You are on page 1of 5

SOP (STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR) GYMNASIUM

A. Unsur Penting dalam Pelayanan Gymnasium
1. Klien
Dalam perawatan gymnasium harus berdasarkan penilaian dengan
memperhatikan hal indikasi (yang diperbolehkan) dan kontraindikasi
(tidak boleh dilakukan).
2. Terapis
Terapis yang melakukan pelayanan gymnasium harus sesuai dengan
kompetensi yang dimilikinya. Pada saat melakukan perawatan gymnasium,
terapis bertugas memantau semua unsur dalam perawatan gymnasium dan
melakukan tindakan bila terjadi efek samping sesuai kewenangan.
B. Peralatan
1. Hal yang perlu diperhatikan:
a. Memberikan kenyamanan pada klien.
b. Aman.
2. Peralatan yang digunakan dalam pelayanan harus memenuhi persyaratan
sebagai berikut:
a. Memadai.
b. Peralatan dan alat yang digunakan dalam pelayanan terjamin mutu,
manfaat dan keamanannya.
C. Penggunaan dan Pemeliharaan
1. Penggunaan peralatan khusus harus dilakukan oleh tenaga yang sudah
terlatih.
2. Peralatan yang digunakan harus terjaga kebersihannya.
3. Peralatan harus diperiksa keamanannya oleh teknisi setiap kali sebelum
penggunaan. Pemeriksaan dan pemeliharaan semua peralatan secara
menyeluruh harus dilakukan pengecekan secara periodik minimal 6 (enam)
bulan sekali.
D. Fasilitas
Ruang perawatan gymnasium terdiri dari area kering. Ruang perawatan
gymnasium harus memperhatikan:

lapisan penutup dinding harus bersifat non porosif (tidak mengandung pori-pori) sehingga dinding tidak dapat menyimpan debu. Komponen penutup lantai memiliki persyaratan tidak terbuat dari bahan yang memiliki lapisan permukaan dengan porositas yang tinggi yang dapat menyimpan debu. tahan cuaca dan tidak berjamur. dindingnya harus memiliki pegangan tangan yang menerus dengan ketinggian berkisar 80 ~ 100 cm dari permukaan lantai. Bahan pegangan tangan harus terbuat dari bahan yang tahan api. mudah dibersihkan dan tahan terhadap gesekan. memiliki pola lantai dengan garis alur yang menerus keseluruh ruangan pelayanan. mudah dibersihkan dan memiliki lapisan permukaan yang bersifat non-porosif (tidak mengandung pori-pori). penutup lantai harus berwarna cerah dan tidak menyilaukan mata. Komponen pintu dan jendela harus memiliki persyaratan lebar bukaan pintu minimal 100 cm untuk daun pintu tunggal atau 120 cm untuk daun pintu ganda (ukuran lebar daun pintu 80 cm dan 40 cm). Pegangan harus mampu menahan beban orang dengan berat minimal 75 kg yang berpegangan dengan satu tangan pada pegangan tangan yang ada. 3. 2. Komponen dinding harus memiliki persyaratan dinding harus mudah dibersihkan. pintu yang terbuat dari bahan tembus-pandang (antara lain: kaca) harus memiliki kawat pengaman serta apabila terjadi pecahan maka pecahannya haruslah berbentuk menjadi butiran-butiran kecil yang tidak tajam (unsharpened tempered glass type with safety mesh inside) serta . warna dinding cerah tetapi tidak menyilaukan mata. pada daerah tertentu.1. tinggi pembuka pintu (door handle) tidak boleh lebih dari 100 cm diukur dari muka lantai terendah.

Tidak bising. Prinsip Keamanan dan Kesehatan Kerja . Toilet/kamar mandi/jamban: a. Lantai kamar mandi/jamban kuat. f. Penandaan pada area yang basah (peringatan). Index jentik nyamuk : tidak melebihi dari 5%. c. untuk pintu-pintu darurat pada ruangan-ruangan gymnasium maka handlebar untuk membuka pintu harus dapat diakses oleh pengguna kursi roda ataupun orang berjalan biasa yaitu berkisar 80-100 cm dari permukaan lantai. permukaan rata. 4. tidak licin dan mudah dibersihkan. sabun cair dan tissue. b.diberikan tanda arah bukaan yang jelas (misalkan: DORONG/TARIK atau PUSH/PULL) dengan bahan yang dapat terlihat dengan jelas (dimana sebaiknya digunakan bahan yang dapat berpendar dalam gelap (flourecent material/paint/sticker) dengan besaran huruf yang cukup (tinggi huruf antara 10~20 cm dengan perbandingan lebar huruf : tinggi huruf berkisar 2:3 atau 3:5). Kemiringan yang cukup (2-3 derajat) ke arah saluran pembuangan air limbah. disamping itu ketinggian perletakan huruf harus dapat memenuhi syarat kenyamanan visual dari pengguna kursi roda maupun orang berjalan biasa yaitu berkisar 100-120 cm dari permukaan lantai. aturan untuk membersihkan dan mengeringkan lantai yang basah. kedap air. e. Kenyamanan : untuk suhu berkisar antara 22-25 derajat celcius (°C) dan kelembaban berkisar antara 40-70 %. Harus selalu tersedia air bersih yang cukup dan memenuhi syarat kesehatan. d. E.

2. 2. b. 3. F.1. 5. G. Pengelola dan karyawan yang melayani klien harus memiliki pengetahuan tentang higiene dan sanitasi perorangan. 6. Perawatan baru dapat dilakukan minimal 2 jam setelah klien makan atau melakukan kegiatan fisik cukup berat. Jika klien merasa pusing. . Keamanan di Ruang Gymnasium a. Dilarang merokok di lingkungan gymnasium. perawatan harus dihentikan. atau penglihatannya mulai kabur. peringatan kepada klien untuk berperilaku hidup bersih dan sehat. Terapis tidak bau badan. 3. berpenyakit kulit serta kuku tidak boleh panjang dan berwarna. Ruangan perawatan gymnasium sebaiknya menggunakan alas anti slip. Denyut nadi klien tidak boleh melebihi 120x/menit. Perlindungan temperatur ruangan. Selama perawatan. Terapis harus membantu klien dalam menjalani terapi di ruang gymnasium. Pengelola dan karyawan harus berperilaku positif dalam bidang higiene dan sanitasi (membuang limbah/sampah pada tempat yang telah ditentukan. Pengamanan pada permukaan yang licin. Aturan Kesehatan dan Keselamatan Klien 1. tidak meludah di sembarang tempat. 4. klien tidak boleh ditinggal sendirian dengan alasan apapun (dalam pengawasan terapis). tidak merokok). Pengelola dan karyawan harus memberi anjuran. bau mulut. 4.

Pada waktu persiapan dan pelaksanaan perawatan gymnasium perlu perhatian yang cukup agar sesuai dengan prinsip menerapkan tujuan. Denah Gymnasium . manfaat yang akan dicapai dan keamanan klien. H.c.