You are on page 1of 11

SMAM 3 LHOKSEUMAWE

MP : EKONOMI

JUDUL
MATERI
LAT.

SELESAI

Indikator:
Alat
pembyrn
tunai & non
tunai

KELAS : X

ALAT
PEMBAYARAN
TUNAI & NON
TUNAI

SMAM 3 LHOKSEUMAWE
MP : EKONOMI

KELAS : X

Pengertian Uang Menurut Para Ahli


JUDUL
MATERI
LAT.

SELESAI

Indikator:
Alat
pembyrn
tunai & non
tunai

a. TRI KUNAWANGSIH & ANTO PRACOYO


Uang merupakan alat tukar yang diterima pleh masyarakat
sebagai alat pembayaran yang sah atas kesatuan hitungnya
b. RIMSKY K. JUDISSENO
Uang adalah suatu media yang diterima dan digunakan oleh
para pelaku ekonomi untuk memudahkan dalam bertransaksi
c. IMA RAHMAWATI
Uang adalah benda yang disetujui oleh masyarakat umum
sebagai alat perantara tukar menukar dalam perdagangan
d. A.C. PIGOU
Uang adalah segala sesuatu yang umum dipergunakan
sebagai alat tukar
e. H. ROBERTSON
Uang adalah segala sesuatu yang umum diterima dalam
pembayaran barang dan jasa

SMAM 3 LHOKSEUMAWE
MP : EKONOMI

JUDUL
MATERI
LAT.

SELESAI

Indikator:
Alat
pembyrn
tunai & non
tunai

KELAS : X

PEMBAYARAN TUNAI
adalah sistem pembayaran langsung yang menggunakan
uang, berupa uang kartal, yaitu uang kertas dan uang logam..
Uang kertas adalah uang yang berbentuk lembaran yang
terbuat dari bahan kertas atau bahan lainnya yang menyerupai
kertas (menurut penjelasa UU No.23 th 1999 Tentang Bank
Indonesia),
Sedangkan uang logam adalah uang yang terbuat dari logam,
emas, atau perak yang memiliki nilai yang cenderung tinggi
dan stabil, bentuknya mudah dikenal, dan sifatnya tahan lama.
Berdasarkan undang-undang yang berlaku saat ini, yaitu UU
No. 23 Tabun 1999, Bank Indonesia mempunyai hak tunggal
untuk mencetak dan mengedarkan uang ketas dan uang
logam. Dalam kebijakan di bidang pengedaran uang, Bank
Indonesia
berupaya
untuk
menyediakan
uang yang layak edar dan memenuhi kebutuhan masyarakat
baik dari sisi nominal maupun pecahannya

SMAM 3 LHOKSEUMAWE
MP : EKONOMI

JUDUL
MATERI
LAT.

SELESAI

Indikator:
Alat
pembyrn
tunai & non
tunai

KELAS : X

Sejarah Uang
a). Pra Barter
Berdasarkan sejarahnya, mula-mula manusia hidup dengan
menghasilkan sendiri segala apa yang ia butuhkan. Dalam
keadaan ini masyarakat belum memerlukan tukar menukar
sesamanya. Masyarakat masih diliputi suasana kekeluargaan jadi
belum ada uang.
b). Barter
Disini perdagangan mulai dilakukan dengan cara langsung
menukarkan barang dengan barang (barter) yg sejenis, namun
ada banyak kesulitan yang dihadapi.
c). Uang benda (Barang)
Uang benda adalah barang yang disukai oleh setiap orang dan
diterima oleh semua pihak sebagai alat penukar (generally
acepted), misalnya : kerang, tembakau, perhiasan, emas, perak.
Namun hal ini kurang praktis dan merepotkan.

SMAM 3 LHOKSEUMAWE
MP : EKONOMI

JUDUL
MATERI
LAT.

SELESAI

Indikator:
Alat
pembyrn
tunai & non
tunai

KELAS : X

d). Uang Logam


Uang logam dibuat dari emas dan perak sejak abad ketujuh
sebelum Masehi. awalnya bentuk uang ini belum diatur
sedemikian rupa sehingga orang bebas untuk membuat dan
meleburnya. setiap kali membuat uang, orang harus menimbang,
dan menentukan kadarnya untuk menentukan nilainya. Karena
hal ini merepotkan akhirnya mata uang dibuat/ditempa oleh
raja-raja/penguasa setempat. Potongan--potongan logam mulia
yang dijadikan mata uang diberi bentuk tertentu dan diberi
tanda atau cap resmi sebagai jaminan kadar dan beratnya dan
diberi angka untuk menentukan nilainya. Nilai bahan uang
(emas/perak yang termuat di dalam mata uang) disebut nilai
instrinsik, sedangkan angka yang dicap pada mata uang untuk
menyatakan nilainya disebut nilai nominal.

SMAM 3 LHOKSEUMAWE
MP : EKONOMI

JUDUL
MATERI
LAT.

