You are on page 1of 25

PENGELOLAAN PUPUK ORGANIK CAIR

DI PT. AGROLESTARI MAKMUR NUSANTARA
BATANG JAWA TENGAH INDONESIA

Oleh:
TRIMO PRIYANTO
0410081311

USULAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan
pada Program Strata Satu Fakultas Pertanian
Universitas Pekalongan

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS PEKALONGAN
PEKALONGAN
2015

1

PENGELOLAAN PUPUK ORGANIK CAIR
DI PT. AGROLESTARI MAKMUR NUSANTARA
BATANG JAWA TENGAH INDONESIA

Oleh:
TRIMO PRIYANTO
0410081311

Usulan Praktek Kerja Lapangan
Diterima dan disetujui
pada tanggal ………...

Mengetahui,
Dosen Pembimbing

Dekan Fakultas Pertanian

Ir. Pudjiati Syarif., M.P
NIP. 195407041988032001

Syakiroh Jazilah, SP.,MP
NPP. 111194090

2

Demikian usulan Praktek Kerja Lapangan ini. dan dorongan dari berbagai pihak. oleh karena itu pada kesempatan ini. 4. 3. penulis menyadari bahwa usulan Praktik Kerja Lapangan ini masih kurang sempurna. Penyusunan Usulan Praktek Kerja Lapangan ini. Pudjiati Syarif. Agrolestari Makmur Nusantara Batang Jawa Tengah Indonesia” dapat tersusun. Kedua orang tua dan keluarga besar. arahan. Penulis berharap semoga usulan Pratik Kerja Lapangan ini dapat bermanfaat bagi yang memerlukannya. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan usulan Praktek Kerja Lapangan. atas curahan rahmat dan karunia-Nya sehingga Usulan Praktek Kerja Lapangan yang berjudul “Pengelolaan Pupuk Organik Cair di PT. 5. Kepala PT. Maret 2015 Penulis 3 . penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. 2.P. Pekalongan.. Dekan Fakultas Pertanian Universitas Pekalongan. selaku dosen pembimbing Praktek Kerja Lapangan. yang telah berkenan memberikan ijin untuk melaksanakan Praktek Kerja Lapangan. Agrolestari Makmur Nusantara Batang Jawa Tengah Indonesia beserta staf yang telah memberikan izin dan fasilitas untuk melaksanakan Praktek Kerja Lapangan. yang telah memberikan semangat dan bantuan dalam penyusunan usulan Praktek Kerja Lapangan ini.KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. M. Ir. penulis banyak mendapatkan bimbingan.

... ... v I.............. PENDAHULUAN 1.................................................................................2 Rumusan Masalah................................................................................................................................... 4 4 6 11 16 16 17 III........................................................................................ iii DAFTAR ISI......................................................................... 1.......................................................................... 18 18 18 19 19 DAFTAR PUSTAKA.1 Pengertian Pupuk .........................................................................................3 Tujuan ......................................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ....... 2........................1 Waktu dan Tempat...............1 Latar Belakang..........................................................................................................................................................................3 Pupuk Organik .............................. 21 DAFTAR TABEL 4 ......... 3.................................................. 3.......... 2.. 3..........4 Daftar Pertanyaan ................................ 1 3 3 3 II............................................................4 Manfaat ............................ i HALAMAN PENGESAHAN................ 3....................................................................... iv DAFTAR TABEL................................................... 2.................................. 2...............2 Metode Praktek Kerja Lapangan.......... 1.........5 Jadwal Kegiatan..... 1............................................................. 2................................................................................6 Aplikasi Pupuk Organik Cair pada Tanaman ..............5 Pembuatan Pupuk Organik Cair Secara Umum ....................................2 Klasifikasi Pupuk ...... ii KATA PENGANTAR.3 Teknik Pengambilan Data .......... METODE PRAKTEK KERJA LAPANGAN 3.......................................4 Klasifikasi Pupuk organik Cair ....... 2.............................................7 Pemasaran ............... TINJAUAN PUSTAKA 2.........................................................................

No 1.......................... 17 5 .......... Uraian Halaman Jadwal Kegiatan Praktek Kerja Lapangan................

Sungguh ironis. Keadaan tersebut yang harus diubah. Tanaman yang tercukupi kebutuhan pupuknya akan tumbuh dan berkembang dengan maksimal ( Susetya . Kandungan hara yang sudah mulai berkurang akibat pemakaian pupuk kimia menjadi salah satu penyebabnya. sementara suplemen seperti hormon tumbuhan membantu kelancaran proses metabolisme.1 I. 2012 ). yang kekurangan unsur hara. Menurut Susetya ( 2012 ). Dalam bidang pertanian. menjadi lebih subur dan produktif. yaitu mengembalikan keadaan tanah dan mendapatkan hasil panen yang berlimpah (Nugroho .1 Latar Belakang Saat ini banyak lahan pertanian dan perkebunan yang mengalami masalah dengan tanah yang digunakan untuk pertanaman. menggunakan racun untuk meningkatkan produksi pangan bagi kehidupan. Pupuk mengandung unsur hara yang diperlukan pertumbuhan tanaman. Pupuk adalah nutrisi penting yang sangat dibutuhkan untuk perkembangan tanaman. 2013) . Setiap tahun ribuan hektar lahan yang subur berkurang akibat penggunaan pupuk kimia. PENDAHULUAN 1. 2013 ). . Pupuk memiliki peran yang sangat besar dalam menunjang tumbuhnya tanaman. Tidak heran bila kesehatan dan daya tahan tubuh manusia terus merosot (Nugroho . pupuk merupakan nutrisi atau unsur hara yang ditambahkan pada tanaman. Pupuk berbeda dengan suplemen. Pupuk kimia merupakan pupuk berasal dari bahan-bahan kimia sehingga sangat berefek negatif pada lingkungan. Tanah dapat menjadi kering dan mengeras dengan cepat. Nutrisi dalam pupuk dapat berupa bahan organik atau anorganik ( mineral ). Pupuk dapat berupa pupuk organik dan pupuk kimia. sehingga menyebabkan penurunan hasil panen. istilah pupuk tentunya sudah tidak asing lagi.

