You are on page 1of 37

(Natural Products Chemistry)

Dosen Pengampu MK
Dr. Emrizal, M.Si., Apt.
Dr. Hilwan Y. Teruna, M.Si., Apt.

SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI RIAU

Kimia Bahan Alam I Page 2

1. Pendahuluan
2. Skrining fitokimia,
3. Biosintesis, Isolasi, Penentuan struktur
1. Alkaloid
2. Flavonoid
3. Terpenoid
4. Steroid
1. Lignan
2. Kumarin
3. Tanin
4. Asetogenin
5. Kuinon

SKRINING FITOKIMIA

TERPENOID &
STEROID

Terpenoid
Senyawa organik BA berasal dari penggabungan 2 atau lebih unit
isopren (C5) secara kepala ke ekor melalui jalur biosintesa asam
asetat dan asam mevalonat. Keragaman struktur disebabkan oleh
reaksi sekunder sep; hidrolisis, oksidasi, reduksi dan siklisasi
CH3
H3C

CH2

Kimia Bahan Alam I Page 4

C
H

Unit isopren (C2H10)

Nama "terpen" dari kata turpentine" (terebentin).


Terpen dan terpenoid adalah konstituen utama minyak atsiri dari
kebanyakan tumbuhan dan bunga

Terpenoid
Gabungan kepala ekor (head to tail)

Kimia Bahan Alam I Page 5

Secara in vivo, terlibat langsung molekul isopentenil piroposfat (IPP)


mengalami kondensasi melalui mekanisme Diels-Alder membentuk
molekul dengan unit isopren yang lebih besar. Contoh sederhana
adalah pembentukan senyawa limonen

Terpenoid

OPP

OPP
DMAPP (dimetilalil
piroposfat)

IPP (isopentenil
piroposfat)

Kimia Bahan Alam I Page 6

In vivo
pirolisis
Limonen
(Cairan tak berwarna dari orange)
Penambah rasa kosmetik & obat

Terpenoid

Kimia Bahan Alam I Page 7

Terpenoid

Kimia Bahan Alam I Page 8

Penggolongan Terpenoid
1. Hemiterpen
1 unit isopren (C5)
2. Monoterpen
2 unit isopren (C10)
3. Seskuiterpen
3 unit isopren (C15)
4. Diterpen
4 unit isopren (C20)
5. Triterpen
6 unit isopren (C30)
6. Tetraterpen
8 unit isopren (C40)
7. Politerpen
> 8 unit isopren (> C40)
1. Hemiterpenoid
Senyawa terpen yang paling
sederhana dari hemiterpen
misalnya -dimetilalilalkohol
OH
-dimetilalil alkohol)

Terpenoid

2. Monoterpenoid
Berdasarkan kerangka, monoterpenoid terbagi atas:
1. Monoterpen rantai terbuka (asiklik)
2. Monoterpen sikloheksana (mono dan bisiklik)
3. Monoterpen siklopentana (senyawa iridoid / sekoiridoid)
4. Monoterpen tidak teratur
Kimia Bahan Alam I Page 9

Contoh:
Monoterpen asiklik geraniol, nerol, linalool, & -sitral, sitronelal
& mirsena.
Komponen utama minyak atsiri, berbau wangi & spesifik.
Minyak punya arti ekonomi penting, bahan baku parfum
Bahan penambah bau & rasa dalam industri makanan &
minuman

Terpenoid
2. Monoterpenoid
OH

CH2OH

CHO

OH

geraniol

nerol

linalool

sitronelal

Kimia Bahan Alam I Page 10

CHO
CHO

trans-sitral

cis-sitral

mirsena

Struktur beberapa senyawa monoterpenoid asiklik

Terpenoid

Last Here A6
01-04-15

2. Monoterpenoid
O

OH

mentol

karvon

kamfer

Struktur beberapa senyawa monoterpenoid monosiklik & polisiklik


Kimia Bahan Alam I Page 11

O glu

O
O

O
CO2Me

nepelakton

loganin

Struktur beberapa senyawa monoterpenoid lakton & iridoid

Terpenoid
3. Seskuiterpenoid
Berdasarkan kerangka, seskuiterpenoid terbagi atas:
1. Seskuiterpen rantai terbuka (asiklik)
2. Seskuiterpen rantai tertutup (mono & polisiklik)
3. Seskuiterpen iridoid

Kimia Bahan Alam I Page 12

Catatan:
Sebagai komponen minyak atsiri
Penyebaran cukup luas, dari tumbuhan sampai hewan
Diperkirakan tidak kurang dari 200 jenis kerangka
seskuiterpenoid
Contoh: farnesol (asiklik), zingiberen (monosiklik), -selinen
(bisiklik), santonin (seskuiterpen lakton/iridoid).
Asam abisat & xantinin hormon pengatur pertumbuhan tumbuh-tumbuhan

Terpenoid
3. Seskuiterpenoid
Penggabungan head to tail seskuiterpenoid :

