You are on page 1of 11

LAPORAN PRAKTIKUM EKSPERIMEN FISIKA I

(EKSPERIMEN FRANCK HERTZ)

Oleh :
Nama

ADRIANO MENDONCA MAU

BARNABAS BULUNUNU

CHORNELIS J. B. ANIN

DHESY THEON

ESAU NONG ADONG

FADERINA KUIL

IDA F. NUBATONIS

THERESIA DE ARAUJO

SULISTIAWATI

Kelompok

: III

Jurusan/ Program Studi

: Fisika

LABORATORIUM FISIKA DASAR


FAKULTAS SAINS DAN TEKNIK
UNIVERSITAS NUSA CENDANA
KUPANG
2012

EKSPERIMEN FRANCK HERTZ

A. TUJUAN
1. Memperlihatkan secara langsung kebenaran teori kuantum bahwa tenaga elektron atom
itu bertingkat-tingkat (terkuantisasi).
2. Mengamati hubungan antara arus anoda Ia dengan besarnya tegangan kisi Vg.
3. Menentukan tegangan eksitasi atom Neon dan panjang gelombang foton yang
dipancarkan.
B. DASAR TEORI
Struktur atom Bohr muncul karena model atom Rutherford bertentangan dengan
hukum-hukum elektrodinamika klasik, maka hanya ada satu alternatif yaitu ditinggalkan atau
diberi sifat-sifat yang bertentangan dengan hukum-hukum tersebut. Untuk mengatasi
problema itu Niels Bohr memilih penyelesaian yang kedua dengan jalan memberi sifat-sifat
khusus pada atom berdasarkan teori kuantum dari Max Planck dan teori Einsten tentang efek
fotoelektrik dan kuantum sinar (foton).
Oleh Bohr ditentukan postulat-postulat kuantum berikut :
a) Suatu atom mempunyai beberapa orbit yang stabil atau keadaan stasioner dimana
suatu elektron dapat bergerak tanpa memancarkan energi sinar. Pada setiap keadaan
stasioner atau tingkatan energi maka suatu atom mempunyai nilai energi tertentu.
Dari sekian keadaan stasioner tersebut bagi suatu atom selalu ada satu keadaan dasar
atau keadaan normal dimana atom itu mempunyai nilai energi yang minimal sehingga
keadaannya paling stabil. Jika tidak dalam keadaan dasar dikatakan bahwa atom itu
diaktifkan atau excited karena kelebihan energi.
b) Dalam keadaan diaktifkan suatu elektron dapat meloncat dari tingkat energi yang
tinggi ke tingkat energi yang lebih rendah dan selisih energi antara kedua tingkatan itu
sama dengan energi kuantum sinar yang dipancarkan.
c) Jika suatu elektron mempunyai orbit yang berbentuk lingkaran maka berlaku hukumhukum dari mekanika dan elektrostatiska asal momentum sudutnya (mvr) adalah
kelipatan bulat dari h/2.
Eksitasi elektron atom dari keadaaan dasar ke keadaan tereksitasi dapat terjadi karena
adanya serapan tenaga kinetik elektron yang menumbuk atom gas Neon di dalam tabung
Frenck-Hertz. Bila tenaga kinetik elektron sama dengan tenaga ionisasi atom Neon, maka
elektron-elektron dapat mengionkan atom-atom gas tersebut. Gejala ionisasi ini ditandai oleh
meningkatnya kuat arus anoda secara drastis.

Rangkaian / skema dasar eksperimen ini ditunjukkan oleh gambar 1. elektron yang
dipancarkan oleh pemanasan (F) pada katoda (k) akan dipercepat oleh tegangan kisi (Vg),
sehingga energi kinetiknya bertambah besar. Pada tegangan kisi tertentu, energi kinetik
elektron dapat mengeksitasi atom Neon, dan elektron akan kehilangan tenaga sebesar tenaga
eksitasi atom Neon. Elektron ini tidak akan mampu lagi mencapai anoda jika tenaga sisanya
kurang dari tenaga penghalang (Vp), sehingga terjadi pemerosotan arus anoda (Ia). Bila
tegangan kisi dinaikkan lagi lebih lanjut, maka arus anoda akan naik lagi, tetapi kemudian
merosot lagi bila tegangan kisi sama dengan kelipatan bulat tegangan eksitasi (Ve). Hali ini
terjadi karena elektron sebelum sampai di kisi telah beberapa kali mengeksitasi atom Neon
dan akan mengeksitasi lagi di daerah dekat kisi, sehingga tidak mencapai anoda.
Dengan demikian grafik arus anoda (Ia) sebagai fungsi tegangan kisi (Vg) akan
memperlihatkan puncak-puncak dan lembah-lembah seperti pada gambar 2. Jarak antara dua
puncak berdekatan merupakan besarnya tegangan eksitasi atom (Ve) tersebut.