kotoran hewan. Kelebihan dari pupuk organik ini adalah dapat secara cepat mengatasi defisiensi hara ( Hadisuwito . 2013 ). dan manusia yang kandungan unsur haranya lebih dari satu unsur. . Pupuk organik lebih lama diserap oleh tanman. Pupuk organik juga dapat berupa pupuk cair (Soeleman dan Rahayu . Agrolestari Makmur Nusantara Batang Jawa Tengah Indonesia. Untuk memudahkan unsur hara dapat diserap tanaman bahan organik dapat dibuat menjadi pupuk cair terlebih dahulu (Susetya . Indrakusuma (2000). Pupuk organik merupakan hasil akhir dari perombakan atau peruraian bagian-bagian atau sisa tanaman dan binatang. pupuk hijau. Pupuk organik biasanya berupa zat padat. membantu meningkatkan produksi tanaman. saat ini pengolahan bahan organik menjadi pupuk organik cair mulai banyak diteliti. kimia. Pupuk organik dapat berupa kompos. dan biologi tanah. Penggunaan pupuk organik tidak meninggalkan residu yang membahayakan bagi kehidupan. Sebuah penelitian di Cina menunjukkan penggunaan limbah cair organik mampu meningkatkan produksi pertanian 11% lebih tinggi dibandingkan dengan menggunakan bahan organik lain. bahkan penggunaan pupuk kimia sintetik untuk pupuk dasar mulai tergeser dengan keunggulan pupuk organik cair. ataupun kotoran hewan. Pupuk organik cair adalah larutan dari pembusukan bahanbahan organik yang berasal dari sisa tanaman. 2012). menambahkan pupuk organik cair selain dapat memperbaiki sifat fisik. meningkatkan kualitas produk tanaman. pupuk organik adalah pupuk yang berasal dari pembusukan daun-daun atau pengomposan. dan mengurangi penggunaan pupuk anorganik. maka dilaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) mengenai Pengelolaan Pupuk Organik Cair di PT. 2012 ).2 Menurut Soeleman dan Rahayu (2013 ). sehingga mampu memperkaya sekaligus mengembalikan ketersediaan unsur hara didalam tanah dan tumbuhan dengan aman. Menurut Nugroho (2013). Berdasarkan pertimbangan tersebut.

Untuk mengetahui Untuk mengetahui cara aplikasi pupuk organik cair pada tanaman. Dapat menambah pengetahuan tentang Pengelolaan Pupuk Organik Cair di PT. 1. Dapat mengetahui prosedur pemasaran yang dilakukan oleh pihak PT. 3. 2. Bagaimana prosedur pemasaran yang dilakukan oleh PT. Agrolestari Makmur Nusantara Batang Jawa Tengah Indonesia ? 2. Bagaimana cara aplikasi pupuk organik cair pada tanaman ? 3. Agrolestari Makmur Nusantara Batang Jawa Tengah Indonesia? 1. 3. . Agrolestari Makmur Nusantara Batang Jawa Tengah Indonesia. Bagaimana Pengelolaan Pupuk Organik Cair di PT. Untuk mengetahui Pengelolaan Pupuk Organik Cair di PT. Dapat menegetahui cara aplikasi pupuk organik cair pada tanaman. Agrolestari Makmur Nusantara Batang Jawa Tengah Indonesia. prosedur pemasaran yang dilakukan oleh pihak PT. dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: 1.2 Rumusan masalah Berdasarkan uraian tersebut. Agrolestari Makmur Nusantara Batang Jawa Tengah Indonesia. Agrolestari Makmur Nusantara Batang Jawa Tengah Indonesia.3 1. 2.4 Manfaat Manfaat dilakukan praktek kerja lapangan antara lain: 1.3 Tujuan Tujuan dilakukan Praktek Kerja Lapangan antara lain: 1.

Menurut Nugroho (2013). Mg. briket. granul. 2013). kadar dalam tanaman ≤100 ppm). Pupuk adalah zat hara yang ditambahkan pada tumbuhan agar berkembang dengan baik sesuai genetis dan potensi produksinya. S ( hara makro. B (hara mikro. 2006). aspek – aspek pemasaran lainnya (Hadisuwito. 2. N.4 II. Ca. Mo. Unsur hara yang diperlukan oleh tanaman adalah C. Mn. biaya. Pemilihan bentuk ini bergantung pada penggunaan.1 Pengertian Pupuk Pupuk merupakan material yang digunakan untuk mencukupi kebutuhan hara yang diperlukan tanaman agar mampu berproduksi dengan baik. P. curah. bila ditambahkan ke dalam tanah ataupun tanaman dapat menambah unsur hara serta dapat memperbaiki sifat fisik. 2012). atau kesuburan tanah (Hasibuan. kadar dalam tanaman ≥1000 ppm). Zn. Pupuk adalah suatu bahan yang bersifat organik ataupun anorganik. kimia dan biologi tanah. K. dihasilkan oleh kegiatan alam atau di olah manusia di pabrik. TINJAUAN PUSTAKA 2. pupuk mengandung satu atau lebih unsur hara bagi tanaman.macam bentuk meliputi cair. tablet. pellet.O ( ketersediaan di alam masih melimpah). Cl. Bahan tersebut berupa mineral atau organik . Cu.2 Klasifikasi Pupuk . Pupuk organik bisa dibuat dalam bermacam.H. Pupuk dapat dibuat dari bahan organik maupun non-organik (sintetis). dengan cara ditambahkan pada media tanam atau tanaman (Nugroho . Fe.

