You are on page 1of 83

DIKLAT MANAJEMEN

PROYEK

DOKUMEN KONTRAK

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM


SEKRETARIAT JENDERAL

04/24/15

PUSAT PENDIDIKAN DAN


PELATIHAN

TUJUAN PEMBELAJARAN
UMUM
SETELAH MENGIKUTI MATA
DIKLAT INI, DIHARAPKAN
PESERTA MAMPU MEMAHAMI
DOKUMEN KONTRAK SEHINGGA
DAPAT MENERAPKANNYA PADA
PENGAWASAN TEKNIK JALAN
DAN JEMBATAN SESUAI
DENGAN KETENTUAN YANG
BERLAKU

04/24/15

TUJUAN
PEMBELAJARANKHUSUS
SETELAH MENGIKUTI MATA DIKLAT INI ,
PESERTA DIHARAPKAN MAMPU MENJELASKAN
:

PENYUSUNAN DOKUMEN KONTRAK


SURAT PERJANJIAN, SURAT
PENUNJUKAN DAN SURAT PENAWARAN
SYARAT-SYARAT KONTRAK
SPESIFIKASI TEKNIK
GAMBAR-GAMBAR DAN BENTUKBENTUK JAMINAN
DAFTAR KUANTITAS DAN HARGA

04/24/15

I. PENGERTIAN DOKUMEN
KONTRAK

04/24/15

A. UMUM
Dokumen

adalah segala
sesuatu yang tertulis/
cetakan / naskah yang
disimpan yang dapat
digunakan sebagai bukti atau
keterangan.

04/24/15

ASPEK DOKUMEN KONTRAK


Aspek
Aspek
Aspek
Aspek
Aspek
Aspek
04/24/15

teknis
Hukum
Administrasi
keuangan/Perbankan
perpajakan
sosial ekonomi
6

ASPEK TEKNIS
Lingkup

Pekerjaan
Waktu pelaksanaan
Metode Pelaksanaan
Jadwal Pelaksanaan
Cara/methode pengukuran
04/24/15

ASPEK HUKUM
Penghentian

Sementara Pekerjaan
Pengakhiran Perjanjian/Pemutusan
Ganti Rugi Keterlambatan
Penyelesaian Perselisihan
Force Majeure
Hukum Yang Berlaku
Domisili
04/24/15

ASPEK
KEUANGAN/PERBANKAN
Nilai

Kontrak/Harga Borongan
Cara Pembayaran
Jaminan-Jaminan

04/24/15

ASPEK PERPAJAKAN

Pajak

Pertambahan Nilai

(PPN)
Pajak Penghasilan (PPh)

04/24/15

10

ASPEK PERASURANSIAN
Contractors

All Risk (CAR)


Third Party Liability (TPL)
ASTEK dan ASKES

04/24/15

11

ASPEK SOSIAL EKONOMI


Penggunaan

tenaga Kerja
Penggunaan Produksi Dalam
Negri
Dampak lingkungan

04/24/15

12

ASPEK ADMINISTRASI
Keterangan

Para Pihak
Laporan Keuangan
Korespondensi
Hubungan Kerja para Pihak

04/24/15

13

Kontrak Kerja Konstruksi

:
keseluruhan dokumen yang mengatur
hubungan hukum antara Pejabat Pembuat
Komitmen dan Penyedia Jasa dalam
penyelengaraan pekerjaan konstruksi, yg
terdiri dari :
1. Addendum surat perjanjian ;
2. Pokok Perjanjian ;
3. Surat penawaran, berikut daftar kuantitas
dan harga ;

04/24/15

14

4. Syarat-syarat khusus kontrak ;


5. Syarat-syarat umum kontrak ;
6. Spesifikasi teknis ;
7. Gambar-gambar ;
8. Dokumen lainnya sperti : jaminanjaminan, SPPBJ, BAHP, BAPP.

04/24/15

Permen 43/2007

15

B. ISTILAH-ISTILAH
Jasa Pelaksanaan Pekerjaan
Konstruksi (pemborongan) adalah
layanan pelaksanaan pekerjaan
konstruksi atau wujud fisik lainnya yang
perencanaan teknis dan spesifikasinya
sudah ditetapkan oleh Pejabat Pembuat
Komitmen sesuai penugasan Kuasa
Pengguna Anggaran dan proses serta
pelaksanaannya diawasi oleh Pejabat
Pembuat Komitmen atau pengawas
kostruksi yang ditugasi;
04/24/15

16

Kegagalan Pekerjaan Konstruksi


adalah keadaan hasil pekerjaan
konstruksi yang tidak sesuai dengan
spesifikasi pekerjaan sebagaimana
disepakati dalam kontrak kerja
konstruksi baik sebagian maupun
keseluruhan sebagai akibat kesalahan
pengguna jasa dan/atau penyedia jasa
dalam masa pelaksanaan kontrak;

04/24/15

17

Kegagalan Bangunan adalah keadaan


bangunan, yang setelah
diserahterimakan oleh penyedia jasa
kepada Pejabat Pembuat Komitmen
menjadi tidak berfungsi, baik secara
keseluruhan maupun sebagian dan/atau
tidak sesuai dengan ketentuan dalam
kontrak, dari segi teknis, manfaat,
keselamatan dan kesehatan kerja,
dan/atau keselamatan umum.