Energi eksitasi atom (Neon) merupakan perkalian antara tegangan eksitasi atom (Ve)
dengan muatan elektron (e)
Eeks = e Ve

(1)

Energi ini digunakan untuk memancarkan foton yang memiliki panjang gelombang ,
yang terkait dengan persamaan energi foton.

E=

hc

(2)

Dari persamaan (1) dan (2) selanjutnya akan diperoleh panjang gelombang () foton
yang dipancarkan dari eksitasi atom Neon, yaitu :

hc
eVe

(3)
Dengan h : tetapan planck (6,626 .10-34 Js = 4,136 . 10-15 eVs), c : kecepatan cahaya
(2,998 . 108 ms-1 ), dan e adalah muatan elektron ( 1,602 . 10-19 C ).
Pesawat Franck-Hertz pada percobaan ini terdiri atas tabung berisi gas Neon
bertekanan rendah dilengkapi dengan filamen pemanas katoda K, dan kisi G1 dan G2, plat
anoda P, serta meter tegangan dan arus.
Tombol G1-K berfungsi untuk mengatur besarnya tenaga kinetik elektron yang keluar
dari kisi G1 menuju anoda P. Tombol G2-P berfungsi untuk mengatur / menetapkan besarnya
tegangan penghalang elektron sampai di anoda P. yang perlu diperhatikan adalah penggunaan
kedua panel tersebut harus dilakukan secara hati - hati agar arus yang terbaca pada
mikroamperemeter tidak melampaui jangkauannya.

C. ALAT DAN BAHAN


1.
2.
3.
4.

Franck Hertz Apparatus


Banana Cables
Multimeter
XY Recorder

D. PROSEDUR PERCOBAAN
1. Mengamati fungsi-fungsi peralatan yang terdapat pada pesawat Franck-Hertz sebelum
melakukan percobaan, agar pada saat melakukan percobaan bisa berjalan lancar.
2. Memilih saklar MANU untuk tegangan kisi (Vg), bila menaikkan tegangan antara
katoda tabung Franck-Hertz dengan grid kedua (G2) secara manual, atau pilih AUTO
bila tegangan akan dinaikkan secara otomatis.
3.

Memilih saklar INTERNAL untuk mengukur arus antara grid kedua dengan plat (P)
Franck-Hertz. Kemudian memilih saklar EKSTERNAL apabila hendak menggunakan
pengukur arus (Ammeter) secara eksternal, dan menghubungkan ammeter tersebut
dengan panel P-Ge (i).

4. .Menaikkan tegangan kisi (Vg) pelan-pelan dan mengamati arus anoda yang terukur Ia
untukj setiap Vg. Melakukan terus perubahan Vg dan pengukuran Ia sedemikian hingga
telah yakin memperoleh grafik seperti pada gambar 2.
5. Melakukan pengukuran tegangan kisi (Vg) dan arus anoda (Ia) menggunakan XY
Recorder. Caranya dengan menghubungkan panel-panel input horizontal (X) dan vertical
(Y) dari XY Recorder dengan panel H dan panel V pada pesawat Franck- Hertz (dan E
dengan Ground XY recorder).

E. TABEL HASIL PENGAMATAN

V (volt)
2
4
6
8
10
12
14
16
18
20
22
24
26
28
30
32
34
36
38
40

I ( Ampere)
2
3
4
4
6
9
10
12
14
12
11
11
14
17
20
22
22
18
16
16

V (volt)
42
44
46
48
50
52
54
56
58
60
62
64
66
68
70
72
74
76
78
80

I (Ampere)
19
22
25
28
28
28
26
23
22
22
26
29
32
34
34
32
31
30
32
33

F. ANALISIS DATA PENGAMATAN


Tegangan eksitasi keI
II
III
Total

Beda tegangan(volt)
15
17
19
51

a. Menentukan teganagan eksitasi (Ve)


<V> =

51
3

V=

= 17 volt

8753.172
=1.16 Volt
3.2

Tegangan eksitasi atom Neon adalah : V = (17


Sehingga energi eksitasinya adalah : V = (17

1,16) Volt
1,16)eV

b. Menentukan panjang gelombang foton yang dipancarkan


34

h . c (6,63. 10 3.10 )
=
=
e .Ve
( 1,6. 1019) (17)

[ ]

Ve

[ V e]

0,73125.107 m = 731,25

( 6,63.1034 )( 3. 108 )
[ 1,16 ] =( 0,043. 107 ) ( 1,16 )
19
2
( 1,6.10 ) ( 17 )
7

= 0,04988. 10 m=49,88
Sehingga, panjang gelombang foton yang dipancarkan adalah sebesar :

=( 731,25 49,88 )

