You are on page 1of 8

IPM merupakan organisasi sayap gerakan Muhammadiyah di kalangan pelajar.

Ketika berbicara IPM
secara ideologis, tentu tidak bisa melepaskan diri dari organisasi induk yaitu Muhammadiyah. Sebagai
gerakan pelajar Muhammadiyah, paham ke-Islaman IPM pun harus merujuk kepada pemahaman
Islam ala Muhammadiyah. Maksud dan tujuan Muhammadiyah harus dijadikan sebagai rujukan bagi IPM
ketika bergerak, setiap kader IPM harus benar-benar meresapi ideologi gerakan Muhammadiyah,
melanjutkan visi kenabian yaitu amar ma’ruf nahi munkar tu’minuna billah dalam rangka mewujudkan
baldatun thoyyibatun warabbun ghofur.
Pemahaman kader IPM terhadap Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam Dakwah Amar
Ma’ruf Nahi Munkar menjadi mutlak disyaratkan. Setiap kader IPM wajib mengetahuinya dengan cara
membaca sejarah perjuangan Muhammadiyah, pemikiran dan teladan tokoh-tokoh Muhammadiyah,
keputusan-keputusan organisasi, hingga buku-buku yang mengkaji tentang Muhammadiyah
kontemporer. Maka sungguh sangat memalukan bila mengaku kader Muhammadiyah (IPM) namun tidak
mengetahui Muhammadiyah secara mencukupi. Dari pembacaan terhadap “kemuhammadiyah” itulah
nantinya kader IPM selanjutkan mampu mengkontekstualisasikan dalam menggerakkan organisasi
saat dan di masa depan, baik dari segi ideologi dan strategi gerakan. Jangan sampai kita mudah silau dan
terpesona terhadap ideologi, pemikiran tokoh atau gerakan tertentu di luar Muhammadiyah, padahal belum
secara serius mempelajari para pemikiran tokoh dan gerakan Muhammadiyah. Bukan berarti kita bersikap
tertutup dengan sesuatu hal yang baru, namun kita harus bangga terhadap khazanah dan inovasi yang ada
di gerakan Muhammadiyah. “Menjaga tradisi lama yang baik, serta mengambil sesuatu yang baru yang
lebih baik”. Mungkin qoidah ushul fiqh itu bisa kita terapkan dalam membangun gerakan pelajar
Muhammadiyah ini.
Akibat tumpulnya pembacaan terhadap sejarah pergerakan inilah IPM mengalami krisis ideologi
dan gerakan. Kader-kader IPM di struktur pimpinan miskin inisiatif, tidak mampu membaca realitas
kontemporer, dan rabun melihat masa depan. Ini akan sangat berbeda sekali apabila teman-teman IPM
memahami betapa pentingnya penguasaan terhadap sejarah pergerakan, baik itu pergerakan Indonesia,
Muhammadiyah, Pelajaran, dan khususnya IPM sendiri. Siapa yang menguasai sejarah maka dia akan
menguasai sejarah masa depan. Dia akan belajar untuk tidak jatuh pada lubang yang sama, memperbaiki
kesalahan masa lalu, memodifikasi atau bahkan berinovasi dari bahan masa lalu untuk masa depan yang
lebih baik. Tapi sekali lagi, ternyata sejarah mengajarkan kita bahwa “kita sering melupakan sejarah”
pergerakan itu sendiri. Hingga kini saya masih berkeyakinan bahwa lemahnya tradisi iqra (membaca)
menjadi penyebab utama para kader IPM tidak mampu belajar dari sejarah. Maka menurut saya proyek
besar “membangun tradisi membaca (ditambah menulis)” menjadi unfinished movement project (proyek
pergerakan yang belum selesai).
Sebagai organisasi yang mempunyai basis massa pelajar, IPM harus benar-benar memahami
siapa pelajar itu sejatinya, apa, bagaimana, serta mengapa berbagai macam persoalan muncul di tengahtengah dunia pelajar. Menjadi sangat aneh dan lucu, bila mengklaim dirinya sebagai gerakan pelajar namun
tidak mampu memahami secara mendalam (radical) seluk-beluk “pelajar” (filosofis, sosiologis, psikologis,
politis). Untuk mampu menjadi pelopor di dunia pergerakan pelajar, maka IPM harus
mempunyai epistemologi (sumber pengetahuan) untuk membongkar dinamika di kalangan pelajar.
