You are on page 1of 8

Intisari Perlakuan Akuntansi Aktiva Tetap

Apa intisari perlakuan akuntansi aktiva tetap? Jawaban saya: Bukan sesuatu yang dapat
dijabarkan dengan mudah. Juga bukan sesuatu yang bisa dipelajari secara instant. Maksud
saya, memahami perlakuan akuntansi aktiva tetap hingga mendetail bukanlah hal yang bisa
dicapai dalam waktu singkat.
Saya tidak bermaksud mengatakannya super-sulit. Tetapi, pengetahuan dan keahlian
mengenai aktiva tetap bukanlah sesuatu yang bisa diperoleh dari hasil membaca satu sumber
saja, baik itu dari buku maupun seminar, bahkan dari PSAK, terlebih-lebih dari satu halaman
website saja (termasuk JAK). Mustahil.
Perlakuan akuntansi aktiva tetap adalah salah satu topik bahasan yang luas di wilayah
Akuntansi. Perlu satu buku khusus untuk membahasnya. Ke depannya, saya ingin membahas
akuntansi aktiva tetap secara bertahap hingga ke hal-hal yang paling rinci, baik itu dari aspek
konsep/teori, standar dan best practice-nya.
Untuk kesempatan kali ini, saya akan tuliskan perlakuan akuntansi aktiva tetap secara ringkas
—bisa dibilang.. intisarinya saja—tanpa mengurangi esensi prinsip yang berlaku. Perlakuan
akuntansi aktiva tetap ini saya kemas dalam bentuk tanya jawab ringkas, dibagi menjadi subsub topic untuk mempermudah navigasi dan pemahaman yang logis.

Kapitalisasi Perolehan Aktiva Tetap
1. Pertanyaan: Biaya apa saja dan berapa jumlah yang dikapitalisasi pada perolehan
(pembelian) aktiva tetap?
Jawaban:
Yang dikapitalisasi = Harga Perolehan + Biaya yang dikeluarkan dalam mempersiapkan
aktiva tersebut untuk penggunaan yang dimaksudkan
Harga Perolehan = Nilai Pasar Wajar aktiva diterima (jika aktiva diperoleh dengan cara
membeli); atau Kas yang dibayarkan ditambah Nilai Pasar Wajar aktiva yang diberikan (jika
aktiva diperoleh dengan cara pertukaran).
2. Pertanyaan: Bagaimana membuat jurnal aktiva tetap yang diterima sebagai hadiah
atau sumbangan?
Jawaban:
[Debit]. Aktiva (pada Nilai Pasar Wajar) = xx
[Kredit]. Pendapatan = xx

Pertanyaan: Secara umum atas apa yang boleh dan tidak boleh dikapitalisasi? Jawaban: Segala biaya yang timbul atas aktiva yang dibangun untuk digunakan perusahaan atau aktiva yang diproduksi untuk dijual kembali—yang dihasilkan dari pesanan khusus. Pertanyaan: Bagaimana mengalokasikan total harga perolehan aktiva ‘tanah-danbangunan’ ke masing-masing tanah dan bangunan. . Pertanyaan: Biaya apalagi yang harus dikapitalisasi sehubungan dengan perolehan aktiva tetap (melalui pembelian. dengan cara:   Untuk tanah = Nilai Pasar Wajar tanah / (total nilai wajar ‘tanah dan bangunan’ x Total Biaya) Untuk bangunan = Nilai Pasar Wajar bangunan / (total nilai ‘wajar tanah dan bangunan’ x total biaya biaya) Kapitalisasi Bunga 6.3. Pertanyaan: Berapa besarnya biaya perolehan aktiva tanah dan bangunan yang diakui sebagai harga perolehan? Jawaban: Harga pembelian + pajak + biaya legalitas (notaris) + asuransi (jika ada) 5. alokasikan angka yang didapat pada langkah pertama. BUKAN atas aktiva persediaan yang diproduksi dalam kegiatan usaha normal. Aktiva ‘Tanah-dan-Bangunan’ 4. pertukaran. tentukan Nilai Pasar Wajar secara keseluruhan (lihat jawaban atas pertanyaan nomor 4) Kedua. menggunakan metode ‘Nilai Pasar Wajar Relatif ‘? Jawaban: Pertama. maupun sebagai hadiah)? Jawaban: Biaya pengiriman. biaya instalasi dan biaya pengujian (jika ada). biaya asuransi selama pengiriman.