04/24/15

18

C. PENYIAPAN DOKUMEN KONTRAK


Dokumen kontrak untuk pekerjaan
konstruksi terdiri atas:

Addendum Surat Perjanjian;


Pokok Perjanjian
Surat Penawaran berikut daftar kuantitas
dan harga;
Syarat-syarat umum kontrak;
Syarat-syarat khusus kontrak;
Spesifikasi Umum;
Spesifikasi Khusus;
Gambar-gambar;
Dokumen lain yang tercantum dalam
lampiran, misalnya:

04/24/15

Jaminan pelaksanaan;
Jaminan uang muka;
SPPJ; BAHP; BAPP.
19

Dokumen kontrak untuk jasa


Konsultansi terdiri atas:

04/24/15

Addendum Surat Perjanjian;


Pokok Perjanjian;
Surat Penawaran beserta rincian
penawaran biaya;
Syarat-syarat Umum Kontrak;
Syarat-syarat Khusus Kontrak;
Kerangka Acuan Kerja;
Gambar-gambar;
Dokumen lainnya seperti : SPPBJ, BAHS,
BAPP.
20

D. URUTAN KEKUATAN HUKUM

Urutan kekuatan hukum adalah suatu


hirarki prioritas yang menentukan
kekuatan yang lebih tinggi atau lebih
menentukan dari suatu dokumen,
yang berarti dokumen dengan nomor
urut yang lebih kecil mempunyai
kekuatan hukum yang lebih
menentukan.
04/24/15

21

Urutan kekuatan hukum dokumen kontrak


untuk jasa pemborongan :
Addendum Surat Perjanjian;
Pokok Perjanjian;
Surat Penawaran berikut daftar
kuantitas dan harga;
Syarat-syarat Khusus Kontrak;
Syarat-syarat Umum Kontrak;
Spesifikasi Khusus;
Spesifikasi Umum;
Gambar-gambar;
Dokumen lainnya seperti : jaminanjaminan, SPPBJ, BAHP, BAPP.
04/24/15

22

E. PENANDATANGANAN KONTRAK
SYARAT:
1.Paling lambat 14 hari setelah surat penunjukan penyedia
jasa
2.Menyerahkan jaminan pelaksanaan
3.Pek < Rp 50 juta dan jasa konsultansi tidak perlu jaminan
pelaksanaan
4.Pek > Rp 50 milyar stlh memperoleh pendapat Ahli Hukum
Kontrak Profesional atau ditetapkan dengan Kep. Men.
SANKSI :
Pembatalan SPPBJ, dapat berakibat pencairan jaminan
penawaran dan Tidak boleh mengikuti PBJ pemerintah
selama 2 ( dua ) tahun bila :
1.
Calon penyedia jasa tidak dapat menyerahkan jaminan
pelaksanaan
2.
Menolak SPPBJ dengan alasan yang tidak dapat diterima
3.
Mengundurkan diri dengan alasan yang tidak dapat
04/24/15
23
diterima

II. SURAT PERJANJIAN, SURAT


PENUNJUKAN DAN SURAT
PENAWARAN
A. Surat Perjanjian Kontrak
Kerangka surat perjanjian terdiri dari:
a. Pembukaan (Komparisi), meliputi:
1) Judul kontrak;
2) Nomor kontrak;
3) Tanggal kontrak;
4) Kalimat pembuka;
5) Para pihak dalam kontrak;
6) Penandatanganan kontrak.

