You are on page 1of 2

NAMA :Muhammad adji setiabudi

KELAS :X TKJ 2
ASAL-USUL LAGU TOKECANG
Lagu daerah anak mengandung banyak nasihat, pantun dan sindiran lucu.
Meskipun kerap terlupakan, lagu-lagu itu memiliki pesan moral yang baik mengenai
pedoman hidup. Sebut saja, lagu Tokecang yang berpesan agar anak-anak tidak
membuang-membuang makanan.
Paduan Suara Anak Indonesia (Repro)
Lagu daerah yang berasal dari Jawa Barat yang sudah familiar ini, menjadi hits
andalan dalam album Lagu Daerah Anak-Anak Nusantara yang diluncurkan PT
Gema Nada Pertiwi (GNP) pada Rabu (25/6) di Jakarta. Pembuatan album ini
melibatkan enam artis cilik GNP yang memenangi perlombaan yang
diselenggarakan GNP pada tahun 2007. Selain itu, pemain biola cilik Clarissa
Tamara dan musisi Batak Tarzan Simamora terlibat dalam album ini.
Maman Piul, seorang pemusik dan arranger album ini mengatakan, sekitar 20 lagu
daerah dan nasional ditampilkan dalam album ini. Sekitar 60 persen lagu daerah
lebih mendominasi daripada lagu nasional.
Maman yang juga pernah menggarap album milik Iwan Fals mengungkapkan, lagu
daerah penuh dengan petuah dan nilai filosofi yang berguna tentang pandangan
hidup dan fenomenanya. Dipilihnya lagu Tokecang sebagai menu utama dalam
album ini Tokecang adalah lagu daerah yang sudah nasional, siapa pun tahu lagu
ini, mulai dari orang dewasa sampai dengan anak kecil.
Selain itu, lagu ini juga memuat sebuah pesan yang sangat berarti, yaitu tentang
orang yang suka makan banyak sampai melampaui batas. Hal ini mengatakan
bahwa tidak baik untuk menjadi serakah, makan banyak merepresentasikan orang
yang rakus dan hanya mementingkan diri sendiri dan tidak peduli pada sekitarnya.
Maksud tersirat dalam lagu ini, bahwa sebaiknya manusia hidup untuk saling
berbagi karena manusia merupakan makhluk sosial yang tidak bisa terlepas dari
lingkungannya.
Selain Tokecang, lagu asal tanah Betawi Ondel-Ondel juga menjadi jawara dalam
album ini.
Dalam lirik ini, diceritakan bahwa boneka ondel-ondel dapat menari jingkrakjingkrak dan hal ini dapat mengundang gelak tawa siapa saja, khususnya anakanak. Kehadiran ondel-ondel diharapkan agar si pengantin sunat dapat melupakan
kesakitannya. Kepedulian terhadap teman menjadi nilai yang esensial sebagai

Hal inilah yang dikhawatirkan Maman sebagai musisi yang peduli terhadap lagu-lagu Tanah Air. Itulah sebabnya. Kedatangan Tionghoa dan bangsa Arab di Batavia dalam melakukan perdagangan di jalur sutera. Konon. Maman mengatakan.NAMA :Muhammad adji setiabudi KELAS :X TKJ 2 pesan moral dalam lagu ini selain fungsi utama ondel-ondel sebagai leluhur yang melindungi anak cucunya. musik disebut bagian dari peradaban. Kemunculan band-band remaja yang marak di pertelevisian Tanah Air membuat anak-anak lebih suka menyanyikan lagu-lagu yang lebih modern. [DGT/U-5] ." tuturnya. keberadaan lagu tidak terlepas dari konteks budaya. dalam lagu pun Betawi masih terkait erat pada nuansa Mandarin. termasuk di tanah Batavia. masyarakat Betawi merupakan keturunan dari percampuran Tiongkok dan Arab. Lagu anak-anak tradisional mulai kehilangan pamor. Anak-anak itu belum cukup umur untuk menyanyikannya. "Banyak anak-anak sekarang lebih hafal menyanyikan lagu-lagu remaja yang topiknya seputar kisah percintaan. Karena itu.