You are on page 1of 6

Beberapa contoh implementasi KKOP yang ditetapkan

oleh Menteri Perhubungan


A. Konsep KKOP
KKOP di bagi menjadi beberapa kawasan, seperti :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Kawasan ancangan pendaratan dan lepas landas;


Kawasan kemungkinan bahaya kecelakaan;
Kawasan di bawah permukaan transisi;
Kawasan di bawah permukaan horizontal dalam;
Kawasan di bawah permukaan kerucut; dan
Kawasan di bawah permukaan horizontal luar.
Dalam pembahasan KKOP dijelaskan mengenai ketentuan batas-batas yang
menjadi acuan keselamatan, seperti :

B. Beberapa contoh implementasi KKOP


1. Bandara Internasional Soetta
Dengan luas kawasan Bandara Soetta saat ini yang mencapai 1.800 hektare
+ 880 hektare (lahan perluasan proyek grand desain Bandara Soetta 2014)
terdapat tiga ring sudut lurus pergerakan pesawat lepas landas dan mendarat
dari titik runway utama, yakni:

Ring pertama ketinggian 0-46 meter (kawasan di bawah permukaan


transisi).
Ring kedua, ketinggian 46-151 meter (kawasan di bawah permukaan
horizontal luar), dan
Ring ketiga 151 meter hingga selanjutnya (kawasan memberikan
tuntutan kepada pesawat dari landasan pacu guna melakukan
pendaratan).

Merujuk rencana induk KKOP, kawasan Bandara Soetta juga harus aman dari
gedung bertingkat dengan radius 60 meter atau setidaknya dalam radius 500
meter dari titik tengah antena radar Bandara Soetta.
2. Rencana Bandara Internasinal Samarinda Baru
Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan rencana Bandara`Samarinda
Baru sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan No. KM 26 tahun 2004
ditentukan sebagai berikut:
Batas-batas ketinggian pada Kawasan Pendekatan dan Lepas Landas
pada Landas Pacu 04 ditentukan dengan kemiringan dan jarak melalui
perpanjangan sumbu landas pacu sebagai berikut:
- Bagian pertama dengan kemiringan sebesar 2% arah ke
atas dank e luar, dimulai dari ujung Permukaan Utama
pada ketinggian ambang landas pacu 04 sampai jarak
mendatar 2.300 m pada ketinggian +46 m ambang landas
pacu 04
- Bagian kedua dengan kemiringan 0% sampai jarak
mendatar tambahan 1.700 m pada ketinggian + 46 di atas
ambang landas pacu 04
- Bagian ketiga dengan kemiringn arah ke atas dan ke luar
sampai jarak mendatar tambahan 1.133,3 m, pada
ketinggian + 102,67 m di atas ambang lndas pacu 04.
- Bagian keempat pada bagian tengah dengan kemiringan
2% arah ke atas dan keluar sampai jarak mendatar
tambahan 2.416,66 m, pada bagia tepi dengan kemiringan
pertama 5% sampai jarak mendatar tambahan 426,66 m,
kemiringan kedua 2,5% samai jarak mendatar tambahan
1.080 m serta kemiringn ketiga 0% sampai jarak mendatar
tambahan 910 m
- Bagian kelima kemiringan 0% sampa jark mendatar
tambahn 7.550 m pada keinggian + 151 m di ataas
ambang batas landas pacu 04
Batas-batas keinggian pada Kawasan Lepas Landas pada Landas pacu
022 ditentukan denga kemiringn dna jarak melalui perpajangan sumbu
landas pacu sebagai berikut:
- Bagian pertama dengan kemiringan sebesar 2% arah ke
atas dan ke luar, dimulai dari ujung Permukaan Utama
pada ketinggian ambang landas pacu 22 sampai jarak
mendatar 2.137,5 m pada ketinggian +46 m ambang
landas pacu 04