6. Pupuk akar atau pupuk tanah. Berdasarkan macam hara tanaman : a. 2. Pupuk cair. 3. 5. Pupuk anorganik atau mineral. Berdasarkan reaksi fisiologisnya : a. Pupuk alam. Pupuk daun. Berdasarkan asalnya : a. b. yakni pupuk yang diberikan kedalam tanah disekitar akar agar diserap oleh akar tanaman. b. b. dan kompos. Kebanyakan pupuk alam tergolong pupuk organik. pupuk dalam arti luas diklasifikasikan sebagai berikut : 1. TSP.5 Menurut Susetya ( 2012 ). Pupuk yang mempunyai reaksi fisiologis asam. b. guano. misalnya NPK. b. pupuk kandang. Berdasarkan fasanya : a. yakni pupuk yang dibuat oleh pabrik. Urea. Misalnya. Pupuk ini dibuat oleh pabrik dengan mengubah sumber daya alam melalui proses fisika ataupun kimia. . yakni pupuk yang bila diberikan kedalam tanah ada kecenderungan tanah menjadi lebih masam (pH menjadi lebih rendah). dan NPK. yakni pupuk yang bila diberikan ketanah menyebabkan pH tanah cenderung naik. yakni pupuk berupa cairan yang cara penggunaanya dilarutkan terlebih dahulu dengan air. Pupuk padat. yakni pupuk yang terdapat didalam alam atau dibuat dengan bahan alam dengan proses yang sederhana. Pupuk mikro. pupuk kompos. pupuk chili saltpeter dan kalsium sianida. Pupuk buatan. Misalnya ZA dan Urea. b. 4. kemudian disemprotkan pada permukaan daun. yakni pupuk yang umumnya mempunyai kelarutan beragam mulai yang mudah larut dalam air sampai yang sukar larut air. Misalnya. Misalnya. Berdasarkan cara penggunaannya : a. Rustika. dan hijau. kandang. Berdasarkan senyawanya : a. dan gandsalin. yakni pupuk yang mengandung hara makro saja. Pupuk organik yakni pupuk yang berupa senyawa organic. yakni pupuk yang hanya mengandung hara mikro saja. yakni pupuk yang cara pemupukannya dilarutkan terlebih dahulu dalam air. Pupuk makro. Hampir semua pupuk buatan tergolong pupuk anorganik. yakni pupuk dari senyawa anorganik. Misalnya. Pupuk yang mempunyai reaksi fisiologis basa.

Bahan yang ideal untuk dikomposkan memiliki nisbah C/N sekitar 30. Nitrogen terdapat dalam bentuk persenyawaan organik sehingga mudah dihisap tanaman. Bahan organik yang memiliki nisbah C/N jauh lebih tinggi di atas 30 akan terombak dalam waktu yang lama. pupuk organik dapat diidentifikasi berasal dari pertanian dan non pertanian. serbuk gergaji. 2.3 Pupuk Organik Pupuk organik merupakan pupuk yang dibuat dari sisa panen. Hanya saja. Pupuk organik (kompos) merupakan hasil perombakan bahan organik oleh mikrobia dengan hasil akhir berupa kompos yang memiliki nisbah C/N yang rendah. ketersediaan unsur tersebut biasanya dalam jumlah yang sedikit. 2006) Menurut Susetya ( 2012 ). misalnya pupuk gandsalin. guano. dapat berasal dari sampah organik kota. (Suriadikarta. Dalam penggunaanya. Misalnya bungkil.tepung tulang dan sebagainya. dan Rustika. Tidak meninggalkan sisa asam anorganik didalam tanah. bayfolan. sedangkan kompos yang dihasilkan memiliki nisbah C/N < 20. kedua jenis pupuk ini sering dicampur dan ditambahkan dengan zat pengatur tubuh (hormon tumbuh). kotoran hewan. limbah rumah tangga. Dari pertanian. pupuk organik merupakan hasil akhir dan atau hasil antara dari perubahan atau peruraian bagian dan sisa-sisa tanaman dan hewan. limbah industri. dan limbah industri. 3. sebaliknya jika nisbah tersebut terlalu rendah akan terjadi kehilangan N berlangsung. misalnya karbohidrat. Menurut sumbernya. Mempunyai kadar persenyawaan C organik yang tinggi. Komposisi hara dalam pupuk organik sangat tergantung dari sumbernya. dapat berupa sisa panen dan kotoran ternak. Sedangkan dari non pertanian. Karena pupuk organik berasal dari bahan organik yang mengandung segala macam unsur maka pupuk ini pun mengandung hampir semua unsur (baik makro maupun mikro). Kompos karena menguap yang dihasilkan selama dengan proses fermentasi perombakan menggunakan . Pupuk organik diantaranya ditandai dengan ciri-ciri : 1. 2.6 c. Campuran makro dan mikro. dan sebagainya.

