You are on page 1of 84

ANALISA DAN PERANCANGAN

SISTEM INFORMASI
TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM :
Agar Mahasiswa dapat mengenal dan memahami
tahapan-tahapan-dalam analisa sistem global,
menggambarkan flow sistem, Detail sistem,
implementasi detail sistem dengan menggunakan
bahasa pemrograman dan membuat laporan dari
sistem komputerisasi sebagai landasan dalam
membuat tugas akhir.

BENTUK EVALUASI :

Partisipasi
Tugas
Ujian Tengah Semester
Ujian Akhir Semester

10%
20%
30%
40%

Jumlah

100%



MATERI KULIAH









Konsep Dasar Sistem Informasi
Analisis dan metodologi pengembangan system
Pemodelan Proses
Pemodelan Data
Studi Kasus
HIPO
Desain Antarmuka
Testing, Implementasi dan Pemeliharaan Sistem
Melaporkan Dokumentasi Pengujian
Studi Kasus

BUKU REFERENSI

1.Cris Gane dan Trish Sarson, Structured System
Analysis: NJ : Prentice Hall, 1990
2. H.M Jogiyanto, Analisis dan Desain Sistem
Informasi: Pendekatan Terstruktur Teori dan Praktek
Aplikasi Bisnis, Andi Offset Yogyakarta, 2002

Definisi Sistem Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan. berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. .

yaitu      subsistem akuntansi penjualan. subsistem akuntansi penggajian. .Misalnya : Sistem akuntansi dapat terdiri dari beberapa subsistem-subsistem. subsistem akuntansi pembelian. subsistem akuntansi biaya. dan lain sebagainya.

Karakteristik Sistem Karakteristik atau sifat-sifat tertentu dari suatu sIstem terdiri dari :  Komponen-komponen (components)  Batas sIstem (boundary)  Lingkungan luar system (environments)  Penghubung (interface)  Masukan (input)  Keluaran (output)  Pengolah (process)  Sasaran (objectives) atau tujuan (goal) .

Klasifikasi Sistem Sistem abstrak (abstract system) dan sistem fisik(physical system)  Sistem alamiah (natural system) dan sistem buatan manusia (human made system).  Sistem tertentu (deterministic system) dan sistem taktentu (probabilistic system)  Sistem tertutup (closed system) dan sistem terbuka (open system)  .

Pendekatan sistem adalah metodologi dasar untuk memecahkan masalah.SIKLUS HIDUP SISTEM PENGERTIAN SIKLUS HIDUP SISTEM Metodologi adalah suatu cara yang disarankan untuk melakukan suatu hal. SIKLUS HIDUP SISTEM (System Life Cycle-SLC) Adalah penerapan pendekatan sistem untuk pengembangan sistem atau subsistem informasi berbasis komputer. .

rancangan dan penerapan .TAHAP-TAHAP SIKLUS HIDUP Empat tahap siklus hidup sistem adalah     perencanaan. analisis.

Pengembangan Sistem (PS)  PS adalah menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada. .

yaitu : P erformance atau kinerja I nformation atau informasi E conomy atau ekonomis C ontrol atau pengendalian E fficiency atau efisien S ervices atau pelayanan .Dengan adanya PS akan terdapat peningkatan yang berhubungan dengan P I E C E S.

Prinsip Pengembangan Sistem  Sistem yang dikembangkan untuk manajemen  Sistem yang dikembangkan adalah modal yang besar  Sistem yang dikembangkan memerlukan tenaga ahli  Sistem yang dikembangkan sebagai tahapan kerja melalui proses pengambangan  Proses pengembangan tidak harus berurutan  Jangan takut membatalkan proyek  Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan. .

contoh HIPO Data Oriented Methodologies terbagi Data Flow Oriented Method dan Data Structure Oriented Method Prescriptive Methodologies (Information System Design & Optimization System [ISDOS]) .Metodologi Pengembangan Sistem    Functional Decomposition Methodologies.

Teknik Pengembangan Sistem      Manajemen Proyek. contoh CPM Menemukan Fakta Analisis Biaya dan Manfaat Mengadakan rapat Inspeksi .

Gambar. Daur Hidup Pengembangan Sistem .

