You are on page 1of 5

Berbagai Teori Tentang Sikap dan Perilaku

Menurut Beberapa Referensi
Pengertian perilaku
Menurut Green dan Kreuter (2000), perilaku merupakan hasil dari
seluruh pengalaman serta interaksi manusia dengan lingkungannya
yang terwujud dalam bentuk pengetahuan, sikap dan tindakan.
Perilaku dibentuk melalui suatu proses dan berlangsung dalam
interaksi manusia dan lingkungan. Faktor-faktor yang mempengaruhi
terbentuknya perilaku dibedakan menjadi dua, yaitu faktor intern
dan ekstern. Faktor intern mencakup pengetahuan, kecerdasan,
emosi, inovasi. Faktor ekstern meliputi lingkungan sekitar, baik fi sik
maupun non fi sik seperti iklim, sosial ekonomi, kebudayaan dan
sebagainya.
Skinner (cit Notoatmodjo, 2005), menyatakan bahwa perilaku
merupakan respons atau reaksi seseorang terhadap stimulus
(rangsangan dari luar). Oleh karena itu perilaku terjadi melalui
proses adanya stimulus terhadap organisme dan kemudian
organisme tersebut merespon, maka teori Skinner disebut teori ”SO-R” atau Stimulus-Organism-Response. Berdasarkan teori S-O- R ini
perilaku manusia dikelompokkan menjadi dua, yaitu :

1. Perilaku tertutup (covert behaviour): Perilaku tertutup terjadi bila
respon terhadap stimulus masih belum dapat diamati orang lain (dari
luar) secara jelas. Respon seseorang masih terbatas dalam bentuk
perhatian, perasaan, persepsi, pengetahuan dan sikap terhadap
stimulus yang bersangkutan. Bentuk covert behaviour yang diukur
adalah pengetahuan dan sikap.
2. Perilaku terbuka (overt behaviour): Perilaku terbuka ini terjadi bila
respon terhadap stimulus sudah berupa tindakan atau praktek yang
dapat diamati orang dari luar. Perilaku adalah suatu fungsi dari
interaksi antara individu dengan lingkungannya. Perilaku seseorang
ditentukan oleh banyak faktor. Adakalanya perilaku seseorang
dipengaruhi oleh kemampuannya, adapula karena kebutuhannya dan
ada juga yang dipengaruhi oleh pengharapan dan lingkungannya
(Thoha, 2005). Perilaku merupakan respon seseorang terhadap
stimulus yang berasal dari dalam maupun luar dirinya. Respon ini

mengelompokkan. Memahami (comprehension): Memahami suatu objek bukan sekedar tahu terhadap objek tersebut. Aplikasi (application): Aplikasi diartikan apabila orang yang telah memahami objek yang dimaksud dapat menggunakan atau mengaplikasikan prinsip yang diketahui tersebut pada situasi yang lain. Indikasi bahwa pengetahuan seseorang sudah sampai pada tingkat analisis adalah apabila orang tersebut telah dapat membedakan. membuat diagram (bagan) terhadap pengetahuan atas objek tersebut. 5. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku Pengetahuan (knowledge) Menurut Notoatmodjo (1993).komponen yang terdapat dalam suatu masalah atau objek yang diketahui. telinga). kemudian mencari hubungan antara komponen . 3. 2.dapat bersifat pasif atau tanpa tindakan seperti berpikir. Dengan sendirinya. Sebagian besar pengetahuan seseorang diperoleh melalui indera pendengaran dan penglihatan. pengetahuan adalah hasil penginderaan manusia atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indera yang dimilikinya (mata. Secara garis besar dibagi dalam enam tingkat pengetahuan. Pengetahuan seseorang terhadap objek mempunyai intensitas atau tingkat yang berbeda-beda. . Tahu (know): Tahu diartikan hanya sebagai recall (memanggil) memori yang telah ada sebelumnya setelah mengamati sesuatu. 2004). bersikap maupun aktif atau melakukan tindakan (Sarwono.komponen pengetahuan yang dimiliki. Analisis (analysis): Analisis adalah kemampuan seseorang menjabarkan dan atau memisahkan. Sintesis (synthesis): Sintesis menunjukkan suatu kemampuan seseorang untuk merangkum atau meletakkan adalam suatu hubungan yang logis dari komponen. pada waktu penginderaan sampai menghasilkan pengetahuan tersebut sangat dipengaruhi oleh intensitas perhatian dan persepsi terhadap objek. yaitu : 1. tidak sekedar dapat menyebutkan. berpendapat. tetapi orang tersebut harus dapat menginterpretasikan secara benar tentang objek yang diketahuinya tersebut. memisahkan. hidung. 4.formulasi yang telah ada. Dengan kata lain sintesis adalah suatu kemampuan untuk menyusun formulasi baru dari formulasi .

