You are on page 1of 27

APLIKASI MANAJEMEN DI RUMAH SAKIT

Oleh : dr. Rahmawaty Dai, MARS
BAB I. PENDAHULUAN

“Health is not everything but without health everything is nothing”. Sehat adalah dambaan setiap
manusia. Bagi suatu bangsa kesehatan rakyatnya menjadi modal yang besar. Bagaimana nasib suatu
negara jika kesehatan penduduknya tidak menjadi prioritas utama pembangunan?

Kualitas hidup

masyarakatnya akan menurun , masyarakat menjadi kurang produktif dan para wanita akan melahirkan
generasi-generasi yang tidak berkualitas. Dibanyak negara , sektor kesehatan merupakan bagian penting
dalam perekonomian negara. Beberapa negara mengumpamakannya seperti sponge, sektor kesehatan
mengabsorbsi banyak sumber daya nasional untuk membayar para pekerja

kesehatan. Negara lain

melihat sektor kesehatan sebagai driver perekonomian, dengan melakukan inovasi dan investasi tehnologi
bio-medikal atau memproduksi dan menjual obat-obat farmasi, atau mencipakan masyarakat yang sehat
yang produktif dibidang ekonomi. Bagaimana kondisi di negara kita?
Bangsa Indonesia menempati urutan ke-3 di Asia dan ke- 4 di dunia dalam besarnya penduduk
setelah China (1,3 Milyar), India (1,14 Milyar) dan Amerika (303 juta). Di bulan juni 2008 tercatat
penduduk Indonesia berjumlah 237,5 juta dengan laju pertambahan penduduk berkisar 1,2 atau 1,3%.
Diperkirakan penduduk Indonesia akan berjumlah 337 juta jiwa di tahun 2050. Penduduk yang besar,
sehat dan produktif akan merupakan potensi dan kekuatan efektif bangsa. Namun sebaliknya jika
penduduk yang besar jumlahnya tidak terjamin kesehatannya, tidak sehat dan tidak produktif yang akan
menjadi beban bagi negara.
Di Indonesia pembangunan kesehatan merupakan bagian integrasi dari pembangunan nasional
secara keseluruhan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan
Jangka Panjang Nasional (RPJPN) Tahun 2005 – 2025, pembangunan kesehatan diarahkan untuk
meningkatkan kesadaran , kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar peningkatan
derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dapat terwujud. Penyelenggaraan pembangunan
kesehatan harus didukung dengan ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan seperti rumah sakit, dokter
praktek, apotek, laboratorium klinik, serta puskesmas dan jaringannya. Pada tahun 2007 jumlah rumah
sakit pemerintah dan swasta ada 1.319 buah dengan kunjungan rawat inap di rumah sakit tahun 2005
sebanyak 562.000 kasus, meningkat menjadi 1,5 juta kasus ditahun 2006 dan sebanyak 1,91 juta kasus di
tahun 2007. Jumlah rumah sakit yang banyak dan mudah dijangkau oleh masyarakat belum menjamin
kualitas pelayanan kesehatan. Peningkatan jumlah rumah sakit dan kunjungan ini harus diimbangi dengan
peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit sehingga masyarakat benar-benar mendapatkan
Aplikasi Manajemen di Rumah Sakit Page 1

jaminan pemeliharaan dan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Untuk itu diperlukan pengelolaan
rumah sakit melalui sistem manajemen yang optimal dan berkesinambungan.

BAB II
KONSEP DASAR MANAJEMEN
Pengertian Manajemen
Kata “manajemen” sudah sering kita dengar. Manajemen erat kaitannya dengan konsep
organisasi. Menurut Grifin (2002) organisasi adalah a group of people working together in a structured
and coordinated fashion to achieve a set of goals. Organisasi adalah sekelompok orang yang bekerja
sama dalam struktur dan koordinasi tertentu dalam mencapai serangkaian tujuan tertentu. Tujuan setiap
organisasi berbeda-beda tergantung karakteristik/ jenis organisasi tersebut.
Bagaimana kerjasama dapat dilakukan dalam suatu kelompok jika orang-orang dalam kelompok
tersebut memiliki karakter yang berbeda-beda, didorong oleh motif yang berbeda-beda dan latar belakang
yang berbeda-beda dapat diarahkan untuk mencapai satu tujuan organisasi? Selain orang –orang yang
berbeda-beda, di dalam suatu organisasi ada berbagai sumber daya yang berbeda-beda misalnya peralatan,
system, perlengkapan, dana/finansial dan lain-lain.
Menurut Griffin paling tidak suatu organisasi memiliki sumber daya seperti sumber daya manusia
(human resources), sumber daya alam (natural resources), sumber daya dana(financial resources) dan
keuangan (funds),serta sumber daya informasi( information resources). Bagaimana keseluruhan sumber
daya ini dapat dikelola melalui kerjasama dari orang-orang yang berbeda sehingga tujuan organisasi dapat
dicapai? Disinilah peran manajemen diperlukan. Jadi manajemen diperlukan saat terdapat sekumpulan
orang (yang pada umumnya memiliki karakter yang berbeda) dan sejumlah sumber daya yang harus
dikelola agar tujuan organisasi dapat tercapai. Dari pernyataan tersebut kita sudah dapat mengetahui apa
yang dimaksud dengan manajemen. (Erni Tristawati Sule; ,Kurniawan Saefullah 2009)
Secara klasik manajemen didefinisikan sebagai ilmu atau seni tentang bagaimana menggunakan
sumber daya secara efisien, efektif dan rasional untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan
sebelumnya. Efektif menurut Peter F. Drucker adalah “mengerjakan pekerjaan yang benar”(doing the
right thing).Sedangkan efisien adalah “ mengerjakan pekerjaan dengan benar”( doing things right).
Seni bersifat dinamis, tidak berpola tunggal dan menuntut adanya kreativitas dan keterlibatan
didalamnya. Sains cenderung statis, berpola tunggal berdasarkan pembuktian ilmiah dan menuntut adanya
tahapan-tahapan yang sistematis. Memadukan keduanya diperlukan bakat dan keahlian. Manajemen
Aplikasi Manajemen di Rumah Sakit Page 2

Frank Gilbert (1868-1924) dan Lilian Gilbert (1878-1972). Dalam perkembangannya. benteng raksasa yang berdiri sepanjang ribuan kilometer di Cina dan bangunan Ka’bah yang berdiri megah di tanah suci Makkah. Manajemen secara keilmuan baru terumuskan kurang lebih di akhir abad 19 Masehi. Sedangkan Babbage seorang ahli matematika dari Inggris adalah orang yang pertama kali berbicara tentang pentingnya efisiensi dalam proses produksi.mengikuti tahapan-tahapan tertentu yang telah disiapkan hingga bangunan – banguanan megah itu bisa berdiri. seorang pembaharu dan industrialis dari Inggris menyatakan perlunya sumber daya manusia di dalam organisasi dan perlunya kesejahteraan pegawai. Ide ini berangkat dari kenyataan bahwa para pekerja di perusahaan tempat Taylor bekerja menurutnya bekerja di bawah standar dari apa yang sebenarnya mereka bias kerjakan sehingga output yang dihasilkan terutama output yang memenuhi standar tidak dapat memenuhi kebutuhan masyarakat padahal modal tersedia dengan mudah.sebagai seni dapat di dilatih melalui intuisi dan pengalaman dalam menghadapi kasus-kasus dan sebagai sains bisa dipelajari melalui pendidikan dan pelatihan. Sejarah Ilmu Manajemen Sesungguhnya bukti tentang adanya manajemen telah lama ada. Diantara tokoh-tokoh yang mula-mula memperkenalkan manajemen secara keilmuan adalah Robert Owen (1771) dan Charles Babbage (1792. Kontributor yang pernah diberikan oleh Taylor adalah Time and Motion Studies atau studi mengenai penetapan standar kerja yang didasarkan pada perhitungan waktu. yaitu : 1. ilmu manajemen dibagi dalam tiga kelompok pemikiran. beratus-ratus tahun lalu. Adanya bangunan –bangunan megah ini menunjukkan bahwa pada zaman dahulu kala telah ada serangkaian kegiatan yang diatur sedemikian rupa. Owen. Kelompok Perspektif Manajemen Klasik Perspektif ini terbagi menjadi dua bagian besar yaitu mereka yang memandang manajemen sebagai sebuah proses saintifik (scientific management) dan manajemen sebagai sebuah kegiatan administrasi (administration management) a.1871). Beberapa bukti peninggalan masa lalu menunjukkan hal tersebut seperti adanya Piramida di Mesir. Scientific management Tokoh-tokoh dalam kelompok ini adalah Frederich Winslow Taylor (1856-1915) yang karena kontributornya dikenal sebgai Bapak Manajemen Ilmiah (Father of Scientific Management). Aplikasi Manajemen di Rumah Sakit Page 3 .