Pengantar Aplikasi Komputer (edisi pertama: Lingga Jaya. 2001) hal 255 . menentukan aktivitas bisnis dan permintaan-permintaan pemakai sistem dan melakukan evaluasi terhadap berbagai alternatf solusi. Bandung.Pengertian Analisis Sistem  Analisis sistem adalah studi sistem bisnis yang sedang berjalan dan permasalahannya.1  1 Azhar Susanto.

Jogyakarta. kesempatankesempatan. 1993) hal 129 .Analisis sistem adalah penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagianbagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan. 2  2 Jogiyanto HM. Analisis dan Perancangan Sistem Informasi : Pendekatan Terstruktur (Edisi pertama Cetakan ke 3. Andi Offset. hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikanperbaikannya.

dan menyusun sistem baru terutama pada sub sistem yang bermasalah dengan bantuan teknologi komputer. Tugas Utama Analis sistem adalah menganalisis sistem yang telah ada.Analis sistem adalah orang yang bertanggung jawab untuk mempelajari informasi yang berhubungan dengan masalah-masalah yang timbul dan mampu memberi jalan keluar sesuai dengan masalah yang dihadapi. mengembangkannya. .

sebagai akibat dari Ketidakberesan atau pertumbuhan organisasi Untuk meraih kesempatan Adanya instruksi .Mengapa perlu diperbaiki ?     Terdapat beberapa alasan mengapa sistem perlu diperbaiki. yaitu : Adanya permasalahan.

. teknologi komputer dan pemrograman komputer Bisnis secara umum Metode Kuantitatif Pemecahan Masalah Komunikasi antar personal Membina hubungan antar personal.Pengetahuan & keahlian yang dibutuhkan oleh Analis Sistem :       Teknik Pengolahan data.

adalah analis sistem yang sudah berpengalaman  Analis Sistem. berfungsi sebagai wakil koordinator  Analis Sistem Senior. adalah analis sistem yang cukup berpengalaman  Analis Sistem Junior. berfungsi sebagai koordinator  Ketua Analis Sistem. adalah pemrogram yang sudah berpengalaman  Pemrogram Aplikasi. adalah pemrogram yang cukup berpengalaman  Pemrogram Aplikasi Junior.Team Pengembangan Sistem  Manajer Analis Sistem. adalah analis sistem belum berpengalaman  Pemrogram Aplikasi Senior. adalah pemrogram yang belum berpengalaman .

Langkah yang diambil dalam KPS adalah : Mengkaji.Kebijakan & Perencanaan Sistem (KPS)        KPS merupakan landasan dan dukungan dari manajemen puncak untuk membuat perencanaan sistem. menyetujui/ membuat rekomendasi Mengkoordinasi pelaksanaan Memonitor / mengawasi kemajuan Menilai kinerja dari fungsi-fungsi sistem Memberikan saran-saran dan petunjuk .

dilakukan oleh komite pengarah Mendefinisikan proyek-proyek sistem yang dikembangkan. . dilakukan oleh staf perencana sistem Mempersiapkan proyek-proyek sistem yang akan dikembangan. terbagi :    Merencanakan proyek-proyek sistem. dilakukan oleh analis sistem.Proses Perencanaan Sistem.

.

.Sistem yang akan dipelajari adalah sistem terotomasi. sebagai bagian dari sistem buatan manusia dan berinteraksi oleh satu atau lebih komputer sebagai bagian dari sistem yang digunakan oleh masyarakat modern.

jaringan komputer. program aplikasi sumber daya manusia seperti orang yang mengoperasikan sistem. yaitu yang harus tersimpan dalam sistem selama jangka waktu tertentu prosedur seperti intruksi dan kebijakan untuk mengoperasikan sistem . program pengontrol komunikasi. printer perangkat lunak seperti sistem operasi. penyedia masukan pengguna masukan dan keluaran serta aktivitas manual yang mendukung sistem data.Komponen Sistem Terotomasi :      perangkat keras seperti cpu. disk. sistem basis data.

Kategori Sistem Terotomasi : On-line system adalah sistem yang menerima langsung input pada area dimana input tersebut direkam dan menghasilkan output yang dapat berupa hasil komputasi  Real-time system adalah mekanisme pengontrolan perekaman data pemrosesan yang sangat cepat  Decision Support System+strategic Planning System adalah sistem yang memproses transaksi organisasi secara harian dan membantu para manajer mengambil keputusan mengevaluasi dan menganalisis tujuan organisasi  Knowledge-based System adalah program komputer yang dibuat mendekati kemampuan seorang pakar  .