Pemahaman terhadap falsafah manusia, falsafah pendidikan, serta falsafah pergerakan harus terus
menjadi kajian dan diinternalisasikan lingkungan IPM. Agar para kader menyadari tentang hakikat
kemanusiaan, proses pendidikan, serta bagaimana melakukan gerakan perubahan di kalangan pelajar dan
masyarakat. Hakikat kemanusian dan pendidikan menjadi dua tema kajian yang tidak dapat dipisahkan
salah satu diantara keduanya, apalagi bila dikaitkan dengan proses pengaderan (perkaderan), karena
perkaderan itu sendiri merupakan bagian dari “proses pendidikan” yang mempunyai tujuan “pemanusiaan”
subjek. Setiap kader harus menjadi subjek yang sadar mengapa mereka harus bergerak, bukan karena
keterpaksaan tapi karena pembacaan kritis terhadap realitas sosio-historis yang sedang mereka hadapi.
Sebagai jantung inti dari gerakan, kaderisasi IPM harus terus dijalankan, meskipun demikian
perkaderan yang seperti apa yang akan diimplementasikan? Dalam konteks ini IPM memerlukan sebuah
paradigma pendidikan yang sesuai dengan fitrah gerakan yang kritis, humanis dam transformatif. Dalam
konteks ini, menurut saya, paradigm pendidikan kritis masih sangat relevan untuk dijadikan sebagai bahan
referensi untuk melakukan internalisasi nilai-nilai gerakan pelajar kritis-transformatif. Dengan paradigma
pendidikan kritis yang dijadikan sebagai cara pandang perkaderan, diharapkan seluruh kader IPM mampu
menjadi subjek perubahan yang sejatinya, baik di level individu mau gerakan. Konsekuensinya, seluruh

Program-program penyadaran. bukan mustahil IPM akan sangat diperhitungkan di dunia persialatan gerakan pelajar. Keberlanjutan antar pimpinan dan periode harus usahakan. kurang afdhol bila tidak merujuk kepada IPM sebagai gerakan yang concern melakukan advokasi (penyadaran. media dan pengambil kebijakan. Sebaliknya ketika sebuah gerakan mampu mampu melakukan praktek refleksi-aksi atau aksi-refleksi secara simultan dan seimbang maka proses problematisasi gerakan akan sangat mudah dilakukan. Ibarat pohon. Problematisasi harus dilakukan bila suatu gerakan ingin terus berkelanjutan dan berperan strategis di dunia pergerakan. kebijakan pemerintah tentang tata kota yang tidak ramah kaum muda. serta mengkontekstualisasikan kembali cara pandang. serta aktif terlibat dalam memberikan solusi) terhadap problematika kaum pelajar. serta pohon jati lama tapi cukup memberi manfaat besar. menafsirkan. yaitu kaum pelajar Muhammadiyah (dan lainnya) di seluruh Indonesia. Keberlanjutan sebuah gerakan akan sangat dipengaruhi oleh ide. fasilitas pengembangan potensi kaum muda yang minim dan serta masih banyak lagi yang lainnya. korban kekerasan pendidikan. Berdasarkan landasan historis yang dimiliki. Singkatnya IPM adalah penyambung lidah rakyat (pelajar). pendampingan. Kader-kader IPM dengan kekuatan struktur yang dimilikinya harus mampu membangun kultur kritisisme (sadar. analisa budaya. Dengan bantuan analisa sosial. IPM harus berpatisipasi aktif serta menawarkan bahkan terobosan alternatif untuk menjawab persoalan di atas. Dengan paradigm kritis yang dimilikinya IPM memungkinkan melakukan pembacaan terhadap realitas dunia kepelajaran secara mendalam. pergaulan bebas. Ketika sebuah gerakan telah mengalami kemalasan “mendialektikakan” antara pemikiran dan praktek gerakan. kejumudan. peka. paradigm kritis transformatif. dikerjakan dan