Dengan cara ini proses pembuatan kompos dapat berlangsung lebih singkat dibandingkan cara konvensional (Yuwono. Hanya sedikit petani yang dapat memproduksi kompos untuk memenuhi kebutuhannya. baik kotoran padat maupun campuran sisa makanan dan air seni ternak. Pupuk organik termasuk pupuk majemuk lengkap karena kandungan unsur haranya lebih dari satu unsur dan mengandung unsur mikro. Pemakaian pupuk organik semakin meningkat dari tahun ke tahun. membantu penyerapan . 2012) 1. sapi. ayam merupakan kotoran yang paling sering digunakan untuk dijadikan pupuk kandang (Hadisuwito. yakni pupuk organik padat dan cair. Bahan organik ini akan mengalami pembusukan oleh mikroorganisme sehingga sifat fisiknya akan berbeda dari semula. pupuk organik padat dibedakan lagi menjadi pupuk kandang. 2012). Sebagian petani membeli kompos dari pabrik lokal maupun kompos impor.7 teknologi mikrobia efektif dikenal dengan nama bokashi. pupuk kandang dapat memperbaiki struktur tanah. kompos dan pupuk hijau. Pupuk Organik padat Pupuk organik padat adalah pupuk yang sebagian besar atau seluruhnya terdiri atas bahan organik yang berasal dari sisa tanaman. (Hadisuwito. Pupuk kandang tidak hanya membantu pertumbuhan. Selain itu. humus. sehingga diperlukan regulasi atau peraturan mengenai persyaratan yang harus dipenuhi oleh pupuk organik agar memberikan manfaat maksimal bagi pertumbuhan tanaman dan di sisi lain tetap menjaga kelestarian lingkungan (Suriadikarta. Saat ini. Hampir semua kotoran hewan dapat digunakan sebagai bahan baku pupuk kandang. a. kotoran hewan. domba. 2006). Kotoran hewan seperti kambing. pembuatan pupuk organik hanya dilakukan dalam skala industri karena minimnya tenaga kerja di pedesaan. tetapi juga dapat membantu menetralkan racun logam berat didalam tanah. Jika dilihat dari bentuknya. dan manusia yang berbentuk padat. Dari bahan asalnya. 2006). Pupuk Kandang Pupuk kandang adalah pupuk yang bahan dasarnya berasal dari kotoran ternak. pupuk organik dibedakan menjadi dua.

(Hadisuwito. dan baunya telah berkurang. (Hadisuwito. urin. 2012) d. 2012) b. Pupuk Hijau Pupuk hijau adalah pupuk yang berasal berupa tanaman dan sisa tanaman legum. hewan. Antara humus dengan pupuk hijau sebenarnya memiliki kemiripan. Sementara itu. pupuk hijau terbentuk dengan bantuan “campuran tangan” manusia. Pupuk hijau dapat diberikan dekat dengan waktu penanaman tanpa harus mengalami proses pengomposan terlebih dahulu. cabang. Pada dasarnya.8 unsur hara dan mempertahankan suhu tanah. Proses dekomposisi ini dipengaruhi oleh cuaca diatas permukaan tanah dan dibantu oleh mikroorganisme tanah. baik dari tanaman. Jenis tanaman yang sering digunakan untuk kompos diantaranya adalah jerami. pupuk kandang belum dapat digunakan. bahan dari hewan ternak yang sering digunakan untuk kompos diantaranya kotoran ternak. Para petani biasanya menggunakan pupuk kandang dengan cara disebar dan dibenamkan. Pupuk kandang yang telah siap digunakan memiliki ciri dingin. akar. pakan ternak yang terbuang dan cairan biogas. wujud aslinya sudah tidak tampak. 2012) c. Pupuk Organik Cair . gulma. Humus Humus merupakan hasil dekomposisi tumbuhan berupa daun. (Hadisuwito. Perbedaannya hanya terletak pada prosesnya. Penggunaan yang paling baik adalah cara dibenamkan. karena penguapan unsur hara akibat proses kimia dalam tanah dapat dikurangi. Humus terbentuk secara alami dan sebagian besar terjadi dihutan. dan limbah organik yang telah mengalami dekomposisi atau fermentasi. pelepah pisang. remah. sayuran busuk. (Hadisuwito. sekam padi. pupuk kandang dan pupuk hijau merupakan bagian dari kompos. 2012) 2.Sementara itu. Jika belum memiliki ciri-ciri tersebut. Kompos Kompos berasal dari sisa bahan organik. ranting dan bahan secara alami. Karena kemampuan tanaman legum mengikat N udara dengan bantuan bakteri penambat N menyebabkan kadar N dalam tanaman relatif tinggi. sisa tanaman jagung dan sabuk kelapa.

Pemakaian kompos yang kurang matang akan merugikan pertumbuhan tanaman karena pengaruh panas yang tinggi serta adanya senyawa yang bersifat fitotoksik. pH. kadar air dalam pupuk organik sangat tinggi. Ada beberapa indikator kematangan kompos. tidak bermasalah dalam pencucian hara. dan juga mampu menyediakan hara secara cepat. KTK. demikian pula kadar karbon total akan menurun. beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan pupuk organik adalah sebagai berikut : a. Bila dibandingkan dengan pupuk anorganik. pupuk organik cair umumnya tidak merusak tanah dan tanaman meskipun sudah digunakan sesering mungkin.9 Pupuk organik cair adalah larutan dari hasil pembusukan bahanbahan organik yang berasal dari sisa tanaman. Selama proses pengomposan. suhu. antara lain rasio C/N. Jika dibandingkan dengan pupuk anorganik. c. Pada akhir proses pengomposan telah terbentuk kompos yang matang. pupuk ini juga memiliki bahan pengikat sehingga larutan pupuk yang diberikan ke permukaan tanah bisa langsung dimanfaatkan oleh tanaman. Banyak petani di Taiwan tertarik pada bentuk granular. sementara kandungan nitrogen meningkat. Suhu dalam tumpukan kompos akan meningkat sejalan dengan aktibitas dekomposisi. Kompos berbentuk tepung akan sulit diaplikasikan karena mudah hilang menjadi debu. dan aroma kompos. dan rasio C/N menurun. . sedangkan peneliti di Jepang mengembangkan formula baru dalam bentuk pellet untuk mempermudah penanganannya. warna. Bentuk pupuk kompos berkaitan dengan cara aplikasinya. b. (Hadisuwito. Kandungan air. Selain itu. diperlukan proses pengeringan hingga mencapai kadar air 30 – 35%. 2012) Menurut Susetya ( 2012 ). bahan organik mentah mengalami proses perombakan oleh mikroorganisme berupa fungi dan bakteri. Kematangan kompos. Bentuk pupuk. suhu akan menurun. Oleh karena itu. Kelebihan dari pupuk organik ini adalah mampu mengatasi defisiensi hara secara cepat. kotoran hewan dan manusia yang kandungan unsur haranya lebih dari satu unsur .