Sistem secara prinsip dasar terbagi dalam  Sistem Terspesialisasi  Sistem Besar  Sistem sebagai bagian sistem lain  Sistem berkembang .

Pelaku Sistem        Pemakai Manajemen Pemeriksa Analis Sistem Perancangan sistem Programmer Personil Pengoperasian .

Perangkat Analisis Terstruktur dengan menggunakan Model sebagai berikut :  Data Flow Diagram (menggambarkan fungsi sistem) bisa juga untuk penurunan level/leveled yaitu Context Diagram  Entity Relationship Diagram (menggambarkan entiti dan hubungan antar entiti dalam sistem)  State Transition diagram (memetakan hubungan antar tingkah laku sistem dan ketergantungan terhadap waktu) .

sebagai cara tepat agar tidak terjadi salah pengertian antara pelaku sistem .Perubahan dalam analisis sistem  analisis terstruktur. penerapan time dependent untuk membantu memetakan sinkronisasi dan koordinasi dalam pemodelan serta penggabungan perangkat pemodelan  Perangkat analisis terotomasi misal CASE (Computer Aided Software engineering) yang mempunyai fungsi pengecekan kesalahan  Penggunaan protipe. umumnya menitikberatkan pemodelan hanya pada aspek human interface dalam perancangan sistem  Penggabungan analisis dan Perancangan sistem. penggabungan model fisik dan lojik. mencakup eliminasi proses mempelajaris sistem lama. dengan cara me representasikan spesifik sistem  perubahan dalam analisis sistem terstruktur klasik.

Perangkat Pemodelan Sistem  Statement  Event of Purpose List  Data Flow Diagram Context Level (Context Diagram)  Data Flow Diagram Levelled  Data Dictionary  Process Specifications  Entity-Relationship Diagram  Relasi  Dependensi dan Kunci  Normalisasi  State-Transition Diagram  Block Chart Diagram  System Procedure Diagram  Menyeimbangkan Model .

 Mendiskusikan perubahan dan koreksi terhadap kebutuhan pemakai dengan resiko dan biaya minimal.  Dapat memfokuskan perubahan pada halhal penting dalam sistem tanpa terlibat terlalu jauh. yaitu . .3 alasan yang melakukan pemodelan sistem.  Menguji pengertian analis sistem terhadap kebutuhan pemakai dan membantu Perancang sistem dan pemrogram membangun sistem.

yang penting harus mampu merepresentasikan visualisasi bentuk sistem yang diinginkan pemakai.Terdapat banyak bentuk model yang dapat kita gunakan dalam perancangan : antara lain model narasi. model grafis.  Mengenai Model mana yang akan digunakan. model prototipe. dan lain-lain. .

decision tables. decision trees. dan banyak model lainnya .Pada dunia pemodelan sistem terdapat sejumlah cara yang merepresentasikan sistem dengan diagram misalnya.        Flowcharts. HIPO (hierarchy input process output). state-transition diagram. entity relation program. system flowcharts.

 Sejumlah sistem mungkin saja membutuhkan lebih dari satu cara pemodelan.  Kebanyakan sistem yang dibuat pada masa ini mempunyai fungsi spesifik kompleks. Pada dasarnya kita dapat menggunakan model apa saja tergantung dari situasi. . dan setiap model difokuskan pada aspek tertentu saja yang sifatnya terbatas. struktur data kompleks dan ketergantungan pada waktu yang juga kompleks.

 Dapat diamati dengan pola top-down dan partitioned. Dibuat dalam bentuk grafis dan tambahan keterangan secara tekstual. karena bagi sistem yang dapat dijelaskan dengan satu atau dua halaman. dengan grafis lebih banyak yang dapat dijelaskan dibandingkan pemodelan dengan narasi. sangat panting bagi sistem yang berukuran besar. hal ini tidak jadi macalah.  .Secara garis besar karakteristik pemodelan yang seharusnya digunakan yaitu.

karena sistem relatif selalu berubah maka perubahan akan lebih mudah jika dilakukan pada sejurnlah aspek lokal tanpa mengaitkannya dengan aspek lain yang memang tidak perlu diubah. Sebagai model yang baik. sehingga lebih mudah dari sistem itu sendiri. persyaratan lain yang harus dipenuhi adalah mudah dibaca.  .  Dapat merepresentasikan tingkah laku sistem dengan cara yang transparan.Memenuhi persyaratan minimal redundancy.