dilanjutkan. pendangkalan. Ketika berbicara tentang pelajar. peduli. target budaya konsumerisme dan hedonism. analisa kebijakan.strategi. serta gerakan seni-budaya IPM. serta akan memunculkan inovasi yang kreatif untuk menjawab persoalan yang diproblematisasikan. pemberdayaan serta pembelaan terhadap pelajar harus secara matang disiapkan. perspektif. korban kebijakan pendidikan negara. ditafsirkan serta dikontekstualisasikan oleh para kadernya. gerakan advokasi. sosial-politik. Ditambah lagi secara historis sudah dijelaskan berdasarkan dokumen resmi organisasi IPM di beberapa Muktamar yang lalu. Dengan mengamalkan kritisme secara istiqomah (konsisten dan berkelanjutan). didiskusikan. menengah. Berbagai macam persoalan di kalangan pelajar. Untuk merespon berbagai masalah tersebut. Program kaderisasi harus terus digalakankan disertai berbagai macam follow up di berbagai . korban konflik dan kekerasan. IPM akan terbantukan dalam membongkar kompeksitas persoalan yang melingkupi pelajar. dan kemudian memberikan penyelesaian terhadap berbagai macam persoalan yang dihadapi kaum pelajar. Pembacaan kritis harus dilakukan untuk menemukan akar persoalan. mulai dari ancaman bahaya terorisme agama. ilmu. serta pendek. dan berbagai macam strategi gerakan (ke-islaman. Apa yang dipersoalkan oleh sebuah gerakan pelajar satu dengan yang lainnya akan berbeda. Memang sejak awal harus disadari bahwa ada program yang bersifat jangka panjang. tentu ada program yang bersifat internal dan eksternal. pemberdayaan dan pembelaan) terhadap pelajar. dan tidak peka terhadap realitas yang sedang mengalami perubahan. akses pendidikan yang berkualitas. maka sebuah gerakan pelan namun pasti akan mengalami stagnasi. Tinggal bagaimana para kader IPM sekarang memahami. gerakan Iqra. Membangun jejaring (networking) dengan berbagai gerakan pelajar. Dalam rangka mencapai maksud dan tujuannya. serta SWOT. Artinya ada program yang secara khusus diorientasikan untuk penguatan internal organisasi (internal) serta program yang mempunyai maksud memberi manfaat kepada publik pelajar secara umum (eksternal). Itulah beberapa contoh berbagai macam persoalan yang dihadapi pelajar saat ini. pemikiran serta paradigma yang terus dikaji. budaya. ormas dan kelompok-kelompok lainnya yang mempunyai maksud tujuan yang sama dari berbagai macam program yang dimiliki harus dilakukan. Tanpa harus mengorbankan idealisme dan karakter IPM tentunya. sehingga program-program utama gerakan tersebut bisa dirasakan manfaatnya jauh ke depan bukan hanya bersifat sementara. rendahnya minat baca. karena hal tersebut dipengaruhi oleh perbedaan paradigma yang dimiliki oleh gerakan. ada pohon pisang yang cepat berbuah. program-program. bahaya narkoba. dll) IPM harus melakukan pembacaan terhadap problematika yang dihadapi dan dialami. metode gerakan IPM pun harus mencerminkan paradigma pendidikan kritis tersebut. baik disadari maupun tidak disadari oleh basis massa gerakannya. objek politik. semisal gerakan sekolah kader. menguraikan keterkaitan unsur-unsur masalah. gagasan. paradigm kritis tersebut dalam upaya revitalisasi gerakan agar lebih mencerahkan dan menggerakkan di dunia pelajar. Program-program kerja gerakan unggulan juga harus terus dikerjakan tanpa henti. birokratis. karena IPM tidak bergerak sendiri dan bisa belajar dari gerakan lainnya. NGO. pendampingan.

