You are on page 1of 13

Analisis Kelayakan geologi lingkungan Dalam Penataan Ruang

Rencana Tempat Pengelolaan Akhir (TPA) Sampah Terpadu Blang
Bintang Provinsi Nangroe Aceh Darussalam
Submitted by admin on Tue, 08/20/2013 - 08:23
ANALISIS KELAYAKAN GEOLOGI LINGKUNGAN DALAM PENATAAN RUANG RENCANA
TEMPAT PENGELOLAAN AKHIR (TPA) SAMPAH TERPADU BLANG BINTANG PROVINSI
NANGGROE ACEH DARUSSALAM

Oleh:
Dikdik Riyadi* dan Hadianto*
Sari
Perkembangan penduduk Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar telah meningkat
khususnya pasca tsunami. Peningkatan jumlah penduduk diikuti dengan peningkatan
jumlah sampah yang dihasilkan, sehingga TPA yang ada tidak akan mampu menampung
sampah sampai 20 tahun mendatang . Semakin sulitnya mencari lahan kosong untuk TPA
di Kota Banda, maka dipandang perlu adanya kerjasama antara Kota Banda Aceh dan
Kabupaten Aceh Besar dalam menyediakan lahan untuk TPA. Kegiatan pembangunan
TPA sampah direncanakan di Desa Data Makmur Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten
Aceh Besar dengan menggunakan sistem Sanitary Landfill Terpadu yang dilengkapi
dengan industri pendukung hasil pemilahan dengan luas lahan 200 ha. Sarana dan
prasarana utama yang akan dibangun adalah landfill, kolam lindi, kolam penampungan
air hujan dan buffer zone. Sarana penunjangnya adalah kantor pengelola, perbengkelan
dan garasi, sarana air bersih, unit pemilah dan sebagainya. Kondisi lingkungan fisik
beraspek geologi yang mendukung diantaranya tapak kegiatan berada pada bentang alam
punggungan bukit dengan relief permukaan relatif datar dan kedudukan muka air tanah
yang dalam. Faktor kendala yaitu tanah pelapukan dari batuan gunung api yang erodible
dan angka kelulusan >10-5 cm/detik. Berdasarkan aspek geologi lingkungan untuk tata
letak sarana utama TPA Sampah Terpadu berada pada zona leluasa, sedangkan buffer
zone berfungsi sebagai penyangga dan dapat menyerap gas CO2, seperti tanaman Jatropha
curcas (jarak) berada pada zona kurang leluasa dan zona tidak layak.

Abstract
The population of Banda Aceh City and Aceh Besar Regency has been developing since
tsunami evidence. These development was also followed by increasing of waste disposal
as far as the existing waste site cannot accommodate waste until next 20 years. Joint
cooperation between Banda Aceh City and Aceh Besar Regency was already done to find
the new waste site that situated at Data Makmur-Blang Bintang Village, Aceh Besar
Regency. The new waste site covers an area of 200 ha with Sanitary Landfill System
which is completely with supporting facilities such as leached collection pond, reservoir
of rain water, buffer zone, etc. The environmental geological aspect that supporting the
includes relatively flat landscape, deep ground water table, however soil cover is erodible
and permeability value (k) is > 10-5 cm/sec become constrain parameters. Based on
environmental geologic aspects, the selected main waste site is situated in the suitable
area whereas its buffer zone is innless suitable area and it will be planted by jatropha
curcas. This plant can absorb of CO2 emission.

