You are on page 1of 12

MAKALAH PBL 1

BLOK PALIATIF

Kata Pengantar
Puji syukur kami haturkan ke hadirat Tuhan YME karena berkat rahmatnya kami telah
menyelesaikan diskusi dan makalah Problem Based Learning ini. Terima kasih kami ucapkan
1

Laporan ini bertujuan untuk membantu memahami perawatan paliatif pada pasien kanker terminal dan telah mengalami metastasis ke jaringan sekitarnya. Jakarta. September 2012 Penyusun 2 . Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang tertarik untuk meningkatkan pengetahuannya dan semoga laporan ini dapat berguna bagi kemajuan ilmu pengetahuan.kepada fasilitator yang telah membantu kami dalam melaksanakan diskusi ini dan juga semua pihak yang telah mendukung kami.

ditambah pula dengan usia yang telah menua (73 tahun). maka kita sebagai mahasiswa kedokteran harus memiliki bekal pengetahuan apa saja yang dapat kita lakukan untuk menolong pasien tersebut. Nyeri menjalar sampai kedua tungkai atas.BAB I Pendahuluan 1.3 Tujuan Mengerti dan memahami perawatan paliatif pada pasien terminal kanker prostat dengan metastasis vertebra dan disertai dengan nyeri yang sangat hebat. dalam kasus ini adalah pasien kanker dan telah bermetastasis.1 Latar Belakang Untuk menghadapi pasien terminal. 3 . Pengetahuan mendasar mengenai penyakitnya serta bagaimana cara untuk meringankan apa yang dirasakan pasien tersebut perlu kita ketahui secara menyeluruh. 1. dan III disertai proses degeneratif. Pemeriksaan MRI Lumbal menunjukkan proses infiltrasi (metastasis) dan destruksi vertebra terutama Lumbal I. 1. Semua hal tersebut akan dibahas dalam makalah ini. II. Nyeri terasa lebih berat saat berbaring terlentang dan pada setiap perubahan posisi.2 Skenario Seorang laki-laki usia 73 tahun dengan riwayat kanker prostat mengalami nyeri pada punggung bawah progresif dalam 3 bulan terakhir. Pasien mengaku intensitas nyeri yang dirasakan sangat hebat (VAS 10).

Menurut pemikiran awal kami. nyeri yang dirasakan kira-kira di angka berapa?”. ada dua pengertian nyeri yang diungkapkan. dengan 0 merupakan nyeri yang tidak terasa sama sekali dan 10 merupakan nilai yang digunakan untuk menggambarkan nyeri yang maksimal. III. Apakah definisi dari nyeri? Bagaimanakah gradasi tingkat nyeri (VAS)? Bagaimanakah patofisiologi terjadinya nyeri? Apakah yang dimaksud dengan perawatan paliatif? Bagaimanakah tatalaksana perawatan nyeri? Bagaimanakah penatalaksanaan holistic pada pasien terminal? Brainstorming and arrange the explanation into a tentative solution 1. Patofisiologi nyeri pada kasus di atas menurut kami ada dari beberapa faktor. Selain metode VAS. Pendapat kedua yang diutarakan menyebutkan juga bahwa nyeri merupakan perasaan subjektif yang dirasakan dan menimbulkan penderitaan bagi orang yang merasakannya. Kemudian teman kami yang lain juga menyebutkan bahwa karena kanker prostat yang telah 4 . Clarifying unfamiliar terms & concepts Apakah yang dimaksud dengan VAS? II. Jadi menurut pendapat awal kami. nyeri adalah suatu perasaan subjektif yang merupakan sinyal dari tubuh akan adanya hal yang salah atau berbahaya pada tubuh dan hal tersebut menimbulkan penderitaan pada orang yang merasakannya. Skala VAS dari 0-10. 3. Ada teman kami juga menyebutkan bahwa VAS mungkin dilihat dari ekspresi wajah salah satunya. 5. Dalam pembahasan awal kami. pengukuran nyeri juga dapat dilakukan dengan menanyakan langsung pada pasien “Dari angka 0 sampai 10. yang pertama yaitu nyeri merupakan sinyal yang berasal dari tubuh akan adanya bahaya pada tubuh yang bersangkutan. 6.Bab II Isi I. 3. 2. 4. 2. Yang pertama mungkin karena persarafan lumbal yang mempersarafi daerah tungkai atas terangsang maka nyeri juga dirasakan penjalarannya pada tungkai atas. VAS merupakan alat ukur yang digunakan untuk menilai derajat nyeri yang dirasakan pasien secara objektif. Problem definition 1.

