You are on page 1of 36

Metabolisme protein

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kekurangan vitamin A (KVA) merupakan masalah kesehatan utama di negara yang
sedang berkembang termasuk Indonesia. KVA terutama sekali mempengaruhi anak kecil,
diantara mereka yang mengalami defisiensi dapat mengalami xerophthalmia dan dapat
berakhir menjadi kebutaan, pertumbuhan yang terbatas, pertahanan tubuh yang lemah,
eksaserbasi infeksi serta meningkatkan resiko kematian. Hal ini menjadi nyata bahwa KVA
dapat terus berlangsung mulai usia sekolah dan remaja hingga masuk ke usia dewasa (Keith
dan West, 2008).
Meskipun konsekuensi kesehatan dari KVA tidak digambarkan dengan baik di atas anak
usia dini, namun data terakhir menunjukkan bahwa KVA pada wanita usia reproduksi dapat
meningkatkan resiko kesakitan dan kematian selama kehamilan dan periode awal
postpartum. KVA yang berat pada maternal juga memberikan kerugian bagi anak baru lahir
karena dapat akibatkan peningkatan kematian dibulan pertama kehidupan. Sebagai
konsekuensi dari meningkatnya pemahaman tentang KVA maka sangat penting bahwa beban
kesehatan yang dihasilkan dikuantifikasi setepat mungkin, sebagai dasar tindakan dan
pemantauan serta evaluasi program pencegahan selanjutnya. Kemajuan telah dilakukan
selama 4 dekade terakhir dalam memperkirakan beban KVA, terutama dengan
menggabungkan dan mengekstrapolasikan data prevalensi dari negara dimana telah
dikumpulkan dalam populasi dengan profil demografis yang sama dan risiko yang telah
diantisipasi. Dalam beberapa tahun terakhir, KVA telah diperkirakan mempengaruhi antara 75
dan 254 juta anak prasekolah setiap tahun, jauh dari jarak yang akurat. Tidak ada perkiraan
permasalahan kesehatan global KVA ibu atau adanya insidensi tahunan kebutaan malam ibu
(XN) ( Arlappa, 2012; Keith dan West, 2008).
KVA pada anak biasanya terjadi pada anak yang menderita Kurang Energi Protein (KEP)
atau Gizi buruk sebagai akibat asupan zat gizi sangat kurang, termasuk zat gizi mikro dalam
hal ini vitamin A. Anak yang menderita KVA mudah sekali terserang infeksi seperti infeksi
saluran pernafasan akut, campak, cacar air, diare dan infeksi lain karena daya tahan anak
tersebut menurun. Namun masalah KVA dapat juga terjadi pada keluarga dengan penghasilan
cukup. Hal ini terjadi karena kurangnya pengetahuan orang tua / ibu tentang gizi yang baik.
Gangguan penyerapan pada usus juga dapat menyebabkan KVA walaupun hal ini sangat
jarang terjadi. Kurangnya konsumsi makanan (< 80 % AKG) yang berkepanjangan akan
menyebabkan anak menderita KVA, yang umumnya terjadi karena kemiskinan, dimana
keluarga tidak mampu memberikan makan yang cukup. Sampai saat ini masalah KVA di
Indonesia masih membutuhkan perhatian yang serius. Oleh karena itu dirasakan perlunya
Program penanggulangan masalah KVA bertujuan untuk menurunkan prevalensi KVA
terutama ditujukan kepada kelompok sasaran rentan yaitu balita dan wanita yang berada pada
usia reproduksi ( Heijthuijsen, et al ,2013).
Penanggulangan masalah Kurang Vitamin A (KVA) pada anak Balita sudah dilaksanakan
secara intensif sejak tahun 1970-an, melalui distribusi kapsul vitamin A setiap 6 bulan, dan
peningkatan promosi konsumsi makanan sumber vitamin A. Dua survei terakhir tahun 2007
dan 2011 menunjukkan, secara nasional proporsi anak dengan serum retinol kurang dari 20
ug sudah di bawah batas masalah kesehatan masyarakat, artinya masalah kurang vitamin A
secara nasional tidak menjadi masalah kesehatan masyarakat (Depkes, 2012).

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan vitamin A?
2. Apa yang dimaksud dengan Kekurangan Vitamin A (KVA)?
3. Apa saja fungsi vitamin A?
4. Faktor risiko apa saja yang menyebabkan Kekurangan Vitamin A?
5. Apa penyebab terjadinya Kekurangan Vitamin A?
6. Bagaimana tanda-tanda/gelaja Kekurangan Vitamin A?
7. Apa akibat Kekurangan Vitamin A?
8. Bagaimana pencegahan dan penanggulangan Kekurangan Vitamin A?
9. Apa saja sumber vitamin A?
10. Berapa Angka Kecukupan Gizi vitamin A?
C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian vitamin A
2. Untuk mengetahui pengertian Kekurangan Vitamin A (KVA)
3. Untuk mengetahui fungsi-fungsi vitamin A
4. Untuk mengetahui faktor risiko Kekurangan Vitamin A
5. Untuk mengetahui penyebab terjadinya Kekurangan Vitamin A
6. Untuk mengetahui tanda-tanda/gelaja Kekurangan Vitamin A
7. Untuk mengetahui akibat Kekurangan Vitamin A
8. Untuk mengetahui pencegahan dan penanggulangan Kekurangan Vitamin A
9. Untuk mengetahui sumber vitamin A
10. Untuk mengetahui Angka Kecukupan Gizi vitamin A

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Vitamin A
Vitamin A adalah vitamin yang larut dalam lemak. Berdasarkan struktur kimianya
disebut retinol atau retina atau disebut juga dengan asam retinoat, terdapat pada jaringan
hewan dimana retinol 90-95% disimpan pada hati (Haryadi, 2009).
Vitamin A adalah salah satu zat gizi dan golongan vitamin yang sangat diperlukan oleh
tubuh yang berguna untuk kesehatan mata (agar dapat melihat dengan baik) dan untuk
kesehatan tubuh (meningkatkan daya tahan tubuh untuk melawan penyakit, khususnya diare
dan penyakit infeksi). Vitamin A atau berdasarkan struktur kimianya dibagi menjadi dua
bentuk, yaitu :
1. Retinol
Retinol dapat dimanfaatkan langsung oleh tubuh karena umumnya sumber retinol diperoleh
dari makanan hewani seperti telur, hati, minyak ikan yang mudah dicerna dalam tubuh.
2. Betacaritine
Sering disebut pro-vitamin A, baru dapat dirasakan setelah mengalami proses pengolahan
menjadi retinol. Sumber betacarotene berasal dari makanan yang berwarna orange atau hijau
tua,
seperti
wortel,
bayam,
ubi
kuning,
mangga
dan
pepaya.
Retinol atau Retinal atau juga Asam Retinoat, dikenal sebagai faktor pencegahan
xeropthalmia, berfungsi untuk pertumbuhan sel epitel dan pengatur kepekaan rangsang sinar
pada saraf mata, Jumlah yang dianjurkan berdasarkan Angka Kecukupan Gizi yang
dianjurkan (KGA-2004) per hari 400 ug retinol untuk anak-anak dan dewasa 500 ug
retinol.Tubuh menyimpan retinol dan betacarotene dalam hati dan mengambilnya jika tubuh
memerlukannya (Iskandar, 2012).
B.

Pengertian Kekurangan Vitamin A
Kekurangan Vitamin A (KVA) adalah penyakit yang disebabkan oleh kurangnya asupan
vitamin A yang memadai. Hal ini dapat menyebabkan rabun senja, xeroftalmia
dan jikakekurangan berlangsung parah dan berkepanjangan akanmengakibatkan keratomalasi
a (Tadesse, Lisanu, 2005).
Sedangkan menurut Arisman tahun 2002, Kurang Vitamin A (KVA) merupakan penyakit
sistemik yang merusak sel dan organ tubuh dan menghasilkan metaplasi keratinasi pada
epitel, saluran nafas, saluran kencing dan saluran cerna. Penyakit Kurang Vitamin A (KVA)
tersebar luas dan merupakan penyebab gangguan gizi yang sangat penting. Prevalensi KVA
terdapat pada anak-anak dibawah usia lima tahun. Sampai akhir tahun 1960-an KVA
merupakan penyebab utama kebutaan pada anak.

C. Fungsi Vitamin A
1. Penglihatan
Vitamin A berfungsi dalam penglihatan normal pada cahaya remang. Bila kita dari cahaya
terang diluar kemudian memasuki ruangan yang remang-remang cahayanya, maka kecepatan
mata beradaptasi setelah terkena cahaya terang berhubungan langsung dengan vitamin A yang
tersedia didalam darah. Tanda pertama kekurangan vitamin A adalah rabun senja.
Suplementasi vitamin A dapat memperbaiki penglihatan yang kurang bila itu disebabkan
karena kekurangan vitamin A (Melenotte et al., 2012).
2. Pertumbuhan dan Perkembangan

dan telah disimpulkan bahwa gangguan sinyal retinoid dapat berkontribusi pada etiologi dari gangguan manusia (Knutson dan Dame.Vitamin A dibutuhkan untuk perkembangan tulang dan sel epitel yang membentuk email dalam pertumbuhan gigi. terjadi kegagalan dalam pertumbuhannya. dan agenesis esophagotracheal septum digambarkan dalam sindroma KVA awal namun dikarakteristikkan sebagai kelainan yang jarang terjadi. payudara dan kandung kemih (Knutson dan Dame. Hewan betina dengan status vitamin A rendah mampu hamil akan tetapi mengalami keguguran atau kesukaran dalam melahirkan. Sebuah laporan terbaru di New England Journal of Medicine menunjukkan bahwa. Paru berkembang dari foregut endoderm selama perekembangan awal embrio. Vitamin A sangat penting bagi perkembangan diafragma normal. Fungsi Kekebalan Vitamin A berpengaruh terhadap fungsi kekebalan tubuh pada manusia. Reproduksi Pembentukan sperma pada hewan jantan serta pembentukan sel telur dan perkembangan janin dalam kandungan membutuhkan vitamin A dalam bentuk retinol. dan berhubungan dengan kematian neonatal yang tinggi. 6. .. Diafragma Fungsi diafragma sebagai otot utama respirasi dan sebagai pembatas antara rongga dada dan perut. peranan vitamin A dalam perkembangan jantung mamalia meliputi pembentukan pipa pola jantung dan lingkaran. et al. 2011). RA dari mesoderm splanchnic di sekitar endoderm foregut telah penting ditemukan untuk pembentukan tunas paru primordial. 2008). paru-paru. Dimana vitamin A dalam hal ini berperan sebagai asam retinoat (Tansuğ N. selama. tapi mungkin bisa berkontribusi dalam jangka panjang terjadinya gagal ginjal dan hipertensi (Knutson dan Dame. dan selama 6 bulan setelah kehamilan memiliki fungsi paru-paru yang lebih baik ketika mereka diuji pada 9 sampai 11 tahun daripada anak-anak yang ibunya menerima suplemen beta karoten atau plasebo. trabekulasi ventrikel. 4. ruang dan katup saluran keluar. Perkembangan Jantung Defek kardiak dan cabang aorta diamati sebagai bagian dari sindroma kekurangan vitamin A. Kemampuan retinoid mempengaruhi perkembangan sel epitel dan kemampuan meningkatkan aktivitas sistem kekebalan diduga berpengaruh dalam pencegahan kanker kulit. 2011). 2011). 3. diferensiasi kardiomiosit dan pengembangan pembuluh koroner (Knutson dan Dame. Paru dan Saluran Nafas Atas serta Aliran Udara Defek Respirasi termasuk agenesis paru kiri. Perkembangan Ginjal dan Saluran Kencing Kekurangan vitamin A pada kehamilan dapat berkorelasi dengan kekurangan jumlah nefron sub-klinis dan sedikit defisit nefron yang tidak disadari pada saat lahir. 2011). anak-anak yang ibunya menerima suplementasi vitamin A sebelum. 2011). 8. Hernia diafragma kongenital (CDH) terjadi pada sekitar satu dari 3000 kelahiran. 7. pertumbuhan tulang terhambat dan bentuk tulang tidak normal. Selain itu. mereka menemukan bahwa periode di mana suplementasi dengan vitamin A yang paling penting adalah dari kehamilan usia postnatal dari 6 bulan (Knutson dan Dame. Pada kekurangan vitamin A. 2010). di daerah endemik dengan defisiensi vitamin A (retinol). Dimana kekurangan vitamin A dapat menurunkan respon antibody yang bergantung pada limfosit yang berperan sebagai kekebalan pada tubuh seseorang (Almatsier. singkat kata. hypoplasia paru bilateral. 5. tenggorokan. Pada anak–anak yang kekurangan vitamin A.

