You are on page 1of 20

BIOMEDIK

PENCERNAAN
KELOMPOK 2 :
ANDI AYUSSUDARLING
SIRJA SAMSIR
FATMAWATI JUNITA SABTU
GITA SARI PRATIWI
NUNUNG RISKYA

Sistem Pencernaan pada manusia

A. Proses Pencernaan

Proses pencernaan merupakan suatu proses


yang melibatkan organ-organ pencernaan dan
kelenjar-kelenjar pencernaan. Antara proses dan
organ-organ serta kelenjarnya merupakan kesatuan
sistem pencernaan.
Sistem pencernaan berfungsi memecah bahanbahan makanan menjadi sari-sari makanan yang siap
diserap dalam tubuh.Berdasarkan prosesnya,
pencernaan makanan dapat dibedakan menjadi dua
macam seperti berikut.
1. Proses mekanis, yaitu pengunyahan oleh gigi
dengan dibantu lidah serta peremasan yang terjadi di
lambung.
2. Proses kimiawi, yaitu pelarutan dan pemecahan
makanan oleh enzim-enzim pencernaan dengan
mengubah makanan yang ber-molekul besar menjadi
molekul yang berukuran kecil.

Sistem Pencernaan

Gangguan Pencernaan

Alat Pencernaan

Proses Pencernaan

Alat Pencernaan
A. Saluran Pencernaan :
1. Mulut
2. Kerongkongan `
(Esofagus)
3. Lambung (Ventrikulus)
4. Usus halus (Intestinum)
5. Usus besar (Kolon)
6. Anus

B. Kelenjar Pencernaan
1. Kelenjar Ludah
2. Hati
3. Pankreas

1. Rongga Mulut
Alat pencernaan makanan yang
pertama dilalui makanan. Di
dalam mulut terdapat gigi, lidah
dan kelenjar ludah. Gigi dan
lidah membantu mencerna
makanan secara mekanis
melalui kunyahan. Ludah
mencernakan makanan secara
Kimiawi melalui enzim Ptyalin

a. Gigi
Berperan dalam
pencernaan makanan.
Makanan dipotong dan
dilumatkan menjadi lebih
halus. Untuk menghasilkan
makanan yang mudah
dicerna sebaiknya dikunyah
22 kali.

b. Lidah
Terletak di rongga mulut,
berfungsi memindahkan
posisi makanan sehingga
makanan mudah dikunyah
secara merata. Lidah juga
membantu proses menelan
dan sebagai indera
mengecap.

c. Kelenjar Ludah
Merupakan kelenjar yang
menghasilkan air ludah. Air ludah
berfungsi memudahkan
penelanan, membantu
pencernaan makanan dan
pelindung mulut terhadap panas,
dingin, asam dan basa. Air ludah
mengandung enzim Ptyalin yang
berfungsi memecah karbohidrat
(Amylum) menjadi gula
sederhana yaitu maltosa.

2. Kerongkongan ( Esofagus )
Makanan yang telah dicerna di mulut bergerak
menuju ke kerongkongan berbentuk bola
(bolus). Sebelum melalui kerongkongan,
makanan akan melewati tekak (faring).
Kerongkongan terdiri dari otot-otot sfinkter yang
bekerja dengan gerak peristaltik, sehingga
makanan terdorong menuju lambung.

3. LAMBUNG ( Ventrikulus )
Terdiri dari 3 bagian, yaitu :
fundus, kardiak dan
pylorus. Bagian atas
kardiak terdapat sfinkter
kardiak dan bagian bawah
pylorus terdapat sfinkter
pylori. Dinding lambung
menghasilkan hormon
gastrin dan getah lambung.
Gastrin berfungsi
merangsang dinding
lambung agar
mensekresikan getah
lambung. Getah lambung
mengandung HCl, enzim
Pepsin, lipase dan renin
yang berfungsi mencerna
secara kimiawi.

4. Usus Halus (Intestinum)


Makanan yang telah dicerna
di lambung berbentuk Khim
dan akan masuk ke usus
halus melalui sfinkter pylori.
Pada permukaan usus halus
terdapat tonjolan-tonjolan
yang disebut Vili. Fungsi vili
adalah memperluas bidang
penyerapan usus halus
sehingga proses absorbsi
makanan menjadi lebih
maksimal. Usus halus
terbagi atas 3 bagian yaitu :
duodenum, jejunum dan
illeum.

5. Usus Besar (Kolon)


Di dalam usus besar, sisa
makanan dibusukkan oleh
bakteri Escherichia coli
menjadi Feses. Dalam usus
besar terjadi proses
penyerapan air yang masih
tersisa pada makanan,
sehingga feses menjadi
padat. Feses akan
didorong mendekati poros
usus (rektum),sehingga
timbul rangsangan buang
air besar (defekasi).
Akhirnya feses dikeluarkan
dari tubuh dari lubang yang
disebut anus.

Gangguan Sistem Pencernaan


1.Parotis ( gondong )
Adalah infeksi kelenjar
parotis.

2. Gastritis
Adalah radang akut pada
dinding yang dapat
disebabkan makanan yang
kotor

Radang Lambung

3. Kolik
Adalah rasa sakit pada
saluran pencernaan akibat
penyumbatan saluran
pencernaan. Penyumbatan
dapat diakibatkan
banyaknya konsumsi
makanan.

Kolon

4. Apendiksitis
Radang pada apendik
( usus buntu)

Apendiks

5. Diare
Infeksi kuman pada kolon yang mengakibatkan feses terlalu
cepat keluar.

6. Sembelit ( Konstipasi )
Adalah susah buang air besar, yang disebabkan
penyerapan air pada kolon yang berlebihan.