilan

dulu dariJeddah. Kalau belum


ada pengesahan itu, r, tak bisa
1zlzn. Bahkan jika dari pihak
Jeddah tidak setuju, mereka
akan mengkonfirmasi untuk

akrab rektor-- sebagar pr(ut


directar-nya dan Prof Imam

Gozali sebagai project ruanager.


Dalam PMU ini juga ada dosendosen profesional dari sipil,

mengulangi lagi prosesnya.


Terkadang, satu proses
pengesahan saia bisa memakan
waktu satu bulan.
Proyek yang dikerjakan oleh
PT Pembangunan Perumahan
ini memedukan pendanaan yang
besar, pekeriaan yang ruv/et,

arsitek, dan mesin. Mereka


betekad agar proyek ini berjalan
dengan baik.
Ini berarti tekad Undip
untuk mewuiudkan visi misinya
menjadi universitas riset, tak bisa
dipandang sebelah mata. Inilah
mega proyek yang memedukan

dana yang besar dan SDM yang


mumpuni dalam penger)aanrya.
Sebenarnya UTH ini awalnya
merupakan program dari Prof
Sus pada saat dia masih menjabat
sebagai pembantu

rektor pR)

IV

pada periode Prof Ir Eko


Budihardjo MSc. Pada tahun
2003 proposal kerjasama untuk

membangun undip secara


menyeluruh dan terinregrasi
dibuat. "Salah satunya adalah
Hogital U niuersi4t. I(emudian
yang lain, beberapa fakultas yang
masih di bawah dibangunkan
gedungnya di atas. Sedangkan
yang di bawah, untuk 52 dan unit
pusat bisnis Undip," ungkap

ln

Dr

Muhammad Nur DEA selaku PR

IV

sekarang.

Lalu pada tahun 2006, masih


terjadi diskusi yang cukup inrens
agar undip tak hanya sebagai
edacation aniuerciE tapi men,adi
ruearcb uniaercig. Oieh karena
itu, dengan adanya rumah sakit
miiik Undip, dikelola oleh Undip
akan memungkinkan untuk
mewuj udkan Universiras riset
yang menjadi visi Undip 2020.

Hal senada juga dibenarkan


oleh Apip, bahwa hal tersebut
juga merupakan buah pemikiran

i:

yang ingrn mewujudkan suasana

kampus yang dinamis, aman,


dan nyaman. Kemudian, baru
pada tahun 2009 proyek itu gol.
Proyek yang didanai oleh IDB ini
terangkum dalam sebuah proyek
yang dinamai Integrated Uniuersiq
D ipo

n ego

ro D

ue lopme n

P rEect.

Selain melayani masyankat,

keberadaan UTH ini juga bakal


dimanfaatkan untuk kegiatan
riset. Selama ini, Fakultas
I(edokteran UndiF masih

___+_
I

46 I

HAYAMWURUK, No. 1/XXl2010

ikut di Rumah Sakit KarYadi

yeng

Semarang. Jadi, dengan adanYa


UTH ifli nanti diharaPkan
para mahasiswa dan dosen

TlnIE.

rdnr

kof

dari Fakultas Kedokteran

cniebat

bisa memanfaatkannYa untuk


praktikum mauPull melakukan

'PR

ilo

riset terhadaP suaru Penyakil


Misalnya, kasus demam
berdarah. Menurut Nur, demam
berdatah ini tak hanYa bisa
disembuhkan oleh obat. Kasus

[Il

Erruk
l

Ei
&h

demam berdarah Yang teriadi di


Indonesia ini juga meruPakan

fan
lls )-aflg
rlan

dai

masY

masih abai dengan kesehatan,

d*t

di

dan unit

antztanYz

dalam mengatur

selokan.

hp Dr

Dibandingkan dengan
negara EroPa, masYarakat Wta
masih ]auh mungkin. "Di sana
selokan itu besar-besar' Lalu

diku PR
6, masih

tti tild e

ankat Y ang

intens

Dengan demikian, sangat

di sini bagaimana? Di HaYam


Wuruk sendiri itu kan |uga

memungkinkatbagPara

kalau hujan selokannYa sering


banjir. Selokan di EroPa itu
seperti sungai. Ukuran diameter

suatu penYakit. Ya, minimal

pakar kesehatan untuk mencari


model baru bagi Penanganan

menurunkan angka PoPulasi

gorong-gorongnya saia erram


Lha bandingkan
meter,"
terdekat
Contoh
sini?
di
dengan
:ujzrttYa.

adalahialan HaYam Wuruk Yang


membentang di sePaniang UodiP
Pleburan. B aY atgkan s aia, P ada
saat huian deras air meluber
hingga ke badan jaian.

Nur iuga mengungkaPkan


pengalamannY a, "SaYa Pernah
masuk ke lingkungan kumuh,
selokan aja nggak ada".

Menurutnya, sanitasi di sana iru


semrawut. Di desa itu harusnya
juga memikirkat zdznYa selokan
utama dan selokan anakYang
menghubungkan rumah-rumah'

sakit

&UndiP
trrk

ini iuga bisa

budaya masyarakatnYa sePerti


apa? Sehingga bisa diambil
langkahJangkah antisiPasi di

UTH tadi.
dengan UTH ini
mendorong
mamPu
diharapkan
adzny a p enelitian-P enelitian
y ang akzt b erguna tzk hanY a
di Indonesia taPi ]uga di dunia'
"UTH itu seialan dengan suatu

itu,

kebutuhan masYarakat Yang


sangat besar akan kesehatan'

riset

Biaya kesehat an Y arlg mahal


Terus itu sebetulnYa ]uga' selain

p 2tt20.

:narkan

kita membatu masYarakat ada


juga kebutuhan untuk riset "
rutur Apip.
I(e depan. UndiP iuga ingrn

crsebut

Frmikiran
h suasana

!nz.o,

hh IDB ini
nh proyek

bukan tidak

mungkin diiadikan sebagai


laboratorium demam berdarah
bqkan? Nah, dengan adartYa

Selain

Iroa

n, baru
;t itu gol.

fungae. Sehirrgga

menarik rnln t Pztailmuwan


unruk meneliti. MisalnYa faktor

ldadi

peta dunia, Indonesia menduduki


peringkat ter7z'd^t dalam kasus

kasus sePerti

E831

fr

terhadap orang-orang Yafl g


terkena demam berdarah.
Ap"lrg iika dilihat dalam

membuat klinik autis Yang bisa


meniadi Pusat refetensi dan
rujukan teraPi autis. Karena

cgiatan

menurut Agus NarYoso SSos


MSi, selaku Kabag Humas
Undip, dengan adanYa UTH
ini bisa meniadi sebuah media
untuk belajar. MisalnYa, bisa
dilakukan kaliarkaiian tentzng

lms

b agaimarn merrg.

lCniuersiry

@ed.

slerakat,
ga-bakal

E:h

sakit universitas
Rencana pembangunan gedung rumah

an d I e'

ana,k

t+nVnfrnWUnUK, No. UXX/}OLO

| 47

(J niuersiy Proj e ct trin ancing

IDB.

Di artala proyek-proyek
tersebut, proyek yaog tefbesaf
adalah pembangunan UTH Yang
terletak di kampus utara UndiP
Tembalang. Proyek yang didanai

oleh IDB (Isiamic DeveloPment


Bank) ini menganggarkan
dana sebesar Rp 248 Miliar.
Bangunan yang didirikan di
areal seluas 24.000 m2

ini Pada

awal prosesnya menghadaPi


beberapa kendala. Misalnya,
pembangunannya yang semPat
tertunda. Di antzr^nya pfoses

pefl fidzt2;flganzn, terutama

saat

pengalihan rektor yang mundur


hingga enam bulan, perubahan
hargayzng di luar rencana,
dan proses dengan IDB yang

tidak mudah. Jadi unruk Proses


keriasama ini memang banyak
sekali kendalanya.
Kendala terbesar menurut
Apip SE, selaku Tim IDB UndiP,
zdalah jalzk zntarnegara,

akni

tingkat ilmiah yang tinggi

dana yang besar dan SDM yang

hingga jauhnyu jr.nk yu.rg


ditempuh dalam keriasama.
Hal ini membuat UndiP, harus

mumpuni dalam pengeria ftfiya.

mempersiapkan konsultankonsultan yang berkomPeten

Sus pada saat dia masih menjabat

.:IE

sebagai pembantu rektor

:I5,8

Budihardjo MSc. Pada tahun


2003 proposal keriasama untuk
membangun undip secara
menyeluruh dan r erintegrasi
dibuat. "Salah satunya adalah
Ho spital U ni uersi 4t. Kemudian
yang lain, beberapa fakultas yang
masih di bawah dibangunkan
gedungnya di atas. Sedangkan
yang di bawah, unruk 52 dan unit

:5C

agar proyek

ini bisa betialtn

dengan baik.
"Terus terang karena
pengalaman kita di prol,ek
luar negeri iru belum begiru
berpengalaman," ungkaP

Apip. Artinya, sePerti IDB


ini dibutuhkan Pemahaman
tetsendiri terhadaP bagaimana
pengelolaan proyek-Proyeknya,
klien-kliennya, manai emennya
semua itu harus sesuai dengan
guideline dari sana. Sementara di
Indonesia sudah ada KePPres
No. 80 Tahun 2003 Yang

meflgatuf tentaflg Pengadaan


barung/1asz. " Jadi harus betulbenrl memahami attara gaideline
dan Keppres", sambungnYa.
Oleh karena itu, dibentukiah

Indonesia-Jeddah, Arab Saudi.

sebuah badan yang bernama

Masih menurutnya, hal itu


menyebabkan sistem informasi
dan komunikasi tidak berialan

PMSC @roiect Management and


Supervision Consultant).
Selain itu, Undip iuga
memiliki PMU (Proiect

lancar. Padahal, steP fu sleP sertaP

proyek y ang akar, dilakukan


harus mendapat Persetuiuan

dulu dariJeddah. Kalau belum


ada pengesahan itu, ra tak bisa
ialan. Bahkan iika dari Pihak
Jeddah tidak setuiu, mereka
akan mengkonfirmasi untuk
mengulangi lagi prosesnya.
Terkadang, satu proses
pengesahan saia bisa memakan
waktu satu bulan.
Proyek yang dikeriakan oleh
PT Pembangunan Perumahan
ini memedukan pendanaan Yang
besar, pekerjaan yang ruwet,

46 I

Management Unit) Yang dalam

strukturnya Pro f Sus-Panggrlan


akrab rektor-- sebagai Pro;l ut
directu-ttyz dan Prof Imam
Gozal-i sebagai Projut

m an ager.

Dalam PMU ini juga ada dosendosen profesional dari siPil,


arsitek, dan mesin. Mereka
betekad agar ProYek ini berjalan
dengan baik.
Ini berarti tekad UndiP
unruk mewuiudkan visi misinYa
menjadi universitas riset, tak bisa
dipandang sebelah mata' Inilah
mega proyek yang memedukan

HAYAMWURUK, No. 1/XX/2010

Sebenarnya

UTH ini

awalnYa

merupakan program dari Prof

PR)
fV pada periode Prof Ir Eko

pusat bisnis Undip," ungkaP

Dr

:rg:
:rf:

-ir$e
.F

--..t

3rs

:-"

lcl:

Muhammad Nur DEA selaku PR

fV

rEs

sekarang.

Lalupada tahun 2006, masih


terjadi diskusi yang cukuP inrens
agar undip tak hanya sebagai
education aniuersiry taPi menjadi
research uniuersiSt Oleh karena
itu, dengan adanya rumah sakit
milik Undip, dikelola oleh UndiP
akan memungkhkan untuk
mewuj udkan Universitas riset
yang menjadi visi UndiP 2020.

Hai senada juga dibenarkan


oleh Apip, bahwa hal tersebut
juga merupakan buah Pemikiran
yang ingrn mewujudkan suasana
kampus yang dinamis, aman,
dar' ny amzn. I(emudian, baru

pada tahun 2009 Ptoyek itu gol.


Proyek yang didanai oleh IDB ini
terangkum dalam sebuah ProYek
yang dinamai Integrated Uniuersiry
D ip o n ego ro D

e ae

loP m

nt

P roj e ct.

S elain melayani masy atakat,

keberadaan UTH ini iuga bakal


dimanfaatkan unruk kegiatan
riset. Selama ini, Fakuitas
I(edokteran Undip masih

ID!!

ikut di Rumah Sakit KarYadi

m8

Semarang. Jadi, dengan adatYa


UTH ini nanti diharaPkan
para mahasiswa dan dosen

IrfA.
alnra

of

dari Fakultas Kedokteran

niebat

bisa memanfaatkannYa untuk


praktikum mauPun melakukan

R)
D

riset terhadaP suatu PeflYakit.


Misalnya, kasus demam
berdatah. Menurut Nur, demam
berdarah ini tak hanYa bisa
disembuhkan oleh obat' Kasus

tl

uuk

demam berdarah Yang teriadi di


Indonesia ini iuga meruPakan
a tti t a d e dati masY arakat Y arrg

Dyeng

n
ft

masih abai dengan kesehatafl,


di artaranya dalam mengatur

nunit
PD.
*uPR

selokan.

Dibandingkan dengan
negan EroPa, masYarakat kita
masih jauh mungkin. "Di sana
selokan itu besar-besar. Lalu

'masih

htens

Dengan demikian, sangat

di sini bagaimana? Di HaYam


\Vuruk sendiri itu kan iuga

memungkinkanbzgS Para
pakar kesehatan unruk mencari
model baru bagi Penanganan
suatu penyakit. Ya, minimal

kalau huian selokannYa sering


banjir. Selokan di EroPa itu
seperti sungai. Ukuran diameter
goroflg-gorongnya saia enam

menurunkan angka PoPulasi

Lha bandingkan
dengan di sini? Contoh terdekat

meter,"

:uiarcrYa.

\Wuruk
zdalah ialzn P,ayam
Yang
membentang di sePanjang UndiP

terhadap orang-orang Yang


terkena demam berdarah.
Aprlrg iika dilihat dalam

Pleburan.

peta dunia, Indonesia menduduki


peringkat terPadat dalam kasus

saat

dengae. Sehirrgga

B ay angkat saiz, P ada


huiafl deras air meluber

hingga ke badan ialan.


Nur iuga mengungkaPkan
pengalamanny a, " S aYt Pernah
masuk ke lingkungan kumuh,
selokan aja ngak adz".
Menurutnya, sanitasi di sana iru
semrawut. Di desa itu harusnYa
juga memikirkan adznYa selokan
utama dan selokan atakYang
menghubungkan rumah-rumah.

F
llta

bukan tidak
mungkin diiadikan sebagai
laboratorium demam berdarah
bqkan? Nah, dengan adanYa
kasus seperti

ini iuga bisa

menarik minat Para ilmuwan


untuk meneliti. MisalnYa faktor
budaya masyarakatnYa sePerti
apa? Sehingga bisa diambil
langkahJangkah antisiPasi di
UTH tadi.
Selain itu, dengan UTH ifli
diharapkan mamPu mendorong
adanya pe neli tian -Peneli tian

arg akar. berguna tak hattY a


di Indonesia taPi iuga di dunia.

rsakit
rU'odip

"UTH itu

sejalan dengan suatu

kebutuhan masyarakat Yang


sangat besar akan kesehatan.
Biaya kesehatan Yang mahal.

riret
TI2O.

rkan

*iran

Terus iru sebetulnYa iuga, selain


kita membatu masYankat ada
juga kebutuhan untuk riset "

rurur Apip.

tbut
Sana

Ke depan, UndiP iuga ingtn


membuat klinik autis Yang bisa
menjadi pusat referensi dan
rujukan teraPi autis. Kater,a
menurut Agus NarYoso SSos
MSi, selaku I(abag Humas
Undip, dengan adanYa UTH

Eo,

hru
lngol.

d
2

rIDB ini
rpovek

findry

a
o

ltd,-

rrekat,

Rencana pembangunan gedung rumah sakit universitas

rbakal

hnt
I

h,
I
I

ini biia men]adi sebuah media


untuk belaiar. MisalnYa' bisa
dilakukan kzliat-kalian tentang
bagumana metg- h an dIe anak

HnYAUWURUK, No' L/XX/2O70

47

autis, bagaimana menerapi anak


autis, dll.