Faktor Risiko Kekurangan Vitamin A Sebagai permasalahan kesehatan masyarakat. dan dewasa muda pada komunitas yang sama dan prevalensinya pada anak-anak kecil cukup tinggi. defisiensi vitamin A terjadi didalam lingkungan sosial. Oleh karena itu. kita harus memahami kondisi setempat ketika membuat rancangan program intervensi yang tepat dan efektif secepatnya untuk memperbaiki situasi tersebut. dengan demikian.D. Walaupun begitu. anakanak kecil merupakan kelompok yang paling rentan. kendati signifikan fisiologi perbedaan ini masih belum jelas. tetapi keratomalasia lebih sering terjadi diantara bayi-bayi yang hidup dalam kondisi sosial ekonomi yang rendah. dapat terjadi pada setiap usia jika keadaannya cukup ekstrim. Sementara asupan vitamin dari makanan seringkali rendah dengan tambahan beban pajanan infeksi yang lebih besar. dan ekologi yang miskin dan penduduknya tinggal di negara yang ekonomiya sedang berkembang serta mengalami transisi. Buta senja selama kehamilan dan laktasi terutama sering ditemukan di Asia Selatan dengna kejadian buta senja sebesar 15%-20% dari semua kehamilan dan kemudian berulang kembali pada kehamilan berikutnya. Gender Pada orang dewasa yang sehat. defisiensi vitamin A. Namun demikian. Pengaruh relatif faktor kasusal pada tingkat makro maupun mikro dapat sangat bervariasi antar negara bahkan antar wilayah dalam negara yang sama. ekonomi. laki-laki umumnya memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami buta senja dan bercak Bitot dibandingkan perempuan selama usia prasekolah dan awal usia sekolah. ibu hamil dan menyusui dalam populasi yang kehilangan haknya tidak mampu memenuhi kebutuhan yang meningkat selama periode tertentu. Insidens xeroftalmia kornea paling prevalen pada anak-anak yang berusia 2-4 tahun. Walaupun begitu. Prevalensi xeroftalmia ringan. kadar retinol plasma maupun RBP (retinol-binding protein) ternyata berada pada level 20% lebih tinggi pada laki-laki dibandingkan pada wanita. Perbedaan pada budaya pemberian makan dan perawatan antara anak laki-laki dan perempuan dalam sebagian populasi dapat menkelaskan variasi menurut gender ketika hal ini diamati. sebagai persoalan kesehatan masyarakat. Usia Berbagai tingkat defisiensi vitamin A mulai dari bentuk subklinis hingga bentuk malnutrisi dengan kebutaan yang berat (keratomalasia). akan menyerang anak-anak dalam usia prasekolah. keadaan ini pada beberapa budaya dianggap sebagai bagian dari kehamilan. Kebutuhan akan vitamin A juga meningkat selama masa kehamilan dan menyusui. Sejumlah penelitian juga memperlihatkan bahwa ASI dari ibu dnegan status vitamin A yang buruk sering kali turut menyebabkan peningkatan kerentanan pada bayi. ada beberapa faktor resiko dibaliknya yang cenderung menandai sebagian besar situasi ketika defisiensi vitamin A lazim ditemukan. terutama buta senja (SN) dan bercak bitot (XB) meningkat seiring usia hingga usia prasekolah dan keterkaitan ini ternyata berbeda-beda diantara berbagai budaya terlepas dari angka xeroftalmia yang spesifik menurut usia. Defisiensi vitamin A subklinis juga sering ditemukan diantara anak-anak usia sekolah. remaja. Keadaan ini terjadi karena kebutuhan vitamin A bagi pertumbuhan pada anak-anak ini cukup tinggi. khususnya defisiensi yang berat. Status Fisiologi Dengan meningkatnya kebutuhan vitamin A selama periode pertumbuhan yang cepat. penyakit kornea merupakan kejadian yang relatif jarang dijumpai (terutama karena efek protektif pemberian ASI). Perbedaan gender ini tidak begitu jelas dalam hal xeroftalmia yang berat. Pada anak-anak dibawah usia 12 bulan. .

dalam usia satu tahun pertama ketika anak disapih. Konsumsi buah yang berwarna kuning (mangga dan pepaya) akan memberikan perlindungan yang kuat pada anak berusia dua dan tiga tahun. Namun demikian. Kebiasaan makan yang spesifik menurut budaya dan sejumlah tabuh atau larangan dalam pemberian makanan anak. Sejumlah penelitian egnoghrafi secara rinci dilaksanakan oleh kelompok Johns Hopkins University dan lainnya memperlihatkan bahwa anak-anak desa di Nepal memiliki peluang dua kali lebih besar untuk mengkomsumsi sayuran. daging atau ikan serta produk susu ketika mereka makan bersama keluarga dibandingkan ketika mereka makan sendiri. Defisiensi vitamin A paling sering ditemukan pada polpulasi penduduk. baik senyawa karotenoidperformed aatau provitamin A untuk memenuhi kebutuhan. kualitas makanan tambahan. Dengan demikian. Sebaliknya. Ketika pengaruh pemberian ASI berkurang. ditempat yang kondisi hidupnya buruk. Defisiensi vitamin A subklinis umumnya terjadi ditempat yang kualitas makanannya relatif rendah akibat kendala pada kemampuan mengakses makanan dan ketersediaan makanan. remaja dan ibu hamil serta menyusui sering kali membatasi konsumsi makanan yang berpotensi sebagai sumber vitamin A yang baik. sayuran yang berwarna hijau gelap memainkan peranan yang lebih penting bagi anak-anak pada usia tiga tahun keatas. ikan dan hati) bersifat sangat protektif terhadap kesehatan anak. buah. konsumsi rutin makanan hewani yang mengandung vitamin A preformed ( telur. daging. peningkatan frekuensi pemberian ASI juga memberikan efek protektif terhadap xeroftalmia. yang mengonsumsi sebagian kebutuhan vitamin A mereka dari sumber karotenoid provitamin dengan sedikit lemak yang terkandung dalam makanan mereka.Diet Penyebab dasar yang melandasi defisiensi vitamin A sebagai permasalahan kesehatan masyarakat adlaha diet atau pola makan yang kurang mengandung vitamin. dan susu yang hanya dilakukan sekali-kali disertai dengan peningkatan risiko sebesar 2-3 kali lipat . Kenyataan ini mencerminkan buruknya diet secara kronis pada rumah tangga yang berisiko tinggi. Sesudah masa bayi. Lebih lanjut. xeroftalmia lebih sering ditemukan di Asia Selatan dan Asia Timur. ikan. Pola makan pada saudara kandung yang usianya lebih muda pada dua tahun pertama kehidupannya ternyata serupa dengan pola makan kasus xeroftalmia dalam keluarga yang sama. produk susu. Bagaimana anak-anak mengkomsumsi makanan dan dengan siapa anak-anak itu makan. Ada bukti jelas yang menunjukkan bahwa anak-anak yang mendapatkan ASI menghadapi kemungkinan yang lebih kecil untuk mengalami defisiensi vitamin A jika dibandingkan dengan anak-anak pada usia sama yang tidak memperoleh ASI. Populasi yang mengonsumsi beras sebagai makanan pokok dan serat pangan dalam kehidupan sehari-hari ternyata sangat berisiko untuk mengalami defisiensi vitamin A. Konsumsi sayuran berwarna hijau gelap ataubuah dan sayuran yang berwarna kuning disertai dengan penurunan risiko xeroftalmia sebesar 4-6 kali lipat. anak-anak yang menderita xeroftalmia ternyata lebih sedikit mendapat makanan yang kaya akan vitamin A secara teratur dibandingkan dengan anak anak yang tidak menderita xeroftalmia. Banyak penelitian epidemiologi mendukung pemberian makanan tambahan yang tepat dan tindakan ini ternyata dapat melindungi anak-anak selama usia prasekolah terhadap xeroftalmia. hasil penelitian ini . diet seseorang akan bergantung pada makanan nabati yang lebih murah tetapi secara hayati kurang mengandung vitamin A (sebagai karotenoid). khususnya makanan hewani. Ironisnya. kurangnya komsumsi yang kaya akan vitamin A bukan berarti ketersediaan makanan tersebut dalam sebuah rumah tangga juga mengalami kekurangan. Pada umumnya. kacang-kacangan. dapat memperngaruhi resikonya untuk terkena defisiensi vitamin A. Pemberian ASI. sementara efek konsumsi telur. dan kualitas diet anak semuanya merupakan faktor penting untuk mempertahankan status vitamin A.

Kondisi sosioekonomi Dalam pengertian kesehatan masyarakat. dengan demikian dapat turut menimbulkan defisiensi vitamin A. Keberaradaan KEP akan lebih meningkatkan resiko xeroktalmia yang urutan intensitasnya hamper sama seperti penyakit diare dan pernafasan. Kecamatan. defisiensi vitamin A ditemukan terutama di negara-negara yang perekonomiannya relatif miskin. Memperlihatkan pengelompokan defisiensi vitami A berdasrkan distrik di . Beberapa jenis infekssi seperti diare. dapat disertai dengan xeroftalmia. durasi. dan campak akan disertai bentuk tertentu difisiensi vitamin A yang dapat berupa penurunan kadar retinol serum atau peningkatan resiko xeroktalmia. khususnya selama musim kemarau yang kering akan langka panga. Kadar retinol dalam serum kembali normal setelah terjadi kesembuhan. para ibu telah mengorbankan asupan telur mereka demi memenuhi kebutuhan giza anaka-anaknya. Walaupun begitu. Salah satu laporan tidak berhasil memperlihatkan kehilangan vitamin A sesudah pemberian oral vitamin A kepada anak-anak yang menderita askariasis. infeksi parasit harus diatasi ketika kita menghadapi populasi dengan persoalan defisiensi. Pola Penyakit Keterkaitan antara penyakit infeksi dan status vitamin A merupakan persoalan kompleks yang telah ditinjau secara luas. Cacing usus seperti Giardia serta Ascaris juga dilaporkan sebagai penyebab penurunan absorpsi vitamin A. RETINOL BINDING PROTEIN) dapat menurun ketika KEP sehingga mengurangi ketersediaan vitamin A dalam darah. Protein pengikat retinol (RBP. arloji. merupakan faktor risiko yang lain. Sejumlah penelitaian memperlihatkan bahwa keluarga di negara-negara yang perekonomiannya relatif memiliki lahan yang lebih sempit. Desa dan bahkan rumah tangga. penurunan kadar vitamin A dalam serum menggambarkan secara parsial respon yang tidak spesifik terhadap keadaan demam ketika sintesis RBP yang juga merupakan protein fase akut yang negative itu berkurang. Tingkat pendidikan yang rendah pada ayah atau ibu dalam keadaan ini dapat dibedakan. Meskipun indikator status sosioekonomi yang rendah ditemukan (di Bangladesh) berkaitan dengan risiko xeroftalmia yang 1. dan kemampuan ekonomi yang lebih rendah (diukur berdasarkan lebih sedikitnya barang yang dimiliki seperti radio.5-2.menunjukkan bahwa pola kaum ibu memastikan kecukupan makanan bagi anak-anak mereka pada sebagian budaya dapat menjadi factor predisposisi untuk terjadinya difisiensi vitamin A pada ibu sendiri. Pengelompokan Kejadian defisiensi vitamin A cenderung mengelompok (clustering) ketinbang tersebar secara rata. Di Indonesia. Difisiensi vitamin A akan meningkatkan risiko morbiditas penyakit infeksi dan sebaliknya. namun karakteristik ini tidak selalu dengan sendirinya meramalkan kejadian xeroftalmia. para ibu hamil di Nepal yang menderita buta senja ternyata mengalami penurunan peluang sepenuhnya untuk mengkomsumsi makanan yang kaya akan vitamin A. Selanjutnya. kondisi perumahan yang lebih buruk. infeksi pernafasan. Pada umumnya.3 kali lebih tnggi. dan intensitas penyakit infeksi secara langsung atau tidak langsung turut meningkatkan keretangan terhadap keadaan difisiensi vtamin A. Sebagai contoh.. frekuensi. sekalipun tidak selalu demikian. ketika terjadi krisis ekonomi. atau sepeda). hewan peliharaan yang lebih sedikit. Selama episode penyakit infeksi. penyakit infeksi merupakan predisposisi terjadinya difisiensi vitamin A. data dari berbagai negara menunjukkan bahwa tanda-tanda klinis defisiensi mengelompok i dalam provinsi atau Kabupaten. Kemiskinan terutama terjadi penyebab defisiensi vitamin.

daun pepaya. kecipir. karena ASI merupakan sumber vitamin A yang baik. Identifikasi kelompomkelompok defisiensi vitamin A dapat memfasilitasi implementasi program intervensi dan jika seorang anak ditemukan dengan xeroftalmia.5 kg. kurangnya pengetahuan orang tua tentang peran vitamin A dan kemiskinan. Pengelompokkan di dalam negara pada dasarnya berhubungan denga faktor ekologi serta budaya yang semakin diperparah oleh infrastruktur yang tidak dibangun dengan baik. anak yang tinggal di dareah dengan sumber vitamin A yang kurang. Bukti menunjukkan bahwa besaran pengelompokkan didalam rumah tangga jauh melebihi didalam desa. Penyebab Terjadinya Kekurangan Vitamin A Arisman (2002) menyatakan bahwa KVA bisa timbul karena menurunnya cadangan vitamin A pada hati dan organ-organ tubuh lain serta menurunnya kadar serum vitamin A dibawah garis yang diperlukan untuk mensuplai kebutuhan metabolik bagi mata. pemberian makanan artifisial yang kurang vitamin A. Gangguan gizi kurang vitamin A dijumpai pada anak-anak yang terkait dengan : kemiskinan. daun ubi jalar. pendidikan rendah. Kekurangan vitamin A bisa disebabkan seorang anak kesulitan mengonsumsi vitamin A dalam jumlah yang banyak. pneumonia) dan kecacingan. kurangnya asupan makanan sumber vitamin A dan pro vitamin A (karoten). kangkung. kekurangan vitamin A terjadi selain karena kurangnya asupan vitamin A itu sendiri juga karena penyimpanan dan transpor vitamin A pada tubuh yang terganggu. Sedangkan yang lebih berisiko menderita kekurangan vitamin A adalah bayi berat lahir rendah kurang dari 2. daun sawi hijau. anak yang tidak mendapat ASI eksklusif dan tidak diberi ASI sampai usia 2 tahun. Penyebab lain KVA pada balita dikarenakan kurang makan sayuran dan buah-buahan berwarna serta kurang makanan lain sumber vitamin A seperti : daun singkong. daun katu. anak yang menderita penyakit infeksi (campak. bayam. Terjadinya kekurangan vitamin A berkaitan dengan berbagai faktor dalam hubungan yang kompleks seperti halnya dengan masalah kekurangan kalori protein (KKP). Kelompok umur yang terutama mudah mengalami kekurangan vitamin A adalah kelompok bayi usia 6-11 bulan dan kelompok anak balita usia 12-59 bulan (1-5 tahun). diare. buncis. harga pangan yang difortifikasi lebih mahal daripada pangan yang tidak difortifikasi. dan bahwa faktor rumah tangga inilah yang menjelaskan banyak tentang pengelompokkan ini ketimbang penyakit infeksi. serta anak yang kurang/jarang makan makanan sumber vitamin A. TBC. saudara kandungnya harus ditangani sebagai kasus suspect defisiensi vitamin A pula. 2002). Karena. Kekurangan vitamin A sekunder dapat terjadi pada penderita Kurang Energi Protein (KEP). E. anak kurang gizi atau di bawah garis merah pada KMS. Pada anak yang mengalami kekurangan energi dan protein. Makanan yang rendah dalam vitamin A biasanya juga rendah dalam protein. Sedangkan untuk mendapatkan pangan yang difortifikasi bukan hal yang mudah bagi penduduk yang miskin. lemak dan hubungannya antara hal-hal ini merupakan faktor penting dalam terjadinya kekurangan vitamin A. penyakit hati. tomat. anak dari keluarga miskin. wortel. gangguan absorpsi karena kekurangan asam empedu (Suhardjo.Bangladesh. . bayi tidak diberi kolostrum dan disapih lebih awal. anak yang tidak pernah mendapat kapsul vitamin A dan imunisasi di posyandu maupun puskesmas. dan pengelompokkan di dalam rumah tangga serta masyarakat terjadikarena praktikpraktik serta lingkungan yang tidak kondusif bagi pola makan dankesehatan yang memadai. anak yang tidak mendapat makanan pendamping ASI yang cukup.Vitamin A diperlukan retina mata untuk pembentukan rodopsin dan pemeliharaan diferensiasi jaringan epitel. Bayi-bayi yang tidak mendapat ASI mempunyai risiko lebih tinggi untuk menderita kekurangan vitamin A . baik mutu maupun jumlahnya. Pembedahan pada usus atau pankreas juga akan memberikan efek kekurangan vitamin A.

