You are on page 1of 24

BRONCHOPNEUMONIA

I. KONSEP PENYAKIT
A. Pengertian
Bronchopneumonia adalah suatu peradangan pada paru-paru yang dapat
disebabkan oleh bermacam-macam penyebab seperti : virus, bakteri, jamur dan benda
asing. Bronchopneumonia adalah radang dinding bronkus kecil disertai atelektasis daerah
percabangannya. Bronchopneumonia adalah istilah yang dipakai untuk menggambarkan
suatu bentuk pneumonia dimana daerah konsolidasi terdistribusi luas disekitar bronkus dan
bukan bercorak lobaris (Hinchliff, 1999). Bronchopneumonia adalah salah satu jenis
pneumonia yang memunyai pola penyebaran berbercak, teratur dalam satu atau lebih area
terlokalisasi di dalam brokus dan meluas ke parenkim paru yang berdekatan disekitarnya
hingga ke alveoli (Smeltzer & Suzanne C, 2002).
B. Epidemiologi/Insiden kasus
Insiden ini pada negara berkembang hampir 30% pada anak-anak dibawah umur 5
tahun dengan resiko kematian yang tinggi, sedangkan di amerika menunjukkan angka 13%
dari seluruh penyakit infeksi pada anak dibawah umur 2 tahun. Dari data SEAMIC Health
Statistic influenza dan pneumonia merupakan penyebab utama kematian nomor 6 di
Indonesia. Laporan WHO menyebutkan bahwa penyebab kematian tertinggi akibat
penyakit infeksi di dunia adalah infeksi saluran napas akut termasuk pneumonia dan
influenza.
C. Etiologi & Klasifikasi
Sebagian besar bronchopneumonia disebabkan oleh infeksi bakteri, terutama
bakteri piogenik yang membentuk pneumonia supuratif. Adenovirus, vfirus influenza,
mycoplasca pneumoniae juga memainan peran penyebab penyakit ini. Bronchopneumonia
sering terjadi karena daya tahan tubuh rendah dan fungsi pertahanan gangguan saluran
pernafasan seperti anak-anak dan lansia. Namun pada umunya lebih sering terjadi pada
anak-anak.
Klasifikasi penyebab :
1) Pembagian menurut dasar anatomi :

a. Pneumonia Lobaris
b. Pneumonia Lobularis (Bronchopneumonia)
c. Pneumonia Interstisialis (Bronkiolitis)
2) Pembagian menurut etiologi :
a. Bakteri
Diprococcus pneumonia
Penumococcus
Streptococcus aureus
Hemofilus influenza
Bacillus friedlander
Mycobacterium tuberkulosis
b. Virus
Respiratory sitycal virus
Virus influenza
Adenovirus
Virus sitomegali
c. Myoplasma Pneumothoraks
d. Jamur : aspergillus species dan candida albicans
e. Pneumonia Hipostatik :
Penumonia yang sering timbul pada daerah paru-paru dan disebabkan oleh nafas
yang dangkal dan terus mnerus pada posisi yang sama. Terjadi karena kongesti
paru-paru yang lama.
f. Sindrom Loeffer :
Pada foto torax menunjukkan gambaran infiltrat besar dan kecil yang tersebar
menyerupai tuberculosis miliaris.
D. Manifestasi Klinik
1. Peningkatan suhu tubuh yang mendadak biasanya didahului oleh inspeksi traktus
2.
3.
4.
5.

respiratorius bagian atas, kadang timbul kejang.


Pernafasan cepat dan dangkal disekitar pernafasan cuping hidung.
Sianosis disekitar hidung dan mulut.
Kadang-kadang muntah dan diare.
Batuk (pada permulaan penyakit tidak ditemukan, tapi setelah beberapa hari, mula-

mula kering lalu berubah menjadi produktif).


E. Patofisiologi dan Penyimpangan KDM
Bronchopneumnia merupakan infeksi pulmonal pada bagian bronkus dan alveoli.
Proses penyakit dimulai ketika kuman patogen, virus, bakteri dan jamur menembus
mukosa jalan napas sehingga merusak bagian alveolar yang juga disebabkan oleh
masuknya benda asing atau aspirasi. Agen infeksius masuk ke mucus karena lolos dari
sistem pertahanan tubuh yaitu bulu hidung, mucus silia dan antibodi lalu menetap dalam

bronchus dan alveolus. Leukosit bermigrasi ke dalam alveoli sehingga timbul respon
peradangan dan menyebabkan penebalan dinding alveoli sehingga mucus mengeluarkan
cairan. Cairan yang mengisi alveoli menjadi perlindungan bagi organisme patogen
terhadap proses pagositosis dari leukosit dan memfasilitasi organisme patogen menyebar
ke alveoli lain. Infeksi menyebar ketika organisme patogen mencapai aliran darah dan
menyebabkan septicemia sehingga menimbulkan 4 respon infeksi, yaitu :
1. Kongesti (4-12 jam pertama)
eksudat serosa masuk ke dalam alveoli melalui pembuluh darah yang berdilatas
dan bocor.
2. Hepatisasi merah (48 jam pertama)
paru-paru tampak merah dan bergranulasi akibat sel darah merah, fibrin dan
leukosit polimorfonuklear mengisi alveoli.
3. Hepatisasi kelabu (3-8 hari)
paru-paru tampak kelabu karena leukosit dan fibrin mengalami konsolidasi di
dalam alveoli yang terserang.
4. Resolusi (7-11 hari)
eksudat mengalami lisis dan direabsorbsi oleh makrofag sehingga jaringan kembali
pada struktur semula.
F. Pemeriksaan Penunjang
1. Foto thorax : bercak-bercak infiltrat pada satu atau beberapa lobus.