Pupuk kandang seringkali mengandung benih gulma atau bibit penyakit pada manusia. f. Akibatnya. Kotoran ternak banyak mengandung bahan aditif yang berasal dari pakan ternak. Bahan dasar kompos yang banyak digunakan dan mengandung bahan berbahaya adalah sampah kota dan limbah cair. Untuk kondisi di Indonesia. Bahan beracun. Pupuk kandang juga mempunyai bau yang tidak enak bagi lingkungan. 2. dan Cr.1 Pupuk Kandang Cair . Pupuk organik dapat membawa pathogen dan telur serangga yang menganggu tanaman. g. kriteria tentang kandungan logam berat dalam pupuk organik ditentukan dalam Surat Keputusan Menteri Pertanian No. seperti kombinasi antara limbah agroindustri dan kotoran ternak. e. Masalah utama dalam produksi kompos adalah hadirnya logam / bahan beracun berbahaya bagi kesehatan manusia dan pertumbuhan tanaman. Sedangkan pupuk hijau mungkin menimbulkan alleopati bagi tanaman pokok.4. Kotoran ternak yang dikomposkan menimbulkan masalah keracunan spesifik.4 Klasifikasi Pupuk Organik Cair 2. Kotoran ternak. Aerasi yang baik serta pembalikan kompos secara teratur merupakan tindakan yang sangat penting. 2 bulan Februari 2006. Senyawa fitotoksik seperti asam lemak yang mudah menguap yang terbentuk bila kotoran ternak disimpan dalam kondisi anaerob. Pb.10 d. tipe dan kualitas kompos yang dihasilkan sering berubah – ubah sehingga menyulitkan produsen menstandarisasi produknya dan pemberian informasi dalam label yang tepat. Patogenitas. Unsur – unsur ini akan terserap oleh tanaman dan termakan manusia dan akhirnya mengkontaminasi seluruh rantai makanan. terutaman jenis unggas. meskipun tidak beracun. Kombinasi bahan dasar kompos. Pabrik kompos di Asia pada umumnya memproduksi kompos dari beberapa macam bahan dasar. Logam berat yang sering terdapat dalam bahan tersebut adalah Co.

Setelah larutan tercampur rata simpanlah di tempat yang teduh dan tidak terkena sinar matahari langsung dengan memberi penutup/pelindung. 2012) Dalam penggunaan pupuk kandang perlu diwaspadai dalam pengggunaan langsung dalam tanaman adalah kemungkinanadanya kandungan gulma. K rendah. tetapi banyak mengandung unsur mikro. dalam penggunaannya pupuk organik ini memiliki . Pupuk kandang dapat mencegah erosi. Hal ini dilakukan untuk menekan kehilangan nitrogen dalam bentuk gas amoniak yang menguap. P. Dengan menyimpannya terlebih dahulu sebelum digunakan akan meningkatkan kandungan fosfat dan membuat kandungan hara menjadi seimbang.11 Pupuk kandang dapat pula digunakan dalam bentuk cair. Pupuk kandangan mempunyai kandungan unsur N. Kandungan unsur nitrogen dalam pupuk kandang akan dilepaskan secara perlahan-lahan. pergerakan tanah dan retakan tanah. Penyimpanan pupuk kandang cair dilakukan dalam kondisi tertutup agar udara tidak dapat masuk. Penggunaan pupuk kandang cair juga akan meningkatkan efisiensi penggunaan fosfat oleh tanaman. memperbaiki struktur tanah dan pengatusan tanah. Pupuk kandang dan pupuk organik lainnya meningkatkan kemampuan tanah mengikat kelembaban. organisme penyebab penyakit yang terkandung dalam pupuk kandang/kotoran hewan. (Hadisuwito. 2012). Dengan demikian pemberian pupuk kandang yang berkelanjutan akan membantu dalam membangun kesuburan tanah dalam jangka panjang (Hadisuwito. Nitrogen yang dilepaskan dengan adanya aktivitas mikroorganisme kemudian dimanfaatkan oleh tanaman. Biarkan agar terjadi proses fermentasi seblum digunakan. (Hadisuwito. Pupuk kandang memacu pertumbuhan dan perkembangan bakteri dan mahluk tanah lainnya. 2012) Pupuk kandang merupakan pupuk organik dapat berperanan sebagai bahan pembenah tanah. Pupuk kandang cair dapat dibuat dengan mencampur kotoran hewan dengan air lalu diaduk. Nilai dari pupuk kandang tidak hanya didasarkan pada pasokan jumlahnya tetapi jumlah nitrogen dan zat yang terkandung. Penggunaan secara langsung kemungkinan besar akan terjadi panas karena proses penguraian. Berbagai contoh di atas memperlihatkan bahwa banyak sekali bahan yang dapat digunakan sebagai pupuk.