kulit nampak kering dan bersisik. Gejala klinis KVA pada mata akan timbul bila tubuh mengalami KVA yang telah berlangsung lama. Xerosis konjunctiva dan bercak bitot = XI B.Prinsip dasar untuk mencegah xeroftalmia adalah memenuhi kebutuhan vitamin A yang cukup untuk tubuh serta mencegah penyakit infeksi. sehingga dipakai sebagai penentuan prevalensi kurang vitamin A pada masyarakat. Kornea melunak seperti bubur dan dapat terjadi ulkus. Kelainan ini selain diebabkan oleh KVA dapat juga disebabkan kekurangan asam lemak essensial. Xeroftalmia Scar (XS) = jaringan parut kornea. Keadaan umum yang cepat memburuk dapat mengakibatkan keratomalasia dan ulkus kornea tanpa harus melalui tahap-tahap awal xeroftalmia. 7. F. 2005). mangga.pepaya. ISPA dan penyakit infeksi lainnya.Keratomalasia dan tukak kornea dapat berakhir dengan perforasi dan prolaps jaringan isi bola mata dan membentuk cacat tetap yang dapat menyebabkan kebutaan. berlipat dan berkerut. mata dan organ lain. Penglihatan menurun pada senja hari. X3 B. Xerosis konjunctiva = XI A. Bila luka pada kornea telah sembuh akan meninggalkan bekas berupa sikatrik atau jaringan parut. dan berpigmentasi dengan permukaan kasar dan kusam. kornea tampak suram dan kering dengan permukaan tampak kasar. Bercak ini merupakan penumpukan keratin dan sel epitel yang merupakan tanda khas pada penderita xeroftalmia. kurang vitamin golongan B atau KEP. Dalam keadaan berat tanda-tanda pada XI B adalah. sel batang retina sulit beradaptasi di ruang yang remang-remang setelah lama berada di cahaya yang terang. G. Kelainan kulit pada umumnya terlihat pada tungkai baeah bagian depan dan lengan atas bagian belakang. yaitu bercak putih seperti busa sabun atau keju terutama celah mata sisi luar. X2 biasanya dapat sembuh kembali normal dengan pengobatan yang baik. telur ikan dan hati. 2. Penderita menjadi buta yang sudah tidak dapat disembuhkan walaupun dengan operasi cangkok kornea. XI A. dimana penderita tidak dapat melihat lingkungan yang kurang cahaya. Tanda-tanda dan Gejala Klinis Kekurangan Vitamin A KVA adalah kelainan sistemik yang mempengaruhi jaringan epitel dari organ-organ seluruh tubuh. konjunctiva tampak menebal. Akan tetapi gambaran gangguan secara fisik dapat langsung terlihat oleh mata. XI B.Gejala klinis KVA pada mata menurut klasifikasi WHO sebagai berikut : 1. 3. jambu biji. X3A dan X3 B bila diobati dapat sembuh tetapi dengan meninggalkan cacat yang bahkan dapat menyebabkan kebutaan total bila lesi pada kornea cukup luas sehingga menutupi seluruh kornea. Buta senja = XN. Pada keadaan ringan. Selaput lendir mata tampak kurang mengkilat atau terlihat sedikit kering. Gejala XI B adalah tanda-tanda XI A ditambah dengan bercak bitot. Kekeringan pada konjunctiva berlanjut sampai kornea. Buta senja terjadi akibat gangguan pada sel batang retina. usus. termasuk paru-paru. 2012). Selain itu perlu memperhatikan kesehatan secara umum (Wardani. Pada tahap ini dapat terjadi perforasi kornea. diare. Kornea tampak menjadi putih atau bola mata tampak mengecil. 5. Akibat Kekurangan Vitamin A . jeruk. tampak kekeringan meliputi seluruh permukaan konjunctiva. 4. gejala tersebut akan lebih cepat muncul jika menderita penyaki campak. Akibatnya menurun daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit (Depkes RI. Tampak seperti cendolXN. 6. Xerosis kornea = X2. Pada stadium X2 merupakan keadaan gawat darurat yang harus segera diobati karena dalam beberapa hari bisa menjadi keratomalasia. Keratomalasia dan Ulcus Kornea = X3 A . Xeroftalmia Fundus (XF). berkeriput.

sehingga kulit tangan dan kaki bersisik.Tubuh memerlukan asupan vitamin yang cukup sebagai zat pengatur dan memperlancar proses metabolisme dalam tubuh.2012) Namun demikian perlu juga diperhatikan bahwa pemberian dosis Vitamin A yang terlalu tinggi dalam waktu yang lama dapat menimbulkan akibat yang kurang baik antara lain: 1. Pendarahan pada selaput usus. pada sekitar tulang yang panjang membengkak. dapat diketahui dengan cara menganalisis makanan yang dikonsumsi sehari-hari dan melihat kondisi tubuh. Vitamin A berkaitan erat dengan kesehatan mata. Frinoderma. Vitamin A juga berperan dalam epitil. Pencegahan dan Penanggulangan Kekurangan Vitamin A Vitamin A adalah salah satu zat gizi dari golongan vitamin yang sangat diperlukan oleh tubuh yang berguna untuk kesehatan mata (agar dapat melihat dengan baik) dan untuk kesehatan tubuh (meni ngkatkan daya tahan tubuh untuk melawan penyakit misalnya campak. Kekurangan vitamin A menyebabkan mata tak dapat menyesuaikan diri terhadap perubahan cahaya yang masuk dalam retina. bercak seperti busa pada bagian putih mata (bercak bitot). 2010). Karena fungsi tersebut. H. seperti diare. Bila kekurangan vitamin A berkelanjutan maka anak akan mengalami xerophtalmia yang mengakibatkan kebutaan. menjaga tubuh dari infeksi. seperti diare atau infeksi pencernaan. asupan vitamin A-nya kurang (Zulkarnaen. 2009) . Terganggunya pertumbuhan pada bayi. vitamin A membangun sel-sel kulit dan memperbaiki sel-sel tubuh. Mengakibatkan campak yang berat yang berkaitan dengan adanya komplikasi pada anakanak serta menghambat penyembuhan. (Melenotte et al. yaitu mata sulit melihat kala senja atau dapat juga terjadi saat memasuki ruangan gelap. Seluruh kornea mata melunak seperti bubur (Ulserasi Kornea) dan Bola mata mengecil / mengempis (Xeroftahalmia Scars). 2012). 7. sebagian hitam mata melunak ( Keratomalasia ). 2. Kerusakan pada bagian putih mata mengering dan kusam (Xerosis konjungtiva). sistem pertahanan tubuh akan hilang. 3. Untuk itu peran ibu sangat penting dalam menjaga ketahanan tubuh bayi yakni dengan memberikan ASI eksklusif. maka secara otomatis. diare. Selain itu kekurangan vitamin A menyebabkan tubuh rentan terhadap infeksi bakteri dan virus.Kebutuhan vitamin A yang cukup dalam tubuh. pembentukan epitelium kulit tangan dan kaki terganggu.Ini memicu tubuh rentan terserang penyakit. misalnya pada epitil saluran pencernaan dan pernapasan serta kulit. Vitamin A bisa terserap dalam tubuh yang kondisinya baik. Sebagai konsekuensi awal terjadilah rabun senja. Vitamin A membantu dalam hal integritas atau ketahanan retina serta menyehatkan bola mata. ginjal dan paru-paru. bagian kornea kering dan kusam (Xerosis kornea). Anak usia balita sangat rentan kekurangan vitamin A karena kondisi tubuhnya rentan terhadap penyakit. vitamin A sangat bagus dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Sebagai vitamin yang larut dalam lemak. Vitamin A fungsinya tak secara langsung mengobati penderita minus. Jika tubuh anak sering terkena penyakit. 2. Hipervitaminosis pada orang dewasa menimbulkan sakit kepala. Tanpa vitamin A. kulit kering dan gatal-gatal. (Sugiarno. 4. mual-mual dan diare. agar mempunyai ketahanan tubuh yang cukup. busung lapar atau gangguan saluran pernapasan. dan penyakit infeksi lain) (Depkes RI. menjaga dan melindungi mata. 5. Terhentinya proses pertumbuhan. serta menjaga pertumbuhan tulang dan gigi. 6. Hemarolopia atau kotok ayam (rabun senja). tapi bisa menghambat minus. Selain itu. Hipervitaminosis A pada anak-anak dapat menimbulkan anak tersebut cengeng. dampak kekurangan Vitamin A bagi balita antara lain: 1.

d. wortel dan sayur-sayuran yang berwarna ( Hassan. selain membuat orang menjadi kurus juga kekurangan vitamin-vitamin. Namun. Berbagai studi yang dilakukan mengenai vitamin A ibu nifas memperlihatkan hasil yang berbeda-beda. meningkatnya resiko infeksi dan penyakit reproduksi. dengan dosis 200. kurang gizi. Upaya meningkatkan konsumsi bahan makanan sumber vitamin A melalui proses Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) merupakan upaya yang paling aman. ( McGuire S. Namun disadari bahwa penyuluhan tidak akan segera memberikan dampak nyata. 2009). penyakit usus yang menahun akan mengakibatkan penyerapan vitamin A dari usus terganggu. Untuk mencegah kekurangan vitamin A makanlah pepaya. baik sehat maupuan tidak sehat. Satu kapsul diberikan satu kali secara serentak pada bulan Februari dan Agustus. baik sehat maupun tidak sehat. Suplementasi dapat dilanjutkan hingga 12 minggu selama kehamilan hingga melahirkan. berisiko mengalami KVA karena pada masa tersebut ibu membutuhkan vitamin A yang tinggi untuk pertumbuhan janin dan produksi ASI.000 SI (warna biru). Di Negara berkembang. Wanita hamil : suplemen vitamin A tidak direkomendasikan selama kehamilan sebagai bagian dari antenatal care rutin untuk mencegah maternal and infant morbidity dan mortality. vitamin A berperan penting untuk memelihara kesehatan ibu selama masa kehamilan dan menyusui. Hal ini perlu ditekankan bahwa WHO mengidentifikasi populasi berisiko sebagai mereka yang prevalensi menderita rabun senja ≥5% pada wanita hamil atau ≥5% pada anak – anak yang berusia 24–59 bulan. pada bulanbulan pertama kehidupannya. dengan tujuan agar bayi memperoleh vitamin A yang cukup melalui ASI (Depkes RI. menunjukkan bahwa terdapat penurunan jumlah kasus demam pada anak-anak tersebut dan waktu kesembuhan yang lebih cepat saat mereka terkena ISPA.000 SI (warna merah). Anak-anak yang sama sekali tidak mendapatkan ASI akan beresiko lebih tinggi terkena Xeropthalmia dibandingkan dengan anak-anak yang mendapatkan ASI walau hanya dalam jangka waktu tertentu. suatu kondisi yang kerap terjadi karena kurang vitamin A (KVA). pada daerah dimana terdapat masalah kesehatan publik yang berat yang berkaitan dengan kekurangan vitamin A. c. Oleh sebab itu. e. serta menurunkan kelangsungan hidup ibu hingga dua tahun setelah melahirkan (Dinkes Jateng. dengan dosis 100. 2008). paling lambat 30 hari setelah melahirkan. kekurangan berat badan.a.000 IU setiap minggu. Berhubungan erat pada kejadian anemia pada ibu. Buta senja pada ibu menyusui. Ibu nifas. Anak-anak usia enam bulan yang ibunya mendapatkan kapsul vitamin A setelah melahirkan. maka suplementasi vitamin A direkomendasikan untuk mencegah rabun senja. bayi sangat bergantung pada vitamin A yang terdapat dalam ASI. Untuk melakukan pengobatan harus berobat pada dokter dan biasanya dokter akan memberikan suntikan vitamin A setiap hari sampai gejalanya hilang. Anak balita umur 1-5 tahun. Pada ibu hamil dan menyusui. terlahir dengan cadangan vitamin A yang terbatas dalam tubuhnya (hanya cukup memenuhi kebutuhan untuk sekitar dua minggu). Selain itu kegiatan konsumsi kapsul vitamin A masih bersifat rintisan. 2012) Ibu nifas: suplementasi vitamin A pada ibu nifas tidaklah direkomendasikan untuk mencegah morbiditas dan mortalitas pada ibu dan bayi. b. Secara khusus. sangatlah penting bahwa ASI mengandung cukup vitamin A. termasuk kekurangan vitamin A. Oleh sebab itu penanggulangan KVA saat ini masih bertumpu pada pemberian kapsul vitamin A dosis tinggi. Satu kapsul diberikan satu kali secara serentak pada bulan Februari dan Agustus. .000 SI (warna merah). Ibu hamil dan menyusui seperti halnya juga anak-anak. Bayi umur 6-11 bulan. walaupun mereka dilahirkan dari ibu yang berstatus gizi baik dan tinggal di Negara maju. wanita hamil dapat mengkonsumsi hingga 10. 2012) Kekurangan makan makanan bergizi yang berlarut-larut. 2007) Semua anak. diberikan satu kapsul vitamin A dosis 200. ( McGuire.000 IU vitamin A setiap harinya atau vitamin A hingga 25.