04/24/15

24

b. Isi, meliputi:
1) Pernyataan bahwa para pihak sepakat untuk
mengadakan kontrak;
2) Pernyataan bahwa para pihak menyetujui
besarnya harga kontrak;
3) Pernyataan bahwa ungkapan-ungkapan dalam
perjanjian harus mempunyai arti dan makna
yang sama seperti yang tercantum dalam
kontrak;
4) Pernyataan bahwa kontrak meliputi beberapa
dokumen dan merupakan satu kesatuan
kontrak;
5) Pernyataan bahwa apabila terjadi pertentangan
antara ketentuan yang ada dalam dokumen
kontrak, yang dipakai dokumen urutannya lebih
dulu;
6) Pernyataan mengenai persetujuan para pihak
untuk melaksanakan kewajiban masing-masing;
7) Pernyataan
mengenai
jangka
waktu
pelaksanaan pekerjaan, kapan dimulai dan
04/24/15
25
diakhirinya pekerjaan tersebut;

c. Penutup, meliputi:
1) Pernyataan bahwa para pihak dalam
perjanjian ini telah menyetujui untuk
melaksanakan perjanjian sesuai ketentuan
peraturan
perundang-undangan
yang
berlaku di Indonesia pada hari dan tanggal
penandatanganan perjanjian tersebut;
2) Tandatangan para pihak dalam surat
perjanjian bermeterai dan tanggal pada
materai.

Kembali
04/24/15

26

B. SURAT PENUNJUKAN PENYEDIA JASA (SPPJ)


Pejabat Pembuat Komitmen penerbitan SPPJ
sebagai pelaksanaan pekerjaan yang dilelangkan,
dengan ketentuan :
a. Tidak ada sanggahan dari peserta lelang; atau
b. Sanggahan yang diterima Pejabat Pembuat
Komitmen dalam masa sanggahan ternyata
tidak
benar, atau sanggahan diterima melewati waktu
masa sanggahan.
SPPJ harus dibuat paling lambat 5 (lima) hari kerja
setelah pengumuman pemenang lelang dan segera
disampaikan kepada pemenang lelang.

04/24/15

27

C. SURAT PENAWARAN
SUATU SURAT TG DITUJUKAN KPD PPK perihal / mengenai
Penawaran pelelangan / seleksi yg dilakukan oleh Satker /
PPK yg terdiri dari :
1.
Surat Kuasa (bila diperlukan);
2.
Jaminan Penawaran;
3.
Daftar Kuantitas dan Harga;
4.
Analisa Harga Satuan Pekerjaan Utama;
5.
Daftar Harga Satuan Dasar Upah;
6.
Daftar Harga Satuan Dasar Bahan;
7.
Daftar Harga Satuan Dasar Peralatan;
8.
Metoda Pelaksanaan;
9.
Jadual Waktu Pelaksanaan;
10. Daftar Personil Inti;
11. Daftar Peralatan Utama
12. Bagian Pekerjaan yang Disubkontrakkan;
13. Rekaman Surat Perjanjian Kemitraan (bila diperlukan);
14. Lampiran lain yang disyaratkan.
04/24/15

28

III. SYARAT-SYARAT
KONTRAK
Secara umum Syarat-syarat Kontrak terdiri
atas Syarat-syarat Umum Kontrak yang
memuat batasan pengertian istilah yang
digunakan, hak, kewajiban, tanggung jawab
termasuk tanggung jawab pada pekerjaan
yang disubkontrakkan, sanksi, penyelesaian
perselisihan, dan peraturan perundangundangan yang berlaku dalam pelaksanaan
kontrak bagi setiap pihak, dan Syarat-syarat
Khusus Kontrak yang memuat ketentuanketentuan yang lebih spesifik sebagaimana
yang dirujuk dalam pasal-pasal Syaratsyarat Umum Kontrak
04/24/15

29

A. SYARAT-SYARAT UMUM
KONTRAK
1.Penerapan

Syarat-syarat
umum kontrak dapat
diterapkan secara luas
tetapi tidak boleh
melanggar ketentuanketentuan dalam kontrak

04/24/15

30

Jaminan
yang harus disediakan oleh penyedia
barang/jasa:
a. jaminan uang muka
b. jaminan pelaksanaan
c. jaminan pelaksanaan bagi penawaran
yang dinilai terlalu rendah(<80%HPS)
d. jaminan pemeliharaan
(besaran,bentuk,masa berlaku ditentukan
dlm dokumen pengadaan)
2.

04/24/15

31

3.

ASURANSI
yang harus disediakan oleh penyedia
barang/jasa:
a. semua barang dan peralatan
b. pelaksanaan pekerjaan
c. pekerja atas segala resiko:
kecelakaan
d. kerusakan, kehilangan serta
e. resiko lain yang tidak dapat diduga

04/24/15

32

4.