Bagian kedua dengan kemiringan 0% sampai jarak


mendatar tambahan 1.862,5 m pada ketinggian + 46 di
atas ambang plandas pacu 04
- Bagian ketiga dengan kemiringan 5% sampai jarak
mendatar tambahan 1.241,66 m, pada ketinggian + 108,08
m di atas ambang landas pacu 04.
- Bagian keempat pada bagian tengah dengan kemiringan
2% arah ke atas dan ke luar sampai jarak mendatar
tambahan 2.145,83 m, pada bagian tepi dengan
kemiringan pertama 5% sampai jarak mendatar tambahan
448,33 m, kemiringan kedua 2,5% sampai jarak mendatar
tambahan 820 m serta kemiringn ketiga 0% sampai jarak
mendatar tambahan 878 m
- Bagian kelima kemiringan 0% sampa jark mendatar
tambahn 7.387,5 m pada ketinggian + 151 m di atas
ambang batas landas pacu 04
Batas-batas ketinggian pada Kawasan Kemungkinan Bahaya
Kecelakaan ditentukan oleh keiringan 2% arah ke atas dan keluar
dimulai ujung permukaan utama pada masing-masing ambang landas
pacu sampai dengan keinggian +46 diatas ambang landas pacu epanjan
jarak mendatar 3.000 m melalui perpanjangan sumbu landas pacu.
Batas-batas ketinggian pada Kawasan Di Bawah Permukaan Horizontal
Dalam ditentukan +46 m di atas ketinggia ambang landas pacu.
Batas-batas ketinggian pada Kawasan Di Bawah Permukaan Horizontal
Dalam ditentukan + 46 m di atas ketinggian ambang landas pacu 04
Batas-batas ketinggian pada Kawasan Di Bawah Permukaan Horizontal
Luar ditentukan + 151 m di atas ketinggian ambang landas pacu 04
Batas-batas ketinggian pada Kawasan Di Bawah Permukan Kerucut
dtentukan oleh kemiringan 5% arah ke atas dan keluar, dimulai dari tepi
luar Kawasan Di Bawah Pemukaan Horizontal Dalam pada ketinggian
+46 m sampai memotong Permukaan Horizontal Lua pada ketinggian
146 m
Batas-batas ketinggian pada pertemuan garis batas luar Kawasan Di
Bawah Permukaan Kerucut dengan garis batas dalam Kawasan Di
Bawah Permukaan Horizontal Luar ditentukan + 146 m di atas ketinggian
ambang landas pacu 04
Batas-batas ketinggian pada Kawasan Di Bawah Permukan Transisi
ditentukan oleh kemiringan 14,3% arah ke atas dan keluar, dimulai dari
sisi panjang dan pada ketinggian sama seperti Pemukaan Utama serta
Permukaan Pendekatan dan Lepas Landas menerus ampa memotong
Permukaan Horizontal pada ketinggian + 46 m di atas ketinggian
ambang landas pacu 04
Batas-batas ketinggan pada kawasan di sekitar Penempata Alat Bantu
Navigasi Penerbangan ditentukan sebagai berikut:
- Batas ketinggian di sekitar Non Direcional Beacon (NDB)
ditentukan oleh kemiringan bidan kerucut denan sudut 3
derajat keatas dank e luar titik tengah dasar antenna dan
sammpai rasius 300 m dari antenna dilarang ada bangunan

dari metal seperti konstruksi rangka besi/baja, tiang listrik dan


lain-lain melebih batas ketinggian tersebut.
Batas ketinggian di sekitar Doppler Vry High Frequncy Omni
Directional Rage (DVOR)/ Distance Measuring Equipment
(DME) ditentukan oleh kemiringan bidang kerut dengan sudut
1 derajat keatas dan keluar dari titik antenna pada ketinggian
bidang counterpois dan pada jarak radial kurang 600 m
dilarang adanya transmisi tegangan tinggi, bangnan dari
metal seperti konstruksi rangka besi, tiang listrik dan lain-lain
melebihi batas ketinggian tersebut.

3. Bandar Udara Pekon Serai di Kabupaten Lampung Barat


3.1 Batas-batas Ketinggian Kawasan
1. Batas-batas Ketinggian pada Kawasan Pendekatan dan Lepas Landas