You are on page 1of 4

Geologi Teknik 2015

UJI GESER LANGSUNG
I.

Pendahuluan
Kuat geser tanah dapat didefinisikan sebagai kemampuan maksimum

tanah untuk bertahan terhadap usaha perubahan pada kondisi tekanan dan
kelembaban tertentu.
II.

Maksud dan Tujuan
Kuat geser langsung merupakan metode yang digunakan untuk

mengetahui nilai kekuatan geser tanah terhadap gaya horizontal dengan cara
menentukan harga kohesi dari sudut geser dalam dari suatu contoh tanah pada
bidang geser tertentu. Selain itu, uji geser langsung juga digunakan untuk
menganalisis masalah stabilitas tanah.
III.

Alat dan Bahan
Berikut adalah alat dan bahan yang digunakan untuk melakukan uji geser

langsung:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Direct Shear Box
Benda Uji
Alat pengeluaran contoh
Pisau pemotong
Dial Indicator
Proven Ring
Stop Watch

IV.

Langkah Kerja
Berikut adalah langkah-langkah yang harus dilakukan dalam uji geser

langsung:
1. Siapkan sampel undisturb 3 buah, kemudian masukkan ke dalam ring.
Hitung luas dan volumenye.
2. Masukkan sampel tanah ke direct shear box.
3. Putar alat selama 60 detik, setiap 15 detik hitung jumlah putaran dan catat
nilai pada proven ring
4. Uji coba dilakukan dengan beban 3,3 kg, 6,6 kg, dan 9,9 kg.

Nama: Erlangga Dwi P.
NIM : 111.120.016
Kelas: A

1

sampai 60 detik). maka 7.Geologi Teknik 2015 V. Nama: Erlangga Dwi P.56. sehingga didapatkan 7.256 = 82.721 dikalikan dengan selisih jumlah putaran yang didapat dengan dial deformasi 10.721 x (16 – 10) = 4.93).016 Kelas: A 2 . NIM : 111. Kemudian 0. Untuk nilai tekanan (P) didapatkan dengan rumus P = M x K.326 ditambahkan dengan rata-rata 3. Kemudian 7. Kemudian 4.6 kg jumlah putaran pada detik ke 15 didapatkan sebanyak 16. maka 0. 45.120. maka nilai rata-rata pada dial deformasi 20 (11. Analisis Perhitungan  Koreksi Manometer dan Tekanan Setelah jumlah putaran dan nilai proven ring telah dicatat.326.21 : 10 = 0.721. putaran 16 berada diantara 10 dan 20. Pada kolom dial deformasi.93. Hitung nilai K dan P pada setiap beban yang diuji dan pada detik yang lain (30. maka 10 x 8.14) dikurangi dengan rata-rata pada dial deformasi 10 (3. kemudian hitung nilai koreksi manometer (K) dan tekanan (P) dengan menggunakan tabel berikut: Misalkan pada beban 6.21.256.21 dibagi dengan selisih dial deformasi 20 dan 10. dan nilai proven ring yang didapatkan sebanyak 10. sehingga nilai K pada detik ke 15 sebesar 8.

Geologi Teknik 2015  Tegangan Normal Untuk mencari tegangan normal (Tn) gunakan rumus: Tn = Berat beban (W) : Luas alas (A). gunakan satuan Kg/cm 2 untuk diplotkan pada kurva Tegangan Normal vs Tegangan Geser. NIM : 111.016 Kelas: A 3 . Buat garis berat diantara titik – titik yang telah dimasukkan ke dalam kurva.120. Nama: Erlangga Dwi P.  Kuat Geser (S) Untuk mencari nilai kuat geser dapat menggunakan rumus sebagai berikut: S = C + (Tn + tan 0). Garis berat yang bersinggungan dengan sumbu Y merupakan nilai kohesi (C). sedangkan sudut yang dibentuk antara sumbu X dengan garis berat merupakan sudut geser dalam (0). dengan Tn dalam KPa.  Tegangan Geser Untuk mencari tegangan geser (T) gunakan rumus: T = Tekanan (P) : Luas alas (A)  Kohesi dan Sudut Geser Dalam Masukkan nilai tegangan geser dan tegangan normal dalam kurva untuk mendapatkan nilai kohesi dan sudut geser dalam.

Nama: Erlangga Dwi P.Geologi Teknik 2015 Kemudian gunakan tabel diatas untuk menentukan klasifikasi kuat geser relatif dari tanah. NIM : 111.120.016 Kelas: A 4 .