Oleh karena iru, dipedukan


Sumber Daya Manusia yang
handal dalam pengelolalaannya

nanti. Saat dikomfirmasi ke


pihak Agus tentang masalah
ini, dia membenarkan bahwa
memang tenaga-tenaganya nand

dioptimaikan dari Undip du1u.


Namun hal ini tidak menutup
kemungkinan juga akan adanya
pihak 1uar. " Mengoptimalkan
dari kita. Nanti seandainya ada
p akatp akat yang dibutuhkan
untuk kepenti ngan shaing
mungkin perlu juga pandangan
dari orang lain. Namanya saja
riset kan?" ajarnya.
Jika demikian, Ialu apakah

nantinya ada kebijakan tersendiri


untuk mahasiswa Undip terkait
dengan pelayanan rumah sakit?
Agus mengaku hai itu sudah
pasti. Masalah keringanan biaya

itu

sebagai priodtas. "Dalam


arttan,kita mungkin bisa lebih
murah dari yang ada di luar",
tambahnya. Namun hingga

kini kebijakan tentaflg besarnya

disampaikan terhadap pihak


Jeddah dalam pertemuan yang
digelar pada tanggal l3Januari
2010 kemarin.
Selama proses penger jaannya,
Agus mengaku tak ada komplain
da:.i vtarga sekitar. "Mungkin
karena pembangunan lokasinya
rtt kan di ujung sendiri, jadi

Tembalang mengaku merasa


tergaflggu dengan truk-truk
yangberjajar di depan proyek.
" I(adang-kad ar,g gin i, orang
itu pada tongktong di jalan.
Mungkin krunya truk itu. Jadi
m engganggu kelancar an,"

mungkin ya tidak menimbulkan

oleh Bagus Priambodo,

jelas Agus.
kebisingan
^p^pttfl,"
Apalagr dengan adanya rumah
sakit itu nanti bisa juga menjadi
rujukan warga sekitar.
Rusmiati (35), warga
Tembalang ini mengaku senang
atas dibangunnya rumah sakit
yang sedang dibangun Undip
inl. Selain bisa mendapatkan
pelayanan kesehatan vang dekat
lokasinya, ia juga senang karena
nanrinya pasri lebih ramai
sehingga akan berpengaruh juga

mahasiswa Jurusan Psikologi

bagi para pedagang di sekitar


kampus. "Lha soo/e di sini lebih
banyak para pedagang," tuturnya.
Senada dengan Rusmiad,
Agus (27) ),ang juga warga
Tembalang sangat mendukung
dengan adanla rumah sakir yang

y ang akan diberikan


oleh UTH belum ditentukan.
Gufron, mahasiswa jutusan

ada di Undip. " Karena daitpada


berobat ke sana-sana kan jauh,"

Sejarah angkatan 2006, 1ugz


betharap agar ttmah sakit Undip

Namun, seperti kata pepatah


'Tak adz gading yang tak retak'.
Meski sudah dilakukan tindakan
antisipasi terhadap bongkar

keringanan

ini bisa dijadikan tujukan oleh


mahasiswa dengan biay a y ang

lebih murah. "Siapa tahu dengan


adanya rumah sakit ini kita bisa
mendapat diskon. Kan brsa leblh
murah unruk anak kos seperti
saya," tukasnya.
Kendala yang dihadapi
sekarang terkait dengan UTH
adalah dalam petgadazn ilatalat medis. Hal itu juga telah

48 I

ungkapnya.

muat barang, seperti desain aiur


masuknya truk oleh kontraktor
dengan memperhatikan analisis
dampak lingkungan. Namun,
beberapa t^flggapa:fi muncul.
!7isnu (44), warga Pudak
Payrrng yang sehari-hari
bekerja sebagai sopir angkot
di lingkungan kampus Undip

HAYAMWURUK, No. 1/XX/2010

akunya.
T anggapan juga dikemukakan

angkatan 2008. Menurutnya,


soal pengerjaan gedung rumah

sakit tidak begiru mengganggu


aktivitas perkuliahan meski letak
kampusnya berdekatan. Ia harya
menyayangkan, truk-truk yang

parkir seenaknya. Apalagi truk


yang besar itu juga menurutnya
membuat jalanan kampus lebih
cepat mengalami kerusakan.
Seyogyanya, pihak yang terkait
tidak mengabaikan hak-hak
warga dalam pengerlaan proyek.
Meski demikian, Wisnu juga

memilki harapan.Ia ingin

setelah

rumah sakit itu nanti jadi, ia dan


teman-teman seprofesinya masih
diperboleh kan beroperasi.
Dengan fasilitas yang
mendukung, semoga ke depan
Undip mampu menjadi kampus
yang ideal unruk belajar dan
menghasilkan ilmuwan yang

berkompeten di bidangnya.***

kin

h
tr

nk
trf3

Ia

J
j

s'

TL

t'"
rebh

Oleh Nurani PusPitosari


Reportet: Nurani Pus, A1'u
Maylani

d,rn

rrsih

F
P{r-s

t-1,
tJl

ampak mendung

t ^fls1r
r..ir.u im

Havamwuruk

D)rarndisebuah

rumah

E'rlangga
di
vang
'Buitberalamar no'ialan
1 9' TamPak
gangMl

,.orn.rg lelaki berPostur tingg


besar dengan kulit agak gelaP
mengenakan kaos oblong dan
celariu Paniang,

sedang berdiri di

t.ru, ,rrnrh iru. Wa]ahnYa miriP


sekali dengan wajah narasumber
vans hendak kami wawancarai'
' i'P.rmisi Mas' aPa berul ini
rumah Pak D]ar-wo?" tanYakzmt'
dengan nzda rumah mencoba
memastikan.

"Iyambak, adaaPaYa
mbak?" tanYa Pria itu'
Lalu kami mengutarakan

(Sekolah RakYat atau setara


dengan SD). Namun tulisantulisannya waktu itu hanYa

maksud kedatangan kami'


Pria itu memPersilakan kami
untuk menunggu sejenak' Tak
lama kemudian muncullah
seorang Pria lansia (anjut usia)'
sen)'um ramah, Pria iru

sebatas koleksi Pribadi' Baru


setelah masuk SMP kelas 1,

Prof D]arwo mencoba menulis

Denqan

pantun dan mengirimkannYa ke

mern"Persilakun kami duduk'

at'

Dengan Pandangan
menera$/aflg, dia mencoba

untuk mengingzt-itg t, memutar


kemba[ memori masa lalunYa'
mengalir dari mulut
Cerita
Pun

70

priu yingsudah genaP berusia


tahun itu. Dengan suara sa1,-uP-

lengkaP Prof
Pria bernama
-soedjarwo
menceritakan
itu,
Dis
kecil
pengalamannya menulis dari
sa1-uP,

hiogga sekatang'
Prof Diarwo, demikian
panggijan akrabnYa, lahir di
icui* Pra^ tanggal 6 Desember
1939.Dia suka menulis sejak
SR
masih duduk di

sebrrah maizlzt. b ertama'l i as


PantunnYa berhasil dimuat
dengan honor roYalti Pada wakru
itu 40 hingga 60 ruPiah' Semasa
SMP, Prof Diarwo mengaku
orestasi akademiknYa ddak begitu

trik, ,.hirrgg,

ia Pernah tidak

naik kelas dan Pindah ke sekolah


lain.
"Saya SD

ndakltitts, dulu

SR

rnffnny^'lalu ujian SD lulus lalu


masuk sekolah Yang bersubsidi'
naik kelas dua, lalu ndak naik ke
ke
kelas tiga, keluar, lalu masuk
lulus"'
uiian
1alu
swasta,
sekolah
kenang

Ptof Djarwo sambil

ruo tlxx/zoto | 49
ilnvnr"rwunur,

terseflJ,'um.

Prof Djarwo mengenyam


pendidikan SR dan SMp di

I{aten.

Setamat

SMI

dia

meneruskan ke sekolah
menengah di Surakarta, tepatfiy^
di SMA Negeri 3 Surakarta.
Ketika duduk di bangku sekolah
menengah, Prof Djarwo mulai
meny-ukai puisi. Tahun 19561957 bebenpa sajaknya dimuat
di ruang Genta majalah Merdeka
(sekarang sudah tidak terbit).
"Saya suka puisi karena

tertarik aja, dulu kan saya juga


SMA-nya masuk kelas A, itu
mempelajari sastra," tuturnya.
Setelah tamat dari SMA
tahun 1958, Prof Djarwo
lalu melanjutkan srudinya ke
Yogyakarta di Fakuitas Satra dan

Kebudayaan, Universitas G adjah


Mada QGX!. Pada wakru itu
Fakultas Sastra dan I(ebudayaan

di UGM dibagi menjadi dua


jurusan yaitu jurusan Sastra Barat
dan Sastra Timur. Prof Djarwo

kemudian diangkat menjadi


asisten ahli Fakultas I(eguruan
Sastra dan Seni (FI{SS) Malang

cabangMadiun di Madiun pada

tahtn

Linguisrik. Selama menjadi


mahasiswa, Prof Djarwo tidak
begitu aktif dalam organisasi
kemahasiswaan.
Semasa kuliah, Prof Djarwo
termasuk anak muda yang
pemalu. Tidak seperti anak

muda zamzn sekarang yang


berani mengenal dan menjalin
cinta dengan lawan jenis. prof

Djarwo sama sekali tidak berani


berpacaran pada wakru masih

menjadi mahasiswa.
Setelah menyelesaikan

pendidikan S1-nya di salah satu


universitas negeri terkemuka di
Indonesia tersebut, Prof Djarwo

Prof Djatwo

yang

lebih rua darinya.


'Jadi waktu itu ya saya
mengajar bapak-bapak yang
usianya lebih tua dai saya, ya
agak grogi," kenangnya sambil
melepas gelak tawa.

ayang dlbuatbuat dalam setiap


puisi Prof Djarwo.
la menulis puisi apa
adanya, semua mengali
engikuti katahati,
sesuai dengan konteks
kehidupan yang dia
alarni.

mengambil jurusan Sastra

Timur dengan spesifikasi bidang

1,964.

masih muda harus mengajar para


mahasiswanya yang usianya jauh

Pada tahun 1,969, dia pindah

ke Semarang dan menjadi dosen


di Fakultas Sastra dan Budaya
Universitas Diponegoro (pernah
berganti nama menjadi Fakuitas
Sastra, sekarang Fakultas Ilmu
Budaya Undip). Dua tahun

menjadi dosen di Fakuitas


Sastra dan Budaya (FSB) Undip,
al<hirnya Tuhan mempertemukan

Prof Djarwo dengan seorang


gadis bernama Siti Harkiyah.
Pada tahun 1971. Prof Djarwo
menikahi Siti Harkiyah. Dari hasil
pernikahannya itu, Prof Djarwo
dikaruniai tiga puua. Abdul Hatis
SH (alrn), \)7idya Aryadi St
dan Hagni Czhyadt ST. Selama
di FSB, selain menjalankan

50 I HAYAMWURUK, No. 1/XX/2010

tanggung jawabnya sebagai dosen


yakni mengajar, Prof Djarwo
juga pernah menjabat sebagai
I(etua Jurusan Sastra Indonesia
dan sebagai Pembanru Dekan

II (?D tD. I(arena presrasinya,


akhirnya Prof Djarwo terpiJih
menjadi dekan dengan masa
jabaran 6 tahun, yairu tahun19g0-:.
sampai dengan tahun 1986. Dua

tahun kemudi^r,tepztrryz' 1 April


1988, dia dikukuhkan sebagai
Guru Besar Undip.

"Dulu istilahnya Guru Besar


Madya, iru golongannyaly /D,,,
tutur pria yang menyrrkai lagulagu keroncong dan langgam
Jawair;..
Lalu tahr-m 1994, penyair
yang menyukai watfla-watfla
lembut ini, resmi menyandang
gelar Guru Besar Penuh dengan

golongan IV/E. Di sela-sela


kegiatannya sebagai penga jar
kesusastraan dan linguistik di
FSB Undip, Prof Djarwo luga
aktif menulis dan melakukan
beberapa penelitian. Penelitiannya
kebanyakan mengangkat
tema permasalahan dari segi
kebudayaan dan kebahasaan.

Ptof Djarwo mengaku pertzL(n^


kali meneiiti mengenai Sikap
Naima OrangJawa. Selain
itu dia iuga melakukan penelitian
Mental

terhadap kehidupan nelayan di


daerah Rembang dan Juana.
Hasil penelitian r,ya y^ng
berkaitan dengan kebahasaan
antaru lalln mengenai pengaruh
B ahasa J awa rerhadap B ahasa
Indonesia, dan disusun menjadi
sebuah buku berjudul Interferensi

Bahan Jawa terbadap Bahasa


Indonetia. Penelitiannya yang lain
yang dibukukan adalah Dialek

:rr

ograf Kab

uP ate

reai dosen
l'.:ni-o

ebigai

lawa,

Conesia
Dekan

Bahasa lndonesia,

u:rxiova,

terpilih

Buili

Bahasa lndonesia dan Bahasa


KelonPok Kala dan Frasa

dan Puluhan

karya lainnYa.
Di samPing aktif
menerbitkan buku hasil dari
oeneliriannva,

r:u-r19804"
i9M. Dua
ot"r 1 -\pdl
ebrqar

n Re m b ang Tata

L"nirdi

Prof Diarwo

h^tiafl trokal' BeberaPa


^ttr
karytnYaYang dimuat di korankoran kemudian diterbitkan

Di

'r:ru Besat

Begini lah Menggan

re

Indonesi a, Yang

I\- /D,"

k- lrgrr'g',rm

afltatanya
a kan B a h as a

diterbitkan
oleh Gadiah Mada Uruversiry
Press Pada tahun 1983' Buku

itu metuPakan kumPulan dari


tulisan-tulisan lepas Prof Diarwo

Ef,-.''air

-Etrr:la

rr.rdang

yang Petnah dimuat di Hanan


.fuara Merdeka. Ada Pula Yang

r*g.iiar

dimuat dt Koran Sore Waaasaa


vans kemudian diterbitkan Pr-rla
*.iirdi sebuah buku beriudul

i --tJ$U

l:

Bttnga-Banga Puisi dalam Taman

.ro

iuga

ch dengan
tr"-se1a

Sastra

kta,diterbitkan oleh Duta

Ll.c:-<an

Wacana UniversitY Press tahun

lere.iriannya

1993.

",k-e:

Prof Diarwo takhanYa


menulis sendiri, dia Pun

er

segi

Lr..:..a.n.

mengai ak teman-temannyz

3: Pefiama

seperti Yudiono KS, Surono


SU, dan beberaPa temannya

t:5ik@
[.:z;. Selain
n penelitian
oei-i'.-an
r

di

-lu:na.

!-l IANg
xh-asaan

oengaruh
p Bahasa
ua menjadi

!.