Jadi perawatan paliatif merupakan perawatan yang menyeluruh. Menurut pendapat teman kami yang lain. cukup diberikan aspirin. namun bisa dimulai sejak awal pengobatan untuk mempersiapkan mental pasien dalam menghadapi penyakitnya dan juga memberikan bimbingan dan kekuatan serta membuat keluarga juga dapat menerima keadaan tersebut sehingga pada akhirnya diharapkan pengambilan keputusan dapat lebih objektif dan demi kebaikan pasien. tatalaksana bisa dipertimbangkan berdasarkan usia. Ada pula yang mengatakan bahwa karena fibrosis jaringan pada lokasi kanker prostat maka ada penarikan jaringan sekitar dan tekanan oleh karena proses fibrosis tersebut sehingga muncullah rasa nyeri pada jaringan sekitarnya. Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa aspek psikologis juga 5 . Tahap selanjutnya dapat diberikan kodein + adjuvan. Untuk patofisiologi nyeri ini kami masih belum jelas dan belum yakin akan pendapat kami. Dilihat dari penjelasan diatas. social. selain itu bisa juga dilihat berdasarkan fungsi organ tubuh yang mengatur regulasi obat. Perawatan paliatif ini dapat dilakukan bersamaan dengan perawatan kuratif. Perawatan paliatif ini memiliki manfaat untuk meningkatkan kualitas hidup pasien terminal agar dapat menjalani kehidupan dengan baik dan layak. 5. 4. kerohanian dan hal-hal detail lain yang berpengaruh dalam kehidupan pasien serta keluarganya. paracetamol serta adjuvan.mengalami metastasis ke organ sekitar maka sel kanker tersebut mulai merangsang reseptor nyeri pada orang sekitar yang diserang. Perawatan paliatif menurut kami adalah perawatan yang ditujukan untuk meringankan penderitaan pasien terminal yang tidak bertujuan untuk menyembuhkan (cure) namun lebih ke arah membuat pasien tersebut merasa nyaman (care and comfort). Pada tahap awal. Paliatif ini berasal dari kata palium (bahasa latin) yang berarti meringankan penderitaan dan nyaman. baru yang terakhir diberikan golongan opioid dan NSAID. maka timbullah rasa nyeri. jadi tidak harus menunggu sampai pasien tidak dapat diobati lagi baru dimulai perawatan paliatif. WHO telah mengeluarkan panduan penatalaksanaan pengobatan nyeri berdasarkan urutan obat yang diberikan. prognosis penyakit serta derajat keparahan penyakit. Menurut teman kami. perawatan paliatif selain dibutuhkan oleh pasien terminal juga dibutuhkan untuk membantu keluarganya dalam merawat maupun men-support pasien. Apabila masih tidak mempan juga. maka akan kami perbaiki pada hasil pertemuan kedua nanti setelah melalui proses pembelajaran kembali. ekonomi. tidak hanya dalam bidang medis saja namun juga mencakup bidang lain seperti psikologis.

Terapi medis sendiri ada pembagiannya. Penatalaksanaan holistic pada pasien terminal dilihat dari kebutuhan pasien tersebut. psikologis. bahkan dokter yang ikut menemani ia dalam menghadapi penyakitnya. breakthrough (terobosan). dll. Jenis-jenis nyeri yang kami ingat yaitu nyeri visceral. PP. 6. neuropatic. Comtohnya adalah sikap pasien dan keluarga dalam menerima penyakit yang dihadapi. radiate. Kebutuhan yang utama dikatakan bahwa buatlah pasien tahu bahwa ia tidak menjalani penderitaannya seorang diri. jelaskan efeknya dan resiko yang mungkin timbul apabila obat dinaikkan dosisnya dan lain sebagainya. treatment planning. Terapi yang diberikan dapat berupa terapi medis dan terapi non-medis. bahwa masih ada keluarga. derajat nyeri. PF. somatic. Perlu juga inform consent terhadap setiap tindakan pengobatan yang diberikan. referred. 8. 6 . Komponen assessment dalam kasus meliputi: jenis nyeri. 7. teman. dibagi berdasarkan terapi farmakologis dan nonfarmakologis. Perlu diperhatikan tingkat penerimaan pasien yang dapat dilihat dari sikap pasien sendiri atau ditanyakan dahulu kepada keluarga pasien. Manfaat konsultasi terhadap para ahli juga penting untuk men-support pasien maupun keluarganya. 9.berperan penting dalam tatalaksana. anamnesa. baik psikologis pasien sendiri maupun psikologis keluarga.