tomat. Vitamin A yang terdapat dalam kapsul tersebut cukup untuk membantu melindungi anak-anak dari timbulnya beberapa penyakit yang pada gilirannya akan membantu menyelamatkan penglihatan dan kehidupan mereka ( Maryam. dan keju merupakan sumber-sumber vitamin A yang baik. telur. seperti bahan sereal. Tubuh manusia dapat mensintesa vitamin A dari karoten atau pro vitamin A yang terdapat di sayuran dan buah-buahan yang berwarna. sehingga perlu diberikan perbaikan gizi. 2010 ). kelenjar. kapsul vitamin A didistribusikan secara gratis kepada semua anak yang mengunjungi Posyandu dan Puskesmas. semangka. Vitamin A juga terdapat dalam betakaroten serta karotenoid lainnya. Karoten dapat membantu sistem kekebalan tubuh. Untuk itu bagi ibu nifas dianjurkan banyak mengkonsumsi sayuran terumata yang banyak mengandung Vitamin A. buah-buahan.Program nasional pemberian suplemen vitamin A adalah upaya penting untuk mencegah kekurangan vitamin A di antara anak-anak Indonesia. serta fungsi mata. 2007) Kadar Vitamin A dalam air susu sangat dipengaruhi oleh jumlah dan jenis makanan yang dikonsumsi selama menyusui. apel. 2009) J. umbi. ASI tetap menjadi sumber yang penting dari vitamin A dan karoten (zat gizi yang banyak terdapat secara alami dalam buahbuahan dan sayur-sayuran).000 IU peroral dan pada hari kesatu dan kedua. sedangkan bagi bayi yang berumur kurang dari 6 bulan kebutuhan Vitamin A diperoleh dari Air Susu Ibu (Sugiarno. (Sugiarno. Dianjurkan bila diagnosa defisiensi vitamin A ditegakkan maka berikan vitamin A 200. dan sebagainya. Setiap Februari dan Agustus. I. 2010) Vitamin A sangat penting bagi kesehatan kulit. Belum ada perbaikan maka diberikan obat yang sama pada hari ketiga. bijibijian. Tujuan Program ini adalah untuk mendistribusikan kapsul vitamin A pada semua anak di seluruh wilayah Indonesia dua kali dalam satu tahun. hewani dan bahan-bahan olahan lainnya. Sumber Vitamin A Pada umumnya kecukupan Vitamin A pada orang dewasa didapat dari makanan yang di konsumsi setiap hari. 2010). Untuk memperolehnya harus diambil dari sumber diluar tubuh terutama dari sumber alam. (Dinkes Jateng. sayuran. Angka Kecukupan Gizi Vitamin A .(Desi & Dwi. Sekalipun pada waktu lahir bayi memiliki simpanan vitamin A. seperti wortel. Demikian juga bagi anak anak selain didapat dari makanan juga dari suplemen Vitamin A. Hati. Biasanya diobati gangguan proteinkalori mal nutrisi dengan menambah vitamin A. Vitamin A adalah salah satu zat gizi esensial yang tidak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh manusia. Pemberian vitamin A akan memberikan perbaikan nyata dalam satu sampai dua minggu.

tomat. tentu saja. sekitar 1-60 RE/100 gr.Halati (2006) menyatakan bahwa angka kecukupan gizi (AKG) anak balita sekitar 350 Retinol Ekuivalen (RE). Tapi. terdapat pada jagung. susu segar. Angka ini dihitung dari kandungan vitamin A dalam makanan nabati atau hewani yang dikonsumsi. angka 350 RE terdapat pada tiga butir telur atau 250 gram bayam. apalagi dalam jumlah besar. Untuk sumber makanan hewani. adalah pepaya. lebih dari 150 RE/100 gr. daging ayam dan hati. Sementara sumber makanan nabati dengan kandungan vitamin A lebih rendah. pisang. wortel. belimbing. seorang anak akan bosan jika terus menerus diberi telur dan bayam. ubi jalar. Sebagai gambaran. Jadi seorang anak balita memenuhi kecukupan gizi vitamin A jika ia mengonsumsi tiga telur atau 250 gram bayam dalam sehari. kandungan vitamin A dalam jumlah besar terdapat pada telur. mangga. semangka. Sayuran dan buah yang mengandung AKG dalam jumlah besar. dan udang memiliki kandungan vitamin A tergolong kecil. bayam. kangkung. Sedangkan ikan. Terdapat banyak sayuran dan buah yang mengandung vitamin A. . dan sebagainya. dan sejenisnya.

7. e. Vitamin A adalah salah satu zat gizi dan golongan vitamin yang sangat diperlukan oleh tubuh yang berguna untuk kesehatan mata (agar dapat melihat dengan baik) dan untuk kesehatan tubuh (meningkatkan daya tahan tubuh untuk melawan penyakit. d. f. reproduksi. b. Kekurangan vitamin A menyebabkan mata tak dapat menyesuaikan diri terhadap perubahan cahaya yang masuk dalam retina. Selain itu kegiatan konsumsi kapsul vitamin A masih bersifat rintisan. Keratomalasia dan Ulcus Kornea = X3 A . Bila kekurangan vitamin A berkelanjutan maka anak akan mengalami xerophtalmia yang mengakibatkan kebutaan. diferensiasi sel. Namun disadari bahwa penyuluhan tidak akan segera memberikan dampak nyata. status fisiologis. vitamin A juga berfungsi dalam sistem kekebalan (anti infeksi). Kekurangan Vitamin A (KVA) adalah penyakit yangdisebabkan oleh kurangnya asupan vitamin A yang memadai. Xeroftalmia Fundus (XF). 8. Faktor risiko kekurangan vitamin A adalah usia. Kesimpulan 1. X3 B. 6. Xerosis kornea = X2. c. Arisman (2002) menyatakan bahwa KVA bisa timbul karena menurunnya cadangan vitamin A pada hati dan organ-organ tubuh lain serta menurunnya kadar serum vitamin A dibawah garis yang diperlukan untuk mensuplai kebutuhan metabolik bagi mata. Hal ini dapatmenyebabkan rabun senja. 2. pertumbuhan dan perkembangan. kondisi sosialekonomi. 4. Buta senja = XN. g. Xerosis konjunctiva = XI A. . Upaya meningkatkan konsumsi bahan makanan sumber vitamin A melalui proses Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) merupakan upaya yang paling aman. Xeroftalmia Scar (XS) = jaringan parut kornea. khususnya diare dan penyakit infeksi). gender. Sebagai konsekuensi awal terjadilah rabun senja. Selain berfungsi pada sistem penglihatan. dan pencegahan kanker. 5. 3. KVA bisa timbul karena menurunnya cadangan vitamin A pada hati dan organ-organ tubuh lain serta menurunnya kadar serum vitamin A dibawah garis yang diperlukan untuk mensuplai kebutuhan metabolik bagi mata. pola penyakit.BAB III PENUTUP A. Oleh sebab itu penanggulangan KVA saat ini masih bertumpu pada pemberian kapsul vitamin A dosis tinggi. Xerosis konjunctiva dan bercak bitot = XI B.xeroftalmia dan jika kekurangan berlangsung parah danbe rkepanjangan akan mengakibatkan keratomalasia. Gejala klinis KVA pada mata menurut klasifikasi WHO sebagai berikut : a. yaitu mata sulit melihat kala senja atau dapat juga terjadi saat memasuki ruangan gelap. dan pengelompokan. diet.

B. Yogyakarta. biji-bijian. Desi dan Dwi 2009. dan sebagainya. 2012. Trans Info Medika. Asuhan Keperawatan pada Lansia. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi. Diakses darihttp://kuliahiskandar. 2010. Angka ini dihitung dari kandungan vitamin A dalam makanan nabati atau hewani yang dikonsumsi. Dengan demikian. Depkes RI. Maryam. Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah 2007.Siti dkk (2010). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.html . Maka untuk mencegah ataupun menanggulangi terjadinya peningakatan kekurangan vitamin A. Hati. 2009. 2011 . Sistem Kesehatan Nasional. DAFTAR PUSTAKA Arisman. sayur-sayuran dan juga hewani yang banyak mengandung vitamin A. telur. Vitamin A juga terdapat dalam beta-karoten serta karotenoid lainnya.9.com. Makalah Kekurangan Vitamin A “Ilmu Gizi”. Departemen Kesehatan RI.Bagian Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Palembang.unimus. Diakses dari http://handriharyadi. Semarang.ac. Jakarta.blogspot. Konsumsi Kapsul Vitamin A pada Ibu Nifas. dan keju merupakan sumber-sumber vitamin A yang baik. Proyek peningkatan Penelitian Pendidikan Tinggi. Gizi dalam daur kehiduan.blogspot. penulis menyarankan untuk lebih banyak mengomsumsi buah-buahan.com Iskandar. Haryadi. seperti wortel.id/files/disk1/103/jtptunimus-gdl-sugiamg0-5116-2-bab2. Zulkarnaen. semangka. Hendri. Gizi dalam Kesehatan Reproduksi.pdf http://srimurny. Saran Timbulnya berbagai penyakit akibat kekurangan vitamin A karena kurangnya perhatian terhadap kesehatan masing-masing individu dan keluarga. Jakarta. Tubuh manusia dapat mensintesa vitamin A dari karoten atau pro vitamin A yang terdapat di sayuran dan buah-buahan yang berwarna. Nuha Medika.blogspot. “Defesiensi Vitamin A” http://digilib. akan mengurangi resiko terjadinya penyakit akibat kekurangan Vitamin A. 10. Halati (2006) menyatakan bahwa angka kecukupan gizi (AKG) anak balita sekitar 350 Retinol Ekuivalen (RE). apel. 2002.com/2011/04/kekurangan-vitamin-kva. tomat. Kekurangan Vitamin A. Sugiamo.

protein.blogspot.com/makanan/2012/06/11/all-about-kva-kurang-vitamin-a468998.html http://titamenawati.depkes.com/2013/08/kekurangan-vitamin-kva_26.com/2013/09/makalah-kurang-vitamin-kva.id/index.2 Rumusan Masalah a. bayi yang tidak diberikan ASI eksklusif. Dapat mengetahui siapa saja yang bisa kekurangan vitamin A d. Apakah pengertian vitamin A? b.html http://kesehatan. Dapat mengetahui fungsi dari vitamin A c. Siapa sajakah yang bisa kekurangan vitamin A ? d.kompasiana.4 Metode .blogspot.html http://www.go.php?vw=2&id=2136 BAB I PENDAHULUAN 1. Kekurangan vitamin A dapat terjadi karena beberapa sebab antara lain konsumsi makanan yang tidak cukup mengandung vitamin A atau provitamin A untuk jangka waktu yang lama.http://muhsinrijal. Apa sajakah fungsi dari vitamin A? c. Dapat mengetahui pengertian vitamin A b. adanya kerusakan hati yang menyebabkan gangguan pembentukan retinol binding protein (RBP) dan prealbumin yang penting untuk penyerapan vitamin. Bagaimana akibat dari kekurangan vitamin A? e.1 Latar Belakang Kekurangan Vitamin A (KVA) masih merupakan masalah yang tersebar di seluruh dunia terutama negara berkembang dan dapat terjadi pada semua umur terutama pada masa pertumbuhan (balita).com/2013/02/kekurangan-vitamin-kva.3 Tujuan Penulisan a. Untuk mengetahui bagaimana penanggulangan jika kekurangan vitamin A 1. 1. menu tidak seimbang (kurang mengandung lemak.html http://misnakesling. adanya gangguan penyerapan vitamin A dan provitamin A seperti pada penyakit-penyakit antara lain diare kronik. Bagaimana penanggulangan agar tidak kekurangan vitamin A? 1. KEP dan lain-lain sehingga kebutuhan vitamin A meningkat.blogspot. Mengetahui apa saja akibat dari kekurangan vitamin A e. zink atau zat gizi lainnya) yang diperlukan untuk penyerapan vitamin A dan penggunaan vitamin A dalam tubuh. Kekurangan vitamin A dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh dan menurunkan epitelisme sel-sel kulit.

.Dalam pembuatan makalah ini kami menggunakan metode kepustakaan dan metode penelusuran.

Retinol atau Retinal atau juga Asam Retinoat. Bila terjadi pada permukaan usus halus dapat terjadi diare.2 Fungsi Vitamin A Selain berfungsi pada sistem penglihatan.telur.Sebaliknya. Dalam kaitan vitamin A berperan sebagai fungsi kekebalan.1 Pengertian Vitamin A adalah salah satu zat gizi dari golongan vitamin yang sangat diperlukan oleh tubuh yang berguna untuk kesehatan mata (agar dapat melihat dengan baik) dan untuk kesehatan tubuh (meningkatkan daya tahan tubuh untuk melawan penyakit misalnya campak. Disamping itu lapisan sel yang menutupi trakea dan paru-paru mengalami keratinisasi. Disamping itu. 2. dan papaya. diare dan penyakit infeksi lain). b.BAB II PEMBAHASAN 2. mangga. Vitamin A atau berdasarkan struktur kimianya dibagi menjadi 2 bentuk yaitu : a. hati. pertumbuhan dan perkembangan. infeksi dapat memperburuk kekurangan vitamin A. kekurangan vitamin A menurunkan respon antibody yang bergantung pada sel-T (limfosit yang berperan pada kekebalan sesular). dikenal sebagai faktor pencegahan xeropthalmia. bayam. seperti wortel. Betacarotene Sering disebut pro-vitamin A baru dapat dirasakan setelah mengalami proses pengolahan menjadi retinol. berfungsi untuk pertumbuhan sel epitel dan pengatur kepekaan rangsang sinar pada saraf mata. diferensiasi sel.Tubuh menyimpan retinol dan betacarotene dalam hati dan mengambilnya jika tubuh memerlukannya. dan pencegahan kanker. tidak mengeluarkan lender sehingga mudah dimasuki mikroorganisme penyebab infeksi saluran pernapasan. Pada anak-anak dapat menyebabkan komplikasi pada campak yang dapat mengakibatkan kematian. Retinol Retinol dapat dimanfaatkan langsung oleh tubuh karena umumnya sumber retinol diperoleh dari makanan hewani seperti. ditemukan bahwa: . sehingga mudah terserang infeksi. Menurut penelitian yang dilakukan Depkes bekerja sama dengan Helen KelIer International setiap tiga bulan sekali ini. reproduksi. Vitamin A juga berfungsi dalam sistem kekebalan ( anti infeksi ). Retinol berpengaruh terhadap pertumbuhan dan deferensiasi limfosit B ( leukosit yang berperan dalam proses kekebalan humoral ). makanan mereka sehari-hari di bawah angka kecukupan vitamin A yang ditetapkan untuk . maka fungsi kekebalan tubuh menjadi menurun. sekitar 10 juta anak balita yang berusia enam bulan hingga lima tahun-berarti setengah dari populasi anak balita-di Indonesia berisiko menderita kekurangan vitamin A. Perubahan pada permukaan saluran kemih dan kelamin dapat menimbulkan infeksi pada ginjal dan kantong kemih. atau minyak ikan yang mudah dicerna dalam tubuh. Sumber betacarotene berasal dari makanan nabati yang berwarna orange atau hijau tua. Bila vitamin A kurang. Jumlah yang dianjurkan berdasarkan Angka Kecukupan Gizi yang dianjurkan (KGA-2004) per hari 400 ug retinol untuk anak-anak dan dewasa 500 ug retinol. Walaupun mekanismenya belum diketahui pasti. Hasil penelitian yang dilaksanakan Survei Pemantauan Status Gizi dan Kesehatan (Nutrition & Health Surveillance System) selama 1998-2002 menunjukkan. ubi.