maka niscaya IPM akan terus mampu menjadi subjek sekaligus penggerak sejarah pergerakan pelajar. Niscaya proyek gerakan IPM yang belum terwujud akan bisa diselesaikan. gagasan atau pemikiran besar yang menggerakkan . Penerbitan bulletin dan majalah digiatkan sebagai media komunikakasi dan informasi gerakan. dengan kemampuan menulis di media komunitas atau bahkan media massa para kader bisa mengkampayekan atau mengadvokasi suatu persoalan publik. Kampaye anti tawuran dan kekerasan di dunia pendidikan menjadi salah satu penyadaran yang terus disuarakan. Advokasi terhadap kebijakan pendidikan yang merugikan pelajar harus dilakukan. pertama adanya ide. oleh para kader pelopor yang mampu mengabungkan ketiga hal tersebut. sejarahlah yang akan menjadi saksi. Kajian-kajian Islam Kritis rutin dan terprogram harus terus dihidupkan. anggota dan pelajar secara umum menjadi bagian yang tidak terpisahkan. kasus UN misalnya. perubahan akan terjadi paling tidak oleh tiga hal.level struktur. anti narkoba. Misalnya mewadahi komunitas mural dan kartunis dengan pesan-pesan kritis dan edukatif. Dan itu mungkin terjadi. Bila ketiga ini secara bersamaan hadir dan saling berkaitan. Gerakan Budaya juga bisa dilakukan bersinergi dengan advokasi pelajar. poster-poster anti kekerasan dan tawuran. Berangkat dari pengalaman dan mungkin beberapa teori gerakan. Pendidikan kewarganegaraan dan pendidikan politik di kalangan kader. kedua individu pelopor dan kreatif. Gerakan iqra’ (kesadaran membaca) terus digaungkan. Gerakan advokasi sebagai bagian dakwah gerakan bisa kerjakan dalam berbagai program tergantung kebutuhan di masing-masing lokal. serta gerakan Da’i dengan berbagai modifikasi yang inovatif dan kreatif. anti politik uang. baik cetak maupun di dunia maya. Dan kalau perlu mendirikan perpustakaan komunitas sebagai ruang aktivitas para pegiat literasi di lingkungan IPM. Membangun kesadaran membaca baik level struktural dan kultural terus didengungkan dengan berbagai macam kegiatan. Sekolah kader harus direvitalisasi sebagai kantong-kantong kader pelopor IPM di berbagai level. program Sastra Masuk Sekolah harus direvitalisasikan sebagai jawaban terhadap rendahnya kemampuan literasi di kalangan muda Indonesia. dengan memberi ruang apresiasi seni yang kritis yang melakukan kampaye penyadaran di kalangan pelajar.Tragedi Nol Buku tentang rendahnya minat membaca (terutama sastra) sudah menjadi wabah yang cukup mengkhawatirkan.** . Bukan hanya itu gerakan iqra juga bisa dijadikan sebagai gerakan advokasi. serta ketiga yang terakhir adalah kelompok minoritas yang kreatif . misalnya level pimpinan harus mempunyai perpustakan mini di masing-masing kantor. Dan yang lain yang dilakukan lagi adalah mewadahi bakat para pelajar penyair dengan puisi-puisi mereka mampu mencerahkan dan menggerakkan untuk melakukan perubahan. dan politisi busuk. karena secara faktual gerakan ini belum memuaskan. Pelatihan Jurnalistik diselenggarakn secara berkala dan berkelanjutan.

Karena.IDEOLOGI GERAKAN IPM: ISLAM BERKEMAJUAN Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) adalah organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah. “maju”. Pikiran-pikiran dasar dan langkah-langkah awal Kiyai Dahlan sejak berdiri semuanya menunjukkan pada watak Islam yang berkemajuan . Ketika berbicara IPM secara ideologis.a. tercantum kata “memajukan” dalam frasa tujuan Muhammadiyah. tentu tidak bisa melepaskan diri dari organisasi induk. setiap kader IPM harus benar-benar meresapi ideologi gerakan Muhammadiyah.. jadilah Kiyai yang maju.b. yang melahirkan keunggulan hidup lahiriah dan ruhaniah. sarta cocok kaliyan pikajenganipun jaman kemajengan. Hampir satu abad yang lalu.. “memajukan”. merupakan gerakan Islam. Islam selain mengandung ajaran berupa perintah-perintah dan larangan-larangan tetapi juga petunjuk-petunjuk untuk keselamatan hidup umat manusia di dunia dan akhirat. termasuk gerakan IPM. Maksud dan tujuan Muhammadiyah harus dijadikan sebagai