Untuk dapat menjalankan keseluruhan fungsi manajemen ini Fayol memperkenalkan 14 prinsip manajemen ( principles of management) atau prinsip organisasi (principles of organization) . Pendidikan dan pengembangan ilmiah para karyawan 4. kelompok manajemen administrasi berpandangan bahwa peningkatan produktivitas harus dilakukan melalui upaya perubahan produktivitas secara menyeluruh dalam sebuah organisasi bukan hanya meningkatkan produktivitas individu. b. 1. Selain itu Taylor juga merumuskan dan memperkenalkan konsep desain pekerjaan dan cuti untuk pemulihan produktivitas kerja dengan meyakinkan mereka untuk mengikuti langkah-langkah yang dikenal sebagai 4 prinsip dasar manajemen ilmiah dari Taylor yaitu : 1. Seleksi ilmiah untuk karyawan agar dalam pemberian tugasnya sesuai dengan kualifikasinya 3. pengorganisasian. Aplikasi Manajemen di Rumah Sakit Page 4 . pemberian perintah. Pengembangan metode ilmiah dalam manajemen agar metode terbaik dalam pengerjaan tugas dapat ditentukan 2. 2.Untuk meningkatkan profit perusahaan maka produktivitas perlu ditingkatkan di mana produktifitas ini diukur dari tingkat output dan prestasi kerja. Kerja sama yang baik antara manajemen dengan tenaga kerja. Prinsip ini sama dengan “pembagian kerja” Adam Smith.pengorganisasian serta pengawasan dan pengendalian yang menurut Fayol keseluruhan fungsi manajemen ini merupakan inti dari kegiatan manajemen. Fayol juga termasuk tokoh yang pertama kali memperkenalkan kegiatan-kegiatan operasioanl dari sebuah perusahaan termasuk diantaranya kegiatan manajerial yang terdiri dari fungsi-fungsi manajemen yaitu perencanaa. Administration management Berbeda dengan kelompok manajemen ilmiah. Dan untuk meningkatkan prestasi kerja perlu diberikan upah insentif yang diberikan agar motivasi pekerja meningkat. Menurut Fayol manajemen sangat memerlukan proses pengarahan yang dilakukan secara sistematis di antara pekerja dan manajer agar produktivitas organisasi secara keseluruhan dapat meningkat. Manajer harus dapat member perintah. Pembagian kerja. Kontibutor kelompok ini adalah Henry Fayol ( 1841-1925) sebagai kontibutor utama. Wewenang. Lyndall Urwick ( 1891-1983) dan Max Weber ( 1864 – 1920). Spesialisasi menambah hasil kerja dengan cara membuat para pekerja lebih efisien. Upah insentif ini oleh Taylor dinamakan upah insentif diferensial (piecework pay system) . Wewenang memberikan hak ini kepadanya.

Garis wewenang (scalar System) . Mendahulukan kepentingan umum di atas kepentingan individu. Kesatuan perintah. 2. kelompok manajemen perilaku (Behavior School) justru menekankan pada pentingnya manajemen memperhatikan perilaku dan kebiasaan individu manusia yang bekerja dalam organisasi dan penting bagi pihak manajer melakukan perubahan perilaku dan kebiasaan manusia dalam organisasi agar organisasi dapat berjalan dengan baik. dan (6). Keadilan. perlakuan yang sama tanpa ada disriminasi 12. Para pekerja harus digaji sesuai dengan jasa yang mereka berikan. (4) promosi berdasarkan prestasi. Berbeda dengan kelompok manajemen klasik. Birokrasi merupakan alat untuk mengintegrasikan keseluruhan struktur dalam sebuah organisasi. seorang sosoiolog dari Jerman yang memperkenalkan pentingnya birokrasi dan prosedur dalam kegiatan manajemen. Order .setiap pekerja harus diberi kesempatan untuk mengembangkan dirinya dan diberi kebebasan untuk merencakan dan menjalankan tugasnya secara kreatif 14. bahwa setiap pekerja hanya menerima instruksi dari seorang atasan 5. Kesatuan pengarahan. kegiatan operasional dalam organisasi yang mempunyai tujuan yang sama harus diarahkan oleh seorang manajer dengan penggunaan satu rencana.3. efisiensi. Esprit de corps (semangat korps). Disiplin. (5) pembagian kerja. 8. 7. (2) hubungan impersonal . Inisiatif. (3) peraturan tertulis. adanya keseimbangan antara pendekatan sentralisasi dengan desentralisasi 9. 11. 6. prinsip ini menekankan bahwa pada dasarnya kesatuan adalah sebuah kekuatan. Stabilitas staf dalam organisai dalam menjalankan organisasi 13. Kelompok Perspektif Manajemen Perilaku Kelemahan perspektif manajemen klasik adalah tidak terlalu mememntingkan faktor manusia dalam system manajemen dimana tugas manajer adalah untuk melakukan kontrol atas para pekerja melalui standarisasi dan menyesuaikan dengan mekanisme kerja organisasi. adanya garis wewenang dan perintah yang jelas 10. Perspektif ini banyak dipengaruhi oleh konsep-konsep psikologi. yaitu: (1) hirarki otoritas. Balas jasa/Remunarasi. Selain Fayol tokoh lainnya adalah Max Weber (1841-1925) . sumber daya organisasi termasuk manusia harus ada pada waktu dan tempat yang tepat. Kontributor kelompok ini antara lain Hugo Munstberg (1863-1916) seorang Psikolog Aplikasi Manajemen di Rumah Sakit Page 5 . Sentralisasi. Weber memberikan beberapa ciri birokrasi. harus ada respek dan ketaatan dalam peranan-peranan dan tujuan organisasi 4. Organisasi diibaratkan sebagai sebuah mesin dimana manusia dianggap sebagai bensin atau komponen lainnya yang bekerja menggerakkan mesin.

demikian juga kegiatan memotivasi para pekerja sangat diperlukan agar perilaku dan kebiasaan para pekerja yang berbedabeda ini dapat diarahkan kepada pencapaian tujuan organisasi. kelompok kedua menunjukkan hasil yang sama dengan kelompok pertama bahkan cenderung meningkatkan.Jerman yang dikenal sebagai the Father of Industrial Psychology. perspektif ini memiliki berbagai keterbatasan. Asumsi dasarnya adalah bahwa perhatian manajer atau pimpinan terhadap bawahannya akan meningkatkan penerimaan dan sekaligus tingkat kepuasan dari bawahan . menunjukkkan bahwa tugas manajer tidak saja melakukan kegiatan sistematis dalam pencapaian tujuan tetapi merupakan seni memahami perilaku orang lain sehingga dapat diarahkan untuk mencapai tujuan organisasi. terutama jika dikaitkan dengan kenyataan bahwa perilaku manusia dalam organisasi tidak mudah untuk dipahami dan dikuantifikasi. Menurut Munstberg upaya untuk mengidentifikasi perilaku dan kebiasaan pekerja adalah hal penting . Salah satu eksperimen dalam studi ini adalah dengan membagi pekerja dalam dua kelompok. Taylor dan diterapkan dalam pengendalian logistik militer Amerika Serikat. Tetapi sebagai sebuah pendekatan model. Tokoh lainnya adalah Mary Parket Follet dengan definisnya tentang manajemen sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaaan melalui orang lain. Kontributor besar dalam kelompok ini adalah studi yang dilakukan oleh perusahaan Western Electric di Howthorne tahun 1927 – 1932 yang dikenal sebagai the Howthorne Studies yang dilakukan oleh Elton Mayo dan rekan-rekannya. salat satu kelompok diberi penerangan yang baik sedangkan kelompok lain diberi penerangan yang berubah-rubah namun diberikan perhatian dan diawasi. 3. Pada perkembangan selanjutnya lahir teori relasi manusia yang berargumentasi bahwa pada dasarnya manusia selalu melakukan respon terhadap konteks sosial dimanapun dia berada. Ternyata hasilnya cukup menarik. Kelompok Perspektif Manajemen Kuantitatif Kelompok ini mulai tumbuh dan berkembang setelah perang dunia ketiga. Perspektif kelompok ini melakukan adopsi pendekatan matematika dalam menjalankan prinsip-prinsip manajemen terdahulu misalnya seperti yang diperkenalkan Frederick W. Berdasarkan hal tersebut studi ini mengambil kesimpulan bahwa bukan tingkat penerangan yang menentukan produktivitas pekerja tapi perasaan diawasi dan diperhatikan dalam proses melakukan pekerjaan. (Erni Trisnawati Sule 2005) Fungsi manajemen Aplikasi Manajemen di Rumah Sakit Page 6 . sehingga tingkat penerimaan dan kepuasan ini akan mendorong tercapainya peningkatan produktivitas. Kelompok ini memberikan kontribusi berharga bagi peningkatan produktivitas organisasi. terutama yang terkait dengan model pengambilan keputusan dan peningkatan efisiensi.