Apa sajakah jenis-jenis nyeri? Bagaimanakah patofisiologi nyeri? Darimana sajakah sumber-sumber nyeri itu berasal? Apa saja komponen dari assessment atau penilaian pada pasien kanker dengan nyeri? Apakah yang dimaksud dengan VAS? Apa sajakah terapi yang dapat diberikan? Apakah yang dimaksud dengan perawatan paliatif? VI. dibagi berdasarkan: A. 3. atau menggambarkan kondisi terjadinya kerusakan. Learning objectives 1. 5. 4. Gather information and private study 18 September 2012 – 23 September 2012 VII. 2. Scematic problem Kanker prostat NYERI Lokasi awal Penjalaran Intensitas LBP Tungkai atas VAS 10 PP : MRI Destruksi LI-LIII Proses degeneratif V. Jenis-jenis nyeri pada kanker. nyeri adalah sensori subyektif dan emosional yang tidak menyenangkan yang didapat terkait dengan kerusakan jaringan aktual maupun potensial. 7. Etiologi Primer 7 .IV. Share the result of information gathering and private study Menurut International Association for Study of Pain (IASP). 6.

Pengobatan / terapi yang diberikan . atau peregangan selaput / kapsul organ-organ yang 8 . . seperti nyeri post-mastektomi. Non-malignant concurrent pathology . phantom limb pain. otot.Beberapa keganasan berhubungan dengan peningkatan insidensi trombosis yang dapat menyebabkan nyeri dan bengkak. perasaan tumpul. o Dibagi menjadi: nyeri somatik superfisial dan nyeri somatik profunda.Terjadi akibat stimulasi nociceptive afferent pathway pada jaringan visceral atau somatik. c) Tumor-tumor tertentu atau jaringan di sekitar tumor yang melepaskan paingenerating mediators sebagai respon metastasis atau invasi tumor. nyeri postthorakotomi. b) Tumor atau keganasan pada organ-organ berongga / berlumen yang menyebabkan obstruksi pada rongga / lumen tersebut dan mendestruksi jaringan.Maka dari itu. seperti tulang.Pasien kanker dapat menjadi inaktif atau menderita suatu kelemahan yang berhubungan dengan kondisi nyeri. Debility / kelemahan . paclitaksel dapat menyebabkan neuropati perifer. dsb. kulit. abdomen. o Sifat nyeri: vague (samar-samar.. nyeri kepala). sulit terlokalisasi atau diffuse. tidak jelas). b) Nyeri visceral o Berasal dari organ-organ dalam pada rongga thorax. Agen kemoterapi seperti alkaloid vinka. neuropati perifer.Nyeri yang ditimbulkan dapat merupakan akibat dari: a) Perluasan ke jaringan sekitarnya yang menyebabkan penekanan pada nociceptor organ-organ tertentu atau saraf. .Dibagi menjadi 2. enteritis.Disebabkan oleh keganasan itu sendiri . Patofisiologi 1. dsb. c) Pemberian radioterapi yang dapat melukai jaringan lunak atau struktur saraf tertentu. Nyeri nociceptive .Nyeri yang terjadi merupakan akibat dari proses penyakit yang benign dan terjadi bersamaan dengan keganasan. 3. sehingga terjadi mukositis. . o Keganasan dapat menyebabkan obstruksi organ-organ berongga. seperti penyakit sendi degeneratif atau neuropati diabetes. b) Pemberian kemoterapi yang menyebabkan nyeri akut (intravenous infusion pain or intraperitoneal infusion discomfort) atau beberapa sekuele nyeri (mukositis. cisplatin. 2. dan sendi. tajam/aching/berdenyut. osteonekrosis. 1. o Biasanya berhubungan dengan adanya perluasan kerusakan jaringan. penting untuk diketahui riwayat medis pasien sebelumnya. d) Agen anti kanker yang baru seperti terapi hormonal atau imunoterapi. dan pelvis. arthralgia. seperti pada tulang. distensi dinding-dinding organ. yang dapat terjadi akibat proses infeksi. Nyeri menjadi tajam/aching/berdenyut apabila mengenai selaput / kapsul organ. proktitis. B. o Sifat nyeri: well-localized. yaitu: a) Nyeri somatik o Berasal dari struktur jaringan lunak yang non-neurologis dan non-visceral.Nyeri yang ditimbulkan dapat merupakan akibat dari: a) Postsurgical chronic pain syndrome.