Ia:tr;ferensi

&:iaa
rca

lang lain

l*-Dialek

yang lain di FS UndiP, untuk


membuat tulisan bersama'
Dad situ menghasilkafl sebuah

buku berjudul Bahasa lndonesia


an tu k Mah asiswa (1 994), Yang
kemudian dijadikan sebagai buku
Desangan unruk mata kuliah
'B;rr; Indonesia Tahun t99q
Prof Diarwo menerbitkan dua
buku lagi Yutu Panarama Bahasa
Intlonesia dan AQek-Aryek Bahasa
laaa.
Sekian Puluh rahun

lain dia terbitkan meniadi buku


kumpulan Puisi. SePerti Tiran dan
Banga yangberisi dua kumPulan

sesuatu Yang berbau ilmiah Yang


ia tulis. BanYak Pula rulisan Pro[

sajaknya, Tiran Wakta dan Bunga


Fana. Tiran Waktu dtterbitkarl
Fakultas Sastra (sekarang

sastra, meski tulisannYa masih

iuga

Prof

termasuk ragam ilmizh' SePerti


tahun 2000-2001 misalnYa' Dia
oernah mengkaii tentang Puisr
'

FIB) Universitas DiPonegoro


Semarang tahun 1985, sebagai

atgkemudian diterbi*an
oleh Indonesia Tera' Lalu tahun
2004 Aneka Ilmu menerbitkan
buku Ptof Diarwo Yang berjudul

be

Suara Merdeka dan Koran

Sore Vawasan. BeberaPa Yang

kegemarannYa menulis' Tak


hanya penelitian dan segala

Diarwo Yang berbicata tentang

koran
Penulis lePas di

sebagai buku.

Haian

Dialwo bergumul dengan

li ng y

Sastra Indonesia Kesatuan dalam

penerbitan khusus MEalah


L.e m

aran

S as tra.

KabzrnY a

kumpulan saiak itu diterbitkan


secata terbatas dan

untuk

lingkungan terbatas Pula'


"Sa]ak dalam Tiran lYaktu,

Keberagaman.

tulis dari tahun 1970-an


samPai dengan 1986' TaPi tahun
penulisan setiaP sajak itu tidak

saya

Prot
llksi'
menulis
Dlarwo ]uga
Selain tulisan ilmiah,

Karena kecintaannYa Pula


nada anak-anak, dia menulis
'..ritu ,nrrk anak-anak dengan
Kan ci I S ang P eno lo ng Y ang

iry" .u.tro*kan'

Sedangkan

sajak-saiak dalam Bunga Fana


saya tulis dari tahun 1986 samPal

\r,dd

1998," tutur Prof D)ar-wo


menielaskan.
BeberaPa saiaknYa dalam
Tiran l%aktu juga termuat dalam

diterbitkan oleh Aneka Ilmu'


Prof Djarwo daPat dikatakan
sebagai sosok dosen Yang

bertalenta. Mengingat latar


belakang PendidikannYa dari
bidang linguisdk, namun ia
juga menguasai tentang sastra'

antologi
diterbitkan
puisi bersama, Yang
Effhar Offset Semarang tahun
1985. Termuat Pula PuisinYa

Sebutlah Ia Bunga, sebuah

Tidaklah mustahil bila Prof


D]anvo menguasai sastra' katena
memang dia sangat gemar
membaca buku-buku sastra'
Baik teori sastra mauPun karYa

itu sendiri. Selain itu seiak


juga sudah menY'ukai
dia
SMA
ousi. maka ddak heran banYak

sastra

Loleksi Puisi Yang dimilikinYa'


Sekian banYak koleksi Puisi Yang
dia miliki adalah buah kztYarrya
sendiri. Dia termasuk dosen Yang

rajin dalam mengarsiP setiaP


kary at'ry a baik tul-isan ilmiah

dalam Anttt/ogi Pttisi Peryair

Alumni Fakaltm

aira

U niYersitas

Mada, Yang diterbitkan


oleh Panitia Dies Natalis Ke50 Fakultas Sastra UGM tahun
I 9q6. Sebaglan besar saiaknYa
dalam Bunga Fana semula
G adj ah

dimuat dalam ruang KebudaYaan


Koran Sore lWawasan' BeberaPa
kary anYa j uga dimuat dalam
beberaPa antologi Puisi', sePeru
dalam Bianglala (1987), Antologi
l-nw ang
P ai s i j aw a T nga h (199 4),
e

mauPun karya sastra' BeberaPa


puisi ia kirimkan ke korankoran iokalJawa Tengah sePeru

Terkasa
Sewoe (1995), dan Jentera
KumPulan
(1998).
Puisi Yang
betjudul
Djar-n'o
Prof
karYa
lain

HAAYAMWURUK, No.

1/XX/2010

| si

yang terdiri atas


empat kumpulan sajak.
"Persembahan itu ya isinva
Tiran Waktu, Bunga Fana,lalr SisaSisa Usia, dan Sumarah, empat
kumpulan jadi satu," ujarnya.
Persembaltan,

Meski kalimat-kalimat
dalam setiap puisi Prof

meskipun kelihatannl-a 5spslg


namufl mengandung fi1osofi yang
bagus," rurur Muzakka.
Tak ada perubahan yang
mencolok pada seriap puisi atau
sajak Prof Djarwo dari tahun
ke tahun. Sebagian besar dari

dulu sampai sekarang puisinya

Djarwo sederhana, namurl

masih banyak berkisah tentang

sangat menatik. Seperti yang

tomantisme kehidupan yang dia

diungkapkan oleh Drs M


Hermintoyo MPd, salah satu
dosen di jurusan Sastra Indonesia
FIB. Menurutnya puisi Prof
Djarwo mampu membuatflya

alami, tentang kepasrahan pada


Sang t(Jlaliq, rentang kemarian.
tentang pengalamannya ketika
bersama keluarga dan sahabat.
Puisi berjudul Tama mtsaktya.
Puisi itu dia buat unruk
sahabatnya dari Yogvakarta,
Prof. Rachmat Djoko Pradopo,
yang bertandang ke rumahnya
pada waktu itu. Juga paisi Batas
yang ditulis Prof Djarwo untuk
mengenang PutranYa vang
meninggal dalam kecelakaan
lalu [intas seusai mengikuti

hanyrt. Sampai-sampai Hermin,


demikian panggilan akrabny a,
bereksperimen membuat lagu
dari puisi Prof Djalwo.
"Menariknya begini, kalau

itu saya nggak


ngubah sama sekali syairnya, jadi
persajakannya itu seperti, ya tidak
ngubah sedikit pun saya. Enak
gitu, diuiang-ulang juga enak,
saya buat lagu

jadi tidak mengganggu ketika


saya harus berpindah per bait itu
enak, tidak sayatzt^ lagi, tidak
saya tambahi atal say^ kurangi,
ya masih utuh dan pas, diulaflgulang pun pas per baitnya itu,"

Hermin.
Menurut Hermin sebagai

jelas

kritikus sastra, kata-kata dalam


setiap puisi Prof Djarwo
tedihat sederhana dan mengalir
begitu saja. Akan tetapi dibalik
kesederhanan diksi atau pilihan
kata yang digunakan, ada makna
kias yang tersirat. Pendapat
senada diungkapkan oleh Drs
Moh Muzakka MHum.
"Kalau menurur saya puisipuisi beliau itu sangat sederhana

dari segr bahasa, tetapi sarat akan


makna, filosofnya sangat tinggi,

sarasehan

di Kebumen. Prof

Djar-wo selalu membuat puisi


untuk orang-orang yaflg pernah
dekat dengannya. Tak ada yang
dibuar-buar dalam setiap puisi
Prof Djarwo. Ia menulis puisi
apa zdanyz, semua mengalir
mengikuri kara had. dan sesuai
dengan konteks kehidupan yang
drz

alami
"Dia membuat puisinya iru

ridak ngarang. tidak berfantasi,


tetapi itu sebuah pengalaman
yangdta rasakan, dia alami.
Muncul apa ya dibuatkan, dengan
anaknyz ya dibuatkan, dengan
istri juga dibuatkan," tutur
Hermintoyo.
Pada umumnya, or flg
mengabadikan setiap kejadian
arau perisLiwa yang dialami
dengan foto. Namun Prof

52 I HAYAMWURUK, No. 1/XX/2010

Djarwo mempunyai c^r^ y^l1g


berbeda. Dia melihat, merasakan
semua keiadian atau peristiwa
yang dia a1ami, kemudian
mengikatnya dalam benruk ide
dan dituangkannya ke dalam
tulisan berupa puisi dan sajak.
Puisi-puisi Prof Djarwo banyak
mencerminkan perjalanan
hidupnya.
Sebelum menjadi penyair
besar, perjalanan karier Prof
Djar-wo di dunia tulis-menulis
karya sastra tetrlyat,- tak semulus
lalan tol. Dia banyak menemui
rintangan. Tak ada yang instan.
Semua perlu proses. Prof Djar-wo
pun menjalani proses kreatif
yang panjang. Ketika Prof
Djarwo masih duduk di bangku
SNIP hingga SMA, ia sering
m engirim kan kary a-kary arry a ke
rr,alalah dan surat kabar lokal.
Savangnya sering pula karyakaryanya itu ditolak, lantaran
kurang bagus menurut redaktur
malalah atau pun surat kabar
yang bersangkuran. Akan retapi

Prof Djarwo muda tak lalu patah

_ .-

-*

___:

:Ll
.I

:-

.-- -l

'' -l
D -,:-r
-1.-r'
- "i

:,:'
__*
i

--

:-:

_:_-

-.

arang. Bahkan semaflgatnya

untuk menulis semakin bergelora.

Dari pengalamannya itu dia


pun terus terpacu untuk tetap
menulis dan terus memperbaiki
tulisannya. Hingga al<hunya ada
beberapa katyanya pada waktu
iru yang termuat di beberapa
majalain dan surat kabar.

-. --

:ll

_-

Dia

menulis cerita pendek atak-anak


juga pantun di majalah berbahasa
Jawa Ceita Cekak.

Prof Djarwo dikenal

I :1 i --r*

lrl--i

': -

sebagai

sosok yang sederhana dan


penyabar. Sebagai dosen, Prof

- ,::

Djarwo hampir tak pernah


meluapkan emosinya secara

a_-

- -

C,.:.:: ':Ing

: ::.:lsakan
:<1.:i\\"a
-

i.

r.:::ik

ide

;a :. :im

tr-;: iriak.

:r
L

benYak

-lrair

N:: PIO|

:i-1.nulis

-i.i semulus
f :-;remui
r

ri:;

rnstan.

. P:,:,i Djarwo

s:eatif

u P:of

i;
:;

bangku
Sanng

-s:l-.'anva ke
rl.: lokal.

L-: ilfYeL i:ltafan


::-i: redaktuf
u:.i: kabar
-

,\ien tetapi

--.i

la1u patah

ri-if,tnyz
i.;r;:: bergelora.
:; i:u dia
:;:::uk tetap
:r3mPerbaiki
r

ishirnya ada

p;da waktu

L :eberapa
<-ibar.

Dia

rr:ek anak-anak

r":i;h berbahasa
r: {ehal Sebagal

:-mr dan
dosen, Prof
ui pernah
r

ffi

secafa

tak terkendali. Mesk.i ada sa]a


mahasiswanYa Yaflg sering
membuat ulah. saat ia menga]ar'
Ada yang sibuk sendiri sehingga
tak memPerhatikan materi
perkuliahan Yang dia samPatkan'
Ada pula Yang kelihatannYa

memPerhatikan namun entah


pikirannYa melaYang ke mana'
kuliah
Bahkan rd, Yr.,g tidur saat
bedangsung.

Ahmad Hariadi. mahasiswa


iurusan Sastra lndonesia
angkatan 2006 menceritakan
pengalamannYa kedka diaiar

tt"n Pr"f Diarwo,

kePada

tim

Halamwuruk.

"Pak Djarwo itu dosen Paling


remui'
sabar Yang Pernah saYa

Pernah saYa ikut kuliah l(ritik


Sastra dan ada tugas disuruh
mengumPulkan, tha saYa telat
ak

b elrrr n[u mP a I ke' T erctY ata P


Diar-wo memberikan toleransi
wakru saru minggu lagi' dan
pas had

H aka malah rak'

teka'

Padahal Pak D]arwo sudah

nurlggu. Terus besoknya saya


nggak
a"trlr-rg L. kamPus' Beliau
marah sama sekzlt"+Yis kuwilan
kurang ajar bangefl' tutur

Adi'

akrab Ahmad Hariadi'


Di antara dosen latn Yang
lebih muda, Prof Dlarwo
dipandang sebagai sosok

prrlgllun

baPak Yung selalu melindungi'


mengaYomi, dan motrator Yang

baik bagi Para Y-uniornYa'


selalu memberikan
masukan meski dengan santai

"Dia

dan selalu mengingatkan untuk


maiu bagl Para YuniornYa"' tufur
Muzakka.
Dengan sifat kebaPakannYa'
Prof Djarwo selalu terbuka
dengan setiaP kegiatan

kemahasiswaan Yang ada di


FSB. Pada saat menjabat sebagai
dekan, Prof Djarwo selalu

sekarang'

mendukung setiaP kegiatan

nnuo

"Yalemang begitu' Nggak


ada perubahan

Selama

i.,"ga

pernah meniadi mahasiswa

bapak Yang memPunYai sifat


mengaYomi kePada orang Yang
ada di sekelilingflYa, terutama
yang dekat dengannYa' Sifat

kemahasiswaan, Prof Djarwo


akan selalu membuka tangafl'

Dalam hal mengaiat' Prof


Dianvo tetmasuk dosen Yang

i.brprku., Prof Djarwo tak

disiphn. Dia ]arang sekali


absen atau mengosongkan
kuliah. Dia Pun selalu datang

hanya ted,ihat ketika berada di


rengah-tengah keluarga, raPi luga
ketika ia berada dr temPat keria'

tepat rvaktu. Dengan suara

Sepeti Yang dikatakan Yollanda

Prof

Octavi.tri, mahasiswi Jurusan


2008'
Sastra Indonesia angkatan

D]anto menYamPaikan materi


perkuliahan. Meski tak semua
mahasisrva Yang dia ajar

"Pak Dlarwo orangnYa baik'


oraflgnya kebaPakan," tutur

memPerhadkannYa' Namun
ia tetaP sabar. I(alau Pun ada
ranq bertanya atau meminta
p..,]elasan lagi dainYa' maka

Prof Dlalwo dengan

gaYaberialatnYa'
raPi kalau ada

Prof Djarwo.
Prof Diarwo adalah sosok

itu untuk

mendukung kelancaran kegiatan

khasnva Yang lembut,

'

ygb.r,rnY^ jelaskan lagi' ulangi


ir-ni,",.,,ut H ermintoyo'yang dulu

kemahasiswaan' Bahkan mobil


dinasnya Pun ia relakan untuk
dipergunakan dalam kegiatan

k"-rhn.is*n^n.

bi.^.rn)r.

Yo11anda.

Sebagai dosen senior di FIB'


Prof Djarwo sangat disegani

sabar

menieiaskan kembali mareri 1,ang


telah disamPaikan' Dia selalu
menr-amPaikan materi kuliahnYa
secara ststematis' Segala
sesuarun\ a 1ef ulama materi
kuhah; selalu dia PersiaPkan

dengan matang sebelum masuk


kelas.

"Beliau mengajar dengan


suara lemah lembut, Ya meskiPun

kadang membosankan bagrku"'

turur Adi'
Tak hanYa mahasiswa Yang
berpendaPat demikian' Dosen
pun mcmPUnYai Pandangan vang
sama mengenai Prol Dlarwo'
HermintoYo mer2sa tak ada

banyak Pcrubahan anrara Prof


Djalwo Yang dulu ketika masih
muda dengan Prof Diarwo Yang

dan dihormati' I{alau Pun Yang


muda ada Yang salah dia hanl'a
mengingatkan dengan nada Yang
sangat lembut. dalam arrian
"uP^ ,iaut sebaiknYa begrni?"
kaia Prol Djalwo sePerr'i Yang
dititukan oleh Muzakka'
"Pak D]alwo itu adalah otang
yang aPa, e..krubah manah dalzm
p".t!.r,i^t beliau itu tidak pernah

fii

fah," tutur Muzakka'


Sisi lain Yang ada dalam diri
Prof Diarwo adalah sisi kesangat melekat
Iawa-annYa Yang
pada pribadinYa' Se]ak SMA
iiu suduh belalar bahasa dan

dosen'
sasrra Jawa. Saat meniadi
beberaPa kali ia terlibar dalam
kepanitiaan Kongres Bahasa

kongres Pert2ma
Jawa, mulai

ii.rgg,

kongres keemPat' Pernah

HAYAMWURUK No' 1/XX/2010

53

pula dia diundang oleh RRI


(Radio Republik Indonesia)

Jawa, tetapi juga menjalani laku


Jawa. Itulah Pak Djarwo," tutur

Semarang sebagai narasumber

Mazakka.
'Jadi kaiau ingin tahu Pak

untuk mengisi acatz Jagad Jawa.


