You are on page 1of 4

Rusmin Nuryadin

240110120101
BAB V
PEMBAHASAN
Pada praktikum kuliah lapangan, mahasiswa mendapatkan tugas mengunjungi 2
tempat, yaitu Pabrik Solar Cell, PT. Surya Utama Putra, Rancaekek dan PLTA
(Tenaga Air) di Bendungan Jatiluhur, Purwakarta.
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Pembangkit listrik tenaga surya adalah ramah lingkungan, dan sangat
menjanjikan. Sebagai salah satu alternatif untuk menggantikan pembangkit listrik
menggunakan uap (dengan minyak dan batubara).
Sistem energi pembangkti tenaga surya, mengurangi ketergantungan dunia akan
bahan bakar fosil, bayangkan energi gratis dan terus-menerus yang bersumber dari
bumi kita disediakan untuk kebutuhan energi dan dapat dihandalkan mengurangi
pengeluaran daya.
Karena pembangkit listrik tenaga surya sangat tergantung kepada sinar matahari,
maka perencanaan yang baik sangat diperlukan. Perencanaan terdiri dari:
1.

Jumlah daya yang dibutuhkan dalam pemakaian sehari-hari (Watt).

2.

Berapa besar arus yang dihasilkan solar cells panel (dalam Ampere hour),
dalam hal ini memperhitungkan berapa jumlah panel surya yang harus dipasang.

3.

Berapa unit baterai yang diperlukan untuk kapasitas yang diinginkan dan
pertimbangan penggunaan tanpa sinar matahari. (Ampere hour).
Dalam nilai ke-ekonomian, pembangkit listrik tenaga surya memiliki nilai yang

lebih tinggi, dimana listrik dari PT. PLN tidak dimungkinkan, ataupun instalasi
generator listrik bensin ataupun solar.
Pada kedua lokasi ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami bagaimana
proses pembangkitan listrik dari 2 sumber energi hingga tersalurkan ke pengguna
listrik, serta mengetahui berapa besarkah efisiensinya.
Pertama, pada PT. Surya Utama Putra di Rancaekek. PT ini sebenarnya
merupakan sebuah pabrik yang menghasilkan atau membuat panel surya. Panel surya
dapat dijadikan sumber tenaga listrik yaitu dengan menggunakan tenaga surya atau
tenaga matahari yang mengubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik. Bahan
baku yang digunakan pada panel surya atau solar modul tersebut adalah silikon dan
monokristal/ polikristal. Rata-rata daya yang dihasilkan dari panel surya ini adalah
2,877 watt.

Rusmin Nuryadin
240110120101
Cara kerja sel surya identik dengan peranti semi-konduktor dioda. Ketika cahaya
bersentuha dengan sel surya dan diserap oleh bahan semi-konduktor, maka akan
terjadi pelepasan elektron.apabila elektron tersebut bisa menempuh perjalanan menuju
bahan semi-konduktor pada lapisan yang berbeda, maka terjadi perubahan sigma
gaya-gaya pada bahan. Gaya tolakan antar bahan semi-konduktor menyebabkan aliran
medan listrik dan menyebabkan elektron dapat disalurkan ke saluran awal dan akhir
untuk digunakan pada perabot listrik.
Waduk