seperti tersengat listrik.Nyeri biasanya terletak sesuai dengan pola dermatom atau pada area-area persarafan yang terlibat secara patologis.Relatif kurang responsif terhadap golongan opioid.Berhubungan dengan gangguan motorik. tertusuk (pricking). tersengat listrik (electric). tropic changes. yang juga dapat digunakan untuk terapi. 3. o Bisa terdapat dysesthesia atau allodynia.Dibagi menjadi: kepala dan leher. tertusuk (pricking). allodynia. o Sifat nyeri: terbakar (burning). anti depressan. Nyeri psikogenik . . stabbing. C. . . hiperalgesia. sehingga biasanya diberikan golongan non-opioid seperti anti epilepsi. . D. pemberian obat-obat tertentu sesuai targetnya.Terjadi akibat disfungsi atau keterlibatan lesi pada SSP atau perifer.31% pasien dengan keganasan mengalami nyeri campuran antara nyeri nosiseptif dan nyeri neuropatik. chest wall syndromes. Bisa terdapat gejala gangguan sensorik seperti dysesthesia. neurolytic blocks. . seperti terapi radiasi eksternal. tapi berdasarkan pola persarafan sympathetic-vascular.> 2 mixed pathophysiologic classes of pain ditemukan pada 70% pasien dengan keganasan tahap lanjut. vertebral and radicular pain. Nyeri neuropatik . . dan anti aritmia. sensorik. Lokasi . nyeri abdomen dan pelvis.solid / padat seperti pankreas atau hepar. Waktu 9 . electrical stimulation.Sifat nyeri: terbakar (burning). 4. atau tertembak (shooting). nyeri ekstremitas. dan otonom.Dipengaruhi oleh faktor psikologis.Hal ini mempengaruhi cara pemberian terapi invasif tertentu. allodynia.Pada pasien dengan keganasan jarang ditemukan nyeri psikogenik yang murni sebagai penyebab nyeri. o Nyeri biasanya terletak pada area yang dipersarafi oleh saraf-saraf perifer atau pleksus atau spinal nerve root yang tertekan. dan dapat menyebabkan perluasan ke mesenterium (berhubungan dengan reaksi inflamasi). yaitu: a) Kompresi saraf o Sifat nyeri: terbakar (burning). 2. o Konfirmasi diagnosis dengan selective sympathetic block. tertusuk (pricking). pola keringat yang abnormal. .Hanya dapat didiagnosis setelah mengeksklusi kemungkinan jenis-jenis nyeri lainnya. o Lokasi nyeri serupa dengan distribusi dermatom saraf-saraf perifer. peningkatan suhu kulit. seperti tersengat listrik. c) Sympathetically mediated o Gejala yang berhubungan antara lain vasodilatasi.Dibagi menjadi 3 berdasarkan akibatnya. . b) Deafferentiation nerve injury o Tipikal: gangguan sensasi pada area yang dipersarafi oleh saraf-saraf perifer atau pleksus atau spinal nerve root yang mengalami kerusakan. hampir seluruh pasien dengan keganasan mengalami nyeri akibat tumor-related pathology. tertembak. Mixed pathophysiologic classes of pain . .

Menunjukkan ukuran tumor. . . berat.Sebaiknya diketahui intensitas nyerinya sebagai panduan pemberian terapi analgesik (WHO three-step cancer pain ladder). 3.1.Suatu gejolak nyeri dimana nyeri dasarnya terkontrol dengan baik menggunakan regimen analgesik yang teratur. dan luasnya destruksi jaringan akibat tumor. . 2.Tipikal: akibat tumornya langsung. . E.Dilakukan evaluasi yang komprehensif untuk mengetahui sumber nyerinya.Prevalensi semakin meningkat. seperti fraktur patologis. seperti chronic post therapy syndromes. 10 . Kronik . . lokasi.Jika nyeri menetap > 3 bulan. Tingkat keparahan . . Akut .Dibagi menjadi: ringan. .Dapat merupakan indikator untuk menunjukkan adanya lesi metastasis yang baru atau adanya komplikasi yang serius akibat keganasan.Sering menyebabkan gangguan fisik dan psikis pada pasien dengan keganasan. sedang. Breakthrough .Bisa akibat kemoterapi atau radioterapi.

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Saran 11 .

DAFTAR PUSTAKA 12 .