You are on page 1of 16

STRATEGI PEMBELAJARAN

Implementasi Aliran/Psikologi Belajar Sibernetik
Pada Pembelajaran

OLEH
Nengah Widya Utami

( 1415057010 )

Ni Komang Suni Astini ( 1415057003 )

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNIK DAN KEJURUAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
SINGARAJA
2015
KATA PENGANTAR

keunggulan dan kelemahan teori sibernetik dalam kegiatan pembelajaran. model pembelajaran aliran sibernatik. serta karakteristik aliran sibernetik secara umum ditinjau dari berbagai aspek dalam pembelajaran. Singaraja. Makalah ini memuat informasi mengenai pengertian teori belajar sibernatik. implementasi teori belajar sibernetik dalam pembelajaran. Penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna. implikasi teori belajar sibernatik dalam pembelajaran. aliran-aliran sibernatik.Puji syukur penulis panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa karena atas berkat dan rahmat-Nya. Februari 215 Penulis DAFTAR ISI 3 . oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang positif dan membangun dari pembaca untuk menyempurnakan makalah ini. aplikasi teori belajar sibernatik dalam pembelajaran. penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Implementasi Aliran/Psikologi Belajar Sibernetik Kedalam Pembelajaran” sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

.................13 BAB I PENDAHULUAN 1...............2 BAB II PEMBAHASAN...........iii PENDAHULUAN........................3 Tujuan.........................6 2..........5 2.....3 Implementasi Teori Belajar Sibernetik dalam Pembelajaran.............................................................. Pembelajaran merupakan upaya membelajarkan siswa......................1 Latar Belakang............4 Aplikasi Teori Belajar Sibernetik dalam Pembelajaran......5 Model Pembelajaran Teori Belajar Sibernetik................1 Pengertian Teori Belajar Sibernetik........................4 Manfaat..........................................................2 1.......12 DAFTAR PUSTAKA..........................................12 3..........1 1.................................................................................................................5 2......................................................................................................................................2.......................6 2............................................................................................................. Untuk mencapai tujuan tersebut maka diperlukan adanya pendidikan dan pembelajaran yang efisien dan efektif....1 1..........................................................................................9 2.....12 3.........................8 2.............................2 Rumusan Masalah.......2...................................3 2....................................................................................................1 Simpulan.......ii DAFTAR ISI................................. Untuk membelajarkan ....................1 1.....................Halaman KATA PENGANTAR...................................................................................1 Latar Belakang Tujuan pendidikan nasional secara umum adalah peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas........................2 Teori Belajar Menurut Tokoh Aliran Sibernetik..................................................................................................................................................................................................1 Teori Belajar Menurut Landa...................................................8 2..................................................3 2.7 Karakteristik Aliran Sibernetik Secara Umum Ditinjau dari Berbagai Aspek dalam Pembelajaran...........................................................10 BAB III PENUTUP.........6 Kelebihan dan Kelemahan Aliran Sibernetik....................................................................2 Teori Belajar Menurut Pask dan Scott................................................2 Saran..................................

dosen. Teori tersebut adalah teori belajar yang bersifat deskriptif. pelatih. Semua teori belajar memiliki aplikasi yang berbeda-beda dalam kegiatan pembelajaran. model pembelajaran aliran sibernatik. Kegiatan makalah ini diakhiri dengan memaparkan karakteristik aliran sibernetik secara umum ditinjau dari berbagai aspek dalam pembelajaran. Bagaimana pendapat para tokoh tentang aliran sibernetik? 3. diperlukan pijakan teori agar apa yang dilakukan guru. Apakah pengertian belajar menurut teori sibernetik? 2. Teori ini memberikan bagaimana seseorang melakukan kegiatan belajar. Apakah kelebihan dan kelemahan aliran sibernetik? 7.2 Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah berdasarkan latar belakang diatas. 1. Bagaimana implementasi teori belajar sibernetik dalam pembelajaran? 4. keunggulan dan kelemahan teori sibernetik dalam kegiatan pembelajaran. instruktur maupun siapa saja yang berkeinginan untuk membelajarkan orang dapat berhasil dengan baik. aplikasi teori belajar sibernatik dalam pembelajaran. yaitu sebagai berikut.seseorang. Bagaimana aplikasi teori belajar sibernetik dalam suatu pembelajaran? 5. Apa saja model pembelajaran yang sesuai dengan aliran sibernetik? 6. Pada makalah ini akan dikaji tentang pandangan teori sibernatik terhadap proses belajar dan implementasinya dalam kegiatan pembelajaran. Ada pijakan teori yang dapat dijadikan pegangan agar pembelajaran berhasil dengan baik. aliran-aliran sibernatik. implikasi teori belajar sibernatik dalam pembelajaran. implementasi teori belajar sibernetik dalam pembelajaran. Demikian juga halnya dengan teori belajar sibernatik sebagaimana akan dipaparkan oleh penyusun dalam makalah ini. Bagaimana karakteristik aliran sibernetik secara umum ditinjau dari berbagai aspek dalam pembelajaran? 2 . Pembahasan diarahkan pada hal-hal seperti pengertian teori belajar sibernatik. 1.

