You are on page 1of 2

FUNGSI ARTERI

Pada akhir tahun 2012 pembangunan relokasi jalan arteri akan terselesaikan dan dapat
difungsikan secara penuh pada Januari 2013.
Sejak tenggelamnya jalan tol ruas Porong – Gempol secara permanen oleh luapan lumpur
Sidoarjo pada pertengahan tahun 2006, jalan Arteri raya Porong terjadi kemacetan yang luar
biasa karena jalan raya Arteri tersebut menampung pula volume kendaraan dari jalan tol
Surabaya – Porong, sehingga melebihi kapasitas daya tampungnya. Padahal Jalan Raya Porong
yang berfungsi sebagai Jalan Arteri Primer dengan status Jalan Nasional mensyaratkan
kecepatan kendaraan minimal 60 Km/jam, sehingga pada saat itu dinilai sudah sangat tidak
layak dilewati.
Selain tidak layak dalam pelayanan kemampuan volume kendaraan, jalan arteri juga
membahayakan keselamatan pengguna jalan yang diakibatkan oleh dampak deformasi geologi
semburan lumpur Sidoarjo di daerah sekitarnya, antara lain munculnya bualan-bualan gas
(bubble), penurunan permukaan tanah yang menimbulkan genangan air, serta ancaman
meluapnya lumpur yang ditampung di dalam kolam penampungan lumpur. Satu-satunya solusi
untuk mengatasi permasalahan adalah dengan merelokasi jalan raya Porong lama.
Berdasarkan Undang – Undang Nomor 38 Tahun 2004 Tentang Jalan, dan Peraturan
Pemerintah Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2006, Arteri Primer adalah jalan yang
menghubungkan semua simpul jasa distribusi yang berwujud pusat-pusat kegiatan nasional,
pusat kegiatan wilayah, pusat kegiatan lokal sampai ke pusat kegiatan lingkungan serta
menghubungkan antar pusat kegiatan nasional. Oleh karenanya akibat sangat terganggunya
fungsi jalan Raya Porong sebagai Arteri Primer, berdampak besar terhadap pertumbuhan
perekonomian nasional pada umumnya dan di Jawa Timur pada khususnya.
Dengan mempertimbangkan bahwa dampak luapan lumpur di Sidoarjo yang sudah demikian
luas terhadap sendi-sendi kehidupan masyarakat di sekitarnya, maka Pemerintah memandang
perlu menetapkan kebijakan nasional yang lebih komprehensif. Badan Penanggulangan
Lumpur Sidoarjo (BPLS) yang dibentuk melalui Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2007
mempunyai tugas antara lain menangani masalah infrastruktur akibat luapan lumpur di

Pada akhir tahun 2012 pembangunan relokasi Jalan Arteri Siring – Porong akan terselesaikan. diantaranya merelokasi jalan arteri dan pipa air baku untuk PDAM Surabaya. Luas lahan yang diperlukan untuk relokasi infrastruktur (jalan arteri. kendaraan dari arah Malang yang ingin keluar menuju Tanggulangin bisa melewati flyover tanpa harus melewati jalan tol. Infrastruktur dimaksud adalah pembangunan infrastruktur. Dengan demikian. walaupun tanah yang dibebaskan lokasinya terpisah-pisah. Secara fisik relokasi Jalan Arteri Siring – Porong terdiri atas pembangunan jalan sepanjang 2x7. telah dilakukan uji coba sebagian ruas relokasi jalan arteri Siring – Porong oleh Gubernur Jawa Timur didampingi Kepala Badan Pelaksana – Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (Bapel-BPLS).4 Ha. kereta api. Untuk pembebasan tanah di Kabupaten Sidoarjo sendiri mencapai 100%. Sampai dengan akhir bulan November 2012. pembebasan tanah telah mencapai 95%. akhirnya pada tanggal 15 Maret 2012. sehingga jalan arteri baru dapat difungsikan secara penuh pada Januari 2013. sedangkan di Kabupaten Pasuruan lahan yang telah bebas mencapai lebih dari 82%.Sidoarjo. Penyelesaian flyover Tanggulangin sepanjang 190 meter menjadi langkah penting bagi penuntasan relokasi jalan Arteri Siring – Porong sehingga dapat segera dimanfaatkan secara optimal.1 km (ruas Siring – Porong dan sebaliknya) dengan konstruksi perkerasan beton (rigid pavement) termasuk jembatan/ flyover dan overpass dengan konstruksi balok girder dari beton precast. tol. dan PDAM) seluas 117. Pembangunan fisik relokasi Jalan Arteri Siring – Porong dilakukan secara simultan dengan pembebasan tanahnya. Setelah melalui tahapan panjang pembangunan yang dimulai dengan pemancangan tiang pancang pertama (ground breaking) jembatan Kali Porong pada 11 Juli 2008 termasuk berbagai kendala pembebasan lahan. yang tersebar di 15 desa di wilayah Kabupaten Sidoarjo dan Pasuruan. .