dan sisa air minum. EM4 merupakan Effective Microorganisme 4 yang berguna untuk memepercepat proses pengomposan ataupun pada pembuatan pupuk cair. lebih unsur penting ini sangat adalah EDTA ( Asam bermanfaat untuk mengembangkan protein sel tunggal di dalam media cairan (Maspary. serta trace element. Unsur-unsur tersebut adalah nitrogen. dan lain-lain. Pupuk organik memiliki banyak kelebihan yang tidak dapat digantikan oleh pupuk kimia. besi. tembaga. Selain itu penggunaan pupuk organik dapat melepaskan ketergantungan petani pada pabrik dengan cara membiasakan kembali pupuk.4. Bakteri pengurai yang umum digunakan adalah berupa energi yang digunakan oleh EM4 ataupun botani dan molasses sebagai bakteri. padahal produksi urin sapi dari seekor sapi dewasa mencapai kurang lebih delapan liter per hari. 2012) 2.2 Pupuk Organik Cair Dari Urine Sapi Pupuk organik Cair (POC) yang salah satu bentuknya berupa kompos cair dapat dibuat secara sederhana. sisa pakan. Urin sapi yang digunakan untuk diolah menjadi pupuk cair yang paling baik adalah urin sapi murni segar. Unsur lain yang etilenadiaminatetraasetat). Urin sapi segar dalam pembuatan pupuk cair membutuhkan bakteri pengurai. (Hadisuwito. Urin sapi mempunyai prospek yang cerah untuk diolah menjadi pupuk cair karena mengandung unsur-unsur yang sangat dibutuhkan oleh tanaman secara lengkap. urin sapi ini belum tercampur dengan cemaran lain yang ada dalam kandang seperti feses. mangan. EM4 mengandung sekitar 80 macam . yaitu seng. Penggunaan urin sapi segar ini lebih baik kurang dari 24 jam setelah urin dihasilkan oleh sapi. dan potassium dalam jumlah yang sedikit.12 kelemahan dibandingkan dengan pupuk kimia. Pembuatan pupuk cair untuk diolah menjadi produk lain yang lebih berguna masih sangat jarang dilakukan. penggunaan pupuk organik dari alam. pospor. 2011). Prinsip pembuatan pupuk cair dengan menggunakan urin sapi adalah menambahkan bakteri pengurai untuk menguraikan senyawa-senyawa organik yang terkandung di dalam urin tersebut sehingga bisa langsung dimanfaatkan oleh tanaman.

Pupuk cair juga dihasilkan dalam pembuatan gas bio. Lactobacillus sp . Pertumbuhan algae akan mempercepat proses oksidasi dan fotosintesis di dalam kolam oksidasi. Pengolahan pupuk cair dari urin sapi dan pengolahan pupuk cair dari keluaran gas bio berbeda. Proses pengolahan pupuk cair dengan urin sapi sangat sederhana. tetapi hanya ada lima golongan yang paling pokok. 2011). Aerator diperlukan agar proses fermentasi selalu berjalan secara aerob.13 genus mikroorganisme. serta tidak membahayakan pertumbuhan ataupun produksi tanaman (Maspary. dan Actinomycetes. Pengelolaan produksi pupuk cair dari urin sapi dapat berlangsung secara cepat dengan bantuan EM4 ini. yaitu sekitar empat sampai tujuh hari. Mikroba di dalam pupuk cair memanfaatkan zat-zat yang tersedia. Penurunan kadar BOD dan COD tersebut memungkinkan berkembangnya algae (ganggang). tidak berbau busuk. sehingga aliran calon pupuk cair menjadi lebih lambat. 2011). Kemasakan urin fermentasi dapat diidentifikasi dari hilangnya bau pada pupuk cair yang diolah. Streptomyces sp. Kelambatan aliran calon pupuk cair memungkinkan oksigen dapat masuk ke dalamnya (Maspary. sehingga kadar BOD (Biochemical Oxygen Demand) dan COD (Chemical Oxygen Demand) menurun. Kolam oksidasi sebaiknya dibuat dangkal dan diberi sekat-sekat. ragi (yeast). Mikroba di dalam pupuk cair setelah teroksidasi akan semakin berkembang. Pupuk cair yang berasal dari keluaran unit gas bio belum dapat digunakan untuk pemupukan karena belum banyak mengandung oksigen. Pupuk cair yang telah teroksidasi siap dimanfaatkan untuk menambah unsur . Pupuk padat perlu ditampung di dalam kolam oksidasi dengan lama berkisar kurang lebih dua minggu untuk memasukkan oksigen ke dalam calon pupuk cair yang telah dipisahkan. yaitu bakteri fotosintetik. tidak mengandung hama dan penyakit. bakteri pengurai dan molasses pada drum yang terbuka kemudian didiamkan selama satu minggu. yaitu dengan mencampurkan urin segar. sehingga kalau dialirkan ke sungai akan mematikan ikan. Kecepatan teroksidasinya pupuk cair tergantung pada luas dan kedalaman dari kolam tersebut juga kecepatan aliran di dalam kolam. Proses pengolahan yang baik dan benar akan menghasilkan pupuk cair yang tidak panas.

