You are on page 1of 10

TEORI ANTREAN

Peralatan Tambang dan
Penanganan Material
(TA 2221)

Struktur Dasar Situasi Antrean .

Komponen Dalam Antrean • • • • Waiting line Service facility Queue discipline: Serving capacity: kemampuan pelayanan .

Contoh Model Antrean .

• Distribusi Poisson mewakili tingkat kedatangan pada banyak situasi di dunia nyata.Tingkat Kedatangan • Asumsi tingkat kedatangan tidak terbatas sehingga mengikuti fungsi distribusi Poisson. x e   • Fungsi distribusi Poisson: f ( x)  x! . • Sifat dari tingkat kedatangan adalah acak dan tidak ada hubungan antara tingkat kedatangan yang satu dengan yang lain.

Distribusi Poisson .

L (perkiraan jumlah unit dalam sistem): L  Lq    . • Maka.Tingkat Pelayanan • Asumsi: pelayanan tunggal dengan disiplin first in first 2 2 out.         • Panjang waiting line: Lq  2 1     Lq – = Panjang perkiraan dari waiting line – – –    = Rata-rata tingkat kedatangan = Rata-rata tingkat pelayanan = standar deviasi distribusi waktu pelayanan • Service facility utilization:     • Persamaan di atas juga menyatakan kemungkinan unit yang datang menunggu untuk dilayani.

Tingkat Pelayanan • Dapat juga diturunkan formula untuk perkiraan dari waktu tunggu pada waiting line (W) dan waktu tunggu di dalam sistem (Ws). 2    – Waktu pelayanan konstan (standar deviasi = 0): L  q 2      2   – Waktu pelayanan exponensial negatif: Lq       . – – Wq  Lq  W  L   Wq  1  • Tingkat pelayanan dapat dimodifikasi berdasakan bentuk pelayanan. Misal.

  60 5  12 / jam.63  8 12  2. Operator truk mengeluhkan waktu antre yang lama.28 menit .204 jam  12.30 8  0.Contoh Penerapan • Truk datang pada front penggalian dengan tingkat kedatangan 8 truk per jam dan mengikuti distribusi Poisson.63 truk – L  1.63 8  0. Verifikasi masalah tersebut dan solusi apa yang akan diterapkan!! • Langkah 1: Hitung parameter-parameter dalam antrean – –   8 / jam. Waktu rata-rata untuk pemuatan adalah 5 menit dengan standar deviasi 6 menit.   6 10  1 / 10 jam 2 2  8 / 10    8 12  Lq  2 1  8 12   1.24 menit – W  2.288 jam  17.30 truk – Wq  1.

 antrean berkurang . L = 1. dan W = 11.8 menit.Contoh Penerapan • Langkah 2: tentukan variabel yang dapat dikontrol. – Jika perbaikan yang dipilih adalah memperbaiki prosedur pemuatan dengan menambah bulldozer untuk membantu excavator. investasi peralatan untuk meningkatkan kapasitas pemuatan atau memperbaiki prosedur permuatan. standar deviasi dapat dikurangi menjadi 3 menit. – Tingkat kedatangan truk diasumsikan tidak dapat dikontrol.8 menit. – Variabel yang bisa dikontrol biasanya merupakan variabel yang berhubungan dengan pelayanan (peningkatan efisiensi pelayanan) misal. Lq = 0. • Langkah 3: evaluasi kondisi setelah perbaikan sistem. Wq = 6.91. – Akibatnya parameter dalam antrean menjadi.57.