PEMBAYARAN
Ketentuan mengenai cara-cara dan
termin pembayaran serta mata
uang yang digunakan

04/24/15

33

5. HARGA
Ketentuan mengenai harga yang harus
dibayarkan oleh pengguna barang/jasa
kepada penyedia barang/jasa atas
pelaksanaan pekerjaan dalam kontrak.
Harga Kontrak harus jelas, pasti, dan
dirinci sumber pembiayaannya
04/24/15

34

6. AMANDEMEN KONTRAK
adalah ketentuan mengenai perubahan
kontrak.
Perubahan Kontrak dapat terjadi
apabila:
a. Perubahan pekerjaan
b. Perubahan jadual pelaksanaan
c. Perubahan harga kontrak
d. Amandemen bisa dilaksanakan
apabila disetujui oleh para pihak yang
membuat kontrak
04/24/15

35

7.

HAK dan KEWAJIBAN PARA PIHAK


a. pengguna barang
- mengawasi dan memeriksa
pekerjaan
- meminta laporan secara periodik
- membayar pekerjaan
b. penyedia barang/jasa
- menerima pembayaran
- melaporkan pelaksanaan
- melaksanakan dan menyelesaikan
pekerjaan
- menyerahkan hasil pekerjaan

04/24/15

36

8. JADUAL PELAKSANAAN PEKERJAAN


a. kapan kontrak mulai berlaku
b. kapan pekerjaan mulai
dilaksanakan
c. kapan penyerahan hasil pekerjaan

04/24/15

37

9. PENGAWASAN
pengguna barang dapat
memerintahkan kepada pihak ketiga
untuk melakukan pengawasan dan
pemeriksaan atas semua
pelaksanaan pekerjaan yang sudah
atau sedang dilaksanakan
04/24/15

38

10. KETERLAMBATAN PELAKSANAAN


PEKERJAAN
a. keterlambatan dalam
pelaksanaan pek
b. sanksi

04/24/15

39

11. PEMUTUSAN KONTRAK


a. pemutusan kontrak oleh penyedia
barang/jasa
b. pemutusan kontrak oleh
pengguna
barang/jasa
04/24/15

Kembali
40

PENGGUNAAN PROGRAM
MUTU

1. disusun oleh penyedia barang/jasa dan


disepakati pengguna barang/jasa pada
saat rapat persiapan pelaksaan
kontrak
dan dapat direvisi sesuai dengan
kondisi
lapangan

04/24/15

41

Lanjutan
2. program mutu penyedia barang/jasa
berisi:
a. informasi penyedia barang/jasa
b. organisasi proyek, pengguna
barang/jasa dan penyedia barang/jasa
c. Jadual pelaksanaan
d. prosedur pelaksanaan pekerjaan
e. prosedur instruksi kerja
f. Pelaksana kerja
04/24/15

42

MOBILISASI
1.

2.

Mobilisasi paling lambat harus sudah


dilaksanakan dalam waktu 30 (tiga puluh) hari
sejak diterbitkan SPMK
Mobilisasi dilakukan sesuai lingkup pekerjaan:
a. PEMBORONGAN
1) mendatangkan peralatan-peralatan
terkait yang diperlukan dalam
pelaksanaan pekerjaan
2) mempersiapkan fasilitas:kantor,
lab,bengkel,gudang, dsb
3) mendatangkan personil-personil

04/24/15

43

Lanjutan..
b. KONSULTANSI
1. mendatangkan tenaga ahli
2. menyiapkan peralatan
pendukung
3. Mobilisasi peralatan dan personil
dapat dilakukan secara bertahap
sesuai dengan kebutuhan
04/24/15

44

PEMERIKSAAN BERSAMA (mc 0)


1.

2.

3.

Pada tahap awal periode pelaksanaan


kontrak dan pada pelaksanaan pekerjaan,
keduabelah pihak melakukan pemeriksaan
bersama.
Untuk pemeriksaan bersama ini, pengguna
barang/jasa dapat membentuk
panitia/pejabat peneliti pelaksanaan kontrak
Apabila dalam pemeriksaan bersama
mengakibatkan perubahan isi kontrak maka
harus dituangkan dalam bentuk adendum
kontrak.

04/24/15

45

PEMBAYARAN UANG MUKA


1.

2.

3.

Penyedia jasa mengajukan permohonan


pengambilan uang muka secara tertulis
disertai rencana penggunaan uang muka
Pengguna barang/jasa mengajukan surat
permintaan pembayaran paling lambat 7
(tujuh) hari setelah jaminan uang muka
diterima pengguna barang/jasa
Besarnya jaminan uang muka harus
bernilai sekurang-kurangnya sama
dengan jumlah uang muka yang
diberikan

04/24/15

46

Lanjutan..