2. Laboratorium :
a. Pada gambaran darah tepi : Leukositosis 15.000 40.000/mm2
b. Urine : warna lebih tua
c. Albuminamia (karena suhu tubuh naik dan sedikit thorax hialin).
d. Analisa gas darah arteri asidosis metabolik dengan atau tanpa retensi CO2.
G. Penatalaksanaan Medis

1. Penicilin 50 mg u/kgBB/hari + kloromfenikol 50-70 mg/kg/BB atau ampicilin (AB


spektrum luas) terus sampai dengan bebas demam 4-5 hari.
2. Pemberian oksigen.
3. Pemberian cairan intravena glukosa 5% dan NaCl 0,9% 3 : 1 + KCl 10 meq/500
mL/botol infuse jadi karena sebagian besar jatuh dalam asidosis metabolik akibat
kurang makan dan hipoksia.
H. Prognosis/Komplikasi
1. Empiema
Pengumpulan pus/nanah dalam rongga tubuh.
2. Otitis media akut
Akumulasi cairan serosa/mukoid yang tidak nyeri di telinga tengah yang
menyebabkan tuli kondusif.
3. Atelektasis
Pengembangan paru yang tidak lengkap pada anak-anak atau pengempisan paruparu pada orang dewasa.
4. Emfisema
Berkumpulnya udara secara patologik dalam suatu jaringan atau organ.
5. Meningitis

II. PENDEKATAN PROSES KEPERAWATAN


A. Pengkajian
I. Biodata
A. Identitas Klien
1. Nama/Nama panggilan
: An. YK / Yuri
2. Tempat Tgl Lahir/Usia
: 05 Desember 2008 / 4 tahun 9 bulan
3. Jenis kelamin
: Perempuan
4. A g a m a
: Kristen Protestan
5. Pendidikan
: PAUD
6. Alamat
: Jln. Hasanudin 3 No.7, Manado
7. Tgl masuk
: 27 September 2013 (jam 09.00 wita)
8. Tgl pengkajian
: 27 September 2013
9. Diagnosa medik
: BP (Bronchopneumonia)
10. Rencana terapi
: Penicilin 50 mg u/kgBB/hari + kloromfenikol 50-70
mg/kg/BB atau ampicilin (AB spektrum luas) terus sampai dengan bebas demam
4-5 hari.Pemberian oksigen. Pemberian cairan intravena glukosa 5% dan NaCl

0,9% 3 : 1 + KCl 10 meq/500 mL/botol infuse jadi karena sebagian besar jatuh
dalam asidosis metabolik akibat kurang makan dan hipoksia.
B. Identitas Orang tua
1. Ayah
a. N a m a
: Tn. SHK
b. U s i a
: 33 tahun
c. Pendidikan
: S2
d. Pekerjaan/sumber penghasilan : Wiraswasta
e. A g a m a
: Kristen Protestan
f. Alamat
: Jln. Hasanudin 3 No.7, Manado
2. Ibu
a. N a m a
: Ny. HJW
b. U s i a
: 29 tahun
c. Pendidikan
: S1
d. Pekerjaan/Sumber penghasilan: Karyawan Swasta
e. Agama
: Kristen Protestan
f. Alamat
: Jln. Hasanudin 3 No.7, Manado
C. Identitas Saudara Kandung
N
STATUS
NAM A U S I A
HUBUNGAN
o
KESEHATAN
1.

An. HYK

10 tahun
3 bulan

Saudara Kandung

Sehat

II. Riwayat Kesehatan


A. Riwayat Kesehatan Sekarang :
a. Keluhan Utama
: Batuk (produktif)
b. Riwayat Keluhan Utama : Orang tua mengatakan bahwa klien demam disertai
kejang, sesak napas, batuk produktif, anak rewel dan gelisah.
c. Keluhan Pada Saat Pengkajian :
Orangtua klien menyampaikan bahwa anak demam selama 3 hari (disertai
kejang), klien sulit bernapas, batuk, klien rewel, gelisah dan susah tidur dan
tidak mau makan.
B. Riwayat Kesehatan Lalu (khusus untuk anak usia 0 5 tahun)
1. Prenatal care
a. Ibu memeriksakan kehamilannya setiap bulan di : dokter specialis kandungan.
b. Keluhan selama hamil yang dirasakan oleh ibu, tapi oleh dokter dianjurkan
untuk : menjaga kondisi kehamilan dengan banyak istirahat dan makan
makanan yang bergizi.
c. Riwayat terkena radiasi : tidak ada.
d. Riwayat berat badan selama hamil : 66 kg.
e. Riwayat Imunisasi TT : diberikan pada trimester pertama.
f. Golongan darah ibu : O Golongan darah ayah : O
2. Natal
a, Tempat melahirkan : Klinik Bersalin
b. Jenis persalinan : Normal.
c. Penolong persalinan : Dokter dan Bidan.

d. Komplikasi yang dialami oleh ibu pada saat melahirkan dan setelah
melahirkan: Tidak ada.
3. Post natal
a. Kondisi bayi : Sehat, BB : 2,7 Kg, PB : 28cm, APGAR : 10.
b. Anak pada saat lahir tidak mengalami : kuning, kebiruan, kemerahan dan
problem menyusui.
(Untuk semua Usia)
1. Klien pernah mengalami penyakit : Flu dan batuk, pada umur 3 tahun, diberikan
obat oleh dokter di klinik.
2. Riwayat kecelakaan : tidak ada.
3. Riwayat mengkonsumsi obat-obatan berbahaya tanpa anjuran dokter dan
menggunakan zat/subtansi kimia yang berbahaya : tidak ada.
4. Perkembangan anak dibanding saudara-saudaranya : relatif sama.
C. Riwayat Kesehatan Keluarga
Adanya riwayat penyakit infeksi, TBC, Pneumonia dan penyakit infeksi salurang
pernapasan lainnya.
Genogram :