SELESAI

Indikator:
Alat
pembyrn
tunai & non
tunai

KELAS : X

e) Uang Tanda
Untuk keperluan sehari-hari, diperlukan uang yang bernilai
satuan kecil. Untuk itu pada umumnya digunakan logam lain
seperti perak dan perunggu untuk dibuat uang yang bernilai
kecil. Dengan demikian ada dua atau tiga macam uang logam
yang beredar sebagai alat pembayaran, yaitu mata uang emas
dan mata uang perak/perunggu. . Uang yang nilai nominalnya
lebih besar dari pada nilai instrinsiknya disebut uang tanda
(token money). Bentuk uang ini pertama kali diedarkari di
Inggris pada tahun 1816.
f). Uang Kertas
Untuk menyelesaikan transaksi-transaksi dalam jumlah yang
besar penggunaan uang yang terbuat dan logam mulia banyak
mengalami kesulitan, antara lain: membawa uang logam dalam
jumlah besar merupakan beban berat. memerlukan biaya
transportasi yang besar dan risiko yang tinggi. persediaan
logam emas tidak mencukupi lagi untuk volume perdagangan
yang semakin besar, Atas kesulitan tersebut kemudian
beredarlah uang kertas

SMAM 3 LHOKSEUMAWE
MP : EKONOMI

KELAS : X

g). Uang Giral (Deman Deposits)


JUDUL
MATERI
LAT.

SELESAI

Indikator:
Alat
pembyrn
tunai & non
tunai

Pemakaian uang kertas dirasakan kurang mampu


melayani perkembangan perekonomian yang
pesat dewasa ini, sebab untuk transaksi yang
besar pengiriman uang kertas memerlukan
pengamanan yang ketat, sehingga resiko
kerusakan dan kehilangan semakin besar, dan
dianggap kurang praktis. Untuk itulah disamping
uang kertas juga beredar uang giral

SMAM 3 LHOKSEUMAWE
MP : EKONOMI

KELAS : X

ALAT PEMBAYARAN NON TUNAI


JUDUL
MATERI
LAT.

SELESAI

Indikator:
Alat
pembyrn
tunai & non
tunai

Pembayaran nontunai yaitu pembayaran yang dilakukan


tanpa menggunakan uang tunai yang beredar melainkan
menggunakan uang giral, misalnya : cek atau bilyet giro (BG)
dan alat pembayaran menggunakan kartu (ATM, kartu
kredit, kertu debit, prabayar).
Uang giral adalah uang yang dimiliki masyarakat dalam bentuk
simpanan (deposito) di bank yang dapat ditarik setiap saat
sesuai kebutuhan dengan menggunakan cek, bilyet giro, dan
perintah pembayaran (telegraphic transfer). Uang ini hanya
beredar di kalangan tertentu saja, sehingga masyarakat
mempunyai hak untuk menolak jika ia tidak mau barang atau
jasa yang diberikannya dibayar dengan uang ini.
Keuntungannya adalah : Memudahkan karena tidak perlu
menghitung uang, dapat diterima untuk jumlah yang tidak
terbatas, sesuai dengan yang dibutuhkan (yang ditulis oleh
pemilik ), aman karena risiko hilang lebih kecil dan bisa
segera dilaporkan dengan cara pemblokiran.

SMAM 3 LHOKSEUMAWE
MP : EKONOMI

JUDUL
MATERI
LAT.

SELESAI

Indikator:
Alat
pembyrn
tunai & non
tunai

KELAS : X

Transaksi
pembayaran
nontunai
dengan
nilai
besar
diselenggarakan Bank Indnesia melalui sistem BI-RTGS (Real
Time Gross Settlement) dan sistem kliring. . BI-RTGS berperan
sangat penting dalam transaksi pembayaran non tunai. Untuk itu BI
sangat peduli menjaga stabilitasnya yang dikategorikan
sebagaisystemcally important payment system (SIPS) yaitu
sistem yang memproses transaksi pembayaran bernilai besar dan
mendesak

Kini pembayaran menggunakan kartu sudah banyak yang


menggunakan mulai dari anak anak, remaja, dewasa, hingga tua.
Dari pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, pelayan toko,
pengusaha, karyawan hingga pejabat sudah menggunakannya.
Kartu ATM, kartu debit dan kartu debit memang praktis, mudah
dibawa tanpa memakan tempat di dompet kita karena bentuknya
kecil dan sangat tipis. Masyarakat sudah mulai meninggalkan
kebiasaan memegang uang tunai dan memilih bertransaksi
nontunai (melalui bank) seperti contoh pengambilan gaji pegawai
saat ini sudah melalui ATM, pembayaran uang kuliah, pemberian
uang jajan bulanan kepada anak, hingga untuk belanja online.

SMAM 3 LHOKSEUMAWE
MP : EKONOMI

JUDUL
MATERI
LAT.

SELESAI

Indikator:
Alat
pembyrn
tunai & non
tunai

KELAS : X

BERDASARKAN GAMBAR DI BAWAH INI, SEBUTKANLAH MANA


SAJA YANG TERMASUK ALAT PEMBAYARAN TUNAI, DAN MANA
YANG NON TUNAI, JELASKAN KENAPA ?

SMAM 3 LHOKSEUMAWE
MP : EKONOMI

JUDUL
MATERI
LAT.

SELESAI

Indikator:
Alat
pembyrn
tunai & non
tunai

KELAS : X

SAMPAI JUMPA
LAGI BYE