Jaminan uang muka harus diterbitkan oleh


bank umum atau perusahaan asuransi
yang mempunyai program asuransi
kerugian (surety bond) dan harus
direasuransikan sesuai ketentuan Menkeu
5. Pengembalian uang muka diperhitungkan
berangsur-angsur secara proporsional pada
setiap pembayaran prestasi pekerjaan dan
paling lambat harus lunas pada saat
pekerjaan mencapai prestasi 100%.
6. Untuk kontrak tahun jamak nilai jaminan
uang muka secara bertahap dapat
dikurangi sesuai dengan pencapaian
prestasi pekerjaan
4.

04/24/15

47

PEMBAYARAN PRESTASI PEKERJAAN


1.

2.

Pembayaran prestasi hasil pekerjaan


yang disepakati dilakukan apabila
telah mengajukan tagihan disertai
laporan kemajuan hasil pekerjaan.
Pengguna barang/jasa dalam kurun
waktu 7 (tujuh) hari harus sdh
mengajukan surat permintaan
pembayaran prestasi kerja.

04/24/15

48

Lanjutan
3.

4.

5.

Pembayaran prestasi hasil pekerjaan yang


disepakati dapat dilakukan dengan sistem
bulanan atau termijn.
Pembayaran bulanan/termijn harus
dipotong jaminan pemeliharaan, angsuran
uang muka, denda (jika ada), dan pajak.
Untuk kontrak yang mempunyai
subkontrak, permintaan pembayaran
harus dilengkapi bukti pembayaran
kepada seluruh subkontraktor.

04/24/15

49

PERUBAHAN KEGIATAN PEKERJAAN


1.

2.

Untuk kepentingan pemeriksaan,


pengguna barang/ujasa dapat
membentuk panitia peneliti pelaksanaan
kontrak.
Perubahan kontrak meliputi antara lain:
a. Menambah atau mengurangi volume
pekerjaan yang tercantum dalam
kontrak
b. mengurangi atau menambah jenis
pekerjaan

04/24/15

50

Lanjutan..
c. mengubah spesifikasi pekerjaan
sesuai kebuthan lapangan
d. melaksanakan pekerjaan tambah
yang belum tercantum dalam
kontrak yang diperlukan untuk
menyelesaikan seluruh pekerjaan.
3. pekerjaan tambah tidak boleh
melebihi 10 % (sepuluh persen) dari
harga yang tercantum dalam kontrak
awal
04/24/15

51

Lanjutan
4. Perintah perubahan pekerjaan dibuat oleh
pengguna barang/jasa secara tertulis
kepada penyedia barang/jasa.
5. Apabila terdapat negosiasi harga dan teknis,
tetap mengacu ketentuan dalam kontrak
6. Hasil negosiasi dituangkan dalam berita
acara sebagai dasar penyusunan
amandemen kontrak

04/24/15

52

DENDA dan GANTI RUGI


1.

Denda adalah sanksi finansial yang


dikenakan kepada penyedia barang/jasa.
Ganti rugi adalah sanksi finansial yang
dikenakan kepada pengguna barang/jasa.

2.

Besarnya denda atas keterlambatan


penyelesaian pekerjaan adalah 1 (satu
perseribu) dari sisa harga bagian kontrak
yg belum dikerjakan (apabila bagian
pekerjaan yg sdh dilaksanakan dpt
berfungsi) atau 1 (satu perseribu)
dariharga kontrak (apabila bagian kontrak
yg sdh dilaksanakan belum berfungsi).

04/24/15

53

Lanjutan..

3. Besarnya ganti rugi yang dibayar oleh


PPK atas keterlambatan pembayaran
adalah sebesar bunga dari nilai tagihan
yang terlambat dibayar, berdasarkan
tingkat suku bunga yang berlaku saat
itu menurut ketetapan Bank Indonesia,
atau dapat diberikan kompensasi
sesuai ketentuan dalam dokumen
kontrak.
4. Tata cara pembayaran denda dan/atau
ganti rugi diatur di dalam dokumen
kontrak
04/24/15

54

PENYESUAIAN HARGA
1.

Penyesuaian harga diberlakukan


terhadap kontrak jangka panjang
lebih dari 12 (dua belas) bulan dan
diberlakukan mulai bulan ke-13 (tiga
belas) sejak pelaksanaan pekerjaan

2.

Penyesuaian harga dilakukan sesuai


dengan ketentuan yang tercantum
dalam dokumen kontrak.

04/24/15

55

KEADAAN KAHAR (force


majeur)
Apabila terjadi keadaan kahar
maka penyedia barang/jasa
memberitahukan dalam waktu
14 (empat belas) hari dari
terjadinya keadaan kahar dengan
menyertakan pernyataan dari
instansi yang berwenang.
04/24/15

56

PENGHENTIAN KONTRAK
1.

2.