4/9
IV. Riwayat Immunisasi (imunisasi lengkap)
NO Jenis immunisasi Waktu pemberian Frekuensi
1. BCG
1 bulan
1 kali
2. DPT (I,II,III)
2 4 bulan
3 kali
3. Polio (I,II,III,IV) 1 4 bulan
4 kali
4. Campak
9 bulan
1 kali
5. Hepatitis
2 4 bulan
3 kali
6. HB 0
0 7 hari
1 kali

Reaksi setelah pemberian

Frekuensi

Demam

2 kali

V. Riwayat Tumbuh Kembang


A. Pertumbuhan Fisik
1.
Berat badan : 13 kg
2.
Tinggi badan : 110 cm.
3.
Waktu tumbuh gigi : 6 bulan. Gigi tanggal : 12 bulan. Jumlah gigi : 20
buah.
B. Perkembangan Tiap tahap
Usia anak saat
1.
Berguling : 3 bulan
2.
Duduk
: 6 bulan

3.
Merangkak : 7 bulan
4.
Berdiri
: 9 tahun
5.
Berjalan
: 1 tahun
6.
Senyum kepada orang lain pertama kali : 1 tahun
7.
Bicara pertama kali : 1 tahun dengan menyebutkan : bubu
8.
Berpakaian tanpa bantuan : 2 tahun.
VI. Riwayat Nutrisi
A. Pemberian ASI : sampai 18 bulan.
B. Pemberian susu formula
1. Alasan pemberian : sudah berhenti ASI
2. Jumlah pemberian : 750 1000 ml/hari.
3. Cara pemberian : dengan gelas atau botol susu saat menjelang tidur.
Pola perubahan nutrisi tiap tahap usia sampai nutrisi saat ini
Usia
Jenis Nutrisi
Lama Pemberian
024 bulan ASI
2 tahun
6-9 bulan
Makanan Lumat
3 bulan
9-12 bulan Makanan Lunak
3 bulan
12 bulan
Makanan Keluarga
Sampai sekarang
VII. Riwayat Psikososial
Anak tinggal bersama : orangtua di : rumah.
Lingkungan berada di : dalam kota.
Rumah dekat dengan : jalan utama, tempat bermain : dirumah dan di PAUD.
kamar klien : trpisah dari orangtua, sekamar dengan kakak klien.
Rumah ada tangga : tidak.
Hubungan antar anggota keluarga : hubungan baik, kakek-nenek rutin berkunjung
setiap akhir pekan.
Pengasuh anak : ibu klien sendiri.
VIII. Riwayat Spiritual
Support sistem dalam keluarga : kolom tingkat jemaat.
Kegiatan keagamaan : ibadah keluarga, sekolah minggu, dan gereja.
IX. Reaksi Hospitalisasi
A. Pengalaman keluarga tentang sakit dan rawat inap
1. Ibu membawa anaknya ke RS karena : menghindari kondisi sakit anak semakin
parah.
2. Apakah dokter menceritakan tentang kondisi anak : Ya. Anak perlu dirawat.
3. Perasaan orang tua saat ini : Khawatir dengan kondisi anak, namun merasa
sedikit lega karena anak sudah berada di RS.
4. Orang tua selalu berkunjung ke RS : Ya. Sampai anak sembuh dan bisa pulang.
5. Yang akan tinggal dengan anak : Ibu, ayah atau nenek (bergantian).
B. Pemahaman anak tentang sakit dan rawat inap
Klien mengatakan takuk pada petugas kesehatan dan alat-alat medis yang ada.
Klien ingin pulang. Tidak mau tinggal di RS.
X. Aktivitas sehari-hari
A. Nutrisi
Kondisi
Sebelum Sakit
Saat Sakit

1. Selera Makan
2. Menu Makan dalam 24 jam
3. Frekuensi makan dalam 24
jam
4. Makanan yang disukai

Sangat baik.
Nasi, Lauk, Sayuran dan buah.
3 kali

5. Makanan yang dipantang


6. Pembatasan pola makan

Olahan ayam dan ikan, Buahbuahan


Jajanan/snack

7. Cara makan

Tidak ada

8. Ritual sebelum makan

Bersama keluarga, bisa makan


sendiri/tidak disuapi.
Berdoa dan cuci tangan

Kurang nafsu makan.


Bubur, lauk berupa perkede
dan kuah/tim.
3 kali, porsi setengah dari
biasanya.
Nasi dan kuah sayur, perke
ikan/kentang.
Snack, makanan keras.
Jenis makanan yang keras,
asam dan terlalu manis.
Disuapi ibu.

Berdoa.
B. Cairan
Kondisi
Sebelum Sakit
1. Jenis minuman
Susu, air putih, teh dan es
2. Frekuensi minum
3-6 kali
3. Kebutuhan cairan dalam 24 750-1000 ml
jam
C. Eliminasi (BAB&BAK)
Kondisi
1. Tempat pembuangan
2. Frekuensi dan waktu BAB
3. 3. Frekuensi dan waktu BAK
4. Konsistensi BAB
5. Warna dan jumlah urine
6. Kesulitan BAB/BAK
7. Obat pencahar

D. Istirahat tidur
Kondisi
1. Jam tidur
2. Pola tidur
3. Kebiasaan tidur
4. Kesulitan tidur
E. Olah Raga
Kondisi

Saat Sakit
Susu, air putih dan teh
3-4 kali
750 ml.