Sekarang pun dia masih aktif
menulis tentaflg bahasa, sastra,
dan kebudaya an Jasra. Banyak
tulisannya berbahasa Jawa yang
termuat di koran. Salah satunya
di kolom Blencang Harian Saara
Merdeka. Dia mengaku setiap
dua minggu sekali diminta untuk
menulis di kolom Blencong.
Tulisannya banyak mengupas

tefltarlg falsafah hidup orang


Jawa. D engan pengetahuannya

tefltang flosof, orang Jawa,


Prof Diarwo mencoba menggali
nilai:nilai luhur masyarakat J aw a
masa lampau kemudian dikaitkan
dengan konteks kehidupan
yang sekarang. Beberapa dosen
mefl gafl ggap B le n ca ng itu,
sangat perlu dibaca oleh siapa
pun, tak hanya orangJawa.
Bahkan Muzakka menilai bahwa
mahasiswa pun perlu membaca
tulisan Prof Djarwo itu. Prof
D jarwo benat-benar menerapkan
pola hidup otangJawa dalam
kesehariannya.

"Yt,

jadt apa yang terrulis


di dalam Blencong ini dapat
ditangkap dari perilaku Pak
Djarwo sefldiri, misalnya ada

aip

sadermo mampir ngombe,

rerus aja duneh, adigang adigang

hidup ini harus


sumarah, semua tercermin dalam
kepribadian Pak Djarwo, jadi
Pak Djarwo menjadi tidak bisa
adigana, bahwa

marah, sangat santun dan sangat


teliti memandang sesuaru itu,
saya

pikif

aPay2;ng ditulis beliau

itu dilakukan oleh beliau, jadi


tidak hanya menulis konsep

D i arwo

ya b

acala'h kary a-kary a,

rulisan-rulisan termasu k puisipuisinya Pak Djarwo. Ya itulah


Pak Djarwo," tambah Muzakka.

Bahkan setelah dikukuhkan


Guru Besar pun Prof

sebagai

Diar-wo masih memegang teguh

prinsip hidup orang Jawa. Dia


masih tetap kw profle, ttdak
emosional, tenang, sabar,
dan masih tetap hidup dalam
kesederhanaan. Saat pergi atau
pulang mergajar misalnya, dia
lebih sering naik becak atau
be\alan kaki daripada diantar
mobil. Meski di rumahnya juga
ada mobi1, sepeda motor, dan
puua bungsunya yang selalu
menemaninya di rumah. Namun
Prof Djarwo lebih memilih naik

becak atau jaian kaki. Lebih


sehat kata Prof Diarwo. Padahal
larak rumahnya dengan kampus
terbilang lumayan jauh untuk
ukuran pejalzn kaki seusia Prof
Djarwo yang sudah berkepala
tujuh. Terkadang ada pula
mahasiswa yang berbaik hau
mengantarkan Prof Djarwo
sampai di kediamannya.
Siapa sangka di balik

yang menyebutkan bahwa Prof


Djarwo baru mengenal tentang
pinjam meminjam uang atau yang
disebut kredit.
'Jadi ketika dia mendapat
sebuah anugerah jadi guru besar,
dia harus mengeluarkan biaya
yang besar. Jad:nya pada saar iru
pula dia mengenal apa-apz-y^flg
fl rr.aflya kredit, utang. Sebab
sebelumnya dia tidak pernah
mengambil utang. Unik tho
iru. Berarti kan dia lugu," cerita
Hermin yang merasa kagum
dengan sosok Prof Djarwo.
Paradoks memang Prof
Djarwo memang bukanlah

konsultan bahasa atau seni


yang memperoleh inrome sepertt

konsultan teknik, konsultan


kesehatan ataupun konsultan
hukum. Dia seperti oasis i-lmu
Iingurstik dan sastra baglpara
y,uniornya. Prof Djarwo adalah
tempat menimba ilmu dan
bertukar pendapat bagi siapa
saja, mahasiswa, dosen, bahkan
seniman. Dia pun tak mengharap

13

.r-tnlE

:ttr:]lr

:ril.lrr

#
*il
#
$,,@
"Eq

:;M
a'tfi

imbalan apa pun atas ap^yaflg


telahia berikan. Inriah sosok

.i{s

Prof Djarwo dengan

ms

segala

-Etrl

kesederhanaan dan keluguannya.

[ru

Batangkali dialah satu-satunya


Umar Bakri sejati yang ada di
Fakultas IImu Budaya ini.***

MI

-'llntl

bd

kesuksesan dan nama besarnya

di dunia pendidikan dan


dunia sastra seperti sekarang
ini, tetsimpan keluguan dan

tm

kesederhanaan dalam diri

?"i

Prof Djarwo. Htnggaia

bM

pun baru mengenal hutang


piutang sesaat menjelaog hari
pengukuhannfa sebagai Guru
Besar. Hermintoyo mengaku
pernah membaca artikel di koran

pcn

tu

p"d

ff
mm

fiE
M

54 I HAYAMWURUK, No. 1/XX/2010

hsr Prof
ri teeung
":

PolitilC'
" Sas traPesanan
Atmowiloto

rtru \'ang

eod:pat
gur.r besar,
en biala
!d: srat itu
r-.rP] \'ang

* >ebab
pemah
u,k i-no

gP-'cerita
klgum
)iarrr o.

g Prof

so]$
u seni
or*r; seperti

usuItafl
oo-sulmn
*asis

ilmu

beei para

rso adalah
rr dan
ng siapa
ru- bahkan
rk mengharaP

s:rPa Yang
hh sosok

a seqala
keluguannya.
tu-saruflya
rng rda di
!s%

ini.-**

AWpnokhianalan Cl0S

PKI

{il -?rrorr.an salah saru

r{ lrl,.l.,u.t't

.*Lo-iloto

Arswendo
^rva
yang semPat

menuai kontroversi. Novel


yang diadaPtasi dari lilm vang
berjudul sama dan terbit di
tahun 1986 itu dianggaP teiah
menyebarkan kebohongan
seiarah bangsa kePada Publik'
sebab setelah diseLdiki terfly^t^
ddak ada PenYiksaan scPerd

yang digambarkan dalam novel'


Maka, sebagian sastrz$'Izn Pun
mengaflggaPrlYa sebagai salah
sau penulis Yang berkatYa karena
mendaPat Pesanan dari Penguasa

itu'
I(etika ditemui tePorter
H a1 am wuru k' lelaki bernama
Sur-.ndo itu menanggaPi

pada waktu

^slj

anggaPan rersebur dengan santai'

Ia men]elaskan bahwa novel


bedatar seiarah Yang baik adalah
novel yang ditulis berdasarkan
hasil riset. BegituPun Pada saat
menulis Pengkhianatan G'05 /
PKI, ia berusaha menggunakan
data- dataYang dianggaP

valid

oada waktu iru. Namun' bila


L

.-

pada saar ini muncul lakra-lakta


tnto yr.rg tidak sesuai, maka
perlawanan Yang tePat untuk
mengatakan bahwa novelnYa
mengandung banYak kesalahan'
menurutnya adalah detgan caru

membuat novel tandingan baru

Arswendo

untuk meniawab kekeliruannYa'


Puluhan karYa dan buku Yang
dihasilkannya tidak tedepas dati
kesukaannYa menulis seiak kecil'

Ketika keinginannYa merasakan


bangku Perkuliahan ridak
tercapai, ia bertekad untuk tetaP
menggeluti dunia kePenulisan' Di

dalam dunia kePenulisan itllah


proses kreatif Yang dimilikinYa
selak kecil mendaPat temPat Yaflg
tepat. Bahkan, saat menjalani
vonis hukuman 5 tahun Peniara
sebagai PemimPin tedaksi tabloid
]Ionitorkareta kasus suatu jajak
gc)0'

ia tetaP
pendapar di tahun 1
menghasilkan karYa' Di dalam
penjara, Arswendo menghasilkan

tujuh buah novel, Puluhan


artikei, tiga naskah skenario, dan
seiumlah cerita bersambung'
Sebagian karY

artY a

dikirimkan

ke berbagai surat kabar dan


emuanYa mer\ggunakan alamat
serta identitas Palsu' Setelah

dan Dian H mewawancarat


pengoleksi mesin ketik kuno
itu di ruang kerja kantornYa
beberapa waktu lalu'
agaimana P e ndaP at Anda
menge nai n o\e l-n oae I s ej ara h
cul ak hir- a k hir ini
)) hng .mun
Pangeran
s epe rti' Gaj ah Mada','
B

Diponegoro', 'Perang Bubat' '


'Sit e kh Siti J enat','J aka
T ing kit',' S anggrama Wij aY a"

dll?
SebutannYa mungkin lebih

tepatnya sastfa atau novel atau


karya Yang mengambil latar
belakang sejarah. Sebab' tidak
benar-benar menggambarkan
bagian dari selarah' Sama saia
dengan novel-novel lain, cuma
materi itu mengandung unsur-

unsur se]arah. TaPi menurut saYa


tidak mencoba
. novel itu iuga
menggambarkan seiarah itu

dibebaskan, ia kembal.i ke Profesi


lamanYa

di sebuah tabloid'
PT

Atmo Bismo Sangotrah, Yang


memarungi sedikirnYa riga
media cetak, zntatalairt tabloid
anak

B i a ngla Ia,

ina

(s

APa ka h noue l-nouel sejara h

itu bisd
ltang ada sekarang

Pada akhirnYa, ia mendirikan


perusahaannYa sendiri'

sendiri.

ekxarlg

men] adi I n o), serta tzbloid P ro'


TV.Selair-itu ia iuga memiliki
sebuah rumah Produksi sineuon'
Reporter Eka H, Ainia P,

rli kaukan me ruP a kan b agian


dari sejarah?
Tergantung aP akah data'

. dataty a cukuP meYakinkan,


atau daPat diterima Pembaca
atau audience nggak' Kalau
bisa ya bisa dikatakan sebagai
seiar:,h, taPi kalau
bisa' MisalnYa
nggak
nggak Ya
bagSan

dzi

HAYAMWURLK,

Nol/XX/2010 |

55

K.l:l

.,

- -.,,
\-.r :,.-

r.ta-

Sii::: - ::
TlT,,:

Noz

a,t ,,..

n:
dpa ttttw
filell('c

pahLtu":
biasrz ?

i*

lJ(r'

-,

ket:,:,..

il:-1

:TI
LUN

Mett!,;:'"
sastri ,"i:;

Adat:,
perh,:-u
sastrL;

:-t

I
[.*
I
,r

kan ada buku tentang Soeharto


yang dicintai seiuta umat iru.
Ya itu bisa disebut sebagai
sastra sejarah, bisa juga novel
propaganda, dan lain sebagainya.

N oae I s ej ara h ke b ani akan


menceritakan s o s o k Pa h lawan,
apa rnenxang obieknya harus
pahl.awan dan tidak bisa tokoh
biasa?
Sama saia. Saat

tokoh sebagai

hero itu- pengertiannya

ditafsirkan

ketika ia ber]uang dalam


masyankat atau kelompok kecil,
dia bisa jadi pahlawan. Hero'rrya
sama saja, mau pahlawan atau

tokoh biasa.
Me ngap a

bis a mun cul fenornena

dtdu noael seidrah?


Yang utama kafena
melihat pasar yaflg terny^ta
mau. Menurut s ya, secata

sd.stra.

umum kerinduan bangsa kita


pada tokoh-tokoh hero sudah
lama muncul. Sudah meniadi
kebutuhan. I(ita merasa

tidak punya tokoh herayang


hebat. Mbah Surip itu bisa
dianggap hebat oleh kita karena
sebenarnya kita butuh tiruannYa.
Dia sudah 20 tzhun berkatya
tetapi tidak ada gemznYa.Lagrt
'Tak Gendong'itu sudah mulai
dinyanyikan sejak tahun 2002-an.
Tapi ketika ia pilek, tiPes, lalu
banyak orang yang ngomong
ngawur, lha mungkin itu yang
mengakibatkan dia terkenal. Dia
orang yang ]ujur dan apz adanya.
Lha mitos sejarah iuga begitu.

I(esamaannya lebih kepada


datz-datanya. Data itu ada dua
rr,zc m, yaflg satu merupakan
fakta danyang satu lags adalah

ekia{

yairtyargpasti. Itu yang dipCEai.


Tnrlah data. .N4isalnya ada uru'sah

Kubilai Khan datang keJawa;'i1

lahir di Majapahit dengan bapak


ini dan ibu ini. Yang seperti itu
dis ebut data. F aktany a mis alnya
adalah dra ingin menikahi Diah
Pitaloka di Sunda. Nah, ketika dia
ingir menikahi Diah Pitaloka itu,
maka mulailah muncul berbagal
tafsir. Apakah benar dia ingin
menikahinya ztattkah si Diah

yaiat

sinl'' tt

data. Bahwa dia ke

dengan perahu berjumlah Sdfibu,

ribu; di$itul;h
^t^lriig
mulai ada p.os., p..tgo1r11;'.r''i ;'I

drr,.ib",

saia, yang'

'
Yang datang siapa
masih tinggal di sini siapg'slih;:itu
meniadi materi novel seiai]ilir:Rli?

hmut

Sebelum menulis aPakah


I

Pitaloka itu diserahkan kepada

diadakan riset dahulu?

Hayamwuruk laiu ditolak dan


sebagainya. Data itulah yang
mnlai ditafsirkan. Dia raiayang
baik atau tidak itu tergantung
cara pandang dari sudut-sudut
y ang mzn^ gitu. Hayamwuruk

Pasti. Paling tidak ddi*'dtiirrl


:l'i't
fakta idak bis a s emb ardrigiii
Misalnya, rumah dan gayahidiiii

akan melamar misalnya, itu


sebuah data. Nah, di bagtan
inilah vang biasanya diolah oleh
para penulis novel.Jadi alo,hrrya
lebih terfokus pada tafsiran
masing-masing penulis. Hebamya
di dunia kesenian atau sastra,
tafsiran-tafsiran tersebut bersifat
open ninded, berbeda dengan

iru bisa saja menurur sudui '


pandang tertentu. Misirliiiia;'I: r;r;
Kettategata menurut'sdfa"l a "';':l

agama.Kalau ag mq sesuatu

ditafsirkan beragam tentu tidak


bisa. Agama Yahudi, Kristen,
lslam, iru bersifat lebih dogmaris.
Sudah begini, ya sudah, selesai.
Tapi kalau di dunia sastra seriap

hal bisa dipertanyakan. Itulah

bedanlz.

Ialu,

batasan

'iii:rri1:;J

semacam _
riset.Tapir a
mengenai penafsiran pelfi ti**r1}a

kerayaan Majapahit

apa. Iru pasri perlu

mungkin adalah raia paliilgli'r1;a:r


hebat di seluruh dunia:kilEh#'i'1"r
hanya satu-satunya raiaiy?rig{jiia
mengalahkan kaisar M6n'$bi1id'ir1I
Itu bisa didramatisiq talii''i'::Iiil;
idierx-l
f aktznya tetap s ama bdllw$
pernah melawun kaisar Morrgollh
dengan berbagai siasat laiu

frrtt'1ttg'

';'ir"r'ir
i:.',/'

*m-x'sis
';fr?_'''''

an ar t i ke I tfurtgb?idrv I
s astra s ej ara yang P et*ilW An da
5
t u li s, An da m e nj a ta kii*i b bll$ii
:z
Ci
li:i;tiLt>
a
h
i
t
ra
a
dal
a
s
a
s
k arl
g a n g p a I i ng j uj un Ma *i iadni a?
B e r da s ar k

Itu maksudnya bahv/a&rfyar1'r:1tr'

fakta dalam

sastra seiarah tidak tefphktiilplt{d

Adakah kesamaan dan


daan antara P en ulis an
sastra dan sejarah?

suatu hal sebagai data yar,g


sudah dimengerti. Misahya, ada

Maj ap aLttt b erdiri tahun

data. Misalnya, Hayamwuruk

karSa sastra aPa?