Kimia Bahan Alam I Page 13

(Seskuiterpen dari bagian


pelapis berlemak kulit apel)

Farnesen adalah pelapis apel dan kebanyakan buah, penyebab bau


khas apel hijau. Oksidasi oleh udara dapat merusak buah. Produk
teroksidasi merusak membran sel menyebabkan kematian sel
dibagian terluar buah

Terpenoid
3. Seskuiterpenoid
H

O
O

OH

farnesol

zingiberena

-salinen

xantonina

Kimia Bahan Alam I Page 14

OAc

OH
O

asam abietat

Last Here B6 31-03-15

COOH

xantinina

Terpenoid
3. Seskuiterpenoid

Kimia Bahan Alam I Page 15

Humulene
(Minyak atsiri dari Humulus lupulus)

Terpenoid
4. Diterpenoid
Penggolongan tidak sebanyak mono dan seskuiterpenoid:
1. Diterpen rantai terbuka (asiklik) fitol
2. Diterpen mono, bi dan polisiklik (tri, tetra atau pentasiklik)

CH2OH
Kimia Bahan Alam I Page 16

fitol

Catatan:
Sifat biologis diterpen beragam, mulai dari racun sampai
hormon-hormon tumbuhan

Terpenoid
4. Diterpenoid
Diterpen monosiklik:
Sembrena oleoresin dari Pinus albicanus

sembrena
Kimia Bahan Alam I Page 17

Diterpen bisiklik:

OH

OH

OH
H

skareol

manool

Terpenoid
4. Diterpenoid
Diterpen tri, tetra dan Pentasiklik:
O
OH
O
OH
H

COOH

asam pimarat

OAc

CO2H

OH

forskolin

asam abietat

Kimia Bahan Alam I Page 18

OH
H

COOH

Asam hardwikat

HO
HO HO

OH
OAc

Grayanatoksin-1

Terpenoid
4. Diterpenoid
Diterpen tri, tetra dan Pentasiklik:

O
O
HO

H
OH

H
HOOC

asam giberelat
Kimia Bahan Alam I Page 19

Taksol
(suatu kemoterapi)
Retinol
(suatu bentuk vitamin A)

Terpenoid
5. Triterpenoid
Sangat beragam
Kebanyakan alkohol, aldehid atau asam karboksilat.
Umum tidak berwarna, berupa kristal, TL tinggi & optis aktif.
Uji untuk mendeteksi triterpenoid ialah pereaksi LB =
Lieberman-Burchard (anhidrida asetat-H2SO4), kebanyakan
triterpen & sterol memberikan warna hijau-biru
Kimia Bahan Alam I Page 20

Penggolongan triterpenoid:
Triterpenoid (-amirin dari tumbuhan Manila, rasa pahit)
Sterol (-sitosterol, stigmasterol dan kampesterol)
Saponin (diosgenin, steroid saponin)
Glikosida jantung (oleandrin dari Nerium oleander)

Terpenoid
5. Triterpenoid

HO

-amirin
Kimia Bahan Alam I Page 21

Pemeriksaan triterpenoid umumnya pemisahan secara ekstraksi


dengan pelarut organik. Setelah lemak dan lilin dihilangkan dengan
eter / heksana, triterpenoid dapat diekstraksi dengan metanol panas.
Untuk triterpen glikosida dilakukan hidrolisis asam encer, kemudian
diekstraksi ulang. Antimon klorida dalam kloroform dapat digunakan
sebagai penampak noda pada plat KLT

Terpenoid

Kimia Bahan Alam I Page 22

6. Tetraterpenoid
Karotenoid, tetraterpenoid dengan 8 unit isopren (C40),
pigmen luas dalam tanaman dan bakteri. Pada hewan
terdapat karotenoid khusus, -karoten sebagai sumber
mensintesis vitamin A
Karotenoid juga memberikan warna makan
Pada tumbuhan, karotenoid berfungsi sebagai pigmen
pembantu dalam fotosintesis.
Sebagai pewarna bunga & buah. Dalam bunga karotenoid
berupa zat warna kuning, sementara dalam buah berupa
warna jingga atau merah.
Lebih dari 300 struktur karotenoid sudah berhasil diketahui

Terpenoid
6. Tetraterpenoid
Contoh:

-karoten

Kimia Bahan Alam I Page 23

-karoten

Terpenoid
Contoh Terpenoid

bisabolen

isokamfan
mirsen

Kimia Bahan Alam I Page 24

COOH

Asam abietat

oleanan

friedelan

Terpenoid
Biosintesis Terpenoid

Kimia Bahan Alam I Page 25

Terpenoid
Biosintesis Terpenoid

Kimia Bahan Alam I Page 26

Steroid
Steroid Kerangka karbonnya berasal dari 6 unit isoprene, yang
secara umum diturunkan dari senyawa asiklik C30 skualen
E
C
A