maka pada penerapanannya harus berdasarkan fungsi-fungsi manajemen ( manajerial function). Fungsi-fungsi manajemen adalah serangkaian kegiatan yang dijalankan dalam kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya masing-masing dan mengikuti suatu tahapan tertentu dalam pelaksanaannya. Luther Gullick. system dan lingkungan organisasi yang konduktif. 2.Agar manajemen yang dilakukan dapat mengarah kepada kegiatan yang efektif dan efisien. dan controlling. Pengimplementasian atau Directing Yaitu proses implementasi program agar bisa dijalankan oleh seluruh pihak dalam organisasi serta proses untuk memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan penuh kesadaran dan produktivitas tinggi. McHugh and McHugh (1997). Organizing. organizing. diorganisasikan dan diimplementasikan bisa berjalan sesuai dengan target yang diharapkan sekalipun berbagai perubahan terjadi dalam lingkungan dunia bisnis yang dihadapi. leading. Pengendalian dan Pengawasan atau Controlling Yaitu proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan. Actuating dan Controlling (POAC): 1. Aplikasi Manajemen di Rumah Sakit Page 7 . Sabagaimana disebutkan sebelumnya fungsi manajemen ini pertama kali diperkenalkan oleh Henry Fayol yang disebutnya sebagai inti kegiatan manajemen. dan Ernest Dale menambahkan staffing setelah organizing. terdiri dari empat fungsi yaitu Planning. Misalnya Griffin dan james AF Stoner mengemukakan bahwa fungsi –fungsi manajemen adalah planning. Ernest Dale juga menambahkan inovasi dan representing sebagai salah satu fungsi manajemen. Fungsi manajemen sebagaimana diterangkan oleh Nickels. Beberapa literature mengemukakan pengertian yang berbeda-beda. Sekalipun para ahli manajemen memiliki perbedaan pandangan dalam melihat fungsi-fungsi manajemen akan tetapi esensinya tetap yaitu terdiri dari berbagai proses yang terdiri dari tahapan-tahapan tertentu yang berfungsi untuk mencapai tujuan organisasi dan setiap tahapan memiliki keterkaitan satu sama lain dalam pencapaian tujuan organisasi. Pengorganisasian atau Organizing Yaitu proses yang menyangkut bagaimana strategi dan taktik yang telah dirumuskan dalam perencanaan didesain dalam sebuah struktur organisasi yang tepat dan tangguh. dan bisa memastikan bahwa semua pihak dalam organisasi bisa bekerja secara efektif dan efisien guna pencapaian tujuan organisasi. Koontz & O’Donnel. Perencanaan atau Planning Yaitu proses menyangkut upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi kecenderungan di masa yang akan datang dan menentukan strategi dan taktik yang tepat untuk mewujudkan target dan tujuan organisasi. 4. 3.

Misalnya fungsi operasioanl manajemen bisnis terdiri dari manajemen SDM. Pendekatan system dalam manajemen Pendekatan system dalam manajemen dikembangkan sejak awal tahun 1960 untuk memenuhi kebutuhan perubahan lingkungan manajemen persektif system merupakan salah satu konsep penting dalam ilmu manajemen. Secara operasioanl fungsi perencanaan untuk sumber daya manusia akan sangat berbeda dengan fungsi perencanaan untuk sumber daya fisik / alam atau untuk keuangan. Peran manajer Aplikasi Manajemen di Rumah Sakit Page 8 . Fungsi operasional ini tergantung ruang lingkup kegiatan organisasi atau bidang yang ditekuni organisasi tersebut. terintegrasi satu sama lain secara menyeluruh dan melalui sebuah proses diarahkan untuk mencapai suatu tujuan.    Sumber Daya Organisasi: Sumber daya manusia Modal Sumber daya fisik/alam informasi Tujuan Organisasi  Efektif  Efisien Pada pelaksanaannya fungsi-fungsi manajemen yang dijalankan menurut tahapan tertentu akan sangat berbeda – beda jika didasarkan pada fungsi operasionalnya. sehingga jika kita mengabaikan atau jika ada hambatan pada salah satu sistem tersebut akan berakibat pada sistem yang lain dan bisa berdampak pada keseluruhan organisasi. Generik sebuah sistem adalah input. produksi. Adapun yang termasuk dalam elemen-elemen tersebut dikenal sebagai subsistem yang mempunyai fungsi dan peran yang spesifik Setiap sistem mempunyai sifat dan karakteristik (cara pendekatan-paradigma) dan keberlakuan yang spesifik Sistem dalam suatu organisasi satu sama lainnya saling berkaitan. Sistem didefinisikan sabagai kesatuan elemen-elemen dalam organisasi yang memiliki fungsi masing-masing. Effect dan outcome adalah bagian dari output yang terkait dengan lingkungan. Pendekatan system digunakan oleh manajer untuk mengantisipasi perubahan lingkungan manajemen secara holistik dan komprehensif. process dan output. pemasaran dan keuangan.

Dalam setiap organisasi. mengawasi. Peran sebagai penghalau/penanggulangan gangguan (disturbande handler role). Peran sebagai perunding (negotiator role). .Peran selaku juru bicara (spokesman role). menyebar informasi yang didapat kepada para orang- orang dalam organisasi .Peran sebagai wiraswastawan (entrepreneur role). mewakili unit yang dipimpinnya kepada pihak luar 3.Peran sebagai pejabat perantara/penghubung (laison role) 2. Persoalan pengambilan keputusan harus mendapat perhatian pada aspek proses yang akan sangat menentukan pada kualitas keputusan itu sendiri. menentukan siapa yang - menerima sumber daya serta besar sumber dayanya. Peranan yang Berhubungan Dengan Informasi (Informational Role) . mengemukakan bahwa ada sepuluh peran yang dimainkan oleh manajer di tempat kerjanya.Peran sebagai tokoh (figurehead role). aktivitas yang dilakukan oleh manajer adalah berinteraksi dengan orang lain.Peran sebagai pemimpin (leader role). Ia kemudian mengelompokan kesepuluh peran itu ke dalam tiga kelompok. . Pada peranan ini. Peranan Hubungan Antar Pribadi (Interpersonal Role). mengumpulkan dan merekam - kejadian atau peristiwa yang terjadi baik didapat secara langsung maupun tidak langsung. Pembuat Keputusan (Decission Role) Pengambilan keputusan adalah proses interaksi dari berbagai keahlian yang paling krusial. contoh dari pengembangan dirinya adalah eksistensi manajer itu sendiri dengan dunia sekitarnya. mengikuti. yaitu peran antarpribadi. Hal ini yang merupakan persepsi umum bahwa proses memutuskan adalah sebagai inti dari administrasi atau inti dari kepemimpinan dan seluruh kegiatan administrasi harus tergantung pada yang satu ini. Peran pembuat keputusan diperinci menjadi : .Pemantau (monitor role). Peran sebagai pembagi sumber daya (resources allocator of role). seorang ahli riset ilmu manajemen.seorang manajer bertugas untuk memastikan bahwa keseluruhan tujuan organisasi dapat diwujudkan melalui rangkaian kegiatan manajemen baik yang bersifat fungsional maupun operasional. Mintzberg kemudian menyimpulkan bahwa secara garis besar. memantau. membuat ide dan kreasi yang kreatif dan - inovatif untuk meningkatkan kinerja unit kerja. Dalam peranan ini dibagi lagi atas tiga peranan. 1. dan peran pengambilan keputusan. Peranan ini membuat manajer harus terlibat dalam suatu proses pembuatan strategi. yaitu peranan sebagai : . Henry Mintzberg. Peran selaku penyebar (disseminator role). menyangkut hal-hal tentang pengembangan antar pribadi. yaitu peranan sebagai : . peran informasional. Pada peranan ini dibagi menjadi tiga peranan. melakukan negosiasi dengan pihak dalam dan luar untuk kepentingan unit kerja atau perusahaan Aplikasi Manajemen di Rumah Sakit Page 9 . mencari jalan - keluar dan solusi terbaik dari setiap persoalan yang timbul. Manajer berhubungan langsung dengan informasi.

yaitu keahlian yang diperlukan untuk menlakukan pekerjaan spesifik tertentu 2. Keahlian berkomunikasi dan berinteraksi dengan masyarakat (human relation skills). Agar dapat menghadapi persaingan dan tantangan global di zaman ini. Dalam Undang – Undang Nomor 44/2009 tentang Rumah sakit Pasal 1 yang dimaksud rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat jalan. terluka dan untuk mereka yang mau melahirkan. rawat inap dan gawat darurat. Tugas dan Fungsi Rumah Sakit Aplikasi Manajemen di Rumah Sakit Page 10 . Keahlian dalam pengambilan keputusan (decision making skills). terapeutik. yaitu keahlian memahami dan melakukan interaksi dengan berbagai jenis orang di masyarakat. Keahlian dalam mengelola waktu ( time management skills). selain empat keahlian dasar tersebut. seorang manajer perlu juga memiliki keahlian manajemen global (global management skills) dan keahlian dalam bidang tekhnologi (technological skills) BAB III TINJAUAN UMUM RUMAH SAKIT Pengertian Rumah Sakit Rumah sakit menurut WHO adalah suatu usaha yang menyediakan pemondokan yang memberikan jasa pelayanan medik jangka pendek dan jangka panjang yang terdiri atas tindakan observasi.Untuk dapat menjalankan perannya seorang manajer memerlukan beberapa keahlian manajerial yang meliputi : 1. Keahlian tehnis (technical skills).sistematis termasuk di dalamnya mendiagnosis dan menganalisis berbagai masalah dalam situasi yang berbeda-beda dan keahlian memprediksi masa depan. dan rehabilitatif untuk orang-orang yang menderita sakit. yaitu keahlian untuk mengidentifikasikan masalah sekaligus menawarkan berbagai alternatif solusi atas permasalahan yang dihadapi. diagnostik. Keahlian konsepsual (conseptual skills). 5. 4. 3. yaitu keahlian dalam berpikir secara abstrak. yaitu keahlian dalam memanfaatkan waktu secara efisien dan efektif.