mendengar radio. Hasil penelitian Zaini (1998) menyebutkan bahwa faktor pengetahuan pada ibu rumah tangga mempengaruhi perilaku masyarakat dalam memberantas sarang nyamuk demam berdarah. pikiran. Pengetahuan merupakan fungsi dari sikap. menonton televisi dan dari pengalaman hidup lainnya. Sikap . ide dan konsep terhadap objek. Kehidupan emosional atau evaluasi orang terhadap objek. artinya bagaimana penilaian (terkandung di dalam faktor emosi) orang tersebut terhadap objek. Menurut fungsi ini manusia mempunyai dorongan dasar untuk ingin tahu. Informasi dapat berasal dari berbagai bentuk termasuk pendidikan formal/non formal. membaca. Kecenderungan untuk bertindak. Pengetahuan merupakan hasil stimulasi informasi yang diperhatikan dan diingat. Teori Sikap (attitude) Notoatmodjo (2005) berpendapat bahwa sikap merupakan reaksi yang masih tertutup. Azwar (2005) mengatakan bahwa sikap yang diperoleh lewat pengalaman akan menimbulkan pengaruh langsung terhadap perilaku berikutnya. Kepercayaan atau keyakinan. percakapan harian. 3. artinya sikap merupakan komponen yang mendahului tindakan atau perilaku terbuka. Menurut Notoatmodjo (2005). Ketiga komponen tersebut secara bersama-sama membentuk sikap yang utuh (total attitude). 2. Pengaruh langsung tersebut lebih berupa predisposisi perilaku yang akan direalisasikan apabila kondisi dan situasi memungkinkan. sikap itu terdiri dari tiga komponen pokok yaitu : 1. 1995). untuk mencari penalaran dan untuk mengorganisir pengalamannya (Simon-Morton. keyakinan dan emosi memegang peranan penting. Sikap adalah ancangancang untuk bertindak atau berperilaku terbuka.6. tidak dapat dilihat langsung. Penilaian ini dengan sendirinya didasarkan pada suatu kriteria yang ditentukan sendiri atau norma-norma yang berlaku di masyarakat. Sikap dapat diterjemahkan dengan sikap terhadap objek tertentu diikuti dengan kecenderungan untuk melakukan tindakan sesuai dengan objek. artinya bagaimana keyakinan dan pendapat atau pemikiran seseorang terhadap objek. Sikap hanya dapat ditafsirkan pada perilaku yang nampak. Dalam menentukan sikap yang utuh ini pengetahuan. Evaluasi (evaluation): Evaluasi berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu objek tertentu.

yaitu faktor yang memungkinkan atau yang memfasilitasi perilaku atau tindakan antara lain umur. sebab untuk mewujudkan tindakan perlu faktor lain. 2. yaitu adanya fasilitas atau sarana dan prasarana sebagai mediator agar sikap dapat meningkat menjadi tindakan. Faktor internal meliputi jenis kelamin. status sosial ekonomi. menyatakan bahwa sikap mempengaruhi perilaku lewat suatu proses pengambilan keputusan yang diteliti dan beralasan dan dampaknya terbatas pada tiga hal. keyakinan. Menurut Green et al (1980) faktor perilaku dibentuk oleh tiga faktor utama yaitu : 1.sosial terbentuk oleh adanya interaksi sosial yang dialami oleh individu. Faktor-faktor tersebut dapat dibedakan menjadi faktor internal dan eksternal. pendidikan. kepercayaan. institusi agama dan masyarakat (Azwar. ketiga. Faktor eksternal meliputi media massa. media massa. Diantara berbagai faktor yang mempengaruhi pembentukan sikap adalah pengalaman pribadi. Fishbein dan Ajzen (1988). Tindakan atau praktek (practice) Notoatmodjo (2005) menyatakan bahwa sikap belum tentu terwujud dalam bentuk tindakan. pendidikan dan pengalaman. umur. kebudayaan orang lain yang dianggap penting. institusi atau lembaga pendidikan dan lembaga agama serta faktor emosi dari diri individu. sikap. 2005). Faktor pendorong atau penguat (reinforcing factors). perilaku tidak banyak ditentukan oleh sikap umum tetapi oleh sikap spesifik terhadap sesuatu. nilai-nilai dan tradisi. berdasarkan teori tindakan beralasan (Theory of Reasond Action). faktor yang mendorong atau memperkuat terjadinya perilaku misalnya dengan adanya contoh dari para tokoh masyarakat yang menjadi panutan. sikap terhadap suatu perilaku bersama norma-norma subjektif membentuk suatu intensi atau niat untuk berperilaku tertentu. kedua. . Dalam interaksi sosial terjadi hubungan yang saling mempengaruhi antara individu yang satu dengan individu yang lain. Faktor pemungkin (enabling factors). institusi pendidikan. Dalam interaksi ini individu membentuk pola sikap tertentu terhadap objek psikologis yang dihadapinya. prasarana dan sarana serta sumber daya. 3. Faktor predisposisi (predisposing factors). yaitu faktor yang mempermudah atau mempredisposisi terjadinya perilaku seseorang antara lain pengetahuan. yaitu: pertama. perilaku tidak hanya dipengaruhi oleh sikap spesifik tetapi juga oleh norma-norma subjektif yaitu keyakinan seseorang terhadap yang inginkan orang lain agar ia berprilaku.

Hasil penelitian yang dilakukan Zaini (1998) menyebutkan bahwa upaya penyuluhan yang dilakukan secara perseorangan ternyata dapat meningkatkan perubahan perilaku PSN masyarakat. Selain itu. . Perubahan perilaku masyarakat ini akan berdampak pada terbebasnya lingkungan dari penyakit DBD. dampak nyata dari perubahan perilaku PSN masyarakat adalah dapat menurunkan angka jentik di lingkungannya berdasarkan angka House Index (HI).