1. Untuk mengetahui pengertian belajar menurut teori sibernetik.1. Untuk mengetahui aplikasi teori belajar sibernetik dalam suatu pembelajaran. 1. Dapat menambah pengetahuan mengenai teori sibernetik. 3. 6. Dapat dijadikan sebagai modal kita ketika menjadi tenaga pendidik (guru). yaitu sebagai berikut. Untuk mengetahui implementasi teori belajar sibernetik dalam pembelajaran.4 Manfaat Manfaat dari penulisan makalah ini. 5. 7. Dapat menambah wawasan dalam menerapkan teori sibernetik pada sistem pembelajaran. 1. 4. 3. 2. Untuk mengetahui karakteristik aliran sibernetik secara umum ditinjau dari berbagai aspek dalam pembelajaran. Untuk mengetahui pendapat para tokoh tentang aliran sibernetik. 2.3 Tujuan Adapun tujuan dari makalah ini. Untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan aliran sibernetik. Untuk mengetahui model pembelajaran yang sesuai dengan aliran sibernetik. . yaitu sebagai berikut.

yang lebih penting lagi adalah sistem informasi yang diproses. Model proses pengolahan informasi memandang memori manusia seperti komputer yang mengambil atau mendapatkan informasi. Proses memang penting dalam teori sibernetik.BAB II PEMBAHASAN 2. Sebab cara belajar sangat ditentukan oleh sistem informasi. Proses pengolahan informasi adalah sebuah pendekatan dalam belajar yang mengutamakan berfungsinya memory. dan informasi yang sama itu mungkin akan dipelajari siswa lain melalui proses belajar yang berbeda. dan yang cocok untuk semua siswa. Informasi inilah yang akan mementukan proses. Teori ini berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi dan ilmu informasi. terutama unsur pikiran untuk memahami stimulus dari luar melalui proses pengolahan informasi. Namun. Oleh karena itu. teori mempunyai kesamaan dengan teori kognitif yang mementingkan proses. Asumsi lain teori sibernetik adalah bahwa tidak ada satu proses belajar yang ideal untuk segala situasi. Hakekat manajemen pembelajaran berdasarkan teori belajar sibernetik adalah usaha guru untuk membantu siswa mencapai tujuan belajarnya secara efektif dengan cara memfungsikan unsur-unsur kognisi siswa. Teori-teori tersebut pada umumnya berpijak pada tiga asumsi yaitu : 4 . Menurut teori sibernetik belajar adalah pengolahan informasi.1 Pengertian Belajar Menurut Teori Sibernetik Teori sibernetik merupakan teori belajar yang paling baru dibandingkan dengan teori-teori belajar lainnya. mengelola dan mengubahnya dalam bentuk dan isi. kemudian menyimpannya dan menampilkan kembali informasi pada saat dibutuhkan. sebuah informasi mungkin akan dipelajari seorang siswa dengan satu macam proses belajar. Sekilas.