organ. kelas B dan Kelas C. adalah rumah sakit umum yang mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik spesialistik dasar yaitu Penyakit Dalam. 3. Sumber Daya Manusia. dan 4. Sarana dan Prasarana dan Administrasi dan Manajemen. Untuk menjalankan tugas ini rumah sakit mempunyai beberapa fungsi sepeti yang disebutkan dalam Pasal 4 UU RI Nomor 44/2009 yaitu : 1. Kelas C dan Kelas D. pemeliharaan dan peningkatan kesehatan perorangan melalui pelayanan kesehatan yang paripurna tingkat kedua dan ketiga sesuai kebutuhan medis. golongan umur. adalah rumah sakit umum yang mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik sekurang-kurangnya sebelas spesialistik dan subspesialistik terbatas. Bedah. Klasifikasi Rumah Sakit Umum ditetapkan berdasarkan Pelayanan.jenis penyakit atau kekhususan lainnya. Penyelenggaraan pelayanan pengobatan dan pemulihan kesehatan sesuai dengan standar 2. Rumah sakit umum adalah rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan pada semua bidang sedangkan rumah sakit khusus memberikan pelayanan utama pada satu bidang atau satu jenis penyakit tertentu berdasarkan disiplin umur. Rumah sakit umum kelas A.Rumah sakit mempunyai tugas memberikan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna. adalah rumah sakit umum yang mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik dasar. Aplikasi Manajemen di Rumah Sakit Page 11 . Kandungan dan Kesehatan Anak. Rumah sakit umum kelas C. Penyelenggaraan penelitian dan pengembangan serta penapisan teknologi bidang kesehatan dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan dengan memperhatikan etika ilmu pengetahuan bidang kesehatan. adalah rumah sakit umum yang mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik spesialistik luas dan subspesialistik luas. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia dalam rangka peningkatan kemampuan dalam pemberian pelayanan kesehatan. Peralatan. Sedang rumah sakit khusus diklasifikan dalam3 kelas yaitu Kelas A. Type dan Klasifikasi Rumah sakit Berdasarkan jenis pelayanan dan pengeloaannya rumah sakit dibagi menjadi rumah sakit umum dan rumah sakit khusus. Rumah sakit umum kelas B. Dalam rangka menyelenggarakan pelayanan kesehatan secara berjenjang dan fungsi rujukan maka rumah sakit umum dan rumah skit khusus diklasifikasikan lagi berdasarkan fasilitas dan kemampuan pelayanan rumah sakit: Rumah Sakit Umum diklasifikasikan dalam 4 type/ kelas yaitu Kelas A. Rumah sakit umum kelas D. Kelas B.

pemulasaran jenazah. tetapi dilengkapi dengan staf khusus yang mengurus administrasi. Wadir Komite Medik Tiap-tiap Wadir diberikan tanggung jawab dan wewenang mengatur beberapa bidang/bagian pelayanan dan keperawatan serta instalasi. Kondisi ini berpengaruh pada jenis pelayanan medis dan jumlah staf profesional (medis dan paramedis) yang dipekerjakan pada tiap-tiap RS ini. Di sini tidak ada wakil direktur. Susunan RSU kelas B hampir sama dengan kelas A. gizi. laboratorium. Bedanya hanya terletak pada jumlah dan jenis-jenis masing-masing SMF. sterilisasi sentral. Beberapa jenis instalasi RS yang ada pada RS kelas A adalah instalasi rawat jalan. patologi anatomi. jenis kebutuhan masyarakat akan pelayanan Aplikasi Manajemen di Rumah Sakit Page 12 . 134). dan binatu.Dalam upaya peningkatan mutu pelayanan rumah sakit wajib dilakukan akreditasi secara berkala minimal tiga tahun sekali yang dilakukan oleh lembaga independet baik dari dalam maupun luar negeri berdasarkan standar akreditasi yang terjadi. rawat darurat. Instalasi RS dipimpin oleh seorang kepala yang diberikan jabatan non struktural. Susunan organisasi RS kelas C dan D lebih sederhana jika dibandingkan dengan kelas A dab B. farmasi. bedah sentral. Wadir Umum dan Keuangan 4. rawat inap. Wadir Pelayanan Medik dan Keperawatan 2. Direktur b. Instalasi RS diberikan tugas untuk menyiapkan fasilitas agar pelayanan medik dan keperawatan dapat terlaksana dengan baik. Secara umum. pemeliharaan sarana rumah sakit (PSRS). Untuk RS kelas A jumlah SMF yang dimiliki minimal 15 buah yakni(1) Bedah (2) Kesehatan Anak (3) Kebidanan dan Penyakit Kandungan (4) Penyakit Dalam (5) Penyakit Saraf (6) Penyakit Kulit dan Kelamin (7) THT (8) Gigi dan Mulut (9) Mata (10) Radiologi (11) Patologi Klinik (12) Patologi Anatomi (13) Kedokteran Kehakiman (14) Rehabilitasi Medik (15) Anestesi. Struktur organisasi rumah sakit Untuk rumah sakit tipe A struktur organisasi rumah sakit diatur dalam SK Menkes N0 543/VI/1994 adalah sebagai berikut : a. rawat intensif. Wakil Direkturyang terdiri dari : 1. pengamanan dan ketertiban lingkungan. Wadir Penunjang Medik dan Instalasi 3. patologi klinik. Untuk RSU kelas B tidak ada subspesialisasinya. perpustakaan. Masing-masing Wadir juga dilengkapi sekretariat khusus dan bidang-bidang yang dibagi lagi menjadi subbagian dan seksi ( sesuai dengan SK Menkes No.

Padat regulasi karena banyak regulasi/peraturan-peraturan yang mengikat berkenaan dengan syaratsyarat pelaksanaan pelayanan di rumah sakit Aplikasi Manajemen di Rumah Sakit Page 13 . Padat sumberdaya manusia karena didalam rumah sakit pasti terdapat berbagai profesi dan jumlah karyawan yang banyak.kesehatan juga akan ikut menentukan peningkatan kelas sebuah RS di suatu wilayah. Padat modal karena rumah sakit memerlukan investasi yang tinggi untuk memenuhi persyaratan yang ada. Sering rumah sakit dikatakan sebagai organisasi yang padat modal. terutama yang berlokasi di ibu kota provinsi. Padat tehnologi dan ilmu pengetahuan karena di dalam rumah sakit terdapat peralatan-peralatan canggih dan mahal serta kebutuhan berbagai disiplin ilmu yang berkembang dengan cepat. sarana prasarana dan peralatan yang dipakai. BAB IV APLIKASI MANAJEMEN DI RUMAH SAKIT Rumah sakit merupakan organisasi pelayanan jasa yang mempunyai kespesifikan dalam hal SDM. padat tehnologi dan ilmu pengetahuan serta padat regulasi. padat sumber daya manusia.

Dengan demikian sasaran pelayanan kesehatan bukan hanya untuk individu pasien . menitikberatkan pembangunan kesehatan pada upaya pembinaan kesehatan melalui promotif dan prefentif dan bukan sekedar menyembuhkan penyakit. Rumah sakit dan layanan kesehatan beroperasi dalam sistem nilai mutahir yang tidak memperhatikan perbedaan agama. Atas dasar sikap itu. operasionalrumah sakit (manajemen Operasional. pemerintah. Nilai utamanya humanistik yaitu. Keunikan Rumah Sakit Hal apakah yang spesial dalam mengelola pelayanan kesehatan seperti rumah sakit ? Manajemen pelayanan kesehatan memiliki berbagai karaktersitik yang membedakannnya dari bentuk manajemen lainnya. Manajemen adalah seni dan sains tentang mengelola sumber daya organisasi. nilai dan budaya pelayanan kesehatan itu sendiri. ras. Nilai ini memiliki perbedaan yang fundamental dibanding dunia bisnis dan pasar. Seorang manajer kesehatan harus dibekali pengetahuan lapangan tentang pelayanan kesehatan. dibidang kesehatan juga dikenal berbagai jenis manajemen sesuai dengan ruang lingkup kegiatan dan sumber daya yang dikelolanya. pemasaran (manajemen pemasaran) dan sebagainya. Penerapan manajemen pada unit pelaksana teknis seperti di rumah sakit merupakan upaya untuk memanfaatkan dan mengatur sumber daya yang dimiliki untuk diarahkan mencapai tujuan organisasi rumah sakit. bahwa perawatan terbaik ditawarkan kepada semua yang membutuhkan. Seperti halnya perusahaan industri. Untuk mendukung terselenggaranya paradigma sehat tersebut. kualitas pelayanan (manajemen mutu). Ada bidang yang mengurus personalia (manajemen personalia). teman dan musuh. pelayanan kesehatan di rumah sakit merupakan pelayanan kesehatan yang paripurna (komprehensif dan holistik). Karakteristik ini termasuk pengetahuan tentang pelayanan rumah sakit dan kesehatan. logistic obat (manajemen logistik). memahami nilai-nilai dan budaya/kultur organisasi pelayanan kesehatan Pengetahuan Lapangan yaitu pengetahuan tentang masalah dan isu-isu pelayanan kesehatan yang berkembang dan pengetahuan tentang hal-hal tehnik dalam pelayanan kesehatan sangat membantu proses pemahaman dan perencanaan. Seorang manajer rumah sakit selain harus memiliki pengetahuan dibidang kesehatan juga harus memiliki pengetahuan finansial dan manajemen. pelayanan kesehatan rumah sakit saat ini tidak hanya bersifat kuratif dan rehabilitatif. tenaga dan pekerja kesehatan (manajemen SDM). tetapi juga berkembang untuk keluarga pasien dan masyarakat umum dengan tetap menjaadikan pasien yang datang atau dirawat sebagai fokus utama pelayanan. dimana nilai esensi yang mereka miliki adalah Aplikasi Manajemen di Rumah Sakit Page 14 . Rumah sakit memiliki beberapa sumber daya yang harus dikelola secara rasional efektif dan efisien dalam suatu kegiatan manajemen dalam rangka mencapai tujuan organisasi.Perubahan paradigma pembangunan kesehatan di Indonesia yang telah beralih menjadi paradigma sehat.