Sedangkan unsur P naik menjadi 84 ppm dibanding 69 ppm. Sehingga perlu dicarikan mikroba yang cocok untuk melarutkan lebih banyak P dalam proses fermentasi biourine. Mutu kedua jenis pupuk cair tersebut dari ternak kambing cukup bagus untuk diaplikasikan pada tanaman semusim maupun tanaman perkebunan.773 ppm dibanding 3. Di antaranya yang berpotensi dikembangkan di Indonesia ialah pupuk cair dari kotoran/feses dan dari urine kambing. C-organik naik menjadi 3.4. 3. (Hadisuwito. memberi nutrisi pada daun. dan lain-lain dengan dialirkan atau disemprotkan (Maspary.811 ppm .770 ppm dibanding 759 tanpa perlakuan. Penurunan unsur P pada biourine disebabkan inokulan yang ada kurang mampu melarutkan P. Corganik dan N meningkat secara drastis dibanding tanpa perlakuan.4.22% dibanding 0. Telur sering ditambahkan dalam pencampuran yang berfungsi untuk melekatkan urin fermentasi pada daun sehingga dapat dimanfaatkan oleh tanaman secara maksimal. dan meningkatkan produksi pertanian secara umum. kandungan unsur K. ladang. Pada pembuatan biourine kambing. dan N 0. kandungan unsur K melonjak menjadi 1.414 ppm dibanding 2.390 ppm. 2.14 hara di sawah. pot bunga. pertanian organik sedang berkembang dan memerlukan peningkatan pasok pupuk organik.dan tumbuhan. hewan. gabungan dari fermentasi bahan organik cair dengan bahan organik padat dikenal dengan istilah biogas. Pupuk cair mempunyai fungsi untuk mencegah kelayuan daun. 2011).4 Biogas Menurut Hadisuwito (2012). Pada dasarnya . Penggunaan pupuk cair ini dengan cara mencampurkan dengan air. merangsang pertumbuhan tunas. Tetapi unsur P turun menjadi 89 ppm dibanding 94 ppm. Pada pembuatan pupuk cair dari kotoran kambing . dan 1.34%. Perbandingan air dengan banyaknya pupuk cair yang digunakan tergantung dari kandungan pupuk cair yang digunakan.3 Pupuk Organik Cair Dari Kotoran Kambing Menurut Hadisuwito (2012).89% dibanding 0. Bahan baku pembuatannya berasal dari manusia. 2012) 2. kandungan tersebut berturut-turut 962 ppm dibanding 422 ppm .27%.

Sama seperti limbah padat organik. limbah cair dan limbah padat yang dihasilkan sebagai residu bisa digunakan sebagai pupuk. dan ramuan herbal lainya. metode fermentasi yang paling banyak digunakan. dan lain-lain. Kotoran manusia merupakan komponen utama dari limbah cair organik rumah tangga. (Hadisuwito. Penggunaan pupuk dari limbah ini dapat membantu memperbaiki struktur dan kualitas tanah. Selain itu.5 Pupuk Cair Limbah Organik Pada dasarnya. (Hadisuwito.6 Pupuk cair Limbah Manusia Pupuk cair dari kotoran manusia sebenarnya merupakan campuran antara kotoran manusia dan cairan yang keluar bersamaan dengan kotoran manusia. royal jelly. 2. 2012) 2. fermentasi urine dipetenakan sapi. dan kelinci. 2. Umumnya resep dan metode ini adalah ‘rahasia perusahaan’ masing-masing. 2012) 2. yaitu gas metana yang dihasilkan dapat berfungsi sebagai bahan bakar. yang membedakan kualitas pupuk organik cair dengan pupuk organik lain umumnya terletak pada komposisi dan jenis bahan yang digunakan. limbah cair dari bahan organik bisa dimanfaatkan sebagai pupuk. Ada yang menambahkan madu. Diantara metode tersebut .4. Menurut Nugroho (2013).Kandungan haranya berbeda-berbeda tergantung dari jenis makanan yang dikonsumsinya. Resep pembuatan pupuk organik cair sangat beragam.5 Pembuatan Pupuk Organik Cair Secara Umum Menurut Nugroho (2013). fermentasi ekstrak tanaman. Pembuatan pupuk organik cair berdasarkan pengelolaannya adalah: (1) ekstraksi dan (2) fermentasi.4.6 Aplikasi Pupuk Organik Cair pada Tanaman . ada banyak sekali metode dan resep pembuatan pupuk organik cair yang sudah dilakukan oleh banyak orang. domba. khususnya NPK dan bahan organik lainnya.15 penggunaan biogas memiliki keuntungan ganda. limbah cair banyak mengandung unsur hara. misalnya: meramu berbagai macam urine binatang. Sebagai contoh. mulai dari urine sapi.

2. .7 Pemasaran Menurut Nugroho (2013). semakin banyak POC terjual akan semakin memberikan keuntungan. bawang. seledri. yaitu : (1) mendekati tokoh petani (2) menggunakan strategi tengkulak (3) membuat demplot dan pembagian produk gratis (4) menekan harga untuk memperbanyak penyebaran (5) penjualan langasung (6) mendapatkan proyek pemerintah (7) bisnis POC secara berkala. Pemakaian Pupuk Dasar Semua jenis tanaman yang akan ditanam memerlukan pupuk dasar 1 liter POC dicampur air 40 liter dengan cara disiramkam. 2. antara lain: 1.6. 2. strategi pemasaran menjadi hal yang penting untuk mendapatkan keuntungan dari bisnis POC. Kegunaanya supaya daun lebih mudah menyerap nutrisi. untuk tanaman yang hasilnya dalam tanah disemprotkan 5-7 hari sekali. Kegunaanya adalah supaya tanah gembur dan subur sehingga memudahkan akar menyerap nutrisi dan baik untuk perkembangan umbi. Contoh: kentang.16 Menurut Nugroho (2013). 2.1.6.6. Untuk tanaman yang hasilnya berupa daun dan buah di atas pohon disemprotkan minimal 3 hari sekali. lobak. Untuk tanaman yang hasilnya di dalam tanah disiramkan 2-4 minggu sekali 2. Semua jenis tanaman yang hasilnya di dalam tanah lebih banyak memerlukan pupuk cair minimal 70% dengan cara disiramkan.3. bawang daun.2. Semua jenis tanaman yang hasilnya berupa daun dan buah di atas pohon lebih banyak memerlukan POC sampai 70% dengan cara disemprotkan. Strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan penjualan produk POC. Disemprotkan pada umur 10 HST selanjutnya 3 hari sekali terutama yang rentan hama dengan dosis 1 liter POC dicampur air 100 liter air (1:100). 2. Pemakaian Pupuk Semprot 1. Petunjuk Umum Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum pemupukan. Contoh: selada. aplikasi POC pada tanaman diantaranya yaitu: 2. 1.