Gejala pertama dari kekurangan vitamin A biasanya adalah rabun senja.anak balita. yaitu 350-460 Retino Ekivalen per hari. akan berdampak pada berkurangnya fungsi sel epitel yang dalam meningkatkan status kekebalan atau daya tahan tubuh. maka sumsum tulang belakang tak mampu memproduksi sel-sel darah merah. Beberapa penderita mengalami anemia. Malnutrisi pada masa kanak-kanan (marasmus dan kwashiorkor). harus segera dievaluasi untuk mengetahui kemungkinan adanya malnutrisi. sehingga terjadilah anemia. tetapi juga karena kekurangan kalori dan protein menghambat pengangkutan vitamin A.selain itu vitamin A juga berpengaruh terhadap sumsum tulang belakang yang berfungsi sebai tempat memproduksi sel darah merah. Lalu diikuti dengan pemberian sebanyak 3 kali dosis harian yang dianjurkan selama 1 bulan. namun tidak mendapat perawatan tingkat kematiannya 49 persen lebih tinggi daripada yang mendapat sumplemen vitamin itu. kekurangan vitamin A juga memicu timbulnya penyakit anemia. bukan karena kurangnya vitamin A dalam makanan.meningkatkan resiko terjadinya kekurangan vitamin A. Kemudian akan timbul pengendapan berbusa (bintik Bitot) dalam bagian putih mata (sklera) dan kornea bisa mengeras dan membentuk jaringan parut (xeroftalmia). usus dan saluran kemih bisa mengeras. Beberapa penyakit yang mempengaruhi kemampuan usus dalam menyerap lemak dan vitamin yang larut dalam lemak. bahwa kekurangan vitamin A berkaitan dengan tingginya tingkat kematian pada balita. Karena itu. Jika kekurangan vitamin A. sel darah merah tak mampu bertahan lama sehingga umurnya menjadi pendek dan mudah pecah. .3 Siapa Saja Yang Bisa Kekurangan Vitamin A Kekurangan vitamin A banyak ditemukan di beberapa daerah seperti Asia Tenggara. Pada kekurangan vitamin A. Akibat kurangnya vitamin A. Populasi anak yang mengalami kekurangan vitamin A. Secara medis ada keterkaitan antara kekurangan vitamin A dan kematian pada balita. 2. sering disertai dengan xeroftalmia. Karena kondisi ini. Pembedahan pada usus atau pankreas juga akan memberikan efek yang sama. Kulit dan lapisan paruparu. vitamin A juga berfungsi menjaga integritas atau keutuhan sel darah merah. kadar vitamin A dalam darah menurun sampai kurang dari 15 mikrogram/100 mL (kadar normal 20-50 mikrogram/100 mL). Setelah itu diharapkan semua gejala sudah hilang. yang berfungsi sebagai katalis reaksi biokimia dalam tubuh. Kekurangan vitamin A diobati dengan pemberian vitamin A tambahan sebanyak 20 kali dosis harian yang dianjurkan selama 3 hari. tubuh menjadi kekuranagn zat besi atau darah merah. Penderita yang gejala-gejalanya tidak hilang dalam 2 bulan setelah pengobatan. Kekurangan vitamin A juga menyebabkan peradangan kulit (dermatitis) dan meningkatkan kemungkinan terkena infeksi. Selain fungsi-fungsi diatas. yang bisa menyebabkan kebutaan yang menetap. Jika vitamin A kurang. dimana padi yang digiling menjadi beras (yang mengandung sedikit vitamin A) merupakan makanan pokok. Lebih lanjut dijelaskan.

vitamin A sangat bagus dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Vitamin A membantu dalam hal integritas atau ketahanan retina serta menyehatkan bola mata. Kekurangan vitamin A menyebabkan mata tak dapat menyesuaikan diri terhadap perubahan cahaya yang masuk dalam retina. jika mereka tidak mengonsumsi vitamin A dalam jumlah yang seharusnya pada pola makan mereka. dan sayur-sayuran yang mengandung beta-karoten. Vitamin A berkaitan erat dengan kesehatan mata.4 Akibat dari Kekurangan Vitamin A Tubuh memerlukan asupan vitamin yang cukup sebagai zat pengatur dan memperlancar proses metabolisme dalam tubuh. Orang yang membatasi konsumsi mereka akan hati. menjaga dan melindungi mata. dapat mengalami kekurangan vitamin A. menjaga tubuh dari infeksi. yang mempunyai risiko lebih besar untuk timbulnya gejala-gejala KVA Kadar 10-20 ug/dl sudah termasuk kondisi hypovitaminosis Kadar dibawah 10 ug/dl sudah dianggap avitaminosis. Tanda-tanda awal kekurangan vitamin A :  Lemahnya penglihatan pada malam hari  Kulit kering  Meningkatnya risiko infeksi. Karena fungsi tersebut. Sebagai konsekuensi awal terjadilah rabun senja. biasanya terjadi karena kondisi-kondisi yang bermacam-macam. yang dapat menyebabkan kebutaan. misalnya pada epitil saluran pencernaan dan pernapasan serta kulit. yaitu mata sulit melihat kala senja atau dapat juga terjadi saat memasuki ruangan gelap. vitamin A membangun sel-sel kulit dan memperbaiki sel-sel tubuh. Bayi yang berat badannya saat lahir sangat rendah (2. - Bila pada orang normal kadar vitamin A dalam darah adalah 30 ug/dl atau lebih Kadar 20-30 ug/dl masih dapat diterima. dan metaplasia (kondisi pra-kanker)  Kekurangan vitamin A yang parah. yang menyebabkan mal-absorpsi. Vitamin A juga berperan dalam epitil. secara ekstrim jarang terjadi di lingkungan barat  Kekurangan vitamin A yang parah yang jarang terjadi. Bila . terlepas dari konsumsi vitamin A pada pola makannya. produk-produk yang berasal dari susu. Dilaporkan pula tingginya peristiwa kekurangan vitamin A pada orang yang terinfeksi HIV. beberapa dokter menyarankan untuk mengonsumsi suplemen vitamin A. meskipun pada tingkat yang dianggap rendah. 2. Untuk alasan ini. serta menjaga pertumbuhan tulang dan gigi.2 pounds atau 0. tapi bisa menghambat minus. Vitamin A fungsinya tak secara langsung mengobati penderita minus. dan suntikan vitamin A diberikan kepada bayi-bayi ini telah dilaporkan dapat mengurangi resiko sakit paru-paru. Orang dengan hipotiroid memiliki kemampuan yang lemah untuk mengubah betakaroten menjadi vitamin A.Kurang vitamin A (KVA) merupakan suatu kondisi dimana kadar vitamin A dalam darah menurun. Sebagai vitamin yang larut dalam lemak.99 kg atau kurang) memiliki resiko yang tinggi lahir dengan kekurangan vitamin A. Orang yang sudah sangat tua dengan diabetes tipe-2 menunjukkan penurunan vitamin A pada darahnya yang secara signifikan karena faktor usia.

000 UI. Vitamin A bisa terserap dalam tubuh yang kondisinya baik.Ini memicu tubuh rentan terserang penyakit. antara lain : a.00 UI setiap bulan februari dan agustus Ibu nifas : diberikan kapsul vitamin A dosis 200. Pemberian imunisasi pada anak harus terus dipantau supaya terhindar dari penyakit infeksi. Tanpa vitamin A. agar mempunyai ketahanan tubuh yang cukup. Anak yang terserang campak : diberikan kapsul vitamin A dosis 200. Melakukan fortifikasi vitamin A terhadap beberapa bahan makanan yang banyak dikonsumsi masyarakat dengan memperhatikan syarat-syarat fortifikasi. busung lapar atau gangguan saluran pernapasan. dapat diketahui dengan cara menganalisis makanan yang dikonsumsi sehari-hari dan melihat kondisi tubuh. ada beberapa langkah yang harus terus dilakukan. Anak usia balita sangat rentan kekurangan vitamin A karena kondisi tubuhnya rentan terhadap penyakit.Kebutuhan vitamin A yang cukup dalam tubuh. dosis 100. Mengkonsumsi makanan yang seimbang agar metabolisme vitamin A dalam tubuh dapat berjalan secara normal. Anak umur 1-5 tahun : diberikan kapsul vitamin A warna merah. seperti diare atau infeksi pencernaan. . dosis 200.Selain itu kekurangan vitamin A menyebabkan tubuh rentan terhadap infeksi bakteri dan virus. Contoh bahan makanan yang dapat dilakukan fortifikasi adalah pada MSG atau pada mie instant Meningkatkan program pemberian suplemen vitamin A yang sudah berjalan pada kelompok sasaran yaitu : Bayi umur 6-12 bulan : diberikan kapsul vitamin A warna biru.kekurangan vitamin A berkelanjutan maka anak akan mengalami xerophtalmia yang mengakibatkan kebutaan. sehari setelah melahirkan dan diberikan lagi 24 jam kemudian (masing-masing satu kapsul ). maka masalah defisiensi vitamin A ini tidak boleh diremehkan karena dapat menyebabkan kematian. Untuk itu peran ibu sangat penting dalam menjaga ketahanan tubuh bayi yakni dengan memberikan ASI eksklusif. Untuk mengatasi hal ini. asupan vitamin A-nya kurang 2. e.5 Penanggulangan Kekurangan Vitamin A Melihat dampak yang dapat diakibatkan oleh kekurangan vitamin A seperti yang dijelaskan di atas. c. maka secara otomatis. seperti diare. missal tidak menyebabkan perubahan rasa pada bahan makanan tersebut atau tidak menyebabkan kenaikan harga yang terlalu tinggi. Jika tubuh anak sering terkena penyakit. Memperbaiki pola makan masyarakat melalui penyuluhan-penyuluhan sehingga masyarakat kita semakin gemar mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan.000 UI.000 UI setiap bulan februari dan agustus. b. sistem pertahanan tubuh akan hilang.     d.

DAFTAR PUSTAKA Sediaoetama. Vitamin A berfungsi antara lain menjaga . Kekurangan vitamin A banyak ditemukan di beberapa daerah seperti Asia Tenggara. Dan perbanyak makan wortel.1 Kesimpulan Vitamin A adalah salah satu zat gizi dari golongan vitamin yang sangat diperlukan oleh tubuh yang berguna untuk kesehatan mata (agar dapat melihat dengan baik) dan untuk kesehatan tubuh (meningkatkan daya tahan tubuh untuk melawan penyakit misalnya campak.supaya kita tidak kekurangan vitamin A.Jakarta : Dian Rakyat. Sebagai tenaga medis khususnya keperawatan juga berperan penting dalam penanggulangan kekurangan vit A.Achmad Djaeni. Penanggulangan KVA ini adalah dengan memperbaiki pola makan masyarakat.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=975 http://organisasi. Ilmu Gizi untuk Mahasiswa dan Profesi. tomat.2 Saran Bagi pembaca diharapkan agar dapat menerapkan pola hidup sehat sehingga terhindar dari berbagai penyakit. Vitamin-vitamin ini selain dapat diperoleh dari makanan dapat juga diperoleh melalui suplemen-suplemen yang mengandung vitamin.com/mod. dimana padi yang digiling menjadi beras (yang mengandung sedikit vitamin A) merupakan makanan pokok. diare dan penyakit infeksi lain). dan sayur –sayuran yang mengandung vit A. 3.2004. dimana seorang perawat diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat tentang pentingnya vit A. Salah satu jenis vitamin yang dibutuhkan adalah vitamin A atau yang disebut juga retinol. http://www.cybertokoh. Kekurangan vitamin A (KVA) dapat mengakibatkan berbagai macam penyakit seperti : rabun senja. perbanyak mengkonsumsi sayuran dan buahbuahan.org/pengertian_dan_definisi_vitamin_fungsi_guna_sumber_akibat_kekuran gan_macam_dan_jenis_vitamin Agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal dibutuhkan antara lain vitamin.BAB III PENUTUP 3. Beberapa penyakit yang mempengaruhi kemampuan usus dalam menyerap lemak dan vitamin yang larut dalam lemak.meningkatkan resiko terjadinya kekurangan vitamin A.

Bila tidak segera diberi vitamin A.kelembaban dan kejernihan selaput lendir. Keadaan umum anak biasanya buruk dan mengalami gizi buruk. kuning telur. Pada tahap ini penglihatan akan membaik dalam waktu 2-4 hari dengan pemberian kapsul vitamin A yang benar. memungkinkan mata dapat melihat dengan baik dalam keadaan kurang cahaya (sore atau senja hari). sehingga bayi akan mendapatkan vitamin A yang cukup dari ASI. Bila tidak ditangani akan tampak bercak putih seperti busa sabun atau keju yang disebut bercak Bitot (X1B) terutama di daerah celah mata sisi luar. serta konjungtiva tampak menebal. Kekurangan vitamin A terjadi terutama karena kurangnya asupan vitamin A yang diperoleh dari makanan sehari-hari. Bila dibiarkan dapat berkembang menjadi xerosis konjungtiva (X1A). berlipat-lipat dan berkerut-kerut.� kelainan-kelainan pada mata seperti xerosis dan xerophthalmia. Sedangkan provitamin A dapat diperoleh dari sayursayuran berdaun hijau gelap dan buah-buahan berwarna kuning atau merah serta minyak kelapa. Akibat dari kekurangan vitamin A ini bermacam-macam antara lain terhambatnya pertumbuhan. berkeriput. menderita penyakit campak. Vitamin A dapat diperoleh pada minyak hati ikan. mentega. ISPA. Xerosis konjungtiva akan membaik dalam 2-3 hari dan kelainan pada mata akan menghilang dalam waktu 2 minggu dengan pemberian kapsul vitamin A yang benar. Bila tahap ini berlanjut terus dan tidak segera diobati akan terjadi keratomalasia (X3A) atau kornea melunak seperti bubur dan ulserasi kornea (X3B) atau perlukaan. serta meningkatnya kemungkinan menderita penyakit infeksi. Pada keadaan berat akan tampak kekeringan pada seluruh permukaan konjungtiva atau bagian putih mata. Kornea tampak suram dan kering dan permukaannya tampak kasar. gangguan pada kemampuan mata dalam menerima cahaya. Pada tahap ini kornea dapat pecah. Pada anak yang mengalami kekurangan energi dan protein. Kebutaan yang terjadi bila sudah mencapai tahap ini tidak . dan berubah warna menjadi kecoklatan dengan permukaan terlihat kasar dan kusam. Tetapi dengan pemberian kapsul vitamin A yang benar dan dengan pengobatan yang benar bercak Bitot akan membaik dalam 2-3 hari dan kelainan pada mata akan menghilang dalam 2 minggu. Bahkan pada anak yang mengalami kekurangan vitamin A berat angka kematian meningkat sampai 50%. krim dan margarin yang telah diperkaya dengan vitamin A. Selain itu keadaan umum penderita sangat buruk. dapat terjadi kebutaan dalam waktu yang sangat cepat. serta pada ibu nifas akan meningkatkan mutu vitamin A dalam ASI. Tanda-tanda khas pada mata karena kekurangan vitamin A dimulai dari rabun senja (XN) dimana penglihatan penderita akan menurun pada senja hari bahkan tidak dapat melihat dilingkungan yang kurang cahaya. Selaput lendir atau bagian putih bola mata tampak kering. Pemberian kapsul vitamin A dan pengobatan akan menyebabkan keadaan kornea membaik setelah 2-5 hari dan kelainan mata sembuh setelah 2-3 minggu. Tahap selanjutnya bila tidak ditangani akan terjadi xerosis kornea (X2) dimana kekeringan akan berlanjut sampai kornea atau bagian hitam mata. kekurangan vitamin A terjadi selain karena kurangnya asupan vitamin A itu sendiri juga karena penyimpanan dan transpor vitamin A pada tubuh yang terganggu. diare.