Aktivitas kegiatan memiliki ketergantungan yang tinggi. yaitu para dokter Adanya dua otoritas (dualisme kepemimpinan) menimbulkan masalah koordinasi. kedua para perawat. tanggung jawab dalam mengurus penghasilan dan pendapatan. para terapis dan peneliti . Kultur ini terbentuk dalam suatu hirarki dan strata sosial yaitu dokter berada dalam posisi teratas. Hal ini dapat menyebabkan timbulnya dilema yang besar pada seorang manajer layanan kesehatan atau rumah sakit. nilai utama dari pelayanan kesehatan adalah kepercayaan bahwa pasien adalah yang utama. 3. Budaya atau kultur organisasi pelayanan kesehatan sangat sulit dideskipsikan. dipihak lain harus mempertimbangkan pemenuhan kebutuhan yang mendesak untuk mempertahankan agar rumah sakit atau klinik tetap berjalan. dengan demikian perawatan yang mereka berikan tidak memperhitungkan segi biaya. ada kelompok yang memiliki lebih banyak 9. 2. dan sebagainya. akuntabilitas dan kebingungan. selanjutnya. Dalam hal ini para pengelola rumah sakit diharapkan mampu memahami ilmu manajemen dan juga mampu menrapkan prinsip usaha. Disatu pihak hal ini baik untuk mendorong komitmen dan pengabdian staf. bagian katering dan cleaning servis. Dokter dan perawat dikondisikan untuk tujuan ini . Kontrol organisasi dan manajerial kurang efektif. Penetapan dan pengukuran output lebih sulit dilakukan Melibatkan pekerjaan yang lebih bervariasi dan sangat kompleks Banyak pekerjaan yang bersifat emergensi (darurat) dan tidak dapat ditunda pelaksaaannya Pekerjaan yang dilakukan memiliki batas toleransi yang sedikit dalam hal kesalahan atau keragu-raguan 5. membutuhkan tingkat koordinasi yang tinggi antar kelompok profesional sejenis 6. waktu atau energi yang diberikan. Fakta dilapangan dan sejarah rumah sakit menunjukkan bahwa telah terjadi pergeseran dari suatu system yang berpijak pada dasar kemanusiaan menjadi sebuah lembaga usaha yang mempunyai misi social. Pekerjaan menuntut tingkat spesialisasi yang sangat tinggi 7. perawat. Partisipan organisasi sangat professional. Keunikan yang dimiliki Rumah sakit sebagai organisasi layanan kesehatan (health services) yang membedakannya dengan tipe organisasi lain terutama organisasi industri jasa antara lain : 1. Sebagai Aplikasi Manajemen di Rumah Sakit Page 15 . 4. Perubahan disadari telah terjadi dalam rumah sakit. dan mereka lebih loyal terhadap profesionalitas mereka daripada organisasi 8.kompetisi dan survival. dan hal ini disadari oleh semua pekerja rumah sakit. Peran Manajer Rumah Sakit Kebanyakan manajemen rumah sakit dan pelayanan kesehatan dikendalikan oleh orang-orang dengan latar belakang pendidikan klinik seperti dokter. fisioterapis. sebagai konsekuensi terhadap komunitas mereka (pihak manajer) harus mengeluarkan biaya ekstra. Karakteristik ini terlihat dimana para staf bergabung dalam suatu kelompok-kelompok spesial tertentu. Secara praktis.

including managing group processes (ketrampilan dalam mengelola sumber daya manusia.keputusan untuk menaikkan jasa medis para dokter. Skills in interacting with peers (keterampilan berinteraksi dengan teman kerja) 3. Skills in directing subordinates and in the use of power and authority (keterampilan dalam mengatur bawahan dan dalam menggunakan kekuasaan dan otoritas 8. Geoffrey Prideaux adalah direktur sebuah program edukasi manajemen pelayanan kesehatan yang berhasil di Melbourne. Australia. Leadership skills (keterampilan memimpin) 2. Masalah-masalah manajemen yang memerlukan keputusan misalnya penetapan tarif dan produk. keputusan untuk membuat atau membeli. Beliau memberikan gambaran pendapat dari Mintzberg’ work dan menambahkannya dengan studi mayor Boyatzis dan dengan beberapa studi kompetensi dalam manager kesehatan. sampai masalah kebocoran anggaran dapur. Pekerjaannya menghasilkan kesimpulan tentang basic skill yang diperlukan oleh seorang manager pelayanan kesehatan adalah : 1.misi. dan disertai dengan pengembangan ilmiah. Perencanaan strategik lebih berfokus pada bagaimana manajemen puncak menentukan visi. mencari tehnik produksi yang paling efisien . rekruitmen pegawai dan pengembangan tenaga hingga masalah investasi dan pendanaan seperti pembelian alat kedokteran yang harganya relatif mahal. Selain itu. Skills in goal – setting and action management (ketrampilan dalam menetapkan tujuan dan tindakan manajemen 7. Oleh karena itu perlu adanya pembentukan dan pengembangan tim manajemen yang terdiri dari orang-orang yang selain memiliki pengetahuan lapangan tentang rumah sakit dan pelayanan kesehatan juga memiliki pengetahuan manajerial dan financial. Perencanaan strategik merupakan bagian dari manajemen strategik. Skills in decision making and in understanding ambiguity (keterampilan dalam mengambil keputusan dan memahami ambiguitas/kebingungan) 6. Conflict – Resolution Skill (keterampilan memecahkan/menyelesaikan konflik ) 4. Resource. manager pelayanan kesehatan yang mengembangkan ketrampilan strategik yang canggih dan sukses perlu ketrampilan perencanaan pelayanan. pembangunan bangsal atau VIP. kedua tentang bagaimanan mengelola manusia /managing people ( mereka takut kehilangan teman dan kolega karena kebijakan manajemen yang mereka ambil). termasuk mengelola proses kelompok Selain ketrampilan dasar tersebut. mengacu pada persiapan untuk jangka panjang dan Perencanaan dikembangkan sebagai prinsip-prinsip dan bukan Aplikasi Manajemen di Rumah Sakit Page 16 .allocation skills (keterampilan mengalokasikan sumber daya) 5.orang-orang klinik memiliki beberapa kekhawatiran .orang klinik kebanyakan dari mereka masih memprioritaskan kesehatan individual pasien dan menempatkan kepentingan organisasi setelah kepentingan individual pasien. ekonomi dan demografi. pertama tentang bagaimana mengelola keuangan (termasuk keuangan mereka sendiri). falsafah dan strategi untuk mencapai tujuan dengan mempertimbangkan kemungkinan perubahan yang terjadi di lingkungan eksternal seperti perubahan politik. Skills in managing human resources. persediaaan logistik.

kerangka organisasi. politik dan berorientasi kepada kebijakan dibanding manajer tingkat menengah.sebagai rincian saja. Aplikasi Manajemen di Rumah Sakit Page 17 . yang bertanggung jawab terhadap pengawasan staff dan pengawasan kepatuhan terhadap kebijakan yang ada. dukungan sosial dan peluang unik dan kendala yang dihadapi . Dimasa depan penggunaan konsep ekonomi / manajemen akan semakin relevan diperhatikan karena terjadinya kecenderungan dalam rumah sakit yaitu : 1. Adanya kebijakan desentralisasi pelayanan kesehatan dan otonomi rumah sakit Fungsi Manajemen di Rumah sakit Manajemen dirumah sakit dilaksanakan dalam tahap-tahap berdasarkan fungsi manajemen yaitu mulai dari proses perencanaan sampai fungsi kontrol dalam suatu siklus yang berkesinambungan. Dengan menerapkan sistem perencanaan yang baik manajer rumah sakit sudah memecahkan sebagian masalah pelayanan yang dihadapi rumah sakit karena upaya pengembangan rumah sakit sudah didasarkan pada kebutuhan pengguna jasa pelayanan kesehatan. mengelola para relasi. Kesesuaian tentang apa yang manajer lakukan tergantung pada situasi tempat mereka bekerja. mengelola fungsi. Fungsi Perencanaan (planning) Perencanaan memegang peranan stategis untuk keberhasilan pelayanan rumah sakit. d. staf dan kebutuhan untuk layanan kesehatan tertentu. c. Kesenjangan antara deskripsi dan pra-skripsi manajemen didokumentasikan dengan baik. b. 1. akses ke sumber daya. seperti usia lanjut. manager perlu untuk mengelola diri mereka sendiri. Para manajer pada tingkat yang berbeda dalam organisasi memiliki tingkat respon yang berbeda Manajer senior dituntut untuk lebih strategis. termasuk jenis organisasi. Fokus manajemen mengalami perubahan dalam waktu dan situasi yang berbeda. mengelola organisasi dan atau yang sangat penting saat ini dan pada abad ini adalah mengelola perubahan. Dalam beberapa situasi tertentu. sangat penting untuk melakukan beberapa pengamatan yaitu : a. tergantung pada banyak faktor. Untuk memahami apa yang harus dilakukan oleh seorang manajer pelayanan kesehatan seperti rumah sakit . Struktur pasar rumah sakit yang semakin kompetitif 3. Manajemen pada dasarnya adalah proses adaptasi. Ketrampilan perencanaan pelayanan mengacu pada pengembangan konsep. Keterbatasan subsidi untuk rumah sakit 2. sumber daya. Penting untuk mengetahui bahwa manajer yang efektif tidak selalu melakukan apa yang para ahli sarankan. tahap pembangunannya dan posisinya dalam sistem.