3. Tempat Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan akan dilaksanakan di PT. Waktu Praktek Kerja Lapangan akan dilaksanakan pada bulan Maret sampai April 2015 selama 2 bulan. Agrolestari Makmur Nusantara Batang Jawa Tengah Indonesia. Observasi yaitu pengambilan data dengan mengikuti. Agrolestari Makmur Nusantara Batang Jawa Tengah Indonesia.17 III.1 Waktu dan Tempat 1.2 Metode Praktek Kerja Lapangan 1. . melaksanakan dan mengamati secara langsung bagaimana cara melakukan Pengelolaan Pupuk Organik Cair di PT. METODE PRAKTEK KERJA LAPANGAN 3. Dukuh Manggisan Desa Amongrogo Kecamatan Limpung Kabupaten Batang. 2.

Agrolestari Makmur Nusantara Batang Jawa Tengah Indonesia.18 2. Agrolestari Makmur Nusantara Batang Jawa Tengah Indonesia dan bagaimana faktor-faktor lingkungan di lokasi tersebut. Bagaimana struktur organisasi di PT. Apa saja bahan yang digunakan untuk pembuatan pupuk organik cair ? 3. Bagaimana cara aplikasi pupuk organik cair pada tanaman? .3 Teknik Pengambilan Data 1. fungsi serta peranan PT. Data Sekunder Data sekunder diperoleh dari hasil catatan dan studi pustaka serta informasi lain yang mendukung materi PKL. 3. Bagaimana sejarah singkat. Catatan atau dokumen yang ada di PT. 2.4. Interview yaitu pengambilan data melalui pertanyaan secara langsung kepada pembimbing dan petugas yang ada di PT. wawancara langsung. latar belakang. Bagaimana proses pembuatan pupuk organik cair? 2.4 Daftar Pertanyaan 3. Dimana lokasi PT. Agrolestari Makmur Nusantara Batang Jawa Tengah Indonesia? 3. Studi pustaka yaitu mempelajari permasalahan tersebut dari berbagai 3. Agrolestari Makmur Nusantara Batang Jawa Tengah Indonesia maupun diluar sebagai pelengkap. Agrolestari Makmur Nusantara Batang Jawa Tengah Indonesia atau sumber sumber lain yang dipelajari dan dikaji untuk mendukung dalam pembahasan terkait materi PKL. seperti tanah dan iklim? 2. Agrolestari Makmur Nusantara Batang Jawa Tengah Indonesia? 3. dan mengikuti semua kegiatan tentang Pengelolaan Pupuk Organik Cair.1 Masalah Umum 1. Wawancara dilakukan pada saat pelaksanaan praktik kerja lapangan dengan menanyakan langsung kepada pembimbing PKL. 3. literature atau catatan yang ada di PT.2 Masalah Khusus 1. Data Primer Data primer diperoleh dengan cara observasi di lapangan.4.

Agrolestari Makmur Nusantara Batang Jawa Tengah Indonesia. Jenis produk apa saja yang dihasilkan oleh PT.? 6. Agrolestari Makmur Nusantara Batang Jawa Tengah Indonesia. 4. Tabel . Persiapan Penyusunan usulan Pelaksanaan PKL Penyusunan laporan 1 2 3 Minggu ke 4 5 6 7 8 . 3. 2.5 Jadwal Kegiatan Praktik kerja lapangan akan dilaksanakan selama 2 bulan kerja. Jadwal Kegiatan Praktik Kerja Lapangan (Maret-April 2015).19 4. Bagaimana cara pengemasan produk organik cair di PT. Agrolestari Makmur Nusantara Batang Jawa Tengah Indonesia? 5. dari bulan Maret sampai April 2015 dengan kegiatan seperti tercantum pada Tabel. No Jenis kegiatan 1. Bagaimana prosedur pemasaran di PT.? 3.

PT.com/2011/04/cara-mudahfermentasiurinesapi-untuk . Panduan Membuat Pupuk Kompos Cair. Yogyakarta Yuwono.2000. Pustaka Baru Press. . Pustaka Baru Prees. Halaman Organik. Ilmu Tanah. Medan Indrakusuma. E. Cara Mudah Fermentasi Urine Sapi Untuk Pupuk Organik Cair. Jakarta Selatan Suriadikarta.Yogyakarta Maspary.html. Yogyakarta. Pupuk Organik Cair Supra Alam Lestari. USU Perss. 2006. PT. Agromedia Pustaka. B. Yogyakarta Soeleman S.Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian.2011. 2012. 2012.2013. http://www. Dan D.2006.20 DAFTAR PUSTAKA Hadisuwito .gerbangpertanian. Pupuk Organik dan Pupuk Hayati. PT. Panduan Lengkap Membuat Pupuk Organik.2006.2013. Jawa Barat Susetya . UGM Press. Pembuatan Kompos. Rahayu. Agromedia Pustaka. Jakarta Selatan Hasibuan. Diakses tanggal 13 Maret 2015 Nugroho . Membuat Pupuk Organik Cair.. Surya Pratama Alam.