diare. pneumonia) dan kecacingan. anak yang tidak mendapat makanan pendamping ASI yang cukup. Selanjutnya akan terjadi jaringan parut pada kornea yang disebut xeroftalmia scars (XS) sehingga kornea mata tampak menjadi putih atau bola mata tampak mengempis. harus mendapat 1 kapsul vitamin A biru dan seluruh anak balita usia 12-59 bulan mendapat kapsul vitamin A warna merah. serta anak yang kurang/jarang makan makanan sumber vitamin A.bisa disembuhkan.000 SI) untuk bayi berusia 6 sampai 11 bulan� atau 1 kapsul merah (200. Kelompok umur yang terutama mudah mengalami kekurangan vitamin A adalah kelompok bayi usia 6-11 bulan dan kelompok anak balita usia 12-59 bulan (1-5 tahun). TBC. Sedangkan yang lebih beresiko menderita kekurangan vitamin A adalah bayi berat lahir rendah kurang dari 2. 1 kapsul biru (100. Pada hari kedua diberikan 1 kapsul vitamin A sesuai umur dan dua minggu kemudian diberi lagi 1 kapsul vitamin A juga sesuai umur. anak kurang gizi atau di bawah garis merah pada KMS. diberikan kapsul vitamin A pada hari pertama pengobatan sebanyak � (50. Memperhatikan akibat kekurangan vitamin A seperti yang telah disebutkan di atas maka untuk mencegah terjadinya kekurangan vitamin A di Posyandu atau Puskesmas pada setiap bulan Februari dan Agustus seluruh bayi usia 6-11 bulan. (Keith dan West. namun data terakhir menunjukkan bahwa KVA pada wanita usia reproduksi dapat meningkatkan resiko kesakitan dan kematian selama kehamilan dan periode awal postpartum. KVA terutama sekali mempengaruhi anak kecil.1 Latar Belakang Kekurangan vitamin A (KVA) merupakan masalah kesehatan utama di negara yang sedang berkembang termasuk Indonesia. Hal ini menjadi nyata bahwa KVA dapat terus berlangsung mulai usia sekolah dan remaja hingga masuk ke usia dewasa.000 SI) kapsul biru untuk bayi berusia kurang atau sama dengan 5 bulan. dimana penglihatan masih dapat disembuhkan. Sedangkan untuk ibu nifas sampai 30 hari setelah melahirkan mendapat 1 kapsul vitamin A warna merah.000 SI) untuk anak 12-59 bulan. Untuk mengobati anak dengan gejala buta senja (XN) hingga xerosis kornea (X2). pertumbuhan yang terbatas. 2008) Meskipun konsekuensi kesehatan dari KVA tidak digambarkan dengan baik di atas anak usia dini. diantara mereka yang mengalami defisiensi dapat mengalami xerophthalmia dan dapat berakhir menjadi kebutaan. anak yang tidak pernah mendapat kapsul vitamin A dan imunisasi di Posyandu maupun Puskesmas. baik mutu maupun jumlahnya.5 kg. pertahanan tubuh yang lemah. anak yang tidak mendapat ASI eksklusif dan tidak diberi ASI sampai usia 2 tahun. KVA yang berat pada maternal juga memberikan kerugian bagi anak baru lahir . anak dari keluarga miskin. eksaserbasi infeksi serta meningkatkan resiko kematian. anak yang tinggal di dareah dengan sumber vitamin A yang kurang. anak yang menderita penyakit infeksi (campak. BAB I PENDAHULUAN 1.

2008) KVA pada anak biasanya terjadi pada anak yang menderita Kurang Energi Protein (KEP) atau Gizi buruk sebagai akibat asupan zat gizi sangat kurang. Kurangnya konsumsi makanan (< 80 % AKG) yang berkepanjangan akan menyebabkan anak menderita KVA. dimana keluarga tidak mampu memberikan makan yang cukup. Tujuan Penulisan Yang menjadi tujuan dalam penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui gambaran umum mengenai KVA (Kurang Vitamin A) beserta program – program yang dapat dilakukan dalam upaya pencegahan masalah KVA ini. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. 1. jauh dari jarak yang akurat. Vitamin A stabil terhadap panas. yang umumnya terjadi karena kemiskinan. Hal ini terjadi karena kurangnya pengetahuan orang tua / ibu tentang gizi yang baik.karena dapat akibatkan peningkatan kematian dibulan pertama kehidupan. diare dan infeksi lain karena daya tahan anak tersebut menurun. Dalam beberapa tahun terakhir. asam dan alkali tetapi sangat mudah teroksidasi oleh udara dan akan rusak pada suhu tinggi.3. Kemajuan telahdilakukan selama 4 dekade terakhir dalam memperkirakan beban KVA. faktor resiko.( Heijthuijsen. terutama dengan menggabungkan dan mengekstrapolasikan data prevalensi dari negara dimana telahdikumpulkan dalam populasi dengan profil demografis yang sama dan risiko yang telahdiantisipasi.2. termasuk zat gizi mikro dalam hal ini vitamin A.2013) 1. hingga pada terapi dan program pencegahan Kekurangan Vitamin A (KVA) di Indonesia.1. cacar air. Gangguan penyerapan pada usus juga dapat menyebabkan KVA walaupun hal ini sangat jarang terjadi. (Olson dan Mello. Sebagai konsekuensi dari meningkatnya pemahaman tentang KVA maka sangat penting bahwa beban kesehatan yang dihasilkan dikuantifikasi setepat mungkin. KVA telah diperkirakan mempengaruhiantara 75 dan 254 juta anak prasekolah setiap tahun. Oleh karena itu dirasakan perlunya Program penanggulangan masalah KVA bertujuan untuk menurunkan prevalensi KVA terutama ditujukan kepada kelompok sasaran rentan yaitu balita dan wwanita yang berada pada usia reproduksi.1 Vitamin A 2. ( Arlappa. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah. Program ini sejalan denganVision 2020 The Right to Sight yang bertujuan untuk menurunkan masalah kebutaan di Indonesia. campak. penulis ingin menyajikan makalah mengenai Kekurangan Vitamin A (KVA) yang meliputi pengertian.2011) . Pengertian Vitamin A Vitamin A merupakan salah satu vitamin yang larut dalam lemak atau minyak dan merupakan vitamin yang esensial untuk pemeliharaan kesehatan dan kelangsungan hidup. penyebab. sebagai dasar tindakan dan pemantauan serta evaluasi program pencegahan selanjutnya. Keith dan West. Anak yang menderita KVA mudah sekali terserang infeksi seperti infeksi saluran pernafasan akut.1. et al . Namun masalah KVA dapat juga terjadi pada keluarga dengan penghasilan cukup. 2012. Sampai saat ini masalah KVA di Indonesia masih membutuhkan perhatian yang serius. Tidak ada perkiraan permasalahan kesehatan global KVA ibu atau adanya insidensi tahunankebutaan malam ibu (XN).

1. konsentrasi serum retinolyang secara homeostatik dikontrol dan tidak mulai menurun sampai cadangan vitamin Adi hati yang sangat rendah. maka fungsi utama adalah untuk penglihatan. yang berkorelasi dengan indikator status vitamin A yang lebihsensitif lainnya hasilnya menjadi normal.2011) Konsentrasi retinol serum telah digunakan secara luas untuk mengidentifikasi populasi yang berisiko terhadap KVA.2. protein pengikat retinol (RBP) adalah negatifprotein fase akut. Karena tingginya tingkat infeksi pada anakanak yang beresiko KVA danmekanisme homeostatis. serum retinol tidak selalu merespon strategi intervensi vitaminA. 2003) 2. fungsional dan histologis status vitamin A meliputi xerophthalmia. Disamping itu vitamin A juga membantu pertumbuhan dan mempunyai peranan penting dalam jaringan epitel. pada orang sehat. kekurangan vitamin A subklinis lebih sering terjadi. Konsentrasi retinol ASI juga telah diajukan sebagai ukuran status . khususnya kekurangan zat besi. Conjunctival impression cytology (CIC) telah digunakan pada penelitian namun tampak memberikan pengaruh yang negative pada negara kering Afrika. (Tanumihardjo. sitologi konjunctiva serta tes adaptasi gelap (adaptometry) (Tabel 1). (Marsetyo & Karta Sapoetra. Saat ini. Selanjutnya. rabun senja. Indikator Status Vitamin A 2. Selain itu. banyak yang hanya memiliki satu mata yang abnormal.1. Peralatan yang penting untuk melakukan CIC tidaklah mahal. Kertas saring kemudian ditempatkan dalam fiksasi dan kemudian diwarnai untuk membedakan sel goblet dari sel endotel.1.Vitamin A merupakan komponen penting dari retina (selaput jala). Kekurangan zat besi juga dapat menurunkanpenggerakan vitamin A dari penyimpanan hati.(Tanumihardjo. Kelemahan utama dari serum retinol adalah sampel darah yang diperlukan. Status nutrisi lainnya. Singkatnya.Dalam pengalaman kami dengan anak-anak Indonesia.2. respon terhadap dosis relatif dan tes respon terhadap dosis relative yang dimodifikasi serta tes deuterated retinol isotope dilution (Tabel 2). Indikator Saat Ini Indikator biologis. buta senja selama kehamilan dan tes adaptasi gelap telah diusulkan sebagai metode penilaian populasi oleh IVACG pada tahun 2001. mungkin juga berpengaruh negatif terhadap konsentrasi serum retinol. Sementara tes tanda dan fungsi mata masih digunakan pada daerah dimana terjadi kekurangan vitamin A yang berat. Sel-sel goblet dihitung di bawah mikroskop danmata diklasifikasikan sebagai normal atau abnormal berdasarkan jumlah sel goblet.2011) Metode pemeriksaan biokimia yang tersedia termasuk serum retinol dan konsentrasi retinol dalam air ASI. sehingga serum retinol dan konsentrasi RBP akan turun selama masainfeksi. lingkaran kecil kertas saring dengan cepat menyentuh ke permukaan mata menggunakan perangkat pompa manual untuk dalam posisi memegang kertas.

(Tanumihardjo et al.4didehydroretinyl asetat sebagai standar internal.vitamin A pada populasi. Kami telah menyederhanakan ujiASI dengan menggunakan 3. penelitian di Indonesia telah menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelompok anak – anak yang tinggal secara harfiah berbeda satu sama lain. jika perempuan menyusui dari masyarakat yangmemiliki status vitamin A marginal. (Tanumihardjo et al. nilai-nilaiMRDR ( rasio dehydroretinol terhadap retinol pada 5 jam pasca dosis) selalu ditemukan0. Selama 2 dekade terakhir. status ibu biasanya dapat menjadi prediksi perawatan bayi.Sementara indikator yang unik untuk ibu menyusui.4didehydoretinol ke retinol dihitung. CV metode ini hanya 4.2007) 2.04 (Tanumihardjo dan Olson.2006). yang meliputi memberikan dosis rendah retinyl ester dan mengambil sampel darah 0 dan 5 jam setelah dosis dan menghitung peningkatan dalam persen telah digunakan dalam beberapa penelitian.1 dan 1.2.Dengan memberikan sebuah tantangan dosis retinil ester.4-didehydoretinol sangat rendah didalam plasma manusia. Karena konsentrasi sirkulasi 3.2009) . Oleh karena itu.4-didehydroretinyl acetate sebagai dosis tantangan dan selanjutnya disebut modified relative dose response (MRDR) tes. Sampel ASI tidak perludiproses lebih lanjut di Field Station.2 Indikator Di Masa Depan Metode yang dalam pengembangan meliputi DBS retinol determinasi.1. kemungkinan besar bahwa anak . konsentrasiprotein pengikat retinol dan retinol binding protein untuk rasio transthyretin (RBP: TTR). Pengumpulan ASI kurang invasif dan biasanya lebih mudah daripada menggambar darah. Tes MRDR telah digunakan secara luas diseluruh dunia untuk mendiagnosa status subklinis vitamin A. 2007) Tes relative dose response (RDR). metode lain untuk menentukan status vitamin A telah dikembangkan bahwa yang lebih mencerminkancadangan vitamin A di hati merupakan standar emas. Meskipunefisiensi ekstraksi (atau tingkat saponifikasi) yang diperoleh adalah 23-89% dengan memvariasikan masa saponifikasi. yang akan mengikat retinoldengan kelebihan RBP dan dikirim keluar ke serum sebagai holo-RBP-retinol kompleks.8% untuk masing – maisng 250 dan 500 L sampel ASI.retinoyl-glukuronida (RAG) uji hidrolisis dan C -retinol isotop uji dilusi 13 menggunakan gas kromatografi-pembakaran-rasio isotop spektrometri massa (GCCIRMS) deteksi(Tabel 2). sampel darah tunggal adalah semua yang diperlukan 4 sampai 6 jam setelahdosis dan rasio 3.( Craft. Pada anak-anak Amerika yang sehat dan orang dewasa dari keluarga berpendapatan menengah hingga tinggi. Status rendah vitamin A pada wanita hamil dan menyusui di negara sedang berkembang telah menunjukkan besarnya presentase nilai MRDR abnormal.Modifikasi dari metode ini dibuat dengan menggunakan 3. Tes RDR berdasarkan prinsip bahwa selama kurangnya vitamin A apo-RBP terakumulasi di hati. sehingga mempersingkat waktu persiapan sampel.anak padamasyarakat tersebut juga berisiko mengalami KVA.