misalnya: tambahan bangunan gedung membuat nilai jual gedng menjadi lebih tinggi. atau bunga atas hutang lain yang dapat dihindari dengan cara pelunasan. Pertanyaan: Apa yang harus dihitung? Jawaban: Dihitung pada: komulatif pengeluaran rata-rata tertimbang (weighted-average cost accumulated) Biaya Yang Timbul Setelah Perolehan Aktiva Tetap 9. Dalam kondisi normal mesin A mampu menyelesaikan satu unit produk dalam 20 menit.7. Penyusutan (Depresiasi) Aktiva Tetap . Jangan kapitalisasi biaya: Perbaikan dan pemeliharaan yang hanya membuat aktiva berfungsi normal. Setelah dimodifikasi. Memperpanjang Usia – segala biaya yang membuat usia ekonomis menjadi lebih panjang. Pertanyaan: Setelah perolehan aktiva tetap biaya yang seperti apa atau yang bagaimana yang dikapitalisasikan? Jawaban: Kapitalisasi segala biaya terkait aktiva tetap yang:    Meningkatan Nilai – segala pengeluaran (biaya) terkait aktiva tetap yang dapat membuat nilai aktiva tersebut menjadi lebih tinggi. mesin jadi mampu menyelesaikan satu unit produk dalam waktu 15 menit. Meningkatkan Efisiensi – segala pengeluaran yang membuat aktiva dapat bekerja lebih efisien. 8. Pertanyaan: bunga atas apa yang harus dikapitalisasi? Jawaban: Bunga yang dikapitalisasi: Bunga pinjaman yang dikeluarkan untuk pembangunan aktiva.

Pertanyaan: Bagaimana caranya menghitung penyusutan dengan Metode GarisLurus (Straight-Line)? Jawaban: Penyusutan Tahunan = Dasar Penyusutan x Tarif garis lurus (lihat pertanyaan 10) Penyusutan Parsial (Bulanan) = Penyusutan Tahunan x Porsi Prasial (Bulanan) 13.nilai residu (nilai sisa)  Nilai buku = Biaya Perolehan – Akumulasi Penyusutan Catatan: Biaya perolehan adalah semua biaya yang dikapitalisasi (lihat kapitalisasi biaya aktiva tetap) 11. atau biaya pemeliharaan meningkat tajam di masa-masa belakangan. Gunakan metode unit produksi bila manfaat aktiva menurun seiring dengan bertambahnya output yang dihasilkan (biasanya aktiva mesin dan peralatan). Gunakan metode percepatan bila aktiva lebih produktif di masa awal-awal penggunaan. . Bagaimana caranya menghitung penyusutan dengan Metode Saldo Menurun Berganda (Double Declining Balance)? Jawaban: Penyusutan Tahunan = (Nilai Buku x tarif garis lurus ) x 2 Penyusutan Parsial (Bulanan) = [(Nilai Buku x tarif garis lurus) x 2] x porsi parsial (bulanan). Pertanyaan: Metode penyusutan mana yang sesuai untuk diterapkan? Jawaban:    Gunakan metode garis-lurus bila manfaat aktiva berkurang secara merata dari tahun-ke-tahun.  Dasar penyusutan = Biaya Perolehan (lihat pertanyaan 4) . 12.10. atau risiko keusangan aktiva lebih tinggi di masa-masa belakangan. Pertanyaan: Hal (informasi) dasar apa yang perlu diketahui terkait dengan penyusutan atau depresiasi? Jawaban: Berikut ini adalah hal-hal pokok yang perlu dketahui:   Aktiva tanah tidak disusutkan Tarif penyusutan metode garis-lurus = 100% / Usia ekonomis/manfaat (dalam tahaun).