juga disarankan untuk dapat mengidentifikasi dan memanfaatkan peluang yang mungkin ada. Untuk mengerti peluang dan kendala-kendala yang melekat pada setiap situasi. jangka waktu spesifik. Mengembangkan rencana Aplikasi Manajemen di Rumah Sakit Page 18 . 4. Prioritas ini ditentukan berdasarkan besarnya masalah. rencana strategi rumah sakit harus disusun. persaingan antar rumah sakit memperebutkan pasar juga akan semakin ketat. sehingga progresifitas kegiatan tersebut dapat diukur. dalam perencanaan sangat penting untuk menyusun tujuan dan target-target yang ingin dicapai. Mengumpulkan informasi dan analisis situasi saat ini. Gambaran yang jelas apakah proyek ini menguntungkan atau tidak. Manajer diharapkan dapat merespon masalah-masalah yang dirasakan. Memutuskan apa yang harus dilakukan. Menetapkan prioritas. terkait dan Format pernyataan tujuan tersebut memungkinkan untuk dilakukan evaluasi.Dengan meningkatnya investasi untuk pembangunan rumah sakit. bagaimana dampak masalah tersebut terhadap kelangsungan organisasi. d. 3. Setelah menetapkan prioritas masalah . Dalam menganalisa situasi. Dalam menetapkan tujuan ini manajer rumah sakit harus memperhatikan beberapa hal yaitu : a. 2. Menetapkan tujuan jangka pendek sampai jangka panjang. Bahaya paling besar jika seorang manajer melakukan seluruh perencanaan dari belakang meja saja dengan hanya berdasarkan pada informasi yang terbatas yang diberikan oleh orang-orang yang berpihak kepadanya. Penentuan arah didasarkan pada analisis apa yang mungkin terjadi. Menyiapkan laporan ringkas apakah proyek/ kegiatan yang direncanakan ini dapat dicapai dalam b. c. Jika rumah sakit ingin tetap berkembang menghadapi persaingan. Visi dan misi rumah sakit sebagai pedoman kerja pengembangan rumah sakit harus jelas dan dipahami oleh semua orang yang bekerja di rumah sakit dan harus dapat mengarahkan penyelenggaraan pelayanan di rumah sakit yang bermutu. Bagaimana mereka menerima manfaat tersebut dan kapan mereka bisa menerimanya. urgensi masalah dan kemampuan organisasi untuk menyelesaikan masalah tersebut berdasarkan analisis sumber daya yang dimiliki rumah sakit. Estimasi yang akurat jumlah penerima manfaat. Membuat pernyataan tentang tujuan yang dapat dengan mudah dipahami oleh semua pihak yang f. 5. Rencana jangka panjang disusun dalam periode waktu tertentu dan disesuaikan dengan pelayanan secara menyeluruh. manajer harus melihat dari sudut pandang yang berbeda. Dalam proses perencaan beberapa tahap yang harus dilakukan oleh seorang manajer yaitu : 1. penting untuk memiliki pandangan yang luas. Mengingat keterbatasan rumah sakit maka tidak semua masalah dapat diselesaikan dalam waktu yang bersamaan sehingga harus ditentukan prioritas masalah yang akan diselesaikan dengan tidak mengabaikan masalah lainnya. e.

berhati-hati dengan melibatkan seluruh anggota staf. Aplikasi Manajemen di Rumah Sakit Page 19 . Menetapkan kewajiban setiap staf untuk setiap elemen kegiatan dan menyediakan fasilitas. alat-alat kerja. 2. Menggolongkan kegiatan pokok dalam kegiatan praktis (elemen kegiatan ) sehingga lebih mudah untuk dilaksanakan dan untuk setiap elemen kegiatan ditetapkan tugas pokok. menetapkan wewenang dan pelimpahan/pendelegasian wewenang dan kegiatan pengorganisasian lainnya. Fungsi pengorganisasian (organization) Point penting dalam menilai kinerja seorang manajer adalah kemampuannya menngorganisasikan stafnya. c. visi dan misi rumah sakit dipahami oleh semua staf dan ada komitmen bersama untuk mewujudkan tujuan organisasi b. Langkah-langkah yang diambil pihak manajemen rumah sakit adalah menetapkan. Membagi habis pekerjaan dalam bentuk kegiatan-kegiatan pokok misalnya melalui pengembangan bidang. Perencanaan ketenagakerjaan (staff development) disesuaikan dengan jenis pekerjaan dan pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit. perkiraan beban tugas masing-masing pekerjaan tersebut. alat kesehatan.logistik dan sebagainya yang dibutuhkan oleh staf dalam rangka pelaksanaan kegiatannya. menggolongkan dan mengatur berbagai macam kegiatan dan jenis pelayanan dirumah sakit. seksi-seksi sesuai kebutuhan rumah sakit. job description. Saat mempersiapkan rencana strategik manajer sebaiknya melakukan beberapa hal antara lain berdiskusi dengan rekan-rekan tentang keberhasilan dan kegagalan suatu strategik di daerah atau diorganisasi lain. menetapkan siapa yang bertanggung jawab. mempertimbangkan ide-ide inovatif yang dapat diuji dalam suatu proyek dengan skala kecil. d. disusun dalam perencanaan jangka menengah . perencanaan logistik dan obat. berwewenang dan melaksanakan setiap jenis pelayanan. Tujuan organisasi. Perencanaan logistik dan obat-obatan berdasakan pada pola konsumsi dan pola epidemiologi. mengadaptasi keberhasilan yang dicapai oleh rumah sakit. rencana pengembangan kedepan pada lokasi yang sama. prosedur sebagai acuan dan penentuan staf yang berwewenang dan bertanggung jawab terhadap setiap elemen kegiatan tersebut. mengembangkan jadwal pelaksanaan kegiatan Jenis perencanaan di rumah sakit antara lain perencanaan ketenagakerjaan. rencana strategik dan sebagainya. menetapkan tugas pokok. klinik atau negara lain.Kegiatan ini disebut juga rencana aksi atau strategik. perkiraan kapasitas pegawai yang mampu ditampung serta jenis dan jumlah perawatan medis yang tersedia. Seluruh staf rumah sakit harus memahami tujuan yang hendak dicapai dalam setiap kegiatan pelayanan. bagaimana kemampuannya menepatkan staf pada posisi yang sesuai dengan kebutuhan organisasi dan kemampuan kerjanya. jenis pelayanan dan pengembangan pelayanan. Langkah-langkag yang ditempuh dalam pengorganisasian adalah sebagai berikut : a. sifat pekerjaan .

Dibandingkan dengan manajemen Autocratic Layanan pelanggan 14 % lebih tinggi. b. meningkatkan kepuasan kerja dan semangat kerja tim dan sebagainya. Kompleksitas fungsi actuating di sebuah rumah sakit dipengaruhi oleh dua aspek yaitu : a. sehingga menuntuk kepemimpinan yang bersifat partisipatif. Pengunjung rumah sakit adalah orang yang sedang sakit dan keluarganya yang umumnya mempunyai beban sosial-psikologis akibat penyakit yang diderita. Pendelegasian wewenang baik tenaga fungsional (antara dokter dan perawat/tenaga medis lainnya) maupun struktural (antara pimpinan dan staf manajerial) harus diatur berdasarkan kesepakatan dengan mengacu pada peraturan atau ketentuan yang berlaku. Apapun hasilnya kualitas pelayanan harus diarahkan untuk kepuasan pasien dan keluarga pasien. menjalin hubungan harmonis antara pimpinan dan staf. Sebuah studi di Amerika serikat tahun 2007 dilakukan oleh Ingo Angermeier dkk yang menganalisa dampak penerapan manajemen partisipatif terhadap 4 outcome petugas yaitu layanan petugas terhadap pelanggan. Pengembangan rumah sakit adalah upaya pihak manajer untuk mengembangkan stafnya dengan harapan dapat meningkatkan kapasitas rumah sakit. yang membedakannya adalah pengunjungnya. Fungsi penggerakan dan pelaksanaan (Actuating) Manajemen rumah sakit hampir sama dengan manajemen hotel yang produk utamanya adalah jasa. Beberapa penelitian tentang pengaruh kepemimpinan partisipatif menunjukkan dampak positif model kepemimpinan panajerial ini. Sifat pelayanan kesehatan yang berorientasi kepada konsumen penerima jasa pelayanan (customer services) . Hasil perawatan pasien sebagai customer rumah sakit ada 3 kemungkinan yaitu sembuh.e. tetapi hanya sebatas memberikan perawatan dan pengobatan secara maksimal sesuai kemampuan rumah sakit.555 petugas kesehatan dari 312 organisasi kesehatan. kesalahan medik. Medical error 26% lebih rendah. medical error. Cukup kompleks karena tenaga yang bekerja di RS terdiri dari berbagai jenis profesi. kelelahan petugas 79% lebih rendah dan keinginan untukpindah kerja 61% lebih rendah. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan manajemen partisipatif berpengaruh terhadap 4 dimensi layanan pelanggan. Rumah sakit sebagai penghasil jasa pelayanan tidak dapat memberikan jaminan kesembuhan penyakit pasien. cacat atau meninggal. Menempatkan personel yang berkompetensi sesuai bidang dan disiplin ilmu yang dimilikinya. Seorang manajer bukan hanya menjalankan organisasi agar mencapai tujuan dan tetap survival tapi juga harus mengembangkan organisasi yang dikelolanya.kelelahan petugas dan keinginan pindah tugas. kelelahan petugas dan keinginan pindah tugas dengan sampel penelitian ini adalah 2. dapat dilakukan melalui kegiatan mengefektifkan gaya kepemimpinan nabajer. antara pihak manajemen dengan fungsional rumah sakit. 3. f. Aplikasi Manajemen di Rumah Sakit Page 20 .