Tidak ada. Di dalam
sejarah pasti sudah dikenal
kesepakatan umum mengenai

p e rb

data y ang menyebutkan bahwa'

i AhfiJ;:.t:
apa y algdituliskan
"Bf
ahli sejarah.'Arus Balik?i85iiflifin
konkretnya. Menurut'It&ifi{i ijnlJi
yang menjadikan adanydldebtlilil1
p erge s eran tafsir dalatri iibVdFffii

HAYAMWURUK, No. 1/X

adalah soal perdagangan. Dalam


perdagangan di sana kenapa si
Adipati Unus diceritakan berani
menyerang Malaka. Hal itu
dikarenakan Adipati Unus sadar
kelauaran. Yang bisa seperti iru
hanya orang Cina. Tafsir menurut
Pram begitu. Pram berpikir
bahwa hampir tidak mungkin ada
rzjz-raja J aw a yang menyerang
lewat seberang lautan. Itu
menurut tafsir budaya si Pram.
Kekuatan seperti inilah yang
Pram pakai untuk mengungkap
kebenaran versinya, karena
memang ridak ada kepenringan
kekuasaan, atau pesanan
penguasa, dan lain sebagainya.

Karya sastrajang bernilai itu


yang seperti apa?
Semua karya seni, bukan

hanya karya sastra, yang bisa


memberikan banyak tafsiran,
inspirasi, gugahan-gugahan
terhadap p erta:rry
- p er t^ny
rt
^afl
^
dalam masyarakat, itulah yang

menufut

saya berhasi-l dan dapat


dikatakan sebagai karya yang
bernilai. Seperti karya P nm,

misahya.

adalah tokoh yang salah dalam


persoalan Diah Pitaloka iru
misalnya, dalam karya sastra bisa
saja berani menafsirkan mengenai
sudut yang lain. Tentunya
dengan data, riset, dan diimbangi
kemampuan si penulis.

I-antas, nilai estetika dalam


kar1a sastra sejaralt sendiri
terlet.tk di mana ?
Fakta sejarah itu dapat

Dibikin novel baru

diwakili dengan datadatayang memang bisa


dipertanggungj au,abkan. Lalu
katya sastra sejarh memberikan

alternatif

at^u, p

^ndang^n ^t7g
berbeda. Bisa dikatakan bahwa
model seperti iru adalah sastra
yang berdasarkan cerita dalam
ejarah. Contohnva agak jaah,
'Da Vinci Code'iru menurut saya
malah bisa masuk dalam kategori
sastra sejarah. Lalu 'Seri Nogo
s

Sostro Sapu Inten'itu bedatar


belakang sejarah juga, datadatanya tidak pernah mencoba
menggugat apa vang sudah
drajarkan dalam se j arah.

atatr

^p^
gitu. Dalam pengertian, gugatan
ini juga belum sepenuhnya
akan abadi karena mungkin
masih ada data-data baru lagr
yang akan ditemukan di masa
mendatang. Sekarang saja, pasri
akan banyak versi cerita sejarah
yanglain. Hal itu wajar untuk
zam fl Pefgafltian. Misalnya,
zaman Diponegoro atau zam rr

Hayamwuruk yar,gada di abad


berapa itu. Pasti gugatan-gugatan
semacam gugatan pada novel
'Pengkhianatan G30S/PKI'
akan muncul. Maksudnya,
penafsiran itu pasti zkan zdalagl.

iru

Ia.lu di mana letak kebenaran


Tentang film G- i

PKI yang

Anda nouelkan lalu diketahui


Kalau karakteristi k karlta

bahwa temjtata sekarang tidak

sastra sejarahlang baik itu


seperti apa?
Karya sastra yang baik
ya kalau dia bisa membuka,
menimbulkan in spirasi bagi
pembacanya, bisa membuat

ada p e njt i k s aan

otang menafsirkan kembali apa

berdasarkan data- data yang'


baru pula. Wakru itu datayatg
disediakan, yangada, yang bisa
sayz ralh, ya iru. Itu y^ng s y^
jadikan novel unruk cerita-cerita
tersebut. Dalam novel itu saya
mencoba menielaskan
y^ng
^p^

yang dia baca atau


^p^y^rrg
menjadi tata nllaloya dalam
hidup ini. Dan memang fungsi
atau peranzfl karya sastra itu di
situ. Ketika buku-buku sejarah
mengai arkan b ahw a G alah Madz

terjadi berdasarkan data yang


saya punyai dan keyakinan
saya waktu itu. Pada waktu
ttu data yang dianggap benar,
yang mampu saya daparkan iru.
ya sudah itu yang sayapakai.
Lal:.l ada data-data baru. O,
mereka terty^ta tidak disiksa
seperti itu, misalnya. Bahwa di
kemudian hari diketahui kalau
saya salah, ya tinggal digugat.

ep

rti I ang

diceritakan dalam noael itu,


ma ka p e rtangg unj awab an

Anda

t e rhadap p e m b aca bagaimana ?

Ya pasti akan ada ceirta-

ceita atau novei-novel baru

58 | HAYAMWURUK, No. 1/XX/2010

dalam sastra sejarah?


Letaknya lebih pada nilai-nilai
di balik cerita itu, misalnya ada
pemberontakan, ada penyiksaan,
apakah Pancasila akan menang.

Lha iru yang diyakini penulis


seperti itu. Dan terutama unruk
yang'pesanan penguasa' iru pasti
tidak bisa bedaku. Pasti selalu
ada kontra, juga penelitian baru.
Sejarah Diponegoro misalnya,
pasti versi yang ditulis oleh orang
Belanda dengan orang Indonesia
isinya berbeda jauh.

Bukuyang termasuk sastra

Sejarah memang selalu

pesanan itu aPakah melnang


s e ngdj a dit ulis m e ngandung
muatan Politis?
Pasti. Politik itu kan
pengerdannya luas' Politik
sebagai pribadi atau Politik

begitu. Ditulis untuk dan oleh


penguasa, melalui orang-orang
kepercayaannya. Semua ma teri
sejarah ada di sini, baru kemudian
sastra-sastra

pesanan. Di dalamnYa Pasti

rt anggungi awdb an P en ulis


kcpa da p e m baca bagaimana ?
Jadi itu cuma integritas.
Kita tidak bisa menuntut aPaapa. Ha], iru adalah integritas

Pe

mencerminkan Pandanganpandangan penulis. Seorang


Pram, Goenawan Muhammad,

Chairil Anwar, misalnYa. Politik


pribadi itu ya sikaP, Iebih Pada
bagaknanz dia dalam menghadaPi
segala persoal a* O rang Y ar,g

muuslim seperti kalian Pastilah


menulis berdasarkan tata
nilai yang dengan sendirinYa
menganut kepercayaan itu.

ln

Berarti daPat dikatakan balwa


futika karita itu sudalt jadi'1a
dis era h kan sePenuhnia kePada

kepentingaru Politik?
Pasti ada.'Pararathon' itu
juga dipesan oleh raia untuk

pembaca?
Ir-a. Kreatir,-itas berikutnYa

mengukuhkan kekuasaannYa.
'Negarakertagama' juga begrtu.
apa.
Jadi, dnggal mutun)a seperti

Apa buku inr dituls ngawurngawuran atau tidak. SaYa kira

tei

B
J

t
Eri

Eg

ril

e rar ti ke m un culan noae l-noa


sejarah itu bisa d,ikatakan

da.p a

nafs

irkan

ke mb

adaiah kreativitas Pembaca.


Seberapa pembaca itu menolak,
menerima, atau membiarkannYa

begru. Karya sastra' karla seni'

ketentuannya sama dengan karYakarya sastra seiarah saat ini.

l,

masing-masing Pengarangnya,
semata-mata bagaimana
tanggungi awabnYa terhadaP
kan'an1,a sendiri. Seb'erapa jauh
dia mempertanggung]awabkan
kan'a itu senditi, Ya seberaPa ]auh
dia meriset.

Apakah ada'buku Pesanan'


yang sengaja ditulis untuk
I

itu muncul.

ali

sejarah?
Sebetulnya iya' IntinYa itu,
mungkin lebih enak dikatakan
dapat mempe rkay a faktafakta sejarah. I{alau dikatakan
menafsirkan kembali, kok
kayaknya seru, serem'

Kalau sejarah sendiri ituita


rnemang tentang Pengudsa ataa

selalu giru.

Jadi Anda setuju dengan


p e rn! ataan b a hwa P e ngarang
telah mati usai menulis?
Ya, karena PendaPat
pengarang itu menjadi
pendapat publik. APakah
publik setuju atau menolzk atau
membiarkannl,a. PengarangnYa
tetap bertanggungjawab Pada
hasil risetnva, tetaPi tidak dalam
arti dia harus diiYakan
^tas ^P^
yang ia tuliskan itu, tidak selalu
begit u. k' '

apa?
HAYAMWURUK, NO.

t/xx/2o70 | ss

.-gltM

-\

srait

xi

j.:,iro&
Tl' $tmi

::fiur t
Kr

-,flrd
t
,isrc:
?rso i
:rcry
Trah

f-;,Lry

":fih

#
F

--v

^3::-E

Bertahan agar Thk Tergerus Zaman


Oleh: Dian Hijriyanti
Reportet: Dian H, Ania P

(4.orc itu (17l08)$k.r*g*grr, ,.rutrt ai

fV
Kl,

sehtar bangunan tempo


yrrrg bergaya arsitekrur

campuran Jawa dan Belanda.


Sebuah bangunan sederhana
yang didominasi kayu berplitur
cokelat t!^,pagar besi yang
mulai berkarat, dan tembok
bercat putih iru tedetak diJl.
Dr Cipto No. 31-33 Semarang.
Dari sisi luar, ketika reporter
Ha1 amw u ra k kal-i pertama
memasuki gang kecil menuju
kompleks gedung Sobokartti,
nampak sebuah papan besar

bern:liskan Petkumpulan

Kesenian'(Sobokartti" (De
Yolks Kunst Vereeniging
Sobokartti). Di bagian bawah
papan nama yang menguning iru
tercantum sebuah peffry ata.ar7

yargbetnadz tegas, "Tanah dan


Gedung Kesenian Sobokartti
Yang Bernilai Budaya,
Seiarah Bangsa, dan Negara
Tidak A.kan Dijual Kepada
Siapapun Orang-orangnya.
Flarap Maklum. Batavia
1929". Saat berada di dalam
kompleks Gedung Sobokartti,
tedihat sebuah lapangan mini
dan bebetapa bangunan di
sudut-sudut kompleks. Gedung
Sobokartti mengahadap ke
lapangan tersebut. Sekali lagi,
nampak p^p^fi fl m^ Sobokartti

60 I HAYAMWURUK, No. 1/XX/2010

menempel di depan pintu masuk


gedung. Di bawah pap^r fl^ma
tersebut tetdapat kayu besar
menyerupai pintu yang di sisi
kanan dan kirinya berukiran
corak)awa. Di bagian tengah
kayu itu terbentang kain batik
berwarna merah dengan corak
Jawa pula. Di muka bagian
pojok gedung Sobokartti
tedihat seorang ibu sedang larut
dalam keglatan membatik. Ia
ditemani anaknya yang sedang
menggendong bayi. Dengan
menggunakan canting (alat unruk
membatik), ibu tefsebut nampak
telaten menebalkan kain bercorak
yang telah digambari dengan
pensi-l. Mengetahui kami datang,
ibu iru laiu menghentikan seienak

H
:rd5r

-iJdlai t

iElloi

trfi

_."7
-rC*
:,md;

3[E
:rtrlll
sglr

::I!-

Tdh
hok

rd
*''!F

budt

hqr

pcfif
"t".1
trifi.l
rrytirJf

irCrI

bufr

bu Titik' Dulu,
adalah Peniaga Gedung

"Nama
ayah saya

saYa

Sobokartti ini. Setelah meninggal,


y^ s^y^ y

^flgmenggantikannya'"
tutur warfta Paruh baYa itu'
Ketika ditanYa mengenai
sejarah berdirinYa Sobokartti'

Tirik ddak menjelaskan

Panjang

lebar. Sebab, dia tidak tahu


pasti kaPan bangunan Yang
mempunyai ruh kesenian Yang
cukup besar itu berdiri'

Gedung Sobokartti sendiri


berdiri Pada tatrur, 1922' Sekilas,
nama Sobokartti (SI9 terdengar
sedikit aneh bagi orang awam'

Namun, menurut T,ahiono,


ketua PerkumPulan Sobokartti,

tr**8
n
r:; rrasuk

3lilna

nama itu sebenarnYa telah


melekat sekali dengan budaYa
BanYak kegiatan betnuansa

Jawa.
budayaJaura Yang dilakukan di
sana, sepetti tari, pedalangan,
karawitan, dan Pranata cara'

Ketika Perkembatgan zamat


menyebabkan masY atakat J aw e
meialaikan dan mengabaikan
budaya kolektif warisan nenek

c corak

moyang. SK berusaha untuk


tetap eksis dalam PerannYa
melestarikan budaYa Jawa' Hal
itu terungkaP d^riqerlry^t^ fl
Tjahjono yang menYebutkan
bahwa SK mengemban misi

er"

untuk meningkatkan aPresiasi

Iri
[:ng larut
riic Ia

masyarzkat terhadaP seni dan


budaya bangsa.
"Pada zamat sekarang

r sedang

banyak masYarakat Yang tidak


peduli, bahkan tidak mau
mempelaiari budaYa Jawa' Hingga

ESX

sisi

Ela1]

-gah

r brrik

:rgan

:lrt untuk

campak
r bercorak

k"g*
:c.i.

datang,

k':n seienak

L-.ttog^membersihkangedung

yaitu meningkatkan aPresrasr

kegiatan membatiknYa.

kini, Sobokartti masih berusaha


unruk tetaP eksis melestarikan
kebudayaan bangsa, terutama
budayaJawa sesuai rujuan kami,

SK. Lalu kami lalu diantarkannYa


menemui Tiahiono di dalam
gedung. Kami diantar lewat
pinru samPing karena waktu iru
lantai depan gedung Yang lebih
landai masih tergenaflg air hu]an'
I(ondisi tergenangflYa gedung

masy ar akat terhadaP s eni

dan budaya bangsa sendiri'"

Tuturnya.

Mirgg, siangQT /09),


ketika untuk kedua kalinYa kami
bertandang ke SK, suasana
masih sama. SePi. Padahal,
hari iru meruPakan iadwal
rutin latihan gamelan untuk

oleh iuapan air sungai Yang


berada di sekitar gedung usai
banjir sering dikeluhkan Titik
yang selalu membersihkan air iru

ibu-ibu. Kami Pun duduk di


halaman dePan gedung. Persis
di depan kami terPamPang

tanpa upah.
"Saya

sebuah paPan besar bertuliskan

"Bangunan Ini dilindungi


berdasarkan Undang-undang
Republik Indonesia No 5,
Tahun 7992 Tanggal 21 N{at et
7992 tentartg Benda Cagar
Budaya dan Surat KePutusan
WalikotamadYa KePala Daerah

Tingkat

II

Sematang Nomor

S},Tanggal 4 Februari
\992 tentang Konservasi
Bangunan- bangunan
Kuno/ Berseiarah di WilaYah
646/

KotamadYa Tingkat

II

Semarang".