Sebelum Sakit
Toilet
2-3 kali, 1 jam setelah makan
dan bangun pagi
4-5 kali, relatif

Saat Sakit
Toilet
2-3 kali, setelah makan da
bangun pagi
4-5 kali

Normal
Bening
Tidak ada
Tidak ada

Normal
Agak keruh/ kuning
Tidak ada
Tidak ada

Sebelum Sakit
Malam : 21.00
Siang : 14.00
Teratur
Mendongeng atau mendengar
lagu favorit.
Tidak ada
Sebelum Sakit

Saat Sakit
Malam : 19.00
Siang : 11.00
Tidak teratur
Ditemani
Sering terbangun
Saat Sakit

1.
2.
3.

Program olah raga Tidak ada


Jenis dan frekuensi
Kondisi
setelah
olah raga

F. Personal Hygiene
Kondisi
1. Mandi
Cara
Frekuensi
Alat mandi
2. Cuci rambut
Frekuensi
Cara
3. Gunting kuku
Frekuensi
Cara
4. Gosok gigi
Frekuensi
Cara
G. Aktifitas/Mobilitas Fisik
Kondisi
1. Kegiatan sehari-hari
2. Pengaturan jadwal
harian
3. Penggunaan alat Bantu
aktifitas
4. Kesulitan pergerakan

Sebelum Sakit
Dengan bantuan ibu.
2 kali sehari
Sampo, sabun, lotion.

Tidak ada

Saat Sakit
Melap dan mengganti
pakaian. Dilakukan ibu.
2 kali
Washlap, air hangat,
sabun.

1 x 2 hari
Dibantu ibu.

1 x 2 hari
Dibantu ibu.

1 kali semingggu
Dibantu ibu

1 kali seminggu
Dibantu ibu

3 kali sehari
Dilakukan sendiri

3 kali sehari
Dibantu ibu

Sebelum Sakit
Ke sekolah PAUD, bermain
dirumah.
Diimbangi dengan tidur
siang
Tidak ada

Saat Sakit
Istirahat dirumah

Tidak ada

Tidak ada

Sebelum Sakit
Senang dan rajin ke sekolah
Sepulang sekolah
Sangat senang, bahkan
terkadang tidak ingin pulang
Rekreasi/ jalan-jalan
Rekreasi/ istirahat dirumah

Saat Sakit
Tidak sekolah/ ijin
Total
Tidak ada rekreasi

Tidak ada
Tidak ada

H. Rekreasi
1.
2.
3.
4.
5.

Kondisi
Perasaan saat sekolah
Waktu luang
Perasaan setelah
rekreasi
Waktu senggang klg
Kegiatan hari libur

XI. Pemeriksaan Fisik


1. Keadaan umum
: tampak lemah, sakit berat
2. Kesadaran
: menurun (somnolen)
3. Tanda tanda vital :
a. Tekanan darah
: menurun
b. Denyut nadi
: takikardi
c. Suhu
: meningkat
d. Pernapasan
: meningkat

Digunakan untuk istrht


Digunakan untuk istrht

4. Berat Badan : 13 kg
5. Tinggi Badan : 110 cm
6. Kepala
Inspeksi
Keadaan rambut & Hygiene kepala
: bersih
a. Warna rambut
: hitam
b. Penyebaran
: merata
c. Mudah rontok
: tidak
d. Kebersihan rambut
: bersih
Palpasi
Benjolan : ada / tidak ada
: tidak ada
Nyeri tekan : ada / tidak ada
: ada
Tekstur rambut : kasar/halus
: halus
7. Muka
Inspeksi
a. Simetris / tidak : simetris
b. Bentuk wajah : bulat
c. Gerakan abnormal
: tidak ada
d. Ekspresi wajah : gelisah
Palpasi
Nyeri tekan / tidak
: ada
Data lain
: sakit kepala saat bangun atau duduk
8. Mata
Inspeksi
a. Pelpebra
: tidak ada edema
tidak ada radang
b. Sclera
: Anichterus
c. Conjungtiva
: Merah muda
d. Pupil
: Isokor
Refleks pupil terhadap cahaya : mengecil/ada.
e. Posisi mata :
Simetris / tidak
f. Gerakan bola mata
g. Penutupan kelopak mata
h. Keadaan bulu mata
i. Keadaan visus
j. Penglihatan
Palpasi
Tekanan bola mata
Data lain
9. Hidung & Sinus
Inspeksi
a. Posisi hidung
: normal
b. Bentuk hidung : normal
c. Keadaan septum : normal
d. Secret / cairan : tidak ada
Data lain

: simetris
: simetris
: normal
: normal
: menurun
: normal
::-

: nafas cuping hidung, sianosis

10. Telinga
Inspeksi
a. Posisi telinga
: simetris
b. Ukuran / bentuk telinga
: normal
c. Aurikel
: normal
d. Lubang telinga : Bersih
e. Pemakaian alat bantu
: tidak ada
Palpasi
Nyeri tekan / tidak
Pemeriksaan uji pendengaran
a. Rinne
: Normal
b. Weber
: Normal
c. Swabach
: Normal
Pemeriksaan vestibuler
:Data lain
:11. Mulut
Inspeksi
a. Gigi
- Keadaan gigi
: bersih
- Karang gigi / karies
: tidak ada
- Pemakaian gigi palsu : tidak ada
b. Gusi
Merah / radang / tidak
: normal
c. Lidah
Kotor / tidak
: bersih, normal
d. Bibir
- Cianosis / pucat / tidak
: sianosis kering, membran mukosa kering
- Basah / kering / pecah
: kering, membran mukosa kering
- Mulut berbau / tidak
: tidak
- Kemampuan bicara
: menurun
Data lain
: suara klien pelan, hanya menjawab jika ditanya ibu.
12. Tenggorokan
a. Warna mukosa : pucat
b. Nyeri tekan
: tidak ada
c. Nyeri menelan : tidak ada
13. Leher
Inspeksi
Kelenjar thyroid
: tidak ada pembesaran
Palpasi
a. Kelenjar thyroid : tidak teraba
b. Kaku kuduk / tidak
:c. Kelenjar limfe
: tidak ada pembesaran
Data lain
: sulit menelan
14. Thorax dan pernapasan
a. Bentuk dada
: normal
b. Irama pernafasan: tidak teratur