rujukan bagi IPM ketika bergerak. narasi tersebut tertuang dalam bahasa Jawa.” Dari ungkapan itulah rumusan “Islam yang berkemajuan” diambil dan kemudian menjadi karakter utama gerakan Muhammadiyah . Oleh karena itu. idiom “kemajuan”. IPM berkeyakinan bahwa Islam sebagai risalah yang dibawa para nabi hingga nabi akhir zaman Muhammad s. seringkali mengungkapkan pentingnya berkemajuan. (AD IPM: Pasal 3). Islam merupakan nilai utama sebagai fondasi dan pusat inspirasi yang menyatu dalam seluruh denyut nadi gerakan. Gerakan IPM dalam perspektif ideologi keagamaan-nya sudah seharusnya menampilkan pandangan Islam yang berkemajuan. 2 Tahun I/1915. Bagi IPM. untuk mewujudkan Islam sebagai agama kemajuan hidup umat manusia sepanjang zaman. yaitu Muhammadiyah. adalah agama Allah yang lengkap dan sempurna. ujar Kiyai. Menjadi Kiyai. paham ke-Islaman IPM harus merujuk kepada pemahaman Islam menurut Muhammadiyah. berakidah Islam dan bersumber pada Al-Qur‘an dan AsSunnah.anggautanja”. Dalam Statuten pertama kali tahun 1912. Memajoekan hal agama kepada anggauta. Kiyai Dahlan. Dalam tulisan utuh Kiyai Dahlan informasi sebagai satu-satunya tulisan tahun 1921 dan menurut lengkap yang diwariskan . “Awit miturut paugeraning agami kita Islam. dakwah amar makruf nahi munkar dan tajdid. Islam merupakan agama yang mengandung nilai-nilai kemajuan untuk mewujudkan kehidupan umat manusia yang tercerahkan. Kemajuan dalam pandangan Islam adalah kebaikan yang serba utama. yang dikutip Kuntowijoyo (2001) termuat dalam majalah SwaraMoehammadijah No. yaitu ideologi Islam berkemajuan. (HPT: Kitab Masailul Khomsah). IPM sebagai organisasi sayap gerakan Muhammadiyah di kalangan pelajar sebagai pilihan basis masanya. Boleh jadi kemunculannya bukan seketika sebagai idiom baru. yaitu “. dan “berkemajuan” telah melekat dalam pergerakan Muhammadiyah sejak awal berdiri hingga dalam perjalanan berikutnya. Mengapa Islam Berkemajuan? Narasi “Islam yang berkemajuan” yang begitu populer di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah.w.

istilah “Islam yang Berkemajoean” yang digunakan oleh Muhammadiyah di awal abad ke 20 (1912). Kemudian “Islam Berkemajoean” awal abad ke 20 disandingkan oleh Amin Abdullah (2011) dengan istilah “Islam Progressive” (Islam yang Maju atau Islam Berkemajuan). Kiyai menyebut “tali pengikat hidup manusia adalah pengetahuan yang terlalu amat besar bagi kemanusiaan umumnya. Pelajar yang menggelorakan misi antiperang. orang yang mempunyai akal. Islam yang Berkemajuan yang dinyatakan dalam judul tulisan ini adalah Islam yang berada di tengah-tengah arus putaran globalisasi dalam Praxis. Istilah “berkemajuan” juga diperkenalkan dalam memberikan ciri tentang masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Kiyai juga mengulas tentang pentingnya para pemimpin umat bersatu hati. serta berbagai masalah yang dihadapi Muhammadiyah dan umat Islam. dan perbedaan antara pintar dengan bodoh”. globalisasi dan perubahan sosial dalam praktik hidup sehari-hari. belum masuk dalam wilayah praktik. pendidikan akal. dan 1929. kemajuan umat Islam di tanah air dan belahan dunia. serta “Pandangan tentang Kemajuan Agama Islam dan Pergerakan Muhammadiyah Hindia Timur”. kedamaian. Pada Muktamar ke-37 tahun 1968 dikupas tentang karakter masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Dengan kata lain. Pelajar yang secara positif . Jadi. ditulis dalam bahasa Jawa.”. kemakmuran. kebutuhan manusia. 1985). salah satu cirinya adalah. dan keutamaan hidup secara dinamis bagi seluruh umat manusia. Dalam Majalah Suara Muhammadiyah tahun 1922. yang ditandai oleh: “(a) Masyarakat Islam adalahmasyarakat yang maju dan dinamis serta dapat menjadi contoh”. pelajar berkemajuan senada dengan pelajar progresif yang siap bertarung di tengah arus globalisasi dan perubahan sosial. yang berjudul “Tali Pengikat Hidup Manusia” (Syukriyanto AR & A. Pelajar berkemajuan mampu menyemaikan benih-benih kebenaran. keadilan.. sehingga memenuhi bumi”. Dalam pidato iftitah HB Muhammadiyah tahun 1927.. kesempurnaan akal. pemimpin kemajuan Islam. yang menarik hampir lebih separuh dari tulisan itu menguraikan tentang “akal. ciri poin kedua yang tedapat dalam Dua Belas Langkah Muhammadiyah tahun 1938-1942. Di antara sembilan ciri masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. seta berbagai kemunkaran yang menghancurkan kehidupan. pelajar yang menjunjung tinggi kemuliaan manusia baik laki-laki maupun perempuan tanpa diskriminasi. 