Sehingga jurnal penarikan aktiva akan menjadi sbb: [Debit]. Akumulasi Penyusutan (dari daftar jadwal penyusutan) = xx [Kredit]. Bagaimana menghitung penyusutan menggunakan Metode Kelompok atau Komposit? Jawaban: Hampir sama dengan metode garis lurus. Hanya saja. Kas (yang timbul dari proses penarikan) = xx [Debit]. ‘Laba/Rugi’ tidak diakui pada saat penarikan aktiva dari penggunaannya. Aktiva yang ditarik (sebesar harga perolehan) = xx Penurunan Nilai Aktiva Tetap (Impairment) .14. Bagaimana caranya menghitung penyusutan dengan Metode Angka Tahun (Sum-ofYears’-Digit)? Jawaban: Penyusutan Tahunan = dasar Pengusutan x Angka Fraksi Penyusutan Fraksi: Tahun Ke-1 Tahun Ke-2 Tahun Ke-3 Pembilang n Penyebut [n (n +1)] / 2 n-1 [n (n +1)] / 2 n-2 [n (n +1)] / 2 Penyusutan Parsial (Bulanan):   Tahun Ke-1 = Depresiasi tahun ke-1 x porsi bulanan Tahun Ke-2 = Sisa penyusutan tahun ke-1 + (penyusutan tahun ke-2 x porsi bulanan)  Tahun Ke-3 = Sisa penyusutan tahun ke-2 + (penyusutan tahun ke-3 x porsi bulanan) 15. Bagaimana cara menghitung penyusutan menggunakan Metode Unit Produksi? Jawaban: Penyusutan Tahunan = Tarif Penyusutan x Jumlah unit (jam digunakan) yang diproduksi Tarif Penyusutan = Dasar Penyusutan / Total perkiraan unit yang akan dihasilkan (jam) 16.

Untuk itu. karena arus kas terdiskonto yang diperkirakan (sebesar Rp 900.000.000 (Nilai tercatat yang semula Rp 1.000.000. atau adanya kerugian operasi (maupun aliran kas) terkait dengan ‘aktiva-penghasilpendapatan’ (mesin. arus kas masa depan terdiskonto yang diharapkan dari aktiva tersebut adalah Rp 900.000). dan nilai pasar wajarnya hanya Rp 600. 19.000 menurun menjadi Rp 600. Pertanyaan: Kapan penurunan nilai (impairment) atas aktiva akan terjadi? Jawaban: Penurunan nilai aktiva tetap (impairment) terjadi jika ‘arus kas terdiskonto masa depan’ lebih kecil dibandingkan dengan ‘nilai tercatat aktiva’ dari peristiwa: penurunan nilai pasar aktiva.000) LEBIH BESAR dibandingkan dengan nilai tercatat (yang sebesar Rp 900.17.000. . Pertanyaan: Apa yang harus dilakukan jika rugi penurunan nilai (impairment loss) terjadi? Jawaban: Ketika rugi penurunan nilai (impairment loss) terjadi: turunkan ‘nilai tercatat aktiva’ sehingga menjadi sebesar ‘nilai pasar wajar’ (atau ‘arus kas bersih terdiskonto’).000). Rugi penurunan nilai (impairment loss) = xx [Cerdit]. karena arus kas yang diharapkan (Rp 900.000). Pertanyaan: Bisa memberikan contoh penerapan impairment (penurunan nilai) aktiva tetap? Jawaban: Berikut adalah dua contoh yang bisa mewakili penerapan peraturan penurunan nilai: Contoh 1: Sebuah aktiva memiliki nilai tercatat sebesar Rp 1. catat penurunan nilai aktiva sebesar Rp 400.000. Akumulasi penyusutan = xx Catatan: Setelah jurnal dimasukan. Uji penurunan nilai (aliras kas masa datang) berbeda dengan penghapusan nilai aktiva (nilai bersih terealisasi). Dalam kasus ini.000. atau akibat tindakan yang merugikan. 18. atau akibat penilaian kembali (revaluasi) oleh pihak regulator. Contoh 2: Suatu aktiva memiliki nilai tercatat sebesar Rp 800.000. TERJADI penurunan nilai. nilai aktiva menjadi sebesar ‘nilai pasar wajar’—tanpa akumulasi penyusutan (seolah-olah baru diperoleh). arus kas masa depan terdiskonto yang dapat diharapkan dari aktiva kas tersebut adalah Rp 900. Dalam kasus ini.000.000. Jurnalnya: [Debit].000) LEBIH KECIL dibandingkan dengan nilai tercatat aktiva tersebut (yang Rp 1. penurunan nilai TIDAK TERJADI. misalnya). sedangkan nilai pasar wajar-nya hanya sebesar Rp 600.