level pemakai. yang berisi deskripsi tekstuai fungsi sistem. seperti pengiriman. Statement of Purpose Statement of Purpose (STP). pembayaran dan pengembalian bukti pembayaran pelanggan. penjualan. Informasi buku tersebut juga disediakan bagi sistem lain seperti pemasaran. dan level lain yang tidak terlibat secara langsung dalam pengembangan sistem. contoh satu STP: Kegunaan sistem pemrosesan buku adalah menangani semua aspek data pemesanan buku oleh pelanggan. .1. Hal ini berguna bagi hampir semua level antara lain 'level puncak. dan keuangan.

Deskripsi terinci menjadi tanggung-jawab aspek pemodelan berikutnya. karena tidak digunakan untuk mendeskripsikan sistem secara terinci. dua atau lebih kalimat. Tetapi sebaiknya tidak lebih dari satu paragraf. .STP dapat : hanya terdiri dari satu.

apakah sistem pemesanan yang menentukan atau harus mendapat kontirmasi sistem keuangan?  Bagaimana sistem pemesanan siap dengan data buku yang telah diterbitkan dan siap dijual? . sistem penjualan dan sistem pemasaran dari sistem pemesanan?  Bagaimana menetapkan kelayakan pelanggan memperoleh kredit.Akibat penggambaran yang terlalu global. penggunaan STP akan memancing banyak pertanyaan seperti:  Informasi seperti apa yang harus disediakan untuk sistem keuangan.

. sehingga menjadi tidak jelas dan harus dijelaskan dalam STP. karena lingkup penggajian secara logika tentu berada di bawah sistem keuangan  Apakah sistem pemesanan bertanggung jawab dalam memberikan bukti transaksi pada pelanggan? Jawabannya bisa tidak tetapi bisa juga ya.Pertanyaan lain yang lebih mendasar adalah :  Apakah sistem pemesanan melakukan fungsi penggajian personil? Kita dapat dengan mudah mengatakan tidak.

dan hal ini sulit dijelaskan dalam STP karena secara faktual yang digunakan sistem pemesanan adalah informasinya dan bukan pertanggung-jawabannya. Apakah sistem pemesanan bertanggungjawab terhadap stok?  Hal ini diperlukan untuk memberikan nilai transaksi yang tidak melebihi batas stok. .

 Gambar 1 di bawah ini merupakan contoh CD sistem pemesanan buku. . Data Flow Diagram Context Level (Context Diagram)  Context Diagram (CD) adalah kasus khusus DFD (bagian dari DFD yang berfungsi memetakan model lingkungan).2. yang direpresentasikan dengan lingkaran tunggal yang mewakili keseluruhan sistem.

.

Gambar 1. Diagram Konteks sistem pemesanan buku

CD menyoroti sejumlah karakteristik penting sistem
yaitu:
 Kelompok

pamakai, organisasi atau sistem lain
dimana sistem kita melakukan komunikasi yang
disebut juga sebagai Entitas Luar.
 Data masuk, data yang diterima sistem dari
lingkungan dan harus diproses dengan cara
tertentu.
 Data keluar, data yang dihasilkan sistem kita dan
diberikan ke dunia luar

Penyimpanan data (data store) yang digunakan
secara bersama antara sistem kita dengan Entitas
Luar.
Data ini dapat dibuat oleh sistem dan digunakan oleh
lingkungan atau sebaliknya, dibuat oleh lingkungan dan
digunakan oleh sistem kita. Hal ini berarti pembuatan
simbol data store dalam CD dibenarkan, dengan syarat
simbol tersebut merupakan bagian dari dunia di luar
sistem.
 Batasan antara sistem kita dart lingkungan (rest of the
world).

aliran data. aliran kontrol. dan proses tunggal yang merepresentasikan keseluruhan sistem.CD dimulai dengan penggambaran Entitas Luar. penyimpanan.  .  Bagian termudah adalah menetapkan proses yang hanya terdiri dari satu lingkaran dan diberi nama yang mewakili sistem.  Nama dalam hal ini dapat menjelaskan proses atau pekerjaaan atau dalam kasus ekstrim berupa nama perusahaan yang dalam hal ini mewakili proses yang dilakukan keseluruhan organisasi.