1928.pendiri Muhammadiyah ini.“Pandangan tentang Agama Islam dan Pergerakan Muhammadiyah”. berturut-turut diangkat tema dan ulasan tentang “Pandangan tentang Kemajuan Islam dan Pergerakan Muhammadiyah”. Ada lagi. dan di frasa itu menunjuk apa yang disebut “. tentang pentingnya Islam sebagai “agami nalar”.. kejahatan kemanusiaan. kebaikan. kemaslahatan. yangdirujuk adalah Al-Qur’an yang dengannya manusia semestinya dapat menyatukan hati. antipenindasan. Selanjutnya. yang mengupas berbagai pandangan Islam. Munir Mulkhan. antiketerbelakangan. eksploitasi alam.globalisasi yang masih dalam tarap teori. bukan globalisasi dalam Theory. antikekerasan. dan anti terhadap segala bentuk pengrusakan di muka bumi seperti korupsi. Dalam tulisan itu. penyalahgunaan kekuasaan.“Masyarakat berkemajuan”. disebutkan tentang pentingnya “Memperluaskan Faham Agama”.. antiterorisme.

Islam yang berkemajuan untuk pencerahan merupakan bentuk transformasi Al-Ma’un untuk menghadirkan dakwah dan tajdid secara aktual dalam pergulatan hidup keumatan. Islam yang berkemajuan menyemaikan benih-benih kebenaran. kemakmuran. kemaslahatan. dan kemanusiaan universal. kejahatan kemanusiaan. dan kebudayaan umat manusia di muka bumi. dan humanisasi (Qs. emansipasi. Gerakan IPM berkomitmen untuk terus mengembangkan pandangan dan misi Islam yang berkemajuan sebagaimana spirit awal kelahiran Muhammadiyah tahun 1912. ras. Paham Islam yang berkemajuan semakin meneguhkan perspektif tentang tajdid yang mengandung makna pemurnian (purifikasi) dan pengembangan (dinamisasi). tetapi sekaligus melakukan pembaruan dalam mu’amalat dunyawiyah yang membawa perkembangan hidup sepanjang kemauan ajaran Islam. liberasi. yang dikenal luas sebagai ideologi yang muaranya melahirkan pencerahan bagi kehidupan. Transformasi Islam bercorak kemajuan dan pencerahan itu merupakan wujud dari ikhtiar meneguhkan dan memperluas pandangan keagamaan yang bersumber pada Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan mengembangkan ijtihad di tengah tantangan kehidupan modern abad ke-21 yang sangat kompleks. Ali Imran ayat 104 dan 110) yang menjadi inspirasi kelahiran Muhammadiyah. Selain itu. Islam yang menjunjung tinggi kemuliaan manusia baik laki-laki maupun perempuan tanpa diksriminasi. antikekerasan. serta berbagai kemunkaran yang menghancurkan kehidupan.memberdayakan. antipenindasan. eksploitasi alam. Secara ideologis. Pencerahan (tanwir) sebagai wujud dari Islam yang berkemajuan adalah jalan Islam yang membebaskan. Islam yang berkemajuan dan melahirkan pencerahan secara teologis merupakan refleksi dari nilai-nilai transendensi.melahirkan keutamaan yang memayungi kemajemukan ras. Tanfidz Keputusan Muktamar ke-46 (2010) menggarisbawahi rencana strategis program nasional bidang kaderisasi dalam kalimat: “Membangunkekuatan dan kualitas pelaku gerakan serta peran dan ideologi gerakan Muhammadiyah dengan mengoptimalkan sistem kaderisasi yang menyeluruh dan berorientasi ke masa depan. dan ketidakadilan hidup umat manusia. dan keutamaan hidup secara dinamis bagi seluruh umat manusia. Khusus yang diistilahkan dengan ”pelaku gerakan” cakupan subjeknya terdiri dari: pemimpin. golongan. keadilan.” Ada tiga kata kunci dalam rencana strategis tersebut: pelaku gerakan. antiterorisme. ketertindasan. antiketerbelakangan. Islam yang mengelorakan misi antiperang. Pandangan Islam yang berkemajuan yang diperkenalkan oleh KH. yaitu pelajar yang dipersiapkan menjadi pelaku gerakan masa