Artinya agar informasi dapat bertahan dalam WM. Dari ketiga asumsi tersebut dikembangkan teori tentang komponen struktur dan pengatur alur pemrosesan informasi (proses kontrol). Sensory Receptor (SR) Sensory Receptor (SR) merupakan sel tempat pertama kali informasi diterima dari luar. Persoalan lupa pada tahapan ini disebabkan oleh kesulitan atau kegagalan memunculkan kembali informasi yang diperlukan. Stimulus yang diproses melalui tahapan-tahapan tadi akan dialami perubahan bentuk ataupun isinya. Long Term Memory (LTM) Long Term Memory (LTM) diasumsikan. bentuk informasi. 2) mempunyai kapasitas tidak terbatas. Karakteristik WM adalah memiliki kapasitas terbatas (informasi hanya mampu bertahan kurang lebih 15 detik tanpa pengulangan) dan informasi dapat disandi dalam bentuk yang berbeda dari stimulus aslinya. Sejalan dengan teori pemrosesan informasi. 2. 3. Salah satu dari tahapan mempunyai kapasitas yang terbatas. Reigeluth dan Stein (1983) mengatakan pengetahuan . Di dalam SR informasi ditangkap dalam bentuk aslinya. upayakan jumlah informasi tidak melebihi kapasitas disamping melakukan pengulangan. Bahwa antara simulus dan respon terdapat suatu seri tahapan pemrosesan informasi dimana pada masing-masing tahapan dibutuhkan sejumlah waktu tertentu. 3) sekali informasi disimpan di dalam LTM ia tidak akan pernah terhapus atau hilang. c. Ausubel (1968) mengemukakan bahwa perolehan pengetahuan baru merupakan fungsi srtuktur kognitif yang telah dimiliki individu. kapasitas. dan informasi tadi mudah terganggu atau berganti. b.1. 1) berisi semua pengetahuan yang telah dimiliki individu. serta proses terjadinya “lupa”. Komponen pemrosesan informasi dipilah berdasarkan perbedaan fungsi. bertahan dalam waktu sangat singkat. Ketiga komponen tersebut adalah : a. Working Memory (WM) Working Memory (WM) diasumsikan mampu menangkap informasi yang diberi perhatian oleh individu.

penemuan cara-cara pemecahan masalah. Cara berpikir heoristik. b. yaitu proses berpikir sistematis. Ini berarti pengetahuan yang lebih umum dan abstrak yang diperoleh lebih dulu oleh individu dapat mempermudah perolehan pengetahuan baru yang rinci. sampai informasi yang diinginkan diperoleh. tahap demi tahap. ada dua macam proses berfikir.2. dan lan-lain. Contoh: kegiatan menelepon. 2. Ingatan terdiri dari struktur informasi yang terorganisasi dan proses penelusuran bergerak secara hirarkhis. dan diakhiri dengan mengungkapkan kembali informasi-informasi yang telah disimpan dalam ingatan (retrieval). Pask dan Scott (dengan pembagian siswa tipe menyeluruh atau wholist dan tipe serial serialist). menjalankan mesin mobil. Suatu materi lebih 6 . dan dikembangkan oleh Gagne dan Berliner. Biehler dan Snowman. dari informasi yang paling umum dan inklusif ke informasi yang paling umum dan rinci. konvergen. Baine serta Tennyson (pendekatan-pendekatan lain yang berorientasi pada pengelolaan informasi). teori sibernetik telah dikembangkan oleh beberapa tokoh yaitu Landa (dalam pendekatan yang disebut algoritmik dan heuristik). diikuti dengan penyimpanan informasi (storage). menuju beberapa target tujuan sekaligus. dan lain-lain. yaitu cara berpikir devergen. Proses pengolahan informasi dalam ingatan dimulai dari proses penyandian informasi (encoding). di antaranya : a. 2. linear. Contoh: Operasi pemilihan atribut geonetri.ditata didalam struktur kognitif secara hirarkhis.2 Teori Belajar Menurut Tokoh Aliran Sibernetik Dalam bentuknya yang lebih praktis. Proses berpikir algoritmik.1 Teori Belajar Menurut Landa Menurut Landa. lurus menuju kesatu target tujuan tertentu. Memahami suatu konsep yang mengandung arti ganda dan penafsiran biasanya menuntut seseorang untuk menggunakan cara berpikir heuristik. Proses belajar akan berjalan dengan baik jika apa yang hendak dipelajari atau masalah yang hendak dipecahkan diketahui ciri-cirinya.