c. Pengembangan di waktu bernapas


: menurun
d. Tipe pernapasan : dada
Data lain
:Palpasi
a. Vokal fremitus
: tidak ada
b. Massa / nyeri
: tidak ada
Auskultasi
a. Suara nafas
: Vesikuler
b. Suara tambahan
: Ronchi dan Wheezing
Perkusi
: Redup / pekak
Data lain
:15. Jantung
Palpasi
Ictus cordis
: tidak teraba
Perkusi
Pembesaran jantung
: tidak ada
Auskultasi
a. BJ I
:b. BJ II
:c. BJ III
:d. Bunyi jantung tambahan
: ada (komplikasi endokarditis)
Data lain
:16. Abdomen
Inspeksi
a. Membuncit
: tidak
b. Ada luka / tidak : tidak
Palpasi
a. Hepar
: tidak teraba
b. Lien
: tidak teraba
c. Nyeri tekan
: tidak ada
Auskultasi
Peristaltik
: normal
Perkusi
a. Tympani
b. Redup
Data lain
:17. Genitalia dan Anus
: normal
18. Ekstremitas
Ekstremitas atas
a. Motorik
- Pergerakan kanan / kiri
: melemah
- Pergerakan abnormal
: tidak ada
- Kekuatan otot kanan / kiri
: menurun
- Tonus otot kanan / kiri
: normal
- Koordinasi gerak
: normal
b. Refleks
- Biceps kanan / kiri
: normal

- Triceps kanan / kiri


c. Sensori
- Nyeri
- Rangsang suhu
- Rasa raba

: normal
:::-

Ekstremitas bawah
a. Motorik
- Gaya berjalan :
- Kekuatan kanan / kiri
: melemah
- Tonus otot kanan / kiri
: normal
b. Refleks
- KPR kanan / kiri
:- APR kanan / kiri
:- Babinsky kanan / kiri
:c. Sensori
- Nyeri
:- Rangsang suhu
:- Rasa raba
:Data lain
:19. Status Neurologi.
Saraf saraf cranial
a. Nervus I (Olfactorius) : penghidu : normal
b. Nervus II (Opticus) : Penglihatan : menurun
c. Nervus III, IV, VI (Oculomotorius, Trochlearis, Abducens)
- Konstriksi pupil
: normal
- Gerakan kelopak mata
: normal
- Pergerakan bola mata
: normal
- Pergerakan mata ke bawah & dalam :
d. Nervus V (Trigeminus)
Sensibilitas / sensori
:Refleks dagu
:Refleks cornea
:e. Nervus VII (Facialis)
Gerakan mimik
:Pengecapan 2 / 3 lidah bagian depan....................................................: normal
f. Nervus VIII (Acusticus)
Fungsi pendengaran
: normal
g. Nervus IX dan X (Glosopharingeus dan Vagus)
Refleks menelan
: ada kesulitan menelan
Refleks muntah
: normal
Pengecapan 1/3 lidah bagian belakang : normal
Suara
: agak serak
h. Nervus XI (Assesorius)
- Memalingkan kepala ke kiri dan ke kanan : dapat dilakukan

- Mengangkat bahu
: dapat dilakukan
i. Nervus XII (Hypoglossus)
- Deviasi lidah
: normal
Tanda tanda perangsangan selaput otak
a. Kaku kuduk : b. Kernig Sign : c. Refleks Brudzinski:d. Refleks Lasegu:Data lain:XI. Pemeriksaan Tingkat Perkembangan (0 6 Tahun )
Dengan menggunakan DDST
1. Motorik kasar
2. Motorik halus
3. Bahasa
4. Personal social
XII. Test Diagnostik
= Laboratorium
Leukositosis, AGD menurun, sputum,
= Foto thoraks : terdapat infiltrat pada lapangan paru.
XIII. Terapi saat ini : Pemberian O2 dan terapi parenteral.

B. Klasifikasi Data
Subjektif
Orang tua mengatakan anak merasa sakit
kepala saat bangun
Orang tua menyatakan anak gelisah dan rewel
Mengeluh sesak napas dan bertambah berat saat
beraktifitas
Orangtua mengatakan nafsu makan anak
menurun
Orang tua mengatakan frekuensi dan porsi

Objektif
Tampak gelisah
Sianosis (daerah mulut dan hidung)
Takikardia
Kulit tampak pucat, turgor jelek.
Pemeriksaan : gas darah
Suara napas tambahan : Ronchi (+), Wheezing
(+)
Tampak gelisah

makan dan minum menurun


Orang tua mengatakan anak mengalami
kesulitan tidur sejak sakit
Orangtua mengatakan jenis makanan anak
sengaja dibatasi saat sakit
Orangtua mengatakan personal hygiene anak
dilakukan hanya untuk menjaga kebersihan
tubuh selama sakit.
Orangtua mengatakan anak tidak ingin terpisah
dari orangtua saat sakit.
Orangtua mengatakan merasa lebih lega ketika
anak sudah dirawat di RS, orang tua berharap
penyakiit anak dapat teratasi dan bisa segera
pulang.
Menyatakan batuk produktif
Orangtua mengatakan bahwa suhu tubuh anak
naik (demam) selama 3 hari dan banyak
berkeringat
Orangtua mengatakan bahwa anak melemah
dan sering haus
Orangtua mengeluhkan bahwa adanya muntah
Orang tua mengatakan anak sesak napas
Orangtua mengatakan anak merasa letih
Orrangtua mengatakan merasa lemah