Di

sePanjang halaman dePan

terlhar rerumPutan kering Yang


nampak menggundul di sanasini. Hanl'a terdaPat dua Pohon
di samping kiri dan kanan Pintu
masuk bergaYa emPal IPat'
Seluruh' bangunan dePan tidak
sepenuhnva tertutuP, terdaPat
sela-sela sePerri ieruii besi

penjara vaog terbuat dari kaYu


mengelilingi bangunan dePan
gedung. Sebuah gaYa bangunan
yang terlihat artistik dengan
berkonseP bangunan JawaBelanda.
Selang beberaPa saat

kemudian, kami bertemu kembali

dengan Titik Yang setiaP waktu

ini ikhlas Mbak

membersihkan gedung ini,


termasuk kalau lagl baniir
seprti ini. \Walau nggak dibaYar'

Almarhum ayah saYa Pernah


berpesan ag r s^Ya dan suami
mengurus gedung ini." Tutur

Titik yang almarhum

aYahnYa

merupakan salah satu Perav/at


gedung.
Saat samPai di dalam
ruaflgan, kami melihat air
hujan juga menggenangi bagian
dalam gedung hingga sekitar
20 centimeteran. Bagian dalam
gedung yang didesain sePerti

gedung oPera itu Pun diPenuhi


air cokelat kehitaman. Tak lama
kemudian, dua orang lelaki
yang berumur sekitar 50 tahun
tersen)'um Pada kami, mereka
berdua adalah kerua sekaligus
wakiJ perkumPulan SI( Yairu

Tjah!ono Rahario dan Soetrisno'


.setelah memPersilakan

kami duduk, Tjah)ono langsung


mengomentari air huian Yang
sering menggenangi gedung itu'
"DulunYa air tidak Pernah
menggenangi Sobokartti' Sejak
Semarang sudah tidak karukaruan,.di belakang itu kan ada
sungai yang terusaonya ke l(al-i

nnVArqrrVUnUK, No. L|XX|ZOTO

67

Banger. Masalahnya sungai itu

makin lama makin dangkal.


Kalau hujan airnya makin unggi
dan meluap ke mari. Ya inilah
contoh kerusakan Lingkungan
di Semarang yang makin
parah," ungkap dosen Unika
Soegijapranata itu.
Dahulu, banjir menggenangi
hingga tribune penofltofl yang
lzntainya agak tinggr. Menurut
Tjahjono, pihak pengurus SI{
sempat memperbaiki saluran
di belakang gedung. Sehingga,
banjir yang terjadi saat itu sudah

tidak separah tahun-tahun


sebelumnya. Upaya lain juga
telah ditempuh, seperti misalnya
mengganti lantai asl dengan
keramik. Namun, hasilnya tetap
saja nihil. fur rembesan dari
bawah tanah selalu merembes.

Masalah banjir itu hingga kini


belum tefatasi 100%0.
Bangunan Sl( yang sampai
sekarang masih digunakan
sebagai tempat mengadakan
pertunjukkan itu pada awalnya
didirikan oleh lembaga De

Volks Kunst Vereniging

Sobokartti (Perkumpulan
I(esenian Sobokattti ), sebuah
perkumpulan yaflg terdiri atas
orang-orang Jawa, Belanda,
dan Tionghoa. Pada mulanya

perkumpulan ini tidak


mempunyai tempat.
"Dulunya kalau latihan di
Paseban kabupaten Semarang,
semacam gedung atau pendopo
untuk latihan yang berada di
alun-alun," jelas Tjahjono.
Gedung SI{ didesain oleh
Thomas Kaftsen, seorang arsitek

dan perencana kota paling


andal di kota Semarang masa
itu. Selain perancang gedung,
dia juga merupakan anggota
dari SI{. Desain awal gedung
iru direncanakan berkapasitas
besar tetapi karena permasalahan
dana, maka gedung ini kemudian
disederhanakan. I{eunikan
konsep bangunan tedihat
p ada adany a penggabungan
dari budaya loka1, khususnya
budayaJawa dan budaya Eropa.
I(ekhasan itu nampak pada
tempat Penonton yang dibuat
seperti tribune, tempat penonton
opera di wilayah Eropa.
"I{esenianJawa, entah
kesenian wayang atau apa, paling
tepat dikembangkan di pendopo
ini karena memadai. Seperti kita

-T-..-

:,.-

--.::

it,

-tI
i

:-J
r-{I

menonton opera. Jadi ada lrap-

Sr:---,

a --

'__-c

.li

a
Gedung Sobokafiti yang sepi. Perkumpulan Sobokartti yang awalnya ramai, kini sepi peminat akibat kalah bersaing
dengan kursus-kursus tari modern
I

62 I HAYAMWURUK, No. 1/XX/2010

trapny^ seperti kita nonton di


gedung opera. Ada tempat VII
penonton biasa, penonton yang

t
FB

It

bayarnya murah. Keunikan itu


adalah ide yang muncul pada
waktu itu. Bahwa budayaJawa
dan budaya Beianda itu kalau

F8

h=
l.hh""

F,",

kita buka, akan muncul sesuatu


yang iain dari keduanya," ungkaP
Tjahjono sembari menuniuk
ke arah tribune yang dipenuhi
tempat-tempat duduk asli

If

frP

peninggalan zaman dahulu yang


hanya mengalami perubahan
dalam hal pengecatan.
Kegiatan yang terdapat di SK
ada berb agai macam, antaru lain
tari, pedalangan, karawitan, dan
pranzt^ cara.Unruk kegiatan tari,
di SK tidak hanya menyairkan
pilihan tari tradisional karena
SK memang menyesuaikan

l.

l"*

f'"
[-

h"p"
dkita

ry

dengan keadaan zamat sekarang.


Kegiatan tari tersebut dibagi
menjadi tai)awz klasik ( tari

Merak dan tari Gambang


Semarang ), tari modern dan
kreasi.

"Berbeda dengan dahulu,


dulunya tari klasik seperti
SerimpMan Gambir Anom.
Kalau zaman dulu ,az sesuai
tujuannya pada waktu itu,

>

o
hrraing

Ddem

menyadarkan masy zrukat J aw a


bahwa meteka punya sesuatu
yang bernilai S7aktu itu kan ada
p^n bahwa orangJawa,
^ngg
pribumi lebih rendah. Sobokartti
sebenarnya ingin mengenalkan
kesenian keraton yang dulu
hanya dikenal oleh orang-orang
keraton karena nilainya tinggi.
Kalau masyarakat zaman dulu itu
yang dikenal kan kesenian rukyat,
makanya dikenalkan kesenian
keraton itu," tutur Tjahjono.

o
o

t
B
E
6

)4

)io
J-.t

Latihan kursus tari. Tari, salah satu kegiatan yang di ajarkan di Sobokartti
selain pedalangat, pranata cara dan Karawitan.
Kegiatan tari diikuti oleh
berbagai jenis usia mulai dari
anak-anak, rem ia sert^ P^t^
bapak dan ibu. Kebanyakan
peserta terdiri dari kalangan
anak-anak, bahkan anak-anak di
sekitar lingkungan SK banyak
yang mengikud kesenian tari atas
dorongan orangtuanya. Berbeda
dengan kegiatan tai, kegSatan
lain yang juga menarik adalah
pedalangan. Pedalangan sudah
ada sejak awal berdirinya SK.
Pada zamat dulu, yang lebih
dikenal oratg adalah pedalangan
dengan gaya Semarang
Pesisiran yang dianggap lebih
rendah dari budaya keraton.
Namun, pedalangan yang ada
di SK sekarang zdalah gaya

belajar dari gaya Mangkunegaran

dari Mangkunegaran. Di SK
sendiri mempunyai pelatih
yang telah
khusus peda

tersebut antanlut faktor fisik,


yaitu tempat yang kumuh dan
ara. Seiain itu, ada
tidak

tersebut. Kursus p edzlar,gzrr

ini dilakukan setiap hari Sabtu.


Tidak kalah menariknya, ada
juga kursus pra;fl ta cara.Pratata
cara adalah semacam masterof
cere mon) dalam acata- ac ta y^ng
berbau adat Jawa derrgar, cara
penyampaiannya menggunakan
bahasaJawa.
Gaung SK semakin lama
semakin tidak terdengar suara
keeksistensiannya di Semarang.
Meredupnya keadaan itu
disebabkan oieh beberapa faktor
seperti yang dialami sanggarsanggar kesenian yanglain. SK
memiliki beberapa kendala.
Menurut Tjahjono, banyak
faktor y zng menyebabkan hal

HAYAMWURUK, No.

tlxx/zot0 | 63

pula faktor penyebab dalam


masyarakat. Seorang mantan
pelatih tari di SK, Sri (30) yang
sekarang menjadi ibu rumah
t^tgga, ketika ditanya perihal
kenapa sekarang

tidak

lagi

metgajar tari di tempat tersebut,


mengatakan bahwa sudah ada
guru klrusus tari yang mengajar
di SK. Menurut Tjahjono, banyak
masyarakat yang sudah tidak
lagi menghargai budaya sendiri.
Namun, ungkapan Tjahjono
tersebut kurang sejalan dengan
keadazt masyarakat yang tinggal
di sekitar SI.l, sebab ada di
antara mereka masih berusaha
menghargai kesenian 1,ang
ditawarkan di SI(.
"Banl ak anak di sekitar sini
yang bedatih tari di sanggar
Sl( ini. merekx sangat antusias.
Bahkan, anak saya saya paksa
ikut latihan tapi sayang dia tidak
mau. Dia beralasan malu katena
teman temannya y^ng ikur tari
adalah perempuan semua "
ungkap Sri.
Siti, seorang perantau asal
Pekalongan yang sekarang
menetap di daerah SK
menambahkan meflegaskan hal
senada.

"Masyarakat di sekitar sini


iuga sering meLihat kalau ada
perruniukakan. dan kami juga
merasa senang

karcta ada

hiburan." Ungkap Siti.


Pementasan SK rutin
diadakan di had-hari tertentu.
Misalnya, setiap hari Jumat
malam Sabtu Legi sering
diadakan pentas wayang. Dalam
pementasan wayang, penggiring
gamelan tidak sepenuhnya murni
dari SK karena dalam aflggota

SI( sendiri kekurangan pemain


gamelan. Pengurus SI( sendiri
hingga sekarang masih be/narap
ada yang mau masuk dalam dm
gamelan.

"Mereka nantinya akan dilatih


ada lomba atau perrunjukan
wayz;ng sehingga kita bisa pakai
orang sendiri. Kalau sekatang

kilau

kan masih memakai orang 1uar. "


ungkap Tlah jono prihatin.
Faktor ketiga yang tidak kalah
pentingnya adalah faktor intern
yang terjadi antara dua kubu
dalam struktur kepengurusan
yang ingin mempertahankan dan
yang ingin menjual gedung SK.
Sayangnya, Tjahjono enggan
bercerita panjang lebar tentang
hal tersebut.
Seiring berialannva waktu,
lama kelamaan gedung SI{ pun
semakin dimakan umur. Sejak
didirikan pada tahun 1922,belum
pernah dilakukan renovasi.
hanya ada beberapa bagian
yang diganti. Salah satunya
ialah penggantian gendng.
l(eri ka dilak ukah penggantian
genting, ada beberapa pakar
yang mengkritik karena SI(

merupakan salah saru cagar


budaya. Atap SK dahulu bukan
genting, melainkan atap :irap
dari kayu tipis, tapi karena lapuk
maka harus digand. Penggantian
sirE yangmembutuhkan dana
tidak begitu sedikit merupakan
alasan mengapa pada akhirnya
arap diganti genring, arap sirap

yang tersisa hanya di bagian


tengah. Untuk masalah dana,
pemerintah setempat tidak
memberi banruan dalam benruk
apapu4. SK menggunakan dana
swadaya masy ar akat s ekitar,

64 | HAYAMWURUK, No. 1/XX/2010

warung-warung kecil yang berdiri


di depan gedung. Sehingga, baik
secara langsung mapun tidak,
mereka mengambii bagian dalam
per wat^fi dan pemeliharaan
gedung SI{.
Berbagai usaha telah
dilakukan untuk menggaungkan
kembali nama SK. Sekarang,
secara rutin pihak SK telah
memasang pengumuman di
media cetak perihal membuka
pelatihan- pelatihan
i
^tarbetbzg
kursus. I(hususnya, mengenai
kegiatan, termasuk pementasan
yang dilakukan oleh SI{. Selain
itu, SI{ mencoba memperbaiki
lingkungan SI{ sehingga

:t--u.u

kemungkinan ada kelompokkelompok lain langi mempunyai


keinginan menggadakan keqiatan

di gedung SI( tutur Tjahjono.


Tedepas dari ha1 tersebut
Sl( telah mengukir prestasiasi.
beberapa penghargaan yang
telah diraih antara lain: (1) Tahun
1

988-

19

89

Juan Har:pan IY

Lomba I( ararvitan \i7i1ayah


RRlSemarang; (2) Tahun
lOgg l9gaJuara Il Karau'iran
Pria \7i1ayah RRI Semarang;
(3) Tahun 1.987-1987 lvral
Karawitan Pria \(/ilayah RRI
Semarang; (4) Tahun 19901991, JtaraHarapan I Lomba
I(arawitan \Tilayah RRI
Semarang. Satu hal yarrg yaflg

patut di apresiasi dari SI( adalah

:{ri
* Jtuu

:ri::T
:::!tr
:rft
;-!r'
r:,fr}

-*,,"

:.::q"B
:':-:ifE

Integritasnya yang tetap bertahan


dan eksis ditengah-tengzh zzmat
yang telah menenggelamkan
gaungnya.

-- i:

P.tt giI di T.Pi Senia

diri

ik

Desta APr Wulandari

hm

ul,Trran huian baru saia


bedarian meninggalkan
gang kecil

kr*prr.g

di sebuah

Yr.tg bersebelahan

.l.r,nr.t P.rrmuh'n elite' Kini


g.rJmbolrn getirnis kecil tersisa
gang iru, memametkan
klasik dengan musik khas

il.rrghirsi
tarial

perkamPungan kumuh, bak


o"rmudr.i Yang memancarkan
ciPta
L"indnhan tak terukur, hasil

bagai

li
Eln

tertegun sejenak, mengaduk-

lalu Ia ditemukan oleh seorang


pemulung Yang baru Pulang dari
:b.k.rir" didaParinYa si bocah

aduk isi kePalanYa Yang sePeru


kehilangan nutrisi, sebab
jangr.rkan multivitamin, makan

tenqah meringktL dt gorong-gorong


oval dengan
1.-ir,rn. !(aiahnYa

setiaP hari'
esPon
Karerra tak menemukan f

.uJ Po" belum tentu

bola mata Yang sangat indah'


berbaris teratur
dua lesung

apapun dari mesin Pikir.alnfa'


oemulung iru Pun bangkrt
'h.rd^k
bocah kecil
Pergi, tetaPi
entah
mendongak'
di hadaPannYa
tekniknYa'
elalzr
b
Ia
daflrtatvyang ielas kini waiahnYa tlah
tampak memelas' Tak tega
iru'
meninggalkan bocah lugu

PiPit

di kedua PiPinYa, tambutnYa


hitam p.kat dengan sebuah Pim
merah ]ambu Yang ddak lagi Pada
temPatnya.

hentiSang Penguasa Yang tak

in
d-ki

h"ntittY, mengirimkan rahmat

[lfel

kepada setiaP hambanYa Yang


meminta.
Masih dibalik tirai gerimts

Demulung Pun membawanYa


oulanq, Yang secara ddak
iunn.,Ite meniadi "oleh' oleh"
urrirk iri.i.tY' Yang tak kuniung

itu, seorang bocah tertegun


memandangi Poiesan warna
di uiung langit, Ia tersefl)'um'

2irtan

n
Et

menjadi ibu'
"Ya udah, kamu ikut
ajai'

memaogku dagunYa dengan


kedua tangan, seolah tengah

Ilhun
N

menyaksikan bidadari menari'

sa]a ketika Pemulung

seoerd Yang dikatakan orang-

menggendongnYa'

,SL

Si bocah Pun menurut

yang muncul ketika huian


t.rr,.tiuk' berarti kumPulan
tengah menari disana'

liro
!tr

bidadari
wa]ib
Entahiah, Y,"g Ptoting kita
nercava bahwa ghaib iru ada'
f.rtrm ada tidaknYa bidadari di

rI
RI

.,"lansi iru nanri sala, iika tiba


aPa
*rkr.inY^ Pasd terlihat iuga
dt
"lukisan"
yr.rg set.r,nt'Y a ada

Eba

reg
dalah

iru.