Blang Bintang dari beberapa lokasi alternatif di Kec. Keutapang dan sekitar mencapai 200 m3 per hari. Peta Petunjuk Lokasi TPA Blang Bintang panjang akan dilengkapi dengan industri pendukung hasil pemilahan. rata-rata dalam setahun 1. musim kering (< 100 mm) yang terjadi pada bulan Juni (66 mm) . yaitu hanya sekitar 5 km (jarak lurus). Produksi sampah di Kota Banda Aceh yaitu sekitar 700 m3 per hari dan yang dikelola oleh Dinas Kebersihan dan Pertanaman (DKP) baru 525 m3 per hari. Secara geografis berada pada 95º27’50” s/d 95º28’57” BT. Kabupaten Aceh Besar. Kecamatan Blang Bintang.447 mm (Gambar 2). TPA Terpadu ini berjarak sekitar 25 km dari pusat Kota Banda Aceh dan sekitar 50 km dari ibukota kecamatan Kabupaten Aceh Besar (Kecamatan Jantho). menurut pencatatan besarnya curah hujan periode 1989 – 1998. Kajian ini menekankan terhadap aspek geologi lingkungan seperti: sifat fisik tanah dan batuan. lokasi rencana TPA terletak relatif dekat dari Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda. Untuk itu Pemerintah Daerah Nanggroe Aceh Darussalam telah menetapkan lokasi TPA Sampah Terpadu menurut SNI 01-3241-1994 di Desa Data Makmur Kec. Iklim Data klimatologi seperti data curah hujan diperoleh dari stasiun BMG Blang Bintang. tatanan air tanah dan bahaya geologi dan memberikan pengorganisasian keleluasaan serta desain tata letak sarana utama dan sarana penunjang ditinjau dari sudut pandang geologi lingkungan. Blang Bintang. 5º30’36” s/d 5º31’42” LU (Gambar 1). Sedangkan volume sampah di Kabupaten Aceh Besar yang didominasi dari Pasar Lambaro. KEADAAN UMUM Lokasi Kegiatan Pembangunan dan pengolahan TPA Sampah Terpadu direncanakan menempati lahan lebih kurang 200 ha yang terletak di Desa Data Makmur. Selain itu.PENDAHULUAN Perkembangan penduduk Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar telah meningkat khususnya pasca tsunami. TPA Sampah Terpadu direncanakan menggunakan sistem Sanitary Landfill Terpadu dengan luas total lahan 200 Ha dan dalam jangka Gambar 1. Montasik dan Kec.

PENILAIAN KESESUAIAN LOKASI Kesesuaian Lokasi TPA Berdasarkan SNI .495 2017 270.981 234.3952 sehingga iklim di daerah Aceh dapat dikategorikan sebagai iklim agak basah.317 16.497 276.721 65. 1 Prediksi Timbulan Sampah Jumlah Penduduk Terlayani Tahun Tingkat Pelayanan Sampah Yang Harus Dikelola di (%) TPA Blang Bintang (ton/thn) Kota Banda Aceh Kab.200 54.5 41. Menurut kategori iklim dari Schmidt dan Ferguson.5 42.280 198.319 254.146 79.7 51.830 11. Histogram Curah Hujan Blang Bintang 1989-1998 Sampah Yang Dikelola Jumlah sampah yang akan dikelola diprediksikan berdasarkan jumlah penduduk.5 43.498 83. Berdasarkan hasil studi yang dilakukan oleh Tim Koordinasi Pengelolaan Sampah Terpadu Pemda Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (2007).461 2021 293.345 215.9 56. Aceh Besar Kota Banda Aceh Kab.468 77.030 2013 250.803 15.740 13.442 81. Aceh Besar Kota Banda Aceh Kab.281 75.5 45. Gambar 2.hingga September (64 mm).067 standar timbulan dan tingkat pelayanan pengangkutan sampah.750 79. menghasilkan nilai Q rata-rata sebesar 0. dapat dilihat pada Tabel 1.093 12.3 42. Tabel.5 47.5 40.167 71.402 59. Suhu udara rata-rata di daerah Blang Bintang dan sekitarnya antara 260C – 280C dengan kelembaban udara berkisar dari 74% hingga 84%. Adapun asumsi yang digunakan dalam proyeksi timbulan sampah yang harus dikelola dalam lokasi TPA Sampah Terpadu Blang Bintang.970 2025 317.1 62. Aceh Besar Total 2009 231.