Batuk tidak efektif


Sputum dalam jumlah banyak
Perubahan status mental (somnolensia)
Penurunana TD
Takikardi
Penurunan turgor kulit
Membran mukosa kering
Peningkatan Hematokrit
Demam
Kelemahan
Peningkatan konsentrasi urine
Tampak lemah
Tampak lesu
Tampak penurunan aktifitas
Banyak berbaring
Tampak kurang tenaga
Penampilan kusut
Anak terus menangis dan rewel

C. Analisa data
DATA
DS :
Mengeluh sesak napas
Menyatakan sakit kepala saat
bangun
Orang tua menyatakan anak
gelisah dan rewel
DO :
Tampak gelisah
Sianosis (daerah mulut dan
hidung)
Takikardia
Kulit tampak pucat, turgor
jelek.
Somnolensia
Pemeriksaan : gas darah

ANALISA DATA
Agen penyebab

Infeksi parenkim paru

Reaksi inflamasi

Perubahan membran

Gangguan pertukaran gas

MASALAH
Gangguan pertukaran gas

DS :
Mengeluh sesak napas dan
bertambah
berat
saat
beraktifitas
Menyatakan batuk produktis
DO :
Sianosis
Suara napas tambahan :
Ronchi (+), Wheezing (+)
Tampak gelisah
Batuk tidak efektif
Sputum dalam jumlah banyak

DS :
Mengeluh sesak napas
Mengatakan merasa letih
Mengatakan merasa lemah
DO :
TD menurun
Tampak lemah
Tampak lesu
Tampak penurunan aktifitas
Banyak berbaring
Tampak kurang tenaga
Penampilan kusut
DS :
Orangtua mengatakan bahwa
suhu tubuh anak naik dan
banyak berkeringat
Orangtua mengatakan bahwa
anak melemah dan sering
haus
Orangtua mengeluhkan bahwa
adanya muntah
DO :
Perubahan status mental
(somnolensia)
Penurunana TD
Takikardi
Penurunan turgor kulit
Membran mukosa kering
Peningkatan Hematokrit
Demam
Kelemahan
Peningkatan konsentrasi urine

Agen penyebab

Infeksi parenkim paru

Reaksi inflamasi

Peningkatan produksi eksudat

Ketidak efektifan
kebersihan jalan nafas

Perubahan membran

Ambilan O2menurun

Penurunan energi

Intoleransi Aktifitas

Reaksi Inflamasi

Demam

Diaforesis

Kekurangan volume cairan

Ketidakefektifan kebersihan
jalan nafas

Intoleransi aktifitas

Kekurangan volume cairan

D. Diagnosa Keperawatan
Berdasarkan NANDA 2012-2014
Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan membran kapiler-alveolar,

ditandai dengan :
DS :
Mengeluh sesak napas
Menyatakan sakit kepala saat bangun
Orang tua menyatakan anak gelisah dan rewel
DO :
Tampak gelisah
Sianosis (daerah mulut dan hidung)
Takikardia
Kulit tampak pucat, turgor jelek.
Somnolensia
Pemeriksaan : gas darah
Ketidak efektifan bersihan jalan napas berhubungan dengan eksudat dalam alveoli,
ditandai dengan :
DS :
Mengeluh sesak napas dan bertambah berat saat beraktifitas
Menyatakan batuk produktis
DO :
Sianosis
Suara napas tambahan : Ronchi (+), Wheezing (+)
Tampak gelisah
Batuk tidak efektif
Sputum dalam jumlah banyak
Kekurangan volume cairan berhubungan dengan kehilangan ciran aktif :
DS :
Orangtua mengatakan bahwa suhu tubuh anak naik dan banyak berkeringat
Orangtua mengatakan bahwa anak melemah dan sering haus
Orangtua mengeluhkan bahwa adanya muntah
DO :
Perubahan status mental (somnolensia)
Penurunana TD
Takikardi
Penurunan turgor kulit
Membran mukosa kering
Peningkatan Hematokrit
Demam
Kelemahan
Peningkatan konsentrasi urine
Intoleransi aktifitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suply dan
kebutuhan O2, ditandai dengan :
DS :
Mengeluh sesak napas
Mengatakan merasa letih

Mengatakan merasa lemah


DO :
TD menurun
Tampak lemah
Tampak lesu
Tampak penurunan aktifitas
Banyak berbaring
Tampak kurang tenaga
Penampilan kusut
Masalah kolaboratif : Hipoksemia, asidosis respiratorik, insufisiensi pernapasan
dan sepsis.
E. Intervensi dan Rasional
No
.
1.