Sedangkan cara berpikir menyeluruh (wholist) adalah berpikir yang cenderung melompat ke depan. dan ada prasyarat belajar pendukung yang dapat memudahkan siswa. menyimpan. Pendekatan serialis yang dikemukakannya memiliki kesamaan dengan pendekatan algoritmik. dan pencipta. Ada prasyarat belajar utama yang harus dikuasai siswa. . Dalam mengorganisasikan pembelajaran perlu dipertimbangkan ada tidaknya prasyarat belajar untuk suatu kapabilitas. Teori sibernetik sebagai teori belajar dikritik karena lebih menekankan pada sistem informasi yang akan dipelajari. 2. Materi lainnya lebih tepat disajikan dalam bentuk terbuka dan memberi keleluasan kepada siswa untuk berimajinasi dan berpikir.tepat disajikan dalam urutan teratur.2. Namun memori kerja manusia mempunyai kapasitas yang terbatas. linier. apakah siswa telah memiliki prasyarat belajar yang diperlukan. dan mengorganisasikan informasi. sekuensial. 2.3 Implementasi Teori Belajar Sibernetik dalam Pembelajaran Teori belajar pengolahan informasi termasuk dalam lingkup teori kognitif yang mengemukakan bahwa belajar adalah proses internal yang tidak dapat diamati secara langsung dan merupakan perubahan kemampuan yang terikat pada situasi tertentu. Siswa tipe wholist atau menyeluruh cenderugn mempelajari sesuatu dari tahap yang paling umum kemudian bergerak ke yang lebih khusus. langsung ke gambaran lengkap sebuah sistem informasi. ada dua macam cara berpikir yaitu cara berpikir serialis dan cara berpikir wholist atau menyeleruh.2 Teori Belajar Menurut Pask dan Scott Menurut Pask dan Scott. Sedangkan siswa tipe serialist cenderung berpikir secara algoritmik. Sehingga diasumsikan manusia mampu mengolah. sedangkan bagaimana proses belajar berlangsung dalam diri individu sangat ditentukan oleh sistem informasi yang dipelajari teori ini memandang manusia sebagai pengolahan informasi. pemikir.

Meningkatkan retensi dan alih belajar. Menilai unjuk kerja i. Dalam mengorganisasikan pembelajaran perlu dipertimbangkan ada tidaknya prasyarat belajar untuk suatu kapabilitas. Memberikan bimbingan belajar f. 2. Menyajikan bahan peransang e.4 Aplikasi Teori Belajar Sibernetik dalam Pembelajaran Teori belajar pengolahan informasi termasuk dalam lingkup teori kognitif yang mengemukakan bahwa belajar adalah proses internal yang tidak dapat diamati secara langsung dan merupakan perubahan kemampuan yang terikat pada situasi tertentu. Mengkaji system informasi yang terkandung dalam materi pelajaran 4. Menarik perhatian b. Sembilan tahapan dalam peristiwa pembelajaran sebagai cara-cara eksternal yang berpotensi mendukung proses-proses internal dalam kegiatan belajar adalah : a. Merangsang ingatan pada pra syarat belajar d. Memberikan balikan informative h. Menentukan tujuan-tujuan pembelajaran 2. Menentukan materi pembelajaran 3. Memberitahukan tujuan pembelajaran kepada siswa c. apakah siswa telah memiliki prasyarat belajar yang diperlukan. Dengan demikian aplikasi teori sibernetik ini dalam kegiatan pembelajaran akan mempunyai langkah-langkah sebagai berikut: 1. Namun memori kerja manusia mempunyai kapasitas yang terbatas. Menentukan pendekatan belajar yang sesuai dengan sistem informasi tersebut 8 . Ada prasyarat belajar utama yang harus dikuasai siswa. Mendorong unjuk kerja g.Teori belajar pemrosesan informasi mendeskripsikan tindakan belajar merupakan proses internal yang mencakup beberapa tahapan. dan ada prasyarat belajar pendukung yang dapat memudahkan siswa.