kelelahan dan presetasi perawat. Kelelahan perawat menurun pada mereka yang merasa mempunyai wewenang atau diberi kekuasaan. tahun 2009. Peranan dokter spesialis sangat besar pengaruhnya di dalam penerapan fungsi actuating ini. Jika pendekatan ini kurang dipahami oleh pihak manajemen rumah sakit dan pimpinan SMF. oleh karena itu intensitas dan frekuensi komunikasi antara pimpinan.Lucy Kester dan James K. Penelitian Widaryanto (2005) di Rumah sakit Karyadi Semarang menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan kepemimpinan terhadap perilaku pelayanan. Di Indonesia ada beberapa penelitian tentang pengaruh manajemen dan kepemimpinan partisipatif terhadap kinerja dan kepuasan kerja. Penelitian Anni Aryani dan Puput Rahmawaty yang dilakukan pada industri rumah sakit di Jawa Tengah. Penelitian Nova Nurmawilis di RS Rokan Hulu Riau menunjukkan hasil signifikan pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kepuasan kerja pegawai dimana gaya kepemimpinan berorientasi karyawan yang tinggi menghasilkan kinerja yang tinggi dibanding gaya kepemimpinan lainnya. Stoller melakukan penelitian di Nebraska tahun 2004 tentang sikap para Terapis Pernafasan (Respratoty Therapists /RTs) terhadap kepuasan kerja. Studi ini menemukan bahwa partisipasi dalam pengembangan ukuran kinerja yang digunakan dalam proses evaluasi kinerja berpengaruh positif terhadap kinerja manajerial. Hasil study ini menunjukkan bahwa (1) RT lebih suka pengambilan keputusan delegatif dan konsultatif manajerial. Laschinger dan Kerr (2006). Kelelahan ini kurang ditemukan pada mereka yang merasa memiliki diberikan kekuasaan kekuasaan dan pada merekayang bekerja dalamlingkungan yang partisipatif. Sifat otonomi profesi di tiap SMF (Staf Medik Fungsional) harus diatur agar tidak menjadi hambatan penerapan fungsi ini. Blake. Aplikasi Manajemen di Rumah Sakit Page 21 . budaya kerja yang berorientasi kepada mutu pelayanan tidak akan berkembang. hambatan kinerja SMF akan mempengaruhi fungsi rumah sakit sebagai suatu sistem. Hasil ini mendukung temuan DeCicco. dimana hasilini mendukung temuan DeCicco. manajer dan staf harus berlangsung dinamis. SMF adalah salah satu subsistem sebuah rumah sakit.Shane S. Studi Mustafa Fedai dan Yeter (2008) terhadap perawat di Turkish State Hospital menunjukkan bahwa faktor psikologis metupakan faktor penting yang mempengaruhi emosional. dan gaya pengambilan keputusan mana yang mereka inginkan untuk diterapkan oleh pihak manajer. Laschinger dan Kerr (2006). kelelahan dan prestasi pribadi. Partisipasi juga ditemukan positif mempengaruhi persepsi kewajaran ukuran kinerja yang pada akhirnya mempengaruhi kinerja manajerial. (2) kepuasan kerja tertinngi di depatemen yang telah mempraktekkan pengambilan keputusan partisipatif.persepsi mereka tentang gaya/cara pengambilan keputusan para manager. Penelitian Mustafa Fedai dan Yeter (2008) terhadap perawat di Turkish State Hospitals menyajikan hasil bahwa psikologis merupakan faktor penting yang mempengaruhi emosional. Dalam hal ini harus diterapkan suatu pendekatan sistem.

Outcome adalah hasil akhir dari kegiatan di rumah sakit yang dilakukan oleh dokter dan tenaga profesi lainnya di rumah sakit.karena mereka cenderung bertindak sendiri dan sering timbul arogansi profesi. kegiatan dokter dan tenaga profesi lainnya yang mengadakan interaksi secara profesional di lingkungan rumah sakit sesuai dengan tugas pokok rumah sakit. komunikasi dan koordinasi sangat dibutukan dalam pengembangan fungsi actuating. Pendekatan Sistem di Rumah Sakit Rumah sakit sebagai suatu organisasi secara manajerial dapat dikelola melalui suatu pendekatan sistem. proses dan output. dana. peralatan. 4.input untuk sistem pelayanan rumah sakit meliputi sumber daya (SDM. Sebuah sistem secara sederhana terdiri dari input. membandingkan hasil yang telah dicapai dengan standar yang telah ditetapkan dan memperbaiki penyimpangan. Oleh karena itu kepemimpinan . INPUT SDM RS MANAJERIAL METODE SARANA/PRASARA NA MATERIAL TEHNOLOGI PROSES MANAJEMEN KEGIATAN DI RS PERENCANAAN PENGORGANISASIAN PENGGERAKAN PELAKSANAAN PENGAWASAN EVALUASI Aplikasi Manajemen di Rumah Sakit Page 22 OUTPUT PRODUK RS (MIS HASIL LAB) JASA PELAYANAN PROFIT KEPUASAN PERKEMBANGAN RS SIM RS DLL . merasa profesinya lebih banyak kontribusinya terhadap rumah sakit. baik tidaknya pelaksanaan proses pelayanan rumah sakit dapat diukur dalam tiga aspek yaitu relevansi. Penyimpangan yang terjadi dan sebab-sebab terjadinya penyimpangan seperti ketidakpuasan pasien dan keluarga pasien terhadap mutu pelayanan di rumah sakit dapat diketahui dan di evaluasi dalam proses actuating ini. Pengawasan manajerial dapat dilakukan dengan mengembangkan tiga langkah penting yaitu mengukur hasil atau prestasi yang telah dicapai. Melalui fungsi ini dapat diketahui sejauh mana kegiatan program pelayanan yang telah dilakukan oleh staf dan apakah pelayanan yang diberikan telah sesuai standar yang ditetapkan sebelumnya. Proses meliputi keseluruhan kegiatan dalam rumah sakit. Pengawasan yang dilakukan sebelumnya harus disosialisasikan sehingga dapat dipahami oleh seluruh staf dan hasilnya harus dapat diukur. Untuk menilai outcome sebuah rumah sakit digunakan beberapa pedoman mutu asuhan pelayanan kesehatan di rumah sakit. Fungsi pengawasan (controling) Fungsi ini berkaitan dengan fungsi lainnya terutama fungsi perencanaan. efektivitas dan kualitas proses. dan sebagainya).

Jumlah penderita yang mengalami dekubitus c. Maternal Death Rate (MDR). Aplikasi Manajemen di Rumah Sakit Page 23 . Pemanfaatan oleh masyarakat : Contrak rate. e. Indikator mutu pelayanan medis: a. Turn Over Interval (TOI) g. tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. pemeriksaan. surat masuk kotak saran. Jumlah penderita yang jatuh dari tempat tidur d. Kematian Pascabedah. Mutu asuhan pelayanan sebuah rumah sakit dapat dikaji dari tingkat pemanfaatan sarana pelayanan di masyarakat. Out Patient Rate dan Emergency Out Patient Rate Rekam Medik Rekam Medik (RM) rumah sakit merupakan komponen penting dalam pelaksanaan kegiatan manajemen rumah sakit. Unit cost untuk rawat jalan b. Anasthesia Death Rate (ADR) h. d. atau 4.Penilaian Mutu Pelayanan Rumah Sakit. Ada beberepa indikator yang ditentukan dalam menilai mutu sebuah rumah sakit sebagai berikut : 1. g. Infant Death Rate ( IDR) . c. Jumlah pelayanan dan tindakan medik : jumlah tindakan bedah dan kunjungan SMF Spesialis c. mutu pelayanan dan tingkat efisiensi rumah sakit. Angka Kematian Kasar (GDR). Bed Acupancy Ratio (BOR) e. terdiri dari : a. melalui survey kepuasan pasien Indikator cakupan pelayanan rumah sakit. f. Jumlah kunjungan rawat jalan/inap menurut jarak Rumah sakit dan asal pasien b. yang dimaksud dengan rekam medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen tentang identitas pasien. Average Length of Stay (ALOS) h. surat kaleng. pengobatan. Net Death Rate di atas 48 jam (NDR). PODR (Post Operation Death Rate) i. surat pembaca di koran. Normal Tissue Removal Rate Indikator mutu yang berkaitan dengan tingkat kepuasan pasien dapat diukur berdasarkan j umlah keluhan pasien/keluarganya. POR (Post Operative Infection Rate) Indikator mutu pelayanan tingkat efisiensi rumah sakit a. Hospitalization Rate. 3. 2. Bed Turn Over (BTO) f. Dalam penjelasan Pasal 46 ayat (1) UU Praktik Kedokteran. Angka Infeksi Nosokomial b.