Penghentian kontrak dapat dilakukan


karena pekerjaan sudah selesai atau
terjadi keadaan kahar.
Penghentian kontrak dilakukan karena
terjadi hal-hal di luar kekuasaan kedua
belah pihak (keadaan Kahar) antara lain:
a. timbul perang
b. pemberontakan
c. keributan, kekacauan, huru-hara
d. bencana alam

04/24/15

57

PEMUTUSAN KONTRAK
1.

2.

Pemutusan kontrak dilakukan


bilamana penyedia barang/jasa
cidera janji atau tidak memenuhi
kewajiban dan tanggung jawabnya
sebagaimana diatur di dalam kontrak
Kepada penyedia barang/jasa
dikenakan sanksi sesuai ketentuan
dalam dokumen kontrak

04/24/15

58

Lanjutan.
2.

Pemutusan kontrak dilakukan bilamana


para pihak melakukan kolusi, kecurangan
atau tindak korupsi baik dalam proses
pemilihan maupun pelaksanaan
pekerjaan, dalam hal ini :
a. penyedia barang/jasa dapat
dikenakan sanksi yaitu:
1) jaminan pelaksanaan dicairkan.
2) sisa uang muka harus dilunasi
3) black-list untuk jangka waktu 2 (dua)
tahun
b. pengguna barang/jasa dikenakan
sanksi PP 30/1980

04/24/15

kembali

59

PENYERAHAN LAPANGAN
1. PPK wajib menyerahkan seluruh/sebagian
lapangan kepada penyedia jasa sebelum
diterbitkannya SPMK.
2. Sebelum penyerahan lapangan, PPK bersamasama penyedia jasa melakukan pemeriksaan
lapangan
berikut
bangunan,
bangunan
pelengkap dan seluruh aset milik pengguna jasa
yang akan menjadi tanggung jawab penyedia
jasa, untuk dimanfaatkan, dijaga dan dipelihara.
3. Hasil pemeriksaan lapangan dituangkan dalam
berita acara serah terima lapangan yang
ditandatangani kedua belah pihak.

04/24/15

60

LAPORAN HASIL PEKERJAAN


1.

Laporan Harian:
a.Kuantitas , macam bahandilapangan
b.penempatan tenaga kerja
c.jumlah, jenis dan kondisi peralatan
d.kuantitas jenis pekerjaan yang
dilaksanakan
e.cuaca, dan peristiwa lainnya
f. catatan-catatan lainnya

04/24/15

61

Lanjutan

2. Laporan Mingguan:
Terdiri dari rangkuman laporan harian
dan berisi hasil kemjuan fisik pekerjaan,
foto-foto dokumantasi.
3. Laporan Bulanan:
Terdiri dari rangkuman laporan
mingguan dan berisi kemajuan fisik
dalam perioda satu bulan, foto-foto
dokumentasi.
04/24/15

62

KERJASAMA ANTARA PENYEDIA dan


SUKKONTRAKTOR

1.

2.

Harga kontrak diatas


Rp.25.000.000.000 (dua puluh miliar
rupiah), wajib bekerja sama dengan
golongan usaha kecil termasuk
koperasi kecil.
Bagian yang disubkontrakan sebagian
pekerjaan yang bukan pekerjaan
utama dan diatur dalam kontrak serta
disetujui oleh pengguna barang/jasa.

04/24/15

63

B. SYARAT-SYARAT KHUSUS
KONTRAK
Ketentuan yang merupakan
perubahan, tambahan dan/atau
penjelasan dari ketentuan yang ada
pada syarat-syarat umum kontrak

04/24/15

64

IV. Spesifikasi Teknis


1). Tidak mengarah kepada merk/produk tertentu, tidak menutup
kemungkinan digunakannya produksi dalam negeri;
2). Semaksimal mungkin diupayakan menggunakan standar
nasional (SNI);
3). Metoda pelaksanaan harus logis, realistik dan dapat
dilaksanakan;
4). Jadual waktu pelaksanaan harus sesuai dengan metoda
pelaksanaan;
5). Harus mencantumkan macam, jenis, kapasitas dan jumlah
peralatan utama minimal yang diperlukan dalam pelaksanaan
pekerjaan;
6). Harus mencantumkan syarat-syarat bahan yang dipergunakan
dalam pelaksanaan pekerjaan;
7). Harus mencantumkan syarat-syarat pengujian bahan dan
hasil produk;
8). Harus mencantumkan kriteria kinerja produk (output
performance) yang diinginkan;
9). Harus mencantumkan tata cara pengukuran dan tata cara
pembayaran.
04/24/15

65

PENGERTIAN UMUM

SPESIFIKASI adalah bagian dari Dokumen


Lelang yang menjelaskan persyaratan teknik
pekerjaan yang dilelangkan.