Lambang sebuah sistem .Gambar 2.

. dalam bentuk persegi panjang dan berkomunikasi langsung dengan sistem melalui aliran data atau tidak langsung sehingga harus melalui penyimpanan ekstemal. Komunikasi langsung dan tak langsung Entitas Luar direpresentasikan.Gambar 3.

.  Jika melalui komunikasi dengan pemakai disimpulkan bahwa hubungan itu esensial. maka entitas luar akan merupakan bagian dari sistem ian seharusnya sudah dianggap ada dalam lingkaran. tetapi secara definitif karena terminator adalah bagian lingkungan maka tidak relevan jika dibahas dalam CD. Antara Entitas Luar tidak diperbolehkan komunikasi langsung.  Pada kenyataannya hubungan antara terminator mungkin dilakukan.

Contoh diagram konteks yang salah .Gambar 4.

Duplikasi terminator .Gambar 5.

 Jika entitas luar mewakili individu (personil) sebaiknya diwakili oleh peran yang dimainkan personil tersebut.Aturan-aturan CD jika terdapat luar entitas luar yang mempunyai banyak masukan dan keluaran.  . Alasan kedua adalah seorang personil dapat memainkan lebih dari satu peran. personil yang berfungsi untuk melakukan itu dapat berganti sedangkan CD harus tetap akurat walaupun personil berganti. Tanda tersebut dapat berupa asterik(*) atau garis silang #. Alasan pertama adalah. dengan ditandai secara khusus untuk menjelaskan bahwa entitas yang dimaksud adalah identik. diperbolehkan untuk digambarkan lebih dari satu kali sehingga mencegah penggambaran yang terlalu rumit.

Karena fokus utama kita adalah mengembangkan model esensi maka panting untuk membedakan sumber (sources) dan pelaku (handler). maka sering menonjol sebagai sesuatu yang harus digambarkan lebih dari sumber data itu sendiri.  Pelaku adalah mekanisme. atau media fisik yang mentransportasikan data keadaari sistem. Karena pelaku seringkali familiar dengan pemakai dalam implementasi sistem berjalan.  . perangkat.  Sedangkan sistem baru dengan konsep pengembangan teknologinya membuat pelaku menjadi sesuatu yang tidak perlu digambarkan.

 Dengan kata lain aliran data digambarkan jika data tersebut diperlukan untuk menghasilkan respon pada kejadian tertentu. seperti halnya sinyal kontrol yang diterima atau dibuat sistem.Aliran dalam CD_memodelkan masukan ke sistem dan keluaran dari sistem.  .  Aliran data hanya digambarkan jika diperlukan untuk mendeteksi kejadian dalam lingkungan dirnana sistem harus memberikan respon atau membutuhkan data untuk menghasilkan respon.  Selain itu aliran data dibutuhkan untuk menggambarkan transportasi antara sistem dan terminator.

 . dan mengkonsentrasikan pemodelan pada aliran data yang esensial saja.  Hal itu dilakukan dengan mencegah interaksi yang tidak perlu (extraneous prompts) yang berorientasi pada implementasi masukan-keluaran. sedangkan keluaran disebabkan dan diinisiasi oleh sistem.Dalam hal ini kita seharusnya menggambar CD dengan asumsi bahwa masukan disebabkan dan diinisiasi oleh entitas luar.

Entitas Luar sebagai sumber. dan sumber sekaligus pelaku . Gambar 6. pelaku.

karena tidak tahu Entitas membutuhkannya . Sebaliknya suatu sistem tidak menghasilkan keluaran. Kadang-kadang diperlukan dialog karena Entitas tidak tahu kapan sistem memerlukan masukan.

Sebagai catatan.8. kita dapat menggunakan dua panah atau satu panah dengan dua kepala untuk menggambarkan dialog antara sistem dan Entitas  .Dalam hal ini interaksi menjadi diperlukan dan diasumsikan menjadi bagian esensi sistem sebagaimana  Gambar.

 Sebagai contoh EL bagi diagram konteks pada Gambar 1 sistem pemesanan buku adalah:  .Event List (EL) adalah daftar narasi stimuli (daftar kejadian) yang terjadi dalam lingkungan mempunyai hubungan dengan respon yang diberikan sistem.