Aktivitas kelas yang penuh dengan ide-ide matematika ini pada gilirannya akan memacu kemampuan berfikir tingkat tinggi siswa. Pengolahan informasi ini terjadi karena adanya stimulus dari guru yang berupa informasi. guru memberikan stimulus berupa kuis atau pertanyaan-pertanyaan sebagai tes kemampuan prasyarat siswa. Menyajikan materi dan membimbing siswa belajar dengan pola yang sesuai dengan urutan materi pelajaran. Menyusun materi pelajaran dalam urutan yang sesuai dengan sistem informasinya 6. Hal yang harus digarisbawahi adalah perlunya memberi kesempatan siswa untuk berfikir dengan bebas sesuai dengan minat dan kemampuannya.5 Model Pembelajaran Teori Belajar Sibernetik Menurut teori sibernetik dikatakan proses belajar sangat ditentukan oleh sistem informasi yang dipelajari. namun lebih baik menggunakan STAD jika siswanya belum bisa bekerja secara mandiri. Sebab cara belajar sangat ditentukan oleh sisitem informasi. Hal ini diasumsikan bahwa tidak ada satu proses belajarpun yang ideal untuk segala situasi.5. . Dan belajar menurut sibernetik adalah pengolahan informasi oleh siswa. Model pembelajaran open ended Tujuan dari pembelajaran open-ended menurut Nohda (dalam Suherman. kegiatan kreatif dan pola pikir matematis siswa harus dikembangkan semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan setiap siswa. Contoh : Materi segiempat (SMP kelas VIII) diajarkan menggunakan model Jigsaw jika karakter peserta didik bisa bekerja secara mandiri. dan yang cocok untuk semua siswa. antara lain: a. b. 2003: 124) ialah untuk membantu mengembangkan kegiatan kreatif dan pola pikir matematis siswa melalui problem solving secara simultan. Maka dari itu pemilihan model sebagai sarana pengolahan informasi harus melihat karakteristik siswa yang dihadapi. 2. Model pembelajaran yang sesuai dengan aliran sibernetik. Dengan kata lain. Model pembelajaran kooperatif (cooperative learning) Dalam pembelajaran kooperatif. sehingga siswa aktif berfikir.

Adanya keterarahan seluruh kegiatan belajar kepada tujuan yang ingin dicapai e. Cara berpikir yang berorientasi pada proses lebih menonjol b. Penyajian pengetahuan memenuhi aspek ekonomis c. Ulasan teori ini cenderung ke dunia psikologi dan informasi dengan mencoba melihat mekanisme kerja otak.6 Kelebihan dan Kelemahan Aliran Sibernetik Keunggulan strategi pembelajaran yang berpijak pada teori sibernetik yaitu sebagai berikut.Ini sejalan dengan hakekat manajemen pembelajaran berdasarkan teori belajar sibernetik adalah usaha guru untuk membantu siswa mencapai tujuan belajarnya secara efektif dengan cara memfungsikan unsur-unsur kognisi siswa. Balikan informasi memberikan rambu-rambu yang jelas tentang tingkat unjuk kerja yang telah dicapai dibandingkan dengan unjuk kerja yang diharapkan. Kapabilitas belajar dapat disajikan lebih lengkap d. 2. a. Kontrol belajar memungkinkan belajar sesuai dengan irama masing-masing individu g. 2.7 Karakteristik Aliran Sibernetik Secara Umum Ditinjau dari Berbagai Aspek dalam Pembelajaran Aspek yang dibandingkan Karakteristik 10 . terutama unsur pikiran untuk memahami stimulus dari luar melalui proses pengolahan informasi. Karena pegetahuan dan pemahaman akan mekanisme ini sanagat terbatas maka terbatas pula kemampuan untuk menerapkan teori ini. Adanya transfer belajar pada lingkungan kehidupan yang sesungguhnya f. Sedangkan kelemahan strategi pembelajaran yang berpijak pada teori sibernetik yaitu teori aliran ini dikritik karena secara tidak langsung membahas tentang proses belajar sehingga menyulitkan dalam penerapan.