Persyaratan Teknik tersebut mencakup :


Persyaratan Bahan Baku
Persyaratan Bahan Olahan
Cara Pelaksanaan Pekerjaan, termasuk
persyaratan teknik peralatan yang
dipergunakan.
Persyaratan teknik produk akhir pekerjaan yang
harus dicapai.
04/24/15

66

SPESIFIKASI UMUM (General Spesifications)


mencakup semua persyaratan teknik yang
berlaku umum untuk seluruh paket proyek
yang ada.
SPESIFIKASI KHUSUS (Special Spesifications)
mencakup persyaratan-persyaratan teknik
yang berlaku hanya untuk paket-paket proyek
atau jenis-jenis pekerjaan tertentu saja.
04/24/15

67

MAKSUD SPESIFIKASI :
Sebagai pedoman bagi Peserta Pelelangan dalam
mengajukan Penawaran.
Sebagai pedoman bagi Pelaksana / Kontraktor dalam
melaksanakan Pekerjaan.
Sebagai pedoman bagi Pengawas dalam mengawasi
pelaksanaan Pekerjaan oleh Kontraktor.
Sebagai pedoman bagi PPK yang mewakili Employer, dalam
mempertanggungjawabkan proyek secara keseluruhan.
TUJUAN SPESIFIKASI :
Tercapainya produk akhir pekerjaan yang memenuhi
keinginan Pemilik Pekerjaan (Owner).
04/24/15

68

KEINGINAN PEMILIK PEKERJAAN :


Dinyatakan dalam :

Gambar Rencana (bentuk, ukuran, elevasi, lokasi)


Spesifikasi (persyaratan-persyaratan teknik)

Mutu hasil pekerjaan disebut baik, apabila :


Produk Akhir = Keinginan Pemilik
(persis sesuai dengan yang tertera dalam Gambar
dan Spesifikasi Teknik / Dokumen Kontrak)
04/24/15

69

JENIS-JENIS SPESIFIKASI

End Result Specification / Performance Specification


(Spesifikasi Produk Akhir), yaitu jenis Spesifikasi
dimana yang dipersyaratkan adalah dimensi dan
kualitas produk akhir yang harus dicapai, tanpa
mempersoalkan metode kerja untuk mencapai hasil
akhir tsb.
Process Specification (Spesifikasi Proses Kerja), yaitu
jenis Spesifikasi dimana yang diatur adalah semua
ketentuan yang harus dilaksanakan selama proses
pelaksanaan pekerjaan. Dengan mengatur semua
proses pelaksanaan pekerjaan, diharapkan hasil
kerja akan diperoleh sesuai dengan yang diinginkan.
Multi Step and Method Specification, yaitu jenis
Spesifikasi yang mengatur semua langkah, material,
metode kerja dan hasil kerja yang diharapkan.

04/24/15

70

STRUKTUR SPESIFIKASI
Secara umum, isi Spesifikasi terdiri dari :

Uraian Umum
Persyaratan Teknik Bahan
Persyaratan Teknik Peralatan
Cara Pelaksanaan Pekerjaan
Cara-cara Pengendalian Mutu
Cara Pengukuran Hasil Kerja
Cara Pembayaran
Untuk setiap jenis pekerjaan sudah ada Nomor Mata
Pembayaran tertentu, tercantum di dalam
spesifikasi.

04/24/15

71

Spesifikasi Jalan dan


Jembatan
Terdiri dari 10 Divisi
Divisi
Divisi
Divisi
Divisi
Divisi
Divisi
Divisi
Divisi
Divisi
Divisi

04/24/15

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

:
:
:
:
:
:
:
:
:
:

Umum
Drainase
Pekerjaan Tanah
Pelebaran Perkerasan dan Bahu Jalan
Perkerasan Berbutir
Perkerasan Aspal
Struktur
Pengembalian Kondisi dan Pek. Minor
Pekerjaan harian
Pekerjaan Pemeliharaan Rutin

72

V. GAMBAR-GAMBAR BENTUK-BENTUK
JAMINAN
Gambar-gambar untuk pelaksanaan
pekerjaan harus disusun secara terinci,
lengkap dan jelas, antara lain:
Peta Lokasi
Lay out / denah
Potongan memanjang
Potongan melintang
Detail-detail
dan lain lain yang diperlukan.

04/24/15

73

GAMBAR RENCANA (DESIGN DRAWING).