. Huruf T disingkat dari (T)emporal-event. misalnya laporan penjualan diberikan setiap akhir bulan. T)  Buku yang sudah dicetak dikirim ke gudang (ke sistem. yang menunjukkan bahwa kejadian tersebut bersifat sementara. F)  Pelanggan membatalkan pemesanan (ke sistem. C)  Lambang F merupakan singkatan dari (F) low-oriented-event yang mempunyai arti kejadian berorientasi pada aliran data. F)  Manajemen membutuhkan laporan penjualan (dari sistem.Pelanggan memesan (ke sistem.

hanya saja tidak dapat dipastikan waktu kejadiannya.Simbol C adalah (C)ontrol-event. artinya fungsi pengontrolan terhadap kegiatan-kegiatan yang udah dilakukan. Control-event merupakan kasus khusus temporal-event. Control-event biasanya digunakan dalam engineering system dan bukan pada business system. .

tepatnya aliran data Mengindikasikan terjadinya kejadian.  Aturan-aturan dalam EL antara lain daftar kejadian yang dibuat dan digambarkan dalam bentuk tekstual sederhana yang berfungsi memodelkan kejadian dalam lingkungan dimana sistem harus memberikan respon  . atau aliran data dibutuhkan oleh sistem untuk melakukan proses.Secara umum setiap aliran data dalam CD adalah kejadian atau event.

maka kalimat yang lebih tepat digunakan adalah: Pelanggan memesan  .Ketika membuat EL maka harus yakin perbedaan antara kejadian (event) dan kejadian yang berelasi dengan aliran (event-related flow).  Sebagai contoh. kalimat berikut bukan merupakan penggambaran kejadian yang tepat: Pemesanan-pelanggan diterima oleh sistem  Karena yang terjadi adalah masuknya data dengan sistem sebagai pelaku.

 Karena itu seharusrya selalu mendeskripsikan kejadian dari sudut pandang lingkungan. tetapi diperlukan dalam proses yang berkaitan dengan kejadian lain.  Cara termudah untuk mengidentifikasi kejadian yang relevan bagi sistem adalah memvisualisasikan sistem secara aksi (action).  . maka bisa jadi akan membuat kesalahan dalam mengidentifikasi aliran masuk yang sebenamya bukan merupakan kejadian.Jika mendeskripsikan kejadian dari sudut pandang sistem.

yang pertama tidak membutuhkan data penjual sedangkan yang kedua membutuhkan data penjual. Perhatikan contoh berikut:  Pelanggan memesan langsung ke sistem  Pelanggan memesan melalui personil penjualan maka. Maka akan lebih sesuai jika dibedakan kejadiannya menjadi  .Uji setiap entitas dan mencoba mengevaluasi aksi entitas yang terjadi pada sistem dimana pemakai berperan.  Bagaimanapun juga harus hati-hati dalam membedakan kejadian spesifik (discrete event) yang secara tak sengaja menyatu dalam paket yang sama.

. dan Penjual memberikan data pemesanan pelanggan.  Harus tetap diingat bahwa kejadian yang dimodelkan bukan hanya interaksi normal antara sistem dan terminator. karena situasi dimana interaksi gagal mungkin membutuhkan konfirmasi atau minimal harus diketahui.  Karena itu ketika semua kejadian dengan interaksi normal telah dibuat. harus mangevaluasi kebutuhan sistem untuk merespon kejadian yang gagal (fails event).Pelanggan memesan.

Dalam Gambar 1 (Diagram Konteks) seandainya pengiriman ke gudang tidak sampai.  . aliran masukan dan keluaran yang bervariasi. maka sukar untuk langsung mengidentifikasi entitas. Umumnya ketika memulai pembuatan CD. asalkan satu sama lain terjamin konsistensinya.  Pada dasarnya tidak jadi masalah model apa yang harus dibuat terlebih dahulu. maka harus mendefinisikan apa yang akan dilakukan sistem dengan melacak mengapa terjadi penundaan (delay) dalam pencetakan.

atau untuk menghasilkan respon bagi kejadian yang lain atau kedua-duanya.  Setiap aliran keluaran sebaiknya merupakan respon sistem terhadap kejadian  Setiap kejadian yang tidak tergantung pada waktu tertentu dalam daftar kejadian sebaiknya mempunyai aliran masukan agar sistem dapat mendeteksi kejadian yang berlangsung.Setelah kedua model tersebut selesai maka sebaiknya mengkonfirmasikannya dengan aturan berikut ini.  Setiap aliran masukan memang dibutuhkan oleh sistem untuk mengenali kejadian yang berlangsung. .