depan. kebaikan. Islam yang secara positif melahirkan keutamaan yang memayungi kemajemukan suku bangsa. golongan dan kebudayaan umat manusia di muka bumi. dan sistem kaderisasi. suku. bangsa. ibadah. maka gerakan IPM tidak hanya berhasil melakukan peneguhan dan pengayaan makna tentang ajaran akidah. dan memajukan kehidupan dari segala bentuk keterbelakangan. ideologi gerakan Muhammadiyah. kejumudan. kebangsaan. penyalahgunaan kekuasaan. kedamaian. kader. Ahmad Dahlan melahirkan ideologi kemajuan. dan anggota. Dengan pandangan Islam yang berkemajuan dan menyebarluaskan pencerahan. yang seluruhnya berpangkal dari gerakan . dan akhlak pelajar muslim. dan anti terhadap segala bentuk pengrusakan di muka bumi seperti korupsi. Islam yang berkemajuan memancarkan pencerahan bagi kehidupan.

berkesejahteraan. tanpa pengetahuan tentangnya. Memahami al-Qur’an dan Sunnah Secara Mendalam Bagi IPM. dan lainlain. Bagi IPM. Dalam pesan Al-Qur’an (Qs. dansyuhada ‘ala al-nas (pelaku sejarah) dalam kehidupan manusia. IPM harus mengembangkan gerakan ilmu. Hidup untuk masyarakat dan semesta alam. Komunitas terbaik yang dicita-citakan IPM adalah suatu komunitas pelajar yang di dalamnya ajaran Islam berlaku dan menjiwai seluruh bidang kehidupan yang dicirikan oleh ber-Tuhan dan beragama. Amal shalih adalah karya-karya kreatif dan bermanfaat. komunitas Islam yang diidealisasikan merupakan perwujudan khaira ummah (komunitas terbaik) yang memiliki posisi dan peran ummatan wasatha (komunitas tengahan). Al Baqarah ayat 143). berpersaudaraan. Misi IPM adalah tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali hanya Allah swt. Dengan demikian komunitas terbaik menampilkan corak yang bersifat tengahan. amal shalih tidak sematamata berupa ibadah mahdhah. bermusyawarah. adil. 4. Gerakan ilmu telah dipelopori oleh Kiyai Haji Ahmad Dahlan dalam bingkai yang kokoh sebagaimana disebut sebagai “akal pikiran yang yang suci”. 2. Islam berkemajuan memahami bahwa Islam memiliki pandangan tentang komunitas yang dicita-citakan. berakhlak dan beradab. beragama Islam harus berdasarkan pada al-Qur’an dan al-Sunnah al-Maqbullah. Ali Imran ayat 110. Dalam penghadapan Islam atas realitas zaman. berhukum syar’i. makmur. yakni masyarakat Islam yang sebenarbenarnya. yaitu: 1. dan gerakan pemberuan sebagai alat kemajuan. sedangkan dalam Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah (MKCHM) disebut“akal pikiran yang sesuai dengan jiwa ajaran Islam”. demokratis. Melembagakan Amal Shalih yang Fungsional dan Solutif Iman tidak sempurna tanpa amal shalih. bersih. Berorientasi Kekinian dan Masa Depan Pelajar Muhammadiyah tidak terjebak pada romantisme kejayaan masa lalu. sehingga Islam benar-benar menjadi agama bagi kehidupan yang bersifat kontekstual tanpa kehilangan pijakannya yang autentik pada sumber ajaran. bermartabat. dari berhala (klasik atau modern) yang merusak. lurus. dan berketertiban. merefleksikan kerahmatan Islam dan kasih sayang Allah. 3. Islam puritan yang selalu mengajak kepada aqidah yang murni. mandiri. Dalam beribadah dan bermuamalah wajib menjadikan al-Qur’an dan sunnah sebagai titik pijak. Komunitas yang maju. berpikir dan bertindak baik secara individu . yang menjadi karakter pelajar Muhammadiyah. Memiliki Tauhid yang Murni Tauhid yaitu doktrin sentral dalam Islam.kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah (al-ruju’ ila al-Quran wa al-Sunnah) untuk menghadapi perkembangan zaman. berkepe-mimpinan. Ada lima pondasi utama Islam berkemajuan. berihsan. yang melahirkan format kebudayaan dan peradaban yang berkeseimbangan. Tidak bersifat taqlid (ikut-ikutan) trend. berdaulat. dan berakhlak-mulia (al-akhlaq al-karimah) yang dijiwai nilai-nilai Ilahiah. gerakan pencerahan. berkemajuan. Karakteristik Islam berkemajuan Karakter Islam berkemajuan untuk pencerahan peradaban mampu memberikan kekuatan yang dinamis dalam menghadapkan pelajar Islam dengan perkembangan zaman. Dalam melakukan program. budaya pop.