Gambar rencana merupakan gambar yang disediakan
pengguna jasa dan termuat dalam dokumen pelelangan.
Gambar ini disiapkan oleh perencana teknis yang
bertanggungjawab atas hasil perencanaannya dan akan
digunakan sebagai acuan dalam menyiapkan penawaran oleh
peserta lelang dan akan digunakan sebagai acuan pelaksanaan
pekerjaan oleh kontraktor.
GAMBAR KERJA (SHOP DRAWING).
Gambar kerja dibuat oleh kontraktor berdasarkan gambar
rencana dan merupakan penjabaran dari gambar rencana serta
merupakan acuan detail untuk pelaksanaan di lapangan.
Gambar kerja harus disetujui oleh direksi pekerjaan/direksi
teknis. Namur persetujuan direksi pekerjaan/direksi teknis tidak
melepaskan tanggung jawab kontraktor atas kesalahan yang
terjadi.
GAMBAR TERLAKSANA (AS BUILT DRAWING).
Gambar terlaksana merupakan gambar pelaksanaan yang
menunjukkan hasil pelaksanaan atas gambar kerja yang harus
disiapkan oleh kontraktor dan wajib diserahkan kepada
pengguna jasa pada serah terima akhir pekerjaan.
Keterlambatan atau kegagalan penyerahan gambar terlaksana
ini lepada pengguna jasa dapat berakibat ditahannya atau
diperhitungkannya pembayaran kepada kontraktor.

04/24/15

74

JAMINAN JAMINAN
* Jaminan Pelaksanaan ( Bank ) selambatlambatnya 14 hr kerja setelah Surat
Penunjukan
* Masa berlaku sejak penandatanganan sd
penyerahan pertama
* Uang muka dibayarkan setelah menyerahkan
jaminan uang muka
* Jaminan Pemeliharaan untuk menarik
uang retensi 100%
* Jaminan-jaminan dalam bentuk jaminan
bank atau surety bond.

04/24/15

75

JAMINAN BANK & SURETY


BOND

* BANK mengabaikan hak preferensi, sesuai ps 1832 & ps 1831

Pasal 1832 :
Si penanggung tidak dapat menuntut supaya
benda-benda si berutang lebih dahulu disita dan
dijual untuk melunasi utangnya :
Dst. . .

Pasal 1831 :
Si penanggung tidaklah diwajibkan membayar
kepada si berpiutang, selain jika si berutang
lalai,sedangkan benda-benda si berutang ini harus
lebih dahulu disita dan dijual untuk melunasi
utangnya .

* SURETY melepaskan hak istimewa, sesuai ps 1832 & ps 1831


04/24/15

76

VI. DAFTAR KUANTITAS


KUANTITAS

04/24/15

- Gambar Rencana
- perkiraan
- dasar perhitungan penawaran
- kuantitas pasti ditentukan dari
volume pekerjaan yang telah
disetujui Pemilik

77

HARGA SATUAN

kecuali ditetapkan lain, harga


dalam Daftar Kuantitas mencakup
semua kewajiban Kontraktor, serta
segala hal yang diperlukan unutk
pelaksanaan, penyelesaian dan
perbaikan pekerjaan,sebagaimana
ditetapkan dalam Syarat-syarat
Kontrak termasuk biaya umum dan
keuntungan perusahaan
04/24/15

78

BIAYA UMUM DAN KEUNTUNGAN

tidak dimasukkan dalam Mata


Pembayaran Mobilisasi dan Demobilisasi
mencakup :
* asuransi
* operasional kantor Pusat
* pelaksana pengawas, akuntansi,
pelatihan, auditing
* perijinan, registrasi
* periklanan
* dan lain-lain

04/24/15

79

SINGKATAN-SINGKATAN
m3---------------- meter kubik
ha----------------- hektar
m2---------------- meter persegi
m------------------ meter
cm---------------- senti meter
mm--------------- milimeter
kg----------------- kilogram
t ------------------- ton
l ------------------- liter
bh ---------------- buah
Rp ---------------- rupiah
LS ---------------- lumpsum

04/24/15

80

ANALISA HARGA SATUAN MP UTAMA


Nama Bagian Proyek :
Nomor Mata Pembayaran
Jenis Pekerjaan
No

1.

2.

3.

04/24/15

Uraian

:
:

Koefisien/
kuantitas

Tenaga kerja
1. Mandor
2. Pekerja
3.

Bahan
1. Semen
2. Pasir
3.

Peralatan
Alat Berat

Total Harga (termasuk overhead dan profit)

Harga
Satuan
Dasar

Harga

81

04/24/15

82

EVALUASI dokumen kontrak


Apakah yang dimaksud dengan
Dokumen Kontrak, dan jelaskan
tantangan dilapangan pada saat
implementasi ketentuan yang ada
di dalam dokumen kontrak.

04/24/15

83