Diagnosa
Rencana Tindakan
Tujuan/Kriteria Hasil
Intervensi
Keperawatan
Gangguan
Setelah dilakukan
1. Manajemen Asampertukaran gas b/d
perawatan selama 3 hari,
Basa :
perubahan membran diharapkan Gangguan
- Pantau status mental
kapiler-alveolar,
pertukaran gas akan
(tingkat kesadaran,
ditandai dengan :
berkurang yang
gelisah & konfusi)
DS :
dibuktikan oleh :
- Berikan obat yang
Mengeluh sesak
diresepkan untuk
Keseimbangan eletrolit
napas
mempertahankan
an asam-basa
Indikator :
Menyatakan sakit
keseimbangan asam-basa
- turgor & warna kulit 2. Manajemen Elektrolit
kepala saat bangun
- gelisah & rewel
Orang tua
- Pantau kadar elektrolit
- sianosis
menyatakan anak
- Peningkatan frekeunsi
- sakit kepala
gelisah dan rewel
pemantauan jika
Memiliki status
DO :
somnolen
pernapasan :
Tampak gelisah
- Konsultasikan dengan
pertukaran gas normal
Sianosis (daerah
dokter tentang
Indokator :
mulut dan hidung)
pentingnya pemeriksaan
- konsetrasi gas darah
Takikardia
gas darah arteri dan
- sesak napas
- gelisah
Kulit tampak pucat,
penggunaan alat bantu
- somnolen
turgor jelek.
sesuai kondisi klien.
sianosis
Somnolensia
3. Terapi Oksigen :

Tanda-tanda
vital
dalam
Pemeriksaan :
- Pantau saturasi O2
rentang normal
gas darah
- Obsevasi terhadap
Indikator :
sianosis, terutama
- Kondisi suhu tubuh
membran mukosa mulut
- Nadi
- Jelaskan kepada
- Respirasi
orangtua/keluarga
- Tekanan Darah
tentang penggunaan alat
bantu yang diperlukan
- Jelaskan kepada klien
dan orangtua alasan
pemberian O2 dan

Rasional
Meningkatkan
keseimbangan
asam-basa dan
mencegah
komplikasi akibat
ketidak
seimbangan asambasa

Meningkatkan
keseimbangan
elektrolit dan
mencegah
komplikasi akibat
kadar elektrolit
serum yang tidak
normal.
Memberikan
oksigen dan
memantau
efektifitasnya.

Mengumpulkan

2.

3.

tindakan lainnya.
4. Pemantauan Tandatanda vital :
- Kaji Suhu tubuh, Nadi,
Respirasi dan Tekanan
darah
- Kaji suara paru,
frekuensi napas,
Setelah dilakukan
kedalaman dan usaha
perawatan selama 5 hari, napas dan produksi
diharapkan klien
sputum sebagai indikator
menunjukkan
keefektifan alat
pembersihan jalan napas penunjang
yang efektif, yang
- Laporkan perubahan
dibuktikan oleh :
Ketidak efektifan
pada data pengkajian
bersihan jalan napas Pencegahan aspirasi
terkait
Indikator :
b/d eksudat dalam
- batuk produktif
alveoli, ditandai
- batuk tidak efektif
dengan :
1. Manajemen jalan
- sputum dalam jumlah
DS :
napas :
banyak
Mengeluh sesak
- kaji dan
napas dan bertambah Status pernapasan :
dokumentasikan
berat saat beraktifitas
kepatenan jalan napas. keefektifan pemberian
Menyatakan batuk
O2& terapi lain,
Indikator :
produktif
keefektifan obat, gas
- sianosis
DO :
- suara napas tambahan darah arteri, frekuensi dan
Sianosis
kedalaman napas, nyeri,
- gelisah
Suara napas
batuk tidak efektif, mukus
- sesak napas
tambahan : Ronchi
kental dan keletihan
- sputum
(+), Wheezing (+)
- Lakukan atau bantu
Tampak gelisah
dalam terapi aerosol,
Batuk tidak efektif
nebulizer dan perawatan
Sputum dalam
paru sesuai kebijakan dan
jumlah banyak
protokol institusi.
- Beritahu dokter tentang
hasil gas darah yzng
abnormal.
-Atur posisi klien yang
memungkinkan untuk
mengembangkan rongga
dada.
- Seimbangkan kebutuhan
terhadap pembersihan
jalan napas dengan
kebutuhan untuk
menghindari keletihan
akibat batuk.
- Biarkan anak memegang

dan menganalisa
data
kardiovaskuler,
suhu tubuh dan
pernapasan untuk
menentukan dan
mencegah
komplikasi.

Memfasilitasi
kepatenan jalan
udara

Mencegah atau
meminimalkan
faktor resiko
aspirasi

Kekurangan volume
cairan berhubungan
dengan kehilangan
ciran aktif :
DS :
Orangtua
mengatakan bahwa
suhu tubuh anak naik
dan
banyak
berkeringat
Orangtua
mengatakan bahwa
anak melemah dan
sering haus
Orangtua
mengeluhkan bahwa
adanya muntah
DO :
Perubahan
status
mental
(somnolensia)
Penurunana TD
Takikardi
Penurunan
turgor
kulit
Membran
mukosa
kering
Peningkatan
Hematokrit
Demam
Kelemahan
Peningkatan
konsentrasi urine