Dimana kekurangan vitamin A dapat menurunkan respon antibody yang bergantung pada limfosit yang berperan sebagai kekebalan pada tubuh seseorang (Almatsier. Hewan betina dengan status vitamin A rendah mampu hamil akan tetapi mengalami keguguran atau kesukaran dalam melahirkan. peranan vitamin A dalam perkembangan jantung mamalia meliputi pembentukan pipa pola jantung dan lingkaran. terjadi kegagalan dalam pertumbuhannya. Penglihatan Vitamin A berfungsi dalam penglihatan normal pada cahaya remang.2008 2.(Melenotte et al. tenggorokan.2011) d. diferensiasi kardiomiosit dan pengembangan pembuluh koroner. Perkembangan Jantung Defek kardiak dan cabang aorta diamati sebagai bagian dari sindroma kekurangan vitamin A. Perkembangan Ginjal dan Saluran Kencing . Kemampuan retinoid mempengaruhi perkembangan sel epitel dan kemampuan meningkatkan aktivitas sistem kekebalan diduga berpengaruh dalam pencegahan kanker kulit. e. Fungsi Kekebalan Vitamin A berpengaruh terhadap fungsi kekebalan tubuh pada manusia. Reproduksi Pembentukan sperma pada hewan jantan serta pembentukan sel telur dan perkembangan janin dalam kandungan membutuhkan vitamin A dalam bentuk retinol.(Knutson dan Dame. Pada kekurangan vitamin A. payudara dan kandung kemih.. Suplementasi vitamin A dapat memperbaiki penglihatan yang kurang bila itu disebabkan karena kekurangan vitamin A. Dimana vitamin A dalam hal ini berperan sebagai asam retinoat.2008).1. ruang dan katup saluran keluar.2012) b. Pada anak – anak yang kekurangan vitamin A. paru-paru.2011) f. maka kecepatan mata beradaptasi setelah terkena cahaya terang berhubungan langsung dengan vitamin A yang tersedia didalam darah.Sumber : Tanumihardjo. (Knutson dan Dame. pertumbuhan tulang terhambat dan bentuk tulang tidak normal. Manfaat Vitamin A a.trabekulasi ventrikel. Pertumbuhan dan Perkembangan Vitamin A dibutuhkan untuk perkembangan tulang dan sel epitel yang membentuk email dalam pertumbuhan gigi. 2010) c. et al. (Tansuğ N. singkat kata. Bila kita dari cahaya terang diluar kemudian memasuki ruangan yang remang-remang cahayanya. Tanda pertama kekurangan vitamin A adalah rabun senja.3.

Hernia diafragma kongenital (CDH) terjadi pada sekitar satu dari 3000 kelahiran. Hati. 2007) Kadar Vitamin A dalam air susu sangat dipengaruhi oleh jumlah dan jenis makanan yang dikonsumsi selama menyusui.5. Karoten dapat membantu sistem kekebalan tubuh.Sebuah laporan terbaru di New England Journal of Medicine menunjukkan bahwa. Paru berkembang dari foregut endoderm selama perekembangan awal embrio. di daerah endemik dengan defisiensi vitamin A (retinol). Diafragma Fungsi diafragma sebagai otot utama respirasi dan sebagai pembatas antara ronggadada dan perut. seperti bahan sereal. Vitamin A adalah salah satu zat gizi esensial yang tidak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh manusia.4.2011) h. dan keju merupakan sumber-sumber vitamin A yang baik. ASI tetap menjadi sumber yang penting dari vitamin A dan karoten (zat gizi yang banyak terdapat secara alami dalam buahbuahan dan sayur-sayuran).(Desi & Dwi. dan sebagainya. Vitamin A juga terdapat dalam betakaroten serta karotenoid lainnya. anak-anak yang ibunya menerimasuplementasi vitamin A sebelum. sayuran.1. sedangkan bagi bayi yang berumur kurang dari 6 bulan kebutuhan Vitamin A diperoleh dari Air Susu Ibu (Sugiarno. tomat. Untuk itu bagi ibu nifas dianjurkan banyak mengkonsumsi sayuran terumata yang banyak mengandung Vitamin A. seperti wortel. Sumber Vitamin A Pada umumnya kecukupan Vitamin A pada orang dewasa didapat dari makanan yang di konsumsi setiap hari. Vitamin A sangat penting bagi perkembangan diafragma normal. umbi.Kekurangan vitamin A pada kehamilan dapat berkorelasi dengan kekuranganjumlah nefron sub-klinis dan sedikit defisit nefron yang tidak disadari pada saat lahir. 2010) Vitamin A sangat penting bagi kesehatan kulit. Untuk memperolehnya harus diambil dari sumber diluar tubuh terutama dari sumber alam. telur. 2009) 2.2011) 2. dan selama 6 bulan setelah kehamilan memilikifungsi paru-paru yang lebih baik ketika mereka diuji pada 9 sampai 11 tahun daripada anak-anak yang ibunya menerima suplemen beta karoten atau plasebo.2011) g. 2005). dan telah disimpulkan bahwa gangguansinyal retinoid dapat berkontribusi pada etiologi dari gangguan manusia. (Dinkes Jateng.(Knutson dan Dame. (Knutson dan Dame. dan berhubungan dengan kematian neonatal yang tinggi. bijibijian. serta fungsi mata. hewani dan bahan-bahan olahan lainnya. buah-buahan. (Sugiarno. dan agenesis esophagotracheal septum digambarkan dai lam sindroma KVA awal namun dikarakteristikkan sebagai kelainan yang jarang terjadi. tapi mungkin bisa berkontribusi dalam jangka panjang terjadinya gagal ginjal dan hipertensi. apel. semangka.1. merekamenemukan bahwa periode di mana suplementasi dengan vitamin A yang paling pentingadalah dari kehamilan usia postnatal dari 6 bulan. Demikian juga bagi anak anak selain didapat dari makanan juga dari suplemen Vitamin A. Kebutuhan Vitamin A Kebutuhan vitamin A yang dianjurkan untuk anak balita 250 mikrogram retinol (vitamin A) atau 750 mikrogram beta-karotin sehari (Kardjati dan Alisjahbana. (Knutson dan Dame. RA dari mesoderm splanchnic di sekitarendoderm foregut telah penting ditemukan untuk pembentukan tunas paru primordial. 2010). Selain itu. Sekalipun pada waktu lahir bayi memiliki simpanan vitamin A. kelenjar. selama. hypoplasia paru bilateral. Tubuh manusia dapat mensintesa vitamin A dari karoten atau pro vitamin A yang terdapat di sayuran dan buah-buahan yang berwarna. Paru dan Saluran Nafas Atas serta Aliran Udara Defek Respirasi termasuk agenesis paru kiri. Sedangkan kebutuhan wanita menyusui berumur 19 tahun keatas dianjurkan mengkonsumsi .

Pertumbuhan sel-sel epitel. Kebutuhan tubuh akan vitamin A untuk orang Indonesia telah dibahas dan ditetapkan dalam Widyakarya Nasional pangan dan Gizi (2007) dengan mempertimbangkan faktor-faktor khas dari kesehatan tubuh orang Indonesia. c. .70 μmol/L c. Proses oksidasi dalam tubuh. b.70 μmol/L b. Marginal Apabila konsentrasi serum retinol 0. 2003 2.300 mikrogram vitamin A per hari. Vitamin A atau aseroftol mempunyai fungsi-fungsi penting di dalam tubuh yaitu (Kartasapoetra dan Marsetyo. 2003) : a.35-0. Dikatakan mild jika prevalensi dari anak –anak usia pra sekolah atau ibu hamil dengan konsentrasi plasma serum 2-10%. Klasifikasi KVA Kekurangan vitamin A merupakan masalah nutrisi kesehatan masyarakat di negara berkembang. Daftar Kecukupan Vitamin A Sumber: Almatsier. Normal Apabila konsentrasi serum retinol ≥0.1. Berdasarkan World Health Organization (WHO). Pemenuhan kebutuhan vitamin A sangat penting untuk pemeliharaan kelangsungan hidup secara normal. 2007) Tabel 1. a. Deficient Apabila konsentrasi serum retinol <0. konsentrasi serum retinol diklasifikasikan menjadi . moderate jika prevalensi konsentrasi plasma serum 10-20%. moderate.35 μmol/L Kesehatan masyarakat mengenai derajad beratnya KVA dikategorikan dalam mild. (Widyakarya Nasional. Mengatur rangsang sinar pada saraf mata. dan severe apabila prevalensi konsentrasi plasma serum ≥20%.6. dan severe.1.

Konsentrasi retinol pada ASI kurang dari 1. kornea mata menjadi keruh. Tanda dan Gejala Kekurangan Vitamin A Kekurangan vitamin A sering terjadi pada anak balita. Tanda klinis selanjutnya adalah pengeringan pada kornea mata (kornea serosis).7. Meskipun diakui sebagai manifestasi kekurangan Vitamin A akan tetapi kekurangan Vitamin A menyebabkan timbulnya bercak bitot. tergantung berat ringannya defisiensi vitamin A. hingga akhirnya mengalami kebutaan dapat terjadi. Apabila gejala buta senja ini tidak dapat ditanggulangi maka akan muncul gejala lebih lanjut yaitu Konjungtiva serosis (pengeringan selaput bening yang menutupi bagian depan bola mata).1. Gangguan penglihatan yang dapat terjadi tergantung bersarnya kerusakan pada kornea mata. Keseluruhan gejala yang terjadi pada mata akibat kekurangan Vitamin A secara umum disebut Xerophtalmia. xerophthalmia. Gejala kekurangan Vitamin A yang paling serius.70 μmol/L dan untuk status deficient vitamin A jika 1. Gangguan pada mata dapat terjadi dalam beberapa tahap. (Tansuğ N. Pada rambut dapat terjadi kekeringan dan gangguan pertumbuhan rambut dan kuku. moderate dan severe pada masalah kesehatan masyarakat. Dapat pula terjadi kelainan dalam bentuk lain yaitu adanya bercak pada bola mata (disebut bercak bitot). tanda klinis KVA jarang terdeteksi namun marginal KVA sekitar 10-30% dari populasinya dan direkomendasikan monitoring status vitamin A secara berkelanjutan.05 μmol/L mengindikasikan KVA golongan mild. anemia.05 μmol/L merupakan KVA pada ibu menyusui. 2008) Gejala dini dari akibat kekurangan Vitamin A adalah buta senja (niktatopia). akan tetapi pengobatan yang terlambat dapat menyebabkan kebutaan total. ≥25% dari retinol ASI 1.05 μmol/L. Kornea mata terpengaruh secara dini oleh kekurangan vitamin A. 2010) 2. 2010) . The Pan-American Health Organization (PAHO) memutuskan bahwa KVA sebagai masalah kesehatan masyarakat ketika 15% atau lebih populasi menunjukkan konsentrasi plasma serum of 0. Pada negara yang termasuk kedalam kelompok kedua. et al.WHO membagi cakupan KVA kedalam dua kelompok utama yaitu: Xerophthalmia dan rabun senja sebagai masalah kesehatan yang serius pada negara yang termasuk kelompok pertama. kelenjar air mata tidak mampu mengeluarkan air mata sehingga terjadi pengeringan pada selaput yang menutupi kornea dengan tanda pemburaman. ≤10 to <25%.70 μmol/L. Pengobatan segera dapat dan tuntas dapat mengembalikan fungsi kornea mata. (Sugiarno. (Almatsier. Beberapa tanda dan gejala lain jika kekurangan vitamin A adalah kelelahan yang sangat. kering dan melunak. terganggunya kemampuan untuk beradaptasi dan melihat dalam kondisi gelap. seperti diantaranya negara di Afrika dan Asia Tenggara. kulit menjadi kering. Pelapisan sel epitel kornea yang akhirnya berakibat melunaknya dan bisa pecah yang menyebabkan kebutaan total. gatal dan kasar. diantara wanita. Bercak bitot merupakan bintik-bintik warna kelabu terang dan berbusa yang terdapat di konjungtiva mata. dua batas konsentrasi retinol digunakan untuk estimasi KVA apabila 0. Prevalensi <10%. Penderita buta senja tidak dapat melihat dalam keadaan gelap.

yaitu : a. Penderita buta senja tidak dapat melihat dalam keadaan gelap. (Sugiarno. atau pemberian berulang dosis tunggal yang lebih kecil tetapi masih termasuk dosis besar karena dikonsumsi dalam periode 1-2 hari.2. Kekurangan Vitamin A Gejala dini dari akibat kekurangan Vitamin A adalah buta senja (niktatopia). Bercak bitot merupakan bintik-bintik warna kelabu terang dan berbusa yang terdapat di konjungtifa mata. maka sebagaian besar dari Vitamin A yang berlebihan tersebut dalam bentuk yang tidak berubah akan dikeluarkan melalui air seni dan tinja dan selebihnya disimpan dalam hati. Gejala kekurangan Vitamin A yang paling serius. Meskipun diakui sebagai manifestasi kekurangan Vitamin A akan tetapi kekurangan Vitamin A menyebabkan timbulnya bercak bitot. Gangguan penglihatan yang dapat terjadi tergantung bersarnya kerusakan pada kornea mata. Masalah – Masalah Yang Berhubungan Dengan Vitamin A 1. Jika seseorang mengkonsumsi Vitamin A dosis tinggi yang melebihi 200. akan tetapi pengobatan yang terlambat . Pengobatannya adalah dengan menghentikan suplementasi Vitamin A dan pengobatan simptomatis. Apabila gejala buta senja ini tidak dapat ditanggulangi maka akan muncul gejala lebih lanjut yaitu Konjungtiva serosis (pengeringan selaput bening yang menutupi bagian depan bola mata). Tanda klinis selanjutnya adalah pengeringan pada kornea mata (kornea serosis). Keadaan ini biasanya hanya terjadi pada orang dewasa yang mengatur pengobatannya sendiri. Kelebihan Vitamin A Hipervitaminosis Vitamin A adalah suatu kondisi dimana kadar vitamin A dalam darah atau jaringan tubuh sangat tinggi sehingga menyebabkan timbulnya gejala-gejala yang tidak diinginkan. b. kornea mata menjadi keruh. 2010) 2.000 SI.8. kering dan melunak. Hipervitaminosis Kronis yang disebabkan karena mengkonsumsi Vitamin A dosis tinggi yang berulang-ulang dalam jangka waktu beberapa bulan atau beberapa tahun. Hipervitaminosis Vitamin A ada 2 ( dua ) macam. Pengobatan segera dapat dan tuntas dapat mengembalikan fungsi kornea mata.1. Hipervitaminosis Akut yang disebabkan karena pemberian dosis tunggal Vitamin A yang sangat tinggi. Pengobatannya adalah dengan menghentikan suplementasi Vitamin A dan pengobatan simptomatis. Dapat pula terjadi kelainan dalam bentuk lain yaitu adanya bercak pada bola mata (disebut bercak bitot).