Nilai yang didapat untuk TPA Sampah terpadu Blang Bintang adalah 658. Tahapan penilaian ini terdiri dari 5 parameter umum dan 17 parameter lingkungan fisik. Hal ini disebabkan karena partisipasi masyarakat kurang berperan aktif. setempat merupakan daerah recharge.Lokasi TPA Sampah Terpadu Blang Bintang yang telah ditetapkan merupakan hasil evaluasi berdasarkan SNI 03-3241-1994 tentang Tata Cara Pemilihan Lokasi TPA yang ditetapkan oleh Departemen Pekerjaan Umum (PU). lokasi TPA Blang Bintang terletak pada kawasan budi daya yang dialokasikan sebagai Hutan Produksi Terbatas (HTP). Sebenarnya SNI 03-3241-1994 tentang pemilihan lokasi TPA digunakan untuk menilai keunggulan relatif satu calon lokasi TPA Sampah terhadap calon lokasi TPA Sampah lainnya. dan berdampak sedang terhadap pertanian yang ada di sekitarnya. Gas Recovery. Kesesuaian Lokasi TPA Berdasarkan Tata Ruang Menurut rencana pemanfaatan lahan yang tertuang dalam RTRWP NAD. dan calon lokasi TPA Sampah dapat dikatakan ideal/sempurna jika total nilai yang didapat maksimum adalah 790. seperti yang terlihat pada Gambar 3 dan 4. dengan kisaran nilai minimum 1 dan maksimum 10. Kecamatan Blang Bintang berada pada kawasan budi daya dan termasuk dalam sistem kota metropolitan Banda Aceh yang mengemban peran sebagai kawasan yang diprioritaskan untuk pengembangan kota pelabuhan udara. . Jika calon lokasi TPA ideal tersebut diposisikan sebagai 100% maka nilai 658 yang diperoleh dari penilaian lokasi TPA Sampah Terpadu Blang Bintang ini berada pada posisi 83.29%. Tabel 2 memperlihatkan analisis perhitungan kelayakan TPA Sampah Terpadu Blang Bintang dengan menggunakan metoda SNI. curah hujan tinggi. Sedangkan menurut Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang masih dalam proses Qanun. DESKRIPSI KEGIATAN Berdasarkan kajian desain TPA Sampah Terpadu Blang Bintang ini akan dilengkapi dengan sarana utama dan sarana penunjang. and Reusable). karena secara eksisting sebagai lokasi Bandar Udara Sultan Iskandar Muda. Oleh karena lokasi TPA Terpadu Blang Bintang terletak pada kawasan hutan produksi terbatas. jalan masuk ke lokasi melalui permukiman berpenduduk sedang. Sarana Utama TPA Landfill Berdasarkan hasil kajian Tim Koordinasi Pengelolaan Sampah Terpadu Pemda Nanggroe Aceh Darussalam (2007). maka proses alih fungsi lahan melalui mekanisme pinjam pakai yang diatur dalam Permenhutbun P-14 tahun 2006 jungto Permenhutbun No. 64 tahun 2006. bahwa model landfill yang akan dikembangkan dalam pembangunan TPA Terpadu adalah Teknologi Reusable Sanitary Landfill (Semi Aaerobic Wet-Cell System.