Akumulasi penyusutan (sisanya) = xx [Debit]. Aktiva – baru (nilai pasar wajar) = xx [Debit]. Pertanyaan: Seperti apa jurnal pertukaran aktiva tetap non-moneter? Jawaban: [Debit]. Pertanyaan: Bagaimana caranya menghitung nilai wajar dalam pertukaran aktiva non-moneter? Jawaban: Nilai wajar dalam pertukaran aktiva non-moneter = Nilai wajar aktiva yang diterima atau nilai wajar yang diberika + Kas dibayarkan – Kas diterima 23. Kas (hasil) = xx [Debit]. Akativa Tetap (sebesar perolehan) = xx Catatan: Penarikan yang dilakukan secara terpaksa (misalnya karena kerusakan) perlakuannya sama dengan penarikan dengan cara dijual. Rugi penarikan (selisihnya) = xx [Kredit]. 21. Laba penarikan (selisihnya) = xx [Kredit]. Pertanyaan: Bagaimana caranya menentukan Laba/Rugi dalam pertukaran aktiva tetap. Pertanyaan: Seperti apa jurnal penarikan aktiva tetap. Kas (jumlah yang diterima) [Debit]. Rugi penarikan (selisihnya) [Kredit]. Akumulasi penyusutan (sebesar saldo nilai buku aktiva lama) = xx [Debit]. secara umum? Jawaban: [Debit]. dan bagaimana cara menjurnal pengakuan untung/rugi tersebut? Jawaban: . Laba penarikan (selisihnya) = xx [Kredit].Penarikan Aktiva Tetap 20. Aktiva Tetap – Lama (sebesar perolehan) = xx 22. Kas (jumlah yang dibayarkan) [Kredit].

Laba Pertukaran diakui dengan memasukan jurnal sbb: [Debit]. . Rugi pertukaran aktiva tetap diakui dengan memasukan jurnal sbb: [Debit]. Aktiva Baru (Selisih)) = xx [Kredit]. Laba pembuangan (hasil perhitungan) = xx [Kredit]. Kas (jumlah yang dibayar) = xx [Kredit]. Kas (jumlah yang diterima) = xx [Debit]. Kas (jumlah yang diterima) = xx [Debit]. Aktiva-Lama (nilai tercatat) = xx TIDAK ADA laba/rugi yang perlu diakui jika tidak ada kas diterima/dibayarkan yang menyertai pertukaran.Akui RUGI jika Nilai Pasar Wajar aktiva yang diterima LEBIH KECIL dari Nilai Tercatat (Nilai Buku) Aktiva yang diberikan. Aktiva – Lama (sebesar nilai buku) = xx Akui LABA jika nilai pasar wajar aktiva yang diterima LEBIH BESAR dari Nilai tercatat (Nilai Buku) aktiva yang diberikan (Laba pertukaran diakui hanya jika ada kas yang diterima). Rugi pertukaran (Selisih) = xx [Kredit]. Aktiva – Baru (Nilai Pasar Wajar) = xx [Debit]. Catatan: * Persentase = Kas diterima / (kas + Nilai Pasar Wajar aktiva yang diterima). Jumlah laba yang diakui = (Nilai Pasar Wajar aktiva Diterima – Nilai Tercata/Buku yang diberikan) x persentase.