Ya, itulah Yang saat fl


tengah meniadi Perbincangan
seorang
hangat di sebuah benak
Caci'
diPanggil
biasa
yung

bcrahan
h zaman

Lzn

bo.Iu

saia
nama yang tedabel begiru
ji.i,",Yr' Tak ada Yang tahu

ond,
.i^pn .rr.^ bocah iru' bahkan
dirinya sendiri' Tiga bulan Yang

-.,

itu

i."rr-PdttYu di "rumah"' istri

o*ng t..d^ht'lu, iika ada Pelangi

saYa

dengan
oemulung meflYambutfl1la
Ia
BiasanYa
bingung'
*uk,
,urt
akan memarahi dulu suaminYa

Laki-laki asing tersebut


meletakkan karung tongsokan'
lalu duduk didekat si bocah'

vans Pulang terlambat, Padahal


.tralh ,nngu, kelaPatan' TetaPi'

Ia menant'akafl aPaPun Yzflg


bisa ditan.r-akan, dan setelah
dihuiani berbagai Pertanyaan
ia
l ang mungkin tak Pahami

*rngkh

iuga ia hanYa

^t^o
bingung ]awaban aPa 1lang
prn",^. iu berikan. bocah berusia
.-put trhot itu hanYa melongo

m#andangi

wa] ah

Pemulung'

si
SebenarnYa iika dibandingkan

itu ]auh
bocah, waiah Pemuiung
anehoYa
taPi
lebih menYetamkan'
bergidik'

bocah iru tak sedikitpun


Pemulung itu kemudian

ta

ddak kali ini. Me[hat suaminYa


menggendong seorang bocah'
Totiliui Pemulung itu mendekat
di
saat suaminya baru samPai
depan Pintu'

"Anak siaPa, Bang?" nadanYa


kaku, menaha n laPar'

terdengar
tapi juga Penasaran'

"Nemu di gorong-gorong'

Ti" uiar Pemulung itu,

datar'

I(emudian Ia tersenl'um haraP'


"serius Bang? Hmm'

tlRYRtqWUnUK, No'

rxx/zoro I os

Cantiknya, sini ikut saya" tubuh


bocah iru pun terenggut seketika
ke dalam gendongan Tuti.
Sejak saat itu si bocah
dirawat oleh mereka, tak peduli
rahim siapa yang melahirkannya
hiflgga tega membiarkan bocah
itu terlantar dts ebtah go ra nggorong, istripemulung yang
sering disapa Tuti itu sungguh
menyayanglnya. Diberinya Ia
sel-imut hangat dari karung
goni lusuh dan sebuah tempat
tidur hangat yang terbuat dari
lipatan kardus bermerk serta
dongeng pengantar tidur yang
dibacakan oleh malam, melalu.i
angin yang mengendus-endus
tirai bergambar sobek-sobek, di
jendela, ditambah musik klasik
kolaborasi sungai dan jembatan
reyot yang kisah cintanl'a telah
bedangsung sejak lima kali usia

mengenyam " mata p elaj aran

mitos kurikulum balita" itu.


Nlalam itu caci keluar tepat
ketika langit sedang mengatur
barisan hujan, sangat betisik,
dan Caci, matany.i celingukan
mencari cait dari mana sumber
suara itu, sejak tadi bergemuruh
seolah memanggilnl.a untuk
mengajak bermain di pelataran
malam, gluduk ... gluduk ...
duarri Ctar... cter ... begiru
suaran)-a, semakin penasaran saja
bocah itu, sesekali mendong5ak
keatas, pekat. Tak ada apapun
disana, hanya kadang kadang ada
keris bercahal.a, dan itu membuat
Caci terpesona. "Penghuni"
langit sepertinya paham bahwa
malam ini pasukan hujan akan

turun, mengafltatkan titipan


rahmat dad Tuhan, pastilah
mereka bersembunri, karena

terpesona dengan semua fasilitas


yang ia suguhkan. Ternyata,
merk yang melekat pada "kasur",

terkadang kedatangan meteka


mengejutkan.
Hingga pagi membiarkan
malam beristirahat, si bocah
tak juga menemukan sumber

"selimut", "gambar"
"musik" klasik itu

suara. Kini tubuhnya basah


kuy,up, menggrgrl seperti tikus

caci.

Tuti mengira bocah itu akan

har,gatny a

pada tuai serta

tak berhasil membuat si bocah


ny2;mafl tinggal disana. Hingga
suaru malam kerika suami istri iru
tengah lelap ditumpukan kardus,
Ia keluar dari "istana" pemulung
itu. Meny-usuri kegelapan dengan
balutan kaos dalam iusuh dan
celana pendek kumal. Ia terus
berlalan tanpa khawatir ada
setan, seperti yang dialami
znak-anak seusianya, yang selalu
dijejali pemahaman bahwa setan
itu harus di takuti, kenapa tak
mereka katakan sa]a Tuhan-1ah
yang seharusnya mereka takuti,
berufltung bocah ini tak sempat

got, meringkuk dibawah pohon


beringin rua. Tak ayal Ia selalu
mendapat pethatian khusus dari

setiap ada yang melintas,


dilemparnya Ia dengan cacian
yang menggambarkan keadaan
Esiknya, hingga diperolehlah
gelar kehormatan iru, "Caci, si
anak setan"
Dibalik tirai hujan itu Caci
meringkuk memandangi pelangr
yang tersefr),11m menatapnya.
"Aku ingin kesana, menari
diantara bidadari yang tersen)-um
manis tanpa le1ah" Caci pun
berpikir, bagaimana c^rarry
^
agar Ia bisa sampai kesana,
tangannya sudah tak sabrr ingin

;F-,if

n:iEiil

ile
-rl
-1'r

).r

;-=ff

:el&

f,sit
t<m

menyentuh "lukisan" indah itu,


lalu memoleskan warna warna iru
ke tubuhnya yang terlihat kusam.
"Aku ingin berwarna. scperti

=EO

benda itu" suaraflya khas anak


usia empat tahun yang terdengar
krcau iru rersangkut di relinga
seorang gadis berusia lima belas
rahun. trnpa ragu drsambanginla
Caci yang tak peduli dengan
kehadirannya.
"Kamu lagr ngeliatin pelangi
ya" ujarnya ramah.
"Pe...la..ngi " Caci mcngeia

Bry
affi

ry

fclr

kata itu.

:r:n

"Iya, pelangi memang indah


banget ya" tambah si gadis

:le !

Memori dalam kepalanya

dd

setiap mereka lang bedalu lalang


meiewati beringin tua, pohon
yang konon telah hidup setengah
abad, bergeming didepan
pemakaman umum. B erhai-hai
Caci menetap disana, wajahnya

terus mengobrak-abrik data


yang tersimpan disana, yang
tiga bulan terakhir tak pernah di
ap-date, memori seorang bocah
empat tahun. Ketemu! Ya, Caci
menemukan data itu dalam

fu.u

kini menghitam, dekil. Jika ada


yang iseng mendekatinya untuk
melihat lebih dekat, Ia melirik

memorinya, PE LAN GI, Ia'tngat,

seperti menyeringai, membuat


mereka sontak lari terbiritbirit, "setan ... setan" disiang
hari bolong. Begitu seterusnya,

66 I HAYAMWURUK, No. 1/XX/2010

5{@

rt[
cft
{id

tu
c@

ada y ar,g sering mengaj aknya


kesebuah taman di sebuah
rumah mewah ketika hujan
berpamitan, mel-ihat pelangi! Ya,
pelangi ita ciptaan tahanlang sunguh
mengagamkan, kalau kamz lag sedih,

!&uE

sl

:efl!
L,m
fiE!

liat

aja pelangi, pasti perasaan

kamu

akan mia kembali saYng, ka[mat


itu kini ternglang dikePalanYa,
siapa yang pernah berkata
seperti itu Padaku? BenaknYa

mengajukan taflyz,

rn:ur.

tzk

menemukan lawaban.
"Kamu sering Ya liat Pelangi
dari sini?" gadis itu menanyainl a'
tentu sa]a tak kan adaiawaban
dari Caci, bocah itu hanYa
memandangnyz datar.
"Aku mau pelangi, mau
peiangi" tergopoh-goPoh Caci

berlari meninggalkan orang


asing disamPingnYa, terus berlari
mengejar pelang yang kini hanYa
tedihat u]ungnya, sungg;h Ia
tak berunrung. baru samPai
ditepi jembatan Pelangi tlah
ienyap, meninggalkan flY taflP a
^
sepatah kata Pun. Kemudian
pandangannya berbelok kearah

:-

cahaya raksasa, MAIAH ARI'


B egitu benciny a Ia mehhat

matahari yang menYeringai


seperti menertawakannya,
"Dasar bocah tolol, kau Pikit
pelangr mau bermain dengan
bocah dekil sePertimu" mungkin
iru yang dikarakan matahari'
"Aku benci matahatil Kamu
udah mengusir Pelangikul"

Ia mengutuki cahaYa Yang


semakin menertawakannYa itu,
memaksanya menYingkir katena
cahayanyz semakin terang dan
kini tepat diatas ubun-ubunnYa.
I(ni hidup CacihanYa
digunakan untuk menemukan

l.!:_

i :::.1t,

cara untuk samPai ke Pelangi,


setiap kali huian reda Ia bedari

mengejar pelangi, berlari dan


terus berlari tak Peduli laPar,
haus, lelah Ia terus berlari
mengejar pelangt, mengeJar

I
:*q;<:r
'!--'-

t)

terus memanggilnya untuk


mengajak bermain bersama'
Hingga suatu sen]a,
ketika langit "b erP akaian"
coklat keemasan, huian reda
dan membiarkan Pelangi
memamerkan keelokannYa, Caci
termangu diatas iembatan tua,

tiba-tiba rnata'trya terbelalak,


jika saja Ia sudah diberi tahu
seharusnya Ia kztakan
aY
^ng
kedka menyaksikan kebesaran
Tuhan, pastilah sudah Ia
^p

Iaiadzkan SUBHANALI-AH,
namun sampai detik ini Ia belum
pernah mendengar kalimat iru.

Langit coklat kuning keemasan

di sebuah senia berPadu dengan


goresan pelangi berwarna warru,
namun kemudian mat^r:ya
menoleh kearah matahari Yang
tengah bersembunYi diuiung
Iangit. hanva punggungnYa saia
vang terLihat.

"Kenapa kau disana?


Kenapa kau menyembunYikan
sebagian tubuhmu? I{au malu
va melihatku bisa menYaksikan
pelangi di senja ini, tunggu
disanal akan ku beri kau hadiah
tinju danku"
Seperti ketakutan mendengar
ucapan sang bocah, matahari
pun buru-buru meme]amkan
matanla, mengubur diri dengan
siraman jingga keemasan, Padahal
Caci tengah mengeiarnYa. Di
tengah lantunan adzan maghrib,
Caci berusaha mengeiar matahari

terseny'um. tanpa matahari


yang kerap menertawakannYa.
Ternyata Caci benar, memang
ada bidadari di Pelangr, dan
Bidadari itulah yang telah
meflgantlrrr1 untuk s eb entar
^
menilik dunia yang Penuh dengan
kefanaar, dunia yang Penuh
dengan keanehan dan semua

ketidakmungkinan.
JIka ada yang mengatakan
bahwa dunia itu sePerti Pagi,
keindahannya adalah sePi Yang
bergerak, maka b ag1 Caci, dunia
itu ibarat senia, keindahannYa
baru akan nampak di akhir
cerita, ketika segala uPaYa tlah
dilakukan, upaya untuk metaih
pelangi. Caci masih takPetcaYa
bahwa kini Ia bisa dengan
mudah berlari-lari di taman
pelangi, dan dalam sen)'um
kekagumannya Pada Ia Yang
maha pencipta, Gadis kecil Yang
pernah mengaiaknYa berbincang,
datang menghamPiri, menemani
Caci untuk menikmati Pelangi di
tepi senja, dantettlata, gadis itu
adalah bidadari yang mendengar
harup an haraPan caci unruk
bisa bermain di Pelangi. Mereka
berdua merasa damai di balik tirai
hu]an yang kini rintiknYa masih
bedarian.
Selesai-

Lampung Selatan, 27 Jult 2009

menertarMakannyz
1'ang pernah

itu. Sayang, tubuhnya terhemPas


ke sungai, dan itulah awal
kehidupan barunya' KehiduPan
yang teiah lama dinantikan,
karena seiak saat itulah Ia bisa

r
I

---1-

berlari-lari diatas pelangi, menafl


betsama bidadari yang selalu

tumpukan warna-warni Yang

HAYAMWURUK, No. 7/XX/20LO

| 67

SUICIDE : Potret Kekalahan Perempuan


I

Gema Yudha
bisa teriadi karena 1'rimpunan
data, Posisi angl:,s,ang cliarnbil
si rr,zrtarvan, atau .1ate Yeng

Jr-rdul

Buku : Surcicle

Pengarang : l,atrcc \Iar-rohara


Editor : Drvicipta,,'.\gur-rghima
Pencrbit : Gigil-r Pustaka N'Iandiri,
Yogr.akarta
Cetakan PeLtama: ,\eustus 2009

TebalBuku:

/-/*
'l|).

xta

sastra adalah sebuah

u**fiksi. SehLruh aspek


)!$rrn*ada didalamnya

diberdayakan untuk membaflgun


sebuah dunia imajiner. Mulai dari
narasi. dielog. tema, plor hingga

tokoh-tokohnya.

Semuanl,a

diupayakan atar l ang hadir


kemudian terasa seolah olah
benar dan n),ata.
Seolah-olah, karena
kebenaran dalam sastra punva
acuan rcsendiri 1airu imajinasi.
I{ita tidak bisa mengatakan aPa
yang disuguhkan dalam sebuah
kerva sastra adalah fakta-.vang
menl.iratkan "sesuatu,,rang
sesungguhnva". Rene W'ellek
dan Austin Werren dalam
bukunva Theory of Literature,

ir -

112

mengatakan bahs-a fakta adalah


rangkaian ruang dan waktu
terjadinya sebuah peristiwa. Bisa
dikatakan bahu-a fakta adalah
peristirva itu sendiri.
Pernyataan ini membawa kita
pada pemahaman vaflg lebih iauh
bahwa semua r-ang diceritakan
ulang, baik Lisan atau tuLisan, atau
bahkan gambar dan fi1m, akan
jaruh rncnjrdi fiksi. PerisLiwa vang
kembali disaiikan ulang tidak
akan membeberkan keseluruhan
peristiwa itu sendiri, Pasri ada
detail-detail vang hilang.

Dalam dunia jurnalistik


pun kebenaran berdid dalam
pondasi yang rapuh. Dia akan
sangat mudeh tergelincit

dalam kubangan dusta. Hal ini

68 I HAYAMWURUK, No. 1/XX/2010

cliberikan naras umbet. Himpunan


fakta dan data vang terscdia
tidak scrta merta men]aclikan
kenyataan Iang dikabarkan, atal-l
drceritakan ulang, meniadi scbuah
kebenaran. Ilakanva Biil I(ovach
dan Tom Rosenstiel clalam
bukunya Elements of Journalism
mengatakan kcbenaran clalam
jurnalisme bcrsifat fungsional.
Dia akan jatuh dalam dusta,
tapi justru posrsi ini r-ang
mcngharuskann\ x mer(\ isi
kembali fakta dan data vang
disampaikan.
Charies Dickens, melalui
Vincent Crummles, tokoh
dalam novel ketiganva, Nicholas
Nictdebl mengrrakan "art is not
truth, art is a lie, that teveals the
truth." Sastra adalah dusta, vang
mengungkap kebenaran. Jadi
kebenaran dalam sastra adalah
kebenaran vang ditemukan oleh
pembacanl'a. I{ebenaran itu tidak
berada dalrm t ubuh sasr ra. raPi
ldta harus melampauinlra untuk
menemukan kebenaran itu. Nfaka
referensi pembaca akan sangat
penting dalam membeca.