30 menit dari centroid sampah 8 40 10 Jalan Masuk 4 Truk sampah melalui daerah pemukiman berkepadatan sedang (< 300 jiwa/ha) 5 20 11 Lalu Lintas 3 Terletak 500 m dari jalan umum 10 30 .Tabel 2 Nilai Evaluasi Lokasi TPA Sampah Terpadu di Desa Data Makmur dengan SNI 03-3241-1994 No Parameter Bobot I TPA Terpadu Nilai Score UMUM 1 Batas Administrasi 5 Di dalam batas administrasi 10 50 2 Pemilik Hak Atas Tanah 3 Pemerintah Daerah/Pusat 10 30 3 Kapasitas Lahan 5 > 10 tahun 10 50 4 Jumlah Pemilik Tanah 3 1 KK 10 30 5 Partisipasi Masyarakat 3 Digerakkan 5 15 7 35 II LINGKUNGAN FISIK 1 Tanah 5 Harga kelulusan 10-9 .10-6 cm/detik (dengan bantuan teknologi) 2 Air Tanah 5 > 10 m dengan kelulusan < 10-6 cm/detik 10 50 3 Sistem Aliran Air Tanah 3 Recharge area dan discharge area lokal 5 15 4 Pemanfaatan Air Tanah 3 Diproyeksikan untuk dimanfaat-kan dengan batas hidrolis 5 15 5 Bahaya Banjir 2 Tidak ada bahaya banjir 10 20 6 Tanah Penutup 4 Tanah penutup cukup 10 40 7 Intensitas Hujan 3 1367 mm/tahun. Diatas 1000 mm/tahun. 1 3 8 Jalan Menuju lokasi 5 Datar dengan kondisi baik 10 50 9 Transportasi Sampah 5 Antara 16 menit .

seperti yang terlihat pada Gambar 3 dan 4. Modifikasi Teknologi Semi-Aerobic Sanitary Landfill . and Reusable). yang pada akhirnya Gambar 3.12 Tata Guna Lahan 5 Mempunyai dampak sedikit terhadap tata guna lahan sekitar 10 50 13 Pertanian 3 Tidak ada dampak terhadap pertanian sekitar 5 15 Lindung/Cagar 14 Daerah Alam 2 Tidak ada daerah lindung/cagar alam di sekitarnya 10 20 15 Biologis 3 Nilai habitat yang rendah 10 30 16 Kebisingan dan Bau 2 Terdapat zona penyangga 10 20 17 Estetika 3 Operasi penutupan tidak terlihat dari luar 10 30 TOTAL SKOR 658 Sarana Utama TPA Landfill Berdasarkan hasil kajian Tim Koordinasi Pengelolaan Sampah Terpadu Pemda Nanggroe Aceh Darussalam (2007). mempercepat proses degradasi sampah organik. Metode ini mampu untuk mengendalikan sampah di TPA agar tetap basah dalam suasana semi aerobik. bahwa model landfill yang akan dikembangkan dalam pembangunan TPA Terpadu adalah Teknologi Reusable Sanitary Landfill (Semi Aaerobic Wet-Cell System. Konsep Teknologi Sanitary landfill Sumber: Tim Koordinasi Pengelolaan Sampah Terpadu Pemda NAD( 2007) Gambar 4. Gas Recovery.

