You are on page 1of 22

Syok pada Anak

Dr Tuty Rahayu SpA


RSUD Pasar Rebo

Definisi
Syok adalah sindrom klinis akibat
kegagalan sistem sirkulasi dalam
mencukupi kebutuhan nutrien dan
oksigen baik dari segi pasokan maupun
utilisasinya untuk metabolisme seluler
jaringan tubuh, sehingga terjadi defisiensi
akut oksigen di tingkat seluler.

Patofisiologi
Pengiriman oksigen jaringan (DO 2) berhubungan
dengan tekanan oksigen parsial selular(PO 2). PO2
hingga titik kritis fosforilasi oksidatif
metabolisme anaerob produksi ATP dan laktat

VO2 = DO2 x O2ER

VO2 =konsumsi oksigen (mLO2/Kg/mnt)

O2ER = rasio ekstraksi oksigen (%)


DO2=Total aliran oksigen darah arteri

DO2 = CO X CaO2

(Delivery Oksigen)

CO = Cardiac output

CaO2 = Arterial oxygen content

CaO2 = Hb x SaO2 x 1,39


Hb = Hemoglobin ( gram/100ml)
SaO2 = Saturasi oksigen arterial (%)
1,39 = kapasitas Hb membawa oksigen
Normal : kebutuhan oksigen jaringan sesuai konsumsi O 2 (VO2)
RerataDO2 >VO2. dimana DO2 dapat beradaptasi dengan
kebutuhan oksigen. Misal saat berolah raga.
Syok/hipoksemia : DO2 VO2 tetap, dgn kompensasi O2ER (VO2
independent). Bila DO2 terus turun sehingga O2ER
tidak dapat mengkompensasi (titik kritis) maka VO2
dependent DO2.
Peningkatan O2ER karena reditribusi aliran darah dan rekrutmen
kapiler.

Microcirculation

Key steps in oxygen cascade


Uptake in the Lung
Haemoglobin

DO2

Carrying capacity

CaO2 =
Arterial Oxygen Content
SaO2

CaO2

SaO2

DO2

Cardiac Output Flow rate

Delivery

Oxygenation PaO2

1.34

x Cardiac

Output

Hb

Arterial oxygen content

SV

HR

Contract
PreloadAfterload
Global Flow / Perfusion

O2 uptake (VO2) to O2 supply (DO2) relationship


Normal relationship
Pathologic
condition

VO2 ; catabolic state, sepsis,


increased muscle activity,
awakening, hyperthermia,
shivering, inotrope excess, etc.

300

Oxygen
uptake
(VO2)

200
100

VO2 tidak tergantung DO2


VO2 ; rest, sedation,
Setiap penurunan DO2 ; Hb, SaO2 atau CO,
control ventilation,
ia
x
tidak akan
uptake O2 dari sel,
so mempengaruhi
hypothermia
y
D disebabkan sel-sel mempunyai
hal=ini
k
kemampuan
O 2 meningkatkan ekstraksi O2
c
D
o
g
n
h
Critical DO2 Critical
S gantu
DO2
t2 er
Critical DO2
VO

0 ml/mnt

400

600

700

Oxygen Delivery (DO2)

1000 ml/mnt

VO2

VO2

DO2

Methods to reduce VO2:


Method
to increase
DO2:
Intubation
and
mech.ventilation,
sedation,
Transfusion,
Volume,
pain relief,
Inotropic
andanti-pyretic
FiO2 +
therapy

Normal balance
PEEP
between VO2 and DO2

DO2

VO2

DO2

Exercise

VO2

DO2

DO2

Resuscitation
VO2

Circulatory failure

VO2

DO2

Saturasi oksigen pada vena campur (SvO2)


Persamaan Fick:
VO2 = CO x (CaO2 CvO2)
CvO2 = kadar oksigen vena campur

CaO2 dan CvO2 proporsional dengan SaO2


dan SvO2
VO2 = CO x (SaO2 SvO2)

SvO2 = SaO2 VO2/ (CoxHbx1,34)

SvO2 = SaO2 VO2/ (CoxHbx1,39)


Ada 4 faktor menyebabkan SvO2 turun:

Hipoksemia
Peningkatan VO2
Penurunan isi sekuncup (CO)
Penurunan Hemoglobin

Normal : SvO2 65-77%


Bila penurunan SvO2 kurang 5%
penurunan VO2 atau peningkatan
permintaan O2
Bila SvO2 40% ketidakseimbangan
penyediaan O2 dengan kebutuhan O2

Increases in SvO2 combined with rising


lactate levels indicate tissues are unable to
extract oxygen
This can be seen in such things as septic
shock, cyanide toxicity, carbon monoxide,
methemoglobin. Might also indicate
hypothermia, shunt, inotrope excess, etc.