stetoskop dan mendengar


bunyi napasnya sendiri.
2. Kewaspadaan aspirasi
- Jelaskan pada
orangtua/keluarga tentang
penggunaan yang benar
peralatan pendukung.
Setelah dilakukan
- informasikan kepada
perawatan selama 5 hari, orangtua/keluarga tentang
diharapkan kekurangan
larangan merokok.
cairan dapat teratasi
- Beri penekanan kepada
dengan kriteria hasil :
orangtua bahwa batuk
sangat penting bagi anak
Keseimbangan cairan.
dan batuk tidak selalu
Indikator :
harus diredakan dengan
- Nadi : Takikardi
obat.
- Respirasi
- Ajarkan
- Hematokrit
orangtua/keluarga tentang
- Konsentrasi urine
makna perubahan sputum
- Tekanan darah
- Demam, diaforesis
1. Manajemen cairan :
- Status mental :
- Pantau status hidrasi
somnolen
- identifikasi faktor
Hidrasi. Indikator :
pengaruh terhadap
- Turgor kulit
bertambah buruknya
- Membran mukosa
dehidrasi
Status nutrisi : Asupan
- Laporkan dan catat
makanan dan cairan.
haluranan jika kurang
Indikator :
dari _____ml
- jumlah intake dalam
- Berikan terapi IV sesuai
24 jam.
program.
- Tingkatkan asupan oral.
- Pasang kateter urine
bila perlu.
- Berikan cairan sesuai
kebutuhan.
2. Manajemen
hipovolemia :
- Observasi khususnya
terhadap kehilangan
cairan yang tinggi
elektrolit
- Pantau hasil
laboratorium yang
relevan dengan
keseimbangan cairan
- Kaji orientasi terhadap
orang, tempat dan waktu.

Meningkatkan
keseimbangan
cairan dan
mencegah
komplikasi akibat
kadar cairan yang
abnormal tau tidak
diharapkan.

Mengembangkan
volume cairan
intravaskuler pada
penurunan volume
cairan.

Membantu atau
menyediakan
asupan makanan
dan cairan dalam

4.

- Laporkan abnormalitas
elektrolit.
- Atur kesediaan produk
darah untuk transfusi bila
diperlukan.
3. Manajemen Nutrisi :
- Tentukan jumlah cairan
yg masuk dalam 24 jam,
hitung asupan yang
diinginkan sepanjang sift
siang, sore, malam.
- Tawarkan cairan yang
disukai anak (susu, jus,
dll.)
- Anjurkan orangtua
Setelah dilakukan
untuk membuat
perawatan selama 5 hari, permainan dengan
diharapkan klien dapat
minuman (pesta teh,dll.).
mentoleransi aktifitas
- Buat bagan dan berikan
yang biasa dilakukan
anak gambar stempel atau
(meminimalkan
stiker ketika asupan
kebutuhan tubuh
cairan adekuat.
terhadap O2) yang
- sediakan sedotan atau
dibuktikan oleh :
anjurkan orangtua untuk
membuat makanan dalam
Toleransi terhadap
Intoleransi aktifitas
bentuk menarik.
aktifitas.
b/d
- Anjurkan anak untuk
Indikator :
ketidakseimbangan
menginformasikan pada
- keletihan
antara suply dan
perawat atau orangtua
- lemah
kebutuhan O2,
bila haus.
Mendemonstrasikan
ditandai dengan :
penghematan energi.
DS :
1. Manajemen energi :
- sesak napas
Mengeluh sesak
- Tentukan penyebab
- Tanda-tanda vital
napas
keletihan
Mengatakan merasa
- Pantau respon oksigen
letih
klien terhadap aktifitas
Mengatakan merasa
keperawatan
lemah
- Pantau asupan nutrisi
DO :
- Pantau dan
TD menurun
dokumentasikan pola
Tampak lemah
tidur dan lama tidur
Tampak lesu
- Ajarkan
Tampak penurunan
orangtua/keluarga tentang
aktifitas
teknik perawatan diri
Banyak berbaring
yang meminimalkan
Tampak kurang
konsumsi O2
tenaga
- Beri periode istirahat
Penampilan kusut
yang adekuat

diet seimbang.

Mengatur
penggunaan
energi untuk
mengatasi atau
mencegah
keletihan.

Memanipulasi
lingkungan untuk
memperoleh efek
terapeutik dan
kenyamanan bagi
klien.

2. Manajemen
lingkungan :
-Antisipasi kebutuhan
terhadap makanan, air,
rasa nyaman, gendongan
dan stimulasi untuk
mencegah tangisan yang
tidak perlu.
-Informasikan kepada
orangtua/keluarga untuk
membatasi rangsangan
lingkungan /kebisingan.

DAFTAR PUSTAKA

Doengens, M., Moorhouse, M., dan Geissler,A. (2000). Rencana Asuhan Keperawatan. Penerbit
Buku Kedokteran EGC. Jakarta.
Herdman, T. Heather. (2013). Diagnosis Keperawatan : Definisi dan Klasifikasi 2012-2014.
Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta.
http://m2nkners.com/askep/full%20penyimpangan%20kdm/
http://www.artikelkeperawatan.info/asuhan-keperawatan-bronchopneumonia-219.html
Kumala, P., (et.al.). (1998). Kamus Saku Kedokteran Dorland Edisi 25. Penerbit Buku Kedokteran
EGC. Jakarta.
Wijaya, P. (2013). KMB 1 (Keperawatan Medikal Bedah). Nuha Medika. Yogyakarta.
Wilkinson, J., dan Ahern, N. (2009). Buku Saku Diagnosis Keperawatan Edisi 9. Penerbit Buku
Kedokteran EGC. Jakarta.

PENYIMPANGAN KDM BRONCHOPNEUMONIA


Bakteri

Virus

Jamur

Benda Asing

Udara
Inhalasi

Aspirasi

Perluasan
langsung

Penyebaran
hematogen

Infeksi Parenkim Paru


Reaksi Inflamasi
Peningkatan produksi
Eksudat

Perubahan Membran
Demam

Ketidak-efektifan
Bersihan Jalan
Napas

Atelektasis

Edema Trakeobronkial
Diaforesis

Sesak Napas

Sekret statis, kerja silia

Sukar Menelan

Bronkus Menyempit

Kekurangan volume cairan


Kerusakan

Ambilan O2

Pertukaran Gas
ATP

Pusing,
Sakit kepala

Lemah, Letih

Mual, Muntah

Intoleran
Aktifitas

Resiko
Aspirasi