G. PEMBAHASAN
Jika tegangan (Vp) terus dinaikkan dari nol, maka makin banyak elektron yang akan
mencapai pelat anoda, dan bersamaan dengan itu naik pula arus elektriknya yang ditandai dari
makin menyimpangnya jarum galvanometer. Elektron-elektron di dalam tabung dapat
menumbuk atom di dalam tabung tersebut (dalam hal ini digunakan gas Neon), namun tidak
ada energi yang digunakan dalam tumbukan ini, jadi tumbukannya adalah elastik sempurna.
Agar elektron dapat melepas energinya dalam suatu tumbukan dengan atom Neon, electron
harus memiliki energi yang cukup untuk menyebabkan atom Neon bertransisi ke suatu
keadaan eksitasi. Dengan demikian apabila energi elektron sedikit lebih besar dari 18 eV (atau
ketika tegangan mencapai puncak pertama pada 18 V), elektron akan melakukan tumbukan

tidak elastis dengen atom Neon, dan meninggalkan energi sebesar 18 eV pada atom Neon,
sedangkan elektron setelah terjadi tumbukan dengan atom Neon memiliki energi yang lebih
rendah, tetapi setelah penurunan tegangan tersebut masih terdapat penyimpangan pada jarum
galvanometer maka dapat disimpulkan bahwa elektron masih mempunyai energi untuk
melewati kisi (tegangan penghalang) sehingga elektron masih dapat mencapai pelat anoda.
Jadi, apabila V = 18 V, akan terjadi penurunan arus. Bila tegangan (Vp) dinaikkan
terus, arusnya akan naik kembali, dan kemudian akan turun lagi pada 17 V, proses ini kembali
terjadi pula pada tegangan 18 V, dan seterusnya. Selain itu, jika tegangan (Vp) dinaikkan terus
maka akan 6 terjadi efek tumbukan jamak (multiple collisions). Artinya, apabila V = 18 V
maka ia akan mengeksitasi atom Neon dan akan terjadi penurunan energi dari elektron, tetapi
sisa energi dari elektron tersebut masih dapat digunakan lagi untuk mengeksitasi atom Neon
kedua tumbukan tak elastik. Jadi, jika penurunan arus diamati terjadi pada tegangan V maka
penurunan serupa akan teramati pula pada tegangan-tegangan 2V, 3V, dst. Lebih umum, jika
penurunan arus teramati pada V1 dan V2, maka penurunan arus yang sama akan teramatai
pula pada tegangan-tegangan V1 + V2, 2V1 + V2, V1 + 2V2.
Dengan demikian percobaan ini memberikan kita suatu bukti langsung mengenai
eksitasi elektron. Grafik memberikan gambaran tingkat-tingkat eksitasi dari elektron yang
menunjukkan bahwa energi dari elektron itu bertingkat-tingkat (terkuantisasi) yang
mengukuhkan kebenaran dari teori kuantum.
Pada saat elektron terkuantisasi maka elektron tersebut akan memencarkan energi
berupa foton dengan panjang gelombang tertentu. Panjang gelombang dari foton tersebut
bergantung dari nilai energi eksitasi dari atom tersebut.
Karena atom Neon memilki energi eksitasi sebesar V = (17 1,16) eV maka atom
tersebut akan memancarkan foton dengan panjang gelombang sebesar
49,88)

= (731,25

.
Grafik (lampiran) memberikan gambaran tingkat-tingkat eksitasi dari elektron yang

menunjukkan bahwa energi dari elektron itu bertingkat-tingkat (terkuantisasi) yang


mengukuhkan kebenaran dari teori kuantum.
Pada saat elektron terkuantisasi maka elektron tersebut akan memencarkan energi
berupa foton dengan panjang gelombang tertentu. Panjang gelombang dari foton tersebut
bergantung dari nilai energi eksitasi dari atom tersebut.

Karena atom Neon memilki energi eksitasi sebesar V = (17 1,16) eV maka atom
tersebut akan memancarkan foton dengan panjang gelombang sebesar
49,88)

= (731,25

H. KESIMPULAN
1. Tingkat-tingkat energi eksitasi dari elektron menunjukkan bahwa energi dari elektron itu
bertingkat-tingkat (terkuantisasi) dan mengukuhkan kebenaran dari teori kuantum.
2. Berdasarkan analisis data pengamatan, diperoleh tegangan eksitasi (Ve) atom Neon
sebesar : V = ( 17

1,16 ) V

3. Berdasarkan analisis data pengamatan, diperoleh energi eksitasi (Ee) atom Neon sebesar :
V = ( 17

1,16 ) eV

4. Berdasarkan analisis data pengamatan, diperoleh panjang gelombang foton yang


dipancarkan sebesar :

=( 731,25 49,88 )

DAFTAR PUSTAKA
Krane, Kenneth S. 1992. Fisika Modern, alih bahasa : Hans J. Wospakrik dan Sofia Niksolihin.
Jakarta : Penerbit Universitas Indonesia.

http://franckhertz.blogspot.com/2013/08/blog-post_7564.html
http://fisikamodrenrinthopangrib.blogspot.com/2013/01/frank-hertz.html
http://fathdidin11.wordpress.com/2013/07/17/sejarah-perkembangan-struktur-dan-teori-atom/
http://mirkhamla.blogspot.com/2012/05/macam-macam-percobaan-fisika-modern.html