Namun dcmikian, kita tak


bisa juga serta merta mengatakan
apa yeng ditulis oleh seorang
sastrawan adalah sebuah dusta'
Sebab mungkin saja apa vang
dituLiskannya metupakan sebuah
kebenaran dari apa )-aflg diambil
dalam kehidupa;n ny^ta. APalagi

jika kita mengingat Aristoteles

&

dan Plato yang pernah berfzt:wa


bahwa sastra adaiah tiruan
kenyataan.
Proses peniruan seorang
penulis bukanlah penjiplakan,
melainkan seperti sebuah
metaPhysical mirror (metamir).
Primo Levi, seperti dikutip
dalam Adam's Rib: Fictions and
Realities, sebuah esai Nadine
Gordimer yang dimuat dalam
bukunya !(riting and Being,
menyatakan bahwa kaca metaf, sik
atau metamit, keluar dari hukum

oprik. Dia mereproduksi imaji


anda seperti yang tedihat oleh
orang yang berdiri di depan anda.

Dia melampaui kerla kaca


biasa. Melihat lebih jauh dari

tampak dari objeknya.


Seperti orang yang berada di
hadapan anda, orang iru bisa saja
membaca pikiran anda, artt gerak
tubuh, mata, atau kemungkinankemungkinan yang bahkan
tak mungkin ada pada anda
sekalipun, pada objeknya sendiri.

^p^yaflg

dalam membentuk sebuah


"dunia lain" yang berdasarkan
pada apa yang dialami dan
atau ditangkap oleh inderanya.
Inilah tugas seorang penulis,
membentuk sebuah dunia lain
yang uruh, sehingga
yaflg
^p^
ada di dalamnya benar-benar
merupakan sebuah kesatuan,
vang memiliki konsekuensi logis
terhadap dunia nyata yangdta
atau pembacanya saling hidupi.
"Please deh Cin", salah saru
dari 13 cerpen dalam "Suicide"
ini, tampak diusahakan Latree
agar terlihat menjadi sebuah

dunia r-ang utuh. Menceritakan


kisah cinta Cin Larasati dengan
R. Sambodo, seorang warta\r/an
"pengembara". " kemana pun
aku mengembara, kepadamu
juga akhirnya aku akan kembali"
mungkin kata-kata Sam itu bisa
memberikan gambaran tentang
cerita itu.
)Iemang cerita ini, dan
sebagian besar cerita lainnya,
tidak dilalin dengan rumit. Alur
atau ga\-a bahasanya sederhana

Keutuhan Duriia Imaji Latree


Latree manohara, dzlam
buku kumpulan cerpen berjudul
"Suicide" ini tampaknya juga
berusaha menampi-1kan
y^ng
^p^
dia lihat dengan metamir yang
dimilikinya. Dia meny'uguhkan
terlihat dalam
^p^yang
kehidupan sehari harinya sebagai
pegawai negeri sipi1, ibu rumah
t^t7gg , istri, anak, sahabat, untuk
kemudian diolah menjadi sebuah
dunia imaji yang berbentuk
cefpen.
Tiap penulis memiliki
c ray^ngberbeda dalam

+
f

mengungkapk^fl gag

saflrrya.,

saja. Pembaca tidak petlu


meflgerutkan kening untuk

dapat memahami persoalan apa


vang tengah disuguhkan Latree.
Nlungkin iuga terkesan k1ise. tapi
Latree cukup pandai meletakkan
keiutan-kejutan dalam ceritanya.
Cerita ini terdiri dari delapan
bagian. Prolog dibuka dengan
percakapan penuh cemburu Cin
Laraia:d pada Sambodo. Cin
merasa Sam tak bisa menjaga
cinta kepadinya. Buktinya
tedihat dari sms-sms yang masuk
ke handphone Sam. Dan Cin

memang tahu itu. " dia tedalu


sentimental, peka. Dan dia

mudah jaruh cinta."


Keduanya sama-sama
mengerti apa yang saling
diinginkan,
harusnya tak
y
^p^ ^ng
dilakukan. Tapi keduanya tak bisa
berbuat
Bagi Cin, "aku
^p^-^pa.
tahu akan beginilah keadaannya,
entah sampai kapan."
BagSzn kedua,pertemuan
p ertama, menceritakan p ertam
kali Cin bertemu dengan
Sam pada acara launching
novelnya yang sepi pengunjung.
Kekecewaan Cin, yang bedanjut
dengan sepinya peminat
novelnya, hingga tiba-tiba
muncul resensi yang menaikkan
tingkat penjualan novel Cin, yang
pada bzgtan selan j utnya diketahui
yang menulis resensi itu adalah
Sam.

Bagian ketiga hingga keenam


menggambarkan peningkatan
kedekatan hubungan mereka.
Pengenalan pribadi masingmasing, menjalin hubungan, dan
akhirnya menikah. Di bagian
selanjutnya baru muncul masalah.
Satu persatu perempuan lain
masuk dalam kehidupan Sam,
yang membuat hidup Cin tak
rryzman. Lalu diturup dengan
seluruh bagian pertama yang
mengisyaratkan teri adinya
perputarafl masalah yang sama.
Sesungguhnya cerita ini
menarik, t^p1 s^y^ curiga karena
Latree ingin membenruk sebuah
dunia imaji yang uruh, yang
memberikan alasan, punya
hubungan sebab akibat yang
kuat, dia terjebak pada detaildetail cerita yang sebenarnya
tak perlu. Dan ketika bermain
detail-detail itu, dia masuk ke
dalam dunianya sendiri, hingga

HAYAMWURUK, No. 7/XX/2O70

| 69

sepertiflya dia lupa sedang


bercerita pada orang 1ain.

Misalnya sala ada bag1arr


ketiga, Terjebak di I(ericuhan,
menceritakan keadaan ketika Cin
dan Sam bertemu lagi untuk yang
kedua kalinya. Mungkin Latree
bermaksud menyampaikan
bagaimana kedua tokohnya
bertemu kembali dan kemudian
menj adi dekat. Sayangny a Latree
mengambil awalan yang terlalu
jauh.
Pada bagian

ini Cin

adz dt halte, menunggu bis

sepulang bekerja. Tlbz-ttba ada


sekelompok massa yang sedang
berdemo mengarah ke tempamya
berdiri. Latree mence ritakzr,
pendemo itu berteriak, kata-kata
yang

dinyanfkan, polisi yang

berusaha membubarkan, hingga


akhirnya tokohnya terkena
lemparan batu dan pingsan.
Bagi saya adegan demo ini
sungguh tidak pedu karena
tidak memiliki korelasi erat
dengan awal dan akhir cerira, tapi
sebagai sebuah bagian cerita dia
terbentuk secara utuh dan dapat
berdiri sendiri. I(alaupun bagian
ini akan dipertahankan, saya
kira cukup ketika Sam datang
menolong Cin yang hendak
pingsan. Perhatikan monolog Cin
ketika melihat para pendemo
datang. Bagr saya disini Latree
telah kehilangan fokusnya, "...
aku sendiri tidak suka kenaikan
BBM. Ongkos angkutan pasti
naik dan berikutnya tentu hatga
semua batang. Sedang gajiku
sebagai guru di sekolah swasta
masih seperti semula..."
Contoh lain, dalam cerpen
"Suicide". hal ini muncul di

bagian deskripsi gedung ketika

Vi hendak bunuh diri. Vi


menggambarkan keadaan yang
dia [ihar. Tempat dia berdiri.
ruaflg-ruang di sekitarnya,
tapi kemudian
p encahay zanny
^,
tergoda mengomentari
perilaku seorang perempuan
yang kesulitan memarkirkan

mobilnya. Saya agak susah


menerima kefly^t^an Vi masih
bisa mengomentari hal sepeti
itu dalam kondisi stress yaflg
menyebabkannya ingrn bunuh
diri. Unrung ini muncul sedikir
s4a'
Latree memiliki kemampuan
deskripsi cukup bagus dan
keinginan kuat unruk menyajikan
dunia imajinernva secara utuh.
Tapr saya kira dia kurang lincah
memainkan irama gerak alur
ceitznya. Ada bagian yang
sehatusnya dirulis dengan cepat,
ada yanglambat sehingga cukup
untuk menceritakan detail-detail
yang penting dalam bangun cerita
tersebut. Saya kira irama gerak
cerita ini penting dimainkan
agar sebuah cerita tidak jatuh
membosaflkan.

Potret Kekalahan Perempuan


Sebagai seorarrl perempuan

(yang sudah menikah), Latree


menggunakan metamirnya untuk
menangkap persoalan-petsoalan
perempuan dan pernikahan
untuk dituangkan dalam cerpencerpennya. Namun tokoh-tokoh
dalam cerpen Latree bukanlah
perempuan yang berani beriuang
mengepalkan tangannya untuk
mendapatkan apa yang dia
ingrnkan, untuk menentang
apa yang dianggap mengekang

70 I HAYAMWURUK, No. 1/XX/2010

dirinya.
Berbeda dengan penulis
pefempuafl yang menempatkan
tokohnya sebagai sosok yang
berani melawan, semacam Djenar
Maesa Ayu, atau Ayu Urami,
tokoh perempi.ran dalam cerpen
Latree adalah sosok perempuan
yang penurul, pasrah, dan nrima.
Pada

-IE

lE

$E

llE

tm

II'
ft
fi

"Menunggu" tokoh

Latlee adalah seorang perempuan

yang, atas nama cinta, rela


menjadi istri simpanan seorang
pengusaha kaya yang sangzt
sibuk. Dia bisa berada di
beberapa kota dalam sehari.
I(etika itu si pengusaha berada di
kota yang sama dengan Dina, istri
simpanannya, untuk keperluari
bisnis. Menurut jadwal setelah

st

},I

1!

selesai meeting dta punya beberapa

jam untuk bertemu Dina sebelum


kembali ke kota asalnya.
Bertemu beberapa jam
atau beberapa menit sungguh
berharga bagi Dina yang sangat
sulit mendapatkan waktu dari
suaminya. "Penantian berharihari kadang harus cukup terbayar
dengan satu atau dua jam
bersama. Dan Dina menerima
semua itu." Penantian Dina
waktu itu ju55a cukup lama,
tapi akhirnya pertemuall yang
diharapkan tak bisa didapatkan.
Dina akhirnya berada pada
keharusan menerima keadaan itu.

Baik si pengusaha maupun


ibu Dina sudah mengingatkan
konsekucnsinl a menjadi istri
simpanan. Dina tahu dan dia
menerimanya dengan mcnutupi
selutuh kepedihan atas kondisi
yang dia terima. Dina bertahan
dan mengatakan "I{alau bukan
karena cintaku yang besar kepada

il

u
fi

.d

I
t

'=

:::1-1.

"*_-

,.:-

l:

:,;
:

t,:m

Juna, aku akan menyebut semua


kemauanku unruk bertahan ini
sebuah kegilaan"
Pada cerpen "Please deh Cin"
juga demikian. Cin bukanlah
tokoh yang berani berontak
menentang sikap Sam yang
senang berpetualang. Tokohtokoh cerpen Latree dalam buku
ini adalah tokoh perempuan yang
kalah. Perempuan yang lemah di
saru sisi, tapi kuat di sisi lainnya.
Cerpen "Suicide" lebih parah
lagi menempatkan tokohnya
dalam keterpurukan. Bercerita
tentang Vi yang berusaha bunuh
diri berkali-kaLi karena cintz
pada lelaki yang dicintainya tak
bisa terpenuhi. Pertama karena
orang tua Rahman, lelaki yang
dia cintai, mengirim anaknya iru
ke Amerika sebagai usaha

untuk

memisahkan cinta mereka.


Awalnya hal ini tak terlalu
menjadi penghalang karena
mereka tetap berhubungan
tanpa sepengetahuan orang
tua Rahman. Tapi kemudian,
penyebab kedua, suatu hari Vi
diperkosa sehingga dia merasa
dirinya tak pantas hidup. Apaiagr
komunikasi dengan Rahman
semakin berkurang dan akhirnya

hilang--walaupun akhirnya
diketahui ha1 ini terjadi katena

or^r'gtua Vi menganggap
hubungan dengan Rahman akan
memperbutuk keadaan.
Tokoh-tokoh yang dibentuk
Latree adalah tokoh perempuan
pesakitan yang kalah dan tak
bisa berbuat apa-apa untuk
merubah keadaannya. Tapi
kalau kita cermati lagi mereka
adalah perempuan-perempuan
yang kuat, kukuh dan teguh

memegafl g

ap a y
diyakininya.
^ng
Mereka tidak melawan dengan
tindakan-tindakan konkrit yang
bisa merubah keadaan atau,

apalagq,

bertindak desuuktif.

Mereka melawan dalam diam.


Tokoh-tokoh perempuan
iru memang cenderung pesimis,
murung, berpandangan suram
dan muram. Tapi dalam keadaan
raflg sePefti itu saya menangkap
betapa keras kepalarrya mereka,
b etap a harapan, optirnisme, yang
mungkin hanya sekedar, dapat
menvala terjaga hingga membuat
mereka mampu bertahan-da1am
hal in-r demi mendapatkan cinta
dari orang yang dicintai.
-\lbert Camus dalam The
\ft'r-h oi Sisyphus, mengatakan'
bahs'a bunuh diri adalah sebuah
pengakuan si pelaku bahwa dia
tidak mengerti dan kalah oieh
kehidupan. Tokoh-tokoh dalam
cerpen Latree saya kira mengerti
hidup lang mereka jalani sangat

mentakirkan. tapi mereka


bertahan untuk mendapatk^fi
^p^
vang diharapkan meski itu sangat
kecil.
Latree }lanohara menuliskan
3 cerpen r-ang ada dalam buku
ini dengan ringan, dengan
cara popular sehingga tak ada
kesulitan unruk memahami
jalan cerita dalam buku ini.
Sebagai sebuah karya sastra,
sava kira dia sudah memenuhi
syarat menghibur dan memberi
manfaat--walaupun tiap orang
akan berbeda soal manfaat yang
dicari. rapi sala yakin buku ini
cukup menghibur.
Saya sepakat dengan
perrry^ta n Dwi Cipta dalam
1

kata pengantar buku ini yang


mengatakan "Tokoh Latree
Manohara mungkin tak sehebat
\7ei Hui, namun ia memiliki
keiuiuran pandangan dan intensi
p enge)aran halrhal fundamental
yang ingin ia dedahkan dalam
prosa dan puisi atau bahkan
dalam kehidup^fl ny^ta.

Bukankah kesaksian yang jujur


ttdak jarang menghancurkan
sebuah argumentasi yang cerdas
dan rumit namun dibuat-buat?"
Latree Manohataidak
sedang menggurui, memberi
tahu yang benar dan salah, atau
mengajak pembacanya merubah
suatu keadaan. Dia hanya
menulis, menyampaikan apa
yang dia lihat dengar dan rasakan
melalui metamirnya, tanpa
tendensi apapufl. Tapi dengan
cara iri, pembaca seperti disuguhi
potfet yang membuatflya teftav/a,
menangis, gregetall, merasa ma1u,
kadang seperti ditampar. Dia
dengan lirih mengatakan bahwa
ada, mungkin banyak, keadaan
yang menyakitkan 1.2119 kita tak
ingin mengakuinya. Soal nanti
pembacanya akan memperbaiki
keadaan atau tidak,

itu bukan

masalah.***

HAYAMWURUK, No. 7/XX/2O7O

| 77

BIIKA 0AIt, 09.00 - 18.00