dengan cara menyelipkan ‘ideologi’ lain yang tidak sejalan dengan Muhammadiyah. dalam praktik. anggota) IPM harus memiliki sikap yang toleran (menghargai dan memahami perbedaan). IPM dengan basis komunitas pelajar harus memainkan kekuatan ilmu untuk membentuk komunitas terbaik. moderat (sederhana. Namun. Dengan kekuatan pemikiran dan pamahaman sebagai titik sentral manusia. teknis. para keder IPM dan pelajar Muhammadiyah tidak lagi dapat menyandang predikat “Pelajar Berkemajuan”. Membentuk Komunitas Terbaik Yang perlu dicermati adalah kenyataan bahwa organisasi IPM sudah “gemuk”. Bersikap Toleran. adil. pelajar. dari bustanul athfal sampai perguruan tinggi. dan ecek-ecek sebagai sumber konflik. lebih-lebih untuk ke depan di tengah pergumulan kehidupan umat manusia yang bercorak pasca-modern. baik dari segi amal Muhammadiyah. khususnya di bidang pendidikan. Muhammadiyah (kader. Kader IPM tidak boleh menjadikan perbedaan masalah-masalah sepele. Tantangan bagi kader IPM adalah betapa besar tanggung jawab dan konsekuensi mengusung ideologi atau pandangan Islam yang berkemajuan di tengah dinamika peradaban modern saat ini. Fanatisme Islam. serta suka bekarja sama. golongan ber-IPM secara berlebihan dan over-reaktif tidak dibenarkan. yang di dalamnya terdiri dari pelajar-pelajar berkemajuan yang memiliki segala bidang ilmu dengan bingkai iman yang kokoh. Moderat. karena Muhammadiyah tidak hidup dalam ruang kosong. ikon perjuangan meraih “Islam yang berkemajoean” sepertinya tetap menarik untuk diperbincangkan dan didiskusikan sepanjang masa. maka gerakan IPM secara internal harus terlebih dulu memajukan dirinya sendiri sebelum memajukan orang lain. dan Suka Bekerja Sama Pelajar Muhammadiyah tidak boleh bersikap elitis dan ekslusif. Akibatnya. Akan sangat mudah ‘lemak’ menempel di badan.maupun kolektif harus menjadikan masa lalu sebagai titik pijak untuk begerak kekinian dan merancang masa depan. Pelajar Muhammadiyah jika ingin disebut berkemajuan. Tahu-tahu. karena istilah “berkemajoean” memang dulunya pada tahun 1912 sangat asing (bada’a ghariban) dan istilah itu sekarang pun kembali menjadi terasa asing (ya’udu ghariban) pada awal abad ke 21 ini. Untuk konteks pelajar Indonesia. 5. atau khairu ummah. (khilafiah). . dan bijaksana). layanan kesehatan dan lain-lainnya. aplikasi dan reaktualisasinya di lapangan ditemui kejanggalan dan keanehankeanehan dalam ber-IPM semaunya sendiri. lembaga dan amal usaha yang telah terlanjur gemuk.