SvO2 50%

If SvO2 decreases, it means that DO2 is not high


enough to meet tissue needs VO2
1. This might be due to inadequate DO2 (poor
saturation, anemia, low cardiac output)
2. Or, it might be due to increased tissue
extraction VO2 (fever, shivering,

Acute DO2
Anemia
Hypoxemia
CO

VO
2
ER
=
25%
OO
ER

=
50%
2 2

O2 return
500

Klasifikasi
Syok Kuantitatif
Penurunan sebaran oksigen ke jaringan ( DO2 )
o Penurunan aliran
o Hipovolemia : Absolut, relatif
o Kegagalan pompa jantung : kerusakan miokardium, lesi
obstruksi, kurangnya pengisian ventrikel

o Penurunan kadar oksigen: Syok hemoragik,


keracunan

Syok Distributif
Penurunan ekstraksi oksigen (O2ER )
Terjadi redistribusi darah pada berbagai jaringan
pada sepsis, anafilaksis dan agen vasodilator

DIAGNOSING THE SHOCK TYPE


DO2

CaO2 =
x Cardiac
Output
Hypoxemia,
Arterial OxygenHemorrhagic
Content
shock

poisoning

SaO2 x

1. Quantitative Shock
1. Decreased CaO2
2. Decreased Flow

2. Distributive Shock

1.34

x Hb
volume

SV x HR
Afterload Contract

Hypovolemic
Cytophatic
shock hypoxia

Cardiogenic
shock

O2ER
Capillary
recruitment

Flow
redistribution

Penilaian
Aliran darah secara global
Tergantung pada 4 hal, yaitu Preload, fungsi miokard,
afterload dan frekuensi jantung

Aliran darah regional


Suhu kulit : mencerminkan aliran darah di kulit
Monitoring optikal : menilai pancaran warna dari
bagian tubuh yang menyerap cahaya, misal :
Hemoglobin, mioglobin, sitokrom, melanin, karotin dan
bilirubin.
Alat : periferal perfusion index/ oksimetri, Spektroskopi,
dll

Penilaian Klinis
Anamnesis
Perdarahan
Demam karena infeksi
Muntah/ diare
Ingesti racun
Alergi
Penurunan kesadaran

Pemeriksaan Fisis
Takikardia (gejala awal)
Penurunan kesadaran
Capillary refill time >2
Akral dingin , kulit mottled
Penurunan pengeluaran urin
Hipotensi (terakhir) syok tahap akhir

Laboratorium
Analisa gas darah : asidosis karena
hipoperfusi
Laktat arteri meningkat
Saturasi O2 vena campur/ vena sentral
rendah

Tingkatan syok
Compensated:
Gejala awal takikardia
tekanan darah, keluaran urin dan fungsi jantung
masih baik

Decompensated
Kegagalan fungsi kardivaskular, kerusakan
endotel memudahkan bakteri masuk dari
pencernaan

Irreversible
Kegagalan fungsi multiorgan, meninggal

Tatalaksana syok
Tatalaksana awal:langkah Resusitasi (ABC)
Bolus cairan iv (normal saline/ringer lactate)
20 ml/kg secepatnya (5-10 mnt)
Bila akses iv sulit dapat dengan akses io
Bolus cairan dapat sampai 60-80 ml/kg dalam 1-2
jam pertama.

Sesuaikan cairan dengan memonitor: frekuensi


nadi, tekanan darah, produksi urin, kesadaran,
perfusi perifer
Pada syok kardiogenik pemberian bolus cairan
harus ditunda/ jumlah dibatasi (10
ml/kg),pertimbangkan obat vasopresor

tatalaksana syok
Setelah resusitasi cairan masih syok dan
perfusi buruk berikan obat vasoaktif
Dopamin
Norepinefrin untuk warm shock
Epinefrin untuk cold shock

Hidrokortison iv dipertimbangkan pada


pasien dengan syok sepsis, atau ada
pemakaian steroid sebelumnya.

Terima kasih