Kimia Bahan Alam I Page 27

skualen

Seluruh steroid mengandung suatu sistim cincin tetrasiklik


Beberapa hormon merupakan steroid
Hormon merupakan suatu chemical messengers

Steroid
Inti dan Penomoran Steroid
11

R2 R1
17

R3
1

10

14

1,2-siklopentanoperhidrofenantren

Sistim penomoran

Kimia Bahan Alam I Page 28

Steroid Kerangka karbonnya berasal dari 6 unit isoprene, yang


secara umum diturunkan dari senyawa asiklik C30 skualen
E
C
A

skualen

Steroid
Kerangka & Contoh Steroid
Nama Kerangka Senyawa

Substitusi Alkil (R)

Kimia Bahan Alam I Page 29

Androstan

Pregnan

CH2CH3

Kolan

CH(CH3)(CH2)2CH3

Kolestan

CH(CH3)(CH2)2CH(CH3)2

Argostan

CH(CH3)(CH2)2CH(CH3)CH(CH3)2

stigmastan

CH(CH3)(CH2)2CH(C2H5)CH(CH3)2

C2H5
HO

HO
-amirin

stigmasterol

Steroid
Klasifikasi Steroid (Sifat Fisiologis)
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Sterol Insulator, Bahan Baku


Asam Empedu Emulsifikasi Lipid
Hormon Seks Stimulasi Organ Seks
Hormon Andrenokortikoid Cegah Radang
Aglikon Kardiak Stimulasi Jantung
Sapogenin Diterjen, Racun

Kimia Bahan Alam I Page 30

KERANGKA DASAR KARBON


1.
Kerangka Sterol
STEROL

HO

*
HO

Kholesterol

*
Ergosterol

HO

*
Stigmasterol

Steroid
Klasifikasi Steroid (Sifat Fisiologis)
2.ASAM-ASAM
Asam-asamEMPEDU
Empedu

COOH

COOH

OH

*
HO

Kimia Bahan Alam I Page 31

H
Asam kolat

HO

OH

*
H

Asam litokolat

3.HORMON
HormonSEKS
Seks

H3C
O

OH

*
O

HO

Oestron

HO

Testosteron

*
Progesteron

Steroid
Klasifikasi Steroid (Sifat Fisiologis)
4.HORMON
HormonANDRENOKORTIKOID
Adrenokortikoid
HOH2C

OH

H
O

HO

5.AGLIKON
Aglikon KARDIAK
Kardiak

OH O

Kimia Bahan Alam I Page 32

Kortison

Aldosteron

*
HO

H
Digitoksigenin
(Kardenolida)

OH
HO

OH

OH
Strofantidin

Steroid
Klasifikasi Steroid (Sifat Fisiologis)
SAPOGENIN
6. Sapogenin

*
*

Kimia Bahan Alam I Page 33

HO

*
Diosgenin

H3C

CH3

OH
HO

*
H
Sarsapogenin

Deteksi Terpenoid dan Steroid

Kimia Bahan Alam I Page 34

Prosedur Umum
1. 4 g sampel segar, potong halus, masukkan ke Erlenmeyer
100 ml, maserasi dengan 25 ml EtOH, panaskan 15 menit.
2. Saring ke Erlenmeyer 50 ml dalam keadaan panas, uapkan
sampai seluruh EtOH habis.
3. Tambahkan kloroform & air suling @ 5 ml (1:1), kocok,
biarkan sampai memisah sempurna antara kloroform dan air.
4. Masing-masing bagian pelarut yang memisah dipindahkan
ke dalam tabung reaksi yang bersih.
Lapisan kloroform (disebut fraksi kloroform) di bagian
bawah Pemeriksaan terpenoid dan steroid,
Lapisan air (disebut fraksi air) Pemeriksaan flavonoid,
fenolik dan saponin.

Deteksi Terpenoid dan Steroid

Kimia Bahan Alam I Page 35

Prosedur Metoda LB (Lieberman-Burchard)


1. Pipet Pasteur bersih, masukkan kapas, masukkan arang aktif
(norit) sampai 1/3 dari panjang pipet.
2. Ambil pipet lapisan CHCl3, masukkan hati-hati ke dalam
pipet berisikan norit.
3. Biarkan CHCl3 menetes perlahan, bila tak mau menetes, guna
karet pipet untuk memberi tekanan.
4. Filtrat CHCl3 harus jernih (norit cukup aktif mengikat klorofil),
sedikit filtrat masukkan ke plat tetes, biarkan kering.
5. Bila CHCl3 telah menguap & kering, tambahkan ke dalam
lobang plat tetes:
Satu lobang + asam sulfat pekat.
Satu lobang + asam asetat anhidrat.
Satu lobang + asam asetat anhidrat + H2SO4 p

Deteksi Terpenoid dan Steroid


Prosedur Metoda LB (Lieberman-Burchard)
6. Terbentuknya warna biru-ungu steroid
7. Terbentuknya warna merah terpenoid.

Kimia Bahan Alam I Page 36

Thank You
Click to add text