Aktivitas yang dilakukan bebas selama informasi bisa diproses dan menjadi pengetahuan/ memori jangka panjangnya. g. tidak ada satupun cara belajar ideal untuk segala situasi. Tugas guru dalam proses pembelajaran adalah. Menggunakan berbagai cara untuk mengontrol proses belajar/berfikir Peserta didik bisa belajar dan bekerja sendiri atau dalam dalam kelompok untuk memproses informasi yang ada dalam materi. c. Sangat dituntut keaktivan peserta didik dalam memproses informasi yang diberikan. Cara berfikir yang berorientasi pada proses lebih menonjol. mengkaji materi dan membimbing mahapeserta didik dengan pola sesuai materi pelajaran. Adanya keterarahan seluruh kegiatan belajar kepada tujuan yang ingin dicapai. . Kapabilitas belajar dapat disajikan lebih lengkap. Adanya transfer belajar pada lingkungan kehidupan yang sesungguhnya. mengkaji system informasi (materi) d. dan kurang memperhatikan bagaimana proses belajar. Belajar bisa di dalam kelas ataupun di luar kelas. Terlalu menekankan pada sistem informasi yang dipelajari. Balikan informatif memberikan rambu-rambu yang jelas tentang tingkat unjuk kerja yang telah dicapai dibandingkan dengan unjuk kerja yang diharapkan.Makna Belajar Proses Belajar Kekuatan Kelemahan Evaluasi Peserta Didik Pendidik Lingkungan Belajar Belajar adalah pengolahan informasi Pembelajaran berlangsung sejalan dengan system informasi. Lebih menekankan bagaimana peserta didik mengembangkan cara untuk memecahkan masalah. b. a. a. d. Yang terpenting informasi yang terkandung dalam materi pelajarn bisa diproses dengan berbagai cara oleh peserta didik. f. e. menetapkan tujuan b. Kontrol belajar memungkinkan belajar sesuai dengan irama masing-masing individu. menyusun system informasi e. Penyajian pengetahuan memenuhi aspek ekonomis. menentukan materi pelajaran c.

2) Asumsi lain dari teori sibernetik adalah bahwa tidak ada satu proses belajarpun yang ideal untuk segala situasi.1 Simpulan 1) Menurut teori sibernetik. yaitu cara berfikir serialis dan cara berfikir wholist atau menyeluruh. belajar adalah pengolahan informasi. 6) Teori Belajar Menurut Pask dan Scott 7) Ada dua macam cara berfikir.BAB III PENUTUP 3. 12 . 3) Teori tentang komponen struktural dan pengatur alur pemrosesan informasi (proses kontrol) antara lain: - Sensory Receptor (SR) - Working Memory (WM) - Long Term Memory (LTM) 4) Teori Belajar Menurut Landa 5) Ada dua macam proses berfikir yaitu proses berfikir algoritmik dan proses berfikir heuristik. dan yang cocok untuk semua siswa. 8) Kelebihan strategi pembelajaran yang berpijak pada teori pemrosesan informasi adalah cara berfikir yang berorientasi pada proses lebih menonjol.

Situasi stimulus dan responnya perlu diulang-ulang atau dipraktekkan agar belajar dapat diperbaiki dan meningkatkan retensi belajar atau pengulangan. 3.2 Saran Situasi stimulus yang hendak direspon oleh siswa harus disampaikan sedekat mungkin waktunya dengan respon yang diinginkan atau keterdekatan. . dan kurang memperhatikan bagaimana proses belajar.9) Kelemahan dari teori ssibernetik adalah terlalu menekankan pada sistem informasi yang dipelajari.

com/teoribelajar-sibernetik/ Wulandari Eka.blogspot.2014. 2012.DAFTAR PUSTAKA Abay’s.html Wirabuana. Teori Belajar Sibernetik. http://mutiaumay.blogspot. http://prasko17. 2011. http://abayalbiruni.html Ramadhan Syahrir.com/2014/03/ teori-belajar-sibernetik.blogspot.blogspot. http://makalahbarataanpba.html Prasko. http://madewirabuana.com/2012/06/ teori-sibernetik. Teori Sibernetik.Teori Belajar Sibernetik.com/ 2011/12/ teori-belajar-sibernetik. 2012. http://tulismenulis.blogspot.Teori Belajar Sibernetik.blogspot.html Arul. http://keyalairi.com/ 2011/12/sibernetik-mutiahsalamah-dan-laila.com/ 2011/12/makalah-tbm-kelompok-11. Teori Belajar Sibernetik.html Muti’ah Umi. 2011.html Julianto.2014.blogspot. 2012. Teori Belajar Sibernetik. http://juliianto.html 14 . 2012. Kegiatan Pembelajaran Menurut Teori Sibernetik.com/2012/02/kegiatanpembelajaran-menurut-teori.com/2012/07/ teori-belajar-sibernetik. Teori Belajar Sibernetik.