Frinoderma. Berbagai studi yang dilakukan mengenai vitamin A ibu nifas memperlihatkan hasil yang berbeda-beda. Kerusakan pada bagian putih mata mengering dan kusam (Xerosis konjungtiva). Pendarahan pada selaput usus. c. Defisiensi vitamin A pada orang dewasa juga akan berakibat pada terjadinya kasus campak yang berat. kurang gizi. Hipervitaminosis pada orang dewasa menimbulkan sakit kepala. 2009) Pada ibu hamil dan menyusui. Buta senja pada ibu menyusui. 2007) Semua anak. serta menurunkan kelangsungan hidup ibu hingga dua tahun setelah melahirkan (Dinkes Jateng. Di Negara berkembang. vitamin A berperan penting untuk memelihara kesehatan ibu selama masa kehamilan dan menyusui. 3. b. 2010) 2. ginjal dan paru-paru. pembentukan epitelium kulit tangan dan kaki terganggu. g. bercak seperti busa pada bagian putih mata (bercak bitot). d. meningkatnya resiko infeksi dan penyakit reproduksi. Terganggunya pertumbuhan pada bayi. suatu kondisi yang kerap terjadi karena kurang vitamin A (KVA). Anak-anak usia enam bulan yang ibunya mendapatkan kapsul vitamin A setelah melahirkan.1. Terhentinya proses pertumbuhan. Anak-anak yang sama sekali tidak mendapatkan ASI akan beresiko lebih tinggi terkena Xeropthalmia dibandingkan dengan anak-anak yang mendapatkan ASI walau hanya dalam jangka waktu tertentu. sehingga kulit tangan dan kaki bersisik. (Melenotte et al. walaupun mereka dilahirkan dari ibu yang berstatus gizi baik dan tinggal di Negara maju. mengakibatkan campak yang berat yang berkaitan dengan adanya komplikasi pada anakanak serta menghambat penyembuhan. diare.2012) a. dan penyakit infeksi lain) (Depkes RI. terlahir dengan cadangan vitamin A yang terbatas dalam tubuhnya (hanya cukup memenuhi kebutuhan untuk sekitar dua minggu). kulit kering dan gatal-gatal. Keseluruhan gejala yang terjadi pada mata akibat kekurangan Vitamin A secara umum disebut Xerophtalmia.2012) Namun demikian perlu juga diperhatikan bahwa pemberian dosis Vitamin A yang terlalu tinggi dalam waktu yang lama dapat menimbulkan akibat yang kurang baik antara lain : Hipervitaminosis A pada anak-anak dapat menimbulkan anak tersebut cengeng. e.( Sugiarno. pada bulanbulan pertama kehidupannya. Oleh sebab itu. Dampak Kekurangan Vitamin A Bagi Anak Dampak kekurangan Vitamin A bagi balita antara lain : Hemarolopia atau kotok ayam (rabun senja). sangatlah penting bahwa ASI mengandung cukup vitamin A. mual-mual dan diare. a.dapat menyebabkan kebutaan total. kekurangan berat badan.9. sebagian hitam mata melunak ( Keratomalasia ). Namun orang dewasa yang kekurangan vitamin A namun tidak terinfesi campak dapat beresiko tinggi terhadap banyak penyakit berat apabila mereka terinfeksi virus. 2010 dan Melenotte et al. f. menunjukkan bahwa terdapat penurunan jumlah kasus demam pada anak-anak . (Sugiarno. pada sekitar tulang yang panjang membengkak. Seluruh kornea mata melunak seperti bubur (Ulserasi Kornea) dan Bola mata mengecil / mengempis (Xeroftahalmia Scars). bagian kornea kering dan kusam (Xerosis kornea). b. bayi sangat bergantung pada vitamin A yang terdapat dalam ASI. Pencegahan dan Pengobatan KVA Vitamin A adalah salah satu zat gizi dari golongan vitamin yang sangat diperlukan oleh tubuh yang berguna untuk kesehatan mata (agar dapat melihat dengan baik) dan untuk kesehatan tubuh (meni ngkatkan daya tahan tubuh untuk melawan penyakit misalnya campak. Berhubungan erat pada kejadian anemia pada ibu.

penyakit usus yang menahun akan mengakibatkan penyerapan vitamin A dari usus terganggu. a. Upaya meningkatkan konsumsi bahan makanan sumber vitamin A melalui proses Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) merupakan upaya yang paling aman. c. 2012) e.000 SI (warna biru). b. Belum ada perbaikan maka diberikan obat yang sama pada hari ketiga. berisiko mengalami KVA karena pada masa tersebut ibu membutuhkan vitamin A yang tinggi untuk pertumbuhan janin dan produksi ASI. Untuk mencegah kekurangan vitamin A makanlah pepaya. Wanita hamil : suplemen vitamin A tidak direkomendasikan selama kehamilan sebagai bagian dari antenatal care rutin untuk mencegah maternal and infant morbidity dan mortality. Ibu nifas: suplementasi vitamin A pada ibu nifas tidaklah direkomendasikan untuk mencegah morbiditas dan mortalitas pada ibu dan bayi. termasuk kekurangan vitamin A. d. dengan dosis 100. dengan tujuan agar bayi memperoleh vitamin A yang cukup melalui ASI (Depkes RI. Pemberian vitamin A akan memberikan perbaikan nyata dalam satu sampai dua minggu. paling lambat 30 hari setelah melahirkan. kapsul vitamin A didistribusikan secara gratis kepada semua anak yang mengunjungi Posyandu dan Puskesmas. sehingga perlu diberikan perbaikan gizi. ( McGuire S. Program nasional pemberian suplemen vitamin A adalah upaya penting untuk mencegah kekurangan vitamin A di antara anak-anak Indonesia.000 SI (warna merah). Dianjurkan bila diagnosa defisiensi vitamin A ditegakkan maka berikan vitamin A 200. wanita hamil dapat mengkonsumsi hingga 10. Satu kapsul diberikan satu kali secara serentak pada bulan Februari dan Agustus.000 IU peroral dan pada hari kesatu dan kedua. Hal ini perlu ditekankan bahwa WHO mengidentifikasi populasi berisiko sebagai mereka yang prevalensi menderita rabun senja ≥5% pada wanita hamil atau ≥5% pada anak – anak yang berusia 24–59 bulan. 2012) Kekurangan makan makanan bergizi yang berlarut-larut.000 SI (warna merah). 2009).000 IU setiap minggu. Bayi umur 6-11 bulan. wortel dan sayur-sayuran yang berwarna ( Hassan. Secara khusus. Namun. Suplementasi dapat dilanjutkan hingga 12 minggu selama kehamilan hingga melahirkan. Ibu nifas. Biasanya diobati gangguan proteinkalori mal nutrisi dengan menambah vitamin A. 2010 ).tersebut dan waktu kesembuhan yang lebih cepat saat mereka terkena ISPA. Anak balita umur 1-5 tahun. maka suplementasi vitamin A direkomendasikan untuk mencegah rabun senja. Namun disadari bahwa penyuluhan tidak akan segera memberikan dampak nyata. Oleh sebab itu penanggulangan KVA saat ini masih bertumpu pada pemberian kapsul vitamin A dosis tinggi. selain membuat orang menjadi kurus juga kekurangan vitamin-vitamin. baik sehat maupun tidak sehat. baik sehat maupuan tidak sehat. Setiap Februari dan Agustus. 2008). diberikan satu kapsul vitamin A dosis 200. Satu kapsul diberikan satu kali secara serentak pada bulan Februari dan Agustus. Ibu hamil dan menyusui seperti halnya juga anak-anak. Vitamin A yang terdapat dalam kapsul tersebut cukup untuk membantu melindungi anak-anak dari timbulnya beberapa penyakit yang pada gilirannya akan membantu menyelamatkan penglihatan dan kehidupan mereka ( Maryam. ( McGuire. Untuk melakukan pengobatan harus berobat pada dokter dan biasanya dokter akan memberikan suntikan vitamin A setiap hari sampai gejalanya hilang. dengan dosis 200. pada daerah dimana terdapat masalah kesehatan publik yang berat yang berkaitan dengan kekurangan vitamin A. Selain itu kegiatan konsumsi kapsul vitamin A masih bersifat rintisan. . Tujuan Program ini adalah untuk mendistribusikan kapsul vitamin A pada semua anak di seluruh wilayah Indonesia dua kali dalam satu tahun.000 IU vitamin A setiap harinya atau vitamin A hingga 25.

000 IU) Tiap kapsul mengandung vitamin A palmitat 1. karena alasan ini vitamin A dosis tinggi harus diberikan secara rutin untuk semua anak yang mengalami gizi kurang pada hari pertama. kulit kering dan gatal.000 IU untuk bayi berusia < 6 bulan. mungkin akan menderita mual. bengkak disekitar tulang-tulang yang panjang. sakit kepala dan anoreksia (tidak nafsu makan). kecuali bila dosis yang sama telah diberikan pada bulan yang lalu.5298 mg (setara dengan vitamin A 200.12 bulan . Terjadi akibat pemberian dosis tunggal vitamin A yang sangat besar atau pemberian berulang dosis tunggal yang lebih kecil tetapi masih termasukdosis besar karena di konsumsi dalam periode 1 hari – 2 hari.Hari berikutnya 1 kapsul . atau ketomalasia). Kapsul vitamin A berwarna merah (200. dan 200.10.000 IU untuk bayi berumur 6 .4 minggu berikutnya 1 kapsul 3). Dosis tersebut adalah sebagai berikut: 50. 2007). xerosis kornea atau ulceration. Penonjolan ubun-ubun juga dapat terjadi pada balita < 1 tahun dan akan hilang dalam waktu 1 hari – 2 hari. gizi buruk dan infeksi dan infeksi lainnya diberi 1 kapsul ( Puspitorini.Saat ditemukan segera beri 1 kapsul .1. diikuti dosis ketiga sekurang-kurangnya 2 minggu kemudian (Maryam. 2. Jika terdapat tanda klinis dari defisiensi vitamin A (seperti rabun senja. pneumonia. Hipervitaminosis A banyak dijumpai pada anak-anak dengan tanda-tanda cengeng.000 IU) dengan dosis 1) Pencegahan bayi umur 6 bulan – 11 bulan : 1 kapsul 2) Bayi dengan tanda klinis xerofthalmia : . yaitu jika bayi dan balita mengkonsumsi > 25. Hipervitaminosis A dapat terjadi dalam 2 tingkat : Hipervitaminosis A akut. 100.000 IU) dosis tunggal. Bayi dengan tanda klinis xerofthalmia : . Pencegahan bayi umur 1 tahun – 3 tahun : 1 kapsul 2). Biasanya hanya terjadi pada orang dewasa.7 juta IU 129. Pengobatannya dilakukan dengan cara pemberian vitamin A dan pengobatan simptomatis. Kapsul vitamin A berwarna biru (100. 2. b.Saat ditemukan segera beri 1 kapsul . Jadwal Pemberian Dosis Vitamin A Anak-anak yang mengalami gizi kurang mempunyai resiko yang tinggi untuk mengalami kebutaan sehubungan dengan defisiensi vitamin A. Hipervitaminosis A kronis. 1) 2) b. maka dosis yang tinggi harus diberikan untuk dua hari pertama.Hari berikutnya 1 kapsul .7059 mg (setara dengan vitamin A 100. Bayi dengan campak.7 juta IU 64.000 IU) tiap kapsul vitamin A mengandung palmitat 1. diare. a. pneumonia. Efek Samping dari Penggunaan Vitamin A Pemberian vitamin A dengan dosis yang terlalu tinggi dan terjadi dalam waktu yang lama dapat menjadi toksin (racun) bagi tubuh.000 IU tiap hari selama > 3 bulan atau beberapa tahun baik yang berasal dari makanan maupun dari pemberian vitamin A dosis tinggi. gizi buruk dan infeksi lainnya diberi 1 kapsul. diare. xerosis konjungtiva dengan bitot’s spot.000 IU untuk anak berusia > 12 bulan.4 minggu berikutnya 1 kapsul 3) Bayi dengan campak. .11.Pencegahan dan pengobatan di kutip berdasarkan keterangan dari brosur suplementasi vitamin A kapsul yang terdiri dari : a.000 IU) dengan dosis : 1). yaitu jika anak usia 1 tahun – 5 tahun mengkonsumsi lebih tinggi (300. 2010).1.

Saran 1. Perlu adanya kerja sama dengan kelompok PKK di lingkungan sekitar puskesmas dalam usaha fortifikasi vitamin A dalam menu makanan keluarga sehari – hari 3. pendarahan pada selaput usus. xeroftahalmia scars.2008) BAB III PENUTUP 3. 2) Pengobatannya sama dengan hipervitaminosis A akut. Ibu hamil dan menyusui seperti halnya juga anak-anak. 2. 4. kulit kering. bibir pecah-pecah. xerosis kornea. moderate.1) Pada anak usia muda dan bayi biasanya dapat menyebabkan anoreksia. ulserasi kornea. . 5. 9.Kesimpulan Adapun kesimpulan dari serangkaian penulisan makalah di atas adalah sebagai berikut: 1. xerosis konjungtiva. 8. 6. Pemberian kapsul vitamin A dilaksanakan dengan cara terjadwal. 7. dan severe. Program penanggulangan masalah KVA bertujuan untuk menurunkan prevalensi KVA terutama ditujukan kepada kelompok sasaran rentan yaitu balita. asam dan alkali tetapi sangat mudah teroksidasi oleh udara dan akan rusak pada suhu tinggi. Vitamin A merupakan salah satu vitamin yang larut dalam lemak atau minyak dan merupakan vitamin yang esensial untuk pemeliharaan kesehatan dan kelangsungan hidup. Vitamin A yang berlebihan tersebut dalam bentuk yang tidak berubah akan dikeluarkan melalui air seni dan tinja dan selebihnya disimpan dalam hati. Hipervitaminosis Vitamin A adalah kadar vitamin A dalam darah sangat tinggi sehingga menyebabkan timbulnya gejala-gejala yang tidak diinginkan. ginjal dan paru-paru. 3.2. gatalgatal serta kemerahan di kulit. serta terganggunya pertumbuhan pada bayi. terhentinya proses pertumbuhan. Dampak kekurangan Vitamin A bagi balita antara lain yaitu hemarolopia atau rabun senja. keratomalasia. peningkatan intracranial. 3. (Depkes. frinoderma. Perlu adanya penyuluhan secara berkala mengenai pentingnya asupan vitamin A yang cukup agar terhindar dari penyakit – penyakit tertentu seperti xeroptalmia 2. Diharapkan tenaga kesehatan agar dapat lebih pro aktif dalam melakukan home visit terhadap klien yang tidak datang saat penyuluhan mengenai pentingnya vitamin A ini berlangsung.1. Kesehatan masyarakat mengenai derajad beratnya KVA dikategorikan dalam mild. kunjungan rumah atau pada kejadian tertentu. Vitamin A stabil terhadap panas. bercak bitot. tungkai dan lengan lemah dan bengkak. berisiko mengalami KVA karena pada masa tersebut ibu membutuhkan vitamin A yang tinggi untuk pertumbuhan janin dan produksi ASI.