Jatiluhur

terletak

di

Kecamatan

Jatiluhur,

Kabupaten

Purwakarta, Provinsi Jawa Barat (9 km dari pusat Kota Purwakarta). Bendungan


Jatiluhur adalah bendungan terbesar di Indonesia. Bendungan itu dinamakan oleh
pemerintah Waduk Ir. H. Juanda, dengan panorama danau yang luasnya 8.300 ha.
Bendungan ini mulai dibangun sejak tahun 1957 oleh kontraktor asal Perancis, dengan
potensi air yang tersedia sebesar 12,9 miliar m 3 / tahun dan merupakan waduk
serbaguna pertama di Indonesia.
Di dalam Waduk Jatiluhur, terpasang 6 unit turbin dengan daya terpasang 187
MW dengan produksi tenaga listrik rata-rata 1.000 juta kwh setiap tahun, dikelola
oleh Perum Jasa Tirta II.
Selain dari itu Waduk Jatiluhur memiliki fungsi penyediaan air irigasi untuk 242.000
ha sawah (dua kali tanam setahun), air baku air minum, budi daya perikanan dan
pengendali banjir yang dikelola oleh Perum Jasa Trita II
Selain berfungsi sebagai PLTA dengan sistem limpasan terbesar di dunia,
kawasan Jatiluhur memiliki banyak fasilitas rekreasi yang memadai, seperi hotel dan
bungalow, bar dan restaurant, lapangan tenis, bilyard, perkemahan, kolam renang
dengan water slide, ruang pertemuan, sarana rekreasi dan olahraga air, playground
dan fasilitas lainnya. Sarana olahraga dan rekreasi air misalnya mendayung, selancar
angin, kapal pesiar, ski air, boating dan lainnya.
Kunjungan pada PLTA yang ada di Bendungan Jatiluhur, Purwakarta. PLTA ini
dibangun sejak tahun 1957 dan mulai dioperasikan pada tahun 1967. Pembangkit
Listrik Tenaga Air (PLTA) bekerja dengan cara merubah energi potensial (dari dam
atau air terjun) menjadi energi mekanik (dengan bantuan turbin air) dan dari energi
mekanik menjadi energi listrik(dengan bantuan generator). Komponen-komponen
dasar PLTA berupa dam, turbin, generator dan transmisi. Pembangkit listrik tenaga air
konvensional bekerja dengan cara mengalirkan air dari dam ke turbin setelah itu air
dibuang. Saat ini ada teknologi baru yang dikenal dengan pumped-storage plant. Pada

Rusmin Nuryadin
240110120101
saat beban puncak air dalam lower reservoir akan di pompa ke upper reservoir
sehingga cadangan air pada Waduk utama tetap stabil.
Tenaga listrik hasil PLTA disalurkan melalui saluran transmisi setelah terlebih
dahulu dinaikkan tegangannya oleh transformator penaik tegangan yang ada di pusat
listrik. Setelah tenaga listrik disalurkan melalui jaringan distribusi primer, kemudian
tenaga listrik diturunkan tegangannya dalam gardu-gardu distribusi menjadi tegangan
rendah 380/220 Volt, kemudian disalurkan melalui jaringan tegangan rendah untuk
selanjutnya disalurkan ke rumah-rumah.

Rusmin Nuryadin
240110120101
BAB VI
PENUTUP
6.1. Kesimpulan
Pada praktikum kuliah lapangan kali ini kesimpulan yang dapat ditarik materi
energi surya dan energi air yang dapat menghasilkan listrik, yaitu :
1. PLTA biasanya menghasilkan nilai Efisiensi 75-95 % dan nilainya jauh lebih
baik.
2. Daya listrik yang dapat dihasilkan oleh solarcel ini adalah 2,877 watt.
3. Sumber cahaya energi matahari merupakan energi alternatif yang bisa
dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik.
4. Sumber energy air yang berasala dari debit air yang dialirkan merupakan sumber
energi terbesar yang sering dimanfaatkan oleh manusia untuk menghasilkan
listrik dengan memutar turbin untuk keperluan sehari-hari.
5. Penggunaan energi alternatif bertujuan untuk mengganti energi yang lebih hemat
dan ramah lingkungan
6. Dalam pemanfaatannya sumber energi atau sumber tenaga yang baik dapat
mencegahnya dari segala kekurangan yang akan dialami.
6.2. Saran
Adapun saran yang dapat diberikan pada kunjungan ini, antara lain :
1. Sebaiknya, para mahasiswa mencari tahu terlebih dahulu tentang energi listrik
yang dihasilkan oleh tenaga surya dan air.
2. Sebaiknya, para asisten dosen dan dosen mata kuliah yg bersangkutan
mendampingi agar kondisi dan suasana saat kunjungan lebih baik dan kondusif.
3. Sebaiknya, mahasiswa diberi modul terlebih dahulu agar setidaknya dapat
mempelajari terlebih dahulu sebelum pergi ke lokasi kunjungan.