Kolam penampung air hujan secara topografi menempati daerah cekungan yang relatif tinggi di bagian timur tapak. baik untuk kendaraan yang berada di sekitar maupun kendaraan yang membawa sampah dari luar. Kawasan penyangga ditumbuhi tanaman bermanfaat yang berfungsi dapat menyerap gas CO2. Perbengkelan dan Garasi Perbengkelan diperlukan bagi pemeli-haraan kendaraan yang melakukan aktivitas di TPA Terpadu. Aliran air lindi ke dalam kolam pengumpul dilakukan secara gravitasi. bengkel dan garasi. Kolam Penampung Air Hujan . seperti perkantoran. Buffer Zone TPA Terpadu ini dilengkapi dengan kawasan penyangga berupa hutan kota melingkari lokasi TPA.Sumber: Tim Koordinasi Pengelolaan Sampah Terpadu Pemda NAD ( 2007) dapat memperpanjang usia pakai TPA dan dapat dipakai berulang kali di lokasi yang sama. seperti tanaman Jatropha curcas (jarak). dipasang dengan kemiringan yang cukup untuk mengalirkan air lindi ke dasar TPA. Sarana dan Prasarana Penunjang Untuk menunjang pengoperasian TPA Terpadu ini. yang dapat disalurkan secara gravitasi atau dipompakan ke lokasi TPA. Kantor Pengelola Pembangunan kantor pengelola dengan jumlah personil yang bekerja sebanyak 20 orang. Selain itu juga akan dibangun Pusat Pendidikan dan Pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dan keahlian karyawan serta masyarakat di sekitar kegiatan. diperlukan beberapa sarana dan prasarana penunjang. Kolam Penampung Air Hujan Air hujan ditampung pada reservoir untuk dimanfaatkan keperluan operasional seharihari. Kolam Lindi dan Pipa Gas Methane Fasilitas pengumpul air lindi dibuat dari perpipaan berlubang-lubang. mengarah pada suatu titik pengumpulan yang disediakan. Sarana Air Bersih Sarana air bersih yang disediakan adalah berupa kolam penampung air yang berfungsi sebagai sumber air cadangan untuk keperluan kegiatan secara keseluruhan. terutama untuk pencucian truk sampah sebelum keluar lokasi. Tempat pengumpulan air lindi berupa kolam penampung yang ukurannya dihitung berdasarkan debit air lindi dan kemampuan unit pengolahannya.

Sungai yang terdapat di tapak rencana kegiatan.Air hujan yang tidak terkontaminasi ditampung pada reservoir air hujan dan air yang tertampung dimanfaatkan untuk keperluan operasional sehari-hari. terutama untuk pencucian truk sampah sebelum keluar lokasi. umumnya berair sepanjang musim walaupun dalam musim kering (kemarau) menunjukkan surut maksimum. Sungai tersebut sebagai anak cabang dari Krueng (Sungai) Titi Puteh. Unit Timbang TPA Terpadu Blang Bintang dilengkapi dengan jembatan timbang untuk mengetahui berat sampah yang masuk ke TPA. Punggungan bukit ini melandai dan miring ke arah barat daya dan berada pada elevasi dari 70 hingga 170 m di atas permukaan laut. Pada bagian gawir ini banyak dijumpai longsoran tanah dalam dimensi yang bervariasi kurang dari 25 m2. ibukota Kabupaten Aceh Besar. umumnya ditumbuhi oleh belukar dan rerumputan. Bagian tepian (gawir) sungai yang terjal menempati bagian tengah dan utara memanjang dari timur laut – barat daya. Bentang alam dataran hingga bergelombang lemah di bagian timur dan . sedangkan di bagian tengah dan utara berlereng terjal lebih dari 15% (Gambar 5 dan 6). yaitu dari Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar. maka sampah yang dihasilkan dari kedua wilayah pelayanan ini harus diangkut melalui jalan darat dengan jarak 18 km dari Pusat Kota Banda Aceh dan 54 km dari pusat Kota Jantho.000 Lembar 0421-52 (Banda Aceh) yang diperoleh dari Bakosurtanal. bentang alam tapak menempati punggungan dengan relief permukaan dari landai hingga terjal. Agar dapat diolah di lokasi tersebut. Bentang alam di bagian timur dan selatan relatif landai dengan kemiringan kurang dari 8%. ANALISIS GEOLOGI LINGKUNGAN Bentang Alam (Landscape) Berdasarkan penafsiran citra satelit SPOT Image dan Satellite Radar Topographic Mission (SRTM-3) tahun 2004 dan dibantu dengan Peta Rupa Bumi skala 1:50. yang disebut oleh penduduk setempat Krueng Uteun Seublah. Unit Pencuci Truk Pencucian mobil diperuntukkan khusus untuk mobil/truk sampah agar tidak menyisakan bau dan kotoran setelah kembali dari lokasi TPA. Jalan Akses Sampah padat yang akan diolah berasal dari dua wilayah. Gambar 5. Sungai ini dengan lebar berkisar dari 2 – 5 m.