sebagai respon atau bagian dari respon dalam kejadian lain. atau menyebabkan perubahan keadaan sistem (system state) yang diindikasi dalam model. . atau disimpan dalam penyimpanan untuk bahan masukan kemudian. Setiap kejadian sebaiknya menghasilkan keluaran langsung sebagai respon.

model ini hanya mampu memodelkan sistem dari satu sudut pandang yaitu sudut pandang fungsi.  .  Sebagai perangkat analisis.Data Flow Diagram Levelled  Model ini menggambarkan sistem sebagai jaringan kerja Antar fungsi yang berhubungan satu lain dengan aliran dan penyimpanan data (selanjutnya disebut dengan DFD).

PROSES. Gambar 9 Contoh proses .Ada empat komponen dalam model ini yaitu 1. ( dalam materi ini digunakan lingkaran). dlm hal ini sejumlah masukan dapat menjadi hanya satu keluaran ataupun sebaliknya. atau bujursangkar dengan sudut melengkung. Proses direpresentasikan berbentuk lingkaran (bisa juga oval. Proses menunjukkan transformasi dari masukan menjadi keluaran.

. direpresentasikan dengan panah yang menuju ke/ dari proses menggambarkan gerakan paket data atau informasi dari satu bagian ke bagian lain dari sistem dimana penyimpanan mewakili lokasi penyimpanan data. Notasi yang digunakan adalah garis sejajar. 3. Dalam materi itu kita akan menggunakan segi empat dengan sudut melengkung.2. Ujung panah menunjukkan kemana data bergerak ke/dari proses. penyimpanan ataupun entitas atau keduanya. Aliran yang digambarkan sebagai panah dengan dua ujung menggambarkan terjadinya dialog. ALIRAN. atau persegi panjang.PENYIMPANAN: untuk memodelkan kumpulan data atau paket data. segi empat dengan sudut melengkung.

KESATUAN LUAR/ENTITAS LUAR. grup.4. . perusahaan pemerintah. direpresentasikan menggunakan persegi panjang. departemen. Biasanya notasi ini melambangkan orang atau kelompok orang misalnya organisasi di luar sistem. yang mewakili entiti luar dimana sistem berkomunikasi. dan berada di luar kontrol sistem yang dimodelkan.

berperan pemberian nomor pada setiap lingkaran pada DFD yang berguna untuk memudahkan penurunan DFD ke level lebih rendah. sedangkan aliran memodelkan hubungan sistem dengan kesatuan luar  Level ini disebut Context-Diagram (diagram konteks).  Setiap penurunan ke level yang lebih rendah harus mampu merepresentasikan proses tersebut dalam spesifikasi proses yang jelas. Penurunan ini mengacu pada aturan yaitu.  Setiap penurunan harus dilakukan hanya jika perlu. Shg seandainya belum cukup jelas maka seharusnya diturunkan ke level yang lebih rendah.  .Level paling tinggi dalam DFD hanya punya 1 lingkaran yang memodelkan seluruh sistem.

dan yang sederhana mungkin tidak perlu diturunkan.Tidak semua bagian dari sistem harus diturunkan dengan jumlah level yang sama karena yang kompleks bisa saja diturunkan. Dimana level x+1 tersebut mendefinisikan sub-proses pada level x tersebut. karena tidak semua proses dalam level yang sama punya derajat kompleksitas yang sama juga.Selain itu.  Konfirmasikan DFD yang telah dibuat pada pemakai dengan cara top-down.  .  Aliran data yang masuk dan keluar pada suatu proses di level x harus berhubungan dengan aliran data yang masuk dan keluar pada level x+1.

 Ketika mulai menurunkan DFD dari level tertinggi. External events dalam hal ini berarti suatu kejadian yang berkaitan dengan pengolahan data di luar sistem.Penyimpanan yang muncul pada level x harus didefinisikan kembali pada level x+1. dan menyebabkan sistem kita memberikan respon  . sedangkan penyimpanan yang muncul pada level x tidak harus muncul pada level x-1 karena penyimpanan tersebut bersifat lokal. cobalah untuk mengidentifikasi external events dimana sistem harus memberikan respon.

Gambar Top Level (CD). Level 0 dan Level 1 (berturut-turut) .