Batas waktu lama penyimpanan menurut Peraturan Menteri Kesehatan paling lama 5 tahun dan resume rekam medis paling sedikit 25 tahun. Rekam medis harus disimpan dan dijaga kerahasiaan oleh dokter. Aspek hukum peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) tentang pengisian RM dapat memberikan sanksi hukum bagi pihak rumah sakit. bermanfaat untuk bahan informasi bagi perkembangan pengajaran dan penelitian di bidang profesi kedokteran dan kedokteran gigi. pelayanan medis. berkas rekam medis menjadi milik dokter. Pembuktian Masalah Hukum. Disiplin dan Etik. disiplin dan etik Kepemilikan Rekam Medis. Catatan tersebut dapat dipakai sebagai bukti pembiayaan kepada pasien. Statistik Kesehatan. dokter gigi dan pimpinan sarana kesehatan. 5. Manfaat Rekam Medis adalah sebagai berikut : 1. Pendidikan dan Penelitian Rekam medis yang merupakan informasi perkembangan kronologis penyakit. 6. masa kini maupun perkiraan dimasa mendatang tentang apa yang akan terjadi. sedangkan isi rekam medis dan lampiran dokumen menjadi milik pasien. BAB V Aplikasi Manajemen di Rumah Sakit Page 24 . pengobatan. Sesuai UU Praktik Kedokteran. tindakan dan pelayanan lain kepada pasien pada sarana pelayanan kesehatan. 4. pengobatan dan tindakan medis. Pembiayaan. 2. Peningkatan Kualitas Pelayanan. sehingga bermanfaat dalam penyelesaian masalah hukum. berlaku baik untuk sarana kesehatan maupun di luar sarana kesehatan. perawatan dan tindakan medis yang harus diberikan kepada pasien. Berkas rekam medis dapat dijadikan petunjuk dan bahan untuk menetapkan pembiayaan dalam pelayanan kesehatan pada sarana kesehatan. Rekam medis merupakan alat bukti tertulis utama. Membuat Rekam Medis bagi penyelenggaraan praktik kedokteran dengan jelas dan lengkap akan meningkatkan kualitas pelayanan untuk melindungi tenaga medis dan untuk pencapaian kesehatan masyarakat yang optimal. dokter gigi. Rekam medis dapat digunakan sebagai bahan statistik kesehatan. atau sarana pelayanan kesehatan. Pengobatan Pasien. (Sjamsuhidajat dan Alwy 2006) RMRS harus mampu menyajikan informasi lengkap tentang proses pelayanan medis dan kesehatan di rumah sakit. Rekam medis bermanfaat sebagai dasar dan petunjuk untuk merencanakan dan menganalisis penyakit serta merencanakan pengobatan.Dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 749a/Menkes/Per/XII/1989 tentang Rekam Medis dijelaskan bahwa rekam medis adalah berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien. baik dimasa lalu. Ini menunjukan pengaturan rekam medis pada UU Praktik Kedokteran lebih luas. pemeriksaan. khususnya untuk mempelajari perkembangan kesehatan masyarakat dan untuk menentukan jumlah penderita pada penyakit-penyakit tertentu. 3.

Pengemasan kualitas jasa yang dihasilkan harus menjadi salah satu strategi dalam pemasaran rumah sakit agar organisasi ini dapat tumbuh dan berkembang. padat tehnologi dan ilmu pengetahuan serta padat regulasi. Aplikasi Manajemen di Rumah Sakit Page 25 .PENUTUP Rumah sakit merupakan organisasi pelayanan jasa yang mempunyai kespesifikan . rumah sakit dituntut untuk memenuhi permintaan dan harapan konsumen yaang dinilai dari kepuasan pasien dan keluarganya. Aplikasi manajemen di rumah sakit ini merupakan upaya untuk memanfaatkan dan mengatur sumber daya yang dimiliki rumah sakit secara rasional. 2010. Dilain pihak sebagai organisasi yang produk utamanya adalah jasa. efektif dan efisien dan mengarahkannya untuk mencapai tujuan organisasi rumah sakit. Jakarta: Scribd Inc.blogdetik. sering rumah sakit dikatakan sebagai organisasi yang padat modal. tetapi hanya sebatas memberikan perawatan dan pengobatan secara maksimal sesuai kemampuan rumah sakit. Rumah sakit sebagai penghasil jasa pelayanan tidak dapat memberikan jaminan kesembuhan penyakit pasien. Jakarta: http://wilayahindonesia. Penerapan manajemen pada unit pelaksana teknis seperti di rumah sakit mutlak diperlukan. 2010. Macam-macamperan yang dimiliki oleh pemimpin. DAFTAR PUSTAKA All about Indonesia. padat sumber daya manusia. 10 peringkat Indonesia di Dunia.com. Ayuning Mustika. At. Selain itu rumah sakit sebagai organisasi memiliki banyak keunikan yang membedakannya dengan organisasi atau industri penghasil jasa lainnya antara lain karena melibatkan pekerjaan yang lebih bervariasi dan sangat kompleks dengan output yang sulit untuk ditentukan. terutama untuk mengelola berbagai keunikan yang dimiliki rumah sakit dan menyelesaikan berbagai masalah yang terjadi dalam rumah sakit dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan yang memuaskan kepada konsumen rumah sakit. Kualitas jasa merupakan bagian penting dari organisasi penyedia jasa seperti rumah sakit.

2009. 2009. Pengantar Manajemen. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Arie Rotem. Hery.” Journal of Healthcare Management. Muninjaya. 2000.web. Lawson. Tesis. Etika dan Hukum Kesehatan.com. Pengaruh gaya kepemimpinan dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan di RUSD Rokan Hulu Propinsi Riau.com. http://indosdm. Birokrasi Menurut Max Weber dan Hegel. Bnejamin B Dunford. Mustafa. and turnover intentions. Indar. “The impact of participative management perceptions on customer service.Hill Book Company. Indonesia). dan Philip W. burnout. 2009. Indikator-Indikator Pelayanan Rumah Sakit. “Pengambilan Keputusan Menentukan Kelangsunagn Hidup Organisasi. James K.wordpress.ugm.. Model & P pada manajemen pelayanan Rumah Sakit. Blog.” Respiratory Care Journal. “The Effects of Participation in the Development of Performance Measures on Managerial Performance with Fairness Perception as a Mediating Variable: (An Empirical Study of Hospital Industry in Central Java. Rahmawati. 2010: 63-72.edu). H. dan Yeter. Fedai. Jakarta: yosin. Sistem Kesehatan Nasional . blog.A Gde.heryant. “Respiratory Therapists' Attitudes about Participative Decision . Nurmawilis. Siti.” Journal of Business and Policy Research. From Clinician to Manager. BOs. Nova. Departemen Kesehatan. S.ac. Alan D. Manajemen Kesehatan. Shane S Blake.majour.Kurniawan Saefullah. medical errors. “The Impacts of Structural and Psychological.Making style and Job Satisfaction. Jhosin. A. Wayne Boss. 2004: 917-925. . 2009: 219. 2008. 2007. James S. Rosemarie. Kogoya. Salimah. R.id. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Sydney: McGraw .” CANADİAN SOCİAL SCİENCE. Jakarta: www.maranatha. Medan: USU Repository. RI. Ingo Angermeier. 2009. Makassar: Lembaga Penerbitan Unhas. Anni Aryani1 and Puput. Jakarta: Departemen Kesehatan RI . 2010: 197 – 216. 2008.Erni Tristawati Sule. Aplikasi Manajemen di Rumah Sakit Page 26 . Kurniawan. 2010. Bates. Stoller.” Journal Manajemen Vol 2 No 2 (www. 2004. Lucy Kester.

2010. Stephan M. Tesis. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. 2002. 2000.Sjamsuhidajat. Analisis strategi peningkatan kinerja rumah sakit melalui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perilaku pelayanan. Arnold DD. Strategic Management in Action. Health Care Management Organization Design and Behavior. Himpunan Undang-Undang Kesehatan dan Rumah Sakit. Shortell. Semarang: Universitas Diponegoro. Hadi Setia. dan Sabir Alwy. 2006. California: Delmar Thomson Learning. Manual Rekam Medik. Jakarta: Konsil Kedokteran Indonesia. Umar. Husein. Widaryanto. Kaluzny. Tunggal. 2005. Aplikasi Manajemen di Rumah Sakit Page 27 . Jakarta: Harvarindo.