1 m di bawah muka tanah setempat) dengan cara kocoran (constan head test) menunjukkan angka permeabilitas untuk di permukaan berorde 10-3 cm/detik dan di bawah permukaan 10-5 cm/detik. tufa dan breksi tufa.selatan tapak kegiatan TPA Sampah Terpadu. Adapun di bagian barat daya tersusun oleh Formasi Seulimeun. Dari hasil pemboran dangkal (hand auger) ketebalan tanah lapukan itu bervariasi kurang dari 1 m hingga mencapai 5 m dan dari uji permeabilitas tanah melalui uji infiltrasi (di permukaan) dengan cara falling head method dan uji perkolasi (. konglomerat dan sedikit mengandung batu lumpur (Bennett. maka akan diperoleh daya dukung ijin (Allowable bearing capacity) dari 19 hingga 39 ton/m2. Struktur geologi yang terpetakan secara regional dan melintasi tapak rencana kegiatan berarah timur laut – barat daya. 1989) dengan asumsi kedalaman pondasi 1 meter dan lebar pondasi 0. Batuan yang tersingkap di permukaan. Gambar 6. et al. terdiri dari batu pasir tufaan dan gampingan.. tersusun oleh hasil produk gunung api Lam Teuba Jaman Kuarter yang terdiri dari lava andesit dan dasit. aglomerat.5 meter. Sifat Fisik Tanah dan Batuan Tapak kegiatan tersusun oleh produk batuan gunung api. Analisis kemantapan lereng dengan gabungan metoda Taylor Stability Numbers dan . umumnya telah melapuk lanjut berupa lempung lanauan-pasiran (CH). terutama di bagian timur laut. yang mudah tertoreh aliran permukaan (erodible) seperti terlihat pada Gambar 7. struktur patahan ini berdasarkan analisis pengukuran titik duga geolistrik dapat terekam relatif berarah sama. Di bagian dasar sungai tersingkap batuan dasar yang masih segar yaitu breksi dan tufa. Erosi parit yang berkembang menjadi erosi lembah di tapak rencana TPA Sampah Terpadu Batuan dan Struktur Batuan yang menyusun tapak rencana kegiatan telah dikemukan di sebelumnya. Bentang alam lembah di bagian tengah tapak kegiatan TPA Sampah terpadu dengan relief permukaan gawir terjal Gambar 7. 1981). Daya dukung tanah untuk tumpuan pondasi memakai cara Terzaghi (Bowles. barat daya dan tengah disusun oleh tufa aglomerat.

umumnya berair sepanjang musim walaupun dalam musim kemarau airnya surut maksimum. sebagai berikut (Gambar 9) .breksi tufa bersifat kompak. Dari hasil pengukuran dan analisis pengukuran geolistrik dapat dibuatkan penampang susunan lapisan batuan berdasarkan nilai tahanan jenis. Batuan tersebut seperti telah dikemukakan umumnya telah melapuk. aglomerat dan aliran abu. Untuk mengetahui keberadaan lapisan akuifer. ditafsirkan sebagai lapisan pasir tufaan – breksi pasiran (diduga sebagai lapisan akuifer). sehingga untuk mengetahui kedudukan muka air sangat sulit. ditafsirkan sebagai lapisan tuff aglomerat pasiran/pasir tufaan (kering) . yang oleh penduduk disebut Krueng Uteun Seublah. yaitu lebih dari 10 m. 1993) pada faktor keamanan Fs = 1. Tatanan Air Permukaan Bagian tengah tapak rencana kegiatan dibentuk oleh lembah sungai yang cukup dalam dengan beda tinggi di bagian dasar lembah dan atas punggungan mencapai 25 m. Dengan melihat bentang alam dan kedudukan lapisan akuifer dari diduga muka air tanah cukup dalam. maka telah dilakukan pengukuran titik duga geolistrik (Gambar 8) dengan metoda Schlumberger. Wilayah yang disusun oleh batuan ini. umumnya mempunyai akuifer produktif sedang. Dari kegiatan pemboran sampai mencapai kedalaman dari 5 m belum dijumpai air tanah. Kisaran harga tahanan jenis yang berhubungan dengan jenis batuan di tapak rencana kegiatan terdiri dari .Hoek & Bray (Murthy. lebar lembah sungai ini ke arah hulu sempit dan ke arah hilir cukup lebar berkisar dari 3 hingga 6 meter. tufa. Lapisan akuifer berada pada kedalaman 13 hingga 44 m di bawah muka tanah setempat dalam kondisi setengah tertekan sampai tertekan. Sungai yang terdapat di dalam tapak kegiatan ini. Arah aliran aliran air tanah sesuai arah kemiringan lapisan akuifer dan topografi. Rho 20-70 Ohm-meter. 1981). Sungai yang berada di tapak rencana kegiatan ini merupakan anak sungai dari Krueng (Sungai) Titi Puteh. breksi batu apung.2. data tentang sumur gali juga tidak dijumpai. Rho 1–19 Ohm-meter. di permukaan mempunyai tingkat kelulusan dari sedang hingga rendah ( 10-3 10-5 cm/detik). terdiri dari bongkahan andesit dan dasit. akan diperoleh rasio tinggi lereng (H) dan sengkedan (b) mencapai 5 : 1. ditafsirkan sebagai lapisan tuf / lempung – lempung lanauan. Erosi dan Sedimentasi Erosi yang terjadi di tapak rencana kegiatan terutama pada lahan yang bervegetasi jarang . dengan debit dari 5 liter/detik hingga 13 liter/detik. sedangkan wilayah di bagian barat daya dengan bentang alam yang bergelombang dengan kondisi batuan yang sama dibentuk oleh zona akuifer produktif sedang dengan penyebaran luas (Soekiban. Tatanan Air Tanah Tapak rencana kegiatan disusun oleh kelompok Batuan Gunung Api Lam Teuba. Rho lebih dari 75 Ohm-meter.

maka besarnya erosi tanah yang terjadi berkisar dari 0.hingga gundul. Zona ini cukup rentan terhadap erosi yang berkembang menjadi longsoran berdimensi kecil. tapak rencana kegiatan dapat dibagi menjadi 3 (tiga) wilayah keleluasaan pengorganisasian ruang untuk dapat dijadikan sebagai TPA Sampah Terpadu Blang Bintang. yaitu zona leluasa. erosi tersebut berkembang dari erosi parit (sheet erosion) hingga erosi alur (gully erosion). maka besarnya erosi pada kondisi awal tapak kegitan adalah berkisar dari 0.10-6 cm/detik. Berdasarkan klasifikasi besaran erosi menurut Departemen Kehutanan. Berdasarkan penilaian aspek geologi lingkungan lainnya. 1996) tapak kegiatan dan sekitarnya menunjukkan bahwa pusat gempa berada kurang lebih 3 km ke bagian barat. karena mempunyai nilai kelulusan lebih besar dari 10-5 cm/detik. besarnya erosi ini termasuk sangat rendah. Berdasarkan perhitungan empiris dengan cara Universal Soil Loss Equation.07). seperti terlihat pada Gambar 7. Alur-alur erosi tersebut mencapai kedalaman hingga 3 m atau lebih.11 ton/ha/tahun. tersusun oleh batuan gunung api tua yang sama dengan zona leluasa tersebut di atas.. tersusun oleh batuan gunung api tua yang telah melapuk kuat berupa lempung pasiran hinga lanauan (CH) dengan kelulusan berorde lebih dari 10-5 cm/detik.70 hingga 3. KELELUASAAN PENGORGANISASIAN RUANG Dari aspek fisik tanah rencana tapak kegiatan tidak memenuhi standar aturan SNI 033241-1996.01 g) dan kecepatan maksimum 2. zona kurang leluasa dan zona tidak layak (Gambar 10). Zona Leluasa Zona ini menempati relief permukaan yang relative datar dengan kemiringan kurang dari 8%. Hal ini dapat ditanggulangi dengan masukan rekayasa teknik untuk mendapat nilai kelulusan (k) 10-9 . aliran air yang ada di dalamnya mengangkut material lepas menuju bagian anak cabang Krueng Uteun Seublah.46 cm/detik. Zona Kurang Leluasa Zona ini menempati relief permukaan agak miring dan merupakan bagian dari tepian tebing dengan kemiringan 8 .15%. Zona Tidak Layak Zona ini menempati relief permukaan terjal sebagai tebing lembah dengan kemiringan . Untuk lahan yang ditumbuhi pohon kayu putih termasuk kedalam lahan perkebunan dengan penutupan tanah sebagian (CP = 0.77 ton/ha/tahun.000 (Firdaus dkk. Kegempaan Berdasarkan Peta Seismotektonik Skala 1 : 250. Kedudukan muka air tanah diduga dalam lebih dari 10 m.15 hingga 0. yaitu dengan melapisi permukaan tanah oleh geomembran/geotextile. Tapak kegiatan ini termasuk kedalam zona resiko gempa bumi dengan intensitas maksimum V Skala MMI (Modified Mercalli Intensity) dengan percepatan gempa 10 gal (0.

. 1692. sedangkan Green Belt dan kebun energi yang berfungsi sebagai penyangga dan dapat menyerap gas CO2. Neotectonic and Seismicity Map. Rock. Jakarta Firdaus.R.lebih dari 15%. 15th Main. Gambar 9. Bangalore – 500 070 Soekiban.. Bowles. J.. tersusun oleh batuan gunung api tua yang sama dengan zona leluasa tersebut. Revised and Enlatged Fourth Edition.D. Zona ini sangat rentan terhadap longsoran. Thomson. D... W. 1981. Penerbit Erlangga. Flare/Landfill Gas Treatment Energy. Murthy.000. dan Soehaimi. Jeffery. A.S.. W. 30th Cross Banashankari Second Stage. Penampamg susunan lapisan batuan berdasarkan nilai tahanan jenis REKOMENDASI TATA LETAK TPA TERPADU Tata letak TPA Sampah Terpadu Blang Bintang menurut deskripsi kegiatan yang direncanakan tersebut di atas umumnya dapat diletakkan pada zona leluasa.M.E.. . Sarana utama TPA Sampah Terpadu yang terdiri dari pengolahan leachate. 1996. Direktorat Geologi Tata Lingkungan. Kertapati.000. Sanitary Landfill berada pada zona leluasa. Ghazali. M.McC. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi. Published by Sai Kripa Technical Consultans’Sharada’. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi. 1993. N.A. S.S.. Keats. in SI Units.. E. seperti tanaman Jatropha curcas (jarak) menempati zona kurang leluasa dan zona zona tidak leluasa. S. N. Kartawa. D..V. S. Untuk sarana penunjang seperti kantor pengelolaan.H.. 1989. Djunuddin. Cameron. juga merupakan zona sempadan sungai dan patahan. DAFTAR PUSTAKA Bennett.N. Sifat-sifat Fisis dan Geoteknis Tanah. industri biofuel juga berada pada zona leluasa. dan Wandoyo. Peta Geologi Lembar Banda Aceh Skala 1 : 250.. Peta Hidrogeologi Lembar Banda Aceh Skala 1 : 250. industri pengelolaan sampah.J. J. Bridge. seperti terlihat pada Gambar 10. A Text Book of Soil Mechanics & Foundation Engineering. A. 1981.

. 2007. Rencana Pembangunan Sanitary Landfill Terpadu. Pemda NAD.Tim